MER-C: Hentikan Kekerasan terhadap Warga Palestina

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia mengecam aksi penyerangan yang dilakukan pemukim Israel terhadap warga Palestina, di Huwara, Nablus, Tepi Barat, Ahad/26 Feb 2023. Penyerangan yang disertai pembakaran rumah-rumah, mobil serta properti warga Palestina di wilayah tersebut telah menyebabkan sebelas orang warga Palestina meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka. “Kami terus mengamati perkembangan situasi di Palestina, baik Jalur Gaza maupun Tepi Barat. Kami mengecam penyerangan dan tindakan kekerasan yang masih terus dilakukan pemukim Israel terhadap warga Palestina tanpa mengindahkan hukum-hukum internasional. Bahkan tindakan ini dilindungi oleh aparat keamanan Israel dan pemerintahan mereka,” ujar Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad. Sarbini meminta Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (DK PBB) untuk memberikan sanksi tegas terhadap Israel dan menekan pemerintah Israel agar dapat menjaga kondusivitas bagi warga Palestina dari teror pemukim Israel. “Kita semua warga dunia yang cinta terhadap perdamaian dan kemanusiaan harus terus mengawal dan menyuarakan hal ini hingga Israel menghentikan aksi brutalnya terhadap warga Palestina yang akhir-akhir ini terus meningkat,” ucapnya.
Turki Diguncang Gempa Dahsyat, MER-C Siapkan Tim Bedah untuk Bantu Para Korban

Siaran Pers Senin/6 Februari 2023, bencana gempa bumi dahsyat dengan magnitudo 7,8 melanda Turki bagian selatan, bahkan gempa juga dirasakan hingga ke Suriah dan Lebanon. Gempa terjadi sekitar pukul 4 dini hari waktu setempat dimana sebagian besar orang masih terlelap, sehingga banyak yang tidak dapat menyelamatkan diri. Hal ini mengakibatkan ribuan orang meninggal dunia dan ribuan lainnya mengalami luka-luka. Data sementara menyebutkan bahwa sampai dengan Rabu/8 Februari 2023 jumlah korban tewas akibat gempa telah mencapai angka 7.926 orang, dimana sebanyak 5.894 korban tewas di Turki dan sisanya sebanyak 2.032 korban tewas di Suriah. Jumlah korban diperkirakan akan terus bertambah seiring masih banyaknya warga yang tertimbun reruntuhan bangunan, menunggu proses evakuasi dan pertolongan. Besarnya kekuatan gempa dan dampak kerusakan yang ditimbulkan menjadikan bencana ini sebagai bencana terbesar dalam satu abad terakhir yang melanda Turki, setelah gempa bumi Erzincan pada tahun 1939 yang diperkirakan menewaskan 33,000 orang. MER-C mengucapkan duka cita yang mendalam kepada Pemerintah dan rakyat Turki, khususnya para korban gempa dan keluarganya. Semoga korban tewas mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan dan korban luka-luka bisa segera pulih kembali. Semoga korban-korban lainnya bisa segera ditemukan dan kanmendapat pertolongan. Kami berdoa yang terbaik bagi negara Turki agar dapat segera bangkit dari tragedi kemanusiaan ini. Merespon bencana dahsyat tersebut dan dalam rangka memfasilitasi aspirasi masyarakat Indonesia melalui MER-C, maka sebagai lembaga kegawatdaruratan medis untuk korban perang, konflik dan bencana alam, MER-C akan mengirimkan relawannya yang merupakan Tim Bedah ke Turki. Tim akan terdiri dari Dokter Spesialis Bedah Orthopedi, Dokter Anastesi, Dokter Umum, Perawat Bedah dan Perawat. Di tengah cuaca dingin yang ekstrim di Turki saat ini, penyakit akut dan kronik non-bedah juga akan sangat mungkin cepat meningkat dan berpotensi fatal bagi kelompok rentan (anak, ibu hamil dan lansia). Untuk itu, MER-C akan melengkapi timnya dengan spesialis non-bedah seperti Dokter Spesialis Penyakit Dalam dan Dokter Spesialis Anak untuk mem-back-up dokter umum dalam menangani kasus-kasus tersebut. Tim awal MER-C ditargetkan berangkat dalam waktu secepatnya, tentative pada hari Sabtu ini/11 Februari 2023 ke lokasi bencana untuk turut memberikan bantuan bagi para korban. Koordinasi dengan berbagai pihak baik di Indonesia maupun di negara tujuan tengah dilakukan untuk dapat menyalurkan amanah serta aspirasi masyarakat Indonesia bagi korban bencana gempa di Turki. Rekening Donasi Misi Kemanusiaan MER-C untuk Bencana Gempa Turki: BCA, 686.0099339BSI, 701.565.8918Mega Syariah, 1000.209.400Atas nama Medical Emergency Rescue Committee Jakarta, 8 Februari 2023 Dr. Sarbini Abdul MuradKetua Presidium MER-C Indonesia
ILUNI FKUI 98 Gelar Simulasi Penanggulangan Bencana Bersama MER-C Training Center

Cibubur, MINA – Ikatan Alumni Universitas Indonesia Fakultas Kedokteran (ILUNI FKUI 1998) bersama MER-C Training Center (MTC) menggelar simulasi penanggulangan bencana yang berlangsung selama dua hari, 28-29 Januari 2023, di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata, Cibubur. Peserta dari pelatihan simulasi penanggulangan bencana ini adalah mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia berjumlah 30 orang. Mewakili Dekan FKUI dr. Wismandari Wisnu, dr. Danang Tri Wahyudi mengatakan pihaknya ingin pelatihan ini bisa dikembangan terutama di FKUI sebagai suatu amal bakti almamater untuk berbuat sesuatu yang berguna bagi bangsa dan negara. “Semoga apa yang kami lakukan di sini dengan pelatihan ini dapat memberikan pengalaman dan juga memberikan sesuatu hal yang baru bagi adik-adik peserta sekalian,” ujarnya. Ketua ILUNI FKUI 98 dr. Wawan Mulyawan dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas inisiasi simulasi penanggulangan bencana ini. “Kami dari Alumni FKUI 98 mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya, Tentu kita bersyukur semuanya bisa berjalan lancar sampai hari ini,” ujar Wawan. “Mudah-mudahan ini bukan yang pertama dan yang terakhir kita mengadakan kegiatan ini, terimakasih kepada ILUNI 98 yang sudah menginisiasi,” tambahnya. Direktur Utama Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) dr. Lies Dina Liastuti, yang turut hadir dalam pelatihan menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pelatihan ini dan berharap kedepannya bukan hanya FKUI, tapi pelatihan juga digelar bagi rumah sakit-rumah sakit yang biasa menangani bencana di setiap provinsi. “Kita harus punya kader-kader yang memberikan bakti untuk menolong demi kemanusiaan bukan hanya bekerja sebagai dokter dan nakes biasa. Peduli pada kesulitan yang terjadi di masyarakat khususnya di Indonesia karena bencana tidak akan kita duga kapan terjadi dan di mana terjadi tapi kita harus tetap andil dan kita harus punya skill,” kata Lies. Hal serupa juga disampaikan oleh Kepala Pusat Krisi Kementrian Kesehatan Dr. Sumarjaya yang mengucapkan terima kasih ILUNI FKUI bersama MER-C yang telah mengadakan pelatihan simulasi penanggulangan bencana bidang kesehatan. “Ini bagus sekali semangatnya sama dengan program tenaga cadangan Kesehatan yang menjadi program proritas Kementrian Kesehatan melalu pilar ketiga transformasi system ketahanan pusat,” kata Sumarjaya. Ia berharap tiga puluh orang peserta yang mengikuti pelatihan ini nantinya bisa masuk ke dalam program tenaga cadangan kesehatan. Berdasarkan pengalaman-pengalaman yang dimiliki MER-C, maka MER-C menyelenggarakan program pelatihan medis dengan wadah MER-C Training Center (MTC). MTC merupakan bagian dari Yayasan MER-C yang bergerak di bidang pelatihan kegawatdaruratan medis dan keahlian medis lainnya.(L/R7/R1)
MER-C Hadiri Peresmian Puskesmas Pembantu (Pustu) Mahameru, Fasilitas Kesehatan bagi Penyintas Semeru

Pemerintah Daerah Kabupaten Lumajang meresmikan Puskemas Pembantu (Pustu) Mahameru, sebuah fasilitas kesehatan yang dibangun di Kawasan Relokasi Bumi Semeru Damai (BSD), Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Kamis (26/1/2023). Salah satu Presidium MER-C, dr. Henry Hidayatullah, MSi turut hadir menyaksikan acara peresmian Pustu Mahameru yang sudah mulai dibuka untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi warga penyintas Semeru di wilayah ini. Sekretaris Daerah Kabupaten Lumajang, Agus Triyono menyampaikan bahwa Pustu Mahameru menjadi salah satu fasilitas yang sangat dibutuhkan masyarakat penyitas erupsi Gunung Semeru. Dengan total 1.951 KK akan bermukim di BSD, fasilitas untuk masyarakat haruslah memadai. Dipredikasi hingga saat ini, ada sekitar 6.000 orang sudah menempati hunian relokasi. Agus juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, yang berpartisipasi dalam pembangunan Pustu Mahameru yang merupakan fasilitas pelayanan kesehatan di lingkungan BSD. MER-C hadir sebagai salah satu Lembaga yang turut berpartisipasi dalam program ini. Dengan donasi dari masyarakat Indonesia, MER-C menyumbangkan bantuan satu unit ambulans untuk melengkapi pelayanan Puskesmas Pembantu (Pustu) Mahameru. Bantuan telah diterima secara langsung oleh Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati didampingi jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang, bertempat di Kantor Bupati Lumajang, Kamis/5 Juli 2022 lalu. Sementara itu, Presidium MER-C, Henry Hidayatullah berharap bantuan ambulans yang diberikan C dapat bermanfaat bagi masyarakat yang ada di tempat relokasi,” ujar Henry.
MER-C Mengecam Keras Aksi Pembakaran Al Qur’an oleh Paludan di Swedia

Lembaga sosial medis untuk kemanusiaan dan perdamaian, Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia mengecam keras aksi pembakaran Al Qur’an yang kembali dilakukan oleh Rasmus Paludan, di Stockholm Swedia pada Sabtu (21/1). Ini bukan yang pertama kali. Sebelumnya Rasmus Paludan, seorang politisi Swedia juga pernah menggelar sejumlah demontrasi dengan aksi membakar Al Qur’an. MER-C sangat menyayangkan pembiaran yang dilakukan Pemerintah Swedia terhadap aksi pembakaran kitab suci umat Islam, sehingga kejadian ini bisa terus berulang. “Kami mempertanyakan Pemerintah Swedia yang tidak mencegah aksi penistaan dan pelecehan agama Islam tersebut, bahkan memberikan izin atas nama kebebasan berakspresi. Padahal tindakan ini sangat berbahaya bagi kerukunan umat beragama tidak hanya di Swedia namun juga di seluruh dunia,” ujarnya. Untuk itu, Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad meminta Pemerintah Swedia agar segera mengambil tindakan tegas dengan menghukum pelaku dan meminta maaf kepada umat Islam di dunia. “Kami minta Pemerintah Swedia dapat segera bertindak tegas terhadap praktek-praktek penistaan agama seperti ini agar kejadian serupa tidak terulang lagi. Pembakaran kitab suci Al Qur’an akan memancing kemarahan umat Islam dunia. Pemerintah Swedia sebaiknya segera meminta maaf kepada umat Islam di dunia atas pembiaran aksi tersebut,” tegasnya. Di sisi lain, Sarbini juga berharap Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) bisa mengambil sikap atas aksi pembakaran Al Qur’an di Swedia sehingga kejadian ini tidak terjadi lagi.
BWA dan MER-C Tanda Tangani Perjanjian Kerjasama Program Pelayanan Kesehatan Kapal Dakwah Dokter Care dr. Joserizal Jurnalis

Jum’at/20 Januari 2023, Badan Wakaf Al Qur’an (BWA) dan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) mengadakan penandatanganan perjanjian kerjasama program pelayanan kesehatan Kapal Dakwah dokterCARE (KDDC) dr. Joserizal Jurnalis. Penandatanganan dilakukan oleh Chief Executive Officer Badan Wakaf Al Qur’an, Heru Binawan dan Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad bertempat di Hotel Sofyan In Tebet Jakarta Selatan. Acara ini turut disaksikan oleh jajaran Pengurus dari kedua lembaga, perwakilan pihak keluarga dr. Joserizal Jurnalis dan sejumlah tamu undangan.Kapal Dakwah dokterCARE (KDDC) adalah program wakaf khusus yang diinisiasi oleh BWA. Selain untuk berdakwah. KDDC yang merupakan kapal ke-4 BWA ini akan digunakan untuk pelayanan Kesehatan bagi masyarakat di pulau-pulau terpencil nusantara. Program ini diharapkan dapat menjadi salah satu solusi terhadap masih minimnya pelayanan kesehatan bagi saudara-saudara sebangsa yang berada di pelosok-pelosok tanah air tercinta. BWA menggandeng MER-C, sebuah lembaga sosial medis yang sudah berkiprah di bidang kemanusiaan selama lebih 23 tahun untuk menjadi partner dalam program ini. Bahkan nama Kapal Dakwah dokterCARE diberi nama salah satu tokoh pendiri MER-C yang juga sosok pejuang medis dan kemanusiaan “dr. Joserizal Jurnalis”, yang pada hari ini tepat 3 tahun kepergian Almarhum menghadap Sang Maha Pencipta. Jasadnya boleh tiada, namun semangat dan perjuangannya semoga dapat terus dilanjutkan oleh masyarakat. Saat ini kapal dakwah dokterCARE dr. Joserizal Jurnalis masih dalam proses renovasi yang telah mencapai 85%. Kapal yang dilengkapi dengan ruang tindakan dan sejumlah alat medis memungkinkan operasi bedah minor dan persalinan. Target wilayah program kerjasama adalah pulau-pulau terpencil di wilayah Papua Barat Daya dan sekitarnya. Dengan KDDC dr. Joserizal Jurnalis, Tim MER-C dan BWA akan menyusuri kampung-kampung di wilayah ini yang hanya dapat diakses melalui laut untuk memberikan bantuan pengobatan bagi mereka yang membutuhkan. Pasien yang tidak dapat ditangani, akan dirujuk ke KDDC dr. Joserizal Jurnalis untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Wakaf dari masyarakat masih sangat diperlukan untuk dapat merampungkan renovasi kapal serta membiayai operasional kapal sehingga dapat memulai perjalanan dakwah dan kemanusiaannya. Harapan kami program dapat dimulai pada pertengahan tahun 2023, tepatnya 1 Juli 2023. Jakarta, 20 Januari 2023BWA dan MER-C
Presidium MER-C Berharap MINA Jadi Kantor Berita yang Melawan Israel

Caringin, Kab. Bogor, MINA – Ketua Presidium Medical Emergency Rescue-Committe (MER-C), dr.Sarbini Abdul Murad mengharapkan Kantor Berita MINA menjadi media yang tidak hanya membela Palestina namun juga melawan Israel. “Kita harus masuk ke ranah ini,” kata dr. Ben saat menjadi pembicara di acara Sarasehan dalam rangka memperingati Milad Kantor Berita MINA ke-10 yang digelar di Caringin, Senin (19/12). Ia menyatakan, MINA harus menulis berita atau artikel yang “menghantam” Israel karena tulisan untuk membela Palestina sudah biasa dilakukan. “Kantor Berita MINA juga harus bermain cantik dan mempunyai pressure yang besar terhadap Israel,” tambahnya. Untuk itu, kata dr. Ben – sapaan akrab dr Sarbini- MINA juga harus perlu mempunyai informasi-informasi tentang Israel, khususnya kemungkinan jalinan hubungan dengan Indonesia. Sementara Pemimpin Umum MINA Arief Rahman dalam sambutannya mengatakan, dengan kepercayaan dari berbagai pihak, termasuk para duta besar meyakinkan bahwa second track diplomacy akan terus lakukan. “Dukungan, kemitraan dan sinergi di antara semua pihak, MINA akan mewujudkan cita-citanya sebagai bagian dari perjuangan pembebasan Masjidil Aqsa dan Kemerdekaan Palestina,” ujarnya. Sepuluh tahun MINA bukanlah sesuai yang mudah. Semua ini dilalui dengan berbagai hal. “Hari ini Kantor Berita MINA masih eksis bukan hanya karena satu dua orang tapi karena semua,” tegasnya. Acara Sarasehan dalam memperingati Milad Kantor Berita MINA yang ke-10 juga menghadirkan pembicara lain, yakni Pembina Kantor Berita MINA Imam Yakhsyallah Mansur, Pendiri Kantor Berita MINA Aat Surya Safaat dan menyaksikan rekaman ucapan selamat dari Duta Besar RI di Nairobi dan dari Duta Besar Azerbaijan di Jakarta. Selain Sarasehan, Milad Kantor Berita MINA ke-10 juga menggelar rapat kerja, tepat pada tanggal 18 Desermber (Ahad), dan Senin tausiyah inspirasi pagi oleh Imam Yakhsyallah Mansur dan tim building. (L/RE1/RS3) Sumber : https://minanews.net/presidium-mer-c-berharap-mina-jadi-kantor-berita-yang-melawan-israel/
Dr. Sarbini : Kemerdekaan Palestina Harga Mati yang Harus Kita Perjuangkan Bersama

Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad, menegaskan bahwa kemerdekaan Palestina adalah harga mati yang harus diperjuangkan bersama. Ia juga mengingatkan bahwa dalam membela dan memperjuangkan kemerdekaan Palestina harus mempunyai nafas panjang dan komitmen yang tinggi. Hal ini dikatakan Sarbini saat menjadi narasumber pada acara Sarasehan Penutupan Bulan Solidaritas Palestina yang digelar Aqsa Working Group (AWG), Selasa/29 November 2022, di Aula Buya Hamka, Masjid Raya Al Azhar, Jakarta. Sarbini yang berbicara sebagai narasumber ke-2 dengan tema “Membela Palestina, Membela Kemanusiaan”, mengharapkan kepada semua pihak untuk bisa berperan pada bidangnya masing-masing. Hal ini dikarenakan masalah Palestina sangat kompleks dan merupakan masalah kemanusiaan sehingga menjadi tanggung jawab bersama, tidak hanya umat muslim. Ia pun mengatakan dalam membantu Palestina, lembaga yang dipimpinnya saat ini, Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) sebagai sebuah NGO mencoba mengambil focus bidang kemanusiaan dan merupakan program jangka panjang. “Bagi MER-C, Palestina adalah program abadi, permanen dan berkepanjangan dan kontinu. Pada awalnya kami berfikir ini suatu yang impossible. Bagaimana kita bisa melakukan aksi yang nyata di Palestina, padahal kita nun jauh dari sana. Tapi aksi dan kegiatan kemanusiaan harus menjadi prasasti abadi hubungan kedua bangsa,” papar Ben, sapaan akrab Sarbini, menjelaskan alasan MER-C membangun Rumah Sakit Indonesia di Gaza, Palestina. “Oleh sebab itu, kita mencoba untuk bisa bersinergi dengan semua elemen, termasuk tokoh-tokoh agama. Kita jadikan persoalan Palestina bukan hanya masalah umat Islam, tapi masalah kemanusiaan yang semua kita punya tanggung jawab bersama,” lanjutnya. Dalam kesempatan tersebut, ia juga memaparkan pandangannya mengenai tiga tahapan dalam membela Palestina. Pertama, adalah tahap Aksi Kemanusiaan. Semua pihak merespon dengan baik dan sepakat dengan tahapan aksi kemanusiaan untuk Palestina. Namun menurutnya, aksi tidak berhenti hanya sampai di situ. “Ada tahapan aksi berikutnya, aksi tahap ke-2 yang lebih serius, yaitu tahapan Politik Kemanusiaan,” tambahnya. Lebih jauh ia menjelaskan bahwa aksi tahap Politik Kemanusiaan memerlukan kekuatan yang besar sehingga perlu menjalin koalisi, safari, mengkomunikasikan dengan semua pihak termasuk pemerintah mengenai permasalahan dan pembelaan terhadap Palestina. Sarbini mencontohkan, misalnya menolak visa kontingen Israel pada Piala Dunia U-20 yang akan digelar pada tahun 2023 mendatang di Indonesia. Ia beralasan pemberian visa kepada kontingen Israel untuk bisa masuk ke Indonesia adalah suatu hal yang ilegal dan keliru. Tahap selanjutnya, yaitu tahap ke-3 adalah tahap Politik Perlawanan yang harus dilakukan kepada Israel. Ia menjelaskan bahwa satu sisi kita mengatakan membela dan mendukung kemerdekaan Palestina, namun di sisi lain, hubungan-hubungan gelap antara Indonesia dan Israel baik di level ormas maupun pemerintah masih terus berlangsung. “Ini adalah ambivalensi yang dilakukan oleh pemerintah,” katanya. Oleh sebab itu, ia mengajak kepada semua elemen bangsa agar terus bergerak membela kemerdekaan Palestina karena solusi kemerdekaan Palestina adalah harga mati yang harus diperjuangkan bersama sesuai dengan amanah konstitusi dan amanah kemanusiaan. Turut hadir sebagai narasumber dan memberikan pandangan serta dukungannya bagi kemerdekaan Palestina adalah Romo Magnis Suseno, seorang budayawan dan pemuka agama Katolik. Menurut Romo Magnis, rakyat Palestina berhak atas kemerdekannya dan berhak atas kenegaraannya sendiri yang sama sekali lepas bebas dari negara Israel. “Orang-orang Palestina baik di Tepi Barat maupun di Gaza berhak untuk merdeka,” ungkapnya. “Tidak ada resolusi konflik dan damai di Timteng kalau kemerdekaan Palestina tidak diakui dan dibikin nyata. Titik!” tegasnya lagi. Narasumber lainnya adalah DR. Abdul Muta’ali, Direktur Pusat Kajian Timur Tengah Universitas Indonesia yang memberikan pemaparan mengenai “Pecah Belah Israel terhadap Palestina”. Menurutnya banyak kegiatan yang harus dilakukan dan tidak bisa sendiri untuk membantu Palestina. Bulan Solidaritas Palestina (BSP) adalah rangkaian kegiatan peduli Palestina yang digagas oleh Aqsa Working Group (AWG). MER-C sebagai lembaga sosial medis untuk kemanusiaan dan perdamaian mendukung kegiatan BSP karena ini merupakan satu bentuk nyata dalam membela dan mendukung perjuangan Palestina. Bulan November dipilih karena setidaknya ada empat peristiwa penting terkait Palestina di bulan ini. BSP tahun 2022 dengan tema “Bergerak Berjamaah Bebaskan Al Aqsa dan Palestina” digelar serempak di 14 provinsi di Indonesia selama satu bulan penuh. Sarasehan diadakan sebagai acara penutup Bulan Solidaritas Palestina dan diselenggarakan bertepatan dengan Hari Solidaritas Internasional bagi rakyat Palestina tanggal 29 November 2022.
Dr Ben: MER-C Kedepankan Jihad Profesional Dalam Menjalankan Misi Kemanusiaannya

Jakarta, PJMI – Ketua Presidium Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) dr. Sarbini Abdul Murad, menyampaikan MER-C mengedepankan kasih sayang, pengabdian pada profesi dan kemanusiaan, juga solidaritas umat dalam menjalankan setiap misi kemanusiaannya. Dia menyatakan, sebagaimana idealisme kemanusiaan yang menjadi pemantik lahirnya MER-C, dalam keanggotaannya ditanamkan ideologi bahwa setiap relawan harus mempunyai sifat amanah, profesional, netral, mandiri, sukarela, dan mobilitas tinggi. Untuk itu, MER-C menjadi organisasi yang diterima oleh semua komunitas dan pihak yang berkonflik maupun saat ada bencana karena MER-C mengusung landasan kemanusiaan yang menjadikannya profesional dan berdiri di semua komunitas. “Kami bersama para relawan mempunyai spirit perjuangan dengan satu semangat bersama berjihad secara profesional dalam bidang medis dan kemanusiaan,” kata Sarbini saat menjadi narasumber Diskusi Dwi Mingguan bertema “Respon MER-C terhadap Bencana Kemanusiaan di Berbagai Belahan Dunia” di Kantor Sekretariat Barisan Nusantara, Jatinegara, Jakarta, Rabu (23/11) malam. Diskusi Publik Dwi Mingguan ini merupakan kolaborasi Barisan Nusantara (BN) dengan Persaudaraan Jurnalis Muslim Indonesia (PJMI) dan sudah masuk edisi kelima, yang dimoderatori oleh Wakil Ketua PJMI, Gunawan MY. Menurut dr Ben sapaan dr Sarbini Abdul Murad, MER-C yang sudah memasuki usia ke-23 tahun pada 14 Agustus 2022, dapat terus berkiprah bagi kemanusiaan baik di dalam negeri maupun luar negeri, karena memegang prinsip dan idealisme tersebut yang bermuara pada keikhlasan dan ketulusan memenuhi panggilan jiwa untuk kemanusiaan. Dokter Ben sendiri selama menjadi relawan sejak berdirinya MER-C, tak cuma mengabdi di berbagai daerah bencana, baik di tanah air maupun negara lain. Dia juga pernah bertugas di empat negara yang sedang berperang, yaitu Afghanistan (2002), Irak (2003), Lebanon (2006), dan Palestina (2009). “MER-C telah melaksanakan ribuan misi kemanusiaan bencana alam, perang dan konflik, baik dalam negeri maupun luar negeri. Tidak memandang siapapun atau pihak yang harus diberi pertolongan,” tegasnya. Dalam menjalankan misi kemanusiaannya, lanjut dr Ben, MER-C mengutamakan pertolongan medis kegawatdaruratan di wilayah terdampak bencana atau konflik yang belum tersentuh bantuan dan sangat membutuhkan. “Dalam misi kemanusiaan gempa Cianjur, saat ini Tim MER-C akan terus melakukan mobile clinic untuk menyisiri wilayah-wilayah terdampak gempa yang belum terjangkau atau masih minim bantuan medis,” jelasnya. Update Misi Kemanusiaan Gempa Cianjur Dalam kesempatan itu, Ketua Presidium MER-C mengupdate misi kemanusiaan pada korban gempa bumi di Cianjur, Jawa Barat. Dr Ben menjelaskan, Tim relawan medis MER-C memberi pengobatan di salah satu lokasi terdampak gempa terparah di Kabupaten Cianjur, tepatnya di Desa Gasol, Kecamatan Cugenang sejak Selasa (22/11). Menurut data sementara, Desa Gasol merupakan wilayah dengan jumlah warga meninggal terbanyak, yaitu sebanyak 62 orang, akibat gempa yang mengguncang Kabupaten Cianjur M 5,6 , Senin (21/11). Meski hari yang sudah mulai gelap, Tim MER-C tetap menyisiri posko-posko pengungsian yang ada di desa Gasol, tepatnya di RT 01, 02, 03 RW 04. Jumlah warga yang mengungsi di titik ini mencapai 400 jiwa. “Dengan penerangan seadanya, Tim MER-C memeriksa satu-persatu warga korban gempa yang mengeluhkan kondisi kesehatannya dan memberikan pengobatan,” jelasnya. Jumlah total pasien yang diobati pada hari Selasa itu mencapai 43 orang. Pasien terdiri dari 32 dewasa, 4 remaja, 1 anak-anak, 1 ibu hamil, dan 5 lansia. Tim MER-C juga melakukan perawatan luka pada warga yang mengalami luka akibat terkena reruntuhan atau menginjak sesuatu yang tajam saat panik berlari menyelamatkan diri ketika gempa mengguncang. Sementara itu Sekjen Barisan Nusantara (BN) Dr. Suryadi Nomi, menyampaikan kegiatan kolaborasi BN dengan PJMI melalui pelaksanaan diskusi publik dwi mingguan yang digelar seriap hari Rabu malam ini diharapkan terus menjadi trendsetter isu-isu yang dapat mencerahkan masyarakat. “Diskusi kali ini dengan tema kebencanaan memang sudah direncakan satu bulan sebelumnya, namun dengan adanya gempa Cianjur ini tema menjadi aktual,” ujarnya. Ketua PJMI Ismail Lutan, mengatakan, diskusi ini banyak memberikan manfaat terutama meningkatkan literasi kebencanaan. “Kita mengharapkan kerja sama PJMI dengan MER-C bersama Barisan Nusantara dapat terjalin lebih erat. Dengan momen pelaksanaan pelatihan jurnalisme kebencanaan,” pungkasnya.(RS)
Semangat Membela Palestina Tidak Boleh Dilupakan

Permasalahan Palestina masih menjadi fokus perhatian MER-C. Selain membangun Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza dan program kemanusiaan lainnya, MER-C terus bergerak melakukan Safari Kemanusiaan ke berbagai elemen bangsa untuk menggalang dukungan dalam rangka mendorong kemerdekaan Palestina. Selasa/15 November 2022, Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad menyambangi Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. Kunjungan ini diterima oleh Rektor UIN Syarif Hidayatullah, Prof. Dr. Hj. Amany Burhanuddin Umar Lubis, Lc., M.A, di Gedung Rektorat. “MER-C concern membela Palestina. Kami membangun RS Indonesia di Gaza. Setelah itu, kita tidak mungkin diam melihat problematika Palestina yang masih berlangsung, makanya kita coba melakukan Safari Kemanusiaan untuk Palestina dengan bertemu Tokoh Agama Katholik, bertemu kelompok Hindu, dsb,” ujar Sarbini saat menjelaskan alasan kunjungannya. “Kami ingin menyuarakan bahwa kita mendukung Palestina dan kemerdekaan Palestina. Kondisi Palestina hari ini terjepit. Negara-negara Arab sudah banyak yang membuka hubungan diplomatik dengan Israel. Persoalan Palestina seperti terlantar. Kita ingin sampaikan pada rakyat Palestina bahwa kalian tidak sendiri, ada rakyat Indonesia bersama kalian,” lanjutnya. Rektor UIN Syarif Hidayatullah periode 2019 – 2023 itu memberikan apresiasi positif pada kiprah MER-C selama ini dan mendukung upaya-upaya yang tengah dilakukan MER-C untuk Palestina. Ia juga menyampaikan bahwa semangat dalam membela Palestina tidak boleh dilupakan apalagi padam. “MER-C telah melakukan banyak hal dari segi kemanusiaan dan dakwah, khususnya dalam hal masalah Palestina. MER-C telah berkomitmen membantu di masa sulit, konflik, perang untuk kesehatannya,” ujar Amany Lubis. “Langkah MER-C dan banyak teman yang membela Palestina sudah betul bahwa semangat ini tidak boleh dilupakan atau padam, meski banyak kesulitan yang dihadapi, seperti mau masuk Gaza yang sulit, mau kirim bantuan juga sulit. Namun kita tidak boleh pesimis, dan tetap optimis. Perjuangan kita belum selesai dan harus dilanjutkan terus,” tambah Amany. Lebih lanjut rektor wanita kelahiran Kairo 59 tahun silam ini juga berharap agar semangat tersebut tetap harus digalang dan disosialisasikan ke berbagai kalangan. “Kepada generasi muda, mahasiswa, pengusaha, akademisi, peneliti, dsb, perlu terus untuk dibangkitkan semangatnya untuk membahas Palestina supaya ter update berita-berita yang ada. Apabila ada kontribusi pemikiran, bagaimana bisa memberikan solusi bagi permasalahan yang ada itu lebih baik,” tambahnya. “Mudah-mudahan usaha yang dilakukan oleh MER-C dan juga mitra-mitranya semua melalui Safari Kemanusiaan atau kerjasama dengan berbagai pihak bisa lancar dan terus berjalan sehingga RS Indonesia di Gaza bisa berfungsi maksimal bahkan bisa diberdayakan lebih, kemudian juga kemerdekaan Palestina bisa tercapai,” harap Amany. Sementara itu, Rektor Perempuan Pertama di Universitas Islam Negeri ini juga mengatakan bahwa kebijakan dan komitmen Negara Republik Indonesia tentang Palestina sudah kuat. “Pertama, politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif dan tidak menginginkan penindasan di muka bumi karena tidak sesuai dengan konstitusi, maka ini sudah kuat. Ditambah dengan berbagai solidaritas umat Islam, maka sudah bulat bagi Pemerintah Indonesia untuk membela Palestina sampai merdeka,” katanya. Ia juga memuji sikap Menlu RI yang berani. “Kita lihat juga upaya Menlu RI ketika mau meresmikan Konsulat Kehormatan RI untuk Palestina, terus dilarang oleh Israel, kemudian jadi di Amman dibukanya. Itu satu keberanian dari Ibu Menlu Retno Marsudi,” lanjut Amany. “Terakhir saya juga dengar ketika beliau menyampaikan sambutan atas nama Indonesia di PBB masih menyebutkan soal Palestina. Komitmen Indonesia untuk membela Palestina dan Afghanistan itu disebutkan dua-duanya, berarti itu tidak dilupakan oleh kita,” imbuhnya.