MER-C Bantah Tuduhan Israel terhadap RS Indonesia
MER-C membantah tuduhan juru bicara Israel yang menyatakan bahwa markas Hamas berada di RS Indonesia di Gaza. Bahkan sebuah akun twitter bernama Sacha Roytman yang merupakan Kepala Media Digital IDF menyebarkan pembohongan publik yang menyebutkan bahwa Hamas memanfaatkan rumah sakit sebagai pusat komando dan infrastruktur sipil untuk operasinya. Ia bahkan menyertakan video yang menyebutkan bahwa bangunan dalam video tersebut adalah bangunan RS Indonesia yang memperlihatkan pintu masuk terowongan di RS Indonesia. Disamping itu, MER-C juga membantah rilis IDF bahwa RS Indonesia menyimpan atau membuat satu bunker yang menyimpan solar, mengambil bahan bakar dari rumah sakit dan menimbun di bawahnya. Untuk membantah dan mengklarifikasi tuduhan-tuduhan tersebut, MER-C menggelar konferensi pers bertajuk “Klarifikasi Tuduhan Israel terhadap RS Indonesia” Senin/6 November 2023 di Kantor Pusat MER-C Indonesia di Jakarta. Konferensi dihadiri oleh dr. Sarbini Abdul Murad (Ketua Presidium MER-C), Ir. Faried Thalib (Presidium) dan dr. Henry Hidayatullah. Ketua Presidium MER-C, Sarbini Abdul Murad menilai tuduhan-tuduhan tersebut merupakan pra kondisi Israel untuk menyerang Rumah Sakit Indonesia. “Kami membantah tuduhan Israel. Bangunan dalam video yang beredar di media sosial yang dituduhkan sebagai RS Indonesia bukan merupakan bangunan RS Indonesia. Ini adalah pra kondisi Israel untuk menyerang Rumah Sakit Indonesia,” ujar Sarbini Presidium MER-C lainnya, Ir, Faried Thalib yang juga merupakan Ketua Tim Pembangunan RS Indonesia di Gaza menunjukkan bahwa bangunan RS Indonesia mempunyai bentuk yang khas, berbentuk segi delapan, yang sangat berbeda dengan bentuk bangunan yang dituduhkan akun twitter Sacha Rotman. Sarbini menjelaskan jika RS Indonesia di Gaza dibangun dalam konteks professional dan sesuai kebutuhan masyarakat Gaza, sejak awal hingga saat ini. RS Indonesa dibangun untuk menunjang kebutuhan medis rakyat Gaza. “Oleh sebab itu, kami menghimbau kepada masyarakat Internasional untuk menjaga insitusi atau lembaga-lembaga yang jelas dilindungi oleh undang-undang, salah satunya adalah Rumah Sakit,” tegas Sarbini. Sarbini juga meminta kepada seluruh masyarakat untuk mengecam Israel agar tidak melakukan langkah-langkah yang brutal terhadap RS Indonesia. Hal ini dikarenakan RS Indonesia merupakan tumpuan dari masyarakat Gaza yang ada di wilayah utara. Dimana 450.000 masyarakat Gaza Utara bergantung dengan keberadaan RS Indonesia. “RS Indonesia menjadi RS utama di Gaza Utara. RS Indonesia menjadi tumpuan Masyarakat Gaza Utara untuk mendapatkan pengobatan dan penanganan darurat terhadap korban perang yang dilakukan oleh Israel,” lanjutnya. Sementara itu, pada jam 4 sore di hari yang sama, MER-C juga menggelar konferensi pers online dengan media-media asing untuk membantah dan mengklarifikasi isu yang sama, yang dihadiri oleh dr. Henry Hidayatullah (Presidium), dr. Arief Rachman, SpRad (Presidium), Ir. Nur Ikhwan Abadi (Site Manager RS Indonesia) dan Marissa Noriti (Sekretariat MER-C). Link Youtube : https://www.youtube.com/watch?v=S1CirZ931pM ———————————————– MER-C denies Israeli accusations against Indonesia Hospital. MER-C denies the Israeli spokesperson’s accusation that Hamas headquarters are located in Indonesia Hospital in Gaza. A Twitter account named Sacha Roytman, who is the Head of IDF Digital Media, spread a public lie that Hamas used the hospital as a command centre and civilian infrastructure for its operations. He even included a video stating that the building in the video was the Indonesia Hospital building, showing the tunnel entrance at the Indonesian Hospital. In addition, MER-C also denied the IDF release that Indonesia Hospital stored or built a bunker that stored diesel fuel, took fuel from the hospital, and stockpiled it underneath. To refute and clarify these allegations, MER-C held a press conference entitled “Clarification of Israeli Allegations against Indonesia Hospital” on Monday, November 6th, 2023, at MER-C Indonesia Headquarters in Jakarta. The press conference attended by dr. Sarbini Abdul Murad (Chief Presidium of MER-C), Ir. Faried Thalib (Presidium) and dr. Henry Hidayatullah (Presidium). Chairman of MER-C Presidium, Sarbini Abdul Murad, assessed that the accusations were pre-conditions for Israel to attack Indonesia Hospital. “We refute Israel’s allegations. The building in the video circulating on social media is alleged to be an Indonesia Hospital, but it is not an Indonesia Hospital building. This is a pre-condition for Israel to attack the Indonesian Hospital,” said Sarbini. Another MER-C Presidium, Ir, Faried Talib, who is also the Chairman of the Indonesia Hospital Construction Team in Gaza, pointed out that the building of the Indonesia Hospital has a distinctive octagonal shape, which is very different from the form of the building alleged by Sacha Roytman’s Twitter account. Sarbini explained that the Indonesia Hospital in Gaza was built in a professional context and according to the needs of the people of Gaza from the beginning until now. The hospital was built to support the medical needs of the people of Gaza. “Therefore, we appeal to the international community to protect institutions by law, one of which is the hospital,” said Sarbini. Sarbini also asked the entire community to criticize Israel for not taking brutal steps against Indonesia Hospital. It is because the Indonesia Hospital is the foundation of the people of northern Gaza. Four hundred fifty thousand people in North Gaza depend on The Indonesia Hospital. “Indonesia Hospital is the main hospital in North Gaza. Indonesia Hospital are the foundation of the people of North Gaza to get treatment and emergency care for victims of the war carried out by Israel,” he continued. Meanwhile, at 4 pm at the same day, MER-C also held an online press conference for foreign media also to refute and clarify the same issues, which was attended by dr. Henry Hidayatullah (Presidium), dr. Arief Rachman, SpRad (Presidium), Eng. Nur Ikhwan Abadi (Site Manager of Indonesia Hospital) and Marissa Noriti (Secretariat of MER-C). Link Youtube : https://www.youtube.com/watch?v=yeKA8DM3RF8&t=30s
Seruan dari Rumah Sakit Indonesia, Jalur Gaza – Palestina

SERUAN DARI RUMAH SAKIT INDONESIA, JALUR GAZA – PALESTINA Bismillahirrahmanirrahim Dari ruang tamu Rumah Indonesia, dari Jantung Rumah Sakit Indonesia yang dibangun dari kerja keras rakyat Indonesia, yang dibangun dari dana rakyat Indonesia.Dari jantung target serangan, dari utara Jalur Gaza, kami sampaikan pesan kepada Pemerintah Indonesia. Sebagai pembuka, kami memohon kepada pemerintah Indonesia untuk melakukan tekanan terhada semua, kepada Amerika, kepada Inggris, kepada Perancis, kepada PBB, kepada penjajah, agar segera menghentikan serangan terhadap Jalur Gaza. Dan menghentikan ancaman mereka untuk menyerang Rumah Sakit Indonesia. Dan kami meminta kepada pemerintah Indonesia untuk menekan penjajah agar menghentikan serangan terhadap Rumah Sakit Indonesia, dan serangan di sekitar Rumah Sakit Indonesia. Rumah Sakit Indonesia sudah diserang dan dibombardir sejak hari pertama yang mengakibatkan 2 orang pekerja syahid di dalam Rumah Sakit Indonesia. Kami sangat yakin kepada pemerintah Indonesia akan mampu menekan penjajah untuk menghentikan serangan terhadap rakyat Palestina, terhadap rumah sakit, dan memberikan perlindungan kepada rumah tamu Indonesia. Di sini, dari jantung serangan, dari jantung Rumah Sakit Indonesia, dari jantung perwakilan pemerintah Indonesia, dari rumah tamunya rakyat Indonesia meminta pemerintah agar memberikan perlindungan penuh kepada seluruh pekerja, seluruh pasien dan para pengungsi yang berada di dalam rumah sakit yang jumlahnya sudah mencapai lebih dari 5000 orang. Meminta kepada pemerintah Indonesia untuk menekan semuanya agar menghentikan serangan kepada rumah sakit Indonesia, serta memberikan perlindungan penuh kepada Rumah Sakit Indonesia. Kami sangat yakin pemerintah Indonesia mampu memberikan tekanan kuat kepada PBB, kepada USA, kepada penjajah untuk menghentikan serangan kepada rumah sakit. Barakallahufikum. Dr. Atef al-KahloutDirektur RS IndonesiaJalur Gaza, Palestina Link Youtube : https://youtu.be/6xnkknQpVF0
MER-C MENGUTUK KERAS PENGEBOMAN RS AL-AHLI ARABI BAPTIST DI GAZA

Siaran Pers MER-C Indonesia mengutuk keras pengeboman yang dilakukan Israel yang menargetkan rumah sakit di Jalur Gaza. RS Al Ahly Arabi Baptist menjadi target serangan udara militer Israel pada Selasa 17 Oktober 2023 waktu setempat. Serangan brutal ini menewaskan sedikitnya 500 orang dan melukai 600 orang lainnya yang sedang berada di rumah sakit tersebut. “Kami mengutuk keras pengeboman terhadap fasilitas kesehatan dan tenaga medis serta orang-orang yang terluka dan sakit. Ini adalah sebuah pelanggaran HAM berat, sebuah pelanggaran terhadap Hukum Kemanusiaan Internasional,” tegas Sarbini. Lebih lanjut Sarbini mengatakan bahwa masyarakat dunia harus memberikan tekanan secara kolektif dan simultan kepada Israel. “PBB dan masyarakat Internasional harus bersama-sama harus mencegah pembantaian massal di Gaza. Bila dunia tidak segera menghentikan perang ini, maka akan terjadi bencana kemanusiaan yang lebih dahsyat,” ujarnya. “Kami juga beharap kepada Pemerintah Indonesia dengan posisi Indonesia sebagai anggota Dewan HAM PBB yang baru saja terpilih untuk periode 2024 – 2026 dapat mendesak sidang darurat DK PBB untuk menghentikan pembantaian massal yang dilakukan Israel terhadap Gaza, menghentikan penjajahan Israel terhadap Palestina,” lanjutnya. Sarbini juga menyerukan kepada OKI (Organisasi Kerjasama Islam) dengan seluruh saluran diplomatic yang dimiliki OKI dapat berbuat lebih esensi dan terukur untuk mencegah pembantaian kemanusiaan lebih besar di Jalur Gaza. Dalam pernyataannya, Sarbini juga meminta koridor kemanusiaan mesti dibuka dalam waktu secepatnya. “Perbatasan Rafah harus segera dibuka sebagai koridor kemanusiaan agar Tim medis dan bantuan internasional dapat segera masuk ke Jalur Gaza dan menyalurkan bantuan yang dibutuhkan para korban dan warga Gaza,” tambah Sarbini. Pemimpin Lembaga kemanusiaan MER-C Indonesia ini juga meminta kepada Pemerintah Indonesia agar melakukan penyaluran bantuan atas nama bangsa Indonesia dan memfasilitasi Masyarakat Indonesia dan Lembaga kemanusiaan dari Indonesia yang ingin menyalurkan bantuannya ke Jalur Gaza. Hal ini sebagai bentuk simpati dan aksi nyata bangsa Indonesia untuk membantu rakyat Gaza. Menurutnya, langkah cepat ini perlu dukungan semua pihak agar tragedi kemanusiaan di Gaza dapat segera dihentikan. Sementara itu, tiga relawan MER-C sampai saat ini masih berada di Jalur Gaza, tepatnya di RS Indonesia di Gaza Utara. MER-C Indonesia yang selama 13 tahun terakhir telah beroperasi di Jalur Gaza juga telah menyiapkan Tim tambahan, yaitu Relawan Medis dan Kemanusiaannya untuk memberikan bantuan ke Jalur Gaza. “Seperti tahun-tahun sebelumnya, Tim Relawan kami sudah siap dikirimkan. Kami berharap Pemerintah RI dapat memfasilitasi kami untuk berangkat ke Jalur Gaza dan memberikan bantuan medis dan kemanusiaan bagi para korban,” ucap Sarbini.
Gaza Membara, MER-C Siapkan Tim dan Bantuan Kemanusiaan

Siaran Pers Perang dahsyat kembali pecah di Jalur Gaza, Palestina. Memasuki hari ke-4, Kementerian Kesehatan Palestina di Jalur Gaza merilis jumlah korban serangan brutal militer Israel yang terus meningkat signifikan setiap saat. Jumlah korban telah mencapai sedikitnya 704 warga meninggal dan 3.900 lainnya mengalami luka-luka. Merespon perang dan krisis kemanusiaan yang terjadi di Palestina, maka MER-C Indonesia sebagai sebuah lembaga kegawatdaruratan medis untuk korban perang, konflik dan bencana alam baik di dalam maupun di luar negeri pada hari ini, Selasa/10 Oktober 2023 menggelar Konferensi Pers di kantor pusat MER-C di bilangan Senen, Jakarta Pusat. Konferensi Pers bertajuk “Gaza Membara, MER-C Siapkan Tim dan Bantuan Kemanusiaan” disampaikan secara langsung oleh Pimpinan MER-C, yaitu dr. Sarbini Abdul Murad (Ketua Presidium MER-C), dr. Henry Hidayatullah, MSi (Presidium MER-C) dan Ir. Faried Thalib (Presidium MER-C). Menyikapi krisis kemanusiaan ini, MER-C Indonesia menyatakan: 1. MER-C Indonesia menyerukan agar segera menghentikan perang untuk menghindari korban berjatuhan yang lebih banyak lagi dan memberikan kesempatan untuk menolong para korban perang; 2. RS Indonesia sumbangan dari rakyat Indonesia untuk rakyat Palestina saat ini menjadi garda terdepan dalam memberikan bantuan bagi korban perang, khususnya di Jalur Gaza bagian Utara. RS Indonesia yang berjarak sekitar 2,5 km dari perbatasan Israel menerima jumlah korban yang begitu luar biasa. Jika hal ini terus berlanjut stok obat-obatan akan menipis dan tenaga medis akan mengalami kelelahan. Sampai dengan Senin siang, RS Indonesia yang berkapasitas 230 tempat tidur tidak dapat menampung korban jiwa akibat serangan Israel. Kamar mayat penuh dan jasad-jasad yang terus berdatangan harus diletakkan di bagian luar bangunan rumah sakit. 3. Relawan MER-C Indonesia yang masih berada di Jalur Gaza berjumlah 3 (tiga) orang, yaitu:a. Reza Aldilla Kurniawanb. Fikri Rofiul Haqc. Farid ZanzabilAkan tetap tinggal di Jalur Gaza untuk bisa memberikan pertolongan-pertolongan darurat dalam kondisi yang sangat krusial seperti sekarang ini. Hal ini dikarenakan mereka bukan hanya relawan MER-C namun merupakan perwakilan rakyat Indonesia di Palestina untuk membantu apa yang dibutuhkan oleh rakyat Palestina. Apabila kondisi semakin genting, kami telah mempersiapkan contingency planning untuk dilakukan oleh relawan MER-C di Jalur Gaza. 4. MER-C Indonesia memandang perlu untuk segera mengirimkan Tim dan Bantuan Kemanusiaan ke Jalur Gaza untuk memberikan bantuan kepada para korban perang sebagai Emergency Response. Tim sedikitnya akan berjumlah 5 (lima) orang yang akan terdiri dari Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi, Dokter Spesialis Anestesi, Relawan Medis dan Insinyur. Tim akan dipimpin oleh Ir. Faried Thalib, relawan yang sudah berpengalaman di Jalur Gaza sejak 2009 dan merupakan Pimpinan Pembangunan RS Indonesia. Target utama Tim adalah menyalurkan amanah Masyarakat Indonesia dalam bentuk bantuan medis dan kemanusiaan yang diperlukan para korban. Selain itu, Tim akan menindaklanjuti rencana Pembangunan Tahap 3 RS Indonesia, yaitu Pembangunan Poli Spesialis; 5. Kami meminta kepada Kementerian Luar Negeri RI dan Pemerintah RI untuk dapat membantu dan memfasilitasi Tim ini untuk bisa sesegara mungkin berangkat ke Jalur Gaza sebagai bentuk Diplomasi Kemanusiaan. Jakarta, 10 Oktober 2023MER-C Indonesia Bantuan dan Donasi dapat disalurkan melalui : Rek. No. 686.0153678 Bank Central Asia (BCA)Rek. No. 124.000.8111.925 Bank MandiriRek. No. 700.1352.061 Bank Syariah Indonesia (BSI)Rek. No. 358.000.1720 Bank Muamalat Indonesia (BMI)Rek. No. 033.501.0007.60308 Bank Rakyat Indonesia (BRI)Rek. No. 1000.209.400 Bank Mega Syariah (BMS) Semua Rekening Atas Nama : Medical Emergency Rescue Committee
Militer Israel Tak Henti Melanggar Hukum Kemanusiaan Internasional

Siaran Pers “International humanitarian law is a set of rules that seek to limit the effects of armed conflict. It protects people who are not or no longer participating in hostilities and restricts the means and methods of warfare” – International Committee of the Red Cross Penyerangan langsung di kompleks Rumah Sakit Indonesia di Bayt Lahiya, Jalur Gaza, Sabtu/7 Oktober 2023, seakan semakin menguatkan bahwa dalam perang Israel – Palestina, Hukum Kemanusiaan Internasional tidak pernah menjadi pertimbangan Israel. Dalam serangan ini sebagian gedung RS Indonesia mengalami kerusakan. Wisma dr. Joserizal Jurnalis yang menjadi tempat tinggal relawan MER-C mengalami dampak serupa. Kendaraan yang terparkir di depan wisma bahkan terbakar dan mengalami kerusakan berat. Dalam insiden ini, satu staf lokal MER-C cabang Gaza syahid akibat ledakan. Serangan serupa juga diarahkan di pelataran RS An Nasr di Khan Younis, Gaza Selatan yang menghancurkan ambulans serta melukai beberapa staf medis dan masyarakat awam. Kaidah perlindungan yang termaktub dalam Hukum Kemanusiaan Internasional, untuk mencegah korban dari personel medis, suplai alat kesehatan, rumah sakit dan ambulans; lagi-lagi dilanggar untuk kesekian kalinya. Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia sangat menyayangkan timbulnya korban dari pihak medis dan mendukung seruan Kementerian Kesehatan di Gaza kepada dunia Internasional untuk menjamin keamanan dan keselamatan tenaga dan aset kesehatan selama konflik berlangsung. Jakarta, 7 Oktober 2023 Dr. Sarbini Abdul Murad Ketua Presidium MER-C Indonesia Bantuan dan Donasi untuk Amanah RS Indonesia di Gaza, Palestina: Rek. No. 686.0153678 Bank Central Asia (BCA)Rek. No. 124.000.8111.925 Bank MandiriRek. No. 700.1352.061 Bank Syariah Indonesia (BSI)Rek. No. 358.000.1720 Bank Muamalat Indonesia (BMI)Rek. No. 033.501.0007.60308 Bank Rakyat Indonesia (BRI)Rek. No. 1000.209.400 Bank Mega Syariah (BMS) Semua Rekening Atas Nama : Medical Emergency Rescue Committee
Serangan Udara Israel Menyasar RS Indonesia, Staf Lokal MER-C Syahid

Serangan udara Israel menyasar RS Indonesia yang berada di Jalur Gaza, Palestina, Sabtu/7 Oktober 2023. Satu staf local MER-C, Abu Romzi, yang tengah berada di dekat lokasi syahid akibat serangan tersebut. Kabar duka disampaikan oleh Farid, salah satu relawan MER-C yang masih berada di Jalur Gaza. “Kami sedang berada di wisma dr. Joserizal Jurnalis, tiba-tiba terdengar ledakan yang kuat sekali. Ternyata tembakan roket dari pesawat tempur Israel jatuh dekat sekali dengan lokasi kami dan menghancurkan mobil operasional MER-C yang berada di depan Wisma dr. Joserizal Jurnalis,” ucap Farid. “Abu Romzi, staf local MER-C yang tengah berada di dekat ambulans menjadi korban syahid dan dilarikan ke RS Indonesia,” lanjutnya. Serangan juga membuat kerusakan di Wisma dr. Joserizal Jurnalis, tempat tinggal relawan yang berada di dalam area RS Indonesia. Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad, mengutuk serangan brutal Israel ke Jalur Gaza yang menyasar Rumah Sakit. “Kami mengutuk serangan Israel ke Gaza yang menyasar Rumah Sakit!” ujar Sarbini. Ia juga menyampaikan duka cita mendalam atas syahidnya staf local MER-C, Abu Romzi yang sudah bertugas sejak tahun 2011 dan warga Gaza lainnya yang turut menjadi korban akibat serangan brutal Israel ke Jalur Gaza. “Kami meminta agar perbatasan Gaza segera dibuka untuk masuknya bantuan internasional ke Jalur Gaza,” tambahnya. Lebih lanjut Sarbini mengatakan agar Pemerintah Indonesia dapat segera mendesak Dewan Keamanan PBB untuk mengadakan sidang darurat terkait hal ini. Jakarta, 7 Oktober 2023 Bantuan dan Donasi untuk Amanah RS Indonesia di Gaza, Palestina: Rek. No. 686.0153678 Bank Central Asia (BCA)Rek. No. 124.000.8111.925 Bank MandiriRek. No. 700.1352.061 Bank Syariah Indonesia (BSI)Rek. No. 358.000.1720 Bank Muamalat Indonesia (BMI)Rek. No. 033.501.0007.60308 Bank Rakyat Indonesia (BRI)Rek. No. 1000.209.400 Bank Mega Syariah (BMS) Semua Rekening Atas Nama : Medical Emergency Rescue Committee
MER-C Apresiasi IAEA yang Tetapkan Palestina sebagai Sebuah Negara

MER-C mengapresiasi keputusan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) yang mengakui Palestina sebagai entitas negara. Keputusan ini muncul dalam pertemuan Konferensi Umum Tahunan IAEA (International Atomic Energy Agency) ke-67 yang berlangsung di Wina, Austria pada 25-29 September 2023 lalu. Konferensi Umum IAEA ke-67 dihadiri sekitar 2.000 delegasi dari 177 negara anggota. IAEA telah melakukan pemungutan suara mengenai rancangan resolusi penetapan negara Palestina terutama Republik Arab Mesir, yang mengajukan permintaan atas nama Negara Palestina. Resolusi ini diadopsi setelah dilakukan voting dengan suara mayoritas 92 negara mendukung, termasuk Indonesia, sementara 5 negara abstain dan 21 negara menolak. Menanggapi hal tersebut, Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad memberikan apresiasinya. Ia juga mengatakan bahwa ini adalah sebuah kemenangan diplomasi kemanusiaan. “Kami mengapresiasi keputusan IAEA dan seluruh anggota IAEA yang telah memberikan dukungan terhadap resolusi ini, termasuk Indonesia yang secara konsisten menunjukkan dukungannya pada Negara Palestina. Ini adalah sebuah kemenangan diplomasi kemanusiaan,” ujar Sarbini. Lebih lanjut Sarbini mengharapkan agar langkah ini diikuti oleh lembaga internasional lainnya. “Langkah berani ini mesti diikuti oleh lembaga internasional lainnya sebagai bentuk perlawanan dunia kepada apartheid dan penjajahan, khususnya yang telah dilakukan Israel terhadap Palestina,” tambahnya.
Tragedi Rempang Batam dan Kanjuruhan, Abaikan Kemanusiaan

Bentrokan terjadi di Rempang, Batam, Kepulauan Riau antara petugas keamanan gabungan dengan warga setempat, Kamis/7 September 2023. Dikutip dari ANTARA, keributan dipicu karena warga masih belum setuju rencana penggusuran dan pengembangan kawasan mereka yang merupakan kampung adat Masyarakat Melayu. Sebanyak 16 kampung adat di Pulau Rempang dan Pulau Galang, Kepulauan Riau berikut ribuan warganya terancam tergusur oleh rencana pembangunan proyek kawasan wisata, Rempang Eco-City. Petugas keamanan gabungan merespon keributan ini dengan menembakkan gas air mata ke arah warga. Belasan siswa yang sekolahnya dekat dengan lokasi kejadian dikabarkan turut menjadi korban gas air mata dan harus dilarikan ke Rumah Sakit untuk mendapatkan perawatan. MER-C menyatakan keprihatinan dan menyayangkan tindakan aparat yang menggunakan pola pengamanan yang menimbulkan masalah kemanusiaan. Hal ini seperti yang pernah terjadi di Kanjuruhan, Malang. Kala itu, MER-C turut mengeluarkan pernyataan kemanusiannya. Petugas keamanan tidak mengambil pelajaran dari peristiwa Kanjuruhan dan kembali menerapkan pola pengamanan serupa di Rempang, Batam. Untuk itu, sebagai sebuah lembaga sosial kemanusiaan dan kegawatdaruratan medis, MER-C menghimbau: – Pola pengamanan baik pada pertandingan, alasan kepentingan pembangunan atau apapun agar memperhatikan masalah kemanusiaan dan meminimalisir timbulnya korban baik di pihak petugas dan masyarakat; – Protokol pengamanan agar memperhatikan potensi terjadinya masalah-masalah kemanusiaan. World Health Organization (WHO) pun sudah mempunyai prosedur standar dalam Mass Casualty Management dengan memperhatikan martabat manusia dan kemanusiaan yang menghargai nyawa manusia. Jakarta, 8 September 2023
“Menghimpun Kebesaran Allah” (Sebuah Kisah Perjalanan Pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Gaza – Palestina)

Bertepatan dengan Milad MER-C ke-24 pada tahun ini, dengan penuh rasa syukur kami meluncurkan buku terbaru yang berjudul “Menghimpun Kebesaran Allah”, Minggu/27 Agustus 2023. Ditulis oleh seorang yang Ikhlas dan Sabar merajut kisah-kisah para relawan dalam proses pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza, Palestina. Sebuah buku yang berkisah tentang rahasia Allah, tekad yang mulia, perjuangan, keikhlasan, strategi, kepatuhan, kesabaran yang tinggi dari kisah nyata para Relawan. Buku ini diserahkan kepada MER-C sebagai hadiah dari penulis, khususnya dipersembahkan bagi Almarhum dr. Joserizal Jurnalis (Pendiri MER-C dan Inisiator Pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Gaza Palestina) dan Almarhum Imaam Muhyiddin Hamidy (Imaam Al Fatah). Ditulis sejak Almarhum dr. Joserizal masih ada hingga beliau sudah berpulang kepada ALLAH Sang Pencipta, juga melewati masa-masa sakit sang penulis. Alhamdulillah, akhirnya penulisan buku ini selesai dan dicetak dengan segala kesederhanaannya. Tanpa ada nama penulis (atas permintaan penulis), tanpa ada nama penerbit, tanpa testimoni. Asli dicetak seperti apa yang dituliskan oleh penulis. Karya setebal 260 halaman ini kami terima dengan baik, teriring doa hanya ALLAH SWT yang dapat membalas kebaikan penulis. Kami juga sangat mengapresiasi karya penulis yang dapat merangkum kisah-kisah relawan dalam sebuah peristiwa yang monumental, bersejarah dan mengharumkan nama bangsa di kancah internasional. Kepiawaiannya dalam menulis dan pengalaman sebagai jurnalis mampu membawa kita dalam perjalanan luar biasa menuju pembangunan Rumah Sakit Indonesia yang dibangun di negeri yang masih terblokade ketat dan terjajah, dari mulai tahap perencanaan hingga realisasi. Buku “Menghimpun Kebesaran Allah” kami produksi sebagai Laporan Pertanggung Jawaban kepada Masyarakat Indonesia khususnya donatur, serta Sosialisasi dan Penggalangan Donasi bagi Rencana Pembangunan Tahap ke-3 Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza, Palestina. Bagi yang berminat membeli, maka Harga Donasi Buku adalah Rp 200.000,- dimana seluruh hasil penjualan akan didonasikan untuk Pembangunan Tahap 3 RS Indonesia di Gaza Palestina, yaitu Pembangunan Poli Sub Spesialis yang akan berada di seberang bangunan utama saat ini. Semoga buku ini dapat menjadi catatan kecil sejarah karya anak bangsa dan sumber inspirasi bagi masyarakat. Untuk pemesanan buku dan undangan bedah buku dapat menghubungi Call Center MER-C di 0811990176 atau kunjungi website kami di www.mer-c.org.
Ketua Presidium MER-C Desak Israel Hentikan Pengrusakan terhadap Situs Suci Keagamaan di Jerusalem
Ketua Presidium MER-C, Sarbini Abdul Murad, mendesak Israel untuk menghentikan pengrusakan terhadap situs-situs suci keagamaan di Jerusalem. Hal ini disampaikannya merespon rilis laporan dari Pemerintah Palestina dan Ketua Komite Kepresidenan Tinggi Palestina untuk Urusan Gereja yang menyatakan telah terjadi peningkatan kejahatan dan serangan sistematis Israel terhadap situs suci dan orang-orang Kristen serta muslim di Jerusalem. “Kami menerima laporan bahwa selama pendudukan Israel berkepanjangan, orang-orang Kristen Palestina telah menderita dari kebijakan dan praktik diskriminatif Israel, termasuk penyitaan tanah secara ilegal, perampasan properti, pembatasan kebebasan beribadah, serangan terhadap tempat-tempat suci, selain penganiayaan dan pelecehan terhadap personel keagamaan. Tindakan ini terjadi setiap hari, tidak hanya kepada warga muslim Palestina, namun juga warga Kristen di sana,” ujar Sarbini. Lebih lanjut Sarbini mengungkapkan bahwa berdasarkan laporan tersebut, sejak awal tahun ini orang-orang Kristen Palestina telah menyaksikan tingkat permusuhan dan serangan yang meningkat secara mengkhawatirkan oleh pemukim Yahudi ekstremis, termasuk pelecehan fisik dan verbal, vandalisme dan serangan terhadap gereja setiap hari. Semua tindakan ini bahkan di bawah pengawasan dan dorongan pejabat dan pasukan Israel. “Dalam menghadapi situasi yang semakin mengkhawatirkan di Jerusalem, kami mendesak pemerintah Israel untuk segera menghentikan tindakan kekerasan dan melindungi Jerusalem sebagai kota suci 3 agama, menghormati keragaman agama dan kebebasan beribadah di wilayah tersebut,” tambah Sarbini. Menurutnya, kejahatan Israel yang menargetkan situs suci keagamaan dan umat beragama di sana, jika dibiarkan dapat menyulut perang agama lebih besar yang akan mengancam perdamaian dunia. Hal ini dikarenakan Jerusalem memiliki makna yang sangat penting bagi berbagai agama di dunia, baik Islam, Kristen maupun Yahudi. Situs-situs suci keagamaan di kota ini memiliki nilai sejarah dan spiritual yang tinggi yang harus dihormati seluruh umat manusia. Untuk itu, Sarbini juga menyerukan kepada warga dunia, para Pemimpin-pemimpin negara, tokoh-tokoh lintas agama, komunitas, Lembaga dan siapapun yang cinta kemanusiaan dan perdamaian untuk memberikan desakan serupa kepada Israel, agar dapat memberikan tekanan yang lebih besar kepada Israel.