MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

Perkuat Layanan Kesehatan Gaza, MER-C Salurkan Bantuan Obat-obatan Esensial

Gaza – MER-C Indonesia Medical Center menerima beberapa gelombang pasokan obat-obatan esensial dari MER-C Indonesia untuk memperkuat ketersediaan obat dan mendukung keberlangsungan layanan kesehatan di Gaza. Pengiriman dilakukan secara bertahap, dengan gelombang pertama tiba pada 3 Juni, disusul gelombang kedua pada 8 Juni, dan gelombang ketiga pada 24 Juni. Distribusi bertahap ini merupakan upaya untuk memastikan ketersediaan obat-obatan esensial secara berkelanjutan di tengah krisis kemanusiaan yang masih berlangsung. Obat-obatan tersebut akan menunjang berbagai layanan spesialis dan didistribusikan melalui apotek pusat sesuai dengan kebutuhan klinis para pasien. Di tengah keterbatasan akibat blokade penjajah Israel, pasokan obat-obatan esensial menjadi kebutuhan yang sangat mendesak. MER-C Indonesia akan terus berupaya menghadirkan bantuan kesehatan guna menjaga akses masyarakat terhadap layanan medis, khususnya bagi komunitas pengungsi dan pasien lainnya di Al-Mawasi, Khan Younis. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DaulkldztGV/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=MzRlODBiNWFlZA== #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina #emtmercindonesia

Generator Listrik MER-C Indonesia Medical Center di Gaza Butuh Perawatan Mendesak

Gaza – Generator listrik berkapasitas 88 kVA di MER-C Indonesia Medical Center, Al-Mawasi, Khan Younis, Gaza selatan, menjadi tulang punggung utama seluruh kegiatan klinis dan operasional di tengah lumpuhnya jaringan listrik di Jalur Gaza. Generator ini menjadi satu-satunya sumber energi yang digunakan untuk mengoperasikan berbagai peralatan medis penting, unit gawat darurat, serta menjaga rantai dingin penyimpanan obat-obatan. Setiap hari, tim teknisi berupaya memastikan generator tetap beroperasi tanpa gangguan agar layanan kesehatan bagi ribuan pasien dan pengungsi di Gaza dapat terus berjalan. Namun, di tengah keterbatasan yang ada, menjaga pasokan listrik secara berkelanjutan menjadi tantangan besar, terutama terkait pengadaan bahan bakar dan pemeliharaan teknis. Saat ini, satu-satunya generator yang menopang operasional MER-C Indonesia Medical Center ini memerlukan perawatan mendesak akibat gangguan teknis yang terus berulang. Meskipun perawatan darurat telah dilakukan sekitar satu bulan lalu oleh MER-C Indonesia, generator kini mengalami kebocoran oli akibat panas berlebih. Radiatornya memerlukan pendinginan dengan memberi air secara terus-menerus. Generator juga mengalami kebocoran pada pompa bahan bakar utamanya. Penanganan lebih lanjut harus segera dilakukan agar generator tetap dapat beroperasi dan mencegah gangguan operasional. MER-C Indonesia akan terus berkomitmen mengupayakan pemenuhan kebutuhan penting di MER-C Indonesia Medical Center agar pelayanan kesehatan bagi warga Gaza tetap dapat berlangsung meski di tengah situasi yang sangat sulit. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DamMBjnT10b/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=MzRlODBiNWFlZA== #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina #emtmercindonesia

Tim Assessment MER-C Kembali ke Tanah Air Usai Rampungkan Misi Kemanusiaan di Lebanon

Jakarta – Relawan medis MER-C Indonesia pada 13 Juni 2026 kembali ke tanah air setelah menyelesaikan tugas assessment kebutuhan bantuan kemanusiaan di Lebanon. Kepulangan tim disambut oleh keluarga, relawan, dan staf MER-C di Bandara Soekarno-Hatta. Tim assessment yang terdiri dari dr. Tonggo Meaty Fransisca, dr. Arief Rachman, Sp.Rad., dan Wirsal Adiansyah Harahap, S.Kep., Ners., berhasil melakukan penilaian awal terhadap kebutuhan medis yang paling mendesak serta memetakan wilayah-wilayah potensial untuk penyaluran bantuan kemanusiaan untuk tahap selanjutnya. Selama bertugas, tim banyak melakukan koordinasi dengan Emergency Medical Team (EMT) Lebanon serta sejumlah rumah sakit di wilayah Beirut dan kawasan perbatasan Lebanon selatan. Tim juga berkesempatan masuk ke Lebanon selatan untuk melihat bukti-bukti kehancuran, bahkan merasakan langsung bagaimana suasana perang di daerah tersebut. Seluruh hasil assessment dan temuan lapangan akan dibahas di Markas Pusat MER-C di Jakarta sebagai bahan tindak lanjut, yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat terdampak serangan penjajah Israel di Lebanon. MER-C Indonesia mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah memberikan doa, dukungan, dan kepercayaan selama pelaksanaan misi kemanusiaan ini. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DafHfukzRrS/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=MzRlODBiNWFlZA== Donation Account: Bank Syariah Indonesia (BSI), 811.19.29840 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #bantuanlibanon #donasilibanon #emtmercindonesia #Kemanusiaanlibanon #konfliktimurtengah

Tim MER-C Saksikan Langsung Eksodus Warga Lebanon Selatan di Tengah Meningkatnya Serangan

Beirut – Tim MER-C Indonesia untuk misi kemanusiaan Lebanon menyaksikan secara langsung eksodus warga dari wilayah Lebanon selatan setelah penjajah Israel mengeluarkan perintah evakuasi. Pada 9 Juni 2026, tim MER-C akan menuju Kota Saida di Lebanon selatan untuk menyalurkan bantuan roti kepada para pengungsi yang terdampak serangan penjajah Israel. Di tengah perjalanan, tim berada di tengah kemacetan panjang akibat padatnya kendaraan warga yang meninggalkan wilayah Lebanon selatan. Ketua Tim, dr. Tonggo Meaty Fransisca, mengatakan bahwa warga Lebanon selatan berbondong-bondong pergi menggunakan kendaraan pribadi. Bahkan, sebagian warga terpaksa berhenti dan tinggal sementara di pinggir jalan. Ia menjelaskan bahwa warga berupaya menyelamatkan diri menuju Beirut akibat meningkatnya intensitas serangan di wilayah Lebanon selatan. “Hari ini penduduk Lebanon selatan berbondong-bondong pindah karena ada perintah dari penjajah Israel untuk segera keluar dari wilayah Lebanon selatan,” ujarnya. Konflik Israel–Lebanon kembali memanas sejak 2 Maret setelah meningkatnya serangan antara Israel dan Hezbollah yang memicu eskalasi militer lebih luas di wilayah Lebanon selatan hingga Beirut. Konflik ini membawa dampak kemanusiaan yang besar bagi warga Lebanon. Lebih dari satu juta orang terpaksa mengungsi, sementara banyak rumah, sekolah, rumah sakit, dan infrastruktur sipil mengalami kerusakan. Warga juga menghadapi keterbatasan layanan kesehatan, tempat tinggal, dan kebutuhan hidup akibat situasi keamanan yang terus memburuk. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DaUn4iQTw83/?igsh=MXRlMHAwMGZxbGd6OQ== https://vt.tiktok.com/ZSCXR1yvM Donation Account: Bank Syariah Indonesia (BSI), 811.19.29840 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #bantuanlibanon #donasilibanon #emtmercindonesia #Kemanusiaanlibanon #konfliktimurtengah

MER-C Indonesia Terus Berupaya Atasi Krisis Malnutrisi Anak di Gaza

Gaza – Di tengah krisis kemanusiaan yang kian memburuk, MER-C Indonesia terus berupaya menyediakan layanan terbaik untuk memerangi krisis senyap malnutrisi yang banyak dialami anak-anak di Gaza. Blokade berkepanjangan telah menyebabkan pasokan makanan, air bersih, dan obat-obatan sangat sulit masuk. Kondisi ini mengakibatkan tingkat malnutrisi di Gaza mencapai tahap yang sangat mengkhawatirkan, terutama bagi anak-anak. Salah satu ahli gizi di MER-C Indonesia Medical Center, Jomana Abu Arab, mengatakan bahwa saat ini terlalu banyak keluarga yang berjuang untuk mendapatkan kebutuhan gizi paling dasar bagi anak-anak mereka. Klinik Gizi MER-C Indonesia Medical Center di Khan Younis, Gaza Selatan, terus berpacu melawan waktu dengan memberikan perawatan komprehensif untuk menyelamatkan nyawa anak-anak serta mengembalikan harapan bagi keluarga mereka. Setiap gram berat badan yang bertambah dan setiap langkah menuju pemulihan menjadi tanda harapan yang terus diperjuangkan. Setiap anak yang datang akan mendapatkan pemeriksaan klinis menyeluruh untuk mengidentifikasi kondisi kesehatan dasarnya. Indikator pertumbuhan juga dipantau dan diukur secara teliti, kemudian dilanjutkan dengan kunjungan berkala dan pemberian suplemen. Melalui berbagai upaya ini, banyak anak telah menunjukkan perkembangan yang signifikan dengan keberhasilan pemulihan dari malnutrisi tingkat sedang maupun berat. Layanan Klinik Gizi MER-C Indonesia Medical Center akan terus berdiri bersama keluarga di Gaza dan menyediakan perawatan gizi terbaik bagi mereka yang membutuhkan. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DaPM5VETIXH/?igsh=cDFudnlwd2t1emZv https://vt.tiktok.com/ZSCmYmFcE #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina #emtmercindonesia #Gaza

MER-C Indonesia Gelar Pelatihan untuk Perkuat Layanan Kesehatan Ibu dan Bayi di Gaza

Gaza – Sebagai bentuk kepedulian terhadap ibu dan bayi di Jalur Gaza, MER-C Indonesia menggelar pelatihan “Kesehatan Ibu dan Bayi Terpadu” bagi tenaga medis di Al-Mawasi, Khan Younis. Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari, pada 17–19 Mei, diikuti oleh 30 tenaga kesehatan. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas tenaga medis dalam memberikan pelayanan kesehatan ibu dan bayi di tengah kondisi krisis kemanusiaan yang masih berlangsung di Gaza. Materi pelatihan disampaikan oleh para spesialis dari MER-C Indonesia Medical Center bersama sejumlah ahli dari lembaga kesehatan lainnya, dengan fokus pada penguatan layanan kesehatan ibu dan bayi. Tidak hanya ditujukan bagi tenaga kesehatan, pada hari ketiga pelatihan dilanjutkan di MER-C Indonesia Medical Center melalui sesi edukasi dan penyadaran kepada pasien yang berkunjung ke Klinik Kebidanan dan Ginekologi. Kegiatan ini menjadi upaya untuk menerjemahkan pengetahuan yang diperoleh menjadi dampak langsung bagi masyarakat. Ahli gizi Jomana Abu Arab, yang hadir sebagai pemateri, mengatakan bahwa meski pelatihan berlangsung dengan suasana santai, materi yang diberikan mengandung informasi dan pengetahuan yang sangat penting serta bermanfaat untuk meningkatkan pelayanan kesehatan ibu dan bayi. Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada MER-C Indonesia atas terselenggaranya sesi pelatihan ini. Ibu dan bayi di Gaza menjadi kelompok yang paling rentan di tengah krisis kemanusiaan yang semakin memburuk. Banyak fasilitas kesehatan di wilayah tersebut mengalami kerusakan parah dan harus tetap beroperasi di tengah berbagai keterbatasan. Selama genosida dan blokade yang berlangsung, banyak ibu hamil mengalami malnutrisi yang menyebabkan meningkatnya angka kelahiran prematur serta bayi dengan berat badan lahir rendah. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DaMloSgTXh0/?igsh=ejMzeHp6dW43MjM= https://vt.tiktok.com/ZSCPMHRGD #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina #emtmercindonesia

MER-C Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Serangan Israel di Lebanon Selatan

Saida – MER-C Indonesia pada Selasa (9/6/2026) menyalurkan bantuan 600 bungkus roti dan 100 food box di salah satu kamp pengungsi di Saida, Lebanon, yang berada di gedung yang sebelumnya dikenal sebagai Justice Building. Bantuan ini disalurkan setelah Tim MER-C melakukan asesmen dan menilai perlunya kebutuhan mendesak bantuan kemanusiaan bagi para pengungsi di kamp tersebut. Kota Saida menjadi salah satu wilayah dengan konsentrasi pengungsi korban serangan penjajah Israel, mengingat letaknya yang berbatasan dengan wilayah Lebanon Selatan. Kamp pengungsian ini telah beroperasi selama sekitar tiga bulan dan saat ini menampung sekitar 93 kepala keluarga, terdiri dari anak-anak hingga lansia. Selain di Saida, Tim MER-C juga menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa food box dan paket hygiene kit bagi pengungsi Palestina di Kamp Shatila. Tim juga melaksanakan layanan mobile clinic untuk membantu kebutuhan kesehatan para pengungsi. Melalui rangkaian kegiatan ini, MER-C Indonesia berharap dapat memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat yang terdampak konflik di Lebanon, khususnya dalam aspek kesehatan dan pemenuhan kebutuhan dasar. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja sama dengan mitra lokal serta memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai kebutuhan kemanusiaan yang masih memerlukan dukungan pada masa mendatang. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DaKytloz0NM/?igsh=emtka21uemIzZnJ0 https://vt.tiktok.com/ZSCfE4VXX Donation Account: Bank Syariah Indonesia (BSI), 811.19.29840 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #bantuanlibanon #donasilibanon #emtmercindonesia #Kemanusiaanlibanon #konfliktimurtengah

MER-C Salurkan Ratusan Paket Bantuan untuk Pengungsi di Kamp Shatila, Lebanon

Beirut – MER-C Indonesia menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa 100 hygiene kit, 200 paket makanan, dan 600 boks roti kepada para pengungsi di Kamp Shatila, Lebanon, pada Rabu (10/6). Paket bantuan tersebut dibagikan secara langsung oleh tim MER-C yang tengah melakukan assessment misi kemanusiaan di Lebanon. Kamp Shatila, yang didirikan sejak tahun 1949, merupakan salah satu kamp pengungsi Palestina tertua di Lebanon. Kamp ini dihuni sekitar 11.600 pengungsi Palestina yang terdaftar, sementara jumlah penduduk yang benar-benar tinggal di dalam kamp diperkirakan mencapai 14.000–15.000 jiwa, termasuk pengungsi Suriah dan kelompok rentan lainnya. Sejak meningkatnya konflik dengan Israel pada 2 Maret 2026, Kamp Shatila turut merasakan dampak krisis kemanusiaan. Meskipun bukan merupakan lokasi pengungsian resmi, kamp ini menerima tambahan keluarga pengungsi yang berasal dari wilayah Tyre (Sour), Al-Buss, Burj Al-Shemali, serta sebagian warga dari kawasan Dahiyah, Beirut Selatan, yang terdampak serangan. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/p/DaCb4rZk6EM/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=MzRlODBiNWFlZA== Donation Account: Bank Syariah Indonesia (BSI), 811.19.29840 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #bantuanlibanon #donasilibanon #emtmercindonesia #Kemanusiaanlibanon #konfliktimurtengah

MER-C Indonesia Gelar Pelayanan Kesehatan untuk Pengungsi di Kamp Shatila, Beirut

Beirut – Sebagai bagian dari misi kemanusiaan di Lebanon, tim MER-C Indonesia bekerja sama dengan mitra lokal Al-Shifaa for Medical & Humanitarian Services pada Rabu (10/6/2026) menggelar pelayanan kesehatan untuk para pengungsi di Kamp Shatila, Beirut. Sebanyak 77 orang menerima pelayanan kesehatan, dengan mayoritas kasus yang ditangani berupa infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan batuk. Tim MER-C juga mengunjungi langsung beberapa pengungsi yang menderita penyakit kronis, di antaranya pasien pascastroke serta penderita diabetes dengan komplikasi. Mereka merupakan pengungsi dari Lebanon Selatan pascaserangan pada 2 Maret 2026. Kegiatan pelayanan kesehatan ini dilaksanakan sebagai upaya memenuhi kebutuhan layanan kesehatan dasar bagi para pengungsi di Lebanon yang telah hampir dua tahun tidak mendapatkan layanan kesehatan secara memadai. Kondisi ini semakin memprihatinkan seiring meningkatnya jumlah pengungsi di tengah serangan penjajah Israel. Melalui kegiatan ini, MER-C memberikan pemeriksaan kesehatan, konsultasi medis, serta penanganan awal terhadap berbagai keluhan kesehatan yang dialami para pengungsi. Kegiatan ini berlangsung dengan tertib dan mendapat sambutan hangat dari para pengungsi yang antusias mengikuti pemeriksaan kesehatan. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DaAOXEDTq8e/?igsh=bzB3anlsZzNyZTZk https://vt.tiktok.com/ZSCYugww1 Donation Account: Bank Syariah Indonesia (BSI), 811.19.29840 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #bantuanlibanon #donasilibanon #emtmercindonesia #Kemanusiaanlibanon #konfliktimurtengah

MER-C Lihat Langsung Kerusakan RS Jabal Amel di Lebanon Selatan, Identifikasi Kebutuhan Mendesak

Beirut – Tim MER-C pada Sabtu (6/6/2026) meninjau langsung kondisi Rumah Sakit Jabal Amel di Kota Tyre, Lebanon Selatan, yang terdampak serangan penjajah Israel. Tim menyaksikan kerusakan parah akibat serangan tersebut. Sejumlah fasilitas seperti laboratorium medis, ruang perawatan intensif (ICU), dan area parkir mengalami kerusakan berat, dengan puing-puing berserakan dan langit-langit yang jebol. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan 4 orang dan melukai 127 orang, dengan sebagian besar korban luka merupakan tenaga medis rumah sakit. Selain meninjau kondisi rumah sakit pasca serangan, kedatangan Tim MER-C juga bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan mendesak yang diperlukan oleh Rumah Sakit Jabal Amel yang merupakan salah satu pusat layanan medis utama di Kota Tyre, Lebanon Selatan. Selengkapnya di link ini ____________________ Donation Account: Bank Syariah Indonesia (BSI), 811.19.29840 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #bantuanlibanon #donasilibanon #emtmercindonesia #Kemanusiaanlibanon #konfliktimurtengah

Silahkan bertanya?