MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

Tanggapi Pernyataan Yahya Cholil Staquf, Sarbini MER-C: Membuka Komunikasi dengan Israel merupakan Kalkulasi Politik yang Salah

Beredar berita pernyataan Yahya Cholil Staquf yang mengungkapkan perlu adanya komunikasi dengan Pemerintahan Israel untuk membantu Palestina. Ketua Presidium MER-C, Sarbini Abdul Murad memberikan tanggapannya atas pernyataan tersebut. Menurut Sarbini, pernyataan pria yang akrab disapa Gus Yahya merupakan kalkulasi politik yang salah. “Pernyataan Yahya Cholil Staquf untuk membuka komunikasi dengan Israel adalah kalkulasi politik yang salah dan utopis,” ujar Sarbini. Menurut Sarbini, pernyataan Yahya ini berangkat dari anggapan bahwa dengan Indonesia membangun perbincangan akan membuka komunikasi atau ujungnya membuka hubungan diplomatik dengan Israel, maka Indonesia bisa membantu persoalan Palestina. “Tidak seperti itu,” ungkap Sarbini. Ia pun memberikan contoh bagaimana negara-negara Arab yang sudah membuka hubungan diplomatik dengan Israel seperti Uni Emirat Arab, atau Bahrain selanjutnya atau Turki sebelumnya, negara-negara tersebut tidak mampu untuk membantu Palestina mencapai kemerdekaannya. “Negara-negara yang mempunyai bargaining power yang kuat dibandingkan Indonesia saja tidak mampu untuk menekan Israel untuk bisa memberikan solusi dua negara. Mereka tidak mampu melarang Israel untuk tidak melakukan kekerasan, tidak melakukan penyerangan dan penindasan terhadap bangsa Palestina,” jelas Sarbini. “Begitupun negara-negara kwartet (PBB, AS, Uni Eropa, dan Rusia), mereka juga tidak mampu menekan Israel untuk memberikan kemerdekaan kepada Palestina atau untuk berunding secara damai, secara seimbang dengan Palestina. Mereka saja tidak mampu, apalagi Indonesia,” tambahnya. Untuk itu, sebagai pimpinan lembaga yang selama ini turut memiliki kepedulian terhadap Palestina baik dari sisi aksi kemanusiaan maupun politik kemanusiaan dalam rangka mendukung kemerdekaan bagi satu-satunya negara di dunia yang masih terjajah, Sarbini pun menyampaikan pandangan dan usulannya. “Kami mengusulkan agar Indonesia bisa lebih berperan pada internal Palestina. Indonesia bisa menjadi mediator atau bisa menjadi juru damai konflik antara faksi-faksi di Palestina. Ini yang sangat memungkinkan secara politis,” katanya. Sarbini pun mengingatkan agar Yahya Cholil Staquf lebih realistis melihat politik Israel. Hal ini karena Indonesia adalah negara yang sangat berpotensi di mata Israel dengan jumlah penduduk besar, ekonomi besar dan punya historis dengan kaum Yahudi. “Kami mengingatkan Gus Yahya agar lebih realistis melihat politik Israel. Kita harus lebih hati-hati, jangan terjebak dalam retorika yang salah. Kalau kita membuka hubungan dengan Israel maka Israel yang akan lebih diuntungkan, sementara kita tidak bisa berbuat apa-apa untuk membantu Palestina,” imbuh Sarbini.

MER-C Mengutuk Sikap Provokatif Ekstrimis Yahudi

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) mengutuk serbuan dan ritual ibadah yang dilakukan ekstrimis Yahudi di komplek Masjid Al-Aqsa di Kota Al-Quds (Yerusalem) yang diduduki, Minggu pagi (25/9). Hal ini disampaikan Sarbini Abdul Murad, Ketua Presidium MER-C, menanggapi tindakan provokasi yang dilakukan ekstrimis Yahudi ke Masjid Al-Aqsa yang dikawal ketat oleh petugas keamanan Israel. “Langkah provokasi ini patut dikutuk,” ujar Sarbini. “Karena praktek ritual ektrimis Yahudi yang dikawal ketat oleh pihak petugas keamanan Israel telah merusak kesucian Masjid Al-Aqsa serta memprovokasi terjadinya bentrokan dengan kaum muslimin,” lanjutnya. Sarbini menyayangkan peristiwa yang sudah terjadi berulang kali tersebut. Menurutnya, tindakan-tindakan semacam ini memang sengaja diciptakan oleh Israel untu memancing bentrokan dan berujung serangan terhadap penduduk sipil Palestina. Untuk itu, Sarbini mendesak Yordania sebagai pihak yang bertanggung jawab terhadap keamanan dan kesucian Al-Quds untuk melakukan langkah yang lebih tegas terhadap provokasi ekstrimis yang didukung pihak keamanan. Ia juga menyerukan kepada masyarakat Internasional yang cinta damai untuk jangan diam menanggapi hal ini. “Kami menyerukan masyarakat Internasional tidak diam dan agar terus menyuarakan kecaman serta kritikan kepada Israel yang belum ada tanda-tanda menegakkan perdamaian dengan Pihak Palestina,” tambahnya.

Seminar Hybrid & Workshop mass Casualities Management in Conflict Area

SEMINAR HYBRID & WORKSHOP“MASS CASUALITIES MANAGEMENT IN CONFLICT AREA“ SUNDAY, OCTOBER 2nd 2022AUDITORIUM RS ISLAM JAKARTA CEMPAKA PUTIHCOLLABORATION MER-C – RS ISLAM CEMPAKA PUTIH – ILUNI FKUI – PPNI       BACKGROUND The world often experiences conflicts and wars that will cause many victims who require medical treatment. In some parts of the world, such as Palestine, Afghanistan and even Indonesia, they are often faced with the management of conflict victims due to war. Therefore, it is necessary to learn from each other and share experiences in terms of mass casualty management. At this time we are holding a collaborative seminar between Indonesia, Afghanistan and Palestine.   PURPOSE To increase , capacity building of experience in mass casualties management at conflict area   ACTIVITY We invite distinguished expert from Afghanistan, Palestine (gaza) and local speakers to share their experiences in mass casualties management at conflict area ; Emal Wardak, MD, MBBS, M.S (Orthopaedic Surgery) , Assistant ProfessorHead of Orthopaedic & Trauma Departement Wazir Mohammad Akbar Khan Hospital, Kabul AfghanistanStaf of Orthopaedic Training Programme in Kabul Afghanistan Yogi Prabowo, dr, SpOT(K), SpEm , Associate ProfessorHead of Emergency Departement Ciptomangunkusumo National Hospital, Jakarta IndonesiaPresidium of Medical Emergency Rescue Committee Indonesia Indragiri, dr, SpAnMedical Emergency Rescue Committee IndonesiaAnesthesia specialist & Intensive care Pondok Kopi Islamic Hospital, Jakarta Jajang Rahmat, Skep, Ners, SpKep.Kom, MKepChief of PPNI (Indonesian Nurse Organization)Emergency Departement RS Indonesia in Gaza Palestine Hadiki Habib,dr, SpPD, SpEmMedical Emergency Rescue CommitteeEmergency Departement Ciptomangunkusumo National Hospital, Jakarta Indonesia This seminar was held in a hybrid manner on Sunday, October 2, 2022, at the Meeting Room of the Islamic Hospital Cempaka Putih, Central Jakarta Indonesia The seminar will also be streamed via YouTube to Afghanistan and Palestine The seminar will be delivered in English   MATRIX OF ACTIVITY NO TIME TOPIC SPEAKERS 1 07.30 – 08.30 registration   2 08.30 – 08.40 Opening MC 3 08.40 – 08.45 Organizing Committee Report Zecky Eko  Triwahyudi, dr, SpOT, MARS 4 08.45 – 08.50 Welcome Speech Chief of  MER-C Presidium Sarbini A Murad, dr 5 08.50 – 08.55 Welcome Speech CEO of RS Islam Jakarta Cempaka Putih Pradono Handojo, dr, MARS, MM 6 09.00-09.05 Welcome Speech Chief of  ILUNI FKUI Wawan Mulyawan, Kolonel (Kes), DR, dr, SpBS, SpKP, FINNS, FINPS, AAK 7 09.05 – 09.10 Welcome Speech Chief of  PPNI DKI Jakarta Jajang Rahmat, Skep, Ners, SpKep.Kom, MKep Moderator Session 1 Guntur Utama Putera, dr, SpOT 8 09.10 – 09.25 Mass Casualties Management Overview Yogi Prabowo, dr,  SpOT(K), SpEm 9 09.25 – 09.55 Mass Casualites Management : Afghanistan Experience Emal Wardak, MD, MBBS, M.S, Asst Prof 10 09.55 – 10.25 Mass Casualties in Rural Area, Mollucas Conflict 1999 Management Indragiri,dr,  SpAn 11 10.25 – 10.35 Discussion moderator  Moderator Session 2 Arief Rahman, dr, SpRad         12 11.05 – 11.35 Role of Nurse in Mass Casualties Management Jajang Rahmat, Skep, Ners, SpKep.Kom, MKep 13 11.35 – 12.05 Role of Indonesian Hospital  Gaza Palestine in Mass Casualties Management Head of Indonesian Hospital in Gaza Palestine 14 12.05 – 12.15 Discussion moderator Praying & Coffe Break 15 13.00 – 15.00 Workshop Triage in Mass Casualties Hadiki Habib, dr, SpPD, SpEm 16 15.00 Closing Organizing Committee                                                                      ORGANIZING COMMITTEE This seminar was organized by a collaboration between MER-C, Cempaka Putih Islamic Hospital, ILUNI FKUI and PPNI.      

MER-C Gelar Pelatihan Simulasi Bencana

Jakarta, MINA – Lembaga kegawatdaruratan medis, Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia menggelar pelatihan simulasi bencana, pada Sabtu-Ahad, (24-25/9), di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur.     Dalam pelatihan ini, 30 peserta yang mengikuti pelatihan mendapat materi triase, manajemen logistik, Basic Life Support (BLS), penanganan korban cedera, pendarahan, patah tulang, serta cara pembidalan, evakuasi dan transportasi, overview disaster management, dan manajement posko.   Selain itu, digelar juga bincang bersama Presidium MER-C mengenai jihad profesi, dan pengenalan water rescue bersama Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS).   Ketua Presidium MER-C Sarbini Abdul Murad, dalam kesempatan itu mengatakan, banyak hal besar yang telah dilakukan bersama MER-C, seperti di luar kendali atau tidak mungkin tapi akhirnya bisa dilakukan karena kebesaran Allah.   “Banyak aktifitas besar itu terjadi bukan karena kehebatan kita. Tapi kita bisa melakukan aktivitas besar yang akal kita tidak sampai tapi kita bisa melakukan itu, ada keajaiban yang terjadi dan itu di luar kendali kita. Hal yang sulit menjadi mudah karena kuasa Allah,” ujarnya.   “Menunaikan amanah yang menjadi keberkahan untuk apa yang kita lakukan. Tugas kita adalah memberi yang terbaik untuk umat, untuk bangsa,” kata Sarbini.     Anggota Presidium Ir. Faried Thalib yang juga turut hadir menceritakan bagaimana perjuangan MER-C membangun beberapa Rumah Sakit Indonesia di daerah konflik, di Gaza, Palestina dan Rakhine State, Myanmar.   MER-C telah melaksanakan lebih dari 300 misi kemanusiaan bencana alam, perang dan konflik, baik dalam negeri maupun luar negeri   Sementara keanggotaan MER-C disebut relawan yang mempunyai sifat amanah, profesional, netral, mandiri, sukarela, dan mobilitas tinggi.     Sumber : https://minanews.net/mer-c-gelar-pelatihan-simulasi-bencana-2022

Warga Antusias Datangi Posko MER-C di Mentawai

Setelah menempuh dua kali perjalanan laut selama 7,5 jam dari Muara Padang, Tim Medis MER-C yang terdiri dari empat orang relawan akhirnya sekitar pkl 15.30 tiba di wilayah pasca gempa Simalegi, Kec. Siberut Barat, Kab. Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, Selasa/20 September 2022. Kedatangan Tim disambut hangat oleh Camat dan warga setempat. Bahkan mengetahui kehadiran Tim Medis, warga antusias mendatangi posko MER-C untuk berobat.       “Kami disambut sangat baik oleh Bapak Camat dan diarahkan untuk menginap di salah satu rumah warga,” ujar Khoirul Mustafa, Ketua Tim MER-C untuk Misi Kemanusiaan Gempa Bumi Mentawai.    “Kira-kira setengah jam kami istirahat, warga mulai berdatangan ke posko kami untuk berobat. Mereka antusias untuk mendapatkan pengobatan. Hingga pkl 18.30, kami memberikan pelayanan kesehatan bagi 36 warga,” tambah relawan yang sudah berpengalaman melakukan misi kemanusiaan di Mentawai saat gempa beberapa tahun lalu. Malamnya, Tim langsung memenuhi undangan pertemuan dengan pejabat setempat yang dihadiri oleh Camat, Sekretaris Camat, Kepala Puskesmas, Danramil, Babinkamtibmas dan beberapa staf kecamatan serta perwakilan LSM. Agenda pertemuan malam itu selain untuk menyambut kedatangan tim sekaligus membicarakan rencana kegiatan Tim Medis MER-C di Mentawai.     Dari hasil pertemuan didapatkan informasi bahwa wilayah gempa terparah adalah Simalegi dan Simatalu, kecamatan Siberut Barat, Kab. Kepulauan Mentawai. Tidak ada korban jiwa di wilayah ini. Namun jumlah KK yang terdampak bencana sebanyak 553 KK atau sekitar 6.232 jiwa yang tersebar di 10 dusun.    “Warga setiap hari masih mengungsi karena takut terjadi gempa susulan,” ungkap Mustafa. Relawan asal Lampung ini menyebutkan bahwa kebutuhan yang mendesak adalah pendampingan psyco social, MCK di tempat pengungsian, shelter dan pelayanan kesehatan.   Untuk itu, dalam beberapa hari ke depan, Tim MER-C akan melakukan pelayanan kesehatan di Desa Simatalu.        “Atas arahan pejabat setempat, kami mobile ke Dusun Bojo dan Saikoat yang berada di desa Simatalu. Kami akan terus menyisiri wilayah-wilayah terdampak gempa terparah dengan sistem mobile clinic, sesuai prinsip kerja MER-C,” imbuhnya.   Tim MER-C yang terdiri dari satu dokter, satu perawat dan dua relawan non medis, bertolak ke Padang Sumbar pada hari Senin/19 September 2022. Senin pagi/20 September 2022, tim melanjutkan perjalanan melalui jalur laut dari Muara Padang menuju Sikabaluan dengan jarak tempuh selama 4,5 jam. Dari Sikabaluan, tim masih harus melanjutkan perjalanan dengan long boat selama 3 jam untuk mencapai Simalegi.    Tim dijadwalkan akan bertugas selama 2 minggu untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi warga terdampak bencana gempa dan melakukan assessment kebutuhan warga korban gempa.   Bantuan dan Donasi bagi Misi Kemanusiaan MER-C bagi Korban Gempa Bumi di Mentawai, Sumbar dapat disalurkan melalui:   Bank Syariah Indonesia (BSI), 303.2000.922 Atas nama Medical Emergency Rescue Committee   Info lebih lanjut: Call Center MER-C 0811990176            

Tolak Kedatangan Timnas Israel, AWG-MER-C Gelar Futsal Fun Match

Jakarta, MINA – Aqsa Working Group (AWG) bersama Medical Emergency Rescue Committee (MER-C), pada Jumat (16/9) menggelar pertandingan Futsal Fun Match , sebagai rangkaian aksi menolak kedatangan Timnas Sepakbola Israel, yang akan berlaga pada gelaran Piala Dunia Sepakbola U-20 di Indonesia tahun 2023  mendatang. Pembina AWG Imaam Yakhsyallah Mansur dalam sambutannya mengatakan, jika pertandingan ini diniatkan sebagai bentuk pembelaan terhadap rakyat Palestina maka mereka akan merasakan bahwa ada yang membela dan memperhatikan mereka. “Meskipun ini sebuah permainan, bersifat hiburan tapi kita punya niat bahwa ini dalam rangka membela membela rakyat Palestina. Segala sesuatu itu tergantung niat, jika kita niatkan untuk membela bangsa Palestina maka In Shaa Allah akan dinilai sebagai salah satu bentuk ukhuwah, dan kita tahu persaudaraan sangat tinggi nilainya  dalam agama,” kata Imaam Yakhsyallah. “Orang-orang Palestina itu saudara sekandung kita, oleh karena itu kita akan terus membela dengan berbagai macam cara, salah satunya adalah kita menggelar futsal pada sore hari ini, dan ini menjadi salah satu gambaran kita menolak Timnas Israel di Piala Dunia U-20,” tambahnya. Presidium AWG, Rustam Effendy mengatakan, setidaknya ada empat alasan penolakan Timnas Israel, pertama, komitmen bangsa Indonesia untuk menghapuskan penjajahan di atas dunia telah termaktub pada alinea ke 4 UUD 1945. Kedua, Presiden Pertama RI, Soekarno telah memberikan contoh kongkrit dengan menolak Timnas Indonesia berlaga dengan Timnas Israel. Padahal saat itu Indonesia berpeluang besar ikut Piala Dunia 1958. Ketiga, Presiden Jokowi melalui KTT OKI 2016 menyerukan boikot produk-produk Israel. Keempat, Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) pun menyatakan Israel melanggar hukum internasional. Link berita:https://minanews.net/tolak-kedatangan-timnas-israel-awg-mer-c-gelar-futsal-fun-match/

Sejumlah Organisasi Tolak Timnas U-20 Israel Masuk Indonesia, Ketua DPD RI: Sarankan Laga Grup Israel Main di Singapura

JAKARTA – Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, memberikan solusi terkait penolakan sejumlah organisasi kemanusiaan terhadap kedatangan timnas U-20 Israel di Indonesia untuk mengikuti Piala Dunia U-20 tahun 2023. LaNyalla menyarankan pertandingan yang melibatkan timnas Israel digelar di negara terdekat, misalnya di Singapura. Solusi itu disampaikan LaNyalla saat menerima beberapa organisasi kemanusiaan Indonesia yang concern terhadap persoalan Palestina, antara lain MER-C, AWG, KISDI dan BSMI di Ruang Delegasi Lantai 8, Gedung Nusantara III, Komplek Parlemen Senayan Jakarta, Jumat (16/9/2022). Hadir Ketua Presidium MER-C Indonesia, Sarbini Abdul Murad, Ketua Presidium Aqsa Working Group (AWG) M. Ansorullah, HM Mursalin (KISDI), Taufik Hidayat (LPPI), Bima Pradana (BSMI), Rima Manzanaris (Manager Operasional MER-C) dan Bayu E.K (BSMI) Ketua DPD RI didampingi Staf Khusus Ketua DPD RI Sefdin Syaifudin dan Togar M Nero. Ketua Presidium MER-C, Sarbini Abdul Murad meminta dukungan Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti agar pemerintah menolak kedatangan timnas U-20 Israel. “Pertama spiritnya adalah Israel merupakan negara pelanggar hak asasi manusia dan penjajah bangsa Palestina. Ini tentu bertentangan dengan hukum internasional. Bertentangan juga dengan tujuan negara kita yang ingin mewujudkan perdamaian di muka bumi ini dan menolak segala bentuk penjajahan,” katanya. “Selain itu, antara Indonesia dan Israel juga tidak punya hubungan diplomatik, sehingga sudah seharusnya tidak mengeluarkan visa bagi mereka,” imbuh Sarbini. Lanjutnya, kehadiran Israel melukai perjuangan negara ini dalam hal kemanusiaan. Jika Israel sampai ke tanah air dan bisa bertanding, artinya sia-sia saja kerja para pegiat kemanusiaan di Palestina. “Makanya kami minta Pak LaNyalla untuk surati Presiden agar kita tidak berikan visa ke Israel. Sebagai bentuk komitmen menentang pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan Israel terhadap Palestina yang masih terjadi hingga saat ini,” papar dia. Mursalin dari Komite Indonesia untuk Solidaritas Dunia Islam (KISDI) berpendapat sama. Menurutnya penolakan terhadap Timnas Israel merupakan amanat Konstitusi. “Kita tahu Indonesia sangat cinta sepakbola, tapi kecintaan Indonesia akan perdamaian di Palestina semoga jadi pertimbangan juga bagi bangsa ini,” ucapnya. Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, menerima aspirasi tersebut. Namun dia mengingatkan bahwa di sepakbola atau sport mempunyai aturan tersendiri atau Lex Sportiva dan itu tidak bisa diintervensi. “Win-win solution-nya setelah drawing nanti, semoga pot-nya Indonesia beda dengan Israel, sehingga grup Israel bisa melakukan pertandingan di negara terdekat Indonesia. Artinya secara sport, pertandingan jalan, sedangkan secara kemanusiaan dan hubungan diplomatik dengan Palestina juga terjalin baik,” kata pria yang pernah menjabat sebagai Ketua Umum PSSI itu. Ditambahkan LaNyalla, DPD RI secara konstitusi lebih spesifik menyuarakan kepentingan daerah. Namun soal perdamaian dan ketertiban dunia sesuai tujuan negara, seperti soal penjajahan di Palestina, dirinya sudah sering menyuarakan. LaNyalla berjanji akan meneruskan aspirasi tersebut ke pemerintah, dalam hal ini presiden, kemenlu dan kemenpora.

Futsal Fun Match MER-C vs AWG

Futsal Fun Match #NoSportForApartheid   MER-C vs AWG   Dalam rangka terus menyuarakan penolakan terhadap keikutsertaan Timnas Israel pada gelaran Piala Dunia U-20 di Indonesia tahun depan, AWG dan MER-C selenggarakan Futsal Fun Match #NoSport4Apartheid.  Kegiatan dilaksanakan pada: Hari/tgl: Jumat, 16 September 2022 Pukul: 15.00-17.00 Tempat: Futsal Cilandak Sport Center (Citos).   Ayo hadir dan meriahkan….   TOLAK TIMNAS ISRAEL KE INDONESIA    CP 1. Panji Ahmad +62852-8001-9196 2. Imam Pora +62896-0648-4060

Catatan dr. Ben : Kenapa Menolak Timnas Israel ?

Penolakan terhadap Timnas Israel terus bergulir. Elemen umat Islam khususnya, bergerak mengkritisi isyarat Menpora dan Kemlu RI yang akan memberikan lampu hijau kepada Timnas Israel untuk mengikuti pertandingan Piala Dunia U-20 tahun 2023 di Indonesia.   Alasan Indonesia menolak Timnas Israel:   1.         Amanah konstitusi. Secara konstitusi, Indonesia punya kewajiban menolak segala bentuk penjajahan dan ini jelas tertulis dalam Pembukaan UUD 1945. Kita ketahui bahwa Palestina sampai sekarang belum merdeka dan masih mengalami penindasan serta penjajahan yang dilakukan oleh Israel. Apartheid rasialis seperti yang pernah dilakukan kelompok kulit putih di Afrika Selatan, juga terjadi di Palestina.   2.         Tanggung jawab sejarah. Tahun 1955, Indonesia menjadi tuan rumah Konfrensi Asia Afrika di Bandung. Diantara sekian banyak peserta konferensi, Palestina adalah satu-satunya negara yang sampai dengan saat ini belum mendapatkan kemerdekaaannya. Oleh sebab itu menjadi hutang sejarah generasi kita saat ini.   3.         Tanggung jawab kemanusiaan Timnas Israel terbentuk dari perampasan tanah rakyat Palestina. Perampasan secara illegal tanah Palestina tidak dibenarkan secara hukum Internasional. Oleh sebab itu, tidak pantas Indonesia menerima Timnas Israel yang mereka lahir dan dibentuk di atas darah dan air mata rakyat Palestina.   4.         Indonesia konsisten mendukung kemerdekaan Palestina Oleh sebab itu, memberikan izin Israel untuk ikut Piala Dunia U-20 di Indonesia pada bulan Mei – Juni 2023 mendatang menunjukkan ketidakkonsistenan Indonesia dalam mendukung Palestina.   Sebenarnya Indonesia pernah menolak Timnas Israel pada Asian Games tahun 1962. Founding father telah menunjukkan komitmen atas kemerdekaan Palestina dan menolak segala bentuk penjajahan.   Saya fikir keberanian dan semangat ini menjadi penyemangat generasi kita dalam menuntaskan hutang sejarah. Andai Timnas Israel lolos dan Pemerintah Indonesia mengeluarkan visa, ini kekalahan kita terhadap penjajahan dan kita telah melukai kontitusi yang kita hormati   Jakarta, 9 September 2022   Dr. Sarbini Abdul Murad Ketua Presidium MER-C

MER-C Ajak Organisasi Pelajar dan Pemuda Tolak Timnas Israel dan Dukung Kemerdekaan Palestina

Menyikapi rencana kedatangan Tim nasional sepak bola Israel ke Indonesia pada tahun 2023 mendatang, MER-C terus mengajak berbagai elemen anak bangsa untuk melakukan gerakan penolakan termasuk kalangan pelajar dan pemuda Indonesia.     “Intinya MER-C mengajak organisasi pelajar dan pemuda untuk peduli dengan penderitaan bangsa Palestina dan kritis dengan kebijakan Pemerintah yang merugikan Palestina dalam mencapai kemerdekaannya,” ujar Sarbini saat menerima kunjungan dan berdiskusi dengan Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia (PII) dan Presiden Organization of Islamic Cooperation (OIC) Youth Indonesia, Rabu/7 September 2022 di Kantor Pusat MER-C di bilangan Senen, Jakarta Pusat.   “MER-C juga mengajak para pemuda generasi penerus bangsa ini untuk secara bersama menolak kedatangan Timnas Israel ke Indonesia dan secara bersama seluruh elemen anak bangsa yang konsisten dengan Palestina untuk secara kolektif meminta kepada Pemerintah agar tidak memberi visa kepada Timnas Israel,” lanjut Sarbini yang akrab disapa dr. Ben.   MER-C memang memberikan perhatian khusus terhadap kedatangan Timnas Israel karena memandang lolosnya Timnas Israel akan menjadi ujian berat bangsa Indonesia untuk membuktikan kekonsistenannya dalam pembelaan terhadap Palestina dan penolakannya atas segala bentuk penjajahan seperti yang termaktub dalam pembukaan UUD 1945. Apabila Timnas Israel bisa lolos ke Indonesia, maka akan menjadi kekalahan konstitusi dan sejarah bangsa Indonesia.   “Walaupun sebagian masyarakat kita mengatakan bahwa tidak ada kaitan antara olahraga dan politis, tapi kami memandang bahwa kalau Timnas Israel bisa lolos, maka ini adalah kekalahan total kita, kekalahan konstitusi kita, kekalahan sejarah buat kita,” tegas Sarbini.   Dalam pertemuan tersebut, Pengurus PB PII dan OIC Youth Indonesia menyatakan kekonsistenan mereka dalam mendukung perjuangan Palestina dan sepakat dengan wacana tolak Timnas Israel yang digulirkan oleh MER-C.   “PB PII konsisten mendukung perjuangan Palestina. Untuk itu, kami akan melakukan diskusi internal menyikapi rencana Timnas Israel ke Indonesia dan kajian-kajian rutin tentang Palestina. Selanjutnya PB PII akan melakukan konsolidasi serta kolaborasi untuk aksi bersama agar Pemerintah melihat adanya penolakan di masyarakat terhadap kedatangan Timnas Israel,” ujar Septian Maulid Tiwar, Ketua Departemen Diplomasi Internasional, PB PII.   Sementara itu, Presiden OIC Youth Indonesia, Astrid Nadya Rizqita juga sepakat dan menyambut baik wacana penolakan Timnas Israel yang disampaikan oleh MER-C.   “Kami sepakat dan menyambut baik serta sangat mendukung teman-teman yang akan membuat aksi dan kajian-kajian menyikapi hal ini. Di forum-forum OIC Youth kami juga kerap menyuarakan aspirasi dan penderitaan Palestina,” ujarnya.   Lebih lanjut ia memaparkan bahwa sikap penolakan ini memiliki landasan yang jelas dan harus terus dikawal. “Selama kita landasannya jelas dan itu ada di pembukaan Undang-Undang Dasar kita yang mendukung perdamaian. Pada Sidang Umum PBB tahun 2020, sudah clear bahwa kita masih berhutang terhadap Palestina. Jadi harus ada tindak lanjutnya. Ini harus kita kawal terus, jangan sampai tahun depan kita kecolongan,” imbuh Astrid.

Silahkan bertanya?