Didukung MER-C, Klinik Giving Without Borders Gaza Terus Perkuat Layanan Laboratorium

Gaza – Klinik Giving Without Borders di Jalur Gaza yang didukung MER-C dan Kementerian Kesehatan Palestina terus meningkatkan pelayanan dan fasilitas, salah satunya melalui pengembangan layanan laboratorium. Layanan laboratorium di Klinik Giving Without Borders mulai dibuka pada Desember 2025 di tengah keterbatasan akibat blokade dan agresi penjajah Israel yang terus berlangsung. Pada tahap awal, seluruh pekerjaan laboratorium dilakukan secara manual dan berbasis rapid test. Petugas laboratorium melakukan pemeriksaan seperti urinalisis dan hemoglobin secara manual karena belum tersedianya peralatan yang lengkap. Namun, dengan dukungan berkelanjutan dari MER-C dan Kementerian Kesehatan Palestina, layanan laboratorium terus berkembang secara bertahap. Kepala Laboratorium, Jihan Al-Atamneh, mengatakan laboratorium tersebut saat ini memiliki empat bagian utama, yaitu Unit Pengambilan Sampel, Unit Hematologi, Unit Kimia, dan Unit Parasitologi. Jihan menambahkan, kebutuhan paling mendesak saat ini adalah alat pemeriksaan Complete Blood Count (CBC). Banyaknya permintaan pemeriksaan CBC menyebabkan beban kerja laboratorium meningkat dan pelayanan kepada pasien menjadi lebih lambat. Ia juga mengatakan laboratorium masih membutuhkan perluasan ruangan dan penambahan jumlah staf untuk meningkatkan kapasitas dan memperluas layanan bagi pasien. Selengkapnya di link ini #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina #emtmercindonesia
Perkuat Kapasitas Emergency Medical Team di Level Internasional, MER-C Indonesia Ikuti EMT-FTX di Malaysia

Selangor – Tim MER-C Indonesia berkesempatan mengikuti Emergency Medical Team – Field Training Exercise (EMT-FTX) yang diselenggarakan oleh Mercy Malaysia pada 7–10 Mei 2026 di Kuala Kubu Bharu. Tim MER-C Indonesia dalam kegiatan ini terdiri dari 1 team leader, 1 liaison officer, 1 dokter bedah ortopedi, dan 2 perawat yang terlibat aktif dalam seluruh rangkaian pelatihan dan simulasi lapangan. Dalam kegiatan ini, peserta terlibat langsung dalam pembangunan dan operasional Rumah Sakit Lapangan EMT Type 1 Fixed, mulai dari medical tent, logistik, pengelolaan limbah, kelistrikan, keamanan, hingga CFS (Child-friendly Space). Selain sesi kelas, peserta juga mengikuti simulasi respons bencana dengan skenario utama kebakaran dan berbagai dinamika lapangan yang menguji koordinasi, komunikasi, serta pengambilan keputusan secara cepat dan tepat. Kegiatan ini menjadi pengalaman berharga untuk memahami implementasi sistem kerja EMT internasional, command structure, serta workflow operasional dalam situasi darurat dan bencana yang kompleks. Tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis dan teamwork, pelatihan ini juga menjadi sarana benchmarking dan penguatan kapasitas bagi MER-C Indonesia dalam persiapan menuju proses sertifikasi EMT. Dari latihan ini, kami belajar bahwa keberhasilan operasi kemanusiaan bukan hanya tentang pelayanan medis, tetapi juga tentang koordinasi lintas fungsi, keamanan, manajemen stakeholder, dan kemampuan beradaptasi di tengah situasi yang terus berubah. Selengkapnya di link ini #EMT #EmergencyMedicalTeam #DisasterResponse #MERCIndonesia #MercyMalaysia #FieldTrainingExercise #HumanitarianMission #EmergencyPreparedness #MedicalTeam #DisasterManagement
MER-C Kecam Pencegatan dan Penculikan Aktivis Kemanusiaan Global Sumud Flotilla oleh Israel

Jakarta – MER-C Indonesia mengecam tindakan pasukan Angkatan Laut Israel mencegat armada misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 pada Senin (18/5) di perairan internasional sekitar Siprus, Mediterania Timur. Dalam insiden tersebut, ratusan aktivis kemanusiaan, termasuk sembilan warga negara Indonesia di antaranya dua jurnalis Republika, satu jurnalis Tempo dan satu jurnalis iNews, ditahan saat menjalankan misi menuju Jalur Gaza untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan dan menembus blokade. Sedikitnya sepuluh kapal yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla dilaporkan dicegat oleh pasukan Israel, di antaranya bernama Zapyro, Barbaros, Josef, Blue Toys, Ozgurluk, Bora Lize, dan Kasr-1. MER-C menilai pencegatan terhadap kapal bantuan sipil yang tidak bersenjata di perairan internasional merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional. Tindakan ini juga semakin memperburuk situasi kemanusiaan di Jalur Gaza yang hingga kini masih berada di bawah blokade. MER-C mendesak komunitas internasional untuk mengambil langkah nyata guna menjamin keselamatan para aktivis kemanusiaan serta memastikan pembebasan seluruh awak dan kapal yang ditahan. Di tengah blokade dan pelanggaran gencatan senjata yang masih terus terjadi, warga Gaza menghadapi kondisi kemanusiaan yang semakin memprihatinkan. Untuk itu, MER-C menyerukan agar akses bantuan kemanusiaan dapat dibuka seluas-luasnya sesuai prinsip hukum humaniter internasional. Blokade terhadap Jalur Gaza telah berlangsung sejak 2007 dan semakin diperketat sejak genosida pada Oktober 2023. Kondisi ini menyebabkan lumpuhnya berbagai sektor kehidupan, termasuk layanan kesehatan, serta membatasi akses masyarakat terhadap kebutuhan dasar. Terbatasnya akses masuk pasokan medis dan bahan bakar akibat blokade juga memaksa tim medis MER-C, yang saat ini bertugas di Jalur Gaza terus berupaya memberikan pelayanan kesehatan terbaik meski di tengah berbagai keterbatasan. Selengkapnya di link ini
MER-C Indonesia Hadiri Peringatan 78 Tahun Nakba di Kedutaan Besar Palestina

Jakarta – MER-C Indonesia menghadiri undangan peringatan 78 tahun Nakba di Kedutaan Besar Palestina di Jakarta, Senin (18/5). Acara tersebut diisi dengan sejumlah pertunjukan, pemutaran film dokumenter tentang Nakba, serta sambutan dari Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Abdalfatah A.K. Alsattari. Kehadiran MER-C diwakili oleh drg. Elizabeth Lilyana Sarri, relawan Emergency Medical Team (EMT) yang pernah bertugas di Jalur Gaza selama 14 pekan pada tahun 2024. Menyaksikan langsung situasi di Jalur Gaza, drg. Sarri mengatakan bahwa Nakba hingga hari ini masih terus berlangsung karena penghancuran masif yang dilakukan penjajah Israel terus terjadi. Bertepatan dengan peringatan Nakba, ia berharap semakin banyak pihak dapat berkontribusi untuk memperbaiki kondisi Gaza yang telah hancur dan rusak, serta rakyat Palestina dapat segera memperoleh kemerdekaannya. Selengkapnya di link ini #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina #emtmercindonesia #KemanusiaanGaza
78 Tahun Nakba Suara Kemanusiaan Tak Boleh Padam

Tragedi Nakba yang terjadi 78 tahun silam masih begitu membekas. Sebab hingga hari ini, Nakba nyatanya tidak pernah benar-benar berakhir. Pengusiran, pembantaian, dan pembunuhan terhadap rakyat Palestina masih terus berlangsung. Hari ini, dunia kembali menyaksikan tragedi serupa. Jika dahulu Nakba memaksa ratusan ribu warga Palestina mengungsi dan membuat belasan ribu lainnya menjadi martir, kini jumlah korbannya bahkan bertambah banyak di tengah rentetan serangan tanpa ampun. 78 tahun Nakba menjadi pengingat bagi dunia bahwa suara kemanusiaan tidak boleh padam, pembelaan kita tidak boleh berhenti, karena rakyat Palestina masih terus berjuang untuk merdeka dan kembali ke tanah air yang dirampas. Selengkapnya di link ini
Kehadiran EMT MER-C Perkuat Layanan Rehabilitasi Medik dan Fisioterapi di RS Al-Wafa Gaza

Gaza – Menjadi dokter spesialis rehabilitasi medik pertama yang dikirimkan MER-C ke Jalur Gaza, dr. Juli Hartati, Sp.KFR., kini mulai bertugas membantu layanan rehabilitasi medik dan fisioterapi di Rumah Sakit Al-Wafa. Ia telah bertugas di RS Al-Wafa sejak 3 Mei 2026, memberikan layanan rehabilitasi medik dan fisioterapi untuk membantu menangani lonjakan kasus cedera tulang belakang dan patah tulang kronis akibat genosida yang dilakukan penjajah Israel di Gaza. RS Al-Wafa merupakan rumah sakit spesialis rehabilitasi medik tertua dan terpenting di Gaza. Dr. Juli sendiri melayani berbagai pasien di departemen rawat inap maupun rawat jalan yang menerima sekitar 200 kasus setiap harinya. Layanan rehabilitasinya mencakup kasus neurologis, seperti cedera tulang belakang, stroke, cedera otak, kelumpuhan, dan gangguan lainnya. Selain itu, rumah sakit ini juga menangani kasus muskuloskeletal, termasuk patah tulang, kondisi pascatrauma, gangguan otot dan saraf, hingga komplikasi akibat imobilisasi. RS Al-Wafa menyediakan layanan fisioterapi, terapi okupasi, serta dukungan psikologis. Namun saat ini, operasional rumah sakit berjalan di tengah berbagai keterbatasan, mulai dari pasokan listrik hingga minimnya peralatan medis, sehingga sangat bergantung pada bantuan kemanusiaan. Dr. Juli tergabung dalam Emergency Medical Team (EMT) MER-C ke-13 dan tiba di Gaza pada 23 April 2026. Selain memberikan layanan rehabilitasi medik dan fisioterapi, ia juga akan melakukan asesmen awal untuk mengidentifikasi kebutuhan layanan rehabilitasi medik di Jalur Gaza. Selengkapnya di link ini #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina #emtmercindonesia
Mengintip Kesibukan Relawan MER-C Indonesia di Klinik Giving Without Borders

Pada kesempatan itu, ia juga menunjukkan kegiatan penyuluhan terkait personal hygiene yang sangat dibutuhkan warga Gaza di tengah krisis air dan sabun akibat blokade dan agresi yang masih terus berlangsung. Selain memberikan layanan medis, Klinik GWB bersama MER-C juga aktif menyelenggarakan edukasi dan pelatihan bagi warga serta staf klinik. Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan di tengah krisis kemanusiaan yang semakin memburuk. Nadia Rosi telah bertugas di Jalur Gaza untuk ketiga kalinya. Dalam penugasan ketiganya bersama Emergency Medical Team (EMT) MER-C ke-10 sejak Oktober 2025, ia memutuskan untuk memperpanjang masa tugasnya. Hingga kini, Nadia telah menjalankan misi kemanusiaan di Gaza selama hampir enam bulan. Ia mengaku bersyukur kembali mendapat kepercayaan dari MER-C dan merasa senang dapat kembali bertemu serta membantu masyarakat Gaza. Selengkapnya di link ini ——————————————— Donation Account: Bank Central Asia (BCA), 686.0153678Bank Mandiri, 124.000.8111.925Bank Syariah Indonesia (BSI), 700.1352.061Bank Mega Syariah (BMS), 1000.209.400Bank Muamalat Indonesia (BMI), 358.000.1720Bank Rakyat Indonesia (BRI), 033.501.0007.60308 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina #emtmercindonesia
MER-C Kirim EMT ke-13 untuk Perkuat Layanan Medis di Jalur Gaza

Jakarta — MER-C Indonesia kembali mengirimkan Emergency Medical Team (EMT) ke Jalur Gaza, Palestina, pada Senin (20/4/2026). EMT MER-C ke-13 ini terdiri dari relawan logistik, Nanang Khoirino, serta dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi, dr. Juli Hartati, Sp.KFR. Nanang akan bertugas di Mesir untuk mendukung pengadaan dan distribusi bantuan kemanusiaan berupa alat kesehatan serta perlengkapan medis lainnya untuk menunjang operasional Klinik Giving Without Borders di Khan Younis, Gaza Selatan. “Pengadaan alat kesehatan ini sangat penting untuk menunjang layanan kesehatan terutama di Khan Younis, karena saat ini fasilitas kesehatan MER-C Indonesia yang ada di Khan Younis permintaannya sangat luar biasa. Kita perharinya bisa melayani lebih dari 1000 pasien. Maka dari itu diperlukan dukungan tambahan untuk memperkuat layanan fasilitas kesehatan tersebut,” ujar Nanang. Sementara itu, dr. Juli rencananya akan bertugas di fasilitas kesehatan Gaza yang memiliki layanan rehabilitasi medik untuk menangani pasien nyeri, pasien pasca amputasi dan penyandang disabilitas, atau anak-anak berkebutuhan khusus. Dr. Juli merupakan dokter rehabilitasi medis pertama yang dikirim MER-C ke Jalur Gaza. Selama bertugas, ia juga akan melakukan asesmen awal untuk mengidentifikasi kebutuhan layanan rehabilitasi medik di wilayah tersebut. “Karena ini merupakan pengiriman pertama dokter rehabilitasi, tahap awal saya akan melakukan asesmen terkait kebutuhan layanan rehabilitasi medik di Gaza,” kata dr. Juli. Proses pengiriman bantuan di tengah blokade yang diberlakukan Israel tentu tidak mudah dan menjadi tantangan besar. Karena itu, kami memohon dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia agar misi kemanusiaan ini dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat terbaik bagi saudara-saudara kita di Gaza. Selengkapnya di link ini ——————————————— Donation Account: Bank Central Asia (BCA), 686.0153678 Bank Mandiri, 124.000.8111.925 Bank Syariah Indonesia (BSI), 700.1352.061 Bank Mega Syariah (BMS), 1000.209.400 Bank Muamalat Indonesia (BMI), 358.000.1720 Bank Rakyat Indonesia (BRI), 033.501.0007.60308 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina #emtmercindonesia
Pengungsi Rohingya di Aceh akan Direlokasi ke Shelter Baru, MER-C Hadiri Rapat Persiapan

Aceh – Koordinator MER-C Aceh, Ira Hadiati, pada Senin (13/4) menghadiri rapat terkait kebijakan relokasi penampungan pengungsi Rohingya yang digelar oleh Pemerintah Kota Lhokseumawe. Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Asisten I Setdako Lhokseumawe, Mirdha Ihsan. Rapat ini membahas rencana relokasi pengungsi etnis Rohingya yang saat ini menempati bekas kantor Imigrasi. Para pengungsi direncanakan akan dipindahkan ke shelter baru pada pertengahan Mei 2026. Shelter baru yang berlokasi di Desa Masjid Punteuet, Kecamatan Blang Mangat, kini telah dilengkapi sejumlah fasilitas penunjang. Salah satunya adalah klinik kesehatan MER-C. Ira mengatakan, Klinik MER-C telah selesai dibangun dan saat ini sedang dalam proses pengadaan peralatan kesehatan standar klinik pratama. Klinik tersebut akan menjadi bagian penting dalam upaya penyediaan layanan kesehatan bagi para pengungsi. Selain klinik, shelter yang dibangun di atas lahan seluas dua hektare ini juga dilengkapi dengan asrama tempat tinggal, sarana pendidikan, tempat ibadah, akses air bersih, serta berbagai fasilitas penunjang lainnya. Pembangunan fasilitas ini dilakukan dengan melibatkan sejumlah organisasi kemanusiaan. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/p/DXIramJk6rE/?igsh=MW5seWI1N3hvMXpicQ== https://www.facebook.com/share/v/1AwG98JiBZ/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZSHGB31k7 ——————————————— Donation Account: Bank Syariah Indonesia (BSI), 700.130.6833Bank Central Asia (BCA), 686.028.0009Bank Mandiri, 124.000.8111.982 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #BantuanUntukRohingya #mercindonesia #MERCAceh #RohingyaAceh #BerbagiKebaikan #MERCForHumanity #rohingya #rohingyarefugees
Klinik Giving Without Borders Gelar Kuliah Ilmiah untuk Dokter Magang

Gaza – Klinik Giving Without Borders di Khan Younis, Gaza Selatan, pada 25 Maret 2026 menggelar kuliah ilmiah untuk dokter magang, dengan topik penyakit kronis dan penanganannya di layanan kesehatan primer. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Klinik Giving Without Borders terhadap pendidikan kedokteran berkelanjutan dan peningkatan kapasitas bagi dokter muda di Gaza. Kuliah disampaikan oleh dr. Hani Breik, Spesialis Kedokteran Keluarga, yang berbagi wawasan klinis dan pendekatan praktis untuk mendiagnosis dan menangani kondisi kronis umum. Sesi ini bertujuan untuk memperkuat pengetahuan klinis dokter magang serta meningkatkan kemampuan mereka memberikan perawatan yang komprehensif dan efektif bagi pasien dengan penyakit kronis. Pemberian kuliah dan pelatihan bagi tenaga kesehatan merupakan bagian dari dukungan MER-C di tengah krisis layanan medis di Jalur Gaza. Selain itu, MER-C juga telah mengirimkan tenaga medis langsung dari Indonesia serta melakukan perbaikan sejumlah klinik dan rumah sakit. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DXGymiIEy3Y/?igsh=MW55MGU0Z2k0OWxtaA== https://www.facebook.com/share/v/18dNDSQJeq/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZSHpneUTb ——————————————— Donation Account: Bank Central Asia (BCA), 686.0153678Bank Mandiri, 124.000.8111.925Bank Syariah Indonesia (BSI), 700.1352.061Bank Mega Syariah (BMS), 1000.209.400Bank Muamalat Indonesia (BMI), 358.000.1720Bank Rakyat Indonesia (BRI), 033.501.0007.60308 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina #emtmercindonesia