MER-C dan Pembaca Republika Bantu Perlengkapan Sekolah untuk Anak-anak Palestina

MER-C dan Republika kembali bekerjasama menyalurkan bantuan untuk rakyat Palestina. Kali ini bantuan yang diberikan dalam bentuk perlengkapan sekolah untuk anak-anak. Paket bantuan berisi perlengkapan sekolah lengkap yang terdiri dari tas, sepatu, seragam (kemeja/atasan), celana panjang jeans, buku tulis, buku gambar, pensil warna, tempat pensil, dan alat-alat tulis. Sasaran penerima bantuan adalah anak-anak tingkat Sekolah Dasar di Jalur Gaza yang membutuhkan seperti yatim, anak dari keluarga dhuafa, dan dari keluarga syuhada. Sebanyak total 300 paket perlengkapan sekolah didistribusikan secara langsung oleh Relawan MER-C Cabang Gaza ke sekolah-sekolah di Jalur Gaza. Sebanyak 200 paket diantaranya merupakan donasi dari Pembaca Republika dan sisanya sebanyak 100 paket merupakan donasi dari masyarakat Indonesia melalui MER-C. Bantuan ini diharapkan dapat menambah semangat anak-anak Gaza untuk sekolah dan mengejar cita-cita mereka. Keceriaan terpancar dari wajah polos dan suci anak-anak Gaza saat menerima bantuan. Ungkapan terima kasih Indonesia, terima kasih MER-C dan terima kasih Pembaca Republika mereka sampaikan atas perhatian yang tak pernah berhenti dari rakyat Indonesia. Bantuan dan Donasi untuk Program-program Kemanusiaan Gaza – Palestina dapat disalurkan melalui: BSI – BSM, 700.290.5803 BCA, 686.033.5555 Bank Mandiri, 124.000.3753.754 Semua rekening atas nama:Medical Emergency Rescue Committee Simak tayangannya di MER-C Indonesia https://youtu.be/l8kDPPY-OYI Info : MER-C IndonesiaCall Center : 0811990176FB dan Youtube : MER-C IndonesiaIG dan Twitter : @mercindonesia
Wakil Ketua MPR RI : Konflik Palestina Bukan Perang Agama, Ini Masalah Kemanusiaan

Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat menekankan bahwa apa yang terjadi di Palestina bukanlah perang agama, bukan pertikaian muslim dan non muslim, namun ini adalah masalah kemanusiaan. Ia juga mengapresiasi apa yang telah dilakukan MER-C di Palestina sebagai wujud dari pelaksanaan konsensus kebangsaan yang menjadi amanah dari para pendiri bangsa, yaitu menjaga perdamaian dunia. Hal ini disampaikannya saat menerima kunjungan Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad dan Tim di rumah dinasnya, Kamis/23 September 2021. Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar 45 menit tersebut, kedua belah pihak berdiskusi mengenai masalah Palestina. Mewakili MER-C, Sarbini Abdul Murad menyampaikan progress program MER-C di wilayah Jalur Gaza serta kendala yang dihadapi saat ini yaitu masih sulitnya perizinan masuk ke Jalur Gaza untuk menindaklanjuti program pengembangan RS Indonesia di sana. Menanggapi paparan Ketua Presidium MER-C, Wakil Ketua MPR RI periode 2019 – 2024 ini mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh MER-C di Palestina yang menurutnya merupakan pelaksanaan konsensus kebangsaan dan UUD 1945 dalam rangka ikut mewujudkan perdamaian dunia. Ia juga menekankan bahwa masalah Palestina bukan pertikaian muslim dan nonmuslim, namun merupakan masalah kemanusiaan yang menjadi tanggung jawab semua. “Saya sendiri mengikuti perjalanan program MER-C di Palestina dari pembicaraan awal sejak 3-4 tahun lalu sejak saya masih di Media Grup. Saat ini ada dua saya melihat apa yang dilakukan MER-C dalam konteks kapasitas saya sekarang. Kita mengenal yang namanya konsensus kebangsaan. Salah satu yang jelas-jelas ada di dalam konsensus kebangsaan, ada dalam pembukaan UUD 1945 adalah ikut melaksanakan tercapainya perdamaian dunia. Itu tugas dan tanggung jawab kita menurut saya. Sebagai warga negara yang baik, yang memegang teguh janji-janji kita terhadap konsensus kebangsaan, yang dilakukan MER-C sesungguhnya melaksanakan betul apa yang menjadi amanah dari para founding fathers, amanah kita dan tugas kita sebagai warga negara untuk ikut menjaga terciptanya perdamaian dunia dalam konteks negara. Saya betul-betul mengapresiasi rekan-rekan semua yang tergabung di MER-C yang terpanggil untuk bergerak,” ujarnya. “Gaza bukan pertikaian muslim dan nonmuslim, ini betul-betul masalah politik. Tapi di atas itu semua saya melihat ini masalah kemanusiaan. Dengan cara kita masing-masing memiliki tugas untuk bisa mengambil peran dan tanggung jawab. Saya kira kehadiran MER-C sangat baik, membantu kita semua untuk meluruskan berbagai isu yang beredar atau terutama memberikan pemahaman sehingga kita bisa meletakkan permasalahan yang ada di Gaza Palestina ini pada konteks yang tepat. Kehadiran MER-C merepresentasikan keberadaan bangsa kita, menjalankan apa yang diamanahnya kepada kita sebagai warga negara dan juga sebagai manusia,” tambahnya. Mengenai peran pemerintah, ia juga menjelaskan bahwa Pemerintah sudah mengambil posisi dan peran, Menlu RI juga sudah aktif berbicara dan mengambil peran. Namun menurutnya, konflik Palestina bukan sebuah konflik yang sederhana, cukup kompleks dan merupakan sebuah perjuangan kemanusiaan. “Pemerintah dalam konteks politik luar negeri kita, sepanjang yang saya ketahui sudah mengambil posisi dan peran. Saya rasa Menlu kita sudah cukup aktif berbicara. Tapi kita juga tahu bahwa konflik Palestina ini bukan sebuah konflik yang sederhana, ini cukup kompleks, sekali lagi ini sebuah perjuangan kemanusiaan. Ini salah satu tugas kita semua, bukan hanya pemerintah, yaitu memberikan pemahaman yang tepat dan benar kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk bisa melihat dan menempatkan masalah Palestina sesuai konteksnya. Saya kira ini baru bisa selesai kalau memang seluruh bangsa bersama-sama bersatu menyelesaikannya,” tegasnya. Untuk itu, Lestari berharap dan mengajak agar semua pihak tidak lelah menyuarakan hal ini sehingga gerakan membela Palestina bisa lebih luas tidak terbatas sekat-sekat agama. “Marilah kita tidak lelah menyuarakan ini kepada saudara-saudara kita seluruh masyarakat Indonesia bahwa sekali lagi ini bukan perang agama, ini betul-betul murni masalah kemanusiaan, sehingga dengan demikian gerakan-gerakan untuk membela Palestina bisa kita rangkul secara lebih luas tidak terbatas sekat-sekat agama. Seluruh warga Indonesia yang memiliki perhatian dan simpati bisa terlibat. Yang kita kedepankan adalah peran kita sebagai warga dunia dan tugas kita untuk menjaga perdamaian dunia,” ujarnya. Sebelumnya pada 10 Juli 2019, Lestari Moerdijat dalam kapasitasnya saat itu sebagai Deputy Chairman Media Group telah menyerahkan donasi dari Media Group kepada MER-C sebesar Rp 6.507.911.514,- sebagai wujud dukungan untuk pembangunan tahap 2 RS Indonesia di Gaza, Palestina. Berkat dukungan dari seluruh rakyat Indonesia, pembangunan tahap dua untuk membangun lantai 3 dan 4 RS Indonesia di Gaza sudah selesai pada pertengahan tahun 2020 lalu dan kini dalam proses pengadaan alat-alat kesehatan. MER-C sejak beberapa waktu lalu telah mempersiapkan Tim relawannya untuk bertugas selanjutnya ke Gaza Palestina untuk mengawasi proses pengadaan alat kesehatan serta rencana pengembangan RS Indonesia ke depan. Namun keberangkatan Tim hingga saat ini belum bisa terlaksana karena masih terkendala izin masuk. Jakarta, 24 September 2021Medical Emergency Rescue Committee
RS Indonesia di Rakhine State Myanmar Mulai Beroperasionalisasi

Rumah Sakit Indonesia yang dibangun di wilayah rawan konflik Rakhine State Myanmar mulai beroperasionalisasi dan memberikan perawatan bagi warga dari kedua belah pihak baik Muslim maupun Budha. Hal ini disampaikan oleh Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad. “Kami bersyukur mendapat kabar baik bahwa Rumah Sakit Indonesia yang berada di Myaung Bwe, Mrauk U, Rakhine State, Myanmar yang dibangun atas upaya bersama Medical Emergency Rescue Committee (MER-C), Palang Merah Indonesia (PMI) dan Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI) sudah dibuka dan beroperasionalisasi,” ujar Sarbini. “Berita ini tentu sangat menggembirakan bahwa RS Indonesia sudah difungsikan oleh pemerintah setempat. RS Indonesia bisa bermanfaat bagi kedua belah pihak, menjadi sarana berbaur masyarakat Budha dan Muslim di sana. Inilah yang kita harapkan. Bagi kami, ini hadiah ulang tahun MER-C ke-22 dan ulang tahun Indonesia ke-76,” tambah Sarbini. Pada hari Jumat/13 Agustus 2021, Rumah Sakit Indonesia sudah mulai memberikan pelayanan bagi warga Muslim dan Budha. Hari itu, sekitar delapan warga Muslim dan enam warga Budha mendapatkan perawatan di RS Indonesia. Rumah Sakit Indonesia yang didirikan atas kerjasama Medical Emergency Rescue Committee (MER-C), Palang Merah Indonesia (PMI) dan Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI) mulai dibangun pada November 2017. Hal ini ditandai dengan peletakan batu pertama atau ground breaking bangunan utama pada 19 November 2017. Acara tersebut dihadiri oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Myanmar, Dirjen Kementerian Kesehatan Myanmar, Secretary of State Rakhine, Perwakilan MER-C serta warga sekitar dari komunitas Budha dan komunitas Muslim. Pembangunan RS Indonesia memakan waktu 2 tahun dari rencana satu tahun yang diperkirakan. Hal ini dikarenakan situasi dan berbagai kendala di lapangan. Diawasi langsung oleh dua insinyur dan dua relawan teknis dari Divisi Konstruksi MER-C, pembangunan akhirnya selesai pada November 2019. Pada 10 Desember 2019, bangunan RS Indonesia yang sangat kental nuansa merah dan putih diserahterimakan kepada pemerintah Myanmar melalui Kementerian Kesehatan dan Olahraga Myanmar di Ibukota Myanmar, Nay Pyi Taw. Usai pembangunan, pengadaan alat kesehatan menjadi proses selanjutnya yang dilakukan oleh Palang Merah Indonesia (PMI). RS Indonesia di Rakhine State, Myanmar merupakan bagian dari diplomasi kemanusiaan MER-C di Rakhine State, Myanmar. Keberadaan rumah sakit yang dibangun oleh umat Muslim dan Budha Indonesia diharapkan dapat mendorong terciptanya perdamaian di Myanmar.*
MER-C Bertemu Dubes Palestina Sampaikan Rencana Pembangunan Poli Spesialis RS Indonesia

Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad bertemu dengan Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Zuhair Al-Shun, Kamis/24 Juni 2021. Bertempat di Kedutaan Besar Palestina di Jakarta, dalam pertemuan tersebut Ketua Presidium MER-C menyampaikan rencana pembangunan Poli Spesialis RS Indonesia yang terletak di Bayt Lahiya, Jalur Gaza bagian Utara. “Kami menjadikan program di Palestina sebagai program yang berkelanjutan, terus menerus. Kami fokus pada pembangunan rumah sakit di Palestina, terutama di Jalur Gaza,” ungkap Sarbini. “Alhamdulillah RS Indonesia di Gaza sudah beroperasional dan insya Allah ke depan kami akan membangun poli spesialis yang akan dibangun di depan RS Indonesia. Tanah wakaf untuk pembangunan Poli Spesialis sudah kami terima seluas kurang lebih 7.000 meter persegi,” tambahnya. Untuk merealisasikan rencana tersebut, menurutnya, MER-C akan mengirimkan Tim Medis dan Tim Insinyur ke Jalur Gaza guna melakukan penjajakan pembangunan poli spesialis RS Indonesia. Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Zuhair Al-Shun menyampaikan apresiasinya terhadap upaya-upaya yang telah dilakukan oleh MER-C Indonesia. “Kami sangat mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh MER-C Indonesia berupa pembangunan fasilitas kesehatan untuk kemaslahatan warga Palestina, terlebih setelah serangan Israel terhadap Palestina dan rakyat sipil,” ujarnya. Duta Besar Palestina selanjutnya menegaskan dukungannya pada program ini dan akan melakukan yang terbaik untuk dapat memfasilitasi rencana pengiriman Tim MER-C ke Jalur Gaza guna terwujudnya rencana tersebut. Sebelumnya, pada tahun 2019 – 2020, MER-C telah menyelesaikan pembangunan tahap 2 RS Indonesia, yaitu pembangunan 2 lantai tambahan berupa lantai 3 dan lantai 4 RS Indonesia. Saat ini, MER-C tengah melakukan proses pengadaan alat kesehatan untuk kedua lantai tersebut. Sebagai wujud komitmen jangka panjang untuk Palestina, pengembangan RS Indonesia akan terus dilakukan sesuai dengan kebutuhan, rencana terdekat adalah pembangunan Poli Spesialis yang posisinya akan berada di depan bangunan RS Indonesia saat ini. Koordinasi dengan berbagai pihak terkait rencana ini terus dilakukan. Sarbini berharap izin untuk Tim MER-C dapat segera didapat dan Tim bisa berangkat dalam waktu dekat.
Donasi RS Indonesia Gaza Palestina
GAZA UNDER ATTACK Ratusan warga Palestina syahid, termasuk anak-anak dan wanita. Ribuan lainnya luka-luka akibat agresi Israel. Saat Ini Layanan dan Alat Kesehatan Rumah Sakit Indonesia Sangat Dibutuhkan oleh Rakyat Gaza – Palestina Bantuan dan donasi untuk Amanah RS Indonesia di Gaza, Palestina*Rekening Amanah RS Indonesia Bank Central Asia (BCA), 686.0153678Bank Mandiri, 124.000.8111.925Bank Syariah Indonesia (BSI), 700.1352.061Bank Mega Syariah (BMS), 1000.209.400Bank Muamalat Indonesia (BMI), 358.000.1720Bank Rakyat Indonesia (BRI), 033.501.0007.60308 Semua rekening atas nama :Medical Emergency Rescue CommitteeInfo:Call Center : 0811 99 0176Facebook : MER-C IndonesiaInstagram : @mercindonesiaTwitter : @mercindonesia#GazaUnderAttack#savegaza#savepalestine#mercgaza#mercindonesia#rsindonesiagaza
Assessment Tim MER-C ke wilayah terdampak bencana di Bena Timor Tengah Selatan, NTT

Assessment Tim MER-C ke wilayah terdampak bencana di Bena Timor Tengah Selatan, NTT, Senin/12 April 2021. Bena adalah salah satu wilayah yang dilanda banjir akibat siklon tropis Seroja. Perjalanan ditempuh selama kurang lebih 3,5 jam dikarenakan akses jalan utama menuju Bena terputus pasca banjir. Jalan yang dilalui Tim adalah jalan alternatif yang rusak dan sempit serta menggunakan metode buka-tutup untuk dapat melintas. Pkl 17.30 wita Tim MER-C bersama Tim Al Fatah Rescue tiba di posko bencana Bena yang terletak di sebuah gereja. Masih tampak jelas kerusakan di sana sini akibat bencana banjir yang menerjang Bena beberapa hari lalu. Sebagian warga Bena juga masih mengungsi karena rusaknya tempat tinggal mereka. Tim MER-C berkoordinasi langsung dengan Bupati dan Kadis Kesehatan Kabupaten Timor Tengah Selatan. Berdasarkan hasil koordinasi dan assessment langsung di lapangan, masalah kesehatan di Bena kami nilai sudah dapat tertangani oleh Peskesmas setempat yang standby 24 jam. Yang masih menjadi perhatian di wilayah ini adalah nutrisi bagi ibu hamil dan balita, sumber air bersih masih banyak yang belum layak konsumsi dan saat ini dalam proses uji kelayakan, serta pembangunan kembali infrastruktur yang rusak. Karena masalah kesehatan yang sudah tertangani, Tim MER-C memutuskan untuk bergerak ke wilayah terdampak bencana lainnya yang belum terjangkau bantuan medis. Tujuan Tim selanjutnya adalah Malaka. “To Help the Most Neglected and the Most Vulnerable People” Bantuan dan Donasi dapat disalurkan melalui Rekening Amanah Kemanusiaan MER-C : BCA. 686.0099339 BSM. 701.5658.899 BNI Syariah. 303.2000.922 Bank Mega Syariah. 1000.209.400 Semua rekening atas nama: Medical Emergency Rescue Committee Info lebih lanjut : Website : www.mer-c.org Call Center : 0811990176 FB : MER-C Indonesia IG dan Twitter : @mercindonesia Youtube : MER-C Indonesia
Pasca Siklon Tropis, MER-C Kirim Tim ke NTT

MER-C Indonesia mengirimkan lima relawannya ke Nusa Tenggara Timur (NTT), provinsi yang sebagian wilayahnya diterjang bencana angin kencang, banjir bandang dan tanah longsor akibat siklon tropis Seroja, Minggu/11 April 2021. Setibanya di Kupang, ibukota NTT Tim langsung berkoordinasi dengan BPBD, Dinas Kesehatan setempat dan pihak terkait lainnya. Berdasarkan hasil koordinasi sementara, Tim MER-C yang beranggotakan Dr. Rifqi Zulfikar, SpB, Dr. Laily Anna Diah Ardi Shinta, Ade Andrian, S.Kep., Ns., Iis Islamiah dan Marissa Noriti, S.Farm, memutuskan untuk melakukan assessment ke Desa Bena di Timor Tengah Selatan (TTS). “Setelah berkoordinasi dengan berbagai pihak, dari BPBD Provinsi menyarankan kami ke Desa Bena di Timor Tengah Selatan,” ujar dr. Rifqi Zulfikar, SpB, Ketua Tim MER-C untuk NTT. “Menurut data yang kami dapat belum ada tim medis ke sana. Info dari lokasi juga masih sangat terbatas karena sulitnya sinyal pasca bencana. Untuk itu, kami akan melakukan assessment langsung ke lapangan,” tambahnya. Bena adalah salah satu desa yang dilanda bencana banjir. Desa ini sering mengalami banjir karena wilayahnya landai, ditambah adanya siklon tropis Seroja yang memicu cuaca ekstrem di NTT. Senin/12 April 2021, Tim MER-C bersama Relawan Ukhuwah Al Fatah Rescue (UAR) bergerak menuju desa Bena. Sebelumnya, Tim membeli tambahan obat-obatan di Kupang untuk persiapan pelayanan medis bagi warga korban bencana. “Sebagian obat kami bawa dari Jakarta, beberapa tambahan obat kami beli di Kupang. Kami juga membawa emergency kit dan set bedah minor yang memungkinkan penanganan operasi kecil di lapangan jika diperlukan. Dengan bekal ini, kami akan melakukan assessment ke wilayah terdampak bencana yang masih membutuhkan bantuan medis. Mohon doanya,” ujar dr. Rifqi, relawan yang baru saja menyelesaikan pendidikan spesialis bedahnya dan langsung terpanggil untuk menjalankan tugas kemanusiaan ke NTT. Bantuan dan Donasi dapat disalurkan melalui Rekening Amanah Kemanusiaan MER-C : BCA. 686.0099339BSM. 701.5658.899BNI Syariah. 303.2000.922Bank Mega Syariah. 1000.209.400Semua rekening atas namaMedical Emergency Rescue Committee Info lebih lanjut :Call Center : 0811990176FB : MER-C IndonesiaIG dan Twitter : @mercindonesiaYoutube : MER-C Indonesia
NTT Dilanda Bencana, MER-C Siapkan Tim Medis

Bencana angin kencang, banjir bandang, dan tanah longsor menerjang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Minggu/4 April 2021 lalu. Bencana alam yang dipicu oleh siklon tropis Seroja telah meluluhlantakkan sebagian wilayah NTT, menghancurkan rumah-rumah warga dan berbagai fasilitas umum yang ada. Tercatat lebih dari 100 orang meninggal dunia dan ratusan lainnya menderita luka-luka. Jumlah korban masih bisa terus bertambah karena puluhan orang dikabarkan hilang dan masih dalam pencarian. Belasan ribu warga di beberapa kabupaten terdampak juga terpaksa mengungsi karena kehilangan tempat tinggal. Bencana terasa lebih berat bagi warga karena terjadi di tengah wabah covid yang masih mendera. MER-C Indonesia kembali mengirimkan Tim Relawan untuk memberi bantuan kepada para korban. Tim terdiri dari dokter bedah, dokter umum, perawat dan relawan logistik akan berangkat menuju lokasi bencana pada Minggu 11 April 2021. Bantuan dan Donasi dapat disalurkan melalui Rekening Amanah Kemanusiaan MER-C : BCA. 686.0099339BSM. 701.5658.899BNI Syariah. 303.2000.922Bank Mega Syariah. 1000.209.400Semua rekening atas namaMedical Emergency Rescue Committee Info lebih lanjut :Call Center : 0811990176FB : MER-C IndonesiaIG dan Twitter : @mercindonesiaYoutube : MER-C Indonesia #prayforNTT #bencana #bencanaalam #siklontropis #siklonseroja #banjirbandangdanlongsor #amanahbagikemanusiaan #donasikemanusiaan#pedulikemanusiaan#timmedismerc#relawanmerc
Paket RAMADHAN untuk PAPUA

Assalamu’alaikum Sahabat, Bulan Suci Ramadhan sebentar lagi tiba. Bulan penuh berkah yang dinanti-nanti umat muslim di dunia, tak terkecuali umat muslim di Papua. Menyambut bulan Ramadhan tahun ini MER-C kembali mengajak Sahabat semua untuk berbagi kepedulian bagi saudara-saudara muslim di Papua melalui program: “Paket RAMADHAN untuk PAPUA” Paket Ramadhan terdiri dari :1. Paket Alat Sholat (mukena, sarung dan sajadah)2. Paket Sembako # Paket Ramadhan akan dibagikan di awal – tengah bulan Ramadhan # Paket Ramadhan akan disalurkan langsung oleh Tim MER-C di Sorong, Papua Barat kepada masyarakat muslim di wilayah-wilayah sasaran mobile clinic MER-C yang benar-benar membutuhkan. Dukungan & Donasi bagi program ini dapat disalurkan melalui : BNI Syariah, 08.111.929.62BCA, 686.066.6608 A/n. Medical Emergency Rescue Committee Harap menambahkan angka 1 di akhir nominal yang akan ditransfer, contoh Rp 50.001,- untuk memudahkan perekapan donasi. # Donasi untuk program ini kami buka s/d hari Ahad (18 April 2021). Mari Berbagi Kebaikan dan Kebahagiaan Ramadhan bersama MER-C Info lebih lanjut :Call Center : 0811990176FB : MER-C IndonesiaIG dan Twitter : @mercindonesiaYoutube : MER-C Indonesia #welovepapua#mercpedulipapua#mercpedulianakpapua#mercindonesia
Welcome to Arar

Sabtu/20 Maret 2021, Tim MER-C kembali melakukan mobile clinic yang merupakan program wajib Klinik MER-C di Sorong. Kali ini sasaran mobile adalah Kampung Arar yang terletak di Pulau Arar, Distrik Mayamuk, Sorong, Papua Barat. Tim mobile clinic terdiri dari 1 dokter dan 1 perawat, sementara tim lainnya tetap bertugas melakukan pelayanan medis di Klinik Utama MER-C yang terletak di Distrik Aimas, Sorong. Perjalanan ke kampung Arar ditempuh dengan dua moda transportasi. Dari Klinik, tim menggunakan kendaraan operasional yang ada, yaitu motor yang selama ini setia menemani perjalanan tim menjelajah kampung-kampung di Papua Barat. Setelah naik motor selama lebih kurang 20 – 30 menit, perjalanan dilanjutkan dengan perahu kecil menuju Pulau Arar. Usai menempuh perjalanan laut sekitar 20 menit juga, tibalah Tim di Pulau Arar. Gapura bertuliskan “Welcome to Arar” menyambut kedatangan Tim. Warga Arar yang mengetahui kedatangan MER-C pun berdatangan ke tempat pengobatan untuk berobat. Selain memberikan pelayanan medis, Tim MER-C juga senantiasa memberikan edukasi kesehatan kepada warga agar lebih peduli pada kesehatan terlebih di masa pandemi seperti sekarang ini. Pemandangan alam yang dilalui selama perjalanan membuat rasa lelah Tim seakan sirna. Setiap perjalanan mobile ke pelosok-pelosok Papua semakin menambah kecintaan kami pada negeri ini, menambah kecintaan kami pada Papua. SEHAT UNTUK PAPUAWE LOVE PAPUA Ayo Bantu Program Kesehatan untuk Papua & Papua Barat. Donasi dapat melalui : BCA, 686.066.6608BNI Syariah, 081.119.2962An. Medical Emergency Rescue Committee Atau melalui :https://kitabisa.com/campaign/sehatuntukpapua Video perjalanan bisa dilihat di :https://youtu.be/ZMNrTh4xQ1c #sehatuntukpapua#behealthyforpapua#welovepapua#mercpedulipapua#mercpedulianakpapua#mercindonesia Info lebih lanjut :Call Center : 0811990176FB : MER-C IndonesiaIG dan Twitter : @mercindonesiaYoutube : MER-C Indonesia