MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

Tim MER-C Kunjungi Kantor Pusat Al-Shifaa di Lebanon, Bahas Bantuan untuk Korban Serangan Israel

Saida, Lebanon – Tim MER-C Indonesia yang saat ini tengah menjalankan misi kemanusiaan di Lebanon mengunjungi kantor pusat Al-Shifaa for Medical & Humanitarian Services di Kota Saida (Sidon) pada Senin (1/6/2026). Kedatangan tim MER-C disambut langsung oleh Direktur Eksekutif Al-Shifaa, Dr. Majdi Krayyem. Dalam pertemuan tersebut, tim MER-C memaparkan rencana bantuan yang akan diberikan kepada warga terdampak serangan Israel di Lebanon. Al-Shifaa sendiri merupakan NGO yang cukup aktif terlibat dalam operasi bantuan kemanusiaan di berbagai wilayah Lebanon, dengan sebagian besar personelnya bertugas di Lebanon Selatan. Usai kunjungan, tim MER-C bersama staf Al-Shifaa melihat langsung salah satu kamp pengungsian yang menampung warga Lebanon Selatan, korban serangan Israel. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/p/DZW8pVOk8e-/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=MzRlODBiNWFlZA== Donation Account: Bank Syariah Indonesia (BSI), 811.19.29840 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #bantuanlibanon #donasilibanon #emtmercindonesia #Kemanusiaanlibanon #konfliktimurtengah

Israel Serang Area Dekat MER-C Indonesia Medical Center, Dua Orang Tewas

Gaza – Penjajah Israel pada Kamis (4/6/2026) menyerang wilayah Kamp Pengungsian Khan Younis, Gaza Selatan, area dekat MER-C Indonesia Medical Center. Lokasi serangan hanya berjarak sekitar 20 meter dari MER-C Indonesia Medical Center, yang juga dekat sekolah lapangan dengan lebih dari 500 siswa. Banyak warga juga sedang beraktivitas di jalan sekitar lokasi. Akibat serangan itu, dua orang tewas dan empat lainnya mengalami luka-luka. Pasca-serangan, staf MER-C Indonesia Medical Center melihat sejumlah serpihan menghantam dinding kontainer di area fasilitas kesehatan tersebut. Salah satu staf lokal klinik kehilangan tendanya akibat serangan, namun keluarganya berhasil selamat. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/p/DZKwrXRj2tM/?igsh=aTNvY3RjYWlsYXl5 https://www.facebook.com/share/v/18j6X9CmKj/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZSQeA5e5r #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina #emtmercindonesia

Klinik Giving Without Borders Resmi Berganti Nama Jadi MER-C Indonesia Medical Center

Khan Younis – Klinik Giving Without Borders yang berada di Khan Younis, Gaza Selatan, resmi berganti nama menjadi MER-C Indonesia Medical Center. Upacara pergantian nama tersebut digelar dengan dihadiri sejumlah pejabat Kementerian Kesehatan Palestina serta Ketua Presidium MER-C, Dr. dr. Hadiki Habib, Sp.PD, Sp.Em yang menyampaikan sambutan secara daring. Dalam sambutannya, dr. Hadiki menyampaikan rasa syukur atas keberlangsungan operasional MER-C Indonesia Medical Center yang hingga saat ini terus memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Gaza. “Puji syukur kepada Allah, kita dapat sampai pada momen ini di mana MER-C Indonesia Medical Center dapat beroperasi. Ini adalah upaya kita untuk menghadirkan pelayanan kesehatan Indonesia di Gaza Selatan. Semua ini terwujud atas izin Allah SWT serta dukungan dan donasi masyarakat Indonesia sebagai wujud solidaritas terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina,” ujarnya. Upacara ini juga dihadiri warga sekitar yang turut merasakan manfaat keberadaan klinik, yang hingga kini terus meningkatkan sarana dan mengembangkan layanan. Semoga pergantian nama ini menjadi langkah baru dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi warga Gaza. Selain itu, MER-C Indonesia Medical Center juga diharapkan semakin memperkuat simbol nyata solidaritas dan kepedulian rakyat Indonesia terhadap rakyat Palestina. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DZMGuTrTGU5/?igsh=c2tldWdzd2loeGxx https://www.facebook.com/share/v/18kYfTuLEz/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZSQdtRjfc #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina #emtmercindonesia

Tiba di Beirut, Tim MER-C Disambut Dubes RI untuk Lebanon

Beirut – Kedatangan Tim Assessment MER-C untuk Misi Kemanusiaan Lebanon pada Sabtu (30/5/2026) disambut oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Lebanon, Dicky Komar. Tim Assessment MER-C berangkat dari Jakarta pada Jumat (29/5/2026). Tim terdiri atas tiga relawan medis, yakni dr. Tonggo Meaty Fransisca, dr. Arief Rachman, Sp.Rad., dan Wirsal Adiansyah Harahap, S.Kep., Ners. Misi kemanusiaan MER-C untuk Lebanon dilaksanakan melalui koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia serta sebagai respons atas permintaan bantuan yang disampaikan Pemerintah Lebanon melalui Kedutaan Besarnya di Jakarta. Tim Assessment ini bertugas membuka jalan bagi pengiriman tim MER-C berikutnya. Selama berada di Lebanon, tim akan memastikan aspek keamanan bagi relawan yang akan diberangkatkan selanjutnya, mengidentifikasi kebutuhan bantuan kemanusiaan yang paling mendesak, serta memetakan wilayah-wilayah yang berpotensi menjadi lokasi penyaluran bantuan. Selain itu, tim juga akan menentukan jenis bantuan yang diperlukan serta menyusun komposisi tim yang paling sesuai. Langkah ini dilakukan agar bantuan kemanusiaan yang dihimpun dari masyarakat Indonesia dapat disalurkan secara efektif dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat Lebanon. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/p/DZJb70vEwiL/?igsh=b2RrbGExaHpiM2Nt https://www.facebook.com/share/v/1E7WNs7QUF/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZSQ1gfkG7 Donation Account: Bank Syariah Indonesia (BSI), 811.19.29840 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #bantuanlibanon #donasilibanon #emtmercindonesia #Kemanusiaanlibanon #konfliktimurtengah

Menembus Blokade, Menghadirkan Layanan Kesehatan untuk Gaza

Genosida yang berlangsung sejak 2023 serta blokade yang semakin ketat membawa Jalur Gaza ke dalam krisis kemanusiaan yang kian memburuk. Sektor kesehatan menjadi salah satu yang paling terdampak. Fasilitas medis lumpuh, obat-obatan esensial semakin langka, sementara ancaman wabah penyakit terus meningkat. Tenaga kesehatan yang berada di garda terdepan juga tak luput dari serangan. Banyak di antara mereka yang gugur, terluka, maupun ditahan. Kondisi ini menyebabkan tenaga medis yang tersisa harus bekerja dalam keadaan kelelahan di tengah tingginya kebutuhan layanan kesehatan. Merespons situasi ini, MER-C Indonesia terus hadir bersama masyarakat Gaza dengan mengupayakan pelayanan kesehatan yang lebih baik melalui pengiriman langsung tim medis dari berbagai disiplin spesialis. Sejak 18 Maret 2024 hingga hari ini, MER-C telah memberangkatkan 13 tim untuk bertugas di Jalur Gaza. Kehadiran mereka telah membantu memperkuat layanan kesehatan di tengah keterbatasan tenaga medis dan tingginya jumlah pasien yang harus ditangani. Tidak hanya memberikan pelayanan klinis, tim medis MER-C juga berkontribusi dalam peningkatan kapasitas tenaga kesehatan lokal melalui kuliah ilmiah di berbagai rumah sakit Gaza. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DZHmxCZzNYr/?igsh=MWxjZ2ZwNDg4aTBkNA== https://fb.watch/HvLXfszK_o/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZSxEbxahx https://x.com/mercindonesia/status/2062106117627318747?s=46 #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina #emtmercindonesia #KemanusiaanGaza

MER-C Berangkatkan Tiga Relawan Medis untuk Misi Kemanusiaan Lebanon

Jakarta – MER-C Indonesia pada Jumat (29/5/2026) memberangkatkan tiga relawan medis untuk menjalankan misi kemanusiaan di Lebanon. Tiga relawan yang diberangkatkan adalah dr. Tonggo Meaty Fransisca, dr. Arief Rachman, Sp.Rad., dan Wirsal Adiansyah Harahap, S.Kep., Ners. Mereka tergabung dalam Tim Assessment Misi Kemanusiaan Lebanon yang bertugas membuka jalan bagi pengiriman tim MER-C berikutnya. “Kami sebagai pembuka jalan bagi tim-tim MER-C berikutnya. Kami akan berkoordinasi dengan Pemerintah Lebanon, Kedutaan Besar Lebanon di Jakarta, Kementerian Luar Negeri RI, serta KBRI di Lebanon. Kami juga melakukan komunikasi dengan tim lokal kami yang berada di Lebanon,” ujar Ketua Tim Assessment Misi Kemanusiaan Lebanon, dr. Tonggo Meaty Fransisca. Tim yang diberangkatkan merupakan relawan yang telah berpengalaman dalam misi kemanusiaan di berbagai wilayah konflik maupun daerah terdampak bencana. Keberangkatan tim ini bertujuan untuk memastikan keamanan bagi tim yang akan diberangkatkan selanjutnya, mengidentifikasi kebutuhan bantuan kemanusiaan yang mendesak, serta memetakan wilayah-wilayah yang berpotensi menjadi lokasi penyaluran bantuan. Selain itu, tim juga akan menentukan jenis bantuan dan komposisi tim yang diperlukan agar bantuan kemanusiaan yang dihimpun dari masyarakat Indonesia dapat disalurkan secara efektif dan memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat Lebanon. Pengiriman relawan untuk misi kemanusiaan ini merupakan respons atas situasi kemanusiaan di Lebanon yang semakin kritis akibat serangan dan pelanggaran gencatan senjata yang terus terjadi. Misi ini juga sebagai tindak lanjut atas permintaan bantuan dari Pemerintah Lebanon melalui Kedutaan Besar di Jakarta yang disampaikan kepada Kementerian Luar Negeri RI dan kemudian diteruskan kepada lembaga-lembaga kemanusiaan, untuk memberikan dukungan kemanusiaan kepada masyarakat Lebanon. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DZEhqMaTwV8/?igsh=MXBmeTB1ZXgwdnAxag== https://www.facebook.com/share/v/1BdHQj8QKW/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZSxTLCcvF Donation Account: Bank Syariah Indonesia (BSI), 811.19.29840 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #bantuanlibanon #donasilibanon #emtmercindonesia #Kemanusiaanlibanon #konfliktimurtengah

Klinik Giving Without Borders di Gaza Selatan Kembali Gelar Kuliah dan Penyuluhan Kesehatan

Gaza – Keterbatasan tidak menghalangi Klinik Giving Without Borders (GWB) di Gaza Selatan untuk terus berkembang dan meningkatkan layanan kesehatan bagi warga Gaza. Dengan dukungan MER-C Indonesia dan Kementerian Kesehatan Palestina, berbagai upaya dilakukan untuk mewujudkan pelayanan kesehatan yang lebih baik. Upaya tersebut meliputi perbaikan fasilitas, penambahan layanan dan peralatan medis, pelatihan bagi staf, kuliah untuk mahasiswa, hingga edukasi dan penyuluhan kesehatan bagi pasien serta warga. Terbaru, Klinik Giving Without Borders kembali menggelar sesi kuliah bagi mahasiswa kedokteran serta penyuluhan kesehatan untuk warga dan pasien. Di tengah krisis dan keterbatasan layanan kesehatan akibat blokade serta genosida yang terus berlangsung, kegiatan ini menjadi bagian penting dalam mendukung sektor kesehatan di Jalur Gaza. Bagi mahasiswa, sesi kuliah ini digelar untuk menunjang kegiatan akademik sekaligus menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik karena sejak genosida berlangsung pada Oktober 2023, akses terhadap pendidikan menjadi semakin sulit. Kuliah dan penyuluhan kesehatan merupakan salah satu program rutin Klinik Giving Without Borders yang dilaksanakan dengan dukungan MER-C Indonesia. Selain itu, pelatihan bagi staf medis Klinik GWB juga rutin diselenggarakan, mencakup pengembangan klinis dan sesi peningkatan kesadaran guna meningkatkan keterampilan tenaga kesehatan serta menjaga standar pelayanan yang tinggi. selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DZET4pOzAO_/?igsh=M2Y3cm4zOHUzczQ3 https://www.facebook.com/share/v/1Ngmy99uTQ/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZSx3sBgpt #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina #emtmercindonesia

Pengadaan Obat dari MER-C Bantu Tingkatkan Layanan di Klinik Giving Without Borders Gaza

Gaza – MER-C baru-baru ini melakukan pengadaan sejumlah obat-obatan penting untuk Klinik Giving Without Borders di Gaza selatan yang sebelumnya langka dan sangat mahal di pasaran. Dokter umum Klinik Giving Without Borders, dr. Seham Al-Dali, mengatakan kehadiran obat-obatan ini sangat membantu dalam mengurangi beban pasien serta meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di klinik. “Beberapa obat ini sangat penting selama masa kehamilan dan untuk kondisi ginekologis secara umum, seperti obat hormonal dan Duphaston, yang sebelumnya sulit didapatkan. Jadi, terima kasih kepada MER-C Indonesia,” ujarnya. Sementara itu, Konsultan Oftalmologi dr. Emad Sadeq menjelaskan, sebelumnya banyak pasien mengalami kekurangan obat-obatan, terutama obat mata untuk penyakit kronis seperti glaukoma. “Jika pasien tidak mengkonsumsi obat, mereka bisa kehilangan penglihatan. Kami telah melalui periode panjang tanpa akses terhadap obat tetes mata dan perawatan esensial,” katanya. Ia menambahkan, ketersediaan obat-obatan ini telah berperan besar dalam menyelamatkan penglihatan banyak pasien di Gaza. Akses terhadap layanan kesehatan seharusnya tidak menjadi sebuah hak istimewa. Setiap pasien berhak mendapatkan kesempatan untuk sembuh. Karena itu, MER-C terus berupaya membantu memaksimalkan layanan kesehatan di Jalur Gaza di tengah blokade dan agresi yang masih berlangsung hingga saat ini. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DYw23bBzWGX/?igsh=b203bDcwMTEwMTgx https://www.facebook.com/share/v/14fTwgCyQgg/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZSx95x1Sm #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina #emtmercindonesia

Didukung MER-C, Klinik Giving Without Borders Gaza Terus Perkuat Layanan Laboratorium

Gaza – Klinik Giving Without Borders di Jalur Gaza yang didukung MER-C dan Kementerian Kesehatan Palestina terus meningkatkan pelayanan dan fasilitas, salah satunya melalui pengembangan layanan laboratorium. Layanan laboratorium di Klinik Giving Without Borders mulai dibuka pada Desember 2025 di tengah keterbatasan akibat blokade dan agresi penjajah Israel yang terus berlangsung. Pada tahap awal, seluruh pekerjaan laboratorium dilakukan secara manual dan berbasis rapid test. Petugas laboratorium melakukan pemeriksaan seperti urinalisis dan hemoglobin secara manual karena belum tersedianya peralatan yang lengkap. Namun, dengan dukungan berkelanjutan dari MER-C dan Kementerian Kesehatan Palestina, layanan laboratorium terus berkembang secara bertahap. Kepala Laboratorium, Jihan Al-Atamneh, mengatakan laboratorium tersebut saat ini memiliki empat bagian utama, yaitu Unit Pengambilan Sampel, Unit Hematologi, Unit Kimia, dan Unit Parasitologi. Jihan menambahkan, kebutuhan paling mendesak saat ini adalah alat pemeriksaan Complete Blood Count (CBC). Banyaknya permintaan pemeriksaan CBC menyebabkan beban kerja laboratorium meningkat dan pelayanan kepada pasien menjadi lebih lambat. Ia juga mengatakan laboratorium masih membutuhkan perluasan ruangan dan penambahan jumlah staf untuk meningkatkan kapasitas dan memperluas layanan bagi pasien. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DYpGNyBzayn/?igsh=MTc2eHQ0M2ltMHdyOQ== https://www.facebook.com/share/v/199BtCmoxm/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZSxyq2yuM #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina #emtmercindonesia

MER-C Kecam Pencegatan dan Penculikan Aktivis Kemanusiaan Global Sumud Flotilla oleh Israel

Jakarta – MER-C Indonesia mengecam tindakan pasukan Angkatan Laut Israel mencegat armada misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 pada Senin (18/5) di perairan internasional sekitar Siprus, Mediterania Timur. Dalam insiden tersebut, ratusan aktivis kemanusiaan, termasuk sembilan warga negara Indonesia di antaranya dua jurnalis Republika, satu jurnalis Tempo dan satu jurnalis iNews, ditahan saat menjalankan misi menuju Jalur Gaza untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan dan menembus blokade. Sedikitnya sepuluh kapal yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla dilaporkan dicegat oleh pasukan Israel, di antaranya bernama Zapyro, Barbaros, Josef, Blue Toys, Ozgurluk, Bora Lize, dan Kasr-1. MER-C menilai pencegatan terhadap kapal bantuan sipil yang tidak bersenjata di perairan internasional merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional. Tindakan ini juga semakin memperburuk situasi kemanusiaan di Jalur Gaza yang hingga kini masih berada di bawah blokade. MER-C mendesak komunitas internasional untuk mengambil langkah nyata guna menjamin keselamatan para aktivis kemanusiaan serta memastikan pembebasan seluruh awak dan kapal yang ditahan. Di tengah blokade dan pelanggaran gencatan senjata yang masih terus terjadi, warga Gaza menghadapi kondisi kemanusiaan yang semakin memprihatinkan. Untuk itu, MER-C menyerukan agar akses bantuan kemanusiaan dapat dibuka seluas-luasnya sesuai prinsip hukum humaniter internasional. Blokade terhadap Jalur Gaza telah berlangsung sejak 2007 dan semakin diperketat sejak genosida pada Oktober 2023. Kondisi ini menyebabkan lumpuhnya berbagai sektor kehidupan, termasuk layanan kesehatan, serta membatasi akses masyarakat terhadap kebutuhan dasar. Terbatasnya akses masuk pasokan medis dan bahan bakar akibat blokade juga memaksa tim medis MER-C, yang saat ini bertugas di Jalur Gaza terus berupaya memberikan pelayanan kesehatan terbaik meski di tengah berbagai keterbatasan. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/p/DYhUYrKztfY/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=MzRlODBiNWFlZA==

Silahkan bertanya?