Misi Kemanusiaan bagi Korban Tsunami Banten

Jumat/28 Des 2018 sekitar pkl 11 tadi malam, Tim ke-2 MER-C berangkat menuju kec. Sumur, Pandeglang untuk melanjutkan misi kemanusian bagi korban tsunami di Banten. Tim tediri dari 13 relawan dengan berbagai keahlian, yaitu dokter spesialis penyakit dalam, dokter umum, perawat, logistik dan dokumentasi. Tim berangkat dengan menggunakan 3 unit mobil double cabin dan 1 unit Isuzu Panther, disamping itu disiapkan juga 1 unit motor trail untuk menambah daya jelajah menembus daerah bencana yang masih terisolir dan terpencil. Dalam misi ke-2 ini, tim akan mengantisipasi turunnya korban-korban yang mengungsi ke perbukitan di belakang pantai sepanjang Sumur – Tamanjaya, juga mengunjungi titik di Desa Paniis, Desa Dungus dan Desa Gunung Priuk yang dalam kunjungan sebelumnya diketahui menjadi kantong pengungsian. Selain membawa bantuan obat-obatan, tim juga membawa bantuan logistic, jilbab, sarung serta masker bantuan dari para donatur yang akan disalurkan langsung kepada para korban. Masa tugas tim ke-2 direncanakan selama 6 hari ke depan hingga hari Kamis/3 Januari 2018. Sementara itu, saat ini MER-C masih mendalami informasi kebutuhan bantuan bagi masyarakat terdampak di wilayah Lampung Selatan dan sekitarnya untuk rencana penyaluran bantuan ke wilayah ini. Info :Website : www.mer-c.orgCall Center : 0811990176FB : MER-C IndonesiaInstagram : @mercindonesia Rekening Donasi Misi Kemanusiaan untuk Korban Tsunami Banten – Lampung : BCA, 686.0099339 BSM, 701.5658.899 BNI Syariah, 303.2000.922 Semua Rekening atas nama:Medical Emergency Rescue Committee |Sebuah Amanah bagi Kemanusiaan untuk Orang-orang yang Paling Membutuhkan|
MER-C Update : Misi Palu – Donggala – Sigi

Hingga hari ke-32 pasca bencana yang mengguncang Sulawesi Tengah, Tim MER-C terus menjalankan misi kemanusiaan di wilayah ini. Selasa (30/10), dari posko utama di RS Sis Al Jufri di kota Palu, Tim MER-C menuju Desa Apemaliko, kec. Sindue, kab. Donggala, salah satu wilayah yang terkena bencana. Tim MER-C memberi bantuan pengobatan kepada warga korban bencana dengan jumlah pasien 40 orang. Selain pengobatan, Tim juga memberikan bantuan logistik berupa sleeping bag 150 pcs, selimut 200 pcs, pampers anak 1 dus, pembalut dan pampers dewasa 1 dus serta tenda 12 unit. Sementara, di wilayah terdampak bencana lainnya di Sulawesi tengah, tepatnya di wilayah pengungsian desa Sibalaya Utara, kec. Tanambulava, kab. Sigi, program rekonstruksi terus berlangsung. Sebanyak 12 relawan dari Divisi Konstruksi tengah melakukan pembangunan 30 MCK yang dibagi menjadi 3 titik dan instalasi air bersih. Pembangunan MCK diutamakan karena hanya terdapat 1 MCK untuk melayani sekitar +300 KK yang saat ini menempati wilayah pengungsian Sibalaya Utara. “Kondisi memprihatinkan ini menjadi perhatian Tim MER-C. Jangan sampai kondisi ini berlanjut dan menyebabkan bencana kesehatan berikutnya,” ujar dr. Arief Rachman, SpRad, Presidium MER-C. “Wilayah pengungsian di desa Sibalaya Utara inj juga akan menjadi wilayah binaan MER-C ke depan,” tambahnya. Bantuan dan donasi bagi Korban Gempa Bumi dan Tsunami di Palu – Donggala – Sigi dapat disalurkan melalui: BCA, 686.0099339BSM, 701.5658.899BNI Syariah, 303.2000.922 Semua rekening atas nama :Medical Emergency Rescue Committee Info :Webiste : www.mer-c.orgFB : MER-C IndonesiaCall Center : 0811990176IG : @mercindonesia #mercpedulipaludonggalasigi
MER-C Mulai Program Rekonstruksi di Palu

Selain berfokus memberi bantuan pengobatan bagi korban bencana di Palu, hal lainnya terkait kesehatan juga turut menjadi perhatian Tim MER-C. Salah satunya masalah sanitasi di wilayah pengungsian atau terdampak bencana karena sanitasi yang buruk dapat mengakibatkan bencana kesehatan lainnya. Setelah menyusuri berbagai wilayah terdampak bencana khususnya di kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, MER-C menemukan wilayah pengungsian yang masih sangat membutuhkan perhatian karena fasilitas umum dan sanitasi lingkungan yang memprihatinkan. Adalah desa Sibalaya, yang terletak di kecamatan Tanambulava, kabupaten Sigi, wilayah yang terkena bencana pergerakan tanah yang membuat banyak rumah warganya bergeser dan hancur. Terdapat sekitar 100 KK atau sekitar + 500 jiwa yang menempati wilayah pengungsian ini yang berasal dari Sibalaya Utara dan Sibalaya Selatan. Dengan jumlah warga sebanyak itu, wilayah pengungsian di Sibalaya Utara hanya memiliki satu MCK dan air bersih pun sulit. Kondisi yang memprihatinkan ini, mendorong MER-C menurunkan Tim Konstruksi ke Sigi pada Senin/22 Oktober 2018. Tim langsung melakukan peninjauan ke lapangan dan memutuskan bahwa MER-C akan membangun MCK di wilayah pengungsian Sibalaya Utara sebanyak 3 titik. Hal ini disampaikan oleh Ir. Faried Thalib, Ketua Tim Konstruksi MER-C untuk Palu. “Kami sudah ke Sibalaya Utara untuk meninjau langsung kondisi pengungsian di sana. Sesuai assessment awal, keberadaan MCK memang sangat dibutuhkan. Melihat luasnya wilayah dan jumlah pengungsi yang ada, kami memutuskan untuk membangun MCK di satu titik. Dua titik terdiri dari masing-masing 6 WC dan 6 kamar mandi bagi pria dan wanita, sementara satu titik lagi terdiri dari 3 WC dan 3 kamar mandi bagi wanita dan pria,” jelas relawan yang merupakan Meskipun di wilayah pengungsian, menurutnya MCK yang dibangun adalah MCK permanen, yaitu dengan konstruksi batu kali, kolom baja, dan diplester. “Kami ingin MCK yang dibangun manusiawi bagi para korban. Untuk itu kami membuat MCK permanen karena bencana besar ini pastinya akan membutuhkan waktu cukup lama untuk proses rehabilitasi dan rekonstruksi,” tambahnya. Bantuan MCK akan dibangun oleh relawan dari Divisi Konstruksi MER-C dengan jumlah relawan 12 orang sudah berada di lokasi. Lama pengerjaan diperkirakan selama satu hingga 2 minggu ke depan. Bantuan dan donasi bagi Korban Gempa Bumi dan Tsunami di Palu – Donggala – Sigi dapat disalurkan melalui: BCA, 686.0099339 BSM, 701.5658.899 BNI Syariah, 303.2000.922 Semua rekening atas nama : Medical Emergency Rescue Committee Info : Webiste : www.mer-c.org FB : MER-C Indonesia Call Center : 0811990176 IG : @mercindonesia #mercpedulipaludonggalasigi
Akses Jalan Tertutup Longsor, Tim MER-C Tertahan di Kulawi

MER-C UPDATE Tim relawan dari Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) tertahan di kecamatan Kulawi, salah satu wilayah di kabupaten Sigi yang terkena bencana gempa bumi. Sedianya pasca melakukan pengobatan, hari ini, Ahad/21 Oktober 2018, tim dijadwalkan kembali ke posko di RS Sis Al Jufri di Kota Palu. Namun hujan deras yang mengguyur Kulawi mengakibatkan longsor kembali melanda sejumlah titik dan memutus akses jalan dari dan menuju Kulawi. Koordinator Lapangan MER-C di Palu, Khoirul Mustafa membenarkan bahwa Tim MER-C saat ini tertahan di Kulawi. Ada 12 relawan yang sedang bertugas di sana, terdiri dari 2 dokter, 1 bidan, 3 perawat, 2 supir dan 4 logistik. Tim berangkat dari posko di RS Sis Al Jufri kota Palu sejak Sabtu pagi/20 Oktober 2018. Kecamatan Kulawi dipilih sebagai wilayah sasaran mobile clinic Tim MER-C karena akses masuk ke lokasi yang sulit dan warga korban gempa yang belum tersentuh pengobatan. “Kulawi kami pilih karena berdasarkan informasi wilayah ini belum tersentuh bantuan pengobatan. Banyak pasien-pasien korban gempa yang mengalami patah tulang harus dirujuk ke RS. Karena akses yang sulit, harus melewati longsoran-longsoran, akhirnya pasien-pasien dibawa dengan helikopter,” ujar Mustofa. Menurut Mustofa, sehari sebelumnya, MER-C menurunkan tim assessment untuk mengecek akses ke Kulawi dan menilai kebutuhan warga korban gempa. “Kami melakukan assessment terlebih dahulu ke Kulawi untuk memastikan akses yang akan dilalui tim medis nanti. Alhamdulillah jalan yang terkena longsor saat itu sudah dibersihkan dan sudah bisa dilalui mobil,” tambah Mustofa, relawan yang sudah bertugas ke berbagai wilayah bencana di Indonesia. Sebanyak 12 relawan akhirnya menuju Kulawi pada Sabtu pagi/20 Oktober 2018 dengan menggunakan 3 armada. Selain membawa bantuan obat-obatan, tim juga membawa bantuan tenda dome 25 unit, pampers, pakaian dan perlengkapan bayi, sarung serta mukena. Setibanya di Kulawi tim langsung melakukan pelayanan pengobatan bagi warga desa Matauwe dan pada hari ini tim melanjutkan kegiatan pengobatan di desa Boladongko. Hingga saat ini semua relawan MER-C dalam kondisi aman dan menginap di masjid setempat. Tim masih menunggu informasi akses jalan dapat dilewati untuk dapat kembali posko di kota Palu. Sambil menunggu, tim akan memaksimalkan waktu dengan memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Sementara itu, MER-C Indonesia akan terus menurunkan tim relawannya ke wilayah bencana di Palu hingga beberapa waktu ke depan. Pada hari Senin besok/22 Oktober 2018, Tim dari Divisi Konstruksi MER-C akan bertolak ke Palu untuk menilai program rekonstruksi yang dapat dilakukan. Menyusul pada hari Selasa/23 Oktober 2018, akan dikirimkan tiga relawan dokter yang akan bertugas selanjutnya ke Palu. Bantuan dan donasi bagi Korban Gempa Bumi dan Tsunami di Palu – Donggala – Sigi dapat disalurkan melalui: BCA, 686.0099339BSM, 701.5658.899BNI Syariah, 303.2000.922 Semua rekening atas nama :Medical Emergency Rescue Committee Info :Webiste : www.mer-c.orgFB : MER-C IndonesiaCall Center : 0811990176IG : @mercindonesia #mercpedulipaludonggalasigi
Tim Mobile Clinic MER-C Rujuk Korban Patah Tulang

#Update Misi Kemanusiaan MER-C untuk Palu – Donggala# Jum’at/5 Oktober 2018, Tim MER-C memulai program mobile clinic dan case finding menyusuri wilayah-wilayah terdampak gempa di Palu yang belum terjangkau bantuan. Tim yang terdiri dari Dr Lia Rahmarini, Dr. Ahmad Azam Hisabullah, Islamiyah Samaun, Rita Tambunan, Shaleh Obew dan Mochamad Gurhana menuju wilayah tujuan _mobile clinic_ yaitu desa Sidera, kecamatan Sigi Sidomaru, kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Selain membawa bantuan obat-obatan, tim juga membawa bantuan makanan dan minuman. Desa Sidera berada sekitar 30 km dari kota Palu. Perjalanan ke desa ini ditempuh sekitar 1 jam dari posko MER-C di RSU Sis Aljufri. Tim melakukan pengobatan di tiga dusun, yaitu dusun Satu, dusun Dua dan dusun Tiga di desa Sidera. Jumlah pasien di desa ini mencapai 50 orang. Selain memberikan bantuan pengobatan, Tim juga menemukan warga korban gempa yang mengalami patah tulang. Terdapat tiga pasien kasus patah tulang yang kemudian dirujuk ke RSU Sis Aljufri. Desa Sidera bersebelahan dengan desa Petobo, Jonooge dan Kabobona yang hancur 100 persen akibat likuifaksi. Kepala desa Sidera, Al-Maswir mengatakan korban yang meninggal di desanya berjumlah 6 orang. Sementara ratusan lainnya mengalami luka berat dan ringan. Disela-sela kegiatan pengobatan, salah satu warga, bernama Ibu Dewi, sempat menuturkan kisah dukanya kehilangan suami tercinta saat gempa menerjang desanya Jum’at pekan lalu. Kisah selengkapnya :https://minanews.net/selamatkan-istri-dan-anaknya-dari-gempa-zaenal-abidin-rela-syahid/ Bantuan dan donasi bagi Korban Gempa Bumi dan tsunami di Palu – Donggala dapat disalurkan melalui: BCA, 686.0099339BSM, 701.5658.899BNI Syariah, 303.2000.922 Semua rekening atas nama :Medical Emergency Rescue Committee Info :Webiste : www.mer-c.orgFB : MER-C IndonesiaCall Center : 0811990176IG : @mercindonesia #mercpedulipaludonggala#rssisaljufricrisiscenter
Tangani Gempa dan Tsunami Palu, MER-C Koordinir RS SIS Aljufri Crisis Center

Gempa 7,7 SR yang terjadi di Palu pada tanggal 28/9/2018, membuat MER-C segera mengirimkan Tim Initial Assessment of Disaster untuk menembus Palu dan melakukan penilaian awal bencana. Tim yang ditugaskan sebanyak empat relawan dengan pimpinan dr. Andi Fajar Wela. Menempuh jalur darat, Tim melalui rute Mangkutana – Poso – Napu – Palu. Minggu/30 September 2018, sekitar pukul 05.00 pagi berhasil mencapai Palu dan segera melaporkan diri ke BNPB dan Dinas Kesehatan setempat. Usai berkorodinasi, Tim segera bergerak melakukan penilaian ke wilayah dan fasilitas terdampak gempa. Dr. Andi Fajar Wela, Ketua Tim Advance MER-C melaporkan hasil temuan tim di lapangan, yaitu koordinasi yang ada masih sangat kurang, listrik mati, sulitnya bahan bakar sulit dan air bersih serta rumah sakit yang ada juga rusak berat. “Koordinasi penanganan gempa masih sangat kurang, listrik mati, bahan bakar sulit, air bersih sulit. Rumah sakit di Palu juga rusak berat yang mengakibatkan pelayanan medis lumpuh,” ungkapnya. “Rusaknya fasilitas dan banyaknya sumber daya kesehatan yang turut menjadi korban menyebabkan korban dilayani apa adanya,” tambahnya. Selain itu, menurutnya banyak korban akibat gempa, tsunami, dan likuifaksi tidak dapat ditangani di Rumah Sakit. Berdasarkan temuan tersebut, MER-C menetapkan prioritas kegiatan di tahap awal pasca bencana, yaitu mencari rumah sakit yang masih layak dan memfungsionalkannya untuk dapat memberikan pelayanan bagi para korban. Prioritas lainnya adalah pengadaan air minum dan bahan bakar untuk listrik rumah sakit serta mobilisasi tim. Survai ke beberapa rumah sakit yang ada di Palu pun dilakukan bekerjasama dengan Tim Disaster RSCM, seperti RS Undata, RS Anutapura, RS Budi Agung dan RS Sis Aljufri. Mempertimbangkan kondisi rumah sakit yang ada, tim memutuskan bahwa RS Sis Aljufri adalah rumah sakit yang kondisinya paling baik dan memungkinkan untuk dijadikan rumah sakit rujukan trauma. Bangunan RS pacsa gempa dahsyat masih kokoh dan hanya hanya sekitar 10% bangunan yang mengalami kerusakan dengan kondisi kamar operasi serta peralatan medis yang mencukupi. RS ini akan menjadi RS rujukan pasien-pasien kasus orthopaedi (bedah tulang) dan trauma. Pemilik dan pengelola RS SIS ALJUFRI, yaitu Yayasan Al Khaerat, menyambut baik rencana ini dan menyerahkan sepenuhnya RS SIS ALJUFRI untuk dikelola dalam situasi darurat oleh Tim MER-C. Menindaklanjuti rencana ini, MER-C segera menggelar rapat bersama antara Tim MER-C, Tim Disaster RSCM, dan SDM RS Sis Aljufri yang tersisa. Rapat dipimpin oleh Ketua Tim Advance MER-C, dr. Andi Fajar Wela yang kemudian ditunjuk menjadi Kordinator Umum RS Sis Aljufri. Hasil rapat bersama memutuskan bahwa nama operasi tim bersama ini adalah RS SIS ALJUFRI CRISIS CENTER dimana tim yang tergabung didalamnya adalah TIM MER-C, TIM RSCM, dan Relawan RS Sis Aljufri yang siap membantu. Target tim adalah sesegera mungkin RS dapat melayani dan menjadi rujukan trauma, mengadakan dapur umum untuk kebutuhan relawan dan pasien rumah sakit, melakukan evakuasi dan case finding melalui program mobile clinic ke wilayah-wilayah terdampak gempa yang belum terjangkau bantuan. Semoga ikhtiar ini dapat turut membantu mempercepat pemulihan dampak gempa dan tsunami Palu – Donggala. ———– Bantuan dan donasi bagi Korban Gempa Bumi dan tsunami di Palu – Donggala dapat disalurkan melalui: BCA, 686.0099339 BSM, 701.5658.899 BNI Syariah, 303.2000.922 Semua rekening atas nama : Medical Emergency Rescue Committee Info : Webiste : www.mer-c.org FB : MER-C Indonesia Call Center : 0811990176 IG : @mercindonesia #mercpedulipaludonggala
Kelangkaan BBM Berimbas Hingga Mamuju

(Laporan Perjalanan Tim MER-C untuk Palu – Donggala) Selasa, 2 Oktober 2018, Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) kembali memberangkatkan tim bantuan kemanusian yang terdiri dari unsur medis dan non-medis. Berbeda dengan kebanyakan, tim tidak menumpang rombongan Herkules TNI AU, melainkan menggunakan maskapai komersial. Jalur yang ditempuh adalah Jakarta – Makassar dan Makassar – Mamuju. Ada beberapa tujuan yang ingin dicapai : 1. Dengan lumpuhnya bandara Palu, Mamuju adalah kota terdekat yang bisa dicapai menggunakan pesawat udara. Tim mengonfirmasi jalur ini dan fasilitas transportasi-akomodasi yang tersedia di Mamuju. 2. Adanya permintaan logistik dan BBM dari tim aju (advance) yang sudah berada lebih dulu di Palu. Jadi selama satu hari, tim berbelanja kebutuhan internal relawan dan logistik dasar utamanya air minum dan makanan untuk didistribusikan. Secara fisik, kota Mamuju sendiri tidak mengalami dampak signifikan pasca gempa. Namun, yang kurang diantisipasi adalah, walaupun jarak yang cukup jauh dari pusat gempa, masyarakat Mamuju mengalami krisis BBM akibat meningkatnya permintaan. Hal ini mengingat naiknya volume kendaraan yang melintasi jalur Makassar – Mamuju – Palu.Sudah beberapa hari setelah gempa ini, seluruh SPBU di kota Mamuju kehabisan stok terutama jenis premium dan pertamax. “Stok pertamax kami 8 ton, habis dalam 2 hari terakhir. Biasanya 3-4 minggu baru kami melakukan pemesanan lagi,” ujar admin SPBU Haji Lomma. Dalam pengamatan tim, hanya jenis solar yang masih tersedia di kebanyakan SPBU. Akibat meningkatnya permintaan, pihak SPBU melakukan pembatasan pembelian menggunakan jerigen. Satu mobil hanya dibatasi membeli maksimal 20 liter menggunakan jerigen. Untuk pengisian penuh langsung ke tangki, tidak dibatasi. Kondisi ini diamini oleh Babinsa setempat, Hasanudin. “Kami mencegah agar tidak ada pihak yang mengambil keuntungan di saat krisis ini, pak,” ujarnya beralasan. Padahal, tim MER-C yang saat ini membantu operasional RS Alkhairat membutuhkan pasokan bensin yang kontinyu. Sampai hari tulisan ini dibuat, baru beberapa titik di Palu yang mendapatkan aliran listrik kembali. Selebihnya sangat bergantung dengan suplai listrik dari generator. Dengan lobi kekeluargaan, akhirnya pihak SPBU dan Babinsa mengijinkan pembelian bensin dua kali lipat kuota yang diberikan. Itu pun setelah mereka mengetahui bahwa bensin yang dibeli akan dibawa ke Palu untuk membantu kerja relawan.Hal lain yang juga menarik, adalah informasi tentang situasi keamanan terutama di daerah Pasangkayu. Setelah ramai menyebar di media sosial tentang penjarahan bantuan oleh oknum di daerah Pasangkayu, pihak TNI menurunkan personilnya untuk mengawal dan mengamankan daerah Pasangkayu hingga perbatasan Sulbar – Sulteng. Proses pengawalan dilakukan secara estafet mulai dari Korem Mamuju sampai Koramil Pasangkayu, lalu dari Koramil ke perbatasan dan masuk ke Palu. Karenanya seluruh rombongan relawan yang melakukan perjalanan darat dan membawa logistik diharapkan bisa melaporkan rombongannya ke kantor Korem Mamuju setiap hari jam 09 WITA untuk mendata konvoi yang akan berangkat. Rencananya, tim ini juga akan memanfaatkan pengawalan tersebut mengingat cukup banyaknya logistik yang dibawa. Tak kurang 1 pick-up disewa untuk mengangkut air mineral, biskuit, susu cair, dan pembalut untuk didistribusikan. Mamuju, 02 Okt 2018Dr. Arief Rachman, SpRad ——— Bantuan dan donasi bagi Korban Gempa Bumi dan tsunami di Palu – Donggala dapat disalurkan melalui: BCA, 686.0099339BSM, 701.5658.899BNI Syariah, 303.2000.922 Semua rekening atas nama :Medical Emergency Rescue Committee Info :www.mer-c.orgFB : MER-C IndonesiaIG: @mercindonesiaCall Center : 0811990176 #mercpedulipaludonggala
Resume Misi Gempa dan Tsunami Palu

Pasca tsunami kota Palu mengalami fenomena stroke atau lumpuh sebelah, sekilas masih terlihat lalu lalang kendaraan bermotor, tetapi LISTRIK MATI, TIDAK ADA AIR BERSIH, TIDAK ADA SINYAL HP. Terlihat masyarakat sibuk menjarah SPBU, Alfamart dan toko-toko bahkan rumah-rumah korban tsunami. Mayat masih bergelimpangan di jalan-jalan dan RS, sementara masyarakat terlihat apatis terhadap mayat tersebut tidak ada upaya penguburan, dll. Sikap apatis masyarakat Palu terhadap saudara-saudaranya yang menjadi korban menimbulkan tanda tanya bagi tim-tim bantuan. Sampai hari ketiga belum tampak evakuasi korban dari reruntuhan di dalam kota, walaupun kadang terdengar suara-suara merintih minta tolong diantara reruntuhan di Mall Ramayana terbesar di kota Palu. Hanya terlihat kendaraan TNI yang bolak balik, hampir tak terlihat adanya polisi yang mengamankan situasi. Bahkan bandara dipenuhi oleh masyarakat yang mau mengungsi. Kelumpuhan listrik akibat tsunami ini akibat tiang-tiang listrik yang tumbang. Sampai hari ketiga pasca tsunami listrik belum pulih, air bersih sulit didapat. Tim medis yang datang, tak bisa melakukan operasi akibat tak ada air. Akibatnya tim medis pun menjadi secondary victim. Masyarakat sibuk menjarah, keluar masuk kota ke kota terdekatnya untuk mencari BBM dan bahan makanan tanpa peduli dengan sekitarnya. Palu, 2 Oktober 2018dr. Yogi Prabowo, Sp.OT(MER-C Indonesia) Info:Website : www.mer-c.orgCall center : 0811990176FB : MER-C IndonesiaIG : @mercindonesia #mercpedulipaludonggala
Tim MER-C Tembus Lokasi Bencana Palu

Tim Advance MER-C akhirnya berhasil menembus lokasi bencana gempa bumi di Palu, Minggu/30 September 2018. Tim yang terdiri dari 4 relawan (2 dokter dan 2 perawat) tiba di Palu pada pukul 7 pagi ini setelah menempuh perjalanan darat melalui Poso – Napu – Palu. Target tim adalah melakukan penilaian awal bencana (initial assessment of disaster) untuk menilai secara langsung kerusakan infrastruktur pasca bencana, dampak bencana ke makhluk hidup (manusia) dan identifikasi kebutuhan di lapangan. Ketua Tim Advance MER-C untuk bencana gempa bumi Palu – Donggala, dr. Andi Fajar Wela melaporkan selain membawa bantuan obat-obatan, di Poso tim menyempatkan membeli bantuan air mineral untuk dibagikan kepada warga karena sulitnya air minum di lokasi bencana. Diinformasikan juga bahwa mulai kabupaten Sigi memasuki kota Palu, kondisi listrik masih mati dan di sepanjang jalan terdapat beberapa posko pengungsian. Setiba di lokasi Tim MER-C langsung menuju kantor SAR Palu untuk berkoordinasi dan mendapatkan update informasi pasca bencana gempa bumi dan tsunami yang menerjang wilayah Palu, Donggala dan sekitarnya. Berdasarkan data yang didapat, hingga Minggu pagi ini/30 September 2018 pukul 08.23 waktu setempat, korban meninggal mencapai 396 orang, korban luka berat 184 orang, , korban hilang 29 orang dengan konsentrasi masyarakat yang mengungsi tersebar di beberapa titik. Seperti Lombok, serangkaian gempa susulan juga terjadi sebanyak +- 95 kali Sementara itu, setelah bertugas selama 2 bulan di Lombok, pagi ini MER-C juga mengirimkan salah satu armada operasional lapangan (kendaraan ford ranger double cabin) dan 3 relawan untuk bergerak ke Palu. Tim membawa bantuan obat-obatan dan perlengkapan untuk pendirian Posko Kesehatan Lapangan MER-C di lokasi bencana Palu – Donggala. Rute yang akan dilalui adalah Mataram – Surabaya – Makassar – Palu. Tim Medis lanjutan dan bantuan medis saat ini juga sedang disiapkan di MER-C Pusat Jakarta untuk diberangkatkan pada hari Senin besok. Kepedulian dan bantuan Bapak/Ibu/Sahabat bagi korban gempa bumi dan tsunami di Palu, Donggala & sekitarnya dapat disalurkan melalui: BCA, 686.0099339BSM, 701.5658.899BNI Syariah, 303.2000.922 Semua rekening atas nama :Medical Emergency Rescue Committee Info :www.mer-c.orgCall Center : 0811990176FB : MER-C IndonesiaIG : @mercindonesia #mercpedulipaludonggala
MER-C for PALU & DONGGALA

Lombok belum lagi pulih, ujian bencana menerpa belahan bumi Indonesia lainnya. Jum’at/28 September 2018, gempa bumi berkekuatan 7,7 SR disertai tsunami menerjang wilayah Palu, Donggala dan sekitarnya. Jumlah korban jiwa dan luka masih terus diverifikasi. MER-C melalui Cabangnya di Makassar hari ini (Sabtu/29 September 2018) telah bergerak ke lokasi bencana untuk melakukan Initial Assessment of Disaster. MER-C juga menyiapkan Tim Nasional untuk diberangkatkan sebagai tim medis lanjutan. Kepedulian dan bantuan Bapak/Ibu/Sahabat bagi korban gempa bumi dan tsunami di Palu, Donggala & sekitarnya dapat disalurkan melalui : BCA, 686.0099339BSM, 701.5658.899BNI Syariah, 303.2000.922 Semua rekening atas nama :Medical Emergency Rescue Committee Info :www.mer-c.orgFB : MER-C IndonesiaCall Center : 0811990176 #mercpedulipaludonggala#mercpedulilombok