MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

Puluhan Rumah Hangus dan 251 Jiwa Mengungsi, MER-C Sigap Salurkan Bantuan di Kampong Jawa

Aceh – MER-C menyalurkan bantuan untuk korban kebakaran besar yang melanda Dusun Muthadahuddin, Desa Kampong Jawa, Kota Lhokseumawe, pada Selasa (5/5/2026). Sebagai bagian dari fase respons awal, MER-C memberikan bantuan berupa 15 dus mi instan dan 10 dus biskuit. Bantuan tersebut diserahkan oleh Koordinator MER-C Aceh, Ira Hadiati. Ia juga mengunjungi lokasi kejadian untuk melihat langsung kondisi rumah-rumah warga yang mengalami kerusakan akibat kebakaran. Peristiwa ini mengakibatkan puluhan rumah hangus terbakar dan ratusan warga terpaksa mengungsi. Berdasarkan data sementara dari Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Kota Lhokseumawe, tercatat sebanyak 77 unit rumah terbakar maupun rusak. Sebanyak 81 kepala keluarga (KK) dengan total 251 jiwa terdampak dalam kejadian tersebut. Selengkapnya di link ini #MariBersamapulihkanSumatra #mercindonesia #relawanmerc #tim_medis_merc #misi_kemanusiaan #bencana_banjir_longsor_Aceh_Sumatra

Nakes RSUD Aceh Utara Ikuti Pelatihan Basic Life Support yang Digelar MER-C

Aceh Utara – Para tenaga kesehatan (nakes) RSUD dr. Muchtar Hasbi Lhoksukon, Aceh Utara, antusias mengikuti pelatihan basic life support yang diselenggarakan oleh MER-C Indonesia pada Ahad (15/01/2026). Relawan MER-C, dr. Shinta Chairiah, memberikan materi pelatihan terkait kegawatdaruratan medis khususnya pada bidang pernapasan atau respirasi. Materi meliputi cara penanganan serta evaluasi pasien setelah diberikan terapi inisiasi atau terapi awal. Melalui pelatihan ini, diharapkan para nakes RSUD dr. Muchtar Hasbi dapat memberikan pelayanan yang lebih optimal sehingga meringankan gejala pasien dan tidak perlu dirujuk ke rumah sakit yang lebih berat. Selain dr. Shinta Chairiah, dua relawan MER-C lainnya, yakni dr. Raihan Zata Amani dan Perawat Ela Herawati, juga turut memberikan materi dalam pelatihan tersebut. Selengkapnya di link ini #MariBersamapulihkanSumatra #mercindonesia #relawanmerc #tim_medis_merc #misi_kemanusiaan #bencana_banjir_longsor_Aceh_Sumatra

MER-C Berikan Pelatihan Kegawatdaruratan bagi Nakes RS Muchtar Hasbi Aceh Utara

Aceh — MER-C kembali melaksanakan pelatihan kegawatdaruratan medis sebagai upaya penguatan kapasitas tenaga kesehatan (nakes) di Rumah Sakit Muchtar Hasbi, Lhoksukon, Aceh Utara, pada Sabtu (21/01/2026). Pada kesempatan tersebut, salah satu relawan MER-C, dr. Hidayatullah, Sp.PD, memberikan materi seputar kegawatdaruratan di bidang penyakit dalam. Materi yang disampaikan meliputi penanganan kondisi hipertensi, terkait emergency dan urgency, kondisi hiperglikemia ekstrem, serta pengenalan gambaran beberapa EKG yang bersifat emergency. Kegiatan pelatihan berlangsung dengan lancar. Para peserta dapat menerima materi dengan baik, serta terlibat aktif dalam diskusi yang interaktif. MER-C berharap pelatihan ini dapat meningkatkan kapasitas para nakes di RS Muchtar Hasbi, agar kedepannya siap saat sudah menjadi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) menuju Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjutan (FKTL) sebagaimana yang diharapkan. Pelatihan ini merupakan kali kedua yang dilaksanakan oleh MER-C di rumah sakit tersebut. Sebelumnya, MER-C juga telah memberikan pelatihan serupa kepada para nakes pada Ahad (15/01/2026). Selain kegiatan pelatihan, Tim MER-C turut membantu memberikan pelayanan kesehatan di RS Muchtar Hasbi sebagai bagian dari upaya pemulihan layanan medis pascabencana banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh. Selengkapnya di link ini ——————————————— #MariBersamapulihkanSumatra #mercindonesia #relawanmerc #tim_medis_merc #misi_kemanusiaan #bencana_banjir_longsor_Aceh_Sumatra

Layanan Fisioterapi Klinik GWB Hadirkan Harapan bagi Warga Gaza untuk Pulih

Gaza – Di tengah genosida yang terus merenggut banyak nyawa dan menyebabkan ratusan ribu korban luka serta cedera, layanan fisioterapi di Klinik Giving Without Borders (GWB) di Al Mawasi, Khan Younis, menjadi harapan bagi warga Gaza untuk pulih. Mulai beroperasi sejak Desember 2024, layanan fisioterapi di Klinik Giving Without Borders, hadir untuk merespons kebutuhan masyarakat di kawasan padat pengungsi di Al Mawasi, Khan Younis, terutama setelah gelombang pengungsian akibat perang. Sejak dibuka, layanan fisioterapi Klinik Giving Without Borders, telah membantu banyak pasien dalam proses pemulihan mereka. Tim fisioterapis yang terdiri dari lima perempuan dan lima laki-laki spesialis terus berupaya memberikan pelayanan terbaik di tengah berbagai keterbatasan. Setiap harinya, mereka melayani lebih dari 50 pasien. Di tengah sulitnya akses masuk peralatan medis akibat blokade, para fisioterapis juga berinisiatif menggunakan serta membuat peralatan alternatif guna menunjang pelayanan rehabilitasi bagi pasien. Layanan fisioterapi di klinik ini menangani berbagai kasus, mulai dari anak dengan cerebral palsy, pasien fraktur, hingga penderita stroke. Tidak hanya menyediakan fisioterapi, Klinik Giving Without Borders juga menghadirkan layanan terapi okupasi, yang sangat penting bagi pasien rehabilitasi. Terapi okupasi membantu pasien, terutama anak-anak, untuk kembali memperoleh kemandirian dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Layanan ini fokus pada peningkatan kualitas hidup pasien sesuai dengan kebutuhan pribadi masing-masing. Selama perang berlangsung, tekanan terhadap departemen rehabilitasi meningkat secara signifikan. Jumlah pasien cedera terus bertambah, termasuk korban fraktur, luka bakar, gangguan kecemasan, hingga cedera saraf tepi. Tim fisioterapis menyampaikan terima kasih atas dukungan MER-C Indonesia terhadap Klinik Giving Without Borders, sehingga departemen fisioterapi dapat beroperasi dan memberikan layanan yang menjadi harapan bagi warga Gaza untuk kembali pulih. Selengkapnya di link ini #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina #emtmercindonesia

MER-C jalin silaturahmi dengan pendiri PT Tiga Serangkai, Hj. Siti Aminah Abdullah.

Solo – MER-C pada Rabu (6/5) melakukan kunjungan silaturahmi dengan Pendiri PT Tiga Serangkai Hj. Siti Aminah Abdullah, sosok yang telah banyak mendukung misi kemanusiaan MER-C. Kunjungan diwakili oleh Presidium MER-C dr. Tonggo Meaty Fransisca, staf Humas Riny Nurmarita dan Dinda Azzahra, serta relawan dr. Erico Rizqi Yakson. Dalam pertemuan ini, MER-C membahas berbagai misi kemanusiaan yang telah dilakukan di sejumlah negara, termasuk Palestina. MER-C menjelaskan kepada Hj. Aminah bahwa pelaporan kegiatan kemanusiaan kepada publik merupakan bentuk tanggung jawab kepada masyarakat. MER-C juga menegaskan komitmen untuk menjalankan seluruh kegiatan secara transparan. Hj. Aminah konsisten mendukung berbagai program kemanusiaan MER-C. Ia mengaku terinspirasi dari pendiri MER-C, almarhum dr. Joserizal Jurnalis, yang menurutnya merupakan figur yang gigih dalam memperjuangkan isu-isu kemanusiaan. Selengkapnya di link ini

MER-C Bersama Sejumlah Lembaga Kemanusiaan Bahas Penanganan Pengungsi Rohingya di Aceh

Aceh – Nasib pengungsi Rohingya yang tersebar di sejumlah titik pengungsian di Aceh hingga kini masih belum menentu dan cukup memprihatinkan. Untuk itu, MER-C bersama sejumlah lembaga dan organisasi kemanusiaan lainnya terus berupaya memberikan perhatian melalui berbagai program bantuan serta advokasi pemenuhan hak-hak dasar pengungsi. Pada Senin (4/5), MER-C turut menghadiri pertemuan koordinasi bersama sejumlah lembaga kemanusiaan lainya guna membahas penanganan pengungsi Rohingya di Aceh. Pertemuan tersebut menggarisbawahi sejumlah permasalahan utama, antara lain akses pendidikan anak-anak pengungsi yang belum konsisten, terbatasnya kesempatan pendidikan bagi pengungsi usia dewasa, lemahnya pemberdayaan ekonomi karena bantuan CBI (cash-based interventions) yang belum mencukupi, serta tidak adanya akses kerja formal akibat keterbatasan legal. Selain itu, sistem pengelolaan data pengungsi masih belum optimal untuk mendukung pengambilan kebijakan, sementara penurunan anggaran kemanusiaan akibat instabilitas ekonomi global turut berdampak pada lembaga yang menangani pengungsi. Praktik kerja informal yang tidak terdata, belum optimalnya integrasi sosial-ekonomi dengan masyarakat sekitar, serta belum berkelanjutannya mekanisme rujukan layanan kesehatan, terutama untuk kasus non-darurat, juga menjadi perhatian. Pendekatan penanganan pengungsi pun dinilai belum sepenuhnya humanis di tingkat nasional maupun lokal. Berdasarkan hasil koordinasi tersebut, MER-C bersama sejumlah lembaga lainnya mendorong dibukanya akses pendidikan yang berkelanjutan bagi anak-anak serta perluasan pembelajaran bagi pengungsi dewasa melalui skema berbagi keterampilan. Selain itu, diharapkan adanya penguatan pemberdayaan ekonomi yang lebih berkelanjutan dan aman, peningkatan integrasi sosial-ekonomi dengan masyarakat, serta perluasan layanan kesehatan dan sistem rujukan yang lebih berkelanjutan, disertai pendekatan kebijakan yang lebih manusiawi dan inklusif. Selengkapnya di link ini http://youtube.com/post/UgkxVUvJkVFakUKQtqnlyIo6DXuSc6Nl49si?si=gPS92eBpPmPHtGbI #BantuanUntukRohingya #mercindonesia #MERCAceh #RohingyaAceh #BerbagiKebaikan #MERCForHumanity #rohingya #rohingyarefugees

Mengintip Kesibukan Relawan MER-C Indonesia di Klinik Giving Without Borders

Pada kesempatan itu, ia juga menunjukkan kegiatan penyuluhan terkait personal hygiene yang sangat dibutuhkan warga Gaza di tengah krisis air dan sabun akibat blokade dan agresi yang masih terus berlangsung. Selain memberikan layanan medis, Klinik GWB bersama MER-C juga aktif menyelenggarakan edukasi dan pelatihan bagi warga serta staf klinik. Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan di tengah krisis kemanusiaan yang semakin memburuk. Nadia Rosi telah bertugas di Jalur Gaza untuk ketiga kalinya. Dalam penugasan ketiganya bersama Emergency Medical Team (EMT) MER-C ke-10 sejak Oktober 2025, ia memutuskan untuk memperpanjang masa tugasnya. Hingga kini, Nadia telah menjalankan misi kemanusiaan di Gaza selama hampir enam bulan. Ia mengaku bersyukur kembali mendapat kepercayaan dari MER-C dan merasa senang dapat kembali bertemu serta membantu masyarakat Gaza. Selengkapnya di link ini ——————————————— Donation Account: Bank Central Asia (BCA), 686.0153678Bank Mandiri, 124.000.8111.925Bank Syariah Indonesia (BSI), 700.1352.061Bank Mega Syariah (BMS), 1000.209.400Bank Muamalat Indonesia (BMI), 358.000.1720Bank Rakyat Indonesia (BRI), 033.501.0007.60308 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina #emtmercindonesia

Ramai Foto Spanduk dan Bendera Penjajah Israel di RS Indonesia, MER-C: Kembalikan Hak Warga Gaza!

Pada tanggal 20 April 2026, beredar foto di berbagai platform media, spanduk berbahasa Ibrani yang dipasang militer penjajah Israel di sisi timur laut gedung RS Indonesia di Gaza. Spanduk bertuliskan, “Lihatlah, suatu kaum yang bangkit seperti singa betina, yang mengaum seperti singa jantan”, dipasang dalam rangka Hari Paskah Yahudi. Kejadian ini terjadi sekitar awal April 2026. Tentara Israel masuk dan melaksanakan perayaan serta tarian di atap Rumah Sakit Indonesia. Saat ini, menurut sumber lokal MER-C di Gaza, gedung RS Indonesia telah kosong dan tidak ada aktivitas. Menanggapi kejadian tersebut, MER-C Indonesia menegaskan bahwa penguasaan wilayah Gaza utara oleh penjajah Israel merupakan kejahatan kemanusiaan. Penyalahgunaan fungsi bangunan Rumah Sakit Indonesia juga merupakan pelanggaran serius terhadap Hukum Humaniter Internasional, khususnya Konvensi Jenewa 1949, serta tindakan yang memprovokasi moral masyarakat Palestina dan Indonesia. MER-C Indonesia mendorong pemerintah Indonesia agar menyampaikan nota protes keras atas tindakan provokatif tentara Israel tersebut dan mendesak agar Israel menarik diri dari wilayah Gaza yang diduduki secara ilegal. Rumah Sakit Indonesia adalah bukti solidaritas masyarakat Indonesia kepada masyarakat Palestina. Pembangunan RS Indonesia yang diinisiasi MER-C dari hasil donasi masyarakat Indonesia mulai dibangun pada 14 Mei 2011. Rumah Sakit Indonesia mulai beroperasi pada 27 Desember 2015 setelah Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza secara resmi membukanya, dan diresmikan secara simbolis oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla pada 9 Januari 2016 di Jakarta. Selama genosida, rumah sakit ini telah menjadi bukti usaha warga Gaza menjaga kedaulatan dan mempertahankan nilai kemanusiaan. Sejak Oktober 2023 sampai Oktober 2025, militer Israel telah melakukan lebih dari 300 serangan ke Rumah Sakit Indonesia dan wilayah sekitarnya. Selengkapnya di link ini

MER-C Kirim EMT ke-13 untuk Perkuat Layanan Medis di Jalur Gaza

Jakarta — MER-C Indonesia kembali mengirimkan Emergency Medical Team (EMT) ke Jalur Gaza, Palestina, pada Senin (20/4/2026). EMT MER-C ke-13 ini terdiri dari relawan logistik, Nanang Khoirino, serta dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi, dr. Juli Hartati, Sp.KFR. Nanang akan bertugas di Mesir untuk mendukung pengadaan dan distribusi bantuan kemanusiaan berupa alat kesehatan serta perlengkapan medis lainnya untuk menunjang operasional Klinik Giving Without Borders di Khan Younis, Gaza Selatan. “Pengadaan alat kesehatan ini sangat penting untuk menunjang layanan kesehatan terutama di Khan Younis, karena saat ini fasilitas kesehatan MER-C Indonesia yang ada di Khan Younis permintaannya sangat luar biasa. Kita perharinya bisa melayani lebih dari 1000 pasien. Maka dari itu diperlukan dukungan tambahan untuk memperkuat layanan fasilitas kesehatan tersebut,” ujar Nanang. Sementara itu, dr. Juli rencananya akan bertugas di fasilitas kesehatan Gaza yang memiliki layanan rehabilitasi medik untuk menangani pasien nyeri, pasien pasca amputasi dan penyandang disabilitas, atau anak-anak berkebutuhan khusus. Dr. Juli merupakan dokter rehabilitasi medis pertama yang dikirim MER-C ke Jalur Gaza. Selama bertugas, ia juga akan melakukan asesmen awal untuk mengidentifikasi kebutuhan layanan rehabilitasi medik di wilayah tersebut. “Karena ini merupakan pengiriman pertama dokter rehabilitasi, tahap awal saya akan melakukan asesmen terkait kebutuhan layanan rehabilitasi medik di Gaza,” kata dr. Juli. Proses pengiriman bantuan di tengah blokade yang diberlakukan Israel tentu tidak mudah dan menjadi tantangan besar. Karena itu, kami memohon dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia agar misi kemanusiaan ini dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat terbaik bagi saudara-saudara kita di Gaza. Selengkapnya di link ini ——————————————— Donation Account: Bank Central Asia (BCA), 686.0153678 Bank Mandiri, 124.000.8111.925 Bank Syariah Indonesia (BSI), 700.1352.061 Bank Mega Syariah (BMS), 1000.209.400 Bank Muamalat Indonesia (BMI), 358.000.1720 Bank Rakyat Indonesia (BRI), 033.501.0007.60308 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina #emtmercindonesia

Pengungsi Rohingya di Aceh akan Direlokasi ke Shelter Baru, MER-C Hadiri Rapat Persiapan

Aceh  – Koordinator MER-C Aceh, Ira Hadiati, pada Senin (13/4) menghadiri rapat terkait kebijakan relokasi penampungan pengungsi Rohingya yang digelar oleh Pemerintah Kota Lhokseumawe. Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Asisten I Setdako Lhokseumawe, Mirdha Ihsan. Rapat ini membahas rencana relokasi pengungsi etnis Rohingya yang saat ini menempati bekas kantor Imigrasi. Para pengungsi direncanakan akan dipindahkan ke shelter baru pada pertengahan Mei 2026. Shelter baru yang berlokasi di Desa Masjid Punteuet, Kecamatan Blang Mangat, kini telah dilengkapi sejumlah fasilitas penunjang. Salah satunya adalah klinik kesehatan MER-C. Ira mengatakan, Klinik MER-C telah selesai dibangun dan saat ini sedang dalam proses pengadaan peralatan kesehatan standar klinik pratama. Klinik tersebut akan menjadi bagian penting dalam upaya penyediaan layanan kesehatan bagi para pengungsi. Selain klinik, shelter yang dibangun di atas lahan seluas dua hektare ini juga dilengkapi dengan asrama tempat tinggal, sarana pendidikan, tempat ibadah, akses air bersih, serta berbagai fasilitas penunjang lainnya. Pembangunan fasilitas ini dilakukan dengan melibatkan sejumlah organisasi kemanusiaan. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/p/DXIramJk6rE/?igsh=MW5seWI1N3hvMXpicQ== https://www.facebook.com/share/v/1AwG98JiBZ/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZSHGB31k7 ——————————————— Donation Account: Bank Syariah Indonesia (BSI), 700.130.6833Bank Central Asia (BCA), 686.028.0009Bank Mandiri, 124.000.8111.982 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #BantuanUntukRohingya #mercindonesia #MERCAceh #RohingyaAceh #BerbagiKebaikan #MERCForHumanity #rohingya #rohingyarefugees

Silahkan bertanya?