MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

Tim MER-C Bertemu PHEOC Lebanon, Bahas Kebutuhan Bantuan Kesehatan di Lebanon Selatan

Beirut – Tim MER-C Indonesia pada Selasa (2/6/2026) mengunjungi Rumah Sakit Universitas Rafik Hariri dan bertemu dengan Wahida Ghalayini, Koordinator Public Health Emergency Operations Center (PHEOC) serta dr. Zahara selaku Liaison Officer EMT. Dalam pertemuan tersebut, keduanya memaparkan perkembangan situasi konflik di Lebanon Selatan serta aktivitas koordinasi bantuan yang dilakukan bersama tim-tim internasional. Mereka mengatakan saat ini, sejumlah tim medis internasional masih aktif memberikan pelayanan di beberapa wilayah, di antaranya Saida (Sidon), Tyre, dan Nabatieh. Berbeda dengan kondisi di Gaza, sebagian besar fasilitas dan sistem layanan kesehatan di Lebanon Selatan masih beroperasi. Namun, tingginya jumlah korban serta keterbatasan sumber daya manusia (SDM) yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan menyebabkan terjadinya surge capacity di sejumlah fasilitas kesehatan. Untuk itu, PHEOC mengusulkan agar MER-C turut memperkuat layanan burn unit di Turkish Trauma & Emergency Hospital yang berada di Kota Saida. Rumah sakit tersebut belum memiliki unit penanganan luka bakar yang memadai, sehingga diperlukan dukungan baik dalam bentuk SDM maupun sarana dan prasarana pendukung. Rumah sakit pemerintah tersebut merupakan salah satu pusat rujukan utama yang berada di bawah koordinasi Kementerian Kesehatan Lebanon (MOPH) dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam penanganan korban konflik. Mereka juga menyarankan perlunya program capacity building untuk tenaga kesehatan lokal agar memiliki kemampuan menangani kasus-kasus luka bakar secara mandiri ketika tim bantuan internasional sudah tidak lagi bertugas di wilayah tersebut. Selengkapnya di link ini ____________________ Donation Account: Bank Syariah Indonesia (BSI), 811.19.29840 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #bantuanlibanon #donasilibanon #emtmercindonesia #Kemanusiaanlibanon #konfliktimurtengah

Tim MER-C Melihat Langsung Kondisi Kamp Pengungsian Korban Serangan Israel di Lebanon

Beirut – Tim MER-C untuk misi kemanusiaan Lebanon pada Senin (1/6/2026) mengunjungi salah satu kamp pengungsian di Kota Saida (Sidon), yang menampung warga Lebanon Selatan korban serangan Israel. Kota Saida sendiri menjadi salah satu daerah konsentrasi pengungsi karena lokasinya yang berbatasan dengan wilayah Lebanon Selatan. Kamp pengungsian ini telah beroperasi sekitar tiga bulan, menampung sekitar 93 kepala keluarga, mulai dari anak-anak hingga lansia. Di kamp ini tidak ditemukan kasus trauma atau luka akibat serangan. Namun, banyak pengungsi lanjut usia yang menderita penyakit kronis, penyakit degeneratif, gangguan metabolik, maupun berbagai komplikasi kesehatan lainnya. Setiap keluarga menempati satu ruang yang dibatasi sekat-sekat terpal di dalam bangunan besar yang difungsikan sebagai shelter. Fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) tersedia berkat dukungan dari organisasi kemanusiaan MSF. Namun, koordinator bantuan setempat mengeluhkan keterbatasan pasokan makanan yang hanya diterima satu kali sehari, yakni saat makan siang, serta minimnya pasokan listrik. Ketersediaan listrik sangat dibutuhkan untuk mengoperasikan pompa air yang menyalurkan air ke fasilitas MCK. Sementara itu, kebutuhan air bersih diperoleh melalui proses filtrasi air dari jaringan pipa. Tim MER-C sebelumnya juga berencana mengunjungi wilayah Lebanon Selatan, namun belum memungkinkan karena serangan masih terus berlangsung. Kunjungan ke kamp pengungsian ini dilakukan bersama staf Yayasan Al Shifa, lembaga yang memiliki banyak program bantuan untuk para pengungsi di Lebanon. Selengkapnya di link ini ____________________ Donation Account: Bank Syariah Indonesia (BSI), 811.19.29840 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #bantuanlibanon #donasilibanon #emtmercindonesia #Kemanusiaanlibanon #konfliktimurtengah

Tim MER-C Kunjungi Kantor Pusat Al-Shifaa di Lebanon, Bahas Bantuan untuk Korban Serangan Israel

Saida, Lebanon – Tim MER-C Indonesia yang saat ini tengah menjalankan misi kemanusiaan di Lebanon mengunjungi kantor pusat Al-Shifaa for Medical & Humanitarian Services di Kota Saida (Sidon) pada Senin (1/6/2026). Kedatangan tim MER-C disambut langsung oleh Direktur Eksekutif Al-Shifaa, Dr. Majdi Krayyem. Dalam pertemuan tersebut, tim MER-C memaparkan rencana bantuan yang akan diberikan kepada warga terdampak serangan Israel di Lebanon. Al-Shifaa sendiri merupakan NGO yang cukup aktif terlibat dalam operasi bantuan kemanusiaan di berbagai wilayah Lebanon, dengan sebagian besar personelnya bertugas di Lebanon Selatan. Usai kunjungan, tim MER-C bersama staf Al-Shifaa melihat langsung salah satu kamp pengungsian yang menampung warga Lebanon Selatan, korban serangan Israel. Selengkapnya di link ini ____________________ Donation Account: Bank Syariah Indonesia (BSI), 811.19.29840 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #bantuanlibanon #donasilibanon #emtmercindonesia #Kemanusiaanlibanon #konfliktimurtengah

MER-C Sambut Kepulangan Dua Relawan Medis dari Misi Kemanusiaan di Gaza

Jakarta – MER-C Indonesia menyambut kepulangan dua relawan medis yang telah menyelesaikan misi kemanusiaan di Jalur Gaza, Palestina. Kedua relawan tersebut, Nadia Rosi, A.Md.Kep., dan dr. Juli Hartati, Sp.KFR., tiba di Tanah Air pada 31 Mei 2026 setelah menjalankan tugas kemanusiaan sebagai Emergency Medical Team (EMT) MER-C di Gaza. Nadia Rosi kembali ke Indonesia setelah bertugas selama tujuh bulan, sejak Oktober 2025 hingga Mei 2026. Selama bertugas, ia tidak hanya terlibat dalam pelayanan medis, tetapi juga berbagai kegiatan peningkatan kapasitas (capacity building) bagi tenaga kesehatan Gaza, serta melaksanakan banyak program lainnya seperti bantuan musim dingin dan bantuan makanan. Misi kali ini merupakan penugasan ketiganya ke Gaza. Dua misi sebelumnya dijalankan saat situasi perang berlangsung, sementara penugasan terbaru dilakukan pada masa gencatan senjata. “Namun tidak ada perubahan yang signifikan. Saudara-saudara kita di Gaza masih menderita, masih sangat kekurangan, dan masih membutuhkan bantuan dari kita semua,” tuturnya. Sementara itu, dr. Juli telah menyelesaikan tugas selama satu bulan. Ia menjadi dokter spesialis rehabilitasi pertama yang dikirim MER-C ke Gaza. Ia memberikan layanan di MER-C Indonesia Medical Center, Gaza Selatan, serta Rumah Sakit Al-Wafa di Gaza City. “Selama bertugas banyak kemudahan dan bantuan dari rekan-rekan di sana. Hanya saja, untuk dokter rehabilitasi sendiri memang belum ada di Gaza. Yang tersedia saat ini adalah tim rehab fisioterapi dan okupasi terapi,” katanya. Menurut dr. Juli, pelayanan rehabilitasi di Gaza masih menghadapi berbagai keterbatasan, terutama akibat minimnya pasokan listrik dan terbatasnya peralatan. Kondisi tersebut menyebabkan sebagian pasien harus menunggu lebih lama atau dirujuk ke rumah sakit lain untuk mendapatkan layanan yang dibutuhkan. “Terima kasih untuk MER-C atas kesempatan yang diberikan, sehingga saya bisa melakukan tugas di sana selama satu bulan ini. Terima kasih kepada semua donatur sehingga bantuan yang diberikan sangat membantu masyarakat Gaza,” ujarnya. Selengkapnya di link ini #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina #emtmercindonesia

MER-C Gelar Pelatihan Rehabilitasi Medik untuk Tenaga Kesehatan di Gaza Selatan

Gaza – MER-C Indonesia pada 13–15 Mei 2026 menggelar pelatihan rehabilitasi medik bagi tenaga kesehatan yang bertugas di klinik dan rumah sakit di wilayah Gaza Selatan. Pelatihan ini merupakan kolaborasi antara tenaga medis Palestina dan Indonesia yang bertujuan meningkatkan kualitas layanan fisioterapi dan rehabilitasi medik bagi masyarakat Gaza. Materi pelatihan disampaikan oleh sejumlah ahli fisioterapi dari Gaza serta dokter spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi dari Indonesia, dr. Juli Hartati, Sp.KFR. Pada hari pertama, dr. Juli menyampaikan materi mengenai konsep dasar rehabilitasi klinis serta aplikasi praktis kinestetik bagi para fisioterapis. “Alhamdulillah, acara berjalan dengan lancar. Mudah-mudahan materi yang diberikan dapat memberikan manfaat bagi para peserta dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada pasien,” ujarnya. Sementara itu, ahli fisioterapi Gaza, dr. Muhammad Mattar, memimpin sesi praktik yang berfokus pada keselamatan pasien, teknik penanganan, serta metode pemindahan pasien. Pelatihan mencakup berbagai keterampilan klinis penting, termasuk teknik pemindahan lateral, teknik pivot transfer, dan metode memindahkan pasien ke posisi yang lebih tinggi. Selain itu, para peserta juga mendapatkan pelatihan mengenai penanganan pasien yang mengalami jatuh, termasuk pasien dengan patah tulang, cedera sumsum tulang belakang, serta gangguan neurologis. Menurut dr. Mattar, pelatihan berlangsung dengan baik dan mendapat sambutan positif dari para peserta yang mengikuti kegiatan dengan antusias. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada MER-C Indonesia atas penyelenggaraan program yang menurutnya sangat penting, terutama di tengah situasi sulit yang dihadapi Gaza saat ini. Pelatihan ini berperan penting dalam meningkatkan keterampilan tenaga kesehatan dari berbagai spesialis, termasuk perawat, dokter, fisioterapis, dan praktisi medis lainnya yang terlibat dalam perawatan pasien. Selengkapnya di link ini #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina #emtmercindonesia

Israel Serang Area Dekat MER-C Indonesia Medical Center, Dua Orang Tewas

Gaza – Penjajah Israel pada Kamis (4/6/2026) menyerang wilayah Kamp Pengungsian Khan Younis, Gaza Selatan, area dekat MER-C Indonesia Medical Center. Lokasi serangan hanya berjarak sekitar 20 meter dari MER-C Indonesia Medical Center, yang juga dekat sekolah lapangan dengan lebih dari 500 siswa. Banyak warga juga sedang beraktivitas di jalan sekitar lokasi. Akibat serangan itu, dua orang tewas dan empat lainnya mengalami luka-luka. Pasca-serangan, staf MER-C Indonesia Medical Center melihat sejumlah serpihan menghantam dinding kontainer di area fasilitas kesehatan tersebut. Salah satu staf lokal klinik kehilangan tendanya akibat serangan, namun keluarganya berhasil selamat. Selengkapnya di link ini #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina #emtmercindonesia

Tiba di Beirut, Tim MER-C Disambut Dubes RI untuk Lebanon

Beirut – Kedatangan Tim Assessment MER-C untuk Misi Kemanusiaan Lebanon pada Sabtu (30/5/2026) disambut oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Lebanon, Dicky Komar. Tim Assessment MER-C berangkat dari Jakarta pada Jumat (29/5/2026). Tim terdiri atas tiga relawan medis, yakni dr. Tonggo Meaty Fransisca, dr. Arief Rachman, Sp.Rad., dan Wirsal Adiansyah Harahap, S.Kep., Ners. Misi kemanusiaan MER-C untuk Lebanon dilaksanakan melalui koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia serta sebagai respons atas permintaan bantuan yang disampaikan Pemerintah Lebanon melalui Kedutaan Besarnya di Jakarta. Tim Assessment ini bertugas membuka jalan bagi pengiriman tim MER-C berikutnya. Selama berada di Lebanon, tim akan memastikan aspek keamanan bagi relawan yang akan diberangkatkan selanjutnya, mengidentifikasi kebutuhan bantuan kemanusiaan yang paling mendesak, serta memetakan wilayah-wilayah yang berpotensi menjadi lokasi penyaluran bantuan. Selain itu, tim juga akan menentukan jenis bantuan yang diperlukan serta menyusun komposisi tim yang paling sesuai. Langkah ini dilakukan agar bantuan kemanusiaan yang dihimpun dari masyarakat Indonesia dapat disalurkan secara efektif dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat Lebanon. Selengkapnya di link ini ____________________ Donation Account: Bank Syariah Indonesia (BSI), 811.19.29840 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #bantuanlibanon #donasilibanon #emtmercindonesia #Kemanusiaanlibanon #konfliktimurtengah

Menembus Blokade, Menghadirkan Layanan Kesehatan untuk Gaza

Genosida yang berlangsung sejak 2023 serta blokade yang semakin ketat membawa Jalur Gaza ke dalam krisis kemanusiaan yang kian memburuk. Sektor kesehatan menjadi salah satu yang paling terdampak. Fasilitas medis lumpuh, obat-obatan esensial semakin langka, sementara ancaman wabah penyakit terus meningkat. Tenaga kesehatan yang berada di garda terdepan juga tak luput dari serangan. Banyak di antara mereka yang gugur, terluka, maupun ditahan. Kondisi ini menyebabkan tenaga medis yang tersisa harus bekerja dalam keadaan kelelahan di tengah tingginya kebutuhan layanan kesehatan. Merespons situasi ini, MER-C Indonesia terus hadir bersama masyarakat Gaza dengan mengupayakan pelayanan kesehatan yang lebih baik melalui pengiriman langsung tim medis dari berbagai disiplin spesialis. Sejak 18 Maret 2024 hingga hari ini, MER-C telah memberangkatkan 13 tim untuk bertugas di Jalur Gaza. Kehadiran mereka telah membantu memperkuat layanan kesehatan di tengah keterbatasan tenaga medis dan tingginya jumlah pasien yang harus ditangani. Tidak hanya memberikan pelayanan klinis, tim medis MER-C juga berkontribusi dalam peningkatan kapasitas tenaga kesehatan lokal melalui kuliah ilmiah di berbagai rumah sakit Gaza. Selengkapnya di link ini #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina #emtmercindonesia #KemanusiaanGaza

Klinik Giving Without Borders di Gaza Selatan Kembali Gelar Kuliah dan Penyuluhan Kesehatan

Gaza – Keterbatasan tidak menghalangi Klinik Giving Without Borders (GWB) di Gaza Selatan untuk terus berkembang dan meningkatkan layanan kesehatan bagi warga Gaza. Dengan dukungan MER-C Indonesia dan Kementerian Kesehatan Palestina, berbagai upaya dilakukan untuk mewujudkan pelayanan kesehatan yang lebih baik. Upaya tersebut meliputi perbaikan fasilitas, penambahan layanan dan peralatan medis, pelatihan bagi staf, kuliah untuk mahasiswa, hingga edukasi dan penyuluhan kesehatan bagi pasien serta warga. Terbaru, Klinik Giving Without Borders kembali menggelar sesi kuliah bagi mahasiswa kedokteran serta penyuluhan kesehatan untuk warga dan pasien. Di tengah krisis dan keterbatasan layanan kesehatan akibat blokade serta genosida yang terus berlangsung, kegiatan ini menjadi bagian penting dalam mendukung sektor kesehatan di Jalur Gaza. Bagi mahasiswa, sesi kuliah ini digelar untuk menunjang kegiatan akademik sekaligus menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik karena sejak genosida berlangsung pada Oktober 2023, akses terhadap pendidikan menjadi semakin sulit. Kuliah dan penyuluhan kesehatan merupakan salah satu program rutin Klinik Giving Without Borders yang dilaksanakan dengan dukungan MER-C Indonesia. Selain itu, pelatihan bagi staf medis Klinik GWB juga rutin diselenggarakan, mencakup pengembangan klinis dan sesi peningkatan kesadaran guna meningkatkan keterampilan tenaga kesehatan serta menjaga standar pelayanan yang tinggi. selengkapnya di link ini #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina #emtmercindonesia

Pengadaan Obat dari MER-C Bantu Tingkatkan Layanan di Klinik Giving Without Borders Gaza

Gaza – MER-C baru-baru ini melakukan pengadaan sejumlah obat-obatan penting untuk Klinik Giving Without Borders di Gaza selatan yang sebelumnya langka dan sangat mahal di pasaran. Dokter umum Klinik Giving Without Borders, dr. Seham Al-Dali, mengatakan kehadiran obat-obatan ini sangat membantu dalam mengurangi beban pasien serta meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di klinik. “Beberapa obat ini sangat penting selama masa kehamilan dan untuk kondisi ginekologis secara umum, seperti obat hormonal dan Duphaston, yang sebelumnya sulit didapatkan. Jadi, terima kasih kepada MER-C Indonesia,” ujarnya. Sementara itu, Konsultan Oftalmologi dr. Emad Sadeq menjelaskan, sebelumnya banyak pasien mengalami kekurangan obat-obatan, terutama obat mata untuk penyakit kronis seperti glaukoma. “Jika pasien tidak mengkonsumsi obat, mereka bisa kehilangan penglihatan. Kami telah melalui periode panjang tanpa akses terhadap obat tetes mata dan perawatan esensial,” katanya. Ia menambahkan, ketersediaan obat-obatan ini telah berperan besar dalam menyelamatkan penglihatan banyak pasien di Gaza. Akses terhadap layanan kesehatan seharusnya tidak menjadi sebuah hak istimewa. Setiap pasien berhak mendapatkan kesempatan untuk sembuh. Karena itu, MER-C terus berupaya membantu memaksimalkan layanan kesehatan di Jalur Gaza di tengah blokade dan agresi yang masih berlangsung hingga saat ini. Selengkapnya di link ini #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina #emtmercindonesia

Silahkan bertanya?