78 Tahun Nakba: Suara Kemanusiaan Tak Boleh Padam

Tragedi Nakba yang terjadi 78 tahun silam masih begitu membekas. Sebab hingga hari ini, Nakba nyatanya tidak pernah benar-benar berakhir. Pengusiran, pembantaian, dan pembunuhan terhadap rakyat Palestina masih terus berlangsung. Hari ini, dunia kembali menyaksikan tragedi serupa. Jika dahulu Nakba memaksa ratusan ribu warga Palestina mengungsi dan membuat belasan ribu lainnya menjadi martir, kini jumlah korbannya bahkan bertambah banyak di tengah rentetan serangan tanpa ampun. 78 tahun Nakba menjadi pengingat bagi dunia bahwa suara kemanusiaan tidak boleh padam, pembelaan kita tidak boleh berhenti, karena rakyat Palestina masih terus berjuang untuk merdeka dan kembali ke tanah air yang dirampas. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/p/DYexVnjTMl0/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=MzRlODBiNWFlZA==
Kehadiran EMT MER-C Perkuat Layanan Rehabilitasi Medik dan Fisioterapi di RS Al-Wafa Gaza

Gaza – Menjadi dokter spesialis rehabilitasi medik pertama yang dikirimkan MER-C ke Jalur Gaza, dr. Juli Hartati, Sp.KFR., kini mulai bertugas membantu layanan rehabilitasi medik dan fisioterapi di Rumah Sakit Al-Wafa. Ia telah bertugas di RS Al-Wafa sejak 3 Mei 2026, memberikan layanan rehabilitasi medik dan fisioterapi untuk membantu menangani lonjakan kasus cedera tulang belakang dan patah tulang kronis akibat genosida yang dilakukan penjajah Israel di Gaza. RS Al-Wafa merupakan rumah sakit spesialis rehabilitasi medik tertua dan terpenting di Gaza. Dr. Juli sendiri melayani berbagai pasien di departemen rawat inap maupun rawat jalan yang menerima sekitar 200 kasus setiap harinya. Layanan rehabilitasinya mencakup kasus neurologis, seperti cedera tulang belakang, stroke, cedera otak, kelumpuhan, dan gangguan lainnya. Selain itu, rumah sakit ini juga menangani kasus muskuloskeletal, termasuk patah tulang, kondisi pascatrauma, gangguan otot dan saraf, hingga komplikasi akibat imobilisasi. RS Al-Wafa menyediakan layanan fisioterapi, terapi okupasi, serta dukungan psikologis. Namun saat ini, operasional rumah sakit berjalan di tengah berbagai keterbatasan, mulai dari pasokan listrik hingga minimnya peralatan medis, sehingga sangat bergantung pada bantuan kemanusiaan. Dr. Juli tergabung dalam Emergency Medical Team (EMT) MER-C ke-13 dan tiba di Gaza pada 23 April 2026. Selain memberikan layanan rehabilitasi medik dan fisioterapi, ia juga akan melakukan asesmen awal untuk mengidentifikasi kebutuhan layanan rehabilitasi medik di Jalur Gaza. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/p/DYQ5_Wnk-l-/?igsh=ZTUxbHp0ZnMzM3Vr https://www.facebook.com/share/v/1GdeK6mUo6/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZS9oagjaH #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina #emtmercindonesia
Layanan Fisioterapi Klinik GWB Hadirkan Harapan bagi Warga Gaza untuk Pulih

Gaza – Di tengah genosida yang terus merenggut banyak nyawa dan menyebabkan ratusan ribu korban luka serta cedera, layanan fisioterapi di Klinik Giving Without Borders (GWB) di Al Mawasi, Khan Younis, menjadi harapan bagi warga Gaza untuk pulih. Mulai beroperasi sejak Desember 2024, layanan fisioterapi di Klinik Giving Without Borders, hadir untuk merespons kebutuhan masyarakat di kawasan padat pengungsi di Al Mawasi, Khan Younis, terutama setelah gelombang pengungsian akibat perang. Sejak dibuka, layanan fisioterapi Klinik Giving Without Borders, telah membantu banyak pasien dalam proses pemulihan mereka. Tim fisioterapis yang terdiri dari lima perempuan dan lima laki-laki spesialis terus berupaya memberikan pelayanan terbaik di tengah berbagai keterbatasan. Setiap harinya, mereka melayani lebih dari 50 pasien. Di tengah sulitnya akses masuk peralatan medis akibat blokade, para fisioterapis juga berinisiatif menggunakan serta membuat peralatan alternatif guna menunjang pelayanan rehabilitasi bagi pasien. Layanan fisioterapi di klinik ini menangani berbagai kasus, mulai dari anak dengan cerebral palsy, pasien fraktur, hingga penderita stroke. Tidak hanya menyediakan fisioterapi, Klinik Giving Without Borders juga menghadirkan layanan terapi okupasi, yang sangat penting bagi pasien rehabilitasi. Terapi okupasi membantu pasien, terutama anak-anak, untuk kembali memperoleh kemandirian dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Layanan ini fokus pada peningkatan kualitas hidup pasien sesuai dengan kebutuhan pribadi masing-masing. Selama perang berlangsung, tekanan terhadap departemen rehabilitasi meningkat secara signifikan. Jumlah pasien cedera terus bertambah, termasuk korban fraktur, luka bakar, gangguan kecemasan, hingga cedera saraf tepi. Tim fisioterapis menyampaikan terima kasih atas dukungan MER-C Indonesia terhadap Klinik Giving Without Borders, sehingga departemen fisioterapi dapat beroperasi dan memberikan layanan yang menjadi harapan bagi warga Gaza untuk kembali pulih. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DYB_44SzG3F/?igsh=MWxqd2l0d2Jia2l1aQ== https://www.facebook.com/share/v/18ikA4oyCa/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZS9pCq9tc #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina #emtmercindonesia
MER-C dan Klinik GWB Gelar Pelatihan Respons Kekerasan Berbasis Gender untuk Nakes Gaza

Gaza – Di tengah genosida yang masih berlangsung di Jalur Gaza, perempuan menjadi salah satu kelompok yang paling rentan terdampak, terutama dalam aspek kesehatan dan perlindungan dari kekerasan. Merespons kondisi tersebut, MER-C bersama Klinik Giving Without Borders menggelar pelatihan Kesehatan Wanita Terpadu dan Respons terhadap Kekerasan Berbasis Gender (GBV) pada 6–7 April di Mawasi, Khan Younis, Gaza Selatan. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan dalam memberikan layanan yang komprehensif, sensitif, dan berkualitas bagi perempuan, khususnya para penyintas kekerasan. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan MER-C dan Klinik Giving Without Borders dalam memperkuat layanan kesehatan di Gaza. Dari 30 peserta yang hadir, mayoritas merupakan staf Klinik Giving Without Borders, serta tenaga kesehatan dari berbagai fasilitas kesehatan lainnya di Jalur Gaza. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DXjDLrDE5S4/?igsh=aW9icW9hdGZzaGE2 https://www.facebook.com/share/v/1B4K9xJY7T/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZS9j7fBEg ——————————————— #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina #emtmercindonesia
MER-C Kirim EMT ke-13 untuk Perkuat Layanan Medis di Jalur Gaza

Jakarta — MER-C Indonesia kembali mengirimkan Emergency Medical Team (EMT) ke Jalur Gaza, Palestina, pada Senin (20/4/2026). EMT MER-C ke-13 ini terdiri dari relawan logistik, Nanang Khoirino, serta dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi, dr. Juli Hartati, Sp.KFR. Nanang akan bertugas di Mesir untuk mendukung pengadaan dan distribusi bantuan kemanusiaan berupa alat kesehatan serta perlengkapan medis lainnya untuk menunjang operasional Klinik Giving Without Borders di Khan Younis, Gaza Selatan. “Pengadaan alat kesehatan ini sangat penting untuk menunjang layanan kesehatan terutama di Khan Younis, karena saat ini fasilitas kesehatan MER-C Indonesia yang ada di Khan Younis permintaannya sangat luar biasa. Kita perharinya bisa melayani lebih dari 1000 pasien. Maka dari itu diperlukan dukungan tambahan untuk memperkuat layanan fasilitas kesehatan tersebut,” ujar Nanang. Sementara itu, dr. Juli rencananya akan bertugas di fasilitas kesehatan Gaza yang memiliki layanan rehabilitasi medik untuk menangani pasien nyeri, pasien pasca amputasi dan penyandang disabilitas, atau anak-anak berkebutuhan khusus. Dr. Juli merupakan dokter rehabilitasi medis pertama yang dikirim MER-C ke Jalur Gaza. Selama bertugas, ia juga akan melakukan asesmen awal untuk mengidentifikasi kebutuhan layanan rehabilitasi medik di wilayah tersebut. “Karena ini merupakan pengiriman pertama dokter rehabilitasi, tahap awal saya akan melakukan asesmen terkait kebutuhan layanan rehabilitasi medik di Gaza,” kata dr. Juli. Proses pengiriman bantuan di tengah blokade yang diberlakukan Israel tentu tidak mudah dan menjadi tantangan besar. Karena itu, kami memohon dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia agar misi kemanusiaan ini dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat terbaik bagi saudara-saudara kita di Gaza. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DXeGpcXky6g/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=MzRlODBiNWFlZA== ——————————————— #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina. #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina #emtmercindonesia
Ramai Foto Spanduk dan Bendera Penjajah Israel di RS Indonesia, MER-C: Kembalikan Hak Warga Gaza!

Pada tanggal 20 April 2026, beredar foto di berbagai platform media, spanduk berbahasa Ibrani yang dipasang militer penjajah Israel di sisi timur laut gedung RS Indonesia di Gaza. Spanduk bertuliskan, “Lihatlah, suatu kaum yang bangkit seperti singa betina, yang mengaum seperti singa jantan”, dipasang dalam rangka Hari Paskah Yahudi. Kejadian ini terjadi sekitar awal April 2026. Tentara Israel masuk dan melaksanakan perayaan serta tarian di atap Rumah Sakit Indonesia. Saat ini, menurut sumber lokal MER-C di Gaza, gedung RS Indonesia telah kosong dan tidak ada aktivitas. Menanggapi kejadian tersebut, MER-C Indonesia menegaskan bahwa penguasaan wilayah Gaza utara oleh penjajah Israel merupakan kejahatan kemanusiaan. Penyalahgunaan fungsi bangunan Rumah Sakit Indonesia juga merupakan pelanggaran serius terhadap Hukum Humaniter Internasional, khususnya Konvensi Jenewa 1949, serta tindakan yang memprovokasi moral masyarakat Palestina dan Indonesia. MER-C Indonesia mendorong pemerintah Indonesia agar menyampaikan nota protes keras atas tindakan provokatif tentara Israel tersebut dan mendesak agar Israel menarik diri dari wilayah Gaza yang diduduki secara ilegal. Rumah Sakit Indonesia adalah bukti solidaritas masyarakat Indonesia kepada masyarakat Palestina. Pembangunan RS Indonesia yang diinisiasi MER-C dari hasil donasi masyarakat Indonesia mulai dibangun pada 14 Mei 2011. Rumah Sakit Indonesia mulai beroperasi pada 27 Desember 2015 setelah Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza secara resmi membukanya, dan diresmikan secara simbolis oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla pada 9 Januari 2016 di Jakarta. Selama genosida, rumah sakit ini telah menjadi bukti usaha warga Gaza menjaga kedaulatan dan mempertahankan nilai kemanusiaan. Sejak Oktober 2023 sampai Oktober 2025, militer Israel telah melakukan lebih dari 300 serangan ke Rumah Sakit Indonesia dan wilayah sekitarnya. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DXcOa99kz96/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=MzRlODBiNWFlZA==
Klinik Giving Without Borders kembali Gelar Pelatihan, Relawan MER-C Jadi Pemateri

Gaza – Klinik Giving Without Borders di Khan Younis, Gaza Selatan, menggelar pelatihan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (IPC) serta keterampilan keperawatan pada 4–5 April 2026. Pelatihan ini menghadirkan delapan pembicara, salah satunya Emergency Medical Team (EMT) MER-C asal Indonesia, perawat Nadia Rosi. “Alhamdulillah saya mendapat kesempatan untuk memberikan satu materi pada pelatihan kali ini. Kita ada delapan pemateri. Mudah-mudahan ilmu yang kami berikan bermanfaat dan dapat diaplikasikan oleh teman-teman sejawat di sini,” ujar Nadia. Kegiatan ini diikuti sekitar 30 peserta, yang sebagian besar berasal dari klinik tersebut, serta staf dari fasilitas kesehatan lainnya. Pelatihan difokuskan pada penguatan keterampilan tenaga medis dan peningkatan kualitas perawatan pasien yang lebih aman. Kegiatan berlangsung interaktif, dengan pertukaran pengetahuan yang aktif antara tim medis Palestina dan Indonesia, sehingga mendorong pembelajaran bersama dan kolaborasi. MER-C terus mendukung program pelatihan di Klinik Giving Without Borders sebagai bagian dari upaya berkelanjutan dalam memperkuat kapasitas tenaga kesehatan di Jalur Gaza. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DXY7ghKExZa/?igsh=MWJ2Z2dxZzBxNHNxMA== https://www.facebook.com/share/v/1JUiQZJhP4/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZS9dwhyNc ——————————————— #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina #emtmercindonesia
Pengungsi Rohingya di Aceh akan Direlokasi ke Shelter Baru, MER-C Hadiri Rapat Persiapan

Aceh – Koordinator MER-C Aceh, Ira Hadiati, pada Senin (13/4) menghadiri rapat terkait kebijakan relokasi penampungan pengungsi Rohingya yang digelar oleh Pemerintah Kota Lhokseumawe. Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Asisten I Setdako Lhokseumawe, Mirdha Ihsan. Rapat ini membahas rencana relokasi pengungsi etnis Rohingya yang saat ini menempati bekas kantor Imigrasi. Para pengungsi direncanakan akan dipindahkan ke shelter baru pada pertengahan Mei 2026. Shelter baru yang berlokasi di Desa Masjid Punteuet, Kecamatan Blang Mangat, kini telah dilengkapi sejumlah fasilitas penunjang. Salah satunya adalah klinik kesehatan MER-C. Ira mengatakan, Klinik MER-C telah selesai dibangun dan saat ini sedang dalam proses pengadaan peralatan kesehatan standar klinik pratama. Klinik tersebut akan menjadi bagian penting dalam upaya penyediaan layanan kesehatan bagi para pengungsi. Selain klinik, shelter yang dibangun di atas lahan seluas dua hektare ini juga dilengkapi dengan asrama tempat tinggal, sarana pendidikan, tempat ibadah, akses air bersih, serta berbagai fasilitas penunjang lainnya. Pembangunan fasilitas ini dilakukan dengan melibatkan sejumlah organisasi kemanusiaan. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/p/DXIramJk6rE/?igsh=MW5seWI1N3hvMXpicQ== https://www.facebook.com/share/v/1AwG98JiBZ/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZSHGB31k7 ——————————————— #BantuanUntukRohingya #mercindonesia #MERCAceh #RohingyaAceh #BerbagiKebaikan #MERCForHumanity #rohingya #rohingyarefugees
Klinik Giving Without Borders Gelar Kuliah Ilmiah untuk Dokter Magang

Gaza – Klinik Giving Without Borders di Khan Younis, Gaza Selatan, pada 25 Maret 2026 menggelar kuliah ilmiah untuk dokter magang, dengan topik penyakit kronis dan penanganannya di layanan kesehatan primer. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Klinik Giving Without Borders terhadap pendidikan kedokteran berkelanjutan dan peningkatan kapasitas bagi dokter muda di Gaza. Kuliah disampaikan oleh dr. Hani Breik, Spesialis Kedokteran Keluarga, yang berbagi wawasan klinis dan pendekatan praktis untuk mendiagnosis dan menangani kondisi kronis umum. Sesi ini bertujuan untuk memperkuat pengetahuan klinis dokter magang serta meningkatkan kemampuan mereka memberikan perawatan yang komprehensif dan efektif bagi pasien dengan penyakit kronis. Pemberian kuliah dan pelatihan bagi tenaga kesehatan merupakan bagian dari dukungan MER-C di tengah krisis layanan medis di Jalur Gaza. Selain itu, MER-C juga telah mengirimkan tenaga medis langsung dari Indonesia serta melakukan perbaikan sejumlah klinik dan rumah sakit. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DXGymiIEy3Y/?igsh=MW55MGU0Z2k0OWxtaA== https://www.facebook.com/share/v/18dNDSQJeq/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZSHpneUTb ——————————————— #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina #emtmercindonesia
Mengintip Kesibukan Relawan MER-C Indonesia di Klinik Giving Without Borders

Pada kesempatan itu, ia juga menunjukkan kegiatan penyuluhan terkait personal hygiene yang sangat dibutuhkan warga Gaza di tengah krisis air dan sabun akibat blokade dan agresi yang masih terus berlangsung. Selain memberikan layanan medis, Klinik GWB bersama MER-C juga aktif menyelenggarakan edukasi dan pelatihan bagi warga serta staf klinik. Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan di tengah krisis kemanusiaan yang semakin memburuk. Nadia Rosi telah bertugas di Jalur Gaza untuk ketiga kalinya. Dalam penugasan ketiganya bersama Emergency Medical Team (EMT) MER-C ke-10 sejak Oktober 2025, ia memutuskan untuk memperpanjang masa tugasnya. Hingga kini, Nadia telah menjalankan misi kemanusiaan di Gaza selama hampir enam bulan. Ia mengaku bersyukur kembali mendapat kepercayaan dari MER-C dan merasa senang dapat kembali bertemu serta membantu masyarakat Gaza. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DW05ky5k8tN/?igsh=MWF0NmN6NGoxNHk3bA== https://www.facebook.com/share/v/1FxKpLCvSx/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZSHPW5swD ——————————————— #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina #emtmercindonesia