MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

Kok Keluarga Saya Engga Pernah Dikontrol Kayak Pasien Disini

Ungkapan spontan tersebut sesaat menghentikan aktivitas kami membersihkan luka pasien pasca operasi menyambung tulang kakinya yang patah. Saling lirik, gerakan alis, dan senyum diantara kami seakan menjadi bahasa non-verbal kira-kira siapa yang akan menjawab dan jawaban seperti apa. Dalam kondisi yang sensitif seperti korban bencana, jawaban yang kurang pas bisa berarti konotasi negatif. “Bisa dibawa saja ke pos kami di Gumantar, bu..” satu jawaban netral yang dapat kami berikan mengingat daftar pasien pasca operasi yang harus dikontrol oleh tim juga tidak sedikit dan tersebar di dusun-dusun di Lombok Utara. Dari awal bencana, sekurangnya 11 pasien dioperasi oleh tim bedah MER-C, dengan berbagai tingkat keparahan. Setelah menjalani perawatan di RS Lapangan di halaman RSUD Awet Muda, Narmada, Lombok Barat mereka dipulangkan ke asalnya masing-masing. Sempat timbul kebingungan, kemana pasien-pasien ini akan dipulangkan karena rumah mereka sudah rusak. Akhirnya disepakati mengantarkan pasien ke rumah keluarga mereka atau pos pengungsian dimana sebelumnya domisili mereka. Ya diantar dengan ambulans. Prinsipnya one stop service. Jadi sejak pasien dipulangkan itulah aktivitas perawatan pasca operasi dimulai. Idealnya kegiatan ini melibatkan keluarga membantu petugas medis merawat luka, semisal membersihkan luka dan mengganti perban. Namun luka operasi yang dikategorikan patah tulang terbuka ditambah fiksasi eksterna berupa batangan besi yang menonjol menembus kulit, membuat keluarga merasa ngeri dan kebingungan untuk melakukan perawatan luka pasca operasi. “Melihat luka dan besinya saja saya sudah ngeri, engga sanggup kalau diminta untuk membersihkan,” ungkap keluarga pasien. Untuk itu, salah satu program MER-C di Lombok adalah mobile clinic terjadwal untuk melakukan follow up pasien-pasien pasca operasi. Hal ini sudah dijalankan oleh MER-C sejak menangani pasien korban gempa di Yogyakarta dan Padang Pariaman. Beberapa pasien yang penyembuhannya relatif cepat atau lukanya minimal, segera diberikan alat bantu jalan berupa tongkat (crutches) atau kursi roda. Upaya rehabilitasi juga diajarkan sedini mungkin. Mereka yang belum boleh berjalan, digerakkan secara pasif untuk mencegah kekakuan sendi dan pengecilan massa otot (atrofi). Hingga hari ini, tersisa 5 pasien yang berada di Kec. Kayangan, Kec. Gangga dan Kec. Pamenang yang masih mendapatkan perawatan pasca operasi rutin 2 kali seminggu, Rabu dan Sabtu. Dengan program ini diharapkan angka kesembuhan pasien bisa dijaga tanpa menimbulkan kecacatan, infeksi sekunder bahkan re-operasi. Bantuan dan donasi bagi Korban Gempa Bumi Lombok dapat disalurkan melalui: BCA, 686.0099339BSM, 701.5658.899BNI Syariah, 303.2000.922 Semua rekening atas nama :Medical Emergency Rescue Committee Info :www.mer-c.orgFB : MER-C IndonesiaCall Center : 0811990176 #mercpedulilombok

Penyuluhan Ke Murid SMPN 3 Kayangan Di Sekolah Darurat

Kayangan – Kamis/30 Agustus 2018, dr. Laily dan Annisa, SKed, relawan medis MER-C Indonesia memberikan edukasi kepada siswi-siswi SMPN 3 Kayangan, kabupaten Lombok Utara tentang pentingnya kesehatan reproduksi di tenda sekolah darurat. SMPN 3 Kayangan merupakan salah satu sekolah yang rusak parah akibat gempa 7 SR yang menerjang Lombok. Kondisi bangunan sudah tidak layak untuk digunakan sebagai tempat kegiatan belajar mengajar, bahkan harus segera dirubuhkan karena membahayakan orang yang berada di sekitarnya. Selasa, 28/8/2018, relawan Al-Fatah membangun sekolah darurat sangat sederhana dengan memanfaatkan puing-puing bangunan yang masih bisa dimanfaatkan seperti kayu yang digunakan sebagai tiang penyangga, sementara atap sekolah menggunakan terpal. Di atas sekolah darurat inilah guru dan relawan berusaha merintis kembali aktifitas akademik di SMPN 3 Kayangan yang sudah hampir satu bulan nihil aktivitas belajar mengajar. Meskipun dengan kondisi seadanya guru-guru tampak bersemangat memulai kegiatan belajar mengajar dengan memastikan presensi siswa. Harapannya, siswa yang masih absen pada hari ini, besok bisa diajak untuk hadir meskipun kegiatan belajar mengajar belum bisa dilakukan secara maksimal. Di area SMPN 3 Kayangan berdiri RS Lapangan MER-C Indonesia dan Tenda Relawan Al-Fatah untuk memberikan bantuan kepada masyarakat korban bencana gempa Lombok. Selain itu, para relawan juga berupaya untuk memberikan edukasi-edukasi kepada masyarakat sekitar terkait permasalahan yang ada sesuai dengan bidang keahlian mereka masing-masing. Diawali oleh relawan Al-Fatah, pada Rabu/29 Agustus 2018, memberikan edukasi mengenai Manajemen Bencana, dilanjutkan pada hari Kamis/30 Agustus 2018, relawan medis MER-C Indonesia memberikan edukasi kesehatan reproduksi kepada siswi-siswi SMPN 3 Kayangan. Antusias siswa sangat besar dalam menyerap ilmu yang diberikan. Materi kesehatan reproduksi juga dirasa sangat menarik untuk mereka pahami karena sesuai dengan perkembangan usia, dimana pada usia 12 – 15 tahun mayoritas mereka sudah baligh. Kegiatan diakhiri dengan membagikan bantuan pembalut kepada siswi SMPN 3 Kayangan. (IAK) Bantuan dan donasi bagi Korban Gempa Bumi Lombok dapat disalurkan melalui: BCA, 686.0099339BSM, 701.5658.899BNI Syariah, 303.2000.922 Semua rekening atas nama :Medical Emergency Rescue Committee Info :www.mer-c.orgFB : MER-C IndonesiaCall Center : 0811990176 #mercpedulilombok

MER-C akan Mengirimkan Bantuan Kemanusiaan Tahap 2 ke Lombok

Berbagai barang bantuan yang saat ini dibutuhkan warga korban gempa bumi di Lombok terus disiapkan di Markas Pusat MER-C di Jakarta. Hal ini dikarenakan dalam waktu dekat, MER-C akan mengirimkan kembali truk berisi barang bantuan medis dan kemanusiaan ke Lombok. Pengiriman ini adalah pengiriman tahap ke-2 ke Lombok, setelah sebelumnya MER-C mengirimkan bantuan medis dan peralatan serta perlengkapan untuk pendirian RS Lapangan. Bantuan yang akan dikirimkan kali ini akan terdiri dari obat-obatan khususnya syrup untuk anak, cairan-cairan pembersih luka, tenda, terpal, hygiene kit, kasur, selimut, sarung, jilbab, tempat-tempat penampungan air bersih dan lainnya. Sementara itu, hingga saat ini sedikitnya sudah 50 relawan nasional MER-C yang diturunkan ke Lombok. Terima kasih kepada para donatur yang telah mempercayakan amanah donasi untuk korban gempa bumi Lombok melalui MER-C. Dengan donasi yang ada, MER-C akan terus mengirimkan tim relawan medis dan non medis secara berkala ke Lombok serta menyalurkan berbagai bantuan kepada warga yang membutuhkan. Bantuan dan donasi bagi Korban Gempa Bumi Lombok dapat disalurkan melalui: BCA, 686.0099339BSM, 701.5658.899BNI Syariah, 303.2000.922 Semua rekening atas nama :Medical Emergency Rescue Committee Info :www.mer-c.orgFB : MER-C IndonesiaCall Center : 0811990176 #mercpedulilombok

TPA Darurat

Usai berkegiatan memberikan pelayanan medis bagi warga korban gempa di Lombok pada pagi hingga sore hari, malam harinya giliran para relawan menerima kedatangan tamu-tamu cilik yang tinggal di sekitar posko MER-C yang berada di desa Gumantar, kecamatan Kayangan, Lombok Utara. Dalam sekejap posko riuh ramai dengan keceriaan anak-anak. Tanpa disuruh, hampir setiap hari anak-anak ini mendatangi posko MER-C, lengkap dengan alat sholat atau baju muslim dan buku mengaji. Ya Allah semangat belajar mereka tinggi, namun memang ujian bencana ini membuat kegiatan belajar mereka terhambat karena bangunan sekolah yang rusak akibat gempa. Dengan kemampuan yang dimiliki, para relawan MER-C yang sampai saat ini terus dikirimkan secara rolling dan berkala ke Lombok, mencoba berbagi sedikit ilmu, mendampingi, dan mengajari anak-anak ini mengaji. Semoga TPA darurat dan dadakan ini bisa bermanfaat untuk mengisi waktu anak-anak terdampak gempa dengan hal-hal yang positif. Semangat terus, Nak ! Bantuan dan donasi bagi Korban Gempa Bumi Lombok dapat disalurkan melalui : BCA: 686.0099339BSM: 701.5658.899BNI Syariah: 303.2000.922 Atas Nama :Medical Emergency Rescue Committee Info:www.mer-c.org0811990176FB : MER-C Indonesia #mercpedulilombok

Relawan MER-C Lakukan Homevisit Pasien-Pasien Pasca Operasi

Salah satu kegiatan Tim MER-C di Lombok adalah homevisit ke tempat tinggal pasien-pasien korban gempa yang telah dioperasi. Homevisit dilakukan terjadwal setiap 3 hari sekali untuk mengecek dan merawat luka-luka mereka hingga sembuh. Minggu/26 Agustus 2018, adalah jadwal homevisit. Hari ini, Tim MER-C mengunjungi 5 pasien, yaitu Ibu Jumasip (dusun Gubug Indah, kec. Kayangan), Pak Arna (dusun Luk Barat, kec. Gangga), Bu Pasi (dusun Kertaraharja, kec. Gangga), Pak Bambang (dusun Jenggala, kec. Tanjung) dan Pak Sahidin (Tegal Wareng, kec. Pamenang). Tim juga menemukan satu warga korban gempa di dusun Sejongga, kec. Kayangan yang mengalami fraktur namum belum dioperasi. Untuk sementara waktu, Tim MER-C memberikan bantuan tongkat (kruk) kepada keluarga pasien sambil menunggu penjadwalan operasi. Bantuan dan donasi bagi Korban Gempa Bumi Lombok dapat disalurkan melalui: BCA, 686.0099339BSM, 701.5658.899BNI Syariah, 303.2000.922 Semua rekening atas nama :Medical Emergency Rescue Committee Info :www.mer-c.orgFB : MER-C IndonesiaCall Center : 0811990176 #mercpedulilombok

Relawan MER-C Terus Pantau Kondisi Pasien Pasca Operasi

Kondisi Lombok yang masih digoyang gempa tidak saja menambah trauma bagi masyarakat, namun juga memperluas daerah terdampak. Goncangan terakhir yang menembus magnitude 7 dikabarkan menimbulkan kerusakan parah hingga ke Pulau Sumbawa yang bersebelahan dengan Pulau Lombok.     Satu hal yang patut disyukuri, jumlah korban khususnya yang berasal dari Kab. Lombok Utara tidak bertambah signifikan. Pun demikian, fasilitas kesehatan yang sebelum sudah rusak semakin bertambah keparahannya sehingga tidak aman digunakan. Situasi yang semakin mengancam kondisi kesehatan warga korban dan pasien. Menanggapi ini, relawan MER-C Indonesia melakukan terobosan dengan mendirikan RS Lapangan di halaman SMP 3 Desa Gumantar, Kec. Kayangan, Kab. Lombok Utara untuk menambah jaringan RS lapangan yang sudah ada sebelumnya. Selain sebagai pos kesehatan, lokasi ini diharapkan bisa dipergunakan bersama dengan lembaga lain dengan misi yang berbeda sehingga penanganan terhadap korban gempa semakin terkoordinasi dan komprehensif. Sisi lain yang didapat adalah kedekatan dan kemudahan bagi pasien untuk memperoleh layanan kesehatan berkualitas. Kondisi pasien berat saat ini biasanya dirujuk ke RS Lapangan di RSUD Tanjung atau ke RS Apung di Pamenang, bahkan hingga ke Mataram. Tidak heran banyak yang menolak saat ditawarkan pilihan untuk perawatan. Dengan aspek kedekatan ini, diharapkan korban/ pasien mau untuk mendapatkan perawatan yang lebih memadai ketimbang di tenda. Satu yang diprediksi ke depan, setelah korban trauma (patah tulang), adalah meningkatnya kasus penyakit infeksi terutama yang mengenai saluran napas dan cerna. Kedua, adanya pos kesehatan menetap, juga memudahkan relawan untuk melakukan pengawasan pasien pasca operasi. Sepertinya ini yang berbeda dengan cara kerja lembaga lain. Banyak yang bisa merujuk, banyak yang bisa mengoperasi, namun sedikit yang bisa melakukan perawatan pasca operasi dan hampir tidak ada yang melakukan keseluruhan kegiatan itu semua. MER-C mencoba melakukan itu, mulai dari menemukan pasien, memeriksa kondisi, merencanakan tindakan yang diperlukan, operasi jika diperlukan dan perawatan sesudahnya. Hingga saat ini, relawan masih secara rutin mengunjungi tenda-tenda untuk mengecek kondisi luka operasi, instrumen fiksasi eksterna yang terpasang dan penyulit lainnya. Dan rutin dilakukan secara terjadwal, bukan acak. Terlepas dari fase bencananya, MER-C terus mendampingi pasien untuk melakukan rehabilitasi pasca operasi dengan pembagian tongkat (crutch) dan kursi roda sebagai bagian dari mobilisasi bertahap pasien. Kita berharap kegiatan ini bisa menginspirasi yang lain dan menjadi magnet agar distribusi bantuan semakin terorganisir, demi masa depan masyarakat Lombok yang terdampak. Bantuan dan donasi bagi Korban Gempa Bumi Lombok dapat disalurkan melalui : BCA: 686.0099339BSM: 701.5658.899BNI Syariah: 303.2000.922 Atas Nama : Medical Emergency Rescue Committee Info:www.mer-c.org0811990176FB : MER-C Indonesia #mercpedulilombok

MER-C Turunkan Tim Nasional untuk Gempa Lombok

Lombok berduka dan hampir lumpuh pasca 2 gempa besar mengguncang wilayah ini pada Minggu/29 Juli 2018 dengan kekuatan 6,4 SR dan diikuti dengan gempa yang lebih besar berkekuatan 7 SR, Minggu/5 Agustus 2018, hanya dalam jangka waktu sepekan. Namun pola bencana gempa Lombok kali ini tidak biasa. BMKG merilis sampai dengan 13 Agustus 2018 pukul 10.00 WITA tercatat sebanyak 593 gempa susulan terjadi di Lombok. Kebanyakan gempa susulan yang terjadi tidak besar, terasa hanya seperti getaran atau goyangan kecil. Namun satu gempa susulan yang terjadi pada hari Kamis/9 Agustus 2018 terasa cukup besar. Gempa dengan kekuatan 6,2 SR, mengejutkan Tim bedah MER-C yang saat itu tengah melakukan tindakan operasi pada pasien korban gempa di lantai 4 RSU Provinsi Mataram, setelah dinyatakan aman untuk digunakan. Gempa membuat para dokter dan pasien panik bahkan sampai ada yang berlarian. Pelayanan medis di RSU ini akhirnya dihentikan dan dipindahkan ke tempat lain yang lebih aman. Gempa susulan diperkirakan akan terus terjadi hingga beberapa waktu ke depan. Merespon bencana gempa bumi Lombok, MER-C Indonesia telah menurunkan Tim Nasionalnya untuk tanggap bencana dan melakukan pertolongan medis dan tindakan operasi. MER-C juga menetapkan Lombok sebagai wilayah misi kemanusiaan jangka panjang. Hal ini disampaikan saat konferensi pers mengenai “Hasil Temuan dan Pernyataan MER-C Menyikapi Gempa Lombok dan Action Plan ke Depan” yang digelar di Kantor Pusat MER-C, Selasa/14 Agustus 2018. Hingga saat ini, MER-C telah menurunkan 31 relawan dengan rincian 6 dokter spesialis, 12 dokter umum, 5 perawat, dan 8 relawan non medis. Kamis/16 Agustus 2018 akan dikirimkan tim lanjutan yang terdiri 10 relawan medis dengan berbagai keahlian untuk mendukung program kemanusiaan MER-C di Lombok. Pengiriman Tim akan terus dilakukan secara rolling dan terjadwal hingga beberapa bulan ke depan. Sementara data yang masuk sampai dengan hari Sabtu/11 Agustus 2018, Tim Bedah MER-C telah melakukan 14 tindakan operasi dan Tim mobile clinic telah melayani 505 pasien korban gempa dengan menyusuri desa-desa yang belum tersentuh bantuan di Lombok Utara. Pada Fase Akut MER-C membentuk 4 tim kecil sbb: 1.    Tim Mobile Clinic untuk melakukan case finding, fokus di Lombok Utara2.    Tim Rujuk Balik dan Kontrol untuk mengawasi perawatan pasien di tempat penampungan sementara3.    Tim Perawatan Pasien Bangsal4.    Tim Bedah, saat ini bertugas di RSUD Awet Muda, Narmada Lombok Barat Untuk mendukung kerja medis di lapangan, Senin malam/13 Agustus 2018, MER-C mengirimkan satu truk berisi bantuan medis dan kemanusiaan untuk Lombok diantaranya tenda-tenda dan peralatan guna pembukaan RS Lapangan di Lombok Utara. MER-C juga mengirimkan kendaraan operasional berupa satu unit ford ranger dan dua unit motor trail untuk memperluas jangkauan mobile clinic MER-C. Dukungan dan donasi bagi Korban Gempa Bumi Lombok dapat disalurkan melalui: BCA, 686.0099339BSM, 701.5658.899BNI Syariah, 303.2000.922 Atas Nama: Medical Emergency Rescue Committee Info:Website : www.mer-c.orgCall Center : 0811990176FB : MER-C Indonesia #mercpedulilombok

MER-C Kirim Ambulans Bantu Operasi Korban Gempa Lombok

Dinamika penanganan korban gempa di Lombok masih sangat fluktuatif. Menyusul gempa Kamis lalu/9 Agustus 2018, manajemen RSU Propinsi Mataram hanya mengijinkan penggunaan ruang operasi sentral untuk tindakan bedah ringan semisal debridement. Untuk operasi besar, terpaksa dilakukan di RS lain seraya menunggu pendirian Kamar Operasi Lapangan selesai. Inisiatif MER-C untuk memulai tindakan operasi di RS Awet Muda (RSAM), Narmada adalah tepat dan mulai menunjukkan hasil. Pasien-pasien yang sebelumnya antri di RSU Propinsi, mulai dikirimkan ke RSAM untuk menjalani operasi yang dilakukan oleh Tim Bedah MER-C berkolaborasi dengan PABOI Jaya dan Departemen Orthopaedi FKUI/RSCM. Kendala yang timbul adalah kurangnya ambulans untuk transport antar RS. Namun kondisi ini tidak berlaku lama karena ambulans MER-C Cabang DI Yogyakarta tiba di Lombok, Sabtu pagi ini/11 Agustus 2018 setelah melalui jalan darat. Tak hanya kendaraan, ambulans juga membawa serta 4 orang relawan sbb: 1 dokter, 1 perawat, 1 orang logistik dan 1 supir. Tanpa menunggu lama, ambulans langsung aktif menjemput pasien dari RSU Propinsi Mataram untuk dilakukan tindakan operasi di RSAM. Serah terima pasien ditemani dokter MER-C Cabang Medan yang ditarik dari lokasi mobile clinic di Kec. Kayangan, Lombok Utara untuk mendukung operasional RSAM. Direncanakan Sabtu sore ini (11 Agustus 2018) dan Senin sore (13 Agustus 2018), tim medis baru dari Jakarta dan Yogyakarta berisikan dokter ahli ortopaedi, dokter ahli anestesi, perawat bedah, perawat dan tim logistik akan datang untuk membantu operasional  RSAM dan realisasi rencana pendirian RS Lapangan di Kab. Lombok Utara. Dukungan dan donasi bagi Korban Gempa Bumi Lombok dapat disalurkan melalui : BCA: 686.0099339BSM: 701.5658.899BNI Syariah: 303.2000.922 Atas Nama : Medical Emergency Rescue Committee Info:www.mer-c.org0811990176FB : MER-C Indonesia #mercpedulilombok#BersatuMenolongNegeri

Pindah ke Narmada, MER-C Lanjutkan Operasi Korban Gempa

Pasca gempa berkekuatan 6,2 SR yang terjadi Kamis, 9 Agustus 2018 pukul 13.25 WITA, pelayanan medis di RS Propinsi Mataram terhenti. Manajemen RS Propinsi memutuskan memindahkan seluruh pasien dan tindakan ke RS Lapangan yang dibangun di halaman RS. Hal ini membuat antrian pasien operasi semakin panjang. Beberapa pasien bahkan dirujuk ke RS lain. Menyikapi hal tersebut, tim medis MER-C bergerak cepat mencari alternatif RS yang masih aman untuk melakukan tindakan operasi dan perawatan pasien. Dipilihlah RS Awet Muda (RSAM) yang berlokasi di daerah Narmada, sekitar 30 menit perjalanan dari RS Propinsi Mataram. Sebagai rumah sakit tipe D, RS ini memiliki fasilitas kamar operasi dan perawatan yang mencukupi. Dengan ijin penggunaan dari direktur RSAM dan dokter bedah yang bertugas disana, tim bedah MER-C juga meminta kepada Dinas Kesehatan untuk dapat menarik dan mengerjakan operasi pasien di RSAM. Dan siang tadi, Jumat 10 Agustus 2018, tim bedah melakukan operasi perdana terhadap pasien dengan diagnosa patah tulang tungkai kiri. Kita berharap agar masyarakat terdampak gempa di Lombok bisa bersabar menghadapi bencana. Dan tim medis yang bertugas diberikan kekuatan, kesehatan dan keamanan agar bisa terus memberikan bantuan kepada para korban yang membutuhkan. Dukungan dan donasi bagi Korban Gempa Bumi Lombok dapat disalurkan melalui : BCA: 686.0099339BSM: 701.5658.899BNI Syariah: 303.2000.922 Atas Nama :Medical Emergency Rescue Committee Info:www.mer-c.org0811990176FB : MER-C Indonesia #mercpedulilombok

MER-C Tim Medis Pertama Capai Desa Salut

Kamis, 9 Agustus 2018, tim mobile clinic MER-C berangggotakan dr. Miftahul Masruri, dr. Akita Akbar, dr. Lia Rahmarini, Kipa Jundapri, Islamiyah Samaun, bersama tim MER-C Mataram masih menyisiri wilayah- wilayah gempa terparah di Lombok Utara. Kali ini wilayah yang dituju adalah dusun Salut Timur, desa Salut, Kecamatan Kayangan, Kab. Lombok Utara. Tim MER-C merupakan yang pertama melakukan pertolongan medis di desa itu pasca gempa yang terjadi Ahad (5/8) lalu yang melanda NTB. Data pejabat desa setempat menyatakan, korban meninggal di desa tersebut 14 orang. Sementara korban luka ringan dan berat baru mendapat pengobatan setelah tim MER-C tiba di desa. Desa Salut memiliki delapan dusun, yaitu Salut timur, Kendal Barat, Montong Singgang, Tunjang Besi, Tanak Sebang, Nursnjong, Sambitintang, dan Lokok Beru. Kondisi desa Salut masih mencekam. Listrik belum menyala sejak tragedi gempa. Masyarakat masih trauma. Hampir semua rumah warga hancur (90 persen). Selain bantuan pengobatan medis, hal yang mendesak adalah kebutuhan air bersih. Selama ini warga mengandalkan air PAM desa. Sejak gempa, saluran air terputus hingga warga belum mendapat air bersih hingga saat ini. Gempa Ditengah Operasi Sementara itu, Tim Bedah MER-C bersama tim bedah lainnya masih berfokus membantu pasien-pasien korban gempa dari berbagai daerah yang dirujuk ke RSU Mataram. Tim melakukan _ward triage_ utk menentukan prioritas pasien yang dioperasi, lalu dilanjutkan dengan kegiatan operasi. Ditengah operasi, tim dikejutkan dengan gempa cukup besar berkekuatan 6,2 SR, membuat dokter dan pasien panik sampai ada yang berlarian. Sementara, Tim berlindung di tepi-tepi dinding lantai 4, tempat kamar operasi berada. Setelah gempa mereda, operasi segera diselesaikan dan lanjut briefing dengan Direktur RS serta tim lainnya. Diputuskan untuk menghentikan pelayanan di RS Mataram dan mencari alternatif pelayanan bedah di RS lain, atau dengan menggunakan tenda atau kontainer.Dukungan dan donasi bagi Korban Gempa Bumi Lombok dapat disalurkan melalui : BCA: 686.0099339BSM: 701.5658.899BNI Syariah: 303.2000.922 Atas Nama :Medical Emergency Rescue Committee Info:www.mer-c.org0811990176FB : MER-C Indonesia #mercpedulilombok

Silahkan bertanya?