Food Aid Program Ramadhan

Di saat banyak dari kita dapat menikmati Ramadhan dengan suka cita, saudara-saudara kita di Gaza menghadapi kelaparan yang semakin parah akibat blokade. Serangan yang terus berlangsung telah membuat mereka kehilangan banyak hal, bahkan hingga tak ada lagi yang tersisa. Mereka bertahan dalam kondisi serba kekurangan. Mari ulurkan tangan untuk membantu saudara-saudara kita di Gaza, Palestina. Hadirkan harapan dan kebahagiaan di tengah Ramadhan mereka melalui program bantuan pangan MER-C. Salurkan bantuan terbaik Anda melalui: BCA: 686.033.5555BSI: 700.290.5803Mandiri: 124.000.3753.754 Semua rekening atas nama:Medical Emergency Rescue Committee Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/p/DU0IcD_E1Xe/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=MzRlODBiNWFlZA==
RS Indonesia: Last Standing Building

Di tengah gencatan senjata yang seharusnya berlaku, agresi brutal penjajah Israel masih terus menggempur Gaza Utara. Hingga hari ini, gedung-gedung di kawasan tersebut tetap menjadi sasaran serangan. Terbaru, penjajah menghancurkan gedung pusat pendidikan dan sekolah perempuan, Kuwait Secondary School for Girls, di sebelah RS Indonesia. Kini RS Indonesia menjadi yang terakhir masih berdiri di tengah reruntuhan. – Indonesia Hospital: The Last Standing Building The Indonesia Hospital in North Gaza is now the last standing structure in the area, despite suffering severe damage from repeated attacks. Even during what should be a ceasefire, the brutal aggression of the Israeli occupation continues to pound North Gaza. To this day, buildings throughout the region remain targets of ongoing strikes. Most recently, occupying forces destroyed an educational center and a girls’ school—the Kuwait Secondary School for Girls—located right next to the Indonesia Hospital. Now, the Indonesia Hospital stands alone amidst the surrounding ruins. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DUaxZDwk3hx/?igsh=bnF3c3BjZGR6ZmZs https://www.facebook.com/share/v/1LSQdUuyfh/?mibextid=wwXIfr https://x.com/mercindonesia/status/2019767231518044610?s=46 https://youtu.be/2n4y-dg8Fh4?si=oecs3gAoxTF6j-6b https://vt.tiktok.com/ZSaTrvuoJ/ ——————————————— Donation Account: Bank Central Asia (BCA), 686.0153678Bank Mandiri, 124.000.8111.925Bank Syariah Indonesia (BSI), 700.1352.061Bank Mega Syariah (BMS), 1000.209.400Bank Muamalat Indonesia (BMI), 358.000.1720Bank Rakyat Indonesia (BRI), 033.501.0007.60308 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina #emtmercindonesia
Gaza dari Mata dr. Amanda: Menjahit Luka di Tanah Para Syuhada

Setiap mereka yang bertugas punya kisah tersendiri, yang sayang untuk dilewatkan. Salah satunya datang dari dr. Reina Inka Amanda Sugihen, Sp.B.P.R.E (Dokter Spesialis Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik), Emergency Medical Team (EMT) MER-C ke-11, yang baru saja menuntaskan misinya di Jalur Gaza. Ia membagikan cerita yang menggugah nurani dan membuka mata kita tentang realitas yang sesungguhnya terjadi di Gaza. Saksikan cerita lengkap dr. Amanda melalui kanal MER-C Indonesia. https://youtu.be/_4JS4PN2l3I?si=44NC2JhTc7yDMyz0 https://www.instagram.com/reel/DUBK-DuE35N/?igsh=ZTg5dDViM2RiNnd3 https://www.facebook.com/share/v/17y2yZXtgP/?mibextid=wwXIfr https://x.com/mercindonesia/status/2016164629593129205?s=46 https://vt.tiktok.com/ZSamLVMhm/ ——————————————— Donation Account: Bank Central Asia (BCA), 686.0153678Bank Mandiri, 124.000.8111.925Bank Syariah Indonesia (BSI), 700.1352.061Bank Mega Syariah (BMS), 1000.209.400Bank Muamalat Indonesia (BMI), 358.000.1720Bank Rakyat Indonesia (BRI), 033.501.0007.60308 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina #emtmercindonesia
Sempat Tertahan saat Keluar Gaza, Lima Relawan MER-C Akhirnya Tiba di Tanah Air
Proses kepulangan kelima relawan sempat mengalami kendala akibat situasi keamanan. Tim harusnya dijadwalkan keluar dari Gaza pada Selasa (30/12/2025), namun konvoi World Health Organization (WHO) yang akan membawa mereka keluar terpaksa dibatalkan. Seluruh relawan medis dari berbagai negara yang telah berada di dalam bus diminta turun dan kembali ke posko masing-masing sambil menunggu izin lebih lanjut. Tim MER-C pun kembali ke posko di Deir al-Balah. Keesokan harinya, Rabu (31/12/2025), EMT MER-C menerima informasi izin atau green light untuk keluar dari Gaza. Seluruh EMT WHO yang telah menyelesaikan masa tugas akhirnya dapat meninggalkan Jalur Gaza, termasuk lima relawan MER-C Indonesia. Selama bertugas, para relawan merasakan pengalaman berkesan dan tak terlupakan. Mereka menyaksikan langsung ketabahan serta kehangatan warga Gaza, merasakan serangan yang begitu dekat, dan tetap menjalankan tugas medis di tengah keterbatasan fasilitas. Kepulangan kelima relawan disambut dengan rasa bahagia dan haru oleh keluarga, staf, serta relawan MER-C di Tanah Air. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DTNRqoQk9GV/?igsh=MTM0OHowOGVmYmtqdg== https://www.facebook.com/share/v/1DAUa1FFEV/?mibextid=wwXIfr https://x.com/mercindonesia/status/2008863558734692671?s=46 https://youtu.be/-p99SM0U0R0?si=2Qb_ZET3p3RaIZ6I https://vt.tiktok.com/ZS59jEpM3/ ——————————————— Donation Account: Bank Central Asia (BCA), 686.0153678Bank Mandiri, 124.000.8111.925Bank Syariah Indonesia (BSI), 700.1352.061Bank Mega Syariah (BMS), 1000.209.400Bank Muamalat Indonesia (BMI), 358.000.1720Bank Rakyat Indonesia (BRI), 033.501.0007.60308 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina #emtmercindonesia
Gabung EMT MER-C ke Gaza, dr. Reynaldi Rela Tunda Pendidikan Residen di UGM

Jakarta – Sebagai wujud dukungan nyata dan berkelanjutan bagi rakyat Palestina, MER-C pada Sabtu (3/1) kembali memberangkatkan Emergency Medical Team (EMT) ke Jalur Gaza, wilayah yang hingga kini masih bergejolak dan berada dalam blokade. EMT MER-C ke-12 terdiri dari dua relawan, yaitu dr. Ni Nyoman Indirawati Kusuma, SpPD, KPMK., dan dr. Mohamad Reynaldi. Keduanya dijadwalkan bertugas selama satu bulan di Gaza. Demi menjalankan misi kemanusiaan ini, dr. Reynaldi memilih untuk menunda pendidikan residen Ilmu Penyakit Dalam di Universitas Gadjah Mada (UGM). “Karena saya sudah mendapatkan panggilan hati sebelum masuk kedokteran untuk ke Gaza, maka saya meminta izin kepada pihak kampus, orang tua, dan rumah sakit untuk menunda satu semester. Alhamdulillah, pihak kampus mengizinkan,” ujar dr. Reynaldi. Sementara itu, bagi dr. Ni Nyoman Indirawati Kusuma atau dr. Indira, penugasan ini merupakan pengalaman keduanya di Jalur Gaza. Sebelumnya, ia tergabung dalam EMT MER-C ke-7 pada periode Januari hingga Maret 2025. Setelah setahun berlalu, dr. Indira kembali terpanggil untuk menyumbangkan waktu dan keahliannya dalam membantu warga Gaza. Dr. Indira dan dr. Mohamad Reynaldi dijadwalkan memasuki Jalur Gaza bersama konvoi World Health Organization (WHO) pada 6 Januari 2026. Sementara itu, saat ini masih terdapat satu relawan medis MER-C yang bertugas di dalam Jalur Gaza, yakni perawat Nadia Rosi. Ia merupakan relawan EMT MER-C ke-10 yang telah berada di Gaza sejak 27 November 2025 dan pada bulan ini memasuki bulan ketiga masa penugasan. Selengkapnya di link ini ——————————————— Donation Account: Bank Central Asia (BCA), 686.0153678Bank Mandiri, 124.000.8111.925Bank Syariah Indonesia (BSI), 700.1352.061Bank Mega Syariah (BMS), 1000.209.400Bank Muamalat Indonesia (BMI), 358.000.1720Bank Rakyat Indonesia (BRI), 033.501.0007.60308 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina #emtmercindonesia
MER-C Kembali Gelar Mobile Clinic Bersama Puskesmas Banda Sakti dan UNIMAL

Aceh — Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) pada Minggu (28/12) kembali menggelar layanan mobile clinic bekerja sama dengan Puskesmas Banda Sakti dan Universitas Malikussaleh (UNIMAL). Layanan kesehatan gratis kali ini dilaksanakan di Desa Lampoh Rayeuk, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, Aceh, dan berhasil melayani sebanyak 278 pasien. Seperti di wilayah terdampak banjir lainnya, tim medis menemukan berbagai keluhan kesehatan yang dialami warga, di antaranya dermatitis, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), hipertensi, diare, pemeriksaan ibu hamil, serta perawatan luka. Selain itu, tim juga membagikan masker kepada warga karena lumpur sisa banjir yang telah mengering berubah menjadi debu dan beresiko mengganggu kesehatan pernapasan. Program mobile clinic MER-C yang dilaksanakan bersama berbagai lembaga dan organisasi kemanusiaan lainnya telah menjangkau puluhan desa terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh. Melalui layanan ini, ribuan warga di daerah terdampak dan terisolasi dapat memperoleh akses pelayanan kesehatan secara gratis sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/p/DTH5EILE9sL/?igsh=ZDhkNmo2a2MxemQx https://www.facebook.com/share/v/1AFWv5oLKJ/?mibextid=wwXIfr https://x.com/mercindonesia/status/2008102923360674143?s=46 https://vt.tiktok.com/ZS5Pa3C8D/ http://youtube.com/post/UgkxRGOZX38XP3mfsBNeitaBXM2rrBc6Fzct?si=Hy3FgxbXzMs3rb0N ——————————————— Donation Account: Bank Central Asia (BCA), 686.0099339Bank Syariah Indonesia (BSI), 701.565.8899 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #MariBersamapulihkanSumatra #mercindonesia #relawanmerc #tim_medis_merc #misi_kemanusiaan #bencana_banjir_longsor_Aceh_Sumatra
EMT MER-C Beri Pelatihan Penanganan Penyakit Kulit untuk Tenaga Medis Gaza

Gaza – MER-C Indonesia bersama Giving Without Borders (GWB) Medical Center menggelar pelatihan untuk tenaga medis di Jalur Gaza, terkait penanganan penyakit kulit dan kelamin (Dermatologi). Pelatihan ini diisi oleh Emergency Medical Team (EMT) MER-C ke-10, dr. Nico Ghanda, Sp.D.VE., yang merupakan dokter spesialis kulit dan kelamin. Kegiatan berlangsung selama empat hari: seminar pada 20 dan 23 November 2025 di Khan Younis, serta praktik klinis pada 22 dan 24 November 2025 di Giving Without Borders (GWB) Medical Center. Dr. Nico mengatakan, program ini bertujuan meningkatkan kapasitas dokter, perawat, dan apoteker dalam diagnosis, pengobatan, serta edukasi pasien terkait berbagai kelainan kulit yang umum terjadi di Gaza. “Peserta juga dibekali keterampilan membuat sediaan salap untuk pengobatan,” tambahnya. Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya MER-C untuk menunjang layanan medis di Jalur Gaza yang saat ini masih berada dalam kondisi krisis akibat blokade dan agresi berkepanjangan penjajah Israel. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/p/DRwXbPIk0Zs/?igsh=c3dxYWtrbWhlejlu https://x.com/mercindonesia/status/1995818005369147665?s=46 https://vt.tiktok.com/ZSfG1LB8j/ https://www.facebook.com/share/v/16h84Kezvo/?mibextid=wwXIfr https://youtube.com/shorts/nNiqXzSnCQE?si=O38L9ha7Mxo69xe5 ——————————————— Donation Account: Bank Central Asia (BCA), 686.0153678Bank Mandiri, 124.000.8111.925Bank Syariah Indonesia (BSI), 700.1352.061Bank Mega Syariah (BMS), 1000.209.400Bank Muamalat Indonesia (BMI), 358.000.1720Bank Rakyat Indonesia (BRI), 033.501.0007.60308 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina #emtmercindonesia
Relawan MER-C dr. Nico Gandha Kembali ke Indonesia Usai Satu Bulan Bertugas di Gaza

Jakarta – Relawan Emergency Medical Team (EMT) MER-C ke-10, dr. Nico Gandha, Sp.D.VE, pada Jumat (28/11) tiba di Indonesia setelah satu bulan menjalankan misi kemanusiaan di Jalur Gaza. Dr. Nico bersama dua relawan EMT MER-C ke-10 lainnya telah bertugas sejak 25 Oktober 2025. Ia menceritakan berbagai tantangan yang dihadapi selama bertugas, mulai dari keterbatasan infrastruktur, gedung, akses jalan, hingga air dan kebutuhan dasar. “Kondisi medis di Gaza saat ini masih dalam situasi krisis. Hanya sekitar 12 rumah sakit yang beroperasi dari total 39 fasilitas yang ada sehingga infrastruktur kesehatan sangat terbatas, begitu juga ketersediaan tenaga medis dan obat-obatan,” ujarnya. Meski demikian, ia menegaskan tim tetap berupaya semaksimal mungkin memenuhi segala akses kesehatan yang dibutuhkan masyarakat Gaza. Dr. Nico juga menceritakan kondisi warga yang tinggal di tenda-tenda rusak dan tidak layak di tengah musim dingin. Mereka membutuhkan bantuan seperti jaket, selimut, tenda, dan pakaian yang lebih layak. Selama bertugas, dr. Nico tidak hanya memberikan pelayanan medis, tetapi juga menjalankan beberapa program MER-C lainnya, seperti renovasi fasilitas di rumah sakit tempat tim bertugas, penyaluran bantuan musim dingin, serta pelatihan terkait kesehatan kulit dan kelamin. “Hal yang terpenting saat ini adalah dukungan dan doa dari masyarakat Indonesia dan masyarakat dunia, untuk tetap peduli dengan masyarakat Gaza dan semua tempat yang membutuhkan kita,” tuturnya. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DRuTPmAE1M2/?igsh=NXdrMWN6bnF0MmR2 https://www.facebook.com/share/v/174KqHbVia/?mibextid=wwXIfr https://x.com/mercindonesia/status/1995495043898163344?s=46 https://vt.tiktok.com/ZSfgmHVqe/ https://youtu.be/pLtCI0UcsXE?si=kxLQmuH_gyDfM6qD ——————————————— Donation Account: Bank Central Asia (BCA), 686.0153678Bank Mandiri, 124.000.8111.925Bank Syariah Indonesia (BSI), 700.1352.061Bank Mega Syariah (BMS), 1000.209.400Bank Muamalat Indonesia (BMI), 358.000.1720Bank Rakyat Indonesia (BRI), 033.501.0007.60308 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina #emtmercindonesia
Serah Terima Bantuan Mobile Clinic dari BSI Maslahat

Jakarta – BSI Maslahat pada Kamis (27/11) menyerahkan satu unit kendaraan Mobile Clinic kepada MER-C. Kendaraan ini akan dikirim ke MER-C Cabang Medan, Sumatera Utara, untuk mendukung berbagai kegiatan kemanusiaan dan penanganan bencana di wilayah tersebut. Prosesi serah terima berlangsung di Markas MER-C di Jakarta, dengan MER-C diwakili oleh Pengawas Keuangan Nenny Sustiana dan Manajer Operasional Rima Manzanaris. Sementara itu, BSI Maslahat diwakili Kepala Cabang BSI Jatinegara, Miftahul Huda. Acara dilanjutkan dengan uji fungsi serta peninjauan fasilitas yang tersedia di dalam unit Mobile Clinic tersebut. “Alhamdulillah, semoga pemberian mobile clinic ini bermanfaat bagi umat dan masyarakat, khususnya yang bisa terbantu dengan ambulance ini. Terima kasih kepada MER-C yang selama ini menjadi nasabah loyalitas kami. Semoga bisa bersinergi kembali di tahun-tahun berikunya,” ujar Miftahul Huda. Selengkapnya ada di link ini https://www.instagram.com/p/DRmTdPGEwvc/?igsh=ZmxmNnB2dHVuZmUx https://www.facebook.com/share/v/17XawXx9aR/?mibextid=wwXIfr https://x.com/mercindonesia/status/1994368632621789230?s=46 https://youtube.com/shorts/FkTP8JmL-FI?si=nLTgq6pQLx-eiF2Q
MER-C Jajaki Kerja Sama Kemanusiaan dengan Fakultas Kedokteran dan Teknik Unimal

Aceh – Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) melakukan audiensi dengan Fakultas Kedokteran dan Fakultas Teknik Universitas Malikussaleh (Unimal) untuk menjajaki kerja sama kemanusiaan. Kehadiran Presidium MER-C, dr. Tonggo Meaty Fransisca, bersama Koordinator MER-C Aceh, Ira Hadiati, serta Kepala Divisi Humas MER-C, Diana Caroline, disambut langsung oleh Dekan Fakultas Kedokteran, dr. Muhammad Sayuti, Sp.B., Subsp.BD(K), pada Senin (24/11). Sementara itu, dalam kunjungan ke Fakultas Teknik pada Selasa (25/11), tim MER-C diterima oleh Dekan Dr. Muhammad Daud, S.T., M.T., Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Ahmad Nayan, S.T., M.T., serta Kabag Umum FT, Sanusi, S.H., M.H. Dalam pertemuan tersebut, MER-C dan Unimal menjajaki kerja sama kemanusiaan melalui program pengabdian masyarakat tenaga kesehatan. Kolaborasi ini untuk mendukung klinik kesehatan MER-C di Lhokseumawe, Aceh Utara, yang nantinya akan melayani pengungsi Rohingya. Unimal menyambut positif inisiatif tersebut dan siap bekerja sama dalam penyediaan tenaga ahli maupun SDM pendukung lainnya. “Bisa diarahkan untuk program pengabdian dosen secara umum ke sana (klinik MER-C), termasuk pengobatan massal dan program rutin lain sesuai bidang kebencanaan yang dimiliki FK Unimal,” ujar dr. Sayuti. Dekan Fakultas Teknik, Dr. Muhammad Daud, menambahkan bahwa Unimal memiliki ratusan dosen yang dapat diberdayakan untuk mendukung program-program kemanusiaan MER-C. Pada kesempatan itu, dr. Meaty menjelaskan bahwa pendirian klinik ini merupakan keberlanjutan komitmen MER-C dalam mendukung pengungsi Rohingya, yang telah dimulai sejak 2012. Ia juga mengatakan MER-C sebelumnya telah membangun rumah sakit di Mrauk U, Myanmar. Ia juga memaparkan program-program MER-C lainnya, termasuk pembangunan kembali RS Indonesia di Gaza, penempatan tenaga kesehatan di sejumlah klinik di Gaza, di antaranya klinik Giving Without Borders di Gaza Selatan, serta proses pembangunan klinik Rohingya di Desa Mon Tujuh, Kecamatan Blang Mangat, Lhokseumawe, yang saat ini tengah berlangsung. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/p/DRiwXZCk9FR/?igsh=MWRoaWxpZ2ZvZG8xbQ== https://www.facebook.com/share/v/1Em4XxsNoj/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZSfmSLQfF/ https://x.com/mercindonesia/status/1993869682303279211?s=46 https://youtube.com/shorts/3jEtvM07gJM?si=ziPjtTF3Jt-cjYH2