Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia Dukung Gerakan Tolak Kedatangan Timnas Israel ke Indonesia

Ketua Umum Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (DDII), DR. H. Adian Husaini, MSi menyatakan dukungannya terhadap gerakan menolak kedatangan Tim Nasional Israel ke Indonesia. Hal ini disampaikan saat menerima kunjungan Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad ke Kantor DDII yang terletak di bilangan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Senin/25 Juli 2022. “Saya setuju hal ini harus disuarakan. Pemerintah RI, khususnya Kementerian Luar Negeri kita lihat selama konsisten dan menunjukkan komitmen dalam pembelaan terhadap Palestina,” ungkap DR. Adian. “Kedatangan Tim Nasional Israel ke Indonesia akan melecehkan konstitusi kita, UUD 1945, yang menolak segala bentuk penjajahan,” tambahnya. Untuk itu, lebih lanjut ia mengatakan bahwa DDII akan berkirim surat resmi ke Kementerian Luar Negeri RI terkait hal ini. Sebelumnya, pada Rabu/29 Juni 2022, MER-C bersama sejumlah lembaga peduli Palestina diantaranya AWG (Aqsha Working Group), BSMI (Bulan Sabit Merah Indonesia) dan KISDI (Komite Indonesia untuk Solidaritas Dunia Islam) telah mengadakan konferensi pers bersama menolak kedatangan Tim sepak bola Israel. Sebagaimana diketahui, Timnas Israel dijadwalkan akan datang dan bertanding di Indonesia dalam ajang Piala Dunia U-20 yang akan digelar pada tahun 2023 mendatang. Gelaran konferensi pers bersama tersebut bertujuan untuk mendorong Pemerintah Indonesia agar berani dan tegas menolak Tim U-20 Israel. Upaya penolakan ini akan terus dilakukan tidak hanya karena daftar panjang pelanggaran hak asasi manusia namun juga penjajahan yang masih dilakukan Israel terhadap bangsa Palestina yang bertentangan dengan konstitusi negara Indonesia dan hukum Internasional. Apabila Tim sepak bola Israel hadir di Indonesia, maka ini akan menjadi sebuah pengakuan secara tidak langsung bagi eksistensi Israel dan bentuk dukungan atas penjajahan yang dilakukan Israel kepada bangsa Palestina.
MER-C kirimkan Tim Bedah bantu Rehabilitasi Korban Gempa Afghanistan: Masyarakat Afghanistan Berharap Kepedulian Jangka Panjang

MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) Indonesia mengirimkan Tim Medis ke Afghanistan, menyusul bencana gempa bumi dahsyat yang melanda negara ini akhir Juni lalu. Tim yang dikirimkan merupakan Tim Bedah yang terdiri dari relawan Dokter Spesialis Bedah Orthopaedi dan Traumatologi, Dokter Spesialis Anestesi dan Perawat Kamar Bedah. Tim dipimpin oleh Dr. Zecky Eko Triwahyudi, SpOT., MARS dengan anggota tim Dr. Guntur Utama Putera, SpOT, Dr. Wahyu Bimantoro, SpAn dan Ebo Subaha, S.Kep. Bertolak dari Jakarta menuju Dubai pada hari Kamis/14 Juli 2022, Tim MER-C untuk rehabilitasi korban gempa Afghanistan tiba di Kabul, Ibukota Afghanistan pada hari Jum’at pagi/15 Juli 2022. Setibanya di ibukota negara yang saat ini berada di bawah kepemimpinan Taliban, Tim langsung berkoordinasi dengan Perwakilan Republik Indonesia di Kabul dan Kementerian Kesehatan Publik Afghanistan. Dalam waktu berdekatan, Afghanistan mengalami dua bencana alam besar. Di akhir bulan Juni mengalami Gempa Bumi di daerah Afghanistan Timur, kemudian pada awal Juli mengalami banjir bandang di daerah Afghanistan Tengah dan Timur. Hal ini menyebabkan Afghanistan menghadapi bencana ganda. Di kala negara tersebut tengah memerangi krisis kemanusiaan dan krisis ekonomi pasca Taliban mengambil alih kekuasaan pada tahun lalu yang diikuti pembekuan asetnya oleh asing/barat, serta belum adanya pengakuan resmi (de yure) terhadap otoritas Taliban di Afghanistan dari UN dan negara-negara di dunia. Bencana ini semakin memperparah kondisi negara yang sebelumnya selama hampir 40 tahun hidup di tengah perang berkepanjangan. Pembekuan asset menyebabkan Afghanistan sangat bergantung dari bantuan asing dan NGO dalam pelayanan publiknya. Berdasarkan laporan Tim, situasi di Kota Kabul cukup kondusif meski dalam 11 bulan pemerintahan otoritas Taliban sejumlah fasilitas publik tampak masih dijaga ketat oleh militer. Ketua Tim Bedah MER-C untuk Afghanistan, dr. Zecky Eko Triwahyudi mengatakan Timnya telah berkoordinasi dengan Pusat Pendidikan Orthopaedi dan Pusat Rujukan Orthopaedi di RS Nasional Wazir Mohammad Akbar Khan Afghanistan, dengan Prof. Emal Wardak selaku Kepala Depatemen Orthopaedi dan Traumatologi yang juga menangani korban gempa. “Sambutan hangat dari para dokter dan petugas RS terhadap kehadiran Tim Bedah MER-C. Bahkan Tim bergabung untuk turut serta melakukan operasi kasus-kasus neglected trauma di RS tersebut,” ujar Zecky. Ia juga menambahkan bahwa pihak-pihak yang ditemui MER-C di Afghanistan berharap kerjasama dengan MER-C bisa berjalan untuk jangka panjang termasuk untuk memberikan pendidikan ( training) pada tenaga medis dalam bidang pelayanan publik karena mereka sangat membutuhkan sharing ilmu terkait pelatihan peningkatan skills dan sistem pelayanan publik yang lebih baik, termasuk fellowship program untuk meningkatkan keilmuan para tenaga medis dan pelatihan dalam bidang kebencanaan ( disaster preparedness / mass casualty management ). “Beberapa sharing ilmu sudah mulai kami lakukan, seperti relawan Dokter Spesialis Anestesi kami melakukan sharing keilmuan terkait USG guided nerve block kepada Dokter-dokter Anestesi di ruang operasi RS Wazir Mohammad Akbar Khan,” lanjutnya. Dalam rangka capacity building, hari Sabtu besok/23 Juli 2022, Tim MER-C juga akan memberikan pelatihan Basic Orthopaedic Operation Preparation dan pemberian ilmu-ilmu dasar kamar operasi bagi staff perawat ruang operasi RS Wazir Mohammad Akbar Khan National Hospital. Melihat keterbatasan peralatan yang ada khususnya di ruang operasi RS Wazir Mohamad Akbar Khan National Hospital Afghanistan, Tim MER-C akan menyumbangkan set alat-alat orthopaedi dan implant. Tim juga telah menyumbangkan alat USG portable untuk anestesi blok demi melengkapi pelayanan di ruang operasi RS ini. Sementara itu, bantuan obat-obatan yang dibawa akan diserahkan oleh Tim untuk nantinya akan didistribusikan ke lokasi klinik yang paling membutuhkan di Afghanistan. Assessment Tim Bedah MER-C juga mencatat beberapa hal yang terjadi pasca bencana dan harus segera mendapatkan pemecahannya di bidang medis, yaitu malnutrisi anak dan depresi kronik yang diderita warga Afghanistan di seluruh wilayah Afghanistan, kemudian air bersih, tempat tinggal dan ancaman kolera serta infeksi virus pasca bencana alam di area terdampak. Tim Bedah MER-C dijadwalkan akan bertugas selama dua pekan. Ini adalah kunjungan MER-C ke-4 ke Afghanistan, sebelumnya pada tahun 2001 dan 2002 (sekitar 20 tahun lalu), kemudian pada Maret 2022 dan Juli 2022. Terlepas dari situasi politik dan belum diakuinya pemerintahan Taliban di Afghanistan oleh dunia Internasional, namun krisis kemanusiaan yang dihadapi masyarakat Afghanistan sangat nyata dan membutuhkan perhatian serta bantuan dari masyarakat Internasional. Untuk itu, MER-C berharap dukungan dari masyarakat Indonesia agar bisa menjalankan program bantuan jangka panjang seperti yang diharapkan rakyat Afghanistan khususnya dalam bidang medis. Kami juga mengajak elemen bangsa lainnya untuk ikut terlibat membantu masyarakat Afghanistan bangkit dari krisis kemanusiaan ini. Rekening Donasi Misi Kemanusiaan MER-C untuk Afghanistan:Bank Syariah Indonesia (BSI), 701.565.8918Atas nama Medical Emergency Rescue Committee Jakarta, 22 Juli 2022
Manfaatkan Hari Libur, Relawan MER-C di Lombok Bantu Warga Dusun Pansor Daya

Hari Jumat adalah hari libur bagi aktifitas kelima relawan yang tengah menunaikan tugas pembangunan bantuan musholla MER-C di Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara, NTB. Pada hari libur Jum’at kemarin (15 Juli 2022) dimanfaatkan oleh relawan untuk bersilaturahmi ke Dusun Pansor Daya. Selain ingin bersilaturahmi dengan warganya, tujuan para relawan datang adalah untuk membantu pembangunan masjid yang sedang berlangsung di Dusun tersebut. “Pada hari libur Jum’at kemarin kami manfaatkan untuk beramal shaleh membantu pembangunam Masjid di Dusun Pansor Daya,” ujar Nur Ikhwan Abadi, relawan insinyur yang dipercaya untuk memimpin pembangunan mushollah MER-C di Kayangan, Lombok Utara. Dusun Pansor Daya berjarak sekitar setengah jam dengan motor dari lokasi pembangunan musholla MER-C yang berada di SMPN 3 Kayangan.
Qurban Peduli Gaza: Berbagi Kebahagiaan di Wilayah Terblokade

Idul Adha di Jalur Gaza Palestina tahun ini dirayakan meriah dalam suasana aman dan tenteram, tanpa adanya serangan-serangan. Setidaknya inilah yang dirasakan tiga pemuda relawan MER-C Indonesia yang hingga kini masih bertugas di Jalur Gaza. Para relawan bisa melaksanakan sholat Id dengan tenang, bersilaturahmi ke sahabat serta tetangga dan melaksanakan pemotongan hingga pembagian daging qurban amanah para donator dari Indonesia. Alhamdulillah tercatat jumlah hewan qurban tahun 2022 yang diterima MER-C Cabang Gaza sebanyak 3 ekor unta, 1 ekor sapi dan 35 ekor domba. Idul Adha di Jalur Gaza dirayakan pada hari Sabtu/9 Juli 2022. Ketiga relawan MER-C di Gaza melaksanakan sholat Id di lapangan Soraya, berjarak sekitar 30 menit dari Wisma Indonesia. Lapangan Soraya setiap tahun rutin menyelenggarakan sholat baik Idul Fitri maupun Idul Adha. Tidak ada protokol kesehatan dalam pelaksanaan sholat Id di tahun ini, karena jumlah kasus Covid-19 yang sudah menurun di Jalur Gaza. Usai sholat dan menelpon keluarga di Indonesia untuk sekedar melepas rindu dengan orang tua serta kakak adik, sekitar pukul 10 waktu setempat relawan MER-C di Gaza memulai pemotongan hewan qurban. Dikarenakan jumlah hewan qurban cukup banyak dan agar daging qurban tidak rusak akibat cuaca yang panas, pemotongan dibagi menjadi tiga hari. Setiap hari setelah selesai pemotongan, daging qurban langsung didistribusikan kepada warga Gaza. Ada sekitar 1.649 plastik/kg daging qurban yang didistribusikan kepada warga di Jalur Gaza, mulai dari Gaza bagian Utara di sekitar lokasi RS Indonesia, Gaza Tengah, Gaza Timur, Gaza Barat hingga ke Gaza bagian Selatan. Daging qurban dibagikan kepada keluarga fakir miskin, keluarga syuhada dan keluarga yatim baik secara langsung ke rumah-rumah warga oleh relawan, juga melalui bantuan pemerintah kota serta yayasan-yayasan untuk mempercepat penyaluran hewan qurban. Salah satu warga Gaza mengatakan, “Selama saya hidup belum pernah merasakan daging unta, karena daging unta ini hanya ada di Hari Raya Idul Adha saja dan itu juga tidak banyak yang berqurban dengan unta. Walaupun ada yang jual di toko daging, namun harganya mahal dan sangat susah ditemukan.” Ungkapan syukur dan terima kasih berkali-kali disampaikan oleh warga Gaza atas perhatian dari saudara-saudara seiman di Indonesia. Mereka mendoakan, tidak hanya bagi para pequrban, para donator namun juga seluruh rakyat dan pemerintah Indonesia semoga dimudahkan serta dijauhkan dari musibah. Harapan mereka, semoga setiap tahun jumlah masyarakat Indonesia yang berqurban di Jalur Gaza bisa terus bertambah karena memang kondisi ekonomi di Gaza masih sangat sulit akibat blokade berkepanjangan.
Qurban Peduli Papua 2022: Suku Asli Muslim di Papua Barat Ucap Syukur dan Terima Kasih

Berbagi kebahagiaan Hari Raya Idul Adha tahun ini, MER-C kembali mengadakan program qurban bagi saudara-saudara muslim di ujung timur Indonesia, khususnya di wilayah Kab. Sorong dan Kab. Raja Ampat, Papua Barat. Kedua kabupaten ini adalah wilayah cakupan program pelayanan kesehatan MER-C yang sudah berlangsung selama 15 tahun. Pada tahun ini, melalui program Qurban Peduli Papua 2022, MER-C menerima amanah hewan qurban sebanyak delapan ekor sapi. Pelaksanaan dan pendistribusian hewan qurban langsung dilakukan oleh Tim Klinik MER-C di Papua Barat. Tiga ekor sapi dipotong dan dagingnya didistribusikan kepada warga muslim di kampung Waibo atau Klalin 4, kampung Kurwato dan kampung Kokoda SP 3 yang berada di Kabupaten Sorong, Papua Barat. Sementara, lima ekor sapi dipotong di pulau Salawati Utara, Kabupaten Raja Ampat, kemudian dagingnya di bagikan kepada warga muslim di kampung Sakabu Pantai, kampung Kalobo dan kampung Waibu. Warga muslim asli Papua Barat tidak dapat menyembunyikan rasa syukur, bahagia dan terima kasih mereka setelah menerima amanah daging qurban yang didistribusikan oleh Tim MER-C di sana. Rasa haru atas perhatian saudara-saudara seiman kepada mereka yang berada nun jauh di ujung timur Indonesia. “Kami keluarga besar Suku Moi, Suku Banlol, dan Suku Maya yang berdomisili di Salawati Tengah, kampung Sakabu, Kab. Raja Ampat, merasa bersyukur, bahagia dan berterima kasih kepada keluarga besar MER-C. Karena mereka telah memberikan perhatian kepada kami di pelosok Kab. Raja Ampat, kepulauan yang terpencil dan tertinggal. Selama beberapa tahun ini, keluarga besar MER-C selalu memperhatikan kami, semoga mereka senantiasa dilindungi ALLAH SWT dalam tugas yang mulia ini,” ujar salah seorang Ibu warga muslim asli Papua Barat. Koordinator MER-C wilayah Papua Barat, dr. Zackya Yahya Setiawan, SpOk mengatakan, program qurban adalah salah satu program rutin MER-C di Papua Barat, selain program bantuan sembako Ramadhan dan Idul Fitri. Disamping program pelayanan Kesehatan, warga di wilayah ini memang masih sangat membutuhkan perhatian di berbagai bidang. “Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dan donasi para donator selama ini khususnya yang sudah mempercayakan qurbannya untuk warga muslim di Papua Barat melalui MER-C. Alhamdulillah amanah qurban sudah selesai dijalankan oleh Tim MER-C di sana. Semoga ALLAH melimpahkan rahmat dan barokah-Nya kepada kita semua,” ujarnya.
Bangun Musholla, Tim MER-C juga Selenggarakan Qurban di Lombok Utara

Di tengah proses pembangunan bantuan musholla di Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara, NTB yang sudah berlangsung selama dua pekan, bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha, Tim MER-C juga mengadakan pemotongan hewan qurban. Hewan qurban sebanyak satu ekor sapi dipotong oleh relawan Divisi Konstruksi MER-C yang tengah bertugas di sana bersama dengan warga sekitar. Pemotongan dilakukan di SMPN 3 Kayangan pada hari Senin, 11 Juli 2022 dan daging qurban langsung dibagikan kepada para guru dan warga sekitar. “Jarang yang berqurban di sini,” ungkap Nur Ikhwan Abadi, relawan insinyur yang memimpin pembangunan bantuan musholla MER-C di Lombok Utara. “Pihak sekolah merasa bersyukur dengan adanya qurban yang diadakan MER-C, begitupun warga sekitar. Sebelumnya mereka merasa takut dengan maraknya PMK. Namun ketika MER-C mengadakan qurban mereka sangat senang dan menyampaikan rasa terima kasih karena memang baik di sekolah maupun di wilayah sekitar sini tidak ada yang berqurban,” tambahnya. “Pihak sekolah merasa bersyukur dengan adanya qurban yang diadakan MER-C, begitupun dengan warga sekitar. Terakhir mereka (pihak SMPN 3 dan warga di sekitarnya) qurban pada tahun 2018. Setelah itu, tidak ada qurban lagi di sini. Baru tahun ini ada lagi ketika tim MER-C menyelenggarakan Qurban. Mereka sangat bersyukur dan berterima kasih,” tambahnya. Sementara itu, program pembangunan musholla donasi dari masyarakat Indonesia melalui MER-C masih terus berlangsung. MER-C menugaskan lima relawannya dari Divisi Konstruksi untuk melaksanakan pembangunan musholla seluas 135 meter persegi itu. Kelima relawan yang ditugaskan adalah relawan yang sudah memiliki pengalaman bertugas di Jalur Gaza Palestina untuk pembangunan Rumah Sakit Indonesia. Menurut Nur Ikhwan Abadi, pembangunan musholla sudah dalam tahap penyelesaian pengecoran seluruh pondasi yang berjumlah 28 titik. “Pekerjaan selanjutnya adalah pembesian, penyelesaian sloof dan mulai penimbunan. Kita harapkan pembangunan musholla bisa selesai dalam waktu tiga bulan,” ujarnya.
MER-C Serahkan Bantuan Ambulans untuk Pustu Mahameru Lumajang

Dalam rangka menyalurkan amanah donasi dari masyarakat Indonesia bagi korban terdampak erupsi Semeru, MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) menyerahkan bantuan satu unit ambulans untuk melengkapi fasilitas layanan di Puskesmas Pembantu (Pustu) Mahameru, sebuah yang terletak di Kawasan Relokasi Masyarakat Terdampak Erupsi Semeru Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Bantuan ambulans diserahkan secara langsung oleh Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad kepada Pemerintah Daerah Lumajang yang diwakili oleh Wakil Bupati Lumajang, Ir. Hj. Indah Amperawati Masdar., MKes, Selasa/5 Juli 2022. Acara serah terima yang bertempat di Kantor Bupati Lumajang tersebut turut hadiri oleh jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang, Presidium MER-C, serta Ketua dan Pengurus MER-C Cabang Jawa Timur. “Semua bantuan sangat berharga dan bermanfaat bagi kami. Kami tidak pernah berpikir ada bantuan ambulance, ini di luar ekspetasi kami. Atas nama masyarakat terdampak erupsi, kami menyampaikan terima kasih dari hati yang paling dalam,” ungkap Wakil Bupati Lumajang. Sementara itu, Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad mengatakan bahwa bantuan ambulans yang diserahkan merupakan hasil donasi dari masyarakat Indonesia melalui MER-C. “Kami membantu yang terbaik, kita berikan ambulans semoga bisa bermanfaat untuk masyarakat yang ada di tempat relokasi,” ujar Sarbini. Usai menyerahkan bantuan ambulans, kunjungan ke wilayah Jawa Timur juga dimanfaatkan oleh Ketua Presidium, Presidium serta Pengurus MER-C Cabang Jawa Timur untuk bersilaturahmi dengan Tokoh Ulama NU dan Muhammadiyah di wilayah ini. Rabu pagi/6 Juli 2022, Tim MER-C yang dipimpin oleh dr. Sarbini Abdul Murad, berkesempatan bertemu dengan KH. Marzuki Mustamar, Pimpinan Wilayah NU Jawa Timur di Malang. Pada Rabu siang, agenda silaturahim dilanjutkan dengan bertemu Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur di Surabaya. Selain untuk bersilaturahim, kunjungan ini juga bertujuan memperkenalkan MER-C baik di kalangan Nahdliyin maupun Muhammadiyah.
MER-C Mulai Bangun Mushalla di Kabupaten Lombok Utara

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) memulai proses pembangunan mushalla di SMPN 3 Kayangan, Kabupaten Lombok Utara, NTB. Ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Presidium MER-C dan Pemerintah Kabupaten Lombok Utara yang diwakili oleh Kepala Dinas Dikbudpora beserta sejumlah pejabat terkait termasuk Kepala Sekolah SMPN 3 Kayangan, Kepala KUA Kecamatan Kayangan, Kamis 30/6. “MER-C memiliki kewajiban dan tanggungjawab baik di dunia dan akhirat terhadap setiap amanah yang dititipkan oleh rakyat Indonesia melalui MER-C dan ini adalah uang yang diamanahkan oleh rakyat kepada warga di KLU yang terkena dampak musibah gempa beberapa waktu yang lalu,” ujar Faried Thalib, Presidium MER-C. Dalam sambutanya, Faried Thalib juga menyampaikan harapannya, agar mushalla yang didirikan ini dapat dimakmurkan. “Mushalla ini agar dimakmurkan dan perlu diketahui bahwa fasilitas yang dibangun ini merupakan uang yang diamanahkan melalui MER-C, dan kami berharap, dalam waktu tiga bulan mushalla ini akan segera selesai.” Sementara itu Kepala Dinas Dikbudpora Kabupaten Lombok Utara, Adenan menyatakan bahwa rasa syukurnya atas inisiatif MER-C membangun mushalla dan berharap akan ada peningkatan keimanan siswa. “Saya mengucapkan terima kasih atas pembangunan mushala dari bantuan MER-C dengan adanya mushalla ini, insya Allah peningkatan keimanan yang memang sangat dibutuhkan, terutama shalat, mengaji baca Al Qur’an dan akan lebih optimal di mushalla,” ujarnya. Ia juga berharap dengan adanya mushalla ini mendapatkan dukungan dari masyarakat sekitar sehingga dapat bersinergi dengan kegiatan masyarakat.“Kegiatan dengan masyarakat akan nampak lebih bagus dan mendapatkan dukungan yang signifikan dengan adanya mushalla, dan ini merupakan salah satu indikator peningkatan keagamaan akan tinggi, karena Lombok ini terkenal dengan seribu masjid,” harapnya. Pria paruh baya ini juga menjelaskan bahwa, selama dua tahun terakhir ini, pihak Dinas Pendidikan memang belum menganggarkan dana khusus mushala, karena dana yang ada digunakan untuk mengatasi pandemi Covid-19.“Untuk dua tahun terakhir ini, karena adanya pandemi covid -19 jadi banyak kegiatan-kegiatan kita yang tidak bisa anggarkan termasuk pendirian mushala. Karena sebelumnya program untuk itu (pembangunan mushalla) ada,” terangnya. Kepala Sekolah SMPN 3 Kayangan, Ahmad Maulidi menyatakan bahwa mushala ini akan dikhususkan untuk kegiatan Imtak (iman dan takwa) para siswa SMPN 3 Kayangan.“Rencana kita setelah mushala ini selesai, kegiatan imtak yang akan kita fokuskan, karena selama ini kegiatan imtak untuk siswa dan guru kita masih menggunakan teras depan ruang guru, kepala sekolah dan TU, karena kita tidak punya lokasi untuk kegiatan ini,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa kegiatan imtak yang akan dilakukan untuk para guru dan memperbanyak shalat sunnah dan wajib di mushalla tersebut.“Kegiatan imtak kita fokuskan untuk shalat dhuha, dan shalat dzhuhur berjamaah, jadi sebelum anak-anak pulang ke rumah, kita jadwalkan mereka shalat dhzuhur dulu, supaya mereka ketika sampai rumah, bisa langsung istirahat dan membantu orang tua mereka,” imbuhnya. Ia menegaskan bahwa mushala ini bisa digunakan juga oleh warga setempat untuk lebih memakmurkan mushalla ini.“Dari segi ukuran mushala ini sudah cukup untuk menampung jumlah siswa dan guru, kalaupun semua ikut melaksanakan ibadah, insha Allah semua bisa tertampung. Mushalla ini termasuk di lingkungan masyarakat, artinya kalau masyarakat nanti ada yang mau beribadah di luar jam sekolah dipersilakan, sepanjang tetap menjaga kebersihan dan keutuhan mushalla ini,” tutupnya. Mushalla seluas 135 meter persegi ini, juga sudah diukur arah kiblatnya oleh Kementrian Agama, dalam hal ini, KUA Kecamatan Kayangan, pengukuran dilakukan oleh tim ahli dari Kementrian Agama Kabupaten Lombok Timur dan dipantau langsung oleh Sinardi, kepala KUA Kabupaten Kayangan. MER-C Indonesia
MER-C : Tolak Kehadiran Timnas Israel di Indonesia

Siaran Pers Tim nasional sepak bola Israel dinyatakan lolos ke Piala Dunia U-20 dimana Indonesia akan menjadi tuan rumah perhelatan olah raga yang akan diselenggarakan pada tahun 2023 mendatang. MER-C Indonesia meminta pemerintah harus tegas menolak Tim U-20 Israel. Hal ini tidak hanya karena daftar panjang pelanggaran hak asasi manusia dan juga penjajahan yang masih dilakukan Israel terhadap bangsa Palestina yang bertentangan dengan hukum internasional. Ketidaktegasan Pemerintah akan melukai persatuan dan dukungan yang selama ini rakyat Indonesia berikan kepada Palestina. Pernyataan Menteri Pemuda dan Olah Raga RI, Zainudin Amali, yang mengatakan bahwa Tim Israel tetap bisa datang bermain di Indonesia dan jangan mengaitkan olah raga dengan politik, ini adalah pernyataan yang ahistoris. Sejarah mencatat pembelaan bangsa Indonesia terhadap Palestina sudah sejak awal bangsa ini merdeka. Pada tahun 1957, Tim sepakbola Indonesia pernah menolak untuk bertanding melawan Israel pada Kualifikasi Piala Dunia 1958 karena alasan politis atas instruksi Presiden Soekarno. Pada tahun 1962, Presiden Pertama RI ini juga dengan tegas menolak kehadiran kontingen Israel ke Indonesia pada perhelatan Asian Games. Sikap politik luar negeri Indonesia juga selalu menunjukkan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina. Lolosnya timnas Israel akan menjadi ujian berat bangsa Indonesia untuk membuktikan kekonsistenannya dalam pembelaan terhadap Palestina dan penolakan atas segala bentuk penjajahan seperti yang termaktub dalam UUD 1945. Apabila Tim sepak bola Israel hadir di Indonesia, maka ini akan menjadi sebuah bentuk pengakuan secara tidak langsung bagi eksistensi Israel dan bentuk dukungan atas penjajahan yang dilakukan Isarel kepada bangsa Palestina. Ketegasan pemerintah dalam hal ini Menpora akan menjadi menjadi catatan sejarah keseriusan pemerintah bersikap terhadap penjajahan Israel atas tanah Palestina. Jakarta, 29 Juni 2022 Dr. Sarbini Abdul MuradKetua PresidiumMER-C Indonesia *Disampaikan dalam Konferensi Pers Bersama “Tolak Kehadiran Timnas Israel di Indonesia”MER-C (Medical Emergency Rescue Committee)AWG (Aqsa Working Group)KISDI (Komite Indonesia untuk Solidaritas Dunia Islam)BSMI (Bulan Sabit Merah Indonesia)
Afghanistan Diguncang Gempa Dahsyat, MER-C akan Kirim Tim Bedah

Siaran Pers Bencana gempa bumi dahsyat mengguncang Afghanistan, Rabu/22 Juni 2022. Gempa berkekuatan M 6,1 terjadi sekitar 44 kilometer (27 mil) dari kota Khost, yang terletak di dekat perbatasan Afgahnsitan dengan Pakistan. Gempa terjadi dini hari waktu setempat ketika warga sedang tertidur sehingga banyak yang tidak dapat menyelamatkan diri. Data sementara menyatakan sedikitnya 1.000 orang meninggal dunia dan 1.500 lainnya mengalami luka-luka. Jumlah ini diperkirakan akan terus bertambah seiring masih terus dilakukan pencarian korban yang tertimpa reruntuhan bangunan rumah-rumah mereka. Gempa bumi menyebabkan Afghanistan saat ini menghadapi bencana ganda. Di kala negara tersebut tengah memerangi krisis kemanusiaan dan ekonomi terburuk pasca Taliban mengambil alih kekuasaan pada tahun lalu yang diikuti pembekuan semua assetnya oleh asing, bencana gempa bumi semakin memperparah kondisi Afghanistan. MER-C sebagai Lembaga kegawatdaruratan medis untuk korban perang, konflik dan bencana alam akan mengirimkan Tim Medis ke Afghanistan. Sesuai dengan karakteristik bencana gempa bumi, maka Tim yang disiapkan oleh MER-C adalah Tim Bedah. Tim akan terdiri dari Dokter Spesialis Bedah Orthopedi, Dokter Umum dan Perawat. Tim ini diharapkan dapat berangkat dalam waktu dekat ke Afghanistan untuk bisa segera memberikan pertolongan para korban. MER-C juga meminta kepada Pemerintah Republik Indonesia agar mengirimkan Tim Kesehatan Gabungan ke Afghanistan yang terdiri dari sipil dan aparat yang dikomandoi oleh TNI. Hal ini sebagaimana yang pernah dilakukan RI saat terjadi gempa besar di Bam – Iran pada tahun 2004 silam. Saat itu Pemerintah mengirimkankan bantuan Tim Kesehatan Gabungan, dimana dua dokter MER-C ikut bertugas dalam Tim tersebut. Rekening Donasi Misi Kemanusiaan MER-C untuk Afghanistan:BSI ex BSM, No. Rek. 701.565.8918Atas nama Medical Emergency Rescue Committee Jakarta, 24 Juni 2022 Dr. Sarbini Abdul MuradKetua PresidiumMER-C Indonesia