Kisah Salem, Anak Gaza yang Berangsur Pulih dari Trauma akibat Genosida

Gaza – Di tengah kehancuran akibat genosida yang berlangsung di Gaza sejak Oktober 2023, anak-anak tidak hanya menghadapi kehilangan dan kehancuran, tetapi juga luka psikologis yang tidak selalu terlihat. Salah satunya adalah Salem Abu Yousef. Pada awal genosida, Salem mengalami peristiwa traumatis setelah menyaksikan langsung rumah tetangganya dibom dan melihat jenazah para korban. Peristiwa tersebut meninggalkan trauma mendalam hingga Salem mengalami gangguan stres pascatrauma (PTSD). Kondisi itu berdampak pada kemampuan bicaranya, seperti gagap dan kesulitan berbicara, serta membuatnya cenderung menarik diri dari lingkungan sosial. Pada 9 Juli 2026, Salem mulai mendapatkan layanan psikologis dari Medical Aid for Palestine (MAP) asal Inggris yang berlangsung di MER-C Indonesia Medical Center. Ia menjalani serangkaian terapi yang meliputi asesmen psikologis, sesi terapi rutin, dukungan emosional, sarana ekspresi diri, latihan relaksasi, hingga latihan bicara. Perlahan, kondisi Salem mulai menunjukkan perkembangan. Setelah menjalani terapi selama sekitar 6–8 pekan, tanda-tanda pemulihan semakin terlihat. Hingga 20 Agustus 2026, tingkat pemulihan Salem telah mencapai sekitar 90%. Ia mulai mampu kembali berkomunikasi dan menjalani aktivitas sehari-hari seperti sebelumnya. Kisah Salem hanyalah satu dari ribuan kisah serupa di Gaza. Banyak anak masih menanggung luka psikologis akibat berbagai pengalaman traumatis selama genosida dan membutuhkan akses terhadap perawatan, dukungan, serta pendampingan profesional. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DcvyWxsTLrA/?igsi=NTh4NjZjYnQzaHlh https://www.facebook.com/share/v/1DGVGqHydK/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZSVKMtNJj
EMT MER-C Berikan Pelatihan Penanganan Gangguan Respirasi untuk Nakes di Gaza

Gaza – Relawan MER-C yang saat ini bertugas di Jalur Gaza, dr. Shinta Chairiah, Sp.P., M.M., memberikan bimbingan kepada dokter dan perawat di MER-C Indonesia Medical Center mengenai tata laksana eksaserbasi asma dan kegawatdaruratan di bidang respirasi. Bimbingan tersebut diberikan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan dalam menangani pasien dengan gangguan pernapasan di tengah memburuknya kondisi layanan kesehatan di Gaza. Sebelumnya, dr. Shinta juga diminta memberikan bimbingan dan berdiskusi dengan tenaga kesehatan di Nasser Hospital terkait penanganan serangan asma. Ia berbagi pengetahuan mengenai penanganan kegawatdaruratan di bidang respirasi, mengingat banyaknya pasien yang mengalami keluhan sesak napas. Melalui Emergency Medical Team (EMT) yang dikirimkan ke Jalur Gaza, MER-C tidak hanya membantu pelayanan kesehatan, tetapi juga secara rutin memberikan pelatihan dan kuliah kepada tenaga kesehatan lokal. Langkah ini sebagai bagian dari upaya mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di tengah situasi kemanusiaan yang terus memburuk. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/p/DclFt7plELA/?igsi=MTY1MTV0aW90NHliaA== https://www.facebook.com/share/p/18KDk6fi2L/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZSVsnb4kU
EMT MER-C Hadiri Undangan Workshop Kemenkes Palestina di Jalur Gaza

Gaza – Emergency Medical Team (EMT) MER-C ke-14 yang saat ini bertugas di Jalur Gaza menghadiri undangan workshop dari Kementerian Kesehatan Palestina pada Rabu (19/8/2026). Kegiatan yang digelar di Administration Hall, Al-Shifa Medical Complex, Gaza, ini mengangkat tema Gaza Future Physicians & Surgeons Initiative (GFPSI): Supporting Today’s Trainees, Building Tomorrow’s Healthcare Leadership. Workshop ini digelar untuk mendukung pengembangan pelatihan khusus atau spesialisasi bagi tenaga kesehatan dan meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Jalur Gaza. EMT MER-C ke-14 berhasil memasuki Jalur Gaza pada 28 Juli 2026. Saat ini, tim masih bertugas menjalankan misi kemanusiaan untuk mendukung pelayanan kesehatan bagi masyarakat Gaza. EMT ke-14 terdiri atas tiga relawan, yaitu dokter spesialis paru dr. Shinta Chairiah, Sp.P., M.M., dokter spesialis anestesi dr. Lius Hariman, Sp.An., serta perawat Nadia Rosi, Amd.Kep. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/p/Dciz4zHE9Ip/?igsi=MWF6OWxsOHdqbzNoMA== https://www.facebook.com/share/p/1BokwRZDCi/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZSVgyWDNx
Berbagi Kebahagiaan Milad MER-C dan HUT RI ke-81 Bersama Warga Gaza

Gaza – Berbagi kebahagiaan dalam perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-81 dan Milad ke-27 MER-C, relawan MER-C di Jalur Gaza membagikan manisan halawiyat kepada pasien dan staf di MER-C Indonesia Medical Center. Halawiyat merupakan manisan khas Timur Tengah yang biasa disajikan saat hari raya, bulan Ramadan, maupun dalam acara-acara istimewa. Di momen peringatan HUT RI ke-81 dan Milad MER-C ke-27 ini, kita kirimkan doa dan harapan semoga manisnya kemerdekaan juga segera dirasakan oleh Palestina. Saat ini, ada tiga relawan MER-C tengah bertugas di Jalur Gaza, yaitu dokter spesialis paru dr. Shinta Chairiah, Sp.P., M.M., dokter spesialis anestesi dr. Lius Hariman, Sp.An., serta perawat Nadia Rosi, Amd.Kep. Ketiganya bertolak dari Jakarta menuju Yordania pada 20 Juli 2026 sebelum akhirnya memasuki Jalur Gaza. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DcSN0AKTp7a/?igsi=MXZ6dW90dzB0YXQ5cw== https://www.facebook.com/share/v/1GWeW9Vj38/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZSVyHf4Gq
Wabah Cacar Air Melonjak di Pengungsian Gaza, MER-C Indonesia Imbau Bantuan Medis Darurat

Gaza — Kasus cacar air (chickenpox) melonjak drastis di kalangan pengungsi Palestina di kamp Mawasi, Khan Younis, Gaza. Lingkungan yang sangat padat dan sanitasi buruk menjadi pemicu utama cepatnya penularan penyakit kulit ini. Spesialis kulit, Dr. Ahmed Sabah, menyebut keterbatasan air bersih, krisis nutrisi, dan ketiadaan ruang isolasi membuat penyakit ini cepat menulari seluruh keluarga dalam satu tenda. Penurunan daya tahan tubuh pengungsi juga memicu risiko komplikasi serius, terutama pada anak-anak. Kondisi diperparah oleh krisis ekonomi yang membuat pengungsi tak mampu membeli obat secara mandiri. Di sisi lain, Kepala Farmasi Klinik MER-C Indonesia, Mohammad Zo’rob, mengonfirmasi bahwa stok obat gratis di pusat medisnya kian menipis sejak awal bulan Agustus 2026 akibat lonjakan pasien. MER-C Indonesia bersama tenaga medis setempat mendesak pengiriman bantuan pasokan obat-obatan darurat secara berkelanjutan demi mencegah krisis kesehatan yang makin meluas di Gaza. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DcQG4gvTKB3/?igsi=MTNhN21xZnloNGJqdg== https://www.facebook.com/share/v/19NUJozW1A/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZSVDUMuX3
MER-C Indonesia Salurkan Bantuan Obat Esensial ke Pusat Medis Mawasi Khan Younis Gaza

Gaza — MER-C Indonesia mendistribusikan pengiriman pasokan baru obat-obatan esensial dan perlengkapan medis ke Pusat Medis MER-C Indonesia di Mawasi, Khan Younis, Jalur Gaza, pada Kamis (13/8/2026). Penyaluran bantuan ini bertujuan untuk menjaga keberlangsungan layanan kesehatan dasar sekaligus merespons melonjaknya kebutuhan medis pasien pengungsi di Gaza, termasuk penanganan wabah penyakit menular. Pasokan yang diterima mencakup berbagai obat-obatan vital dan alat kesehatan dasar untuk memperkuat stok medis klinik yang sebelumnya sempat menipis. Bantuan ini akan langsung dialokasikan untuk memastikan seluruh pasien pengungsi yang berobat tetap mendapatkan perawatan dan obat secara gratis. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/p/DcN40gpEx0m/?igsi=MWkzZnA5OG10bXJyNg== https://www.facebook.com/share/v/1BkisehKTn/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZSVSYJDUq
EMT MER-C Lakukan Prosedur Bronkoskopi Pasien Paru di RS Nasser Gaza

Gaza – Emergency Medical Team (EMT) MER-C ke-14, dr. Shinta Chairiah, Sp.P., M.M., melakukan prosedur bronkoskopi terhadap sejumlah pasien dengan gangguan pernapasan di Rumah Sakit Nasser, Khan Younis, Gaza Selatan. Prosedur medis ini dilakukan pada 8 dan 12 Agustus 2026 untuk mengevaluasi serta mendiagnosis kondisi paru-paru pasien. Paparan debu serta kondisi lingkungan di tenda pengungsian yang kurang memadai menjadi salah satu faktor pemicu meningkatnya keluhan saluran pernapasan pada warga. Tindakan bronkoskopi dilakukan dengan memasukkan alat khusus ke dalam saluran napas untuk melihat kondisi bagian dalam paru secara langsung. Prosedur ini krusial dalam menentukan langkah penanganan lanjutan agar pasien dapat memperoleh terapi yang tepat. Meskipun menghadapi keterbatasan fasilitas dan sarana kesehatan di wilayah konflik, tim EMT MER-C berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan medis spesialis yang optimal bagi masyarakat Gaza. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DcDxHsxzYkh/?igsh=MThrOXY1c3BuaWhwdg== https://www.facebook.com/share/v/19AP3bSyZ7/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZSVLfdkWQ
27 Tahun MER-C Indonesia: Harapan dan Solidaritas dari Gaza

Tepat pada momen peringatan 27 tahun pengabdian Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia, ucapan selamat serta doa hangat mengalir langsung dari para staf, tenaga medis, dan relawan lokal MER-C yang bertugas di Al-Mawasi, Khan Younis, Jalur Gaza, Palestina. Di tengah dinamika serta tantangan besar dalam pelayanan kesehatan di Jalur Gaza, keberadaan dan konsistensi MER-C Indonesia merupakan wujud nyata dari solidaritas serta komitmen kemanusiaan yang tak pernah surut. Kami menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam atas dedikasi serta doa dari seluruh rekan-rekan di Palestina. Memasuki usia ke-27 tahun, MER-C Indonesia berkomitmen untuk senantiasa menjaga amanah, memperluas jangkauan kebermanfaatan, dan berdiri kokoh di barisan terdepan demi kemanusiaan. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DcApJJizxmZ/?igsh=Y28yMzZ0YW10Ynps https://www.facebook.com/share/v/1FX3Mw2s89/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZSVeDhBwP
EMT MER-C Tangani Pasien Pneumonia di RS Nasser Gaza Selatan

Gaza – Emergency Medical Team (EMT) MER-C ke-14, dr. Shinta Chairiah, Sp.P., M.M., menangani sejumlah pasien dengan pneumonia di Rumah Sakit Nasser, Gaza Selatan. Salah satu pasien yang ditangani pada 4 Agustus adalah seorang remaja laki-laki berusia 14 tahun. Dr. Shinta melakukan prosedur pleurosentesis untuk mengambil cairan yang menumpuk di rongga paru akibat peradangan. Cairan tersebut kemudian diperiksa untuk membantu mengetahui penyebabnya. Tindakan ini juga membantu mengurangi penumpukan cairan sehingga pasien dapat bernapas lebih lega. Setelah mendapatkan penanganan, kondisi pasien stabil dan sudah diizinkan untuk pulang. Pada 10 Agustus, dr. Shinta kembali menangani seorang pasien laki-laki. Pasien tersebut mengalami penumpukan cairan di area paru yang memerlukan penanganan lebih lanjut. Berdasarkan hasil CT scan, ditemukan massa di paru-paru kanan. Pasien direncanakan menjalani prosedur bronkoskopi untuk mengetahui kondisi lebih lanjut. “Insyaallah akan dilakukan tindakan bronkoskopi jika keluarga dan DPJP (Dokter Penanggung Jawab Pelayanan) dari bagian penyakit dalam menyetujui,” ujar dr. Shinta. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/p/Db7l2iLE8Ep/?igsh=cTZndW12Ym5zOWdz https://www.facebook.com/share/v/1DLJGi36vY/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZS4w8BFXT
Layanan Gigi MER-C Indonesia Medical Center di Gaza Terus Berkembang, Kini Layani Ribuan Pasien per Bulan

Mawasi, Khan Younis – Di tengah keterbatasan fasilitas dan kehancuran infrastruktur kesehatan akibat krisis berkepanjangan di Jalur Gaza, MER-C Indonesia Medical Center di Al Mawasi, Khan Younis, terus melanjutkan layanan kesehatan gigi dan mulut secara gratis. Kepala Poli Gigi MER-C Indonesia Medical Center, Dr. Mohammed Abu Amouna, menjelaskan layanan kesehatan gigi dan mulut mulai dibuka pada Oktober 2025 dengan peralatan yang masih sangat terbatas. “Awalnya, kami menyediakan layanan konsultasi gigi dan edukasi kesehatan mulut. Kemudian, kami menambahkan peralatan penting untuk memperluas cakupan layanan. Kami mulai menawarkan layanan pencabutan gigi yang diikuti dengan penambalan gigi dasar. Tak lama kemudian, kami juga mampu menyediakan perawatan saluran akar dan restorasi gigi estetis,” ujarnya. Saat ini, MER-C Indonesia Medical Center telah menyediakan hampir seluruh layanan kesehatan gigi esensial secara terintegrasi dan melayani lebih dari 1.200 pasien setiap bulan. Layanan kesehatan gigi dilakukan secara bertahap dan terstruktur oleh para dokter spesialis, mulai dari pemeriksaan fisik, penegakan diagnosis, hingga tindakan pencabutan gigi dan penanganan infeksi gusi untuk mencegah komplikasi kesehatan yang lebih serius. Layanan ini sebagai bentuk komitemen MER-C untuk memastikan akses terhadap layanan medis dasar tetap tersedia dan terjangkau bagi masyarakat yang membutuhkan, di tengah krisis kemanusiaan yang semakin memburuk di Jalur Gaza. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/Db4yY_jTPv8/?utm_source=ig_web_copy_link&igsi=MzRlODBiNWFlZA==