MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

MER-C Salurkan Ratusan Paket Bantuan untuk Janda dan Anak Yatim Gaza

Gaza – Tim lokal Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) pada Rabu, 20 Agustus 2025, menyalurkan sebanyak 200 paket sembako, yang didistribusikan langsung ke tenda-tenda pengungsian, khususnya bagi para janda dan anak yatim. Menyerahkan bantuan langsung ke tenda-tenda pengungsian, relawan lokal MER-C juga mendengarkan keluh kesah dan kesulitan yang dialami para pengungsi.  Di antara mereka ada yang dalam kondisi sakit dan sulit mendapatkan obat, banyak yang telah kehilangan anggota keluarganya, juga tidak memiliki makanan dan baju. Untuk itu mereka sangat bersyukur atas bantuan yang diberikan MER-C “Kami sangat berterima kasih kepada MER-C. Alhamdulillah, bantuan ini sangat berarti bagi kami,” tutur seorang perempuan penerima bantuan. Para pengungsi berharap bantuan serupa dapat terus berlanjut di tengah krisis berkepanjangan. Warga Gaza juga menyampaikan apresiasi atas dukungan tim medis MER-C yang hadir di lapangan.  “MER-C selalu dermawan dan merekalah yang membantu kami bertahan hidup. Mereka telah mengangkat martabat kami sebagai pengungsi. Kami berharap bantuan ini terus diberikan dan jangan lupakan semua orang yang membutuhkan,” ungkap salah satu warga. Sebelumnya, pada 18 Agustus 2025, MER-C juga telah menyalurkan 1.950 paket bantuan pangan khusus untuk staf Rumah Sakit Al-Shifa, Gaza City. Blokade ketat yang diberlakukan Israel sejak 2 Maret 2025, telah menyebabkan krisis kemanusiaan yang semakin parah di Jalur Gaza. Ribuan pengungsi terpaksa bertahan hidup dengan kondisi serba terbatas, di tengah kekurangan makanan yang mengakibatkan kelaparan akut dan malnutrisi. Selengkapnya di link ini ——————————————— Donation Account: Bank Central Asia (BCA), 686.0153678Bank Mandiri, 124.000.8111.925Bank Syariah Indonesia (BSI), 700.1352.061Bank Mega Syariah (BMS), 1000.209.400Bank Muamalat Indonesia (BMI), 358.000.1720Bank Rakyat Indonesia (BRI), 033.501.0007.60308 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina

Grup Sutas Uwe Serahkan Donasi untuk RS Indonesia di Gaza melalui MER-C

Jakarta – Grup Sutas Uwe kembali menyerahkan donasi untuk Rumah Sakit Indonesia di Gaza melalui MER-C. Penyerahan bantuan ini dilakukan secara langsung di kantor MER-C Jakarta, Rabu (10/9).  Ini merupakan kali ketiga Grup Sutas Uwe menyalurkan bantuan melalui MER-C, sebagai wujud kepedulian terhadap perjuangan rakyat Palestina, di tengah situasi krisis kemanusiaan yang semakin memburuk. MER-C menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Grup Sutas Uwe.  MER-C juga mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk terus peduli dan mendoakan warga Palestina, agar mereka diberikan kekuatan serta ketabahan. Segala bentuk dukungan dari kita sangat berarti untuk mereka.   Selengkapnya di link ini http://youtube.com/post/Ugkxyql4I6KomRxR3MRSmdDx80C8lnEo_31U?si=FE9kfeSZIMvEn4SF  ——————————————— Donation Account: Bank Central Asia (BCA), 686.0153678Bank Mandiri, 124.000.8111.925Bank Syariah Indonesia (BSI), 700.1352.061Bank Mega Syariah (BMS), 1000.209.400Bank Muamalat Indonesia (BMI), 358.000.1720Bank Rakyat Indonesia (BRI), 033.501.0007.60308 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina

Relawan EMT MER-C ke-9 Tiba di Tanah Air Usai Sebulan Lebih Bertugas di Gaza

Jakarta – Relawan Emergency Medical Team (EMT) MER-C ke-9, dr. Eka Budhi Satyawardhana (spesialis bedah saraf) dan dr. Regintha Yasmeen Burju Bachtum (spesialis kebidanan dan kandungan), tiba di Indonesia pada Senin (8/9), setelah lebih dari sebulan menjalankn misi kemanusiaan di Jalur Gaza, Palestina. Keduanya berangkat dalam dua tahap melalui Yordania sebelum masuk ke Gaza bersama konvoi bantuan kemanusiaan internasional. Dr. Eka berangkat pada Selasa (22/7) dini hari dan berhasil masuk ke Gaza pada 27 Juli 2025. Sementara dr. Regintha menyusul pada Minggu (27/7) dini hari dan tiba di Gaza pada 29 Juli 2025. Tantangan Medis di Tengah Keterbatasan Selama bertugas, kedua relawan menghadapi situasi yang sangat terbatas, baik dari sisi fasilitas medis maupun obat-obatan. Dr. Eka mengungkapkan bahwa hampir setiap hari mereka menangani korban massal berjumlah 50 hingga 100 orang akibat tembakan dan pengeboman. “Tantangan terbesar adalah bagaimana memberikan layanan kesehatan maksimal di tengah keterbatasan tempat tidur dan obat-obatan. Hampir tiap hari ada kejadian massal. Momen paling sulit adalah memilih pasien mana yang harus diselamatkan, melihat peluang keselamatan dan sumber daya yang ada,” ungkapnya. Meski demikian, ia bersyukur kehadiran relawan MER-C dapat memberi harapan bagi masyarakat Gaza.  “Kami senang karena kehadiran relawan MER-C menjadi obat bagi mereka. Ke depan, harapan kami perang segera berakhir, perbatasan dibuka, sehingga fasilitas kesehatan dapat dibangun kembali,” tambah dr. Eka. Kondisi Ibu dan Bayi di Gaza Memburuk Sementara itu, dr. Regintha menyoroti kondisi ibu dan bayi di Gaza yang semakin memprihatinkan dibandingkan saat ia bertugas enam bulan lalu. Menurutnya, saat ini banyak bayi lahir dengan berat badan rendah akibat malnutrisi dan perempuan hamil yang menjadi korban serangan Israel. Melihat kondisi di Jalur Gaza yang terus memburuk, dr. Regintha menekankan pentingnya dukungan berkelanjutan dan doa dari masyarakat Indonesia.  “Harapannya suplai tenaga kesehatan terus dilakukan, juga suplai alat kesehatan yang saat ini sangat terbatas. Biaya yang dibutuhkan besar, bukan hanya untuk medis, tapi juga kebutuhan makan mereka. Kita belum tahu sampai kapan situasi ini akan berlangsung,” ujarnya. Rasa Kekeluargaan dengan Tenaga Lokal Di balik kondisi yang sulit, dr. Regintha merasakan solidaritas yang kuat antara relawan Indonesia dengan tenaga medis lokal.  “Selama bertugas, kami bekerja seperti keluarga dengan staf lokal MER-C dan rumah sakit. Semua momen berkesan, tapi yang paling saya ingat adalah hari pertama langsung bergabung dengan tim satu di RS Helou, itu sangat terhormat dan mengesankan,” katanya. Tim EMT MER-C ke-9 merupakan kelanjutan dari misi kemanusiaan yang telah dilakukan sejak 18 Maret 2024. Pengiriman tim medis ini adalah bagian dari komitmen MER-C untuk membantu rakyat Palestina, khususnya di Jalur Gaza, yang saat ini menghadapi situasi kemanusiaan kritis akibat genosida dan blokade yang belum berakhir.   Selengkapnya di link ini ——————————————— Donation Account: Bank Central Asia (BCA), 686.0153678Bank Mandiri, 124.000.8111.925Bank Syariah Indonesia (BSI), 700.1352.061Bank Mega Syariah (BMS), 1000.209.400Bank Muamalat Indonesia (BMI), 358.000.1720Bank Rakyat Indonesia (BRI), 033.501.0007.60308 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina

Operasi Berhasil: Relawan MER-C Selamatkan Remaja Gaza yang Terluka

Gaza – Relawan Emergency Medical Team (EMT) MER-C, dr. Eka Budhi Satyawardhana, SpBS., bersama tim medis lokal berhasil melakukan operasi pada seorang remaja laki-laki berusia 16 tahun yang mengalami fraktur tulang tengkorak, akibat terjatuh dari truk saat mengambil bantuan di area Zikim, Gaza utara.  Saat pertama kali diperiksa, kesadaran pasien tercatat dengan Glasgow Coma Scale (GCS) 10 dari 15. Menurut dr. Eka, kondisi tersebut sangat berisiko sehingga operasi harus segera dilakukan. “Kalau operasi ditunda, risikonya bisa fatal. Selain itu, ada luka terbuka yang dapat menyebabkan infeksi di otak,” jelas dr. Eka. “Alhamdulillah sudah kita kerjakan operasi nya, tadi kita buka luka dari kepalanya kemudian kita bersihkan memang ada tulang menancap di otaknya. Mudah-mudahan pasien bisa selamat,” tambahnya.  Dr. Eka, bersama relawan EMT MER-C lainnya, dr. Regintha Yasmeen Burju Bachtum, SpOG., saat ini sedang bertugas di Gaza City sejak 5 Agustus 2025. Di tengah krisis kemanusiaan dan minimnya fasilitas kesehatan akibat agresi dan blokade penjajah Israel, Tim EMT MER-C bersama Tim medis lokal di Gaza melakukan hingga puluhan operasi setiap pekannya.   Selengkapnya lihat link ini ——————————————— Donation Account: Bank Central Asia (BCA), 686.0153678Bank Mandiri, 124.000.8111.925Bank Syariah Indonesia (BSI), 700.1352.061Bank Mega Syariah (BMS), 1000.209.400Bank Muamalat Indonesia (BMI), 358.000.1720Bank Rakyat Indonesia (BRI), 033.501.0007.60308 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina

Jusuf Kalla Dukung Penuh Pengiriman Tim Medis MER-C ke Afghanistan

Jakarta – Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla menyatakan dukungan penuh terhadap rencana keberangkatan tim medis Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) untuk misi kemanusiaan ke Afghanistan. Hal itu ia sampaikan saat menerima audiensi MER-C pada Rabu (3/9). Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 itu mengatakan, PMI akan berkoordinasi dengan MER-C, termasuk menghubungkan kedua lembaga dalam upaya pengiriman tim medis dan bantuan ke Afghanistan.  JK mengapresiasi berbagai ikhtiar MER-C dalam membantu masyarakat, baik di dalam negeri maupun internasional. Menurutnya, kiprah MER-C telah terbukti melalui pendirian Rumah Sakit Indonesia di Gaza serta aksi kemanusiaan di berbagai wilayah, termasuk Afghanistan. “Karena itu, kita berterima kasih dan menghargai upaya-upaya tersebut. Semoga akan terus dilaksanakan dengan baik karena ini amal ibadah yang sangat penting untuk kita semua,” ucapnya. Ia menilai pengiriman bantuan ke lokasi gempa di Afghanistan, yang sulit diakses, merupakan langkah penting yang harus dilakukan.  MER-C akan mengirimkan tim medis pada 15 September 2025, yang terdiri dari dokter umum dan dokter spesialis, serta satu wartawan dari Republika.  Pemerintah Taliban dan Wakil Duta Besar Afghanistan di Jakarta, Qais Barakzai, juga telah menyatakan komitmen mendukung misi kemanusiaan ini.  MER-C sendiri sebelumnya telah mengirim tim  ke Provinsi Herat, Afghanistan, yang juga terdampak gempa besar pada 7 Oktober 2023 lalu.  Gempa bumi dengan Magnitudo (M) 6 yang mengguncan Afghanistan pada hari Minggu (31/8/2025), mengakibatkan kerusakan parah dan ribuan korban jiwa di provinsi Nangarhar dan Kunar. Sampai saat ini, rentetan gempa susulan dilaporkan masih terus terjadi. Selengkapnya lihat link ini

MER-C Indonesia Salurkan 1.950 Paket Bantuan Pangan untuk Staf RS Al-Shifa di Gaza City

Gaza – Tim lokal Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) di Gaza pada 18 Agustus 2025 kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan. Kali ini, sebanyak 1.950 paket bantuan pangan didistribusikan untuk staf Rumah Sakit Al-Shifa, Gaza City. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh relawan lokal MER-C. Setiap paket berisi bahan makanan pokok senilai 440 shekel atau sekitar Rp2.148.000, yang diharapkan dapat meringankan beban staf RS Shifa di tengah krisis yang semakin parah. Dalam kesempatan itu, Manajer RS Al Shifa menyampaikan apresiasi atas bantuan dan kontribusi yang diberikan oleh MER-C.  “Hari ini kami mengucapkan terima kasih kepada MER-C Indonesia atas kontribusi dan bantuan kalian untuk staf RS Al-Shifa dengan menyediakan makanan yang bisa mendukung mereka. Di situasi ini saya berterima kasih lagi, semoga Allah menolong kalian dalam sisi keadilan dan dalam menolong sesama manusia,” ujarnya. Tidak hanya kesulitan akibat agresi panjang yang masih berlangsung sejak 7 Oktober 2023, Gaza saat ini juga mengalami krisis yang sangat parah akibat blokade penjajah Israel. Warga Gaza harus bertahan di tengah bencana kelaparan karena kurangnya makanan, obat-obatan dan kebutuhan dasar lainnya Untuk itu bantuan kita saat ini sangat berarti bagi mereka. Anda bisa berpartisipasi untuk ikut membantu melalui Rekening Donasi MER-C Amanah Gaza, Palestina: BCA: 686.0153678Bank Mandiri: 124.000.8111.925Bank Syariah Indonesia (BSI): 700.1352.061Bank Muamalat Indonesia (BMI): 358.000.1720BRI: 033.501.0007.60308Bank Mega Syariah (BMS): 1000.209.400 Semua rekening atas nama:Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Selengkapnya di link ini

MER-C Bertemu Delegasi Alkhidmat Foundation Pakistan, Perkuat Kerja Sama Kemanusiaan

Jakarta –Medical Emergency Rescue (MER-C) pada Selasa (2/9) bertemu dengan delegasi dari Alkhidmat Foundation Pakistan, untuk berdiskusi terkait penguatan kerja sama kemanusiaan khususnya di Pakistan dan Afghanistan.  Delegasi tersebut terdiri dari Presiden AlKhidmat Foundation Pakistan, Prof. Dr. Hafeez ur Rahman, CEO Alkhidmat Health Foundation, Mr. Sufyan Ahmed Khan,  Member Executive Council, PIMA (Pakistan Islamic Medical Association)/past president PIMA Women Wing, Prof Dr. Sadia Haroon, serta Consultant Ophthalmologist and Vitreo-Retinal Surgeon, Dr. Muhammad Usman.         Pertemuan ini dihadiri oleh Presidium MER-C dr. Zecky Eko Trywahyudi, Sp.OT, MARS., dan dr. Tonggo Meaty Fransisca, Manajer Operasional Rima Manzanaris serta sejumlah relawan MER-C lainnya.  Dr. Hafeez ur Rahman dalam kesempatan itu menyampaikan rasa bahagianya dapat bertemu langsung dengan jajaran pimpinan MER-C Indonesia. “Hari ini saya beruntung bisa bertemu dengan pimpinan MER-C Indonesia, sebuah organisasi besar. Saya telah mengenal mereka selama 25 tahun terakhir. Kami pernah bekerja bersama di berbagai lokasi di Afghanistan dan Pakistan dalam menghadapi berbagai masalah bencana, Alhamdulillah,” ujar Dr. Hafeez. Ia juga mengaku terkesan dengan kerja MER-C di Gaza, yang telah membangun rumah sakit di Gaza dan terus bekerja di sana, juga misi kemanusiaan yang baru-baru ini dilakukan di Afghanistan.  “Kami adalah organisasi mitra dan kami bangga menjalin kemitraan dengan MER-C. Saya pastikan AlKhidmat Foundation akan terus bekerja sama dengan MER-C Indonesia,” tuturnya. Dalam kesempatan itu, MER-C dan AlKhidmat Foundation juga saling bertukar tanda mata sebagai simbol persahabatan dan komitmen memperkuat kerja sama kemanusiaan ke depan. Selengkapnya di link ini

Gempa Bumi Afghanistan: MER-C Siap Kirim Tim Medis

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) akan mengirimkan tim medis ke Afghanistan menyusul gempa bumi dahsyat yang melanda wilayah timur negara itu pada Ahad (31/8). Peristiwa ini menewaskan lebih dari 1.400 orang, melukai ribuan lainnya, serta menyebabkan kerusakan parah di Provinsi Kunar di bagian timur. Menurut laporan PBB, lebih dari 12.000 orang terdampak langsung. Kondisi semakin diperburuk dengan kekeringan dan pemulangan paksa jutaan warga Afghanistan dari negara-negara tetangga. Afghanistan membutuhkan uluran tangan kita. MER-C mengajak masyarakat Indonesia untuk bersama menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi saudara-saudara kita yang sedang berjuang melewati masa sulit ini. Mari bergandeng tangan, salurkan donasi dan doa terbaik kita untuk Afghanistan. Anda bisa berpartisipasi untuk ikut membantu melalui Rekening Donasi MER-C Amanah Afghanistan: BSI: 701.565.8918Atas nama: Medical Emergency Rescue Committee (MER-C)

Dokter dan Mahasiswa Gaza Tetap Antusias Belajar Meski di Tengah Perang

Gaza – Di tengah keterbatasan fasilitas medis dan ancaman serangan yang terus berlangsung, semangat belajar dokter dan mahasiswa Gaza tidak padam. Meski ruang gerak terbatas, mereka tetap berusaha menambah pengetahuan agar dapat memberikan pelayanan terbaik untuk warga Gaza.  Mendukung semangat ini, relawan Emergency Medical Team (EMT) MER-C ke-9 yang saat ini bertugas di Jalur Gaza mengadakan sesi kuliah dan bimbingan praktik untuk mahasiswa Kedokteran, meski di tengah kesibukan memberikan pelayanan medis.  Kuliah perdana dari tiga rangkaian mata kuliah dilaksanakan pada Selasa, 19 Agustus 2025. Pada kesempatan itu, mahasiswa kedokteran tahun kelima mendapatkan materi tentang Primary Brain Tumors.  Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi. Mereka merasa terbantu dengan adanya bimbingan praktik dan kuliah ini, karena  pembaruan ilmu sulit diakses selama hampir dua tahun terakhir, akibat kondisi perang dan keterbatasan dosen maupun konsulen pengajar lokal yang sudah kelelahan melayani korban serangan penjajah Israel. Melalui kuliah yang diberikan oleh relawan EMT MER-C ini, diharapkan mereka dapat memperoleh wawasan yang lebih luas dan update khususnya dalam pelayan bedah saraf. Ke depan, bekal ilmu tersebut diharapkan tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat Gaza, tetapi juga masyarakat Palestina secara umum. Saat ini, ada dua relawan medis yang tergabung dalam EMT MER-C ke-9 yaitu dr. Eka Budhi Satyawardhana (dokter spesialis bedah saraf), dr. Regintha Yasmeen Burju Bachtum (dokter spesialis kebidanan dan kandungan), keduanya bertugas di Gaza untuk membantu pelayanan medis serta misi kemanusiaan lainnya, dengan dibantu sejumlah relawan lokal MER-C. Selengkapnya di link ini http://youtube.com/post/UgkxCSZ4ImSngOK8QLfD5le0B3Kw5m_FlUv3?si=cNY-6iXzakEHgKtW  ——————————————— Donation Account: Bank Central Asia (BCA), 686.0153678Bank Mandiri, 124.000.8111.925Bank Syariah Indonesia (BSI), 700.1352.061Bank Mega Syariah (BMS), 1000.209.400Bank Muamalat Indonesia (BMI), 358.000.1720Bank Rakyat Indonesia (BRI), 033.501.0007.60308 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina

Di Tengah Krisis Gaza, Relawan EMT MER-C Tangani hingga Puluhan Operasi Setiap Pekan

Gaza – Dr. Regintha Yasmeen Burju Bachtum, SpOG., Relawan Emergency Medical Team (EMT) MER-C ke-9, menangani hingga puluhan operasi setipa sepekan.  Meski di tengah keterbatasan fasilitas kesehatan akibat krisis kemanusiaan, dr. Regintha bersama tim medis lokal di RS Al Helou, Gaza City, melakukan 40 hingga 50 operasi per pekan. Sebagian besar berupa tindakan obstetri dan ginekologi, dengan kasus terbanyak operasi sesar dan pengangkatan miom. Misi kali ini merupakan penugasan ketiga bagi dr. Regintha di Gaza. Sebelum bertugas di Gaza City pada 5 Agustus 2025, ia bersama Relawan EMT MER-C lainnya, dr. Eka Budhi Satyawardhana, SpBS., sempat bertugas di RS Nasser, Gaza Selatan. Kehadiran EMT MER-C Indonesia diharapkan dapat terus memperkuat layanan kesehatan di Jalur Gaza, di tengah situasi krisis berkepanjangan akibat agresi dan blokade Israel. Selengkapnya di link ini http://youtube.com/post/UgkxdKgRUnWaSf7zQgm5crD8ywjoZnQ_wBRP?si=Z4JLLG5V0g1YV4Q1  ——————————————— Donation Account: Bank Central Asia (BCA), 686.0153678Bank Mandiri, 124.000.8111.925Bank Syariah Indonesia (BSI), 700.1352.061Bank Mega Syariah (BMS), 1000.209.400Bank Muamalat Indonesia (BMI), 358.000.1720Bank Rakyat Indonesia (BRI), 033.501.0007.60308 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina

Silahkan bertanya?