“Menghimpun Kebesaran Allah” (Sebuah Kisah Perjalanan Pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Gaza – Palestina)

Bertepatan dengan Milad MER-C ke-24 pada tahun ini, dengan penuh rasa syukur kami meluncurkan buku terbaru yang berjudul “Menghimpun Kebesaran Allah”, Minggu/27 Agustus 2023. Ditulis oleh seorang yang Ikhlas dan Sabar merajut kisah-kisah para relawan dalam proses pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza, Palestina. Sebuah buku yang berkisah tentang rahasia Allah, tekad yang mulia, perjuangan, keikhlasan, strategi, kepatuhan, kesabaran yang tinggi dari kisah nyata para Relawan. Buku ini diserahkan kepada MER-C sebagai hadiah dari penulis, khususnya dipersembahkan bagi Almarhum dr. Joserizal Jurnalis (Pendiri MER-C dan Inisiator Pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Gaza Palestina) dan Almarhum Imaam Muhyiddin Hamidy (Imaam Al Fatah). Ditulis sejak Almarhum dr. Joserizal masih ada hingga beliau sudah berpulang kepada ALLAH Sang Pencipta, juga melewati masa-masa sakit sang penulis. Alhamdulillah, akhirnya penulisan buku ini selesai dan dicetak dengan segala kesederhanaannya. Tanpa ada nama penulis (atas permintaan penulis), tanpa ada nama penerbit, tanpa testimoni. Asli dicetak seperti apa yang dituliskan oleh penulis. Karya setebal 260 halaman ini kami terima dengan baik, teriring doa hanya ALLAH SWT yang dapat membalas kebaikan penulis. Kami juga sangat mengapresiasi karya penulis yang dapat merangkum kisah-kisah relawan dalam sebuah peristiwa yang monumental, bersejarah dan mengharumkan nama bangsa di kancah internasional. Kepiawaiannya dalam menulis dan pengalaman sebagai jurnalis mampu membawa kita dalam perjalanan luar biasa menuju pembangunan Rumah Sakit Indonesia yang dibangun di negeri yang masih terblokade ketat dan terjajah, dari mulai tahap perencanaan hingga realisasi. Buku “Menghimpun Kebesaran Allah” kami produksi sebagai Laporan Pertanggung Jawaban kepada Masyarakat Indonesia khususnya donatur, serta Sosialisasi dan Penggalangan Donasi bagi Rencana Pembangunan Tahap ke-3 Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza, Palestina. Bagi yang berminat membeli, maka Harga Donasi Buku adalah Rp 200.000,- dimana seluruh hasil penjualan akan didonasikan untuk Pembangunan Tahap 3 RS Indonesia di Gaza Palestina, yaitu Pembangunan Poli Sub Spesialis yang akan berada di seberang bangunan utama saat ini. Semoga buku ini dapat menjadi catatan kecil sejarah karya anak bangsa dan sumber inspirasi bagi masyarakat. Untuk pemesanan buku dan undangan bedah buku dapat menghubungi Call Center MER-C di 0811990176 atau kunjungi website kami di www.mer-c.org.
Ketua Presidium MER-C Desak Israel Hentikan Pengrusakan terhadap Situs Suci Keagamaan di Jerusalem
Ketua Presidium MER-C, Sarbini Abdul Murad, mendesak Israel untuk menghentikan pengrusakan terhadap situs-situs suci keagamaan di Jerusalem. Hal ini disampaikannya merespon rilis laporan dari Pemerintah Palestina dan Ketua Komite Kepresidenan Tinggi Palestina untuk Urusan Gereja yang menyatakan telah terjadi peningkatan kejahatan dan serangan sistematis Israel terhadap situs suci dan orang-orang Kristen serta muslim di Jerusalem. “Kami menerima laporan bahwa selama pendudukan Israel berkepanjangan, orang-orang Kristen Palestina telah menderita dari kebijakan dan praktik diskriminatif Israel, termasuk penyitaan tanah secara ilegal, perampasan properti, pembatasan kebebasan beribadah, serangan terhadap tempat-tempat suci, selain penganiayaan dan pelecehan terhadap personel keagamaan. Tindakan ini terjadi setiap hari, tidak hanya kepada warga muslim Palestina, namun juga warga Kristen di sana,” ujar Sarbini. Lebih lanjut Sarbini mengungkapkan bahwa berdasarkan laporan tersebut, sejak awal tahun ini orang-orang Kristen Palestina telah menyaksikan tingkat permusuhan dan serangan yang meningkat secara mengkhawatirkan oleh pemukim Yahudi ekstremis, termasuk pelecehan fisik dan verbal, vandalisme dan serangan terhadap gereja setiap hari. Semua tindakan ini bahkan di bawah pengawasan dan dorongan pejabat dan pasukan Israel. “Dalam menghadapi situasi yang semakin mengkhawatirkan di Jerusalem, kami mendesak pemerintah Israel untuk segera menghentikan tindakan kekerasan dan melindungi Jerusalem sebagai kota suci 3 agama, menghormati keragaman agama dan kebebasan beribadah di wilayah tersebut,” tambah Sarbini. Menurutnya, kejahatan Israel yang menargetkan situs suci keagamaan dan umat beragama di sana, jika dibiarkan dapat menyulut perang agama lebih besar yang akan mengancam perdamaian dunia. Hal ini dikarenakan Jerusalem memiliki makna yang sangat penting bagi berbagai agama di dunia, baik Islam, Kristen maupun Yahudi. Situs-situs suci keagamaan di kota ini memiliki nilai sejarah dan spiritual yang tinggi yang harus dihormati seluruh umat manusia. Untuk itu, Sarbini juga menyerukan kepada warga dunia, para Pemimpin-pemimpin negara, tokoh-tokoh lintas agama, komunitas, Lembaga dan siapapun yang cinta kemanusiaan dan perdamaian untuk memberikan desakan serupa kepada Israel, agar dapat memberikan tekanan yang lebih besar kepada Israel.
MER-C Ikuti Workshop Civil-Military Collaboration in Emergency Preparedness

Lembaga kemanusiaand an kegawatdaruratan medis MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) menjadi salah satu peserta Workshop Civil-Military Collaboration in Emergency Preparedness yang digelar oleh Universitas Pertahanan (Unhan) RI dan WHO. Workshop diadakan pada Sabtu – Minggu/12 – 13 Agustus 2023 bertempat di Hotel Grand Mercure Kemayoran, Jakarta Pusat. Dalam workshop ini, MER-C diwakili oleh dr. Naenda Stasya, MARS selaku Ketua MER-C Training Center (MTC), lembaga pelatihan MER-C yang berfokus pada pelatihan kegawatdaruratan dan kebencanaan. Kolaborasi sipil-militer merupakan program inisiasi untuk berbagi wawasan dan langkah nyata menghadapi tantangan darurat kesehatan serta memperkuat kapasitas sistem kesehatan nasional. Workshop ini juga bertujuan meningkatkan kolaborasi dan koordinasi antarinstitusi, baik sipil maupun militer, dalam meningkatkan kapasitas dan kemampuan tanggap darurat mengatasi ancaman global. Kegiatan diadakan secara hybrid (daring dan luring) dan diikuti oleh 35 peserta yang terdiri dari 11 peserta perwakilan ASEAN dan Timor-Leste, serta 24 peserta nasional yang berasal dari Unhan RI, Kementerian Pertahanan, Kementerian Kesehatan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Basarnas, Pusat Kesehatan TNI, Ikatan Dokter Indonesia, Ikatan Apoteker Indonesia, Palang Merah Indonesia, POLRI, MER-C, MDMC Muhammadiyah, dan Universitas Indonesia.
MER-C Berikan Pelatihan Emergency First Response (EFR) kepada Komunitas Forum Potensi Tangerang Selatan

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C), memberikan pelatihan Emergency First Response (EFR) kepada anggota Forum Potensi Tangerang Selatan, Sabtu/29 Juli 2023. Pelatihan diikuti oleh sekitar 50 orang peserta berasal dari berbagai latar belakang, termasuk anggota komunitas, relawan, dan para pemuda yang ingin berkontribusi positif dalam masyarakat. Pelatihan diadakan di Villa Darul Ikhlas – Sinergi Foundation, Tangerang Selatan, dan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan masyarakat awam dalam memberikan pertolongan pertama pada situasi darurat yang ditemukan sehari-hari. Instruktur MER-C yang berjumlah 8 orang yang terdiri dari para relawan medis terlatih dan berpengalaman baik di rumah sakit maupun lokasi bencana mengajarkan peserta mengenai berbagai aspek dalam pertolongan pertama. Pelatihan diberikan dalam bentuk pemaparan materi, diskusi interaktif dilanjutkan dengan praktek berkelompok. Hal ini untuk memastikan peserta memahami setiap materi yang telah dipaparkan. “Kami menyambut dengan tangan terbuka kerjasama ini. MER-C melalui MER-C Training Center dapat berbagi ilmu dan pengalaman melalui pelatihan EFR kepada anggota Forum Potensi Tangerang Selatan karena keterampilan dasar EFR penting untuk dimiliki oleh berbagai elemen masyarakat. Semakin banyak masyarakat awam yang memiliki kemampuan ini, maka semakin banyak orang yang dapat diselamatkan dari kematian maupun kecacatan. Selain itu, kolaborasi bersama dengan berbagai lembaga kerelawanan adalah langkah yang baik untuk terus dilanjutkan kedepannya. Hal ini berpotensi untuk dapat saling belajar dan bekerjasama satu sama lain” kata dr. Naenda Stasya, MARS, Ketua MER-C Training Center. Para peserta tampak bersemangat dan antusias mengikuti setiap materi pelatihan hingga akhir acara. Diharapkan dengan adanya pelatihan ini, anggota Forum Potensi Tangerang Selatan siap berperan aktif dalam memberikan pertolongan pertama di tengah-tengah masyarakat. Keahlian mereka dalam merespons situasi darurat diharapkan dapat meminimalkan dampak negatif dan menyelamatkan lebih banyak nyawa dalam berbagai keadaan krisis. Turut hadir dan memberikan sambutan pada acara pelatihan adalah Lurah dan TNI Bhabinkamtibmas Tangerang Selatan. Sementara, peserta pelatihan berasal dari perwakilan elemen Masyarakat Tangerang Selatan, diantaranya yaitu BPBD Kota Tangerang Selatan, BSI Maslahat, Cantigi Anawidri Indonesia, Pemadam KebakaranTangerang Selatan, ERDAMS FKM UMJ, Forum Pembauran Kebangsaan, Gencar, Helix Corps, HW UMJ, Kokam Tangerang Selatan, Komite Kemanusiaan Indonesia, Komunitas Ojol Tangerang Selatan, LKC Dompet Dhuafa, Menwa Universitas Pamulang, Pelopor Rescue Center, PMI Kota Tangerang Selatan, POSRAYA Indonesia, Relawan Nusantara (Jakarta Timur), Rufaidah Humanity Care, Rumah Zakat, Satpol PP Tangerang Selatan, Speed (Serikat Pengemudi Daring) Kota Depok, Mahasiswa UIN Jakarta, Wahana Muda Indonesia (WMI), Yayasan Cordova Syariah, RPAI Tangerang Raya, PKS Tangerang Selatan, BSMI Kota Depok, BSMI Kota Bogor, dan IEA Tangerang Selatan, dan beberapa peserta individu.
Ketua Presidium MER-C Kutuk Serangan Israel ke Jenin

Ketua Presidium MER-C, Sarbini Abdul Murad peringatkan Israel agar segera menghentikan serangannya ke kamp pengungsi di Jenin, Tepi Barat. Hal ini disampaikan Sarbini menyusul eskalasi serangan pasukan pendudukan Israel yang terus meningkat dan telah menimbulkan korban sipil berjatuhan, termasuk anak-anak. Berdasarkan data terkini, serangan agresif Israel ke Jenin yang mengerahkan sekitar 1.000 tentara telah menyebabkan sedikitnya 10 warga Palestina meninggal dan 100 lainnya mengalami luka-luka. “MER-C mengutuk keras serangan militer Israel ke kamp pengungsi Jenin. Kami meminta Israel agar segera menghentikan serangan dan menarik mundur seluruh pasukannya. Hal ini untuk mencegah korban sipil yang lebih banyak,” ucap Sarbini. Pimpinan Lembaga kegawatdaruratan medis untuk kemanusiaan dan perdamaian ini juga meminta Dewan Keamanan PBB agar mengadakan rapat darurat untuk menghentikan serangan Israel. Lebih lanjut menurut Sarbini, Dewan Keamanan PBB perlu mengirim pengamat untuk mengawasi proses ini. “Dewan Keamaan PBB perlu mengirimkan tim pengamat untuk mengawasi serta memastikan Israel menarik mundur pasukannya dari kamp Jenin dan tidak memulai serangannya kembali,” ujar Sarbini.
Ketua Presidium MER-C Berikan Orasi pada Aksi Damai Solidaritas untuk Palestina

Ketua Presidium MER-C Indonesia, dr. Sarbini Abdul Murad, memberikan orasi pada acara Aksi Damai Solidaritas untuk Palestina yang digelar oleh Aqsa Working Group (AWG) di Kedutaan Besar Palestina di Jakarta, Senin/29 Mei 2023. Dalam orasinya, Sarbini menyampaikan dua hal yang menurutnya perlu diperjuangkan bersama untuk Palestina. “Pertama, adalah memperjuangkan tanggal 15 Mei, yaitu Hari Nakba menjadi hari libur nasional di Indonesia,” ujar Sarbini. Menurutnya hal ini merupakan tanggung jawab rakyat Indonesia kepada rakyat Palestina. Artinya rakyat Indonesia mengingat pengusiran rakyat Palestina. “Ini akan kita perjuangkan terus, semoga tahun depan 15 Mei bisa menjadi hari libur nasional,” harapnya. Lebih lanjut Sarbini mengatakan bahwa hal kedua yang perlu diperjuangkan untuk Palestina adalah adanya kurikulum sejarah tentang Palestina. Hal ini menurutnya agar penderitaan, pengusiran, penindasan terhadap bangsa Palestina akan menjadi sejarah yang diingat terus oleh generasi penerus dan pelajar-pelajar Indonesia, sehingga mereka mempunyai energi dan semangat untuk berjuang membebaskan Palestina. Pada kesempatan tersebut, Sarbini juga mengecam kekerasan yang terjadi di Tepi Barat dan di Jalur Gaza yang menurutnya diakibatkan oleh koalisi antara ultra nasionalis dan pemerintah Israel. Bahkan beberapa hari lalu, salah satu Menteri Israel, Itamar Ben-Gvir melakukan provokasi di Baitul Maqdis. Oleh sebab itu, di hadapan ratusan peserta Aksi Damai Solidaritas untuk Palestina, Sarbini mengajak agar rakyat Indonesia yang mempunyai tanggung jawab sejarah dan tanggung jawab konstitusi untuk terus mengingat bahwa ada satu negara yang sampai hari ini belum merdeka. “Kita harapkan, kita perjuangkan bersama sehingga Palestina merdeka sama seperti kita bangsa Indonesia,” pungkasnya. Aksi Damai Solidaritas untuk Palestina digelar untuk mengecam pertemuan Kabinet Pemerintahan Benjamin Netanyahu dan klaim Perdana Menteri Israel tersebut atas seluruh Yerusalem yang dipandangnya sebagai ibu kota abadi Israel dan tidak terbagi. Turut hadir memberikan sambutan dan orasi pada Aksi Damai Solidaritas untuk Palestina diantaranya adalah HE. Dr. Zuhair SM Al Shun (Duta Besar Palestina untuk Indonesia), KH. Yakhsyallah Mansur, MS. (Pembina Utama Aqsa Working Group), Dubes Bunyan Saptomo (Ketua Komisi Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional MUI), dan Astrid Nadya Rizqita (President OIC Youth Indonesia).
Ketua Presidium MER-C: Hari Nakba Jadikan Kurikulum

Dr. Sarbini Abdul Murad, Ketua Presidium MER-C meminta kepada Pemerintah RI agar sejarah tentang Nakba dimasukkan ke dalam kurikulum sejarah di tingkat sekolah menengah. Tujuannya adalah agar siswa-siswi Indonesia memahami bahwa sampai saat ini masih ada salah satu negara peserta Konferensi Asia-Afrika tahun 1955 yang belum mendapatkan kemerdekaan, bahkan justru semakin tertindas oleh penjajah. Negara itu adalah Palestina. Hal ini disampaikan Sarbini pada acara seminar Peringatan hari Nakba ke-75 Tahun yang diselenggarakan oleh Aqsa Working Group (AWG) di Aula Munif Chatib, Cibubur, Bekasi, Kamis/18 Mei 2023. Di samping itu, Ketua Presidium MER-C juga menyerukan agar ada koalisi besar di segala elemen anak bangsa untuk menghambat pergerakan kelompok-kelompok pro-Israel yang berupaya mendorong Pemerintah RI untuk membuka hubungan diplomatik dengan Israel. Indikasi ini sudah semakin terang-benderang dengan banyaknya pelajar Indonesia yang dikirim ke Israel untuk sekolah di sana. Selain itu, ada hubungan perdagangan Indonesia-Israel secara tertutup. Lebih lanjut Sarbini mengatakan bahwa jika Pemerintah RI tidak tegas dalam hal ini, akan terjadi perubahan opini masyarakat dalam melihat penjajahan Israel di Palestina. Ia juga mengusulkan kepada Pemerintah agar tanggal 15 Mei atau hari Nakba dijadikan hari libur nasional sebagai bentuk pertanggungjawaban konstitusi yang menghendaki terhapusnya penjajahan di atas dunia.Seminar bertajuk “Peringatan Hari Nakba, Momentum Gaungkan Dukungan atas Nestapa Bangsa Palestina Akibat Penjajahan Zionis Israel” turut dihadiri oleh Duta Besar Palestina untuk Indonesia H.E. Zuhair Al Shun sebagai pembicara kunci bersama para narasumber dari dalam dan luar negeri, yakni Atallah Hanna (Uskup Agung Gereja Yerusalem), Issa Amro (Advokat & Aktifis Palestina), Muhammad Sahrul Murajjab (Fungsional Diplomat Madya di Direktorat Timur Tengah Kementerian luar Negeri RI), Dr. Abdul Muta’ali (Akademisi Dosen FIB UI), dan A. Syalabi Ichsan (Redaktur Republika).
MER-C Open Letter to Organization of Islamic Cooperation (OIC) Regarding the Israeli Attack

May 10th, 2023 HE. Hissein Brahim TahaSecretary GeneralOrganization of Islamic CooperationIn Jeddah, Kingdom of Saudi Arabia Subject: MER-C Open Letter to Organization of Islamic Cooperation (OIC) Regarding the Israeli Attack Your Excellency, MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) Indonesia is a humanitarian and peace emergency medical organization. One of MER-C’s long-term humanitarian missions is in Palestine. In Palestine, particularly in Gaza Strip, with the prayers and support of the Indonesian people, we have established a health facility named RS Indonesia. RS Indonesia, located in Bayt Lahiya, Northern Gaza Strip, has been built since 2011 and is still being developed according to the needs of the Gaza population. In addition to providing support in the form of humanitarian aid, MER-C also strives to provide support in the form of Humanitarian Politics. MER-C is committed to continue accompanying and supporting the Palestinian people’s struggle until they attain their independence. As it is evident to all of us, during the last sacred month Ramadhan, Israel has carried out an attack on the Palestinian worshippers at Al-Aqsa Mosque and launched airstrikes on Gaza Strip. Children, women, and the elderly were also attacked and many of them have been arrested. This brutal and inhumane action continues and seems to have become the routine agenda of the Zionists. What Israel is doing not only hurts the Palestinian people, but also Muslims around the world. And most recently, on May 9th 2023, Israel again launches airstrike to several area in Gaza Strip. According to the Palestinian Ministry of Health, only on that day, at least 15 Palestinians were murdered, including 4 children and 4 women, and 20 others were injured during the ongoing Israeli aggression on Gaza Strip. Therefore, the OIC (Organization of Islamic Cooperation), as an organization which initial establishment was driven by the concerns of Islamic countries about various issues faced by Muslims, especially after the burning of part of Al-Aqsa Mosque on August 21, 1969, should be the strongest party in opposing Israel’s arbitrary actions against the Palestinian people and Al-Aqsa Mosque. The OIC should be a powerful force that Israel must take into account if it truly fulfills its commitment to its establishment, which is to enhance Islamic solidarity among member countries, to coordinate cooperation among member countries, to support international peace and security, to protect Islamic holy sites, and to assist the struggle of the Palestinian people. However, we are aware and disappointed that some Islamic countries are normalizing their relations with Israel, which contradicts the existing commitments. Therefore, we request the OIC to return to the initial spirit of its establishment and its commitment to Palestine to take decisive action, and to take more strategic steps to prevent Israel from repeating its humanity crimes. We hope that our open letter will be taken into consideration by HE Secretary General of OIC. Yours sincerely,MER-C Indonesia Sarbini Abdul MuradChief Presidium
Ketua Presidium MER-C: Israel Menjebak Indonesia
Ketua Presidium MER-C, Sarbini Abdul Murad, menanggapi pernyataan Duta Besar Israel untuk Singapura, Sagi Karni yang menyebutkan bahwa Indonesia sebenarnya tidak begitu banyak membantu Palestina terlepas dari sikap vokal RI selama ini. Hal tersebut disampaikan Karni saat wawancara daring bersama CNN Indonesia yang ditayangkan beberapa waktu lalu. Bagi Sarbini, pernyataan Sagi Karni dalam video wawancara bertajuk “Israel Beberkan Alasan RI Tak Bisa Bantu Palestina Terlalu Jauh”, adalah upaya Israel menjebak Indonesia. “Sebagai NGO yang sudah berpengalaman di Palestina, pernyataan Dubes Israel ini tidaklah asing dan merupakan jebakan untuk Indonesia,” tutur Sarbini. “Bahasa terangnya, kalau Indonesia mau berkontribusi lebih kepada Palestina maka bukalah hubungan diplomatik dengan Israel agar Indonesia bisa menjadi juru damai yang baik,” ujarnya. Menurutnya, narasi serupa juga digaungkan sebagian elit Indonesia. Lebih lanjut Sarbini mengungkapkan bahwa pernyataan Sagi Karni adalah narasi yang melecehkan Indonesia. “Dalam wawancara tersebut, Sagi Karni secara khusus menyampaikan bahwa Indonesia tidak punya peran yang signifikan dalalam membantu Palestina dibandingkan dengan negara Arab. Ini narasi yang melecehkan Indonesia, seakan apa yang di lakukan Indonesia terhadap Palestina tak dianggap oleh Israel. Jelas bahwa kita membantu Palestina bukan untuk mendapat apresiasi dari Israel. Tak penting bagi kita dianggap kecil kontribusi dibanding negara Arab,” kata Sarbini. Menurutnya pernyataan Duta Besar Israel tersebut juga membalikkan fakta dan menyebarkan narasi bohong. Apa yang diberikan Indonesia tidak sekecil apa yang di katakan Israel. “Kalau kita tanya ke pemerintah atau rakyat Palestina tentang kontribusi Indonesia terhadap Palestina, pasti jawabannya bertolak belakang dari apa yang dikatakan Sagi Karni,” ujar Sarbini. Ia mengemukakan bahwa kontribusi Indonesia baik bidang ekonomi, politik dan diplomasi adalah sesuatu yang tak bisa dihitung dengan materi. Belum lagi pembelaaan rakyat Indonesia terhadap Palestina sangat nyata, contoh penolakan Timnas U-20 Israel yang akan berlaga di Indonesia, terjadi resistensi yang bergelombang dari lapisan bawah sampai dengan elit politik. Bagi Indonesia, lanjut Sarbini, yang penting bukan retorika yang berputar-putar duluan ayam atau telur. Yang utama bagi Indonesia adalah solusi dua negara, Israel akui Palestina sebagai sebuah entitas negara dengan Jerusalem timur ibukotanya. “Tanpa kejelasan dan kepastian sikap Israel terhadap Palestina, Indonesia akan konsisten tidak akan membuka komukasi politik dan hubungan diplomatik dengan Israel,” tegas Sarbini. Link Vidio wawancara : https://www.cnnindonesia.com/internasional/20230412173438-124-936918/video-israel-beberkan-alasan-ri-tak-bisa-bantu-palestina-terlalu-jauh
MER-C Mengutuk Israel atas Penyerbuan ke Al Quds

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia mengutuk keras aksi keji Israel yang kembali melakukan penyerbuan ke Al-Quds saat bulan Ramadhan. Sebagaimana diketahui, pasukan keamanan Israel pada Selasa malam hingga Rabu dini hari (4-5 April 2023) menyerbu Masjidil Aqsa dan menembakkan gas air mata, granat kejut dan juga peluru baja berlapis karet kepada para jamaah warga negara Palestina baik pria, wanita, orang tua dan anak-anak yang tengah beribadah di masjid suci umat Islam tersebut. Penyerangan ini mengakibatkan banyak warga Palestina yang tengah menunaikan itikaf Ramadhan di Masjid Al Aqsa terluka dan ratusan lainnya ditangkap. “Kami prihatin dan mengutuk keras tindakan Israel yang kembali menyerang warga Palestina yang sedang beribadah di masjid Al Aqsa. Tindakan ini telah menodai bulan suci Ramadhan dan menyakiti umat Islam seluruh dunia,” ujar Sarbini. Ia mengatakan MER-C sudah memberi peringatan sejak awal sebelum Ramadhan agar Israel menghormati bulan suci ini dan tidak membuat gaduh di Al Quds. Tapi untuk kesekian kalinya Israel melanggar itu semua. Israel kembali mempertontonkan kepongahan, melakukan kejahatan kemanusiaan, melabrak semua aturan yang ada. Lebih lanjut ia menyerukan agar Israel segera menghentikan semua kebrutalannya, membebaskan para jamaah yang ditahan dan memberikan akses bagi umat muslim di Palestina untuk beribadah di Masjid Al Aqsa. Sarbini juga mendesak Dewan Keamanan PBB untuk segera bertindak menekan Israel. Begitupun dengan negara-negara OKI untuk bersama-sama menekan Israel. Hal ini untuk mencegah eskalasi konflik meningkat dan meluas.