MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

MER-C Training Center Mengadakan Pelatihan di Stikes PHI

MER-C Training Center (MTC) mengadakan pelatihan Basic Surgical Skill and Sirkumsisi di Stikes Husada Persada Indonesia (Stikes PHI). Pelatihan ini merupakan program tahunan yang rutin diadakan untuk mengasah keahlian pada mahasiswanya. Antusias peserta sangat terlihat jelas pada saat pemberian materi dan praktek dengan menggunakan manekin. MER-C Training Center (MTC). MER-C training Center merupakan bagian dari Yayasan MER-C yang bergerak dibidang pelatihan kegawatdaruratan medis dan keahlian medis lainnya. Info :Website : www.mer-c.orgMTC Center : 0812 8444 7594FB : MER-C IndonesiaIG : @mercindonesiaTwitter : @mercindonesia #together_we_learn_something_useful

Bertemu dengan Wakil Duta Besar Inggris, MER-C Jajaki Kerjasama Kemanusiaan

MER-C menyadari bahwa dana bukanlah hal yang utama, namun SDM relawan yang setiap saat siap turun ke lapangan dan jaringan (networking) adalah hal terpenting dalam menjalankan organisasi kemanusiaan ini. Dalam rangka memperluas jaringan tersebut, pertemuan dan audiensi dengan berbagai pihak terus dilakukan. Untuk itu, hari ini, Senin/15 April 2019, Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad didampingi oleh dua staf MER-C melakukan kunjungan ke Kedutaan Besar Inggris di Jakarta. Kedatangan Tim MER-C diterima dengan hangat oleh Wakil Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Rob Fenn dan staf. Dalam kunjungannya, Sarbini memaparkan mengenai MER-C sebagai sebuah NGO Indonesia dengan berbagai program medis dan kemanusiaan baik di dalam maupun di luar negeri. Dua diantaranya adalah program pembangunan Rumah Sakit Indonesia di wilayah konflik Jalur Gaza, Palestina dan Rakhine State, Myanmar. Khusus di wilayah Rakhine State, Sarbini menyampaikan bahwa pembangunan RS Indonesia adalah program kerjasama MER-C, PMI (Palang Merah Indonesia) dan Walubi (Perwakilan Umat Buddha Indonesia). “Kami berharap RS Indonesia di Rakhine State bisa menjadi symbol perdamaian antara umat Muslim dan Budha di Myanmar sebagaimana yang membangun rumah sakit ini adalah umat Muslim, Budha dan rakyat Indonesia,” ujar Sarbini. “Bapak Wakil Presiden Jusuf Kalla juga sangat berperan dalam pembangunan RS Indonesia,” tambahnya. Wakil Duta Besar Inggris memberikan apresiasinya terhadap filosofi yang menjadi dasar program pembangunan RS Indonesia, terlebih di Rakhine State, sebuah wilayah yang sangat tertutup. “Kami menghormati langkah ini, apalagi Bapak Jusuf Kalla terlibat di dalamnya. Kami sangat tertarik dengan apa yang telah MER-C lakukan baik di Palestina maupun di Myanmar. Saya berharap Inggris dan MER-C bisa bekerjasama ke depan,” ujar Rob. Pertemuan yang berlangsung sekitar 45 menit itu ditutup dengan pertukaran cinderamata antara kedua belah pihak. Info :Website : www.mer-c.orgCall center : 0811990176FB : MER-C IndonesiaIG : @mercindonesia, @rsindonesia

MER-C Turunkan Tim Medis dan Ambulans Bantu Korban Banjir di DIY

Hujan yang terus mengguyur disertai angin kencang di Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu/17 Maret 2019 telah menyebabkan banjir dan pohon tumbang di beberapa wilayah Bantul dan sekitarnya. Jumlah warga terdampak banjir secara keseluruhan di wilayah DIY tercatat sebanyak +/- 5.046 orang. Warga yang terkena bencana banjir bermalam di lebih dari 23 titik pos evakuasi. Sementara dua korban dikabarkan meninggal dunia. Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) melalui cabangnya di Jogjakarta menurunkan Tim Medis dan Ambulans untuk membantu para korban. Tim mengunjungi Dusun Numpukan, Desa Karang Tengah, Imogiri, Bantul, Yogyakarta. Di daerah tersebut banjir sudah mulai surut dan warga sudah mulai membersihkan rumah dari lumpur. Namun listrik masih mati total. Belum ada bantuan medis yang masuk, sehingga Tim MER-C pun langsung membuka pelayanan kesehatan di dusun ini. Sekitar +- 50 warga mendapatkan pengobatan. Lima warga yang tidak dapat datang ke pos MER-C dikunjungi rumahnya oleh Tim (home visit). Satu pasien terpaksa dirujuk ke RS PKU Bantul menggunakan Ambulance yang dibawa tim untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.   Informasi lengkap Kegiatan MER-C Jogja Kantor : Jl. Kaliurang KM 6,7 GG. Timor Timur no E4B, Sono, Sinduadi, Melati, Sleman, Yogyakarta No HP / WA 082135258145 FB : MER-C Jogjakarta IG : Merc_Jogja     #mercindonesia #blessingforuniverse        

MER-C Jajaki Kerjasama dengan BNI Syariah untuk Program Pelayanan Kesehatan di Papua

Papua merupakan salah satu wilayah yang masih sangat membutuhkan perhatian kita bersama di berbagai bidang, khususnya di bidang pelayanan kesehatan. Untuk itu, sejak Februari 2006 silam, MER-C mulai membuka program klinik sosial di Papua dan Papua Barat. Kiprah MER-C di wilayah ini telah berlangsung selama 13 tahun dan MER-C bertekad untuk tetap menjadikan Papua sebagai salah satu wilayah misi medis kemanusiaan jangka panjangnya. Kerjasama dengan berbagai pihak terus dijalin, mengajak pihak-pihak yang peduli untuk memberikan dukungan agar program dapat terus berlanjut. Senin/18 Maret 2019, MER-C mengadakan pertemuan dengan BNI Syariah untuk menjajaki kerjasama Program Pelayanan Kesehatan khususnya di Papua Barat. Dr. Zackya Yahya Setiawan, SpOk selaku Koordinator MER-C di Papua memaparkan gambaran kegiatan program kepada BNI Syariah yang diantaranya diwakili oleh Bapak Ilham Syahputra dari Yayasan Hasanah Titik, yayasan pengelola ZIS BNI Syariah. “Saat ini kami fokus pada pelayanan kesehatan di Papua Barat, yaitu kabupaten Sorong dan Raja Ampat. Pelayanan kesehatan yang diberikan MER-C berbasis klinik dan mobile. Program MER-C juga bersifat berkelanjutan dan pembinaan bukan baksos yang ‘hit and run’,” jelas Zackya. Dokter spesialis okupasi lulusan FKUI ini juga manyampaikan bahwa misi MER-C adalah rahmatan lil’aalamiin. Semua masyarakat mendapat pelayanan yang sama baiknya tanpa melihat latar belakang, agama dan lainnya. “Tim MER-C di lapangan sudah mendata kampung-kampung dan warga yang belum terjangkau pelayanan kesehatan. Kampung yang sudah terjangkau pelayanan kesehatan dari Puskesmas akan kami lepas, sementara kampung yang belum, masih akan terus menjadi wilayah binaan kami,” tambahnya. Zackya berharap adanya dukungan dan kerjasama dari pihak-pihak yang turut peduli dengan saudara-saudara sebangsa di Papua Barat, sehingga dapat melanjutkan dan memperluas wilayah jangkauan program. Target MER-C satu tahun ke depan di Papua Barat adalah meng-cover sebanyak 23 kampung di dua kabupaten dengan jumlah jiwa mencapai lebih dari 10.200 orang. Tidak hanya perusahaan atau lembaga, masyarakat yang secara pribadi tergerak untuk mendukung program pelayanan kesehatan MER-C di Papua Barat dapat menyalurkan donasinya melalui : Rekening amanah “Satu untuk Papua”: BCA, 686.066.6608 BNI Syariah, 081.119.2962 Atas nama: Medical Emergency Rescue Committee Info :Website : www.mer-c.orgCall center : 0811990176FB : MER-C IndonesiaIG : @mercindonesia, @rsindonesia #mercindonesia#blessingforuniverse

Tim MER-C Layani Kesehatan 310 Warga Korban Banjir di Ngawi

Tim MER-C Indonesia melalui cabangnya di Jogjakarta yang terdiri dari dua relawan dokter, empat paramedis dan satu logistik memberikan bantuan pengobatan bagi sekitar 310 warga korban banjir di Ngawi, Jawa Timur. Rangkaian pelayanan kesehatan dimulai pada hari Minggu pagi, 10 Maret 2019. Berdasarkan hasil koordinasi dengan BPBD kabupaten & Dinkes Ngawi, tim memfokuskan pelayanan di kecamatan Kwadungan, yang menjadi lokasi terparah karena air baru benar-benar surut pada hari Jum’at lalu. Di kecamatan Kwadungan, tim dibagi menjadi dua untuk melakukan pelayanan di empat tempat, yaitu dusun Genyol, dusun Putat, dusun Kendung Satu dan dusun Kendung Dua. Wilayah Kendung dan Putat menjadi daerah yang sama sekali belum tersentuh bantuan medis, sehingga MER-C menjadi tim medis pertama yang bisa memberikan layanan pengobatan umum di wilayah tersebut. Rincian jumlah pasien di empat dusun tersebut adalahKendung Dua 72 orang, Putat 101 orang, Genyol 82 orang, Kendung Satu 55 orang sehingga total pasien adalah  310 orang. Keluhan utama warga umumnya gatal-gatal, demam dan nyeri. Selain itu juga terdapat 10 pasien gigi yang diberikan penangan berupa pemeriksaan dan edukasi. Info :Website : www.mer-c.orgCall center : 0811990176FB : MER-C IndonesiaIG : @mercindonesia #mercindonesia#blessingforuniverse#relawanmerc#jihadprofesional

MER-C Menurunkan Tim Assessment Ke Lokasi Banjir Ngawi

Hari Sabtu (9/3/2019) MER-C Cabang Yogyakarta mengirimkan Tim Medis ke Kab. Ngawi, Jawa Timur yang saat ini dilanda musibah banjir. Misi tim adalah melakukan assessment dan pelayanan kesehatan di sejumlah lokasi terdampak banjir.    Tim terdiri dari dr. Fitriahati Setiyarizki, dr. M. Iqbal dan paramedis Rafiu Hafizhati, Bayu Setiyani, Fadli Mahjud, Tedy Febriadi, S.Kg, dan Nanang Khoirino di bagian logistik.   Selamat bertugas teman-teman relawan   Blessing for Universe…   Info : Website : www.mer-c.org Call center : 0811990176 FB : MER-C Indonesia IG : @mercindonesia   #mercindonesia #blessingforuniverse #relawanmerc #jihadprofesional

MER-C dan Bukalapak Tandatangani Nota Kesepahaman Kerjasama

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) dan PT. Bukalapak.com menandatangani Nota Kesepahaman Kerjasama Program Kemanusiaan. Bertempat di Kantor Pusat MER-C Indonesia di bilangan Senen, Jakarta Pusat, nota kesepahaman ditandatangani oleh dr. Sarbini Abdul Murad selaku Ketua Presidium MER-C dan Fajrin Rasyid selaku Direktur PT Bukalapak.com, Jumat/8 Maret 2019. Dr. Sarbini mewakili keluarga besar MER-C mengungkapkan terima kasih dan apresiasi kepada Bukalapak sebagai salah satu online marketplace terkemuka di Indonesia yang telah mendukung dan menyambut kerjasama ini. Menurutnya, kerjasama ini penting karena MER-C tengah melakukan program besar, yaitu pembangunan tahap dua RS Indonesia di Jalur Gaza, Palestina. “Kita sedang membangun kembali Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza, Palestina yang membutuhkan dana yang cukup besar, yang perlu melibatkan banyak jaringan, banyak pihak. Kami harapkan dengan adanya kerjasama ini, masyarakat yang lebih luas bisa tahu mengenai program MER-C. Kita juga berharap masyarakat bisa ikut berpartisipasi sehingga RS Indonesia di Gaza bisa cepat terwujud menjadi kebanggaan rakyat dan bangsa Indonesia.” Sementara Direktur Bukalapak, Fajrin Rasyid mendoakan supaya apa yang dicita-citakan oleh MER-C bisa semakin dekat dengan kenyataan dan Bukalapak siap mendukung dan membantu. “Kami akan membantu dalam dua hal. Pertama melalui pintu donasi, yaitu masyarakat atau user bukalapak bisa berdonasi untuk kemudian kami salurkan kepada MER-C. Kedua, MER-C bisa menjual merchandise melalui Bukalapak dan keuntungan dari penjualan bisa untuk mensupport visi misi MER-C,” ungkap Fajrin. Terkait jangka waktu, Fajrin berharap kerjasama ini bisa berkesinambungan. “Untuk awal jangka waktu kerjasama adalah 3 tahun. Namun kami sangat-sangat terbuka untuk dikemudian hari diperpanjang berdasarkan feedback dari semua pihak. Tentu kita juga akan memonitor secara berkala untuk kita evaluasi, kita perbaiki. Mudah-mudahan kerjasama ini bisa terus berlangsung dan akan kami pantau terus,” tambahnya. Prosesi penandatangan nota kesepahaman ditutup dengan penyerahan cinderamata dari masing-masing pihak.   Info :Website : www.mer-c.orgCall center : 0811990176FB : MER-C IndonesiaIG : @mercindonesia, @rsindonesia

Tim 4 Construction Management MER-C Kembali ke Jakarta

Tim 4 Construction Management MER-C yang terdiri dari dua Presidium MER-C dan dua Tim Construction RS Indonesia (RSI) kembali ke Jakarta, Senin (4/3) setelah sukses melakukan survai lokasi RSI dan koordinasi dengan Kementerian Kesehatan Gaza Palestina (MOH). “Sesuai dengan jadwal mereka akan tiba di Jakarta Selasa (5/3). Perjalanan dimulai dari Wisma Indonesia di Gaza, Senin (4/3) jam 7 pagi dan tiba di Kairo sekitar jam 22.30 malam waktu Kairo. Dari Bait Lahiya lokasi RSI menuju perbatasan Rafah Gaza Tim diantar oleh kendaraan minibus milik MOH. Tim 4 Construction Management berada di Jalur Gaza Palestina selama lima hari tempat beradanya RS Indonesia di Bait Lahiya, Jalur Gaza. Jalur Gaza adalah sebuah kawasan yang terletak di pantai timur Laut Tengah, bagian dari wilayah Negara Palestina, berbatasan dengan Mesir di sebelah barat daya (11 km), Israel di sebelah timur dan utara (51 km (32 mil). Jalur Gaza memiliki panjang sekitar 41 kilometer (25 mil) dan lebar antara 6 hingga 12 kilometer (3,7 hingga 7,5 mil), dengan luas total 365 kilometer persegi. RS Indonesia (RSI) yang dibangun MER-C di Bait Lahiya, Jalur Gaza, Palestina, dimaksudkan untuk menampung korban perang. RS ini dibangun MER-C berdasarkan pengalaman saat terjadi perang dengan Israel tahun 2009 lalu. Sementara itu, saat ini sebanyak 29 relawan Indonesia masih berada di Jalur Gaza untuk melakukan pengembangan RS Indonesia berupa pembangunan dua lantai tambahan untuk menambah kapasitas rawat inap serta membuka departemen-departemen baru berikut alat kesehatannya. GAZA, Kami Kembali… Salam Jum’at Barokah… Info :Website : www.mer-c.orgCall center : 0811990176FB : MER-C IndonesiaIG : @mercindonesia, @rsindonesia #mercforgaza#tahap2rsindonesiagaza#beapartofhistory#mercindonesia

Gubernur DKI Jakarta Lepas 32 Relawan RS Indonesia ke Gaza

Jum’at/22 Februari 2019, Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan, melepas 32 relawan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) yang akan berangkat ke Jalur Gaza, Palestina untuk melakukan pembangunan tahap dua RS Indonesia yang terletak di Bayt Lahiya, Gaza Utara. Dihadapan para relawan, Anies menyampaikan bahwa keberangkatan ke Gaza adalah perjalanan menuju sebuah tempat yang punya resiko cukup besar. Gaza adalah sebuah medan perjuangan yang tidak ringan karena di tempat ini masih sering terjadi peperangan, bukan sekedar kekerasan. Gaza, Palestina juga merupakan satu dari sedikit tempat dimana bangsa ini belum mendapat kemerdekaannya. Menurutnya sikap politik Indonesia tentang Palestina tidak pernah berubah. Anies bahkan mengutip kata-kata Bung Karno yang pernah disampaikan pada tahun 1962 bahwa selama kemerdekaan bangsa Palestina belum diserahkan kepada bangsa Palestina, maka selama itulah bangsa Indonesia berdiri menentang penjajahan Israel. Hal ini menunjukkan bahwa perjuangan ini bukanlah perjuangan yang singkat, namun sebuah perjuangan yang panjang. Keberangkatan relawan saat ini ke Gaza merupakan bagian dari perjuangan ini semua. Oleh karenanya, Anies menyampaikan rasa penghargaan dan penghormatan yang sebesar-besarnya kepada 32 relawan yang memilih untuk bertugas ke Gaza. Menurutnya para relawan yang berangkat ke Jalur Gaza mewakili 263 juta penduduk Republik Indonesia, berada di garis depan mewakili dan membawa nama bangsa Indonesia untuk menjalankan misi membangun fasilitas rumah sakit sebagai bagian dari ikhtiar mendorong kemerdekaan bagi bangsa Palestina. Keberangkatan ini adalah contoh dan bukti bahwa Indonesia terus melahirkan pemberani-pemberani. Indonesia terus melahirkan pejuang yang tak pernah gentar mendatangi tempat-tempat penuh resiko seperti apapun. Indonesia hadir di Gaza (Palestina) untuk menyelesaikan salah satu masalah yang paling mendasar yang belum bisa diselesaikan oleh masyatakat dunia. Dalam sambutannya, Anies juga mengatakan bahwa di masa perjuangan seperti ini kehadiran Indonesia menjadi amat penting bagi bangsa Palestina karena kalau dihitung jaraknya Indonesia salah satu bangsa yang hitungan kilometernya paling jauh dari Gaza, namun justru Indonesia yang memprakarsai kehadiran rumah sakit di wilayah Gaza. Di akhir sambutannya, Anies mengucapkan selamat berjuang dan bekerja kepada para relawan serta mendoakan agar semua relawan senantiasa terjaga keikhlasannya. Anies juga menitipkan nama baik bangsa Indonesia dan umat Islam Indonesia kepada para relawan yang akan berangkat ke Jalur Gaza.

MER-C Lanjutkan Misi Kemanusiaan untuk Palu

Diawal tahun 2019, MER-C kembali mengirimkan enam relawannya ke Palu, Sulawesi Tengah, wilayah pasca bencana gempa bumi, tsunami dan likuifaksi. Kali ini fokus kegiatan adalah capacity building dalam rangka meningkatkan pemahaman dan wawasan mengenai kebencanaan. Dr. Hadiki Habib, SpPD selaku koordinator kegiatan menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah lanjutan misi kemanusiaan MER-C dalam bentuk capacity building terhadap mitra lokal MER-C di Palu, yaitu RS Sis Aljufrie dan Yayasan Al Khairaat. Capacity building dilakukan dalam bentuk dua kegiatan, yaitu seminar dan pelatihan yang berlangsung selama dua hari, pada Sabtu – Minggu/5-6 Januari 2019. “Volunteer on Disaster” menjadi tema seminar yang dipilih oleh MER-C. Bertempat di Aula Ibnu Sina FK Al Khairaat Palu, seminar diikuti oleh sekitar 100 peserta yang berasal dari mahasiswa, staf Fakultas Kedokteran dan staf RS Sis Aljufrie Palu. Selain Presidium MER-C, dr. Arief Rachman, SpRad, yang memberikan pemaparan mengenai “Jihad Profesi dan Initial Assessment of Disaster”, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah, Dr. Reni Lamdjido, SpPK, juga turut hadir sebagai narasumber yang menyampaikan materi  “Peran Klaster Kesehatan dalam Mengelola Relawan Bencana”. Narasumber lainnya adalah Drg. Lutfiah Sahabuddin, MKM, Pembantu Dekan 3 FK Al Khairaat yang memaparkan mengenai “Peran Mahasiswa sebagai Relawan Bencana Palu”. Kegiatan capacity building dilanjutkan esok harinya, Minggu/6 Januari 2019 dengan pelatihan BHD (Bantuan Hidup Dasar) dan AED (Automatic External Defibrilator) di RS Sis Al Jufrie. Peserta terdiri dari dokter, perawat dan staf non medis rumah sakit dengan total 60 orang. Harapannya ke depan akan dilaksanakan lagi kegiatan “Community Based Disaster Awareness” di Palu yang melibatkan peserta yang lebih luas. Info :Website : www.mer-c.orgCall center : 0811990176FB : MER-C Indonesia |Sebuah Amanah bagi Kemanusiaan untuk Orang-orang yang Paling Membutuhkan|  

Silahkan bertanya?