MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

Dokter dan Mahasiswa Gaza Tetap Antusias Belajar Meski di Tengah Perang

Gaza – Di tengah keterbatasan fasilitas medis dan ancaman serangan yang terus berlangsung, semangat belajar dokter dan mahasiswa Gaza tidak padam. Meski ruang gerak terbatas, mereka tetap berusaha menambah pengetahuan agar dapat memberikan pelayanan terbaik untuk warga Gaza.  Mendukung semangat ini, relawan Emergency Medical Team (EMT) MER-C ke-9 yang saat ini bertugas di Jalur Gaza mengadakan sesi kuliah dan bimbingan praktik untuk mahasiswa Kedokteran, meski di tengah kesibukan memberikan pelayanan medis.  Kuliah perdana dari tiga rangkaian mata kuliah dilaksanakan pada Selasa, 19 Agustus 2025. Pada kesempatan itu, mahasiswa kedokteran tahun kelima mendapatkan materi tentang Primary Brain Tumors.  Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi. Mereka merasa terbantu dengan adanya bimbingan praktik dan kuliah ini, karena  pembaruan ilmu sulit diakses selama hampir dua tahun terakhir, akibat kondisi perang dan keterbatasan dosen maupun konsulen pengajar lokal yang sudah kelelahan melayani korban serangan penjajah Israel. Melalui kuliah yang diberikan oleh relawan EMT MER-C ini, diharapkan mereka dapat memperoleh wawasan yang lebih luas dan update khususnya dalam pelayan bedah saraf. Ke depan, bekal ilmu tersebut diharapkan tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat Gaza, tetapi juga masyarakat Palestina secara umum. Saat ini, ada dua relawan medis yang tergabung dalam EMT MER-C ke-9 yaitu dr. Eka Budhi Satyawardhana (dokter spesialis bedah saraf), dr. Regintha Yasmeen Burju Bachtum (dokter spesialis kebidanan dan kandungan), keduanya bertugas di Gaza untuk membantu pelayanan medis serta misi kemanusiaan lainnya, dengan dibantu sejumlah relawan lokal MER-C. Selengkapnya di link ini http://youtube.com/post/UgkxCSZ4ImSngOK8QLfD5le0B3Kw5m_FlUv3?si=cNY-6iXzakEHgKtW  ——————————————— Donation Account: Bank Central Asia (BCA), 686.0153678Bank Mandiri, 124.000.8111.925Bank Syariah Indonesia (BSI), 700.1352.061Bank Mega Syariah (BMS), 1000.209.400Bank Muamalat Indonesia (BMI), 358.000.1720Bank Rakyat Indonesia (BRI), 033.501.0007.60308 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina

Di Tengah Krisis Gaza, Relawan EMT MER-C Tangani hingga Puluhan Operasi Setiap Pekan

Gaza – Dr. Regintha Yasmeen Burju Bachtum, SpOG., Relawan Emergency Medical Team (EMT) MER-C ke-9, menangani hingga puluhan operasi setipa sepekan.  Meski di tengah keterbatasan fasilitas kesehatan akibat krisis kemanusiaan, dr. Regintha bersama tim medis lokal di RS Al Helou, Gaza City, melakukan 40 hingga 50 operasi per pekan. Sebagian besar berupa tindakan obstetri dan ginekologi, dengan kasus terbanyak operasi sesar dan pengangkatan miom. Misi kali ini merupakan penugasan ketiga bagi dr. Regintha di Gaza. Sebelum bertugas di Gaza City pada 5 Agustus 2025, ia bersama Relawan EMT MER-C lainnya, dr. Eka Budhi Satyawardhana, SpBS., sempat bertugas di RS Nasser, Gaza Selatan. Kehadiran EMT MER-C Indonesia diharapkan dapat terus memperkuat layanan kesehatan di Jalur Gaza, di tengah situasi krisis berkepanjangan akibat agresi dan blokade Israel. Selengkapnya di link ini http://youtube.com/post/UgkxdKgRUnWaSf7zQgm5crD8ywjoZnQ_wBRP?si=Z4JLLG5V0g1YV4Q1  ——————————————— Donation Account: Bank Central Asia (BCA), 686.0153678Bank Mandiri, 124.000.8111.925Bank Syariah Indonesia (BSI), 700.1352.061Bank Mega Syariah (BMS), 1000.209.400Bank Muamalat Indonesia (BMI), 358.000.1720Bank Rakyat Indonesia (BRI), 033.501.0007.60308 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina

PLN Indonesia Power UPB Banten I Suralaya Kembali Salurkan Donasi untuk Palestina Melalui MER-C

Jakarta — PLN Indonesia Power UPB Banten I Suralaya untuk kedua kalinya menyalurkan donasi kemanusiaan melalui Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia sebagai bentuk kepedulian terhadap rakyat Palestina. Bantuan sebesar Rp 10 juta diserahkan langsung di Kantor MER-C Pusat, Jakarta, oleh perwakilan PLN Indonesia Power UPB Banten I Suralaya, yakni Didik Margi Utama (Officer CSR, Humas, dan Keamanan), Nenden Hasanah (Senior Pelaksana CSR, Humas, dan Keamanan), serta Anindita Dian Safira (Community Development Officer). Nenden Hasanah menjelaskan, donasi ini bersumber dari dana Corporate Social Responsibility (CSR) PLN Indonesia Power UPB Banten I Suralaya tahun 2025. “Kami berharap dengan sedikit bantuan dari perusahaan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita di Gaza,” ujarnya. Ia juga menegaskan bahwa pihaknya memilih MER-C sebagai lembaga untuk penyaluran donasi karena saat ini, MER-C merupakan lembaga yang paling terpercaya.    

Kericuhan di Kwitang meluas, MER-C Kembali Terjunkan Tim Medis

Jakarta – Aksi demonstrasi di kawasan Kwitang, Senen, Jakarta Pusat, Jumat (29/8), memanas dan menyebabkan korban luka-luka, Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) kembali menerjunkan tim medis. Kali ini MER-C menerjunkan 14 relawan yang terdiri atas 5 dokter, 5 perawat, dan 4 tenaga logistik, di bawah koordinasi ketua Divisi Relawan MER-C dr. Guntur Utama, SpOT. Selain itu, MER-C juga menurunkan satu unit ambulans dan satu klinik berjalan (mobile clinic). Tim ini bertugas memberikan pertolongan pertama dan evakuasi medis bagi korban terdampak kerusuhan Ketua Presidium MER-C dr. Hadiki Habib sebelumnya mengatakan akan menyiagakan tim medis selama aksi berlangsung. Ia juga mengimbau semua pihak agar menahan diri dan tidak melakukan tindakan anarkis, untuk menghindari jatuhnya korban lebih banyak dari berbagai pihak. Sebelumnya, aksi di depan Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, Kamis (28/8), juga menyebabkan jatuhnya korban massal. Baik peserta aksi maupun aparat dilaporkan mengalami luka-luka dan sesak napas akibat bentrokan yang terjadi.   Selengkapnya di link ini  

Demonstrasi ricuh, MER-C turunkan tim medis tangani korban massal

Jakarta – Aksi demonstrasi buruh dan mahasiswa di depan Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2025), menyebabkan korban massal. Peserta aksi dan aparat mengalami luka serta gangguan pernapasan akibat gas air mata dan peluru karet.  Merespons kondisi tersebut, Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) menurunkan tim medis dari markas pusat di Jakarta. Sebanyak 11 personel diterjunkan, terdiri dari 4 dokter, 3 perawat, serta 4 tenaga logistik. Ketua Presidium MER-C dr. Hadiki Habib menyampaikan, relawan MER- akan disiagakan beberapa hari ke depan untuk mengantisipasi jatuhnya korban lebih banyak dari berbagai pihak.  Di lapangan, tim MER-C berkoordinasi dengan PK3D Dinas Kesehatan DKI Jakarta untuk mengerahkan ambulans ke wilayah kerusuhan. Ambulans juga diturunkan ke beberapa titik sekitar lokasi guna memberikan bantuan medis bagi masyarakat maupun petugas dan peserta aksi yang terdampak. “Kita tetap berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan DKI Jakarta untuk pengiriman tim medis dan ambulans untuk evakuasi medis dan rujukan” ujar dr. Hadiki Habib.  Tercatat belasan korban telah mendapatkan pertolongan pertama dari tim MER-C, mulai dari luka ringan hingga sesak napas. Bagi korban dengan kondisi berat, tim merujuk mereka ke rumah sakit yang sesuai untuk penanganan lebih lanjut.   Selengkapnya di link ini http://youtube.com/post/UgkxEJoOggJoqMQtUsIvu-rb1dq2ulCMUfym?si=uwxWcsGRjNUwqiVX 

Warga Pandeglang Antusias Ikut Sunatan Massal dan Pelatihan Tanggap Bencana Bersama MER-C

Pandeglang – Dalam rangka Milad ke-26, MER-C menggelar kegiatan sosial berupa sunatan massal dan pelatihan tanggap bencana di Kabupaten Pandeglang, Banten. Kegiatan berlangsung pada 23 Agustus di dua lokasi berbeda. Di Masjid Jami Khusaeni, Kampung Pagedongan, Desa Sukajadi, Carita, sebanyak 23 anak mengikuti sunatan massal. Sementara itu, di Gedung Guru Carita digelar pelatihan First Aid and Disaster Preparedness for Community yang diikuti puluhan peserta. Peserta mengaku antusias mengikuti kegiatan imi . Salah satunya, Asrawijaya, relawan Kampung Siaga Bencana (KSB), yang menyampaikan rasa terima kasih atas terselenggaranya kegiatan ini. “”Saya ucapkan terima kasih, manfaat dari pelatihan ini menambah ilmu pengetahuan bagi Saya selaku relawan KSB. Saya juga mengucapkan selamat milad untuk MER-C yang ke-26, semoga tambah sukses, makin jaya dan makin bersinar, mampu menolong banyak orang, ” ujarnya.  Kegiatan di Pandeglang ini merupakan bagian dari rangkaian Milad MER-C ke-26 bertajuk “Bakti untuk Negeri”. Selain di Banten, acara serupa akan digelar di Yogyakarta, Jawa Timur, Sumatera Utara, Nusa Tenggara Barat, dan Aceh. Dalam kesempatan yang sama, MER-C juga memberikan penghargaan kepada tiga karyawan yang telah mengabdi lebih dari 20 tahun, yakni Manajer Operasional Rima Manzanaris, Sekretaris Tina Leonard, serta Driver Mulyadi.   Selengkapnya di link ini    

Relawan MER-C di Gaza City: Belum Ada Perintah Evakuasi, Bahan Pangan Masih Langka

Gaza – Di tengah rencana pendudukan Gaza yang telah disetujui Kabinet Keamanan Israel pekan lalu, relawan medis MER-C yang bertugas di RS As Shifa, Gaza City, dr. Eka Budhi Satyawardhana, mengatakan hingga Senin (11/8) belum ada perintah evakuasi bagi warga Gaza City ke wilayah selatan. “Sampai detik ini rencana evakuasi warga Gaza City ke selatan belum ada. Kami juga sudah konfirmasi ke staf lokal dan beberapa penduduk Gaza. Sampai hari ini belum ada instruksi apa pun dari penjajah Israel untuk penduduk Gaza City,” kata dr. Eka, dokter spesialis bedah saraf, yang tergabung dalam Emergency Medical Team (EMT) MER-C ke-9. Terkait blokade dan kelangkaan bahan pangan di Jalur Gaza, dr. Eka mengungkapkan, pemenuhan kebutuhan pokok seperti makanan, air, dan listrik masih sangat minim. Meski perbatasan sempat dibuka untuk masuknya truk bantuan dan logistik pedagang besar, serta harga-harga mulai turun, warga kurang mampu tetap mengandalkan bantuan organisasi kemanusiaan. “Menu yang diberikan kepada warga pun sangat sederhana. Cuma nasi dengan bumbu khas Timur Tengah tanpa protein. Paling ditambahkan kacang, terong, atau kentang. Secara umum proteinnya kurang, hanya karbohidrat dan protein nabati,” jelasnya.  Menurut dr. Eka, situasi saat ini di Jalur Gaza masih jauh dari ideal, khususnya di sektor layanan medis. Ia mengatakan, kondisi di rumah sakit juga memprihatinkan. Air cuci tangan yang digunakan berasal langsung dari ledeng dan bukan air steril. Ini tentu meningkatkan risiko infeksi. Di bidang bedah saraf, keterbatasan peralatan membuat operasi kepala harus dilakukan secara manual menggunakan kawat karena alatnya rusak.  Kendala lain adalah ketiadaan alat medis habis pakai seperti pen untuk operasi tulang belakang.  “Kalaupun harus dilakukan, pasien terpaksa dirujuk. Benang operasi juga terbatas, ukuran yang tersedia sering tidak sesuai. Bahkan kasa steril ukuran kecil sudah habis, sehingga terpaksa memakai yang besar untuk operasi kecil,” papar dr. Eka. Meski dengan segala keterbatasan, tim medis terus berimprovisasi agar pelayanan tetap berjalan.  “Banyak improvisasi dilakukan. Misalnya, teman-teman bedah toraks memanfaatkan apa yang ada sehingga operasi tetap bisa dilakukan,” tambahnya.  EMT MER-C ke-9 tiba di Gaza City pada 5 Agustus dan langsung bergabung untuk memperkuat layanan medis di RS As Shifa, pusat layanan kesehatan terbesar di wilayah utara Gaza.   Selengkapnya di link ini   ——————————————— Donation Account: Bank Central Asia (BCA), 686.0153678Bank Mandiri, 124.000.8111.925Bank Syariah Indonesia (BSI), 700.1352.061Bank Mega Syariah (BMS), 1000.209.400Bank Muamalat Indonesia (BMI), 358.000.1720Bank Rakyat Indonesia (BRI), 033.501.0007.60308 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina

Relawan MER-C Bersama Tim Medis Lokal Selamatkan Anak Gaza Korban Tembakan Israel

Gaza City – Relawan Emergency Medical Team (EMT) MER-C ke-9 bersama tim medis lokal pada Selasa (12/8) berhasil melakukan operasi terhadap seorang anak laki-laki berusia 10 tahun, korban luka tembak di kepala akibat serangan penjajah Israel.  Operasi tersebut dilakukan oleh dr. Eka Budhi Satyawardhana, SpBS, dokter spesialis bedah saraf, bersama Kepala Bedah Saraf Rumah Sakit Al Shifa, dr. Hazem Khail. Operasi berjalan sukses meski dilaksanakan di tengah keterbatasan fasilitas.  Dr. Eka dan dr. Regintha Yasmeen Burju Bachtum, SpOG, dokter spesialis kebidanan dan kandungan, sempat bertugas di RS Nasser sebelum mulai bertugas di RS Al Shifa pada 5 Agustus 2025. Tiap pekan, mereka melakukan puluhan operasi warga Gaza yang sakit dan terluka.  Menurut catatan lembaga kemanusiaan internasional, anak-anak menjadi salah satu kelompok paling rentan dalam agresi penjajah Israel di Jalur Gaza. Sejak awal 2025, ratusan anak dilaporkan tewas dan ribuan lainnya mengalami luka, akibat serangan udara maupun tembakan langsung. Agresi serta blokade yang dilakukan penjajah Israel juga mengakibatkan sebagian besar fasilitas kesehatan di Gaza tidak lagi berfungsi dan kekurangan pasokan medis.  MER-C Indonesia sendiri terus berupaya mengirimkan tenaga medis dan bantuan kemanusiaan lainnya ke Gaza sejak awal agresi berlangsung. ——————————————— Donation Account: Bank Central Asia (BCA), 686.0153678Bank Mandiri, 124.000.8111.925Bank Syariah Indonesia (BSI), 700.1352.061Bank Mega Syariah (BMS), 1000.209.400Bank Muamalat Indonesia (BMI), 358.000.1720Bank Rakyat Indonesia (BRI), 033.501.0007.60308 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #emtmercindonesia #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina

Sambut Milad ke-26, MER-C Goes to Pesantren Hadir di Solo

Solo – Dalam rangka menyambut Milad ke-26, Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) menggelar program MER-C Goes to Pesantren dengan mengunjungi sejumlah pondok pesantren di wilayah Solo.  Kegiatan ini bertujuan menanamkan kecintaan terhadap Palestina pada generasi muda sekaligus memberikan pembekalan keterampilan dasar seperti public speaking dan first aid for teen. Kegiatan yang berlangsung 2–6 Agustus ini diisi oleh Presidium MER-C dr. Tonggo Meaty Fransica, Ketua Divisi Humas MER-C Diana Caroline, serta tim MER-C Training Center (MTC) pusat dan Yogyakarta.  Dalam kesempatan ini, MER-C menyampaikan update kondisi terkini di Gaza, memotivasi para santri untuk menjadi generasi yang peduli isu kemanusiaan, serta melatih keterampilan berbicara di depan publik dan penanganan pertama pada kondisi darurat. Sejumlah pesantren yang menjadi tujuan kunjungan antara lain: 1. PP. Salman Alfarisi, Solo – Sabtu (2/8) – dihadiri lebih dari 300 peserta.2. PP. Qoryatul Quran, Sukoharjo – Ahad (3/8) – lebih dari 500 peserta.3. PP. Al Mukmin, Ngruki – Senin (4/8) – lebih dari 500 peserta.4. PP. Al Islam, Surakarta – Selasa (5/8) – lebih dari 300 peserta.5. PP. Darusyahadah – Selasa (5/8) – lebih dari 350 peserta.6. PP. Ibnu Abbas, Klaten – Rabu (6/8) – lebih dari 350 peserta. Program ini diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian santri terhadap isu kemanusiaan di Palestina, sekaligus membekali para santri dengan kemampuan praktis yang bermanfaat. Selengkapnya lihat link ini

Kesaksian Relawan MER-C saat Pengeboman yang Merenggut Nyawa Jurnalis Anas Al-Sharif

Gaza – Kabar serangan udara penjajah Israel pada Ahad (10/8) yang menargetkan tenda kru jurnalis Al Jazeera, dan mengakibatkan syahidnya jurnalis muda Anas Al-Sharif bersama empat rekannya masih menyisakan duka bagi warga Gaza dan dunia. Dr. Eka Budhi Satyawardhana, dokter spesialis bedah saraf yang merupakan anggota Emergency Medical Team (EMT) MER-C ke-9, menyaksikan langsung peristiwa pengeboman tersebut karena tenda yang menjadi sasaran serangan berada dekat pintu masuk RS Shifa di Gaza City, tempat ia bertugas sejak 5 Agustus. “Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 23.20 waktu Gaza,” ujar Dr. Eka pada Senin (11/8). Saat itu, ia dan tim medis lainya sedang beristirahat di mess yang berjarak berjarak sekitar 300 meter dari Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS As Shifa. “Kami semua terbangun karena mendengar suara ledakan yang sangat keras. Dugaan awal kami, bom itu jatuh di area depan IGD,” tuturnya. Ledakan tersebut diikuti oleh kepanikan petugas malam yang tengah berjaga. Mereka kemudian segera bergegas keluar untuk mencari tahu apa yang terjadi. Tidak lama kemudian, dr. Eka mendapat kabar pengeboman dilakukan menggunakan drone quadcopter yang dilengkapi sistem kecerdasan buatan (AI) untuk mengidentifikasi target. “Biasanya mereka mengintai, lalu jika wajah target sesuai data, bom langsung dilepaskan,” ujarnya. Tenda Jurnalis Menjadi Sasaran Menurut pengamatan Dr. Eka, ada dua hingga tiga tenda yang berdiri dekat RS As Shifa. Area tersebut kerap ramai, karena di sana terdapat warung makan sederhana yang menjadi tempat berkumpul para jurnalis dan warga. “Ketika jurnalis Anas terdeteksi, bom dilepaskan. Ledakannya cukup besar, menyebabkan korban collateral damage,” jelasnya. Salah satu rekan Dr. Eka dari organisasi kemanusiaan lain langsung dipanggil untuk melakukan operasi darurat thoracotomy. Namun, pasien yang ditangani bukan Anas, melainkan warga sipil yang ikut menjadi korban.  “Pasien itu tidak tertolong karena pendarahan organ dalam yang masif,” ungkapnya. Gelombang Solidaritas Pagi harinya, RS As Shifa dipenuhi ratusan jurnalis yang menggelar aksi solidaritas di parkiran rumah sakit. Mereka menyuarakan duka dan kemarahan atas syahidnya Anas Al-Sharif, rekan seperjuangan yang selama ini merekam realitas pahit di Gaza. “Situasi IGD juga masih agak sibuk jam 8 hingga 9 pagi untuk menangani korban-korban korban ledakan,” ujar dr. Eka.  Anak-anak turut menjadi korban Korban lain yang menjadi perhatian dr. Eka adalah seorang anak laki-laki berusia sekitar 12 tahun. Ia mengalami blast injury yang sangat parah. Organ dalam di perutnya keluar akibat ledakan. Operasi berlangsung hingga pukul 13.30 waktu Gaza, sebelum pasien dipindahkan ke ICU. Selain itu, banyak korban dengan luka bakar, patah tulang terbuka, dan cedera kepala. “Rata-rata mengalami luka ringan hingga sedang. Ada tiga atau empat pasien yang masih menunggu operasi setelah tindakan sebelumnya,” kata dr. Eka. Pembunuhan Anas bersama empat rekanya menambah panjang daftar kejahatan Israel terhadap jurnalis. Al Jazeera melaporkan,  hampir 270 jurnalis dan pekerja media terbunuh oleh serangan Israel di Gaza sejak 7 Oktober 2023, atau sekitar 13 jurnalis setiap bulannya. ——————————————— Donation Account: Bank Central Asia (BCA), 686.0153678Bank Mandiri, 124.000.8111.925Bank Syariah Indonesia (BSI), 700.1352.061Bank Mega Syariah (BMS), 1000.209.400Bank Muamalat Indonesia (BMI), 358.000.1720Bank Rakyat Indonesia (BRI), 033.501.0007.60308 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina

Silahkan bertanya?