MER-C Training Center Resmi Diluncurkan

MER-C Training Center (MTC) yang bergerak di bidang pelatihan kegawatdaruratan medis dan keahlian medis lainnya resmi disahkan sebagai PT Medika Tunas Cendikia. Pelaksanaan syukuran digelar di Jakarta pada tanggal 4 Februari 2024. PT MTC yang merupakan bagian dari Yayasan MER-C menawarkan berbagai pelatihan diantaranya; Basic Life Support (BLS) untuk Awam maupun Medis, Basic Trauma & Cardiac Life Support, Surgical Skill (BSS), Basic and Advance Skills Lab, dan Mass Casualties Incident Training. Namun tidak hanya pelatihan, MTC juga akan menggelar berbagai seminar kesehatan dan workshop, Tidak terbatas di Jakarta namun di seluruh daerah di Indonesia. Acara syukuran ini dihadiri oleh Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad, Presidium MER-C dr Yogi Prabowo, SpOT., Ketua Yayasan MER-C dr. Muhammad Reza Saputra, Sp.OT., Direktur Utama MTC dr. Naenda Stasya, MARS., jajaran Direksi MTC, Relawan MER-C dan para undangan. “Pada hari ini kita mengucapkan syukur kepada Allah, karena detik ini MTC telah bisa menunjukkan satu kiprah awalnya dan insyaallah kedepan bisa lebih berkembang dan lebih maju,” kata Ketua Presidium MER-C dr. Sarbini Abdul Murad dalam sambutannya di peresmian MTC. “Saya berpesan, terkadang sesuatu yang kita rancang tidak selalu seindah yang kita harapkan. Untuk itu butuh perjuangan. Maka harapan saya teman-teman di MTC bisa bekerja sama dengan baik, menjalin komunikasi dengan stakeholder-stakeholder yang lain, apabila ada masalah bisa didiskusikan secara transparan sehingga tidak menghambat bidang kerja bisnis dan lainnya. Jadi kita saling mendukung,” tuturnya. Ketua Yayasan MER-C dalam kesempatan itu menyampaikan harapannya, semua relawan dapat berjuang bersama dengan semakin banyak kolaborasi yang dilakukan, maka semakin bersatu untuk membangun MER-C semakin besar. “Kita berjuang bersama. Semakin banyak SDM kita semakin banyak kita melakukan kolaborasi, bukan semakin berpecah tapi semakin bersatu membangun MER-C supaya semakin besar. Diharapkan MTC ini dapat mengemban amanat tersebut,” kata dr. Reza.Direktur Utama MTC dalam sambutannya mengatakan, MTC merupakan underbow MER-C. MTC menjadi berbeda dari lembaga pelatihan lainnya karena memiliki keunggulan pada SDM Pelatihnya yang juga merupakan relawan MER-C yang telah berpengalaman di wilayah perang, konflik maupun bencana alam. “Alhamdulillah dua hari ini pada tanggal 3 dan 4 Februari pihak manajemen MTC telah melaksanakan rapat kerja yang juga dihadiri perwakilan kantor yang ada di Yogyakarta dan Medan.Kami menargetkan tahun ini sudah bisa menjalankan 11 program,” ungkapnya. Ia mengatakan, Visi MTC adalah menjadi Lembaga Pelatihan Kesehatan dengan keunggulan kegawatdaruratan dan managemen bencana yang diakui baik tingkat nasional maupun internasional di tahun 2029. “Mohon doa restu dan juga support. Mungkin masih banyak hal yang luput atau belum terlintas dalam pemikiran kami. Oleh karena itu, dengan senang hati kami tunggu saran yang konstruktif untuk kemajuan MTC,“ pungkasnya.
Tim MER-C Berangkat ke Yordania untuk Ikuti Konferensi Pembangunan Kembali Fasilitas Kesehatan Gaza

Senin/5 Februari 2024, Tim MER-C bertolak ke Yordania untuk mengikuti konferensi terkait pembangunan kembali fasilitas kesehatan di Jalur Gaza yang hancur akibat serangan Israel. Tim yang berangkat terdiri dari tiga orang, yaitu Presidium MER-C Dr. Arief Rachman, SpRad, Relawan MER-C Marissa Noriti, S.Farm dan Relawan MER-C Cabang Medan Kipa Jundapri, S.Kep., Ners., M.Kep. “Insyaallah kita akan berangkat ke Amman, Yordania dalam rangka menghadiri konferensi membangun kembali fasilitas kesehatan di Jalur Gaza. Jadi konferensi ini diikuti berbagai organisasi internasional yang memang mempunyai concern membangun kembali fasilitas kesehatan di Gaza,” kata Marissa, salah satu anggota Tim yang berangkat ke Yordania. Ia mengatakan, di sana Tim akan melakukan kordinasi dengan berbagai pihak, sehingga diharapkan dengan mengikuti konferensi ini bisa membantu membuka jalan pembangunan kembali Rumah Sakit Indonesia di Gaza yang juga mengalami kerusakan akibat serangan Israel. “Sebenarnya kita ada agenda lain juga yaitu koordinasi dengan berbagai NGO, serta melihat situasi di sana. Kita juga sedang mencari jalan untuk masuk ke Gaza,” ujarnya. Marissa menambahkan, Tim sendiri rencananya berada di Yordania sekitar 1- 2 minggu, kemudian akan menyusun strategi kembali apa yang akan dilakukan setelah konferensi. “Nanti kita atur strategi lagi, apakah kita langsung kembali ke Indonesia atau bagaimana, nanti kita akan putuskan,” katanya.
Presidium MER-C: Boikot Produk Terafiliasi Israel Bagian dari Diplomasi Kemanusiaan
Presidium MER-C dr. Henry Hidayatullah mengatakan, pemboikotan terhadap produk-produk yang terafiliasai dengan Zionis Israel merupakan bagian dari diplomasi kemanusiaan untuk Palestina. Hal itu ia sampaikan saat menjadi pembicara dalam acara Milad Indonesia Halal Watch ke-11 dan Launcing Pemaparan Hasil Survei Pengetahuan, Sikap dan Efektivitas Fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor 83 Tahun 2023 Tentang Boikot Produk Terafiliasi Israel terhadap Masyarakat Indonesia, Selasa (23/1) di Jakarta. “Boikot produk menjadi bagian dari diplomasi kemanusiaan, karena kita harapkan dengan boikot produk ini kemudian terjadi kerugian, sehingga suplai-suplai senjata menurun dan paling tidak agresi berhenti,” ujar dr. Henry. Ia mengatakan, MER-C sendiri telah melakukan upaya diplomasi kemanusiaan ini dengan mendirikan Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza, dari bantuan masyarakat Indonesia. “Rumah Sakit ini kita dirikan dan menjadi Rumah Sakit Indonesia, untuk menunjukkan kepada dunia bahwa rakyat Indonesia bersama rakyat Palestina, dengan harapan Palestina akan Merdeka. Ini adalah diplomasi kemanusiaan,” ungkapnya. Rumah Sakit Indonesia yang resmi diserahkan untuk rakyat Palestina pada Januari 2016 ini mengalami kerusakan parah akibat serangan Israel pada Oktober lalu. Namun MER-C berkomitmen akan segera melakukan perbaikan saat situasinya memungkinkan. Lebih lanjut, dr. Henry mengatakan masyarakat masih membutuhkan adanya aturan turunan dari fatwa MUI terkait pemboikotan terhadap produk terafiliasi Israel, yaitu membuat daftar produk-produk tersebut. karena saat ini masyarakat mengidentifikasi sendiri produk yang diboikot termasuk MER-C. Namun menurutnya, fatwa ini telah membawa dampak positif dengan lahirnya kesadaran umat secara lebih luas untuk membeli produk alternatif dan menciptakan potensi untuk memproduksi produk seperti produk yang diboikot. dr. Henry juga menyerukan konsistensi untuk terus menggaungkan aksi boikot ini, karena selama ini boikot masih bersifat temporer. Ini tidak hanya konsistensi MUI tapi konsistensi masyarakat secara umum. Ia juga meminta Langkah serupa dari pemerintah. “Seluruh dunia sudah berteriak tapi Israel tidak bergeming, masih terus melancarkan agresinya. Oleh sebab itu, maka sepanjang hayat pula kita harus mendedikasikan diri untuk Palestina, sebagaimana Bung Karno (Presiden Pertama Indonesia) menyatakan, selagi rakyat Palestina belum Merdeka, maka rakyat Indonesia bersama rakyat Palestina,” ujarnya.
Surat Terbuka : CAPRES RI HARUS TOTALITAS DALAM MENDUKUNG KEMERDEKAAN PALESTINA

Kepada Ykh.,Calon Presiden Republik Indonesia2024 – 2029di tempat Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Pertama-tama, kami mengucapkan selamat berkampanye dan berkontestasi pada Pemilihan Umum tahun 2024 mendatang kepada semua Calon Presiden Republik Indonesia. Calon Presiden yang terhormat, Palestina mempunyai hubungan yang sangat dekat dan mendalam dengan Indonesia. Palestina tinggal satu-satunya negara anggota KAA tahun 1955 yang sampai dengan hari ini belum mendapatkan kemerdekaannya. Secara kontitusi dan sejarah kita mempunyai tanggung jawab untuk mewujudkan kemerdekaan Palestina. Tanggung jawab ini mesti diperjuangkan, tidak cukup dengan slogan semata. Perjuangan untuk mencapai kemerdekaan semakin lama tidak menunjukkan tanda-tanda yang menggembirakan, tapi malah sebaliknya. Israel dengan kekuatan penuh dan didukung oleh AS dan sebagian negara Eropa melakukan agresi ke Palestina baik di Gaza maupun di Tepi Barat. Agresi ini menimbulkan bencana kemanusiaan dan mengarah ke genosida. Kita menyaksikan betapa sadis apa yang telah dilakukan Israel terhadap Palestina. Dalam surat terbuka ini, kami ingin mengingatkan kepada para Capres agar jika terpilih dan ditakdirkan menjadi Presiden Republik Indonesia untuk lima tahun mendatang, Bapak dapat melakukan upaya yang lebih terhadap Palestina dan juga tegas kepada Israel baik politik maupun ekonomi. Ketegasan ini sangat dibutuhkan ketika dunia Arab semakin mesra dengan Israel. Adapun poin penting yang ingin kami sampaikan kepada Bapak jika terpilih sebagai Presiden RI sbb: 1. Tetap berjuang untuk membela Palestina dalam solusi dua negara hingga Palestina meraih kemerdekaannya; 2. Berkomitmen untuk tidak membuka hubungan atau komunikasi dalam konteks membuka hubungan diplomatik dengan Israel; 3. Berkomitmen memboikot ekonomi Israel, dengan memboikot produk-produk Israel khususnya yang berasal dari Tepi Barat sehingga tidak ada impor-impor illegal dan tidak ada transaksi perdagangan gelap antara Indonesia dengan Israel di level manapun; 4. Berkomitmen mendukung Palestina di forum-forum internasional. 5. Berkomitmen untuk totalitas dalam membantu Palestina dan memutus hubungan dengan Israel di bidang apapun. Demikian surat terbuka ini kami sampaikan kepada Bapak, semoga pandangan kami dapat menjadi perhatian penting bagi Bapak. Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Jakarta, 5 Januari 2024 Hormat kami,MER-C Indonesia
Surat Terbuka MER-C kepada WHO mengenai Panggilan Darurat untuk Perlindungan dan Pengaktifan Kembali Semua Rumah Sakit di Gaza

Jakarta, 24 Desember 2023 Kepada Ykh,Bapak Tedros Adhanom Ghebreyesus Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Kantor Pusat WHO Avenue Appia 20 1211 Jenewa, Swiss Subjek:Surat Terbuka MER-C kepada WHO mengenai Panggilan Daruratuntuk Perlindungan dan Pengaktifan Kembali Semua Rumah Sakit di Gaza Yth. Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia, Saya menulis kepada Anda dalam kapasitas saya sebagai Ketua Presidium MER-C (Medical Emergency Rescue Committee), sebuah NGO Indonesia yang melakukan pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Bayt Lahiya, Gaza Utara, Palestina, yang dibangun dari kebaikan hati masyarakat Indonesia untuk kepentingan rakyat Palestina Kami memperhatikan bahwa banyak rumah sakit di Gaza telah dikelilingi, diserang, dan yang lebih buruk lagi, telah digunakan sebagai markas militer oleh Israel Defense Forces (IDF), seperti yang terjadi pada Rumah Sakit Indonesia. Kami sangat prihatin atas potensi dampak tindakan ini terhadap keselamatan dan misi kemanusiaan fasilitas medis tersebut. MER-C Indonesia, atas nama masyarakat Indonesia, mendesak Organisasi Kesehatan Dunia untuk turun tangan dan membela perlindungan semua rumah sakit di sepanjang Jalur Gaza agar tidak digunakan sebagai instalasi militer. Kami percaya bahwa rumah sakit, terutama dalam situasi konflik, harus tetap menjadi zona aman, dilindungi bahkan selama masa perang, agar dapat menjalankan tugas mulia mereka dalam merawat dan menyelamatkan nyawa korban perang. Selain itu, kami dengan tulus meminta bantuan segera dari WHO dalam mengaktifkan kembali dan memastikan fungsi yang benar dari rumah sakit di Gaza, khususnya Rumah Sakit Indonesia sebagai pusat medis utama di utara Jalur Gaza, yang akan memberikan kontribusi besar terhadap pelayanan medis yang dibutuhkan di daerah yang dilanda konflik ini. MER-C Indonesia yakin bahwa Organisasi Kesehatan Dunia, dengan kekuatan dan misi mulianya untuk menyelamatkan nyawa dan menegakkan prinsip kemanusiaan, dapat memainkan peran penting dalam melindungi kesucian fasilitas medis dan memastikan akses ke layanan kesehatan yang penting bagi populasi yang terkena dampak. Kami menghargai perhatian dan tindakan cepat Anda terhadap masalah ini dan komitmen Anda untuk memajukan kesejahteraan komunitas di zona konflik. Kami menantikan tanggapan positif dan kerjasama Anda dalam melindungi dan mengaktifkan kembali Rumah Sakit Indonesia dan fasilitas medis penting lainnya di Jalur Gaza. Terima kasih atas dedikasi Anda terhadap kesehatan global dan nilai-nilai kemanusiaan. Hormat kami, Dr. Sarbini Abdul Murad Ketua Presidium MER-C Indonesia ———————————————————————————————————————————————- Jakarta, December 24th, 2023 To :Mr. Tedros Adhanom Ghebreyesus Director-General of the World Health Organization WHO HeadquartersAvenue Appia 201211 Geneva, Switzerland Subject:MER-C Open Letter to WHO Regarding Urgent Appealfor the Protection and Reactivation of All Hospitals in Gaza Dear Director-General of the World Health Organization, I am writing to you in my capacity as the Chairman of the Presidium of MER-C (Medical Emergency Rescue Committee), an Indonesian NGO who conducted the construction of Indonesia Hospital located in Bayt Lahiya, Northern Gaza, Palestine, which was built from the generosity from the Indonesian people for the benefit of the Palestinian people. It has come to our attention that many hospitals in Gaza have been surrounded, attacked, and worst of all, have been used as military bases by the Israel Defense Forces (IDF) as they did with Indonesia Hospital. We are deeply concerned about the potential impact of these actions on the safety and humanitarian mission of these medical facilities. MER-C Indonesia, on behalf of the Indonesian people, urges the World Health Organization to intervene and advocate for the protection of all hospitals along the Gaza Strip from being utilized as military installations. We believe that hospitals, especially in times of conflict, should remain safe zones, protected even during wartime, to carry out their noble duty of treating and saving the lives of war victims. Furthermore, we kindly request the WHO’s immediate assistance in reactivating and ensuring the proper functioning of hospitals in Gaza, particularly Indonesia Hospital as a primary medical center in the northern Gaza Strip, contributing significantly to the medical services required in this conflict-ridden region. We believe that the World Health Organization, with its power and noble mission to save lives and uphold humanitarian principles, can play a crucial role in safeguarding the sanctity of medical facilities and ensuring access to essential healthcare services for the affected population. We appreciate your prompt attention and action to this matter and your commitment to promoting the well-being of communities in conflict zones. We look forward to your positive response and collaboration in protecting and reactivating Indonesia Hospital and other vital medical facilities in the Gaza Strip. Thank you for your dedication to global health and humanitarian values. Sincerely, Dr. Sarbini Abdul Murad Chairman of the PresidiumMER-C Indonesia
Kisah Nyata Relawan Indonesia di Gaza, MER-C dan FK UNAND Berikan Dukungan untuk Palestina

PADANG, HARIANHALUAN.ID – Duka Palestina adalah duka kita semua. Perjuangan merebut kembali kemerdekaan Palestina dari Israel menjadi tugas kita bersama. Sebab Palestina yang kini luluhlantak akibat bombardir yang dilakukan Israel masih memiliki jutaan rakyat yang berhak untuk hidup merdeka. Puluhan ribu anak dan masyarakat sipil Palestina, telah syahid akibat serangan membabibuta Israel. Bahkan berbagai fasilitas umum pun dihancurkan tanpa perikemanusiaan. Mereka, rakyat Palestina membutuhkan uluran tangan kita semua, agar mereka kembali bisa menikmati kemerdekaannya. Ada banyak kisah di balik perjuangan Fikri, salah seorang relawan Indonesia yang dikirim ke Palestina melalui Lembaga Medical Emergency Rescue Comittee (MER-C) Indonesia. Setelah RS Indonesia di Gaza tak lagi beroperasi karena rusak parah dibombardir Israel, Fikri bersama rekannya sesama relawan Reza, kini fokus untuk membantu para pengungsi di sekitar RS Indonesia di Gaza. Setiap hari, tugas mereka adalah berbelanja bahan makanan, memasak dan membagikan makanan pada pengungsi. “Kami sudah buang rasa takut sejak memutuskan untuk memutuskan menjadi relawan di sini, meski setiap hari dihadapkan pada ancaman kematian akibat perang. Semuanya kami serahkan pada Allah. Hanya Allah yang melindungi dan akan menyelamatkan kami. Dan kami pun kuat adalah berkat doa dari masyarakat Indonesia semua,” kata Fikri. Fikri sempat bercerita melalui Zoom Meeting bersama para peserta bedah buku ‘Menghimpun Kebesaran Allah’ yang digelar Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (FK UNAND) dan MER-C di Aula FK UNAND, pada Minggu (10/12). Moderator bedah buku Dr. dr. Yusri Dianne Jurnalis, SpA (K) (Pembina MER-C Padang) dan dr Muhammad Reza Saputra, SpOT (Ketua MER-C Padang) menuntun jalannya acara yang ikuti ratusan simpatisan Palestina dari berbagai wilayah di Sumbar. Tampil sebagai Pembicara pada kesempatan itu dr Arief Rachman, SpRad : Presidium MER-C Indonesia, Ir Edi Wahyudi Darta: Manager Site RS Indonesia, Dr. H. Gusrizal Gazahar, Lc., M.Ag. Datuak Palimo Basa : Ketua MUI Sumatera Barat, Prof. Dr. H. Yaswirman, MA : Ketua Dewan Dakwah Sumatera Barat dan Prof. Dr. dr. Afriwardi, SH, Sp.KO, MA : Dekan Fakultas Kedokteran Unand. Bagaimana biaya hidup para relawan di sana? Bagaimana juga membiayai makan para pengungsi dan tenaga medis itu? Inilah kebesaran Allah yang dirasakan oleh Tim MER-C Indonesia. Penggalangan dana yang mereka lakukan untuk Palestina mendapat respon luar biasa dari warga Indonesia yang ikut merasakan duka Palestina. “Berapapun biaya semaksimal mungkin kami kirim. Soal penggunaan di sana, tak perlu pakai prosedur resmi lagi karena keadaan darurat. Apalagi sekarang sudah memasuki musim dingin. Suhu di sana tak main-main, minus 10 derajat hingga minus 15 derajat celcius. Jadi, jika ada yang dibutuhkan segera beli, pakai dana yang dikirim,” kata dr Arief Rachman, SpRad., Presidium MER-C Indonesia pada kegiatan bedah buku tersebut. “Rumah Sakit Indonesia yang kini tak beroperasi lagi karena mengalami kerusakan sudah kami data. Ada beberapa bagian yang sudah kami data untuk direnovasi. Antara lain, generator, pintu masuk, kamar bedah dan ruangemergency,” kata Ir Edi Wahyudi Darta: Manager Site RS Indonesia Ia merasakan semua yang dialaminya adalah karena kebesaran Allah. Semuanya adalah misteri Illahi, bagaimana semua tim relawan dan tim medis di Palestina, bisa bertahan hidup dan menjalani semua yang terjadi. “Ini adalah perjuangan kita sepanjang hidup. Juga merupakan kepedulian kita warga Sumbar terhadap Palestina. Semoga ini menjadi nilai baik kita di mata Allah SWT,” kata Gusrizal Gazahar. Pada kesempatan itu, juga digelar doa bersama dan penggalangan donasi baik secara langsung maupun melalu hasil penjualan buku buku ‘Menghimpun Kebesaran Allah’ tersebut. (h/atv) Sumber : https://harianhaluan.id/utama/hh-68248/kisah-nyata-relawan-indonesia-di-gaza-mer-c-dan-fk-unand-berikan-dukungan-untuk-palestina/3/
OPEN LETTER TO THE PRESIDENT OF THE UNITED STATES JOE BIDEN

Honorable Mr. Biden I am Sarbini Abdul Murad, Chief Presidium of Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia. Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) is an organization that aims to provide medical services for war victims domestically and overseas. As an organization that focuses on humanity and peace, the conflict between Palestine and Israeli has also become our concern. What happening in Palestine are closely related to issues of colonialism, humanity, apart from religion. In fact, we hope that you, President of the United States, do not make the conflict any worse. We hope that you will really consider any attitudes and statements regarding Palestine. The attitude you take between upholding human rights and on the other hand actually arming other countries as a form of resistance. This certainly indicates that there are double standards in dealing with the Palestinian-Israeli conflict. Once again, this is not about religion, ethnicity or race, but about humanity. A truly real humanitarian crisis is occurring in Palestine. All life is precious. We both agree that human life is the most sanctified value on this earth. We reject the targeting of civilians, and we mourn the loss of all civilian live. Gazans are facing death every day. Every five minutes, a Palestinian child is killed. Totally unacceptable. Babies, children, women, the elderly, the disabled, hospitals, ambulances, medics, schools, teachers, residential complexes, worship place and much more. This is completely genocide and ethnic cleansing. However, it is very unfortunate that your siding with Israel by facilitating weapons of mass destruction has actually made the conflict even wider. Your action clearly contradicts various international treaties and agreements that are apply to the existence of Palestine. You have destroyed the international rules of the game, insulted the authority of the UN, torn apart the sense of justice, and hurt human values, and tarnished the face of human civilization. Mr. President, We believe you still have a conscience. Your great country certainly wants to be seen as honorable for its humanitarian defenses. Moreover, your administration has determined to make the principle of multilateralism, justice and human rights the foundation of United States foreign policy. So, actually this is the right to prove it. For the sake of peace and humanity, we demand that you immediately do ceasefire. Restore the dignity of the United States as a country that upholds human rights. The ceasefire must be implemented now, so as not to increase the loss of life on both sides. This all violates the laws, morals and ethics of war, which must be upheld in a civilized world. We, the Indonesian people, and also the people all around world, will continue to support the struggle for the liberation of Palestinian land from Israeli Zionist colonialism. And the Palestinian people’s right to return to their homes and land. Jakarta, November 20th, 2023Sincerely, Sarbini Abdul MuradChief Presidium MER-C Indonesia
RS INDONESIA DISERANG

Militer Israel sejak tadi malam waktu Gaza, melakukan serangan besar yang menargetkan RS Indonesia, sedikitnya 12 korban meninggal dan ratusan lainnya terluka baik dari kalangan tenaga medis, pasien maupun warga yang mengungsi di RS Indonesia. Tank-tank Israel juga dikabarkan mulai mendekat ke RS Indonesia. Tenaga medis RS Indonesia tidak bisa bergerak mengevakuasi korban karena ditembak secara langsung karena setiap ada pergerakan orang baik keluar maupun masuk langsung ditembak atau di sekitarnya. Tim medis juga tidak dapat mengevakuasi pasien dan korban luka dari unit perawatan intensif karena kondisi kritis mereka. Juru Bicara Kementerian Kesehatan di Gaza, dikutip dari Quds News Network, mengatakan situasi di Rumah Sakit Indonesia sangat buruk dan penjajah Israel meningkatkan serangannya terhadap Rumah Sakit Indonesia. “Pasukan penjajah Israel mengepung Rumah Sakit Indonesia, dan kami khawatir mereka akan mengulangi apa yang mereka lakukan terhadap Kompleks Medis Al Shifa,” ujarnya. Meski situasi memburuk terjadi di RS Indonesia, namun staf medis RS Indonesia masih bersikeras tetap tinggal di rumah sakit untuk merawat korban luka-luka. Sementara 3 relawan MER-C, yaitu Reza Aldilla Kurniawan, Fikri Rofiul Haq dan Farid Zanzabil Al Ayubi masih berada di Jalur Gaza, tepatnya di RS Indonesia. Ketiga relawan belum dapat dihubungi sejak Sabtu lalu, 11 November 2023. Pasca serangan dan pengepungan terhadap RS Indonesia, kondisi relawan belum diketahui. Link Instagram : https://www.instagram.com/p/Cz27D6bptSa/ Link youtube : https://www.youtube.com/watch?v=sFg4Q1sodMk
INDONESIAN HEALTH WORKERS STAND WITH PALESTINE Time to SCREAM to the World STOP GENOCIDE!!

5 Pernyataan Sikap Tenaga Kesehatan Seluruh Indonesia terhadap Agresi Israel di Jalur Gaza Palestina 5 Statements of Attitude Health Workers throughout Indonesia towards Israeli Aggression in the Gaza Strip, Palestine 1. Menyampaikan duka mendalam atas gugurnya warga sipil akibat agresi membabi buta Israel di Jalur Gaza. Serangan bertubi-tubi sejak 7 Oktober 2023 lalu, telah menelan lebih dari 11.180 warga Palestina telah terbunuh, termasuk lebih dari 7.700 anak-anak dan perempuan, sementara lebih dari 28.200 orang lainnya terluka. Tindakan tersebut tak ubahnya genosida terburuk pada abad ini; Conveying deep condolences for the loss of civilian lives due to Israel’s indiscriminate aggression in the Gaza Strip. Continuous attacks since October 7, 2023, have claimed more than 11,180 Palestinian lives, including over 7,700 children and women, while more than 28,200 others have been injured. Such actions are nothing short of the worst genocide of this century; 2. Mengutuk serangan Israel terhadap fasilitas dan tenaga kesehatan yang mengakibatkan terhentinya layanan total di sejumlah rumah sakit di Gaza. Total 22 rumah sakit dan 49 pusat kesehatan dipaksa berhenti beroperasi di Jalur Gaza akibat arogansi Israel. Serangan terhadap rumah sakit dan tenaga kesehatan adalah bentuk pelanggaran terhadap hukum internasional, sebagaimana termaktub dalam Konvensi Jenewa pertama tanggal 12 Agustus 1949 dan protokol tambahan 1977; Condemning Israel’s attacks on facilities and healthcare workers, resulting in the complete cessation of services in several hospitals in Gaza. A total of 22 hospitals and 49 health centers were forced to stop operating in the Gaza Strip due to Israeli arrogance. Attacks on hospitals and healthcare workers constitute violations of international law, as stipulated in the First Geneva Convention of August 12, 1949, and Additional Protocol of 1977; 3. Mendesak PBB, organisasi, dan komunitas kesehatan internasional untuk mengambil langkah-langkah konkret dan segera untuk menghentikan serangan Israel terhadap fasilitas dan tenaga medis di Gaza serta memulihkan secepat mungkin layanan medis yang terhenti sekaligus membuka akses bantuan kesehatan berupa obat-obatan dan tim medis untuk membantu korban-korban terdampak serangan Israel. Urging the UN, international health organizations, and communities to take concrete and immediate steps to stop Israeli attacks on medical facilities and personnel in Gaza, restore halted medical services, and open access to health assistance, including medicines and medical teams, to aid those affected by Israeli attacks; 4. Meminta pemerintah untuk melakukan diplomasi secara tegas di kancah internasional untuk menekan Israel menghentikan agresinya di Gaza Palestina; Requesting the government to engage in firm diplomacy on the international stage to pressure Israel to cease its aggression in Gaza, Palestine; 5. Mengajak rekan sejawat medis untuk memberikan bantuan terbaik meliputi bantuan tenaga, dana, hingga doa untuk korban-korban serangan bengis Israel di Gaza. Encouraging fellow medical colleagues to provide the best assistance, including personnel, funds, and prayers for the victims of Israel’s brutal attacks in Gaza. Link Youtube : https://www.youtube.com/watch?v=PcOD3lIjjqU Jakarta, 17 November 2023 Tenaga Kesehatan Indonesia:Indonesian Health Workers: MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) IndonesiaIDI (Ikatan Dokter Indonesia)IBI (Ikatan Bidan Indonesia)IAI (Ikatan Apoteker Indonesia)PDGI (Persatuan Dokter Gigi Indonesia)PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia)JDN (Junior Doctors Network)Patelki (Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Kesehatan Indonesia)PTGMI (Persatuan Terapi Gigi dan Mulut Indonesia) #TIMETOSCREAMTOTHEWORLD#LEAVETHEHOSPITALALONE#STOPGENOCIDE#FREEPALESTINE
SURAT TERBUKA MER-C KEPADA PRESIDEN RI “SELAMATKAN RS INDONESIA DAN JALUR GAZA”

Jakarta, 11 November 2023 SURAT TERBUKA MER-C KEPADA PRESIDEN RI “SELAMATKAN RS INDONESIA DAN JALUR GAZA” Kepada yang terhormat, Bapak Ir. H. Joko Widodo Presiden Republik Indonesia Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Salam sejahtera bagi kita semua Hari ini 36 hari sudah dunia menyaksikan agresi membabi buta, pembunuhan dan pembantaian massal terhadap rakyat sipil di Jalur Gaza, yang sebagian besar adalah wanita dan anak-anak. Pemukiman warga, bahkan tempat ibadah baik masjid maupun gereja, sekolah, lokasi-lokasi pengungsian, serta berbagai fasilitas umum lainnya, bahkan seluruh rumah sakit di Jalur Gaza tak luput menjadi sasaran kebrutalan militer Israel. Belasan ribu jiwa meninggal, puluhan ribu lainnya mengalami luka-luka tanpa bisa mendapatkan penanganan yang layak akibat habisnya obat-obatan, padamnya aliran listrik di rumah sakit karena kehabisan bahan bakar serta sederet situasi menyedihkan lainnya. Warga Gaza kini hidup tanpa harapan, tanpa makanan, air, listrik, bahan bakar di tengah gempuran serangan udara dan darat Israel yang semakin gencar, tanpa mengindahkan kemanusiaan dan hukum-hukum internasional. Rumah Sakit Indonesia, asset bangsa Indonesia yang berada di Gaza bagian Utara yang dibangun dari dana rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke, yang pembangunannya dikerjakan oleh tangan anak-anak bangsa tak luput menjadi sasaran. Berbagai fitnah dan framing disebarkan Israel untuk melegitimasi serangan terhadap RS Indonesia. Sebagai informasi bagi Bapak, saat ini 3 relawan MER-C, WNI, masih berada di Jalur Gaza, di RS Indonesia untuk menyalurkan bantuan amanah dari rakyat Indonesia untuk warga Palestina di Jalur Gaza. RS Indonesia kini mencoba tetap bertahan dan beroperasional di tengah kegelapan dan keterbatasan obat-obatan, karena ini adalah satu-satunya tumpuan harapan masyarakat Gaza Utara untuk berlindung dan mendapatkan akses pengobatan. Akankah dunia dan kita bangsa Indonesia terus berdiam diri melihat hal ini ? Untuk itu, sebagai perwakilan rakyat Indonesia, atas nama bangsa Indonesia, bangsa yang memiliki asset Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza, kami berharap Bapak Presiden dengan segala kemampuan dan kapabilitas yang dimiliki untuk dapat melakukan perubahan dan menyelamatkan RS Indonesia di Jalur Gaza. Kami berharap, pada kesempatan pertemuan dengan Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, Bapak dapat menyampaikan hal ini, memberikan tekanan kepada dunia, khususnya kepada Amerika Serikat agar segera mengadakan gencatan senjata di Jalur Gaza dan menyelamatkan Rumah Sakit Indonesia dari serangan Israel. Demikian surat terbuka ini kami sampaikan untuk menjadi perhatian khusus Bapak Presiden. Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Hormat kami, Atas nama rakyat Indonesia Dr. Sarbini Abdul Murad Ketua Presidium MER-C Indonesia ————————————————— Subject: Open Letter from MER-C to the President of the Republic of Indonesia Dear Mr. Ir. H. Joko Widodo, President of the Republic of Indonesia Peace be upon you, and may the mercy of Allah and His blessings be upon you—greetings of peace for all of us. Today marks the 36th day of the world witnessing indiscriminate aggression, murder, and mass slaughter of civilians in the Gaza Strip, the majority of whom are women and children. Residential areas, including places of worship such as mosques and churches, schools, evacuation locations, and various other public facilities, not to mention all hospitals in the Gaza Strip, have fallen victim to the brutality of the Israeli military. Tens of thousands have lost their lives, and tens of thousands more are injured, unable to receive proper treatment due to the depletion of medications, the blackout of electricity in hospitals due to fuel shortages, and a series of other distressing situations. The people of Gaza live without hope now, without food, water, electricity, and fuel amid the intensified air and ground attacks by Israel, disregarding humanity and international laws. The Indonesia Hospital, a national asset built in the northern part of Gaza with funds from the Indonesian people from Sabang to Merauke, constructed by the hands of our fellow countrymen, has not escaped becoming a target. Israel has spread various false accusations and framings to legitimize attacks on the Indonesia Hospital. For your information, Mr. President, currently, three MER-C volunteers, Indonesian citizens, are still in the Gaza Strip at the Indonesia Hospital to deliver aid entrusted by the Indonesian people to the people of Palestine in the Gaza Strip. The Indonesia Hospital is now trying to survive and operate amid darkness and a shortage of medications because it is the only hope for the people of North Gaza to seek refuge and access medical treatment. Will the world and our Indonesian nation continue to remain silent in the face of this? Therefore, as representatives of the Indonesian people, on behalf of the Indonesian nation that owns the Indonesia Hospital in the Gaza Strip, we hope that you, Mr. President, with all your capacities, can bring about change and save the Indonesia Hospital in the Gaza Strip. We hope that during the meeting with the President of the United States, Joe Biden, you can convey this matter, exerting pressure on the world, especially the United States, to immediately initiate a ceasefire in the Gaza Strip and save the Indonesia Hospital from Israeli attacks. This open letter is for your special attention, Mr. President. Peace be upon you, and may the mercy of Allah and His blessings be upon you. Sincerely, On behalf of the Indonesian people, Dr. Sarbini Abdul Murad Chairman of the MER-C Presidium