Catatan Tim Medis MER-C 30 September 2019

Mengantisipasi informasi rencana aksi massa pada tanggal 30 September 2019, MER-C kembali mempersiapkan diri. Kami berharap tidak ada korban. Namun sebagai elemen masyarakat yang berfokus pada pertolongan kegawatdaruratan medis kami turut bersiap diri, mensiagakan ambulans dan tim medis ketika ada pengumpulan massa (mass gathering) seperti saat ini, melengkapi kembali oksigen, obat-obatan dan alat-alat medis serta mengkoordinir relawan yang akan turun. Kemarin MER-C menurunkan Tim sebanyak 14 relawan yang terdiri dari dokter, perawat, logistik medis dan lainnya. Ambulans MER-C menuju ke arah pengumpulan massa di sekitar DPR RI. Macet ke arah lokasi mewarnai jalanan yang akan dilalui tim. Namun selalu ada orang-orang yang tergerak hatinya untuk membantu dengan apapun yang mereka bisa. Melihat ambulans tertahan oleh kemacetan di sekitar Tanah Abang, pengendara motor langsung menawari untuk membuka jalan bagi ambulans. Dengan sigap mereka mengatur mobil-mobil untuk bergeser dan membuka jalan, ambulans kami pun bisa lewat sampai akhirnya bertemu kerumunan massa di sekitar perempatan Slipi. Begitu tiba, ambulans dan Tim Medis MER-C langsung didatangi massa yang berlarian dari arah Palmerah. Mereka mengetuk-ngetuk kaca dan badan ambulans meminta pertolongan akibat terkena gas air mata. Tim MER-C yang sudah dilengkapi kacamata google dan masker keluar dari ambulans untuk memberikan penanganan gas air mata dan pemberian oksigen. Walau sudah memakai pelindung, kami saja masih merasakan perih di mata dan hidung. Tidak berselang lama, di lokasi tempat kami berada, massa dipukul mundur oleh aparat dengan gas air mata yang dijatuhkan dari atas fly over untuk menghalau dan membubarkan mereka yang masih berkumpul dan melakukan perlawanan. Seketika pandangan ambulans tertutup oleh asap gas air mata yang jatuh, perih makin terasa di mata dan hidung, tenggorokan juga seperti kering tercekik. Dengan kepungan gas air mata, semua anggota tim mencoba masuk ke dalam ambulans dan bergeser ke tempat yang lebih terang dan aman agar tetap bisa memberikan pertolongan lebih lanjut. Kami stanbdy di belakang barisan barikade tentara di sekitar Jl. KS Tubun Petamburan. Satu tim yang terdiri dari 4 relawan kemudian dipecah untuk melakukan mobile ke titik-titik sekitar yang terdapat korban dengan dipandu warga, sementara relawan lainnya tetap standby di ambulans. Setelah kondisi kondusif kami bergerak menuju masjid Al Falah Pejompongan yang dikabarkan masih banyak korban yang belum tertangani. Sulitnya menuju lokasi karena banyak blokade jalan, sampai akhirnya kami kembali dipandu pengendara motor sampai ke masjid Al Falah. Satu tim masuk ke masjid Al Falah dan berkoordinasi dengan pengurus dan tim medis yang ada. Karena saat itu tim medis sudah cukup dan korban sudah dapat tertangani, Tim memutuskan untuk mencari wilayah lain yang masih minim medis. Ambulans dan tim MER-C kemudian menyusuri arah Slipi, Palmerah, Simprug, FX, Senayan, Semanggi. Sepanjang jalan yang kami lalui, kerumunan massa sudah tidak terlihat, jalanan lengang. Yang terlihat hanya sisa-sisa aksi di sepanjang jalan, seperti bekas-bekas pembakaran di beberapa titik di tengah jalan, batu-batu berserakan, pembatas jalan yang berjatuhan dan aparat yang terduduk dan berbaring di pinggir jalan. Sekitar pkl 23.45 kami pun memutuskan kembali ke markas MER-C. #mercindonesia
MER-C Hibahkan Bantuan Ambulans untuk Palu

Hari ini, Sabtu/28 September 2019, MER-C yang diwakili oleh dr. Arief Rachman, SpRad (Presidium) menghibahkan bantuan 1 (satu) unit Ambulans untuk Palu. Bantuan ambulans diterima oleh dr. Syahrir Abdurrasyid, SpOG selaku Direktur Rumah Sakit Umum SIS Aldjufrie Palu, Sulawesi Tengah. Hibah ini adalah bentuk penyaluran amanah lanjutan yang diterima MER-C dari masyarakat Indonesia untuk musibah bencana gempa bumi, tsunami dan likuifaksi yang menerjang Palu beberapa waktu lalu. Ambulans diserahkan kepada RS SIS Aldufrie Palu untuk melengkapi rumah sakit ini dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Palu dan sekitarnya.
DISASTER ACADEMY : Mass Gathering Medicine
MER-C Indonesia dan RS Budi Kemuliaan mempersembahkan : 1st DISASTER ACADEMY“Mass Gathering Medicine” Sabtu, 12 Oktober 2019Pkl 07.00-16.00 wibAula RS Budi Kemuliaan,Jakarta Pusat Advokasi akademik dalam menghadapi bencana di masyarakat urban. Info & Pendaftaran :MER-C Training Center – 081284447594MER-C Call Center – 0811990176
MER-C Beri Pengobatan Dokter Spesialis di Rutan Pondok Bambu

Lembaga Kemanusiaan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) bekerjasama dengan Pengurus Besar Wanita Al Irsyad menggelar bakti sosial pengobatan di Rumah Tahanan Wanita Kelas 2 A Pondok Bambu, Jakarta Timur, Rabu/28 Agustus 2019. MER-C menurunkan sebanyak 24 relawan medis dari berbagai keahlian, yaitu Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, Dokter Spesialis Kandungan, Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Dokter Spesialis Orthopedi dan Traumatology, Dokter Spesialis Radiologi, Dokter Spesialis Bedah, Dokter Spesialis Mata, Dokter THT, Dokter Umum, Dokter Gigi, Bidan dan Perawat. Kegiatan bertema “Jantung dan Kesehatan Perempuan” diselenggarakan dalam rangka memperingati hari jadi MER-C ke-20 pada 14 Agustus 2019 lalu. Tercatat sekitar 200 warga binaan yang sakit di Rutan Pondok Bambu mendapatkan bantuan pengobatan. Pada kesempatan ini, MER-C juga menyerahkan bantuan satu buah tempat tidur pasien untuk melengkapi Klinik Rutan. “Di hari jadi MER-C ke-20, kami ingin berbagi dengan sesama dan kami memilih Rutan Pondok Bambu sebagai wilayah sasaran kegiatan pengobatan kali ini,” ujar Rima Manzanaris, Manajer Operasional MER-C. “Kami pun menggandeng Pengurus Besar Wanita Al Irsyad yang sudah rutin mengadakan berbagai kegiatan di sini untuk bersama-sama menyukseskan kegiatan pengobatan yang ternyata baru kali ini diadakan di Rutan Pondok Bambu,” tambahnya. Warga binaan yang sakit dapat berkonsultasi langsung dengan relawan dokter umum MER-C dan selanjutnya jika diperlukan mereka akan dirujuk ke Dokter Spesialis untuk mendapat pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut. Kepala Rutan Pondok Bambu, Eko Suprapti, dalam sambutannya mengucapkan apresiasi dan terima kasih atas perhatian dari MER-C dan Al Irsyad yang telah memilih Rutan Pondok Bambu sebagai sasaran kegiatan pengobatan. Menurutnya, kegiatan seperti ini baru kali ini diadakan. Kepala Rutan juga memaparkan bahwa jumlah warga binaan di Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur berjumlah 682 orang, ada napi yang sedang hamil, dan ada 4 anak kecil. “Mudah-mudahan kegiatan seperti ini dapat berkelanjutan karena kesehatan adalah hal yang sangat penting,” harapnya. Sementara mewakili Pengurus Besar Wanita Al Irsyad, dr. Jamilah berharap kegiatan kerjasama MER-C dan Al Irsyad ini dapat membantu pelayanan warga binaan di Rutan Pondok Bambu dan menyelesaikan beberapa masalah kesehatan yang ada. Info :Website : www.mer-c.orgCall Center : 0811990176
MER-C Bertemu Komnasham Jajaki Kemungkinan Kerjasama Kemanusiaan

Jum’at/10 Mei 2019, Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad bertemu dengan Ketua Komnasham, Ahmad Taufan Damanik di kantornya di bilangan Menteng, Jakarta Pusat. Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam tersebut dibicarakan mengenai berbagai masalah kemanusiaan yang tengah berlangsung di dalam negeri dan kemungkinan kerjasama kedua lembaga sebagai komponen anak bangsa untuk turut mengatasi permasalahan yang ada. Ada tiga isu kemanusiaan yang disampaikan oleh Tim MER-C. Pertama banyaknya korban petugas Pemilu yang berjatuhan baik yang mengalami sakit bahkan meninggal dunia yang menjadi keprihatinan bersama. Kedua mengenai masalah deradikalisasi, khususnya penanganan DPO Poso dimana MER-C dan Komnasham pernah turun bersama ke wilayah ini tahun 2016 silam. Hal lainnya turut disampaikan adalah mengenai penanganan kesehatan di lapas, khususnya Lapas Nusa Kambangan dimana MER-C pernah beberapa kali turun untuk melakukan pengobatan. Terkait besarnya jumlah korban petugas pada Pemilu 2019 dan langkah-langkah pemerintah yang menurut MER-C kurang cepat untuk menganulir pandangan-pandangan yang berkembang di masyarakat, Sarbini Abdul Murad menyampaikan bahwa sebagai lembaga medis dan kemanusiaan yang independen, MER-C telah membentuk Tim Mitigasi Kesehatan Bencana Pemilu 2019. Tim akan melakukan langkah-langkah kemanusiaan dan mitigasi baik kepada korban yang mengalami sakit, maupun membuka kemungkinan untuk melakukan otopsi pada korban yang meninggal. Hal ini dilakukan guna mencari tahu penyebab banyaknya kasus ini. Sarbini berharap adanya kesamaan concern kemanusiaan antara MER-C dan Komnasham, maka kedua lembaga bisa bekerjasama. “Harus ada kepastian bagi masyarakat. Kita harus mencari tahu penyebabnya dan membuat langkah-langkah serta solusi yang tepat untuk mengatasinya, agar hal serupa tidak terulang lagi pada Pemilu-pemilu selanjutnya,” ungkap dokter asal Aceh ini. Menanggapi hal ini, Ahmad Taufan Damanik mengatakan bahwa pihaknya juga sudah membentuk Tim Pemantau Pemilu untuk melakukan penggalian fakta mengenai penyebab kematian. Menurutnya, Komnasham sudah melakukan rapat koordinasi dengan FKUI dan IDI, tapi memungkinkan juga kerjasama dengan pihak-pihak lain termasuk MER-C. “Dalam hal ini kami sangat senang apabila nanti bisa mendapat dukungan, bekerjasama dengan pihak lain termasuk MER-C, apalagi kalau sudah ada hasil yang bisa disampaikan ke masyarakat karena harus sudah diumumkan kepada masyarakat sebelum tanggal 22 Mei mendatang,” tambahnya. Selain memberikan bantuan kemanusiaan di berbagai wilayah bencana, wilayah konflik juga turut menjadi perhatian Tim MER-C. Terkait hal ini, salah satu relawan MER-C yang turut dalam pertemuan tersebut, dr. Meaty Fransisca, memaparkan kiprah MER-C di Poso, salah satu wilayah konflik yang masih menjadi fokus MER-C. MER-C melakukan Politik Kemanusiaan untuk mengurangi dampak konflik dan mencegah korban yang lebih banyak akibat konflik berkepanjangan dan penanganan konflik yang non persuasif. Sejak 2016 MER-C sudah menurunkan Tim sebanyak 3 kali ke Poso dimana misi pertama kali bersama Komnasham. Dengan latar belakang medis, menurutnya, MER-C bisa diterima oleh masyarakat di tempat-tempat yang berhubungan dengan konflik Poso, khususnya keluarga-keluarga DPO Poso, melakukan pengobatan dan pendekatan kepada mereka. Hal ini dilakukan untuk membangun kepercayaan dan merangkul mereka. Lebih lanjut Mea menyampaikan, “Bibit-bibit radikal yang ada apabila tidak kita sentuh, mereka akan mengikuti kembali jejak-jejak keluarga mereka yang sudah “di atas”. Kami berharap Komnasham bisa turut andil juga dalam hal ini,” tambah Mea. Terkait hal ini, Ketua Komnasham sepakat bahwa penanganan kasus-kasus terorisme harus tanpa kekerasan. “Angka kekerasan harus sampai titik nol,” ujarnya. Menurutnya, hal ini sesuai konvensi internasional bahwa setiap proses hukum apapun terhadap proses hukum peradilan tidak boleh ada penyiksaan, perendahan martabat. Ahmad Taufan Damanik menjelaskan bahwa Komnasham adalah lembaga negara yang independen yang concern pada Hak Asasi Manusia. “Kami sangat setuju agar kita bisa diatur pertemuan lebih lanjut antara Tim Komnasham dan MER-C untuk mendiskusikan masalah-masalah ini secara lebih detail,” tegasnya. Info : Website : www.mer-c.org Call Center : 0811990176 FB : MER-C Indonesia IG : @mercindonesia / @rsindonesia Twitter : @mercindonesia
MCC bersama Sahabat Yatim Indonesia Mengadakan Baksos di Wilayah Curug, Tangerang

Dalam rangka Sambut Sehat Ramadhan dengan layanan pengobatan gratis untuk negeri, Yayasan Sahabat Yatim Indonesia bekerjasama dengan Divisi MER-C Care Center (MCC) mengadakan acara Baksos di wilayah Curug Tangerang pada hari Minggu (28/4/2019). Masyarakat yang berobat adalah masyarakat di sekitar kecamatan Curug. Ada 160 pasien yang di tangani. Kerjasama ini merupakan kerjasama pertama antara Sahabat Yatim Indonesia dengan MER-C melalui divisi MCC nya. MER-C sebagai lembaga medis yang berperan memberikan pelayanan kesehatan di daerah-daerah bencana, miskin dan konflik, bermaksud mengajak berbagai lapisan masyarakat untuk turut peduli terhadap problematika tersebut. Program pelayanan kesehatan masyarakat adalah mengadakan khitanan massal, pengobatan massal, klinik sosial, penyuluhan kesehatan, dan lain-lain bagi kaum dhuafa dan fakir miskin. Melalui divisi MER-C Care Center Hal tersebut diwujudkan salah satunya dalam bentuk kerjasama dengan Perusahaan/instansi/lembaga/sekolah tertentu sebagai penyandang dana untuk melakukan kegiatan yang berhubungan dengan pelayanan kesehatan. Info :Website : www.mer-c.orgCall Center : 0811990176FB : MER-C IndonesiaIG : @mercindonesia Twitter : @mercindonesia #to_provide_professional_and_frendly_health_care
MER-C Training Center Mengadakan Pelatihan di Stikes PHI

MER-C Training Center (MTC) mengadakan pelatihan Basic Surgical Skill and Sirkumsisi di Stikes Husada Persada Indonesia (Stikes PHI). Pelatihan ini merupakan program tahunan yang rutin diadakan untuk mengasah keahlian pada mahasiswanya. Antusias peserta sangat terlihat jelas pada saat pemberian materi dan praktek dengan menggunakan manekin. MER-C Training Center (MTC). MER-C training Center merupakan bagian dari Yayasan MER-C yang bergerak dibidang pelatihan kegawatdaruratan medis dan keahlian medis lainnya. Info :Website : www.mer-c.orgMTC Center : 0812 8444 7594FB : MER-C IndonesiaIG : @mercindonesiaTwitter : @mercindonesia #together_we_learn_something_useful
Bertemu dengan Wakil Duta Besar Inggris, MER-C Jajaki Kerjasama Kemanusiaan

MER-C menyadari bahwa dana bukanlah hal yang utama, namun SDM relawan yang setiap saat siap turun ke lapangan dan jaringan (networking) adalah hal terpenting dalam menjalankan organisasi kemanusiaan ini. Dalam rangka memperluas jaringan tersebut, pertemuan dan audiensi dengan berbagai pihak terus dilakukan. Untuk itu, hari ini, Senin/15 April 2019, Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad didampingi oleh dua staf MER-C melakukan kunjungan ke Kedutaan Besar Inggris di Jakarta. Kedatangan Tim MER-C diterima dengan hangat oleh Wakil Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Rob Fenn dan staf. Dalam kunjungannya, Sarbini memaparkan mengenai MER-C sebagai sebuah NGO Indonesia dengan berbagai program medis dan kemanusiaan baik di dalam maupun di luar negeri. Dua diantaranya adalah program pembangunan Rumah Sakit Indonesia di wilayah konflik Jalur Gaza, Palestina dan Rakhine State, Myanmar. Khusus di wilayah Rakhine State, Sarbini menyampaikan bahwa pembangunan RS Indonesia adalah program kerjasama MER-C, PMI (Palang Merah Indonesia) dan Walubi (Perwakilan Umat Buddha Indonesia). “Kami berharap RS Indonesia di Rakhine State bisa menjadi symbol perdamaian antara umat Muslim dan Budha di Myanmar sebagaimana yang membangun rumah sakit ini adalah umat Muslim, Budha dan rakyat Indonesia,” ujar Sarbini. “Bapak Wakil Presiden Jusuf Kalla juga sangat berperan dalam pembangunan RS Indonesia,” tambahnya. Wakil Duta Besar Inggris memberikan apresiasinya terhadap filosofi yang menjadi dasar program pembangunan RS Indonesia, terlebih di Rakhine State, sebuah wilayah yang sangat tertutup. “Kami menghormati langkah ini, apalagi Bapak Jusuf Kalla terlibat di dalamnya. Kami sangat tertarik dengan apa yang telah MER-C lakukan baik di Palestina maupun di Myanmar. Saya berharap Inggris dan MER-C bisa bekerjasama ke depan,” ujar Rob. Pertemuan yang berlangsung sekitar 45 menit itu ditutup dengan pertukaran cinderamata antara kedua belah pihak. Info :Website : www.mer-c.orgCall center : 0811990176FB : MER-C IndonesiaIG : @mercindonesia, @rsindonesia
MER-C Turunkan Tim Medis dan Ambulans Bantu Korban Banjir di DIY

Hujan yang terus mengguyur disertai angin kencang di Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu/17 Maret 2019 telah menyebabkan banjir dan pohon tumbang di beberapa wilayah Bantul dan sekitarnya. Jumlah warga terdampak banjir secara keseluruhan di wilayah DIY tercatat sebanyak +/- 5.046 orang. Warga yang terkena bencana banjir bermalam di lebih dari 23 titik pos evakuasi. Sementara dua korban dikabarkan meninggal dunia. Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) melalui cabangnya di Jogjakarta menurunkan Tim Medis dan Ambulans untuk membantu para korban. Tim mengunjungi Dusun Numpukan, Desa Karang Tengah, Imogiri, Bantul, Yogyakarta. Di daerah tersebut banjir sudah mulai surut dan warga sudah mulai membersihkan rumah dari lumpur. Namun listrik masih mati total. Belum ada bantuan medis yang masuk, sehingga Tim MER-C pun langsung membuka pelayanan kesehatan di dusun ini. Sekitar +- 50 warga mendapatkan pengobatan. Lima warga yang tidak dapat datang ke pos MER-C dikunjungi rumahnya oleh Tim (home visit). Satu pasien terpaksa dirujuk ke RS PKU Bantul menggunakan Ambulance yang dibawa tim untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Informasi lengkap Kegiatan MER-C Jogja Kantor : Jl. Kaliurang KM 6,7 GG. Timor Timur no E4B, Sono, Sinduadi, Melati, Sleman, Yogyakarta No HP / WA 082135258145 FB : MER-C Jogjakarta IG : Merc_Jogja #mercindonesia #blessingforuniverse
MER-C Jajaki Kerjasama dengan BNI Syariah untuk Program Pelayanan Kesehatan di Papua

Papua merupakan salah satu wilayah yang masih sangat membutuhkan perhatian kita bersama di berbagai bidang, khususnya di bidang pelayanan kesehatan. Untuk itu, sejak Februari 2006 silam, MER-C mulai membuka program klinik sosial di Papua dan Papua Barat. Kiprah MER-C di wilayah ini telah berlangsung selama 13 tahun dan MER-C bertekad untuk tetap menjadikan Papua sebagai salah satu wilayah misi medis kemanusiaan jangka panjangnya. Kerjasama dengan berbagai pihak terus dijalin, mengajak pihak-pihak yang peduli untuk memberikan dukungan agar program dapat terus berlanjut. Senin/18 Maret 2019, MER-C mengadakan pertemuan dengan BNI Syariah untuk menjajaki kerjasama Program Pelayanan Kesehatan khususnya di Papua Barat. Dr. Zackya Yahya Setiawan, SpOk selaku Koordinator MER-C di Papua memaparkan gambaran kegiatan program kepada BNI Syariah yang diantaranya diwakili oleh Bapak Ilham Syahputra dari Yayasan Hasanah Titik, yayasan pengelola ZIS BNI Syariah. “Saat ini kami fokus pada pelayanan kesehatan di Papua Barat, yaitu kabupaten Sorong dan Raja Ampat. Pelayanan kesehatan yang diberikan MER-C berbasis klinik dan mobile. Program MER-C juga bersifat berkelanjutan dan pembinaan bukan baksos yang ‘hit and run’,” jelas Zackya. Dokter spesialis okupasi lulusan FKUI ini juga manyampaikan bahwa misi MER-C adalah rahmatan lil’aalamiin. Semua masyarakat mendapat pelayanan yang sama baiknya tanpa melihat latar belakang, agama dan lainnya. “Tim MER-C di lapangan sudah mendata kampung-kampung dan warga yang belum terjangkau pelayanan kesehatan. Kampung yang sudah terjangkau pelayanan kesehatan dari Puskesmas akan kami lepas, sementara kampung yang belum, masih akan terus menjadi wilayah binaan kami,” tambahnya. Zackya berharap adanya dukungan dan kerjasama dari pihak-pihak yang turut peduli dengan saudara-saudara sebangsa di Papua Barat, sehingga dapat melanjutkan dan memperluas wilayah jangkauan program. Target MER-C satu tahun ke depan di Papua Barat adalah meng-cover sebanyak 23 kampung di dua kabupaten dengan jumlah jiwa mencapai lebih dari 10.200 orang. Tidak hanya perusahaan atau lembaga, masyarakat yang secara pribadi tergerak untuk mendukung program pelayanan kesehatan MER-C di Papua Barat dapat menyalurkan donasinya melalui : Rekening amanah “Satu untuk Papua”: BCA, 686.066.6608 BNI Syariah, 081.119.2962 Atas nama: Medical Emergency Rescue Committee Info :Website : www.mer-c.orgCall center : 0811990176FB : MER-C IndonesiaIG : @mercindonesia, @rsindonesia #mercindonesia#blessingforuniverse