MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

MER-C dan Universitas Malikussaleh Aceh Jalin Kerjasama dalam Pendidikan Kedokteran Bencana

MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) dan Universitas Malikussaleh, Nanggroe Aceh Darussalam, melaksanakan penandatanganan MOU (Memorandum of Understanding) pada hari Rabu, tanggal 30 Maret 2022, bertempat di Kantor Pusat MER-C di Jakarta. Penandatangan MOU dalam bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat dilakukan antara Rektor Universitas Malikussaleh, Prof. Dr. Ir. Herman Fithra, MT., IPM., ASEAN Eng dengan Ketua Yayasan MER-C, dr. Muhammad Reza Saputra, SpOT.      Bersamaan dengan penandatanganan MOU, diikuti juga dengan penandatanganan MOA (Memorandum of Agreement) yang dilakukan antara Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh, dr. Muhammad Sayuti, SpB (KBD) dengan Ketua MER-C Training Center, dr. Naenda Stasya, MARS.    Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh, dr. Muhammad Sayuti, SpB (KBD) menyampaikan bahwa kerjasama ini dalam rangka mencapai visi FK Malikussaleh menjadi FK yang unggul dalam bidang kebencanaan. MER-C menjadi salah satu partner kerjasama yang dipilih karena telah banyak berkiprah dalam bidang kedokteran kebencanaan.   “Kami berharap kita bisa bekerjasama dalam Tridharma perguruan tinggi, baik itu dalam bidang pendidikan, penelitian maupun pengabdian. Tentu banyak hal yang bisa kita kerjakan misal koordinasi ketika ada bencana-bencana nasional seperti pengiriman relawan-relawan dan di lapangan kita koordinasikan dengan MER-C salah satunya,” ujarnya.   Sementara itu Rektor Universitas Malikussaleh dalam sambutannya juga berharap melalui kerjasama ini dan program Kampus Merdeka, Merdeka Belajar, FK Unimal bisa melibatkan mahasiswa dari prodi-prodi di bawahnya untuk ikut serta dalam kegiatan-kegiatan MER-C baik di level nasional maupun internasional.   “Kami ingin mendorong supaya membuka wawasan mahasiswa kami pada kegiatan yang tidak hanya bersifat nasional, namun juga internasional, agar mahasiswa kami mendapat pengalaman.”    Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad menyambut baik kerjasama MER-C dan Universitas Malikussaleh. “Ini adalah kerjasama yang monumental dan bersejarah bagi MER-C,” katanya.   Ia sepakat idealisme harus dibangun sejak dari mahasiswa, termasuk idealisme di bidang kemanusiaan. Dengan adanya didikan dari awal dalam bidang kemanusiaan, mahasiswa akan memiliki ruang untuk mengabdikan ilmunya, mewakafkan profesinya bagi kemanusiaan.    “MER-C memiliki ahli-ahli di bidang emergency, sehingga nanti bisa kita rancang program-program yang sesuai. Kita harapkan FK unimal menjadi pelopor dalam bidang kemanusiaan,” ungkapnya.   Dr. Yogi Prabowo, SpOT(K), Presidium MER-C mengatakan sebuah kehormatan bagi MER-C diminta untuk terlibat dalam upaya mencapai visi unggulan program FK Unimal dalam bidang kedokteran kebencanaan.    “Kami menyambut baik, artinya FK Unimal sedang bergerak ke arah yang benar. Indonesia adalah sebuah wilayah yang sangat rawan dengan bencana sehingga Indonesia wajib mempunyai kurikulum dalam manajemen bencana. Mudah-mudahan MER-C bisa memenuhi harapan FK Unimal dalam menyusun kurikulum kedokteran bencana.”

Dubes Ukraina untuk Indonesia Sampaikan Tiga Hal Ini Kepada MER-C

Ketua Presidium MER-C, Sarbini Abdul Murad hari ini, Jum’at/25 Maret 2022 menyambangi Kedutaan Besar Ukraina di Jakarta. Kunjungan Pimpinan MER-C tersebut diterima langsung oleh Duta Besar Ukraina untuk Indonesia, Vasyl Hamianin. Sarbini mengungkapkan tujuan kunjungan MER-C adalah murni dalam kerangka kemanusiaan, tidak berkaitan dengan politik. Sebagai NGO yang berfokus pada kemanusiaan dan perdamaian serta telah memiliki pengalaman di berbagai wilayah perang dan konflik baik di dalam maupun di luar negeri, MER-C mempunyai tanggung jawab moral untuk turut mengambil peran dalam rangka mencegah bencana kemanusiaan yang lebih besar. Selain itu, pertemuan ini dimaksudkan untuk mendapatkan informasi langsung dari tangan pertama mengenai situasi dan permasalahan kemanusiaan yang ada. Dalam pertemuan yang berlangsung selama sekitar setengah jam tersebut, Duta Besar Ukraina untuk Indonesia, Vasyl Hamianin menyampaikan tiga hal kepada Pimpinan MER-C. “Pertama mereka meminta kami untuk mempertimbangkan pengiriman tenaga medis dan obat-obatan secepatnya ke Ukraina untuk menolong para korban. Kedua, mereka meminta kami menyampaikan kepada Pemerintah Indonesia untuk merespon bantuan kemanusiaan bagi Ukraina. Dan yang terakhir mereka berharap agar MER-C membantu menyampaikan kepada pemerintah Indonesia untuk dapat bersuara dalam rangka menghentikan segera perang berskala besar ini,” ucap Sarbini. Sebagai sebuah NGO yang berfokus pada kemanusiaan dan perdamaian, konflik yang terjadi antara Rusia dan Ukraina turut menjadi fokus perhatian MER-C. “Hari ini kami bertemu dengan Dubes Ukraina untuk Indonesia. Kami juga sudah mengajukan pertemuan dengan Duta Besar Rusia untuk Indonesia. Semoga dalam waktu dekat kami bisa segera bertemu dengan Duta Besar Rusia,” harap Sarbini. Hal ini dilakukan oleh MER-C karena Rusia dan Ukraina adalah sahabat yang baik bagi Indonesia. Lebih lanjut Sarbini mengatakan bahwa Indonesia seharusnya bisa menjadi penengah dalam konflik ini. Ia juga meyakini Indonesia memiliki kemampuan itu. “Kami yakin Indonesia mampu. Segera kami akan mengkomunikasikan hasil pertemuan ini kepada Pemerintah Indonesia,” ujarnya. Jakarta, 25 Maret 2022Medical Emergency Rescue Committee

MER-C Heran Delegasi Israel Hadiri IPU di Nusa Dua Bali

Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad heran delegasi Israel bisa menghadiri acara Inter-Parliamentary Union (IPU) ke-144 di Nusa Dua, Bali. Menurutnya, Indonesia seharusnya tidak memberikan visa kepada dua anggota Parlemen Israel (Knesset), Avi Ditcher dan Nira Sphak untuk menghadiri sidang tersebut. “Kehadiran dua angggota Parlemen Israel di Bali menggambarkan politik santun Indonesia terhadap Israel,” tegas Sarbini. “Satu sisi Indonesia mendukung kemerdekaan Palestina, tapi di sisi lain kita juga masih memberikan ruang bagi Israel,” ujarnya. “Kami khawatir apabila sidang IPU diadakan di Israel, jangan-jangan Indonesia juga hadir karena alasan sebagai anggota IPU,” lanjutnya. Sarbini mengingatkan agar Indonesia bisa bersikap tegas kepada Israel, sebagaimana Bung Karno dulu. “Kita mesti tegas dengan Israel seperti Bung Karno bersikap tegas dengan menolak kehadiran kontingen Israel saat penyelenggaraan Asian Games di Jakarta pada tahun 1962 silam,” katanya. Ia juga berharap generasi penerus bangsa Indonesia bisa meneladani sikap Bung Karno yang dikenal selalu membela perjuangan bangsa-bangsa tertindas dan juga gigih melakukan pembelaan terhadap perjuangan bangsa Palestina. Jakarta, 24 Maret 2022Medical Emergency Rescue Committee

Krisis Kemanusiaan Terburuk Melanda Afghanistan, MER-C Kirim Tim Medis

SIARAN PERS MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) Indonesia akan mengirimkan Tim Medisnya ke Afghanistan untuk turut membantu krisis kemanusiaan yang melanda negara tersebut. Krisis kemanusiaan yang tengah terjadi di Afghanistan dikatakan sebagai krisis kemanusiaan terburuk di dunia. Hal ini menjadi fokus perhatian MER-C sebagai sebuah lembaga kegawatdaruratan medis bagi korban perang, konflik dan bencana alam untuk turut serta dan mengambil bagian dalam membantu mengatasi krisis kemanusiaan yang ada. Rangkaian upaya koordinasi dan perizinan baik dengan Kementerian Luar Negeri RI maupun Kedutaan Besar Afghanistan di Jakarta ditempuh untuk bisa segera mengirimkan Tim Medis dan bantuan awal ke negara yang tengah dikuasai oleh pemerintahan Taliban tersebut. Pada tahap awal, Tim yang akan dikirimkan adalah tim assessment yang terdiri dari dua relawan dokter, yaitu dr. Arief Rachman, SpRad (Ketua) dan dr. Muhammad Reza Saputra, SpOT. Tim dijadwalkan bertolak ke Kabul ibukota Afghanistan pada hari Minggu lusa/20 Maret 2022. Sejumlah bantuan awal obat-obatan berdasarkan daftar kebutuhan obat yang kami terima dari Kedutaan Besar RI di Kabul akan dibawa serta. Tugas utama Tim ini adalah melakukan assessment untuk memastikan kebutuhan mendesak rakyat Afghanistan terutama dalam bidang medis, memetakan jenis penyakit, kebutuhan tenaga medis dan obat-obatan serta bantuan kemanusiaan lainnya. Berkoordinasi dengan Kedutaan Besar RI di Kabul, tim akan mengunjungi sejumlah fasilitas kesehatan baik rumah sakit – rumah sakit maupun klinik Indonesia yang berada di sana. Masa tugas Tim awal direncanakan selama satu minggu ke depan. Hasil assessment Tim akan menjadi dasar untuk pengiriman tim medis lanjutan yang spesialisasinya akan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan serta menetapkan program kemanusiaan jangka panjang MER-C untuk Afghanistan. Bagi MER-C ini bukan kunjungan kemanusiaan pertama ke Afghanistan. Pada tahun 2001 dan 2002 silam ketika perang melanda negeri tersebut, MER-C mengirimkan tim bedahnya menyusuri beratnya medan di Afghanistan untuk mengunjungi rumah sakit – rumah sakit dan melakukan operasi kepada para korban perang. Dua puluh tahun berlalu, kini MER-C akan datang lagi ke Afghanistan untuk kembali memenuhi panggilan kemanusiaan di sana. Dukungan dan Bantuan bagi Misi Kemanusiaan MER-C untuk Afghanistan dapat disalurkan melalui: BSI – ex BSM, 701.565.8918Atas nama Medical Emergency Rescue Committee Jakarta, 18 Maret 2022Medical Emergency Rescue Committee

MER-C Berharap Pemerintah Bisa Berperan Lebih Besar untuk Palestina

Ketua Presidium MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) menyampaikan harapannya kepada Parlemen dan Pemerintah Indonesia agar bisa berperan lebih besar untuk mendukung kemerdekaan Palestina. Hal ini disampaikan Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad saat menghadiri undangan acara Focus Group Discussion yang diadakan Grup Kerjasama Bilateral (GKSB) DPR RI pada Selasa/15 Maret 2022. “Indonesia bisa melakukan hal yang lebih besar dari apa yang telah dilakukan selama ini, namun kita belum percaya diri atau belum fokus,” ujar Sarbini. “Salah satu contohnya kita masih ragu-ragu membuka komunikasi dengan pihak selain Fatah misalnya. Kita masih ragu untuk berkomunikasi dengan pihak Hamas, sedangkan Hamas merupakan faksi terbesar di Palestina,” imbuhnya. Sarbini menyampaikan pandangannya bahwa Indonesia harus membangun komunikasi dengan semua pihak yang ada di Palestina, sehingga Indonesia menjadi orang yang didengar oleh semua pihak di sana. Pemerintah dan rakyat Palestina menurutnya, sangat mengharapkan Indonesia bisa tampil menjadi mediator atau juru damai yang adil bagi faksi-faksi di Palestina yang masih terpecah belah. Hal ini disampaikannya berdasarkan pengalaman MER-C bertahun-tahun berkiprah di Palestina. “Pengalaman bertahun-tahun ini membuat saya semakin yakin Indonesia adalah pihak yang paling didengar oleh Palestina. Ini perlu menjadi perhatian bersama,” ujarnya. Ia berharap GKSB DPR RI bisa berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait sehingga Indonesia menjadi yang terdepan dalam hal ini. Ketua Presidium MER-C ini juga mengingatkan agar Indonesia tidak ambivalen dalam memberikan dukungan terhadap Palestina, “Satu sisi kita mendukung kemerdekaan Palestina. Sisi lain kita bermain mata dengan Israel.” Ini adalah fungsi DPR terutama Komisi I, yaitu bagaimana mengawasi pihak-pihak yang bermain mata dengan Israel. Untuk itu ia berharap dukungan Indonesia terhadap Palestina agar tidak hanya di forum-forum Internasional namun juga kita harus menekan orang-orang di institusi Pemerintahan yang bermain mata dengan Israel. “Semua kekuatan anak bangsa harus kita gunakan untuk menekan Israel,” tegasnya. Pada kesempatan diskusi ini Sarbini juga menjelaskan mengenai fase-fase pembelaan terhadap Palestina. Fase pertama adalah bantuan kemanusiaan dimana pada fase ini menurutnya semua senang dan bahagia melakukannya dan inilah yang saat ini sedang kita lakukan. Namun Sarbini berharap hendaknya kita tidak berlama-lama pada fase bantuan kemanusiaan saja. Fase bantuan kemanusiaan tetap dilakukan, namun fase berikutnya yaitu fase perlawanan harus segera dimulai meskipun akan ada pihak yang senang dan tidak senang. Untuk itu, Sarbini mengajak semua NGO peduli Palestina untuk memulai fase ini salah satunya dengan bersama-sama memboikot produk-produk Israel, seperti Gerakan BDS (Boycott, Divestment and Sanction). Dalam rangka menggalang dukungan untuk kemerdekaan Palestina, sebagai NGO yang berfokus kepada kemanusiaan dan perdamaian, MER-C juga tengah melakukan “Silaturahmi Kemanusiaan untuk Kemerdekaan Palestina”. “Silaturahmi dilakukan dengan berbagai agama seperti Katolik, Protestan, Orthodok, Hindu, Budhha dan tokoh-tokoh yang selama ini tidak pernah berbicara tentang Palestina, kita ajak untuk ikut peduli pada masalah Palestina karena masalah Palestina bukan hanya masalah umat Islam namun semua elemen anak bangsa.” Sarbini juga mengapresiasi rencana GKSB DPR RI yang akan melakukan kunjungan ke Jalur Gaza dan pada bulan Mei 2022 mendatang. Rencana ini menurutnya merupakan langkah strategis karena Jalur Gaza merupakan basis Hamas, kemudian Tepi Barat merupakan basis Fatah. “Jika DPR bisa memainkan dua peran ini, maka Indonesia akan menjadi fasilitator dan juru damai bagi Palestina,” ungkap Sarbini. Pernyataan MER-C diamini oleh Ketua GKSB, Syahrul Aidi Ma’azat. “Ini adalah isu sentral yang menjadi perhatian dan harapan bersama. Kita mencoba memainkan peran politik diplomasi parlemen, menjadi penengah di antara faksi-faksi di Palestina. Indonesia yang terdiri berbagai suku bangsa, agama, pulau bisa bersatu, maka ini menjadi alasan kuat bagi Indonesia bisa menjadi pemersatu bagi rakyat Palestina,” tegasnya. Perwakilan BKSAP (Badan Kerja Sama Antar-Parlemen) DPR RI, Darul Siska juga sepakat agar parlemen bahu membahu dengan pemerintah mendorong potensi yang ada di Palestina antara Fatah dan Hamas agar bisa bersatu. “Ini kerja yang tidak mudah, namun ini adalah salah satu prasyarat untuk kita bisa lebih optimal membantu Palestina mewujudkan kemerdekaannya.” Perwakilan Kemenlu RI yang turut hadir dalam acara tersebut, Bagus Hendraning Kobarsyih selaku Direktur Timur Tengah Kemenlu RI turut menegaskan posisi Indonesia dalam masalah Palestina – Israel. “Posisi Indonesia jelas tidak pernah mendukung Israel sampai Jerusalem dibebaskan dan Palestina merdeka. Kita akan terus membantu dengan segenap kemampuan.” Sementara itu, Duta Besar Palestina untuk Indonesia, DR. Zuhair Al Shun menyampaikan penghargaan atas posisi dan dukungan pemerintah serta rakyat Indonesia terhadap Palestina. “Kami benar-benar bangga dengan Indonesia dan posisi yang dilakukan oleh negara tercinta ini. Kami sangat yakin bahwa Indonesia akan tetap dan terus mendukung semua warga Palestina sampai Jerusalem merdeka.” Selain dihadiri oleh Duta Besar Palestina untuk Indonesia dan Kementerian Luar Negeri RI, FGD GKSB – BKSAP DPR RI terkait Palestina juga dihadiri oleh sejumlah lembaga-lembaga peduli Palestina yang ada di Indonesia.

MER-C Sesalkan Insiden Penembakan Dokter dan Aktifis Kemanusiaan, dr. Sunardi

MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) Indonesia menyesalkan terjadinya penembakan terhadap dr. Sunardi, seorang dokter yang juga aktifis kemanusiaan dan Pendiri Lembaga Hilal Ahmar Society Indonesia (HASI). Dr. Sunardi ditembak mati oleh Tim Detasemen Khusus 88 (Densus 88) atas dugaan terorisme, pada Rabu/9 Maret 2022. Penembakan mati di tempat tanpa proses peradilan yang dilakukan oleh Densus 88 adalah sebuah pelanggaran Hak Asasi Manusia karena tidak mengedepankan asas praduga tidak bersalah dan harus dapat dipertanggung jawabkan. Untuk itu, demi kemanusiaan dan penghormatan terhadap Hak Asasi Manusia, MER-C meminta Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) untuk turun guna melakukan investigasi dan verifikasi atas insiden penembakan ini. Hasil investigasi agar disampaikan kepada public sehingga bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ada dalam benak masyarakat. Aparat dalam hal ini Densus 88 seharusnya bisa bertindak lebih persuasif kepada orang-orang yang masih terduga terorisme. Terlebih dr. Sunardi adalah dokter yang akan bertindak kooperatif apabila Densus 88 melakukan pendekatan persuasif, tidak menganggapnya sebagai penjahat yang dilakukan penembakan di luar mekanisme hukum. MER-C Indonesia menyampaikan duka dan keprihatinan mendalam atas insiden penembakan sejawat, dr. Sunardi. MER-C berharap kejadian serupa tidak terulang dan tidak dilakukan kembali oleh aparat dengan dalih apapun. Jakarta, 11 Maret 2022 Dr. Sarbini Abdul MuradKetua Presidium MER-C

Misi MER-C di Wilayah Pasca Gempa Pasaman Barat (Sumbar) Terus Berlangsung

Selama sempat dua hari kemarin tidak ada kabar, Alhamdulillah tadi malam Tim MER-C yang masih bertugas di wilayah gempa Pasaman Barat akhirnya bisa mendapat sinyal dan menghubungi MER-C Pusat di Jakarta.   “Alhamdulillah kami sehat semua. Untuk di Timbo Abu (wilayah Posko MER-C) saat ini masih terjadi pemadaman listrik dikarenakan beberapa jalur listrik putus dampak dari longsor. Jaringan seluler juga masih terputus. Kami harus bergeser ke tempat lain untuk mendapatkan sinyal,” ujar Taufik, salah satu anggota Tim yang berprofesi sebagai perawat. Dr. Muhammad Zuhdi, Ketua Tim MER-C untuk Misi Medis Gempa Bumi Pasaman Barat melaporkan bahwa kegiatan pengobatan baik di posko Timbo Abu maupun mobile clinic masih terus berlangsung. Pelayanan di posko terdiri dari pengobatan, beberapa tindakan bedah minor dan infus pasien, termasuk koordinasi dengan pihak-pihak terkait seperti Sekda, Dinkes, Dinsos, Kesdam 1 Bukit Barisan dan beberapa pihak lainnya.  Bersama dengan aparat, tim MER-C sempat merujuk pasien warga terdampak gempa ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan yang lebih lanjut. Akses untuk keluar dari wilayah posko Tim MER-C di Timbo Abu juga sempat terputus baik dari sisi utara dan selatan, yang saat ini sedang diperbaiki secara bertahap. Dukungan dan Bantuan dapat disalurkan melalui :   Rekening Kemanusiaan MER-C BSI – BSM, 701.565.8899 BCA, 686.0099339 Atas nama Medical Emergency Rescue Committee   Info lebih lanjut: Call Center MER-C : 0811990176 Website : www.mer-c.org FB & Youtube : MER-C Indonesia Twitter & IG : @mercindonesia

MER-C Dirikan Posko Kesehatan di Timbo Abu, Pasaman Barat

Pagi ini, 28 Februari 2022 Tim Advance MER-C yang terdiri dari 7 relawan telah melaksanakan rapat koordinasi di Dinas Kesehatan bersama seluruh relawan medis yang membantu penanganan korban bencana gempa bumi Pasaman, Sumbar. Dalam rapat koordinasi tersebut ditetapkan penyebaran relawan ke wilayah-wilayah yang masih membutuhkan layanan kesehatan. Tim MER-C ditempatkan di Timbo Abu dan Mudiak Simpang, Pasaman Barat. Tim akan mendirikan pos kesehatan di Timbo Abu. Selain melayani pengobatan kepada warga terdampak bencana di posko, akan ada tim yang bertugas mobile clinic, menyusuri pelosok-pelosok wilayah gempa yang belum tersentuh bantuan. Hal ini dalam rangka melakukan pengobatan dan case finding. Kasus-kasus yang memerlukan penanganan lebih lanjut akan dirujuk ke Rumah Sakit.  Dukungan dan Bantuan dapat disalurkan melalui : Rekening Kemanusiaan MER-CBSI – BSM, 701.565.8899BCA, 686.0099339Atas nama Medical Emergency Rescue Committee Info lebih lanjut:Call Center MER-C : 0811990176Website : www.mer-c.orgFB & Youtube : MER-C IndonesiaTwitter & IG : @mercindonesia

MER-C Kirim Tim Lanjutan ke Wilayah Gempa di Pasaman Sumbar

Minggu malam (28 Feb 2022) sekitar pkl 22.00, MER-C mengirimkan tim medis lanjutan ke wilayah gempa bumi Pasaman, Sumatera Barat. Tim terdiri dari1.    Dr. Muhammad Zuhdi (Ketua Tim)2. Taufik Nursidik (Perawat)3.    Izzati Rozi Zulmi, ST ( Tim  Transportasi & Logistik)4. Abdul Qodir Muftie (Tim Transportasi & Logistik) Tim yang diketuai oleh dr. Muhammad Zuhdi, berangkat dari Jakarta dengan menggunakan armada double cabin yang diharapkan bisa memudahkan pergerakan tim ke wilayah-wilayah pelosok yang belum dan masih membutuhkan bantuan medis. Tim akan bertugas selama 1 minggu ke depan, menggantikan Tim Advance dari Padang dan Medan yang saat ini sedang bertugas di sana. Dukungan dan Bantuan dapat disalurkan melalui : Rekening Kemanusiaan MER-CBSI – BSM, 701.565.8899BCA, 686.0099339Atas nama Medical Emergency Rescue Committee Info lebih lanjut:Call Center MER-C : 0811990176Website : www.mer-c.orgFB & Youtube : MER-C IndonesiaTwitter & IG : @mercindonesia

Tim MER-C Tiba di Lokasi Gempa Malampah, Pasaman

Jum’at malam/25 Februari 2022, sekitar pukul 18.00 waktu setempat, Tim advance MER-C yang bergerak dari Batipuh Sumbar pasca bencana gempa bumi 6,2 SR mengguncang Pasaman dan sekitarnya pada Jum’at pagi, akhirnya tiba di lokasi bencana, tepatnya di Nagari Malampah, Kecamatan Tigo Nagari, Kabupaten Pasaman Timur. “Saat kami tiba tadi malam, belum ada bantuan yang masuk ke daerah Malampah. Nakes juga belum ada,” ungkap Wirsal, relawan perawat MER-C yang melakukan assessment awal. “Belum ada posko Induk dan media center, infonya baru hari ini katanya akan dibuat, namun belum ada gambaran di daerah mana akan dibangun. Warga membangun tenda-tenda di depan rumah mereka,” ujarnya. Akibat gempa, di daerah Malampah tepatnya di desa Guguang dilaporkan sebanyak enam warga belum ditemukan. Di desa Melayu sebanyak lima warga meninggal dunia. Empat orang diantaranya sudah dimakamkan, sementara satu orang lagi masih dalam pencarian karena tertimbun reruntuhan bangunan. Gempa susulan berskala lebih kecil masih terus terjadi. Untuk korban luka-luka ditangani di RS sekitar seperti RSUD Jambak Pasbar dan RS Yarsi. Korban yang tidak dapat ditangani dirujuk ke RS yang lebih besar seperti RS M. Djamil di Padang. Diperkirakan masih ada korban-korban di lapangan yang belum mau dan belum bisa dibawa ke RS, namun jumlahnya belum bisa dipastikan. Tim melaporkan sempat terjebak di desa terdampak karena akses menuju lokasi pada Jum’at malam sempat terputus akibat air meluap sampai ke jalan. Namun sekitar Sabtu/26 Februari 2022, pukul 4 pagi dengan bantuan alat berat akhirnya jalan dapat diakses kembali dan Tim MER-C bisa melanjutkan assessment ke desa-desa terdampak lainnya. “Di sini listrik dan jaringan internet padam total, namun untuk jaringan telepon masih ada di titik titik tertentu. Untuk masuk ke desa-desa terdampak selain jalan yang sempit aksesnya juga mendaki,” tambahnya. Sementara, lima relawan tambahan yang berangkat dari Medan masih dalam perjalanan menuju lokasi bencana. Jika diperlukan, selain tim medis umum, MER-C akan menurunkan Tim Bedah untuk membantu penanganan operasi para korban gempa. Dukungan dan bantuan bagi program ini dapat disalurkan melalui : Rekening Kemanusiaan MER-CBSI – BSM, 701.565.8899BCA, 686.0099339Atas nama Medical Emergency Rescue Committee Info lebih lanjut :Call Center MER-C : 0811990176Website : www.mer-c.orgFB & Youtube : MER-C IndonesiaTwitter & IG : @mercindonesia

Silahkan bertanya?