MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

Meski Terkendala Air, Pembangunan Bantuan Musholla di Lombok Terus Berlanjut

Kayangan, Lombok Utara – Memasuki 1,5 bulan pengerjaan, progress pembangunan musholla di Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat mencapai lebih dari 50 persen. Saat ini sedang dilakukan pemasangan begisting dan pembesian atap serta pemasangan instalasi listrik. Site Manager program, Ir. Nur Ikhwan Abadi mengatakan kendala terbesar pembangunan di wilayah ini adalah sulitnya air baik untuk aktifitas pembangunan maupun untuk keperluan sehari-hari. “Air di sini kurang lancar, karena memakai saluran irigasi dan bergantian. Tiap hari Jum’at dan Rabu, air berhenti mengalir karena dialihkan ke kampung lain. Bahkan pernah selama 3 hari air tidak mengalir,” ujar Nur Ikhwan. “Musim kemarau ini mata air mengecil dan warga berebutan untuk mendapatkan air,” lanjutnya. “Alhamdulillah, pada pertengahan Juli lalu, dari Dinas Damkar Pos Kayangan sempat mengirimkan 2.000 liter air gratis ke sini.” Untuk keperluan pembangunan dan kebutuhan sehari-hari, Nur Ikhwan dan Tim membuat tampungan air sementara dengan memakai terpal dan menyediakan tank kapasitas 1.100 liter. Tim juga membuat tampungan untuk mengalirkan air dari atap guna menampung air hujan. “Kami membuat tampungan air dari terpal, seperti yang pernah kami lakukan di Rakhine State, Myanmar karena air di sana juga sulit,” kenang relawan yang pernah bertugas sebagai Site Manager Pembangunan RS Indonesia di Rakhine State (Myanmar) dan Jalur Gaza (Palestina). Untuk itu, menggunakan donasi yang ada, setelah pembangunan selesai, program selanjutnya adalah pencarian sumber air dan pembuatan sumur untuk mengatasi permasalahan air di wilayah ini. “Kami sudah arahkan teman-teman relawan baik relawan MER-C Cabang Mataram dan relawan pembangunan untuk mencari sumber air dan membuat sumur bagi kepentingan musholla, sekolah dan juga warga sekitar. Mohon doanya semoga rencana ini dimudahkan,” ujar Faried Thalib, salah satu Presidium MER-C yang berlatar belakang insinyur, yang mengomandoi program-program konstruksi MER-C baik di wilayah konflik dan bencana alam di dalam maupun di luar negeri. Selain melaksanakan tugas pembangunan, para relawan yang semuanya pernah bertugas di Jalur Gaza (Palestina) untuk membangun RS Indonesia, menyempatkan diri untuk memenuhi undangan dari kampung-kampung sekitar. Hal ini dalam rangka bersilaturahmi dan sharing pengalaman melakukan pembangunan RS Indonesia di wilayah terblokade dan rawan agresi tersebut. “Alhamdulillah pada tanggal 21 Juli 2022 lalu, kami bersilaturahmi ke Dusun Karang Langu, Kec. Tanjung, KLU sekaligus sosialisasi dan sharing pengalaman membangun RS Indonesia di Gaza dan di juga di Rakhine State Myanmar dengan warga di sana,” ujar Nur Ikhwan. “Tanggal 7 Agustus kami juga memenuhi undangan ke desa Gerung, Lombok Barat untuk silaturahmi dan sharing pengalaman yang sama kepada warga. Bahkan pada saat itu, turut hadir Bapak Camat Gerung, Sekretaris Camat, dan Tokoh Masyarakat setempat,” imbuhnya. “Kemudian pada tanggal 12 Agustus lalu ini kami juga bersilaturahmi ke Desa Mareje, Lombok Barat, untuk sharing pengalaman kepada pejabat desa, tokoh masyarakat dan juga warga. Kebetulan kami bertemu dengan mahasiswa asal Gaza yang sedang menjalani studi di Universitas Mataram. Kami senang sekali bisa bertemu mahasiswa tersebut yang merupakan satu-satunya warga Gaza di Lombok dan saling berbagi cerita tentang Gaza,” tambahnya. Apabila tidak ada kendala, pembangunan bantuan musholla di Lombok diperkirakan memakan waktu tiga bulan dan diharapkan bisa rampung pada akhir September 2022. Jakarta, 16 Agustus 2022

120 Matras Tempat Tidur Pasien Tiba di RS Indonesia

Jalur Gaza – Minggu/14 Agustus 2022 sebanyak 120 matrass tempat tidur pasien tiba di RS Indonesia yang terletak di Bayt Lahiya, Gaza Utara, Palestina. Sebelumnya pada Desember 2021, ranjang pasien sudah tiba terlebih dulu sebanyak 130 unit, yang terdiri dari 10 tempat tidur elektrik dan 120 tempat tidur manual. Total kapasitas tempat tidur di RS Indonesia yang kini sudah menjadi 4 lantai secara keseluruhan mencapai 230 tempat tidur termasuk ruang IGD (Instalasi Gawat Darurat), ICU (Intensive Care Unit) dan ICCU (Intensive Cardiac Care Unit). Tim pengadaan alat Kesehatan RS Indonesia Dr. Arief Rachman, SpRad mengatakan bahwa pengadaan alat kesehatan untuk dua lantai tambahan RS Indonesia yang baru dibangun, yaitu lantai 3 dan 4 masih belum lengkap. “Belum lengkap, karena masih diperlukan office furniture dan computer,” ujarnya. “Kami masih menunggu rekomendasi dari Palestinian Ministry of Health untuk purchasing,” tambah relawan yang juga merupakan salah satu anggota Presidium MER-C. Meski peralatan belum lengkap sepenuhnya, namun kebutuhan ruangan yang mendesak karena kapasitas rawat inap yang ada sebelumnya di RS Indonesia sudah tidak mencukupi, maka sebagian lantai 3 RS Indonesia yang baru dibangun sudah mulai difungsikan. “Lantai 3 RS Indonesia terdiri dari unit endoskopi, ICCU dan rawat inap. Sementara lantai 4 terdiri dari ruang rawat inap dan ruang administrasi kantor. Karena kebutuhan yang mendesak, sebagian lantai 3 sudah mulai digunakan,” jelas Arief. Lebih lanjut Arief memaparkan bahwa pengadaan ruang ICCU RS Indonesia adalah sebagai pengembangan dari ICU. “Selama ini tingkat keterisian bed ICU oleh pasien dengan diagnosa penyakit jantung cukup tinggi dan sering membutuhkan waktu perawatan yang lama. Hal ini mengakibatkan pasien-pasien kritis non-jantung yang membutuhkan layanan intensif potensial tidak terlayani,” ungkapnya. RS Indonesia di Jalur Gaza adalah karya anak bangsa yang dibangun sepenuhnya dari donasi rakyat Indonesia. Pembangunan RS ini diinisiasi sejak Januari 2009 yang ditandai dengan penandatanganan MOU antara Alm. Dr. Joserizal Jurnalis, SpOT mewakili rakyat Indonesia dan dr. Bassim Naim, Acting Minister of Health di Gaza saat itu. Pembangunan tahap 1 RS Indonesia dimulai pada pertengahan tahun 2011 dan selesai pada tahun 2014 yang diikuti dengan pengadaan alat kesehatan. Dengan kepedulian dan kedermawanan rakyat Indonesia pengadaan alat kesehatan tahap 1 RS Indonesia selesai pada akhir tahun 2015 dan pada akhir Desember 2015, RS Indonesia mulai dibuka dan memberikan pelayanan bagi rakyat Gaza. Difungsikan sebagai rumah sakit umum (General Hospital) oleh pemerintah setempat, kapasitas RS Indonesia sebelumnya sebanyak 100 tempat tidur tidak lagi mencukupi terlebih ketika agresi terjadi. Untuk itu, pada awal tahun 2019, MER-C mulai melakukan pembangunan tahap 2, yaitu pembangunan lantai 3 dan lantai 4 yang selesai pada pertengahan tahun 2020, lalu dilanjutkan dengan pengadaan alat kesehatan secara bertahap. Saat ini RS Indonesia menjadi rumah sakit utama dan terbesar di Gaza bagian Utara serta merupakan RS terbesar ke-2 di Jalur Gaza. Jakarta, 15 Agustus 2022

23 Tahun MER-C Mengabdi untuk Kemanusiaan

Catatan dr. Ben   23 Tahun MER-C Mengabdi untuk Kemanusiaan   (14 Agustus 1999 – 14 Agustus 2022)   Alhamdulilah, hari ini tanggal 14 Agustus 2022 adalah Milad MER-C yang ke-23 tahun.     Sudah banyak catatan kemanusiaan yang ditoreh MER-C. Lahirnya MER-C di tangan dokter-dokter Alumni FKUI yang saat itu mereka baru saja tamat kuliah dan ada juga yang masih mahasiswa.   Idealisme kemanusiaan menjadi pemantik lahirnya MER-C. Konflik horizontal yang mengoyakkan keakraban anak bangsa menjadikan organisasi ini benang perekat yang menyatukan emosi massa.   MER-C menjadi organisasi yang diterima oleh semua komunitas yang berkonflik karena MER-C mengusung landasan kemanusiaan yang menjadikannya profesional dan berdiri di semua komunitas.   Dalam usia yang ke-23 tahun, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh relawan yang sedang dan pernah mengabdi di MER-C. Kebersamaan dan pengabdian yang telah kalian lakukan untuk bangsa dan negara, semoga menjadi catatan amal shaleh.   Selanjutnya, MER-C akan terus berkiprah bagi kemanusiaan  baik di dalam negeri maupun luar negeri.    Memang belum sempurna harapan kami, tapi kami akan mencoba terus memberikan yang terbaik bagi nusa dan bangsa.   Kepada donatur yang terus bersama MER-C, baik MER-C dalam ujian maupun tidak, kepercayaan ini menjadi penyemangat kami. Semoga menjadi amal shaleh dan ALLAH-lah yang akan membalas semuanya.   Juga kepada mitra kami yang tak bisa kami sebutkan satu persatu, kami bangga dan bersyukur bisa menjadi mitra kalian semua. Kebersamaan ini terus kita pertahankan.    Akhirnya kami mengucapkan Selamat Milad MER-C ke-23 Tahun. Semoga MER-C tetap istiqomah dan amanah.   Jakarta, 14 Agustus 2022 dr. Sarbini Abdul Murad Ketua Presidium MER-C

MER-C : Indonesia Harus Waspada Agenda Besar Israel

Media Israel The Jerusalem Post, Kamis/11 Agustus 2022 merilis berita mengenai kunjungan sejumlah delegasi Israel ke Indonesia. Kunjungan yang dilakukan pada 17 – 22 Juli 2022 lalu dalam rangka program yang diadakan Israel–Asia Center untuk menggali potensi investasi dan kerjasama bisnis start up. Program tersebut diadakan secara virtual dan langsung, serta diikuti oleh sekitar 100 delegasi Israel dan Indonesia yang terdiri dari investor, profesional teknologi, hingga pejabat perdagangan.   Dalam berita itu juga disebutkan delegasi langsung Israel mengadakan pertemuan dengan para pemimpin bisnis Indonesia, rektor universitas, pengusaha dan investor, selain kunjungan ke hub start-up lokal, situs bersejarah di Jakarta, dan kunjungan ke salah satu kampung kumuh, diperluas pada program maya. Ketua Presidium MER-C, Sarbini Abdul Murad langsung memberikan pernyataannya menanggapi berita kunjungan delegasi Israel tersebut. “Indonesia harus mewaspadai agenda besar Israel. Hal ini karena Israel melihat Indonesia sebagai negara dengan potensi ekonomi yang besar sehingga membuat delegasi Israel secara massif datang ke Indonesia melalui berbagai macam aktifitas, baik perekonomian, olah raga, dsb,” tegas Sarbini. Untuk itu, menurutnya MER-C perlu memberikan warning kepada rakyat dan pemerintah Indonesia agar hal ini dapat diwaspadai. “MER-C memandang perlu memberikan warning kepada pemerintah dan juga rakyat Indonesia untuk sama-sama mewaspadai agenda besar Israel, yaitu terbukanya hubungan diplomatik Indonesia dan Israel,” lanjutnya. Dokter yang telah berpengalaman di berbagai wilayah perang dan konflik baik di dalam maupun di luar negeri ini lebih lanjut menyampaikan bahwa adanya kunjungan delegasi Israel menandakan pemerintah belum serius untuk melarang delegasi Israel datang ke Indonesia. “Ada pembiaran dari pihak Indonesia,” ujarnya. Ia juga berkeyakinan ada agenda gelap Israel dengan sebagian elit pejabat Indonesia, sehingga hal ini dapat terlaksana. Untuk itu, Sarbini meminta kepada pemerintah Indonesia untuk serius dan secara tegas melarang semua aktifitas maupun hubungan apapun dengan Israel. “Kami meminta kepada pemerintah Indonesia untuk serius dan secara tegas melarang semua aktifitas maupun hubungan apapun dengan Israel, sehingga kita tidak terbawa dalam jebakan-jebakan yang berujung dengan pembukaan hubungan diplomatik,” tambahnya. Sarbini juga mengatakan bahwa delegasi Israel menggunakan paspor non-Israel untuk bisa masuk ke Indonesia. Oleh karenanya, ia meminta kepada Pemerintah untuk mendeteksi hal ini. “Pemerintah harus bisa mendeteksi dari negara mana delegasi Israel bisa masuk ke Indonesia sehingga  ke depan kita harus lebih cermat dan berhati-hati ketika ada orang asing yang akan masuk ke Indonesia menggunakan paspor dari negara tersebut,” tegasnya. Jakarta, 12 Agustus 2022

Kemenlu RI Sambut Baik Upaya MER-C untuk Afghanistan

Kementerian Luar Negeri RI mengapresiasi dan menyambut baik upaya MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) Indonesia dalam melakukan bantuan kemanusiaan ke Afghanistan. Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika, Abdul Kadir Jailani, saat menerima audiensi Tim MER-C di Kantor Kementerian Luar Negeri RI, Rabu/10 Agustus 2022. “Tentunya Pemerintah selalu menyambut baik setiap upaya dari elemen bangsa Indonesia untuk melakukan bantuan kemanusiaan dimanapun, karena itu hal yang mulia,” ujar Abdul Kadir. “Saya senang dan bangga mendengar kegiatan kemanusiaan MER-C di Afghanistan,” imbuhnya usai mendengar pemaparan dari dua perwakilan relawan MER-C yang baru kembali dari Afghanistan pada akhir Juli 2022 dalam rangka menunaikan tugas kemanusiaan. Ia juga memberikan respon positif terhadap rencana program jangka panjang MER-C untuk Afghanistan berupa capacity building dalam bidang kesehatan. “Mengenai rencana MER-C untuk memberikan beasiswa atau fellowship bagi beberapa tenaga kesehatan di Indonesia, menurut hemat saya langkah ini merupakan langkah yang sejalan dengan kebijakan pemerintah Indonesia. Salah satu program yang dilakukan pemerintah saat ini adalah upaya membantu peningkatan kualitas SDM di Afghanistan,” ungkapnya. Lebih lanjut ia memaparkan bahwa Pemerintah memang secara khusus berfokus pada pemberian beasiswa di berbagai sektor, dan kesehatan merupakan satu sector yang cukup penting. Pemberian bantuan peningkatan kapasitas tersebut menurutnya akan lebih baik juga apabila difokuskan untuk Afghanistan adalah bagi perempuan. Namun, seiring dengan kondisi di Afghanistan yang masih memiliki dinamika tersendiri, Abdul Kadir mengingatkan agar semua bantuan kemanusiaan yang dilakukan oleh MER-C di Afghanistan bisa disinergikan dengan Pemerintah dan pelaksanaannya melibatkan otoritas setempat. “Harapan saya kita bisa bersinergi, bekerja sama, itu akan menjadi suatu yang baik,” imbuhnya. Dalam pertemuan tersebut, selain memaparkan tentang misi Kemanusiaan MER-C di Afghanistan, Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad juga menyampaikan perkembangan Misi Kemanusiaan MER-C di Palestina, khususnya program pembangunan RS Indonesia di Jalur Gaza. Sarbini menyampaikan harapannya agar pemerintah bisa terus mengupayakan izin bagi Tim Medis dan Konstruksi MER-C dapat masuk ke Jalur Gaza, meskipun Jalur Gaza masih dalam situasi gencatan senjata pasca agresi yang menewaskan puluhan korban jiwa dan melukai ratusan warga. Pertemuan ini turut dihadiri oleh Muhsin Syihab (Duta Besar Bidang Hubungan Antarlembaga Kemenlu RI), Yohannes Jatmiko Heru Prasetyo (Direktur Asia Selatan dan Tengah Kemenlu RI), dr. Zecky Eko Triwahyudi, SpOT., MARS (Ketua Tim Bedah MER-C untuk Afghanistan), dr. Guntur Utama Putera, SpOT (Tim Bedah MER-C untuk Afghanistan), Ir. Luly Larissa dan Rima Manzanaris. Jakarta, 10 Agustus 2022

MINA dan MER-C Hadirkan Relawan RS Indonesia di Gaza Palestina Sampaikan Situasi Terkini

Jakarta, MINA – Menyikapi  agresi Israel di Jalur Gaza, Palestina, Kantor Berita Mi’raj News Agency (MINA) menayangkan Laporan Langsung dari Gaza Palestina bertema “Peran Rumah Sakit Indonesia Selamatkan Rakyat Palestina” di Instagram Minanews_net dan mercindonesia bersama Relawan MER-C, Reza Aldilla Kurniawan di RSI, Gaza,  Senin (8/8). “Kami membantu warga Gaza, dan kami juga ditugaskan untuk selalu melaporkan dan mendokumentasikan keadaan di sini,” kata Reza Aldilla. “Terkadang kita tidak cukup kuat harus mendokumentasikan keadaan di sini, melihat korban syahid yang anggota tubuhnya hancur bahkan sampai hilang, lalu melihat dan mendengar tangisan anak-anak kecil yang kehilangan orang tuanya,” lanjutnya menjawab pertanyaan wartawati MINA, Sri Astuti, yang menjadi pemandu acara tersebut. Reza juga melaporkan, setelah perjanjian genjatan senjata disepakati Ahad (7/8), keadaan Jalur Gaza cukup tenang dan kembali normal. Faksi-faksi perlawanan dan otoritas pendudukan Israel melakukan perjanjian genjatan senjata yang ditengahi oleh Mesir, berlaku pada Ahad (7/8) pukul 23:30 waktu Palestina. “Setelah perjanjian genjatan senjata dilakukan, keadaan sekitar langsung hening dan tenang, terikan takbir terdengar sebagai bentuk perayaan kemenangan setelah genjatan senjata,” tuturnya. Serangan yang terjadi selama tiga hari di Gaza sejak Jumat (, ada 16 korban Syahid dan 95 luka-luka yang dilarikan ke Rumah Sakit Indonesia di Gaza. “Meskipun serangan kali ini terbilang sebentar ketimbang serangan-serangan sebelumnya, namun korban terbilang cukup banyak, sebab serangan yang dilakukan Israel sangat brutal, membuat pihak Rumah Sakit kewalahan menangani pasien yang datang secara berbarengan,” ungkap Reza. Reza melaporkan, agresi Israel yang sudah berlangsung tiga hari dimulai sejak Jumat (5/8), telah menelan banyak korban, 44 orang gugur, termasuk 15 anak-anak, 4 wanita, dan 360 warga lainnya luka-luka. Selama serangan terjadi tidak ada kerusakan Rumah Sakit Indonesia di Gaza. “Tidak ada kerusakan di Rumah Sakit Indonesia, dan penanganan pasien sudah kembali normal, tidak lagi kerepotan, meskipun di Rumah Sakit Indonesia kekurangan pasokan obat-obatan, tetapi tetap memaksimalkan penanganan pasien,” ungkap Reza. Ia juga menyatakan: “Warga Gaza sangat membutuhkan kita, kita harus selalu ingat keadaan di sini, jangan hanya karena tidak ada berita serangan lantas kita lupa dengan saudara-saudara kita di Gaza, dan Jazakallah Khoir kepada Rakyat Indonesia yang selalu memberikan doa dan dukungannya untuk warga di sini.” Selain sebagai Relawan MER-C yang telah 9 tahun berada di Jalur Gaza, Reza Aldilla Kurniawan juga merupakan Mahasiswa S1 Universitas Islam Gaza Jurusan Syariah dan telah menyelesaikan hafalan 30 Juz Al-Quran. Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza resmi beroperasi sejak 27 Desember 2015 ini dibangun di atas areal seluas 1,6 hektar, dan terletak hanya tiga kilometer dari perbatasan ke Israel di wilayah utara. Luas bangunan sekitar 10.000 m2. Konstruksi dan pembangunannya melibatkan banyak relawan dari Indonesia. Pembangunan dan pembiayaannya dikoordinasi Medical Emergency Rescue Committee (MER-C).(L/Iwn/P1) Artikel ini telah tayang di Minanews.net dengan judul *MINA dan MER-C Hadirkan Relawan RS Indonesia di Gaza Palestina Sampaikan Situasi Terkini*, Klik link berikut untuk baca selengkapnya: https://minanews.net/mina-dan-mer-c-hadirkan-relawan-rs-indonesia-di-gaza-palestina-sampaikan-situasi-terkini

RS Indonesia di Gaza Tangani Puluhan Korban Agresi Israel

Agresi Israel ke Jalur Gaza yang dimulai sejak Jum’at (5/8) telah mengakibatkan puluhan korban jiwa dan ratusan lainnya mengalami luka-luka. Kementerian Kesehatan Palestina merilis jumlah korban akibat agresi Israel hingga Minggu (7/8) pkl 23.25 waktu setempat mencapai 44 orang meninggal dunia dan 360 orang luka-luka. Wanita, lansia bahkan anak-anak tidak luput menjadi sasaran kebrutalan Israel. Rumah Sakit Indonesia yang terletak di Bayt Lahiya, sebagai rumah sakit terbesar di Gaza bagian Utara turut menangani hingga puluhan korban serangan Israel. Salah satu relawan MER-C di Jalur Gaza, Reza Aldilla Kurniawan, melaporkan bahwa sejak Israel memulai serangan pada hari Jum’at (5/8) RS Indonesia menangani sedikitnya 8 korban meninggal (syahid) dan 54 korban luka-luka. Ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) menjadi ruangan tersibuk di RS Indonesia pasca serangan terjadi. Ruang IGD yang diberi nama salah satu pahlawan asal Aceh, yaitu Teungku Chik Ditiro terus menerima korban-korban serangan Israel dengan berbagai derajat luka untuk segera mendapat pertolongan medis. Selain IGD, ruang jenazah RS Indonesia juga menjadi tempat yang ramai didatangi warga Gaza. Mereka adalah para keluarga korban yang syahid atau warga Gaza yang ingin melihat anggota keluarga atau sahabat mereka yang menjadi korban. Ketika ada warga yang syahid, warga Gaza lainnya ramai mengiringi jasad para syuhada untuk dibawa ke tempat peristirahatan terakhir. Reza juga menyampaikan bahwa selama serangan berlangsung, getaran terasa cukup kuat dan suara ledakan terdengar jelas dari Wisma dr. Joserizal Jurnalis,  tempat tinggal para relawan Indonesia selama bertugas di Jalur Gaza, yang berada di dalam kompleks RS Indonesia. Keberadaan RS Indonesia di Gaza menjadi sangat krusial terlebih pada saat terjadinya serangan seperti sekarang ini. RS Indonesia menjadi rumah sakit utama bagi para korban serangan di Gaza bagian Utara untuk mendapatkan pengobatan dan pertolongan medis. Sejak dibuka pada akhir tahun 2015, hingga saat ini MER-C masih terus melakukan pengembangan di RS Indonesia, baik dari sisi bangunan yang sudah menjadi 4 lantai maupun peralatan medis yang terus dilengkapi secara bertahap sesuai kebutuhan warga Gaza. Semua ini dimungkinkan karena doa dan donasi dari rakyat Indonesia, juga kerja keras para relawan (unpaid volunteers), dukungan pemerintah RI melalui Kemenlu dan KBRI serta semua pihak yang terlibat selama proses pembangunan RS Indonesia. Semoga RS Indonesia dapat terus bermanfaat dan menjadi wujud dukungan jangka panjang bangsa Indonesia untuk Palestina hingga Palestina meraih kemerdekaannya. Jakarta, 8 Agustus 2022

MER-C Mengutuk Serangan Israel ke Jalur Gaza

Tentara Israel kembali melancarkan serangan ke sejumlah situs di Jalur Gaza, Palestina, Jum’at/5 Agustus 2022. Kementerian Kesehatan Palestina merilis bahwa serangan Israel telah menyebabkan sedikitnya 10 warga sipil gugur sebagai syuhada, termasuk diantaranya seorang anak berusia 5 tahun dan seorang wanita berusia 23 tahun. Serangan ini juga telah melukai puluhan warga sipil lainnya. MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) Indonesia mengutuk serangan terbaru Israel ke Jalur Gaza. Hal ini karena bisa berdampak luas dan menyebabkan banyak korban sipil yang akan berjatuhan. Adapun serangan balasan yang dilakukan faksi perlawanan Palestina adalah sebagai bentuk pertahanan diri dari kebrutalan serangan Israel ke Jalur Gaza. MER-C juga meminta Dewan Keamanan PBB segera mengadakan sidang agar eskalasi tidak meluas. Kepada Pemerintah Indonesia, bersama-sama dengan dunia Internasional kami harapkan dapat segera mengambil langkah-langkah untuk melakukan tekanan dan desakan kepada Israel untuk menghentikan serangan. Jika eskalasi meningkat dan jumlah korban terus bertambah, MER-C sebagai organisasi medis yang berpengalaman bekerja di Palestina akan mempertimbangkan pengiriman tim relawan medisnya ke Jalur Gaza. Sementara itu RS Indonesia sebagai rumah sakit terbesar di Gaza bagian Utara juga bersiap memberikan pertolongan medis bagi warga yang menjadi korban. Jakarta, 6 Agustus 2022MER-C Indonesia

MER-C dan PPNI DKI Jakarta Bahas Kerjasama Penanggulangan Bencana

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia menerima kunjungan dari Pengurus Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Wilayah DKI Jakarta, Rabu/3 Agustus 2022. Dalam kunjungan ini, Tim PPNI DKI Jakarta dipimpin oleh Jajang Rahmat selaku Ketua, didampingi oleh Indra Jaya Permana (Wakil Sekretaris), Siti Nurlaela (Wakil Ketua Bidang Pelayanan), Diah Sukaesti (Ketua Divisi Pelayanan) serta beberapa anggota Bidang Pelayanan. Kunjungan Pengurus PPNI DKI Jakarta diterima langsung oleh Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad dan jajaran Presidium MER-C, dr. Yogi Prabowo, SpOT, dr. Henry Hidayatullah, MSi, dan dr. Arief Rachman, SpRad serta sejumlah relawan MER-C. Ketua PPNI DKI Jakarta, Jajang Rahmat mengatakan bahwa tujuan kunjungan ke Kantor Pusat MER-C adalah untuk membuat jejaring kerjasama atau kolaborasi dalam hal penanggulangan bencana. “Kami ingin membuat jejaring kerjasama atau kolaborasi dengan MER-C tentang bagaimana penganggulangan bencana mulai dari aspek keilmuan sampai dengan pelaksanaan pelayanan di lapangan,” jelas Jajang. “Kadang-kadang orang turun ke bencana tanpa ilmu. Ini yang ingin kita belajar dari MER-C agar terstruktur dengan baik dengan penguatan keilmuan di bidang kebencanaan,” ujarnya. Ia berharap nantinya akan ada MOU Kerjasama yang berkaitan dengan pelatihan, workshop, seminar terkait kebencanaan dan tentunya tindak lanjut bagaimana penanggulangan bencana di lapangan. Presidium MER-C, dr. Yogi Prabowo, SpOT mengapresiasi dan menyambut baik kunjungan pengurus PPNI DKI Jakarta. “Kami mengapresiasi apa yang sudah dilakukan oleh teman-teman perawat di PPNI,” ujarnya. Presidium yang juga salah satu Pendiri MER-C ini menilai kunjungan PPNI adalah suatu kolaborasi yang akan baik ke depannya. PPNI terutama di DKI Jakarta dengan jumlah anggota 56 ribu perawat adalah sebuah kekuatan yang cukup besar. Dengan pelatihan bersama, sharing keilmuan dan pengalaman bersama ia yakin akan menjadi hal yang sangat baik untuk penanganan bencana di Indonesia. Ia juga berharap kerjasama dan kolaborasi bisa berlanjut dengan PPNI di kota-kota dan provinsi lainnya. “Langkah terdekat adalah bagaimana segera mewujudkan kolaborasi dalam bentuk pelatihan bersama dan misi bantuan bencana bersama, kemudian yang lebih besar lagi adalah mendirikan pusat pelatihan atau pendidikan tidak hanya untuk perawat namun untuk tenaga kesehatan pada umumnya,” imbuhnya.

DPP Hidayatullah Sambut Baik Gerakan Tolak Timnas Israel

Dewan Perwakilan Pusat (DPP) Hidayatullah menyambut baik dan mendukung gagasan MER-C untuk menolak kedatangan Timnas Israel yang akan berlaga pada ajang olah raga U-20 tahun 2023 mendatang di Indonesia. Hal ini dikatakan Sekretaris Jenderal DPP Hidayatullah, Ir. Candra Kurnianto saat menerima kunjungan Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad, di kantor DPP Hidayatullah, Rabu/3 Agustus 2022. “Kami sambut gembira kegiatan MER-C yang menggagas perlawanan terhadap Israel dan kita menjadi bagian dari perlawanan itu bersama rakyat Palestina,” ungkap Candra. Didampingi Ketua Departemen Hubungan Antar Bangsa, Dzikrullah dan sejumlah Pengurus Baitul Maal Hidayatullah (BMH), Sekjen DPP Hidayatullah ini mengatakan akan lebih baik jika MER-C yang menggagas namun mengajak semua elemen umat untuk sama-sama bergerak.“Tadi kami menyampaikan agar kita mengajak ormas-ormas Islam yang tergabung dalam Majelis Ormas Islam (MOI) yang saat ini terdiri dari 13 ormas dan juga ormas-ormas lainnya,” imbuhnya. Tidak hanya itu, ia juga berharap gerakan ini dapat mengajak elemen masyarakat umum, seperti supporter sepak bola dan masyarakat lainnya. Hal ini menurutnya perlu dilakukan agar semua sadar bahwa Israel dengan kedzolimannya harus dilawan oleh semua. “Target kita bisa menekan Pemerintah Indonesia sehingga pemerintah bisa membatalkan atau tidak menerima kontingen sepak bola Israel ke Indonesia,” ujarnya. Dalam pertemuan tersebut, tak lupa Ketua Presidium MER-C memberikan syal bermotif Indonesia – Palestina kepada Sekjen DPP Hidayatullah, syal yang didisain khusus oleh MER-C sebagai lambang persahabatan dan dukungan Indonesia kepada Palestina. Sebelumnya, pada Rabu/29 Juni 2022, MER-C bersama lembaga peduli Palestina diantaranya AWG (Aqsha Working Group), BSMI (Bulan Sabit Merah Indonesia) dan KISDI (Komite Indonesia untuk Solidaritas Dunia Islam) telah mengadakan konferensi pers bersama menolak kedatangan Timnas Israel. Upaya penolakan ini akan terus dilakukan tidak hanya karena daftar panjang pelanggaran HAM namun juga penjajahan yang masih dilakukan Israel terhadap bangsa Palestina yang bertentangan dengan konstitusi negara Indonesia dan hukum Internasional. Apabila Tim sepak bola Israel hadir dan berlaga di Indonesia, maka ini akan menjadi sebuah pengakuan secara tidak langsung bagi eksistensi Israel dan bentuk dukungan atas penjajahan yang dilakukan Israel kepada bangsa Palestina.

Silahkan bertanya?