Pengadaan Obat dari MER-C Bantu Tingkatkan Layanan di Klinik Giving Without Borders Gaza

Gaza – MER-C baru-baru ini melakukan pengadaan sejumlah obat-obatan penting untuk Klinik Giving Without Borders di Gaza selatan yang sebelumnya langka dan sangat mahal di pasaran. Dokter umum Klinik Giving Without Borders, dr. Seham Al-Dali, mengatakan kehadiran obat-obatan ini sangat membantu dalam mengurangi beban pasien serta meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di klinik. “Beberapa obat ini sangat penting selama masa kehamilan dan untuk kondisi ginekologis secara umum, seperti obat hormonal dan Duphaston, yang sebelumnya sulit didapatkan. Jadi, terima kasih kepada MER-C Indonesia,” ujarnya. Sementara itu, Konsultan Oftalmologi dr. Emad Sadeq menjelaskan, sebelumnya banyak pasien mengalami kekurangan obat-obatan, terutama obat mata untuk penyakit kronis seperti glaukoma. “Jika pasien tidak mengkonsumsi obat, mereka bisa kehilangan penglihatan. Kami telah melalui periode panjang tanpa akses terhadap obat tetes mata dan perawatan esensial,” katanya. Ia menambahkan, ketersediaan obat-obatan ini telah berperan besar dalam menyelamatkan penglihatan banyak pasien di Gaza. Akses terhadap layanan kesehatan seharusnya tidak menjadi sebuah hak istimewa. Setiap pasien berhak mendapatkan kesempatan untuk sembuh. Karena itu, MER-C terus berupaya membantu memaksimalkan layanan kesehatan di Jalur Gaza di tengah blokade dan agresi yang masih berlangsung hingga saat ini. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DYw23bBzWGX/?igsh=b203bDcwMTEwMTgx https://www.facebook.com/share/v/14fTwgCyQgg/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZSx95x1Sm #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina #emtmercindonesia
Didukung MER-C, Klinik Giving Without Borders Gaza Terus Perkuat Layanan Laboratorium

Gaza – Klinik Giving Without Borders di Jalur Gaza yang didukung MER-C dan Kementerian Kesehatan Palestina terus meningkatkan pelayanan dan fasilitas, salah satunya melalui pengembangan layanan laboratorium. Layanan laboratorium di Klinik Giving Without Borders mulai dibuka pada Desember 2025 di tengah keterbatasan akibat blokade dan agresi penjajah Israel yang terus berlangsung. Pada tahap awal, seluruh pekerjaan laboratorium dilakukan secara manual dan berbasis rapid test. Petugas laboratorium melakukan pemeriksaan seperti urinalisis dan hemoglobin secara manual karena belum tersedianya peralatan yang lengkap. Namun, dengan dukungan berkelanjutan dari MER-C dan Kementerian Kesehatan Palestina, layanan laboratorium terus berkembang secara bertahap. Kepala Laboratorium, Jihan Al-Atamneh, mengatakan laboratorium tersebut saat ini memiliki empat bagian utama, yaitu Unit Pengambilan Sampel, Unit Hematologi, Unit Kimia, dan Unit Parasitologi. Jihan menambahkan, kebutuhan paling mendesak saat ini adalah alat pemeriksaan Complete Blood Count (CBC). Banyaknya permintaan pemeriksaan CBC menyebabkan beban kerja laboratorium meningkat dan pelayanan kepada pasien menjadi lebih lambat. Ia juga mengatakan laboratorium masih membutuhkan perluasan ruangan dan penambahan jumlah staf untuk meningkatkan kapasitas dan memperluas layanan bagi pasien. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DYpGNyBzayn/?igsh=MTc2eHQ0M2ltMHdyOQ== https://www.facebook.com/share/v/199BtCmoxm/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZSxyq2yuM #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina #emtmercindonesia
MER-C Kecam Pencegatan dan Penculikan Aktivis Kemanusiaan Global Sumud Flotilla oleh Israel

Jakarta – MER-C Indonesia mengecam tindakan pasukan Angkatan Laut Israel mencegat armada misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 pada Senin (18/5) di perairan internasional sekitar Siprus, Mediterania Timur. Dalam insiden tersebut, ratusan aktivis kemanusiaan, termasuk sembilan warga negara Indonesia di antaranya dua jurnalis Republika, satu jurnalis Tempo dan satu jurnalis iNews, ditahan saat menjalankan misi menuju Jalur Gaza untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan dan menembus blokade. Sedikitnya sepuluh kapal yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla dilaporkan dicegat oleh pasukan Israel, di antaranya bernama Zapyro, Barbaros, Josef, Blue Toys, Ozgurluk, Bora Lize, dan Kasr-1. MER-C menilai pencegatan terhadap kapal bantuan sipil yang tidak bersenjata di perairan internasional merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional. Tindakan ini juga semakin memperburuk situasi kemanusiaan di Jalur Gaza yang hingga kini masih berada di bawah blokade. MER-C mendesak komunitas internasional untuk mengambil langkah nyata guna menjamin keselamatan para aktivis kemanusiaan serta memastikan pembebasan seluruh awak dan kapal yang ditahan. Di tengah blokade dan pelanggaran gencatan senjata yang masih terus terjadi, warga Gaza menghadapi kondisi kemanusiaan yang semakin memprihatinkan. Untuk itu, MER-C menyerukan agar akses bantuan kemanusiaan dapat dibuka seluas-luasnya sesuai prinsip hukum humaniter internasional. Blokade terhadap Jalur Gaza telah berlangsung sejak 2007 dan semakin diperketat sejak genosida pada Oktober 2023. Kondisi ini menyebabkan lumpuhnya berbagai sektor kehidupan, termasuk layanan kesehatan, serta membatasi akses masyarakat terhadap kebutuhan dasar. Terbatasnya akses masuk pasokan medis dan bahan bakar akibat blokade juga memaksa tim medis MER-C, yang saat ini bertugas di Jalur Gaza terus berupaya memberikan pelayanan kesehatan terbaik meski di tengah berbagai keterbatasan. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/p/DYhUYrKztfY/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=MzRlODBiNWFlZA==
78 Tahun Nakba: Suara Kemanusiaan Tak Boleh Padam

Tragedi Nakba yang terjadi 78 tahun silam masih begitu membekas. Sebab hingga hari ini, Nakba nyatanya tidak pernah benar-benar berakhir. Pengusiran, pembantaian, dan pembunuhan terhadap rakyat Palestina masih terus berlangsung. Hari ini, dunia kembali menyaksikan tragedi serupa. Jika dahulu Nakba memaksa ratusan ribu warga Palestina mengungsi dan membuat belasan ribu lainnya menjadi martir, kini jumlah korbannya bahkan bertambah banyak di tengah rentetan serangan tanpa ampun. 78 tahun Nakba menjadi pengingat bagi dunia bahwa suara kemanusiaan tidak boleh padam, pembelaan kita tidak boleh berhenti, karena rakyat Palestina masih terus berjuang untuk merdeka dan kembali ke tanah air yang dirampas. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/p/DYexVnjTMl0/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=MzRlODBiNWFlZA==
Kehadiran EMT MER-C Perkuat Layanan Rehabilitasi Medik dan Fisioterapi di RS Al-Wafa Gaza

Gaza – Menjadi dokter spesialis rehabilitasi medik pertama yang dikirimkan MER-C ke Jalur Gaza, dr. Juli Hartati, Sp.KFR., kini mulai bertugas membantu layanan rehabilitasi medik dan fisioterapi di Rumah Sakit Al-Wafa. Ia telah bertugas di RS Al-Wafa sejak 3 Mei 2026, memberikan layanan rehabilitasi medik dan fisioterapi untuk membantu menangani lonjakan kasus cedera tulang belakang dan patah tulang kronis akibat genosida yang dilakukan penjajah Israel di Gaza. RS Al-Wafa merupakan rumah sakit spesialis rehabilitasi medik tertua dan terpenting di Gaza. Dr. Juli sendiri melayani berbagai pasien di departemen rawat inap maupun rawat jalan yang menerima sekitar 200 kasus setiap harinya. Layanan rehabilitasinya mencakup kasus neurologis, seperti cedera tulang belakang, stroke, cedera otak, kelumpuhan, dan gangguan lainnya. Selain itu, rumah sakit ini juga menangani kasus muskuloskeletal, termasuk patah tulang, kondisi pascatrauma, gangguan otot dan saraf, hingga komplikasi akibat imobilisasi. RS Al-Wafa menyediakan layanan fisioterapi, terapi okupasi, serta dukungan psikologis. Namun saat ini, operasional rumah sakit berjalan di tengah berbagai keterbatasan, mulai dari pasokan listrik hingga minimnya peralatan medis, sehingga sangat bergantung pada bantuan kemanusiaan. Dr. Juli tergabung dalam Emergency Medical Team (EMT) MER-C ke-13 dan tiba di Gaza pada 23 April 2026. Selain memberikan layanan rehabilitasi medik dan fisioterapi, ia juga akan melakukan asesmen awal untuk mengidentifikasi kebutuhan layanan rehabilitasi medik di Jalur Gaza. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/p/DYQ5_Wnk-l-/?igsh=ZTUxbHp0ZnMzM3Vr https://www.facebook.com/share/v/1GdeK6mUo6/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZS9oagjaH #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina #emtmercindonesia
Layanan Fisioterapi Klinik GWB Hadirkan Harapan bagi Warga Gaza untuk Pulih

Gaza – Di tengah genosida yang terus merenggut banyak nyawa dan menyebabkan ratusan ribu korban luka serta cedera, layanan fisioterapi di Klinik Giving Without Borders (GWB) di Al Mawasi, Khan Younis, menjadi harapan bagi warga Gaza untuk pulih. Mulai beroperasi sejak Desember 2024, layanan fisioterapi di Klinik Giving Without Borders, hadir untuk merespons kebutuhan masyarakat di kawasan padat pengungsi di Al Mawasi, Khan Younis, terutama setelah gelombang pengungsian akibat perang. Sejak dibuka, layanan fisioterapi Klinik Giving Without Borders, telah membantu banyak pasien dalam proses pemulihan mereka. Tim fisioterapis yang terdiri dari lima perempuan dan lima laki-laki spesialis terus berupaya memberikan pelayanan terbaik di tengah berbagai keterbatasan. Setiap harinya, mereka melayani lebih dari 50 pasien. Di tengah sulitnya akses masuk peralatan medis akibat blokade, para fisioterapis juga berinisiatif menggunakan serta membuat peralatan alternatif guna menunjang pelayanan rehabilitasi bagi pasien. Layanan fisioterapi di klinik ini menangani berbagai kasus, mulai dari anak dengan cerebral palsy, pasien fraktur, hingga penderita stroke. Tidak hanya menyediakan fisioterapi, Klinik Giving Without Borders juga menghadirkan layanan terapi okupasi, yang sangat penting bagi pasien rehabilitasi. Terapi okupasi membantu pasien, terutama anak-anak, untuk kembali memperoleh kemandirian dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Layanan ini fokus pada peningkatan kualitas hidup pasien sesuai dengan kebutuhan pribadi masing-masing. Selama perang berlangsung, tekanan terhadap departemen rehabilitasi meningkat secara signifikan. Jumlah pasien cedera terus bertambah, termasuk korban fraktur, luka bakar, gangguan kecemasan, hingga cedera saraf tepi. Tim fisioterapis menyampaikan terima kasih atas dukungan MER-C Indonesia terhadap Klinik Giving Without Borders, sehingga departemen fisioterapi dapat beroperasi dan memberikan layanan yang menjadi harapan bagi warga Gaza untuk kembali pulih. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DYB_44SzG3F/?igsh=MWxqd2l0d2Jia2l1aQ== https://www.facebook.com/share/v/18ikA4oyCa/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZS9pCq9tc #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina #emtmercindonesia
MER-C dan Klinik GWB Gelar Pelatihan Respons Kekerasan Berbasis Gender untuk Nakes Gaza

Gaza – Di tengah genosida yang masih berlangsung di Jalur Gaza, perempuan menjadi salah satu kelompok yang paling rentan terdampak, terutama dalam aspek kesehatan dan perlindungan dari kekerasan. Merespons kondisi tersebut, MER-C bersama Klinik Giving Without Borders menggelar pelatihan Kesehatan Wanita Terpadu dan Respons terhadap Kekerasan Berbasis Gender (GBV) pada 6–7 April di Mawasi, Khan Younis, Gaza Selatan. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan dalam memberikan layanan yang komprehensif, sensitif, dan berkualitas bagi perempuan, khususnya para penyintas kekerasan. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan MER-C dan Klinik Giving Without Borders dalam memperkuat layanan kesehatan di Gaza. Dari 30 peserta yang hadir, mayoritas merupakan staf Klinik Giving Without Borders, serta tenaga kesehatan dari berbagai fasilitas kesehatan lainnya di Jalur Gaza. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DXjDLrDE5S4/?igsh=aW9icW9hdGZzaGE2 https://www.facebook.com/share/v/1B4K9xJY7T/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZS9j7fBEg ——————————————— #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina #emtmercindonesia
MER-C Kirim EMT ke-13 untuk Perkuat Layanan Medis di Jalur Gaza

Jakarta — MER-C Indonesia kembali mengirimkan Emergency Medical Team (EMT) ke Jalur Gaza, Palestina, pada Senin (20/4/2026). EMT MER-C ke-13 ini terdiri dari relawan logistik, Nanang Khoirino, serta dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi, dr. Juli Hartati, Sp.KFR. Nanang akan bertugas di Mesir untuk mendukung pengadaan dan distribusi bantuan kemanusiaan berupa alat kesehatan serta perlengkapan medis lainnya untuk menunjang operasional Klinik Giving Without Borders di Khan Younis, Gaza Selatan. “Pengadaan alat kesehatan ini sangat penting untuk menunjang layanan kesehatan terutama di Khan Younis, karena saat ini fasilitas kesehatan MER-C Indonesia yang ada di Khan Younis permintaannya sangat luar biasa. Kita perharinya bisa melayani lebih dari 1000 pasien. Maka dari itu diperlukan dukungan tambahan untuk memperkuat layanan fasilitas kesehatan tersebut,” ujar Nanang. Sementara itu, dr. Juli rencananya akan bertugas di fasilitas kesehatan Gaza yang memiliki layanan rehabilitasi medik untuk menangani pasien nyeri, pasien pasca amputasi dan penyandang disabilitas, atau anak-anak berkebutuhan khusus. Dr. Juli merupakan dokter rehabilitasi medis pertama yang dikirim MER-C ke Jalur Gaza. Selama bertugas, ia juga akan melakukan asesmen awal untuk mengidentifikasi kebutuhan layanan rehabilitasi medik di wilayah tersebut. “Karena ini merupakan pengiriman pertama dokter rehabilitasi, tahap awal saya akan melakukan asesmen terkait kebutuhan layanan rehabilitasi medik di Gaza,” kata dr. Juli. Proses pengiriman bantuan di tengah blokade yang diberlakukan Israel tentu tidak mudah dan menjadi tantangan besar. Karena itu, kami memohon dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia agar misi kemanusiaan ini dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat terbaik bagi saudara-saudara kita di Gaza. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DXeGpcXky6g/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=MzRlODBiNWFlZA== ——————————————— #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina. #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina #emtmercindonesia
Ramai Foto Spanduk dan Bendera Penjajah Israel di RS Indonesia, MER-C: Kembalikan Hak Warga Gaza!

Pada tanggal 20 April 2026, beredar foto di berbagai platform media, spanduk berbahasa Ibrani yang dipasang militer penjajah Israel di sisi timur laut gedung RS Indonesia di Gaza. Spanduk bertuliskan, “Lihatlah, suatu kaum yang bangkit seperti singa betina, yang mengaum seperti singa jantan”, dipasang dalam rangka Hari Paskah Yahudi. Kejadian ini terjadi sekitar awal April 2026. Tentara Israel masuk dan melaksanakan perayaan serta tarian di atap Rumah Sakit Indonesia. Saat ini, menurut sumber lokal MER-C di Gaza, gedung RS Indonesia telah kosong dan tidak ada aktivitas. Menanggapi kejadian tersebut, MER-C Indonesia menegaskan bahwa penguasaan wilayah Gaza utara oleh penjajah Israel merupakan kejahatan kemanusiaan. Penyalahgunaan fungsi bangunan Rumah Sakit Indonesia juga merupakan pelanggaran serius terhadap Hukum Humaniter Internasional, khususnya Konvensi Jenewa 1949, serta tindakan yang memprovokasi moral masyarakat Palestina dan Indonesia. MER-C Indonesia mendorong pemerintah Indonesia agar menyampaikan nota protes keras atas tindakan provokatif tentara Israel tersebut dan mendesak agar Israel menarik diri dari wilayah Gaza yang diduduki secara ilegal. Rumah Sakit Indonesia adalah bukti solidaritas masyarakat Indonesia kepada masyarakat Palestina. Pembangunan RS Indonesia yang diinisiasi MER-C dari hasil donasi masyarakat Indonesia mulai dibangun pada 14 Mei 2011. Rumah Sakit Indonesia mulai beroperasi pada 27 Desember 2015 setelah Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza secara resmi membukanya, dan diresmikan secara simbolis oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla pada 9 Januari 2016 di Jakarta. Selama genosida, rumah sakit ini telah menjadi bukti usaha warga Gaza menjaga kedaulatan dan mempertahankan nilai kemanusiaan. Sejak Oktober 2023 sampai Oktober 2025, militer Israel telah melakukan lebih dari 300 serangan ke Rumah Sakit Indonesia dan wilayah sekitarnya. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DXcOa99kz96/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=MzRlODBiNWFlZA==
Klinik Giving Without Borders kembali Gelar Pelatihan, Relawan MER-C Jadi Pemateri

Gaza – Klinik Giving Without Borders di Khan Younis, Gaza Selatan, menggelar pelatihan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (IPC) serta keterampilan keperawatan pada 4–5 April 2026. Pelatihan ini menghadirkan delapan pembicara, salah satunya Emergency Medical Team (EMT) MER-C asal Indonesia, perawat Nadia Rosi. “Alhamdulillah saya mendapat kesempatan untuk memberikan satu materi pada pelatihan kali ini. Kita ada delapan pemateri. Mudah-mudahan ilmu yang kami berikan bermanfaat dan dapat diaplikasikan oleh teman-teman sejawat di sini,” ujar Nadia. Kegiatan ini diikuti sekitar 30 peserta, yang sebagian besar berasal dari klinik tersebut, serta staf dari fasilitas kesehatan lainnya. Pelatihan difokuskan pada penguatan keterampilan tenaga medis dan peningkatan kualitas perawatan pasien yang lebih aman. Kegiatan berlangsung interaktif, dengan pertukaran pengetahuan yang aktif antara tim medis Palestina dan Indonesia, sehingga mendorong pembelajaran bersama dan kolaborasi. MER-C terus mendukung program pelatihan di Klinik Giving Without Borders sebagai bagian dari upaya berkelanjutan dalam memperkuat kapasitas tenaga kesehatan di Jalur Gaza. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DXY7ghKExZa/?igsh=MWJ2Z2dxZzBxNHNxMA== https://www.facebook.com/share/v/1JUiQZJhP4/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZS9dwhyNc ——————————————— #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina #emtmercindonesia