Tiba di Gaza City, Haru Warnai Reuni Relawan MER-C Indonesia dengan Tim Lokal

Gaza City — Momen haru mewarnai kedatangan Tim Emergency Medical Team (EMT) MER-C ke-9 di Gaza City, Palestina pada Selasa (5/8). Dua relawan medis, dr. Eka Budhi Satyawardhana (dokter spesialis bedah saraf) dan dr. Regintha Yasmeen Burju Bachtum (dokter spesialis kebidanan dan kandungan), disambut hangat oleh tim lokal MER-C Gaza. Bagi dr. Regintha, ini adalah penugasan ketiganya di Gaza, sementara bagi dr. Eka, ini menjadi misi kedua. Keduanya pernah bekerja sama dengan tim MER-C Gaza dalam misi sebelumnya, sehingga pertemuan kali ini terasa penuh kehangatan. Pelukan erat dari para relawan lokal menjadi simbol persahabatan dan solidaritas. Kini, dr. Regintha dan dr. Eka bertugas di RS As Shifa, Gaza City, rumah sakit terbesar di wilayah utara Gaza. Kehadiran mereka diharapkan dapat memperkuat pelayanan medis di wilayah tersebut. Sebelumnya Tim EMT MER-C ke-9 bertugas di Rumah Sakit Nasser, Khan Younis, Gaza Selatan. Perjalanan menuju Gaza City ditempuh melalui jalur darat melewati Netzarim, dilakukan setelah koordinasi dengan World Health Organization (WHO) terkait penempatan tim medis. Saat ini, terdapat tiga relawan MER-C yang bertugas di Jalur Gaza. Selain dr. Eka dan dr. Regintha, ada pula Liaison Officer Marissa Noriti, dibantu sejumlah relawan lokal MER-C lainnya. MER-C terus berkomitmen memberikan bantuan bagi warga Gaza, meski di tengah tantangan besar situasi keamanan dan keterbatasan akibat blokade dan agresi penjajah Israel. Selengkapnya di link ini ——————————————— Donation Account: Bank Central Asia (BCA), 686.0153678Bank Mandiri, 124.000.8111.925Bank Syariah Indonesia (BSI), 700.1352.061Bank Mega Syariah (BMS), 1000.209.400Bank Muamalat Indonesia (BMI), 358.000.1720Bank Rakyat Indonesia (BRI), 033.501.0007.60308 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina
Bersama MER-C, Klinik Al Aqsa B Hadirkan Layanan Kesehatan untuk Warga Gaza

Gaza Selatan — Di tengah agresi brutal dan blokade berkepanjangan oleh penjajah Israel, Klinik Al Aqsa B yang didukung oleh MER-C menjadi salah satu tumpuan utama layanan kesehatan di wilayah Gaza selatan, khususnya di Al-Mawasi, Khan Younis. Kawasan ini kini menampung sekitar 500.000 pengungsi dari Rafah dan Khan Younis, menjadikannya salah satu wilayah terpadat di Jalur Gaza. Direktur Klinik Al Aqsa B dr. Yousif Salah Alfarra menjelaskan, fasilitas ini menyediakan layanan kesehatan dengan 12 spesialisasi, antara lain kedokteran keluarga, penyakit dalam deng sub-spesialisasi neurologi dan endokrinologi, bedah umum, ortopedi, kebidanan dan kandungan, gizi, fisioterapi, psikiatri, dan layanan gawat darurat. Klinik Al Aqsa B juga menjalankan layanan laboratorium farmasi, keperawatan, serta vaksinasi rutin anak sesuai jadwal nasional Palestina sepanjang pekan. Dengan meningkatnya jumlah pasien setiap harinya, klinik ini menangani keluhan yang semakin kompleks. Klinik nutrisi, misalnya, setiap hari merawat 20 hingga 30 pasien dengan kasus malnutrisi berat. “Masalah terbesar saat ini adalah kekurangan makanan dan kelaparan. Ini tantangan terbesar bagi semua orang di sini,” ungkap dr Yousif, seraya menekankan bahwa populasi paling rentan adalah anak-anak dan ibu hamil. Sementara itu, klinik anak melayani sekitar 250 kasus setiap hari, termasuk gastroenteritis, infeksi kulit, dan dalam tiga bulan terakhir mulai muncul kasus meningitis. Seorang dokter spesialis anak mengatakan, meningkatnya kasus kesehatan juga diiringi dengan krisis ketersediaan obat-obatan seperti antibiotik dan analgesik. Saat ini ketersediaan obat-obatan tidak mencukupi untuk mengatasi jumlah kasus yang dihadapi setiap harinya. Di layanan kebidanan dan kandungan, pasien yang datang pun terus bertambah. “Kami memberikan layanan pra-konsepsi, pemeriksaan kehamilan dan pasca melahirkan, dan menangani kasus ginekologis seperti perdarahan tidak normal atau menstruasi yang terhenti. Setiap hari kami menerima sekitar 60 hingga 70 pasien,” ujar seorang dokter yang bertugas di klinik tersebut. Meski dalam keterbatasan, semangat para tenaga medis dan relawan tidak surut. Klinik Al Aqsa B menjadi harapan bagi ribuan warga Palestina yang membutuhkan perawatan medis. “Terima kasih kepada rakyat Indonesia dan MER-C,” kata Direktur Klinik Al Aqsa B. Dukungan dan solidaritas kita tidak boleh berhenti. Mari terus mendukung perjuangan rakyat Palestina dengan doa dan bantuan kemanusiaan. Setiap langkah kita adalah bagian dari harapan mereka. Selengkapnya di link ini
Tim Medis Klinik Al Aqsa B yang Didukung MER-C Berhasil Selamatkan Lansia Korban Tembakan Israel

Gaza – Tim medis Klinik Al Aqsa B, yang didukung oleh Medical Emergency Rescue Committee (MER-C), pada Minggu (3/8) berhasil menyelamatkan seorang pria lanjut usia berusia 66 tahun. Pasien datang dengan benjolan pada bagian paha karena peluru yang berada tepat di bawah kulit (subkutan). Tim dokter IGD dan dokter bedah telah berhasil melakukan tindakan untuk mengangkat peluru tersebut. Menurut keterangan tim medis, kondisi pasien saat ini sudah membaik dan akan kembali menjalani pemeriksaan lanjutan dalam beberapa hari mendatang. MER-C bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan Palestina (MoH) telah memberikan dukungan operasional kepada Klinik Al Aqsa B yang terletak di Al Mawasi, Gaza Selatan, sejak 1 Desember 2024. Selengkapnya di link ini ————————————————— Medical Team of Al Aqsa Clinic B Supported by MER-C Successfully Saves an Elderly Victim from Israeli Gunfire Gaza – The medical team of Al Aqsa Clinic B, supported by the Medical Emergency Rescue Committee (MER-C), on Sunday (August 3rd) successfully rescued a 66-year-old man. Patient came presented with a lump on his thigh caused by a bullet lodged just under the skin (subcutaneous). The team consisting of Emergency Room (ER) doctors and surgeons successfully removed the bullet. According to the medical team, the condition of the patient is improving and will return for further examination in the coming days. MER-C, in collaboration with the Palestinian Ministry of Health (MoH), has been providing operational support to the Al Aqsa Clinic B, located in Al Mawasi, Southern Gaza, since December 1st, 2024. ——————————————— Donation Account: Bank Central Asia (BCA), 686.0153678Bank Mandiri, 124.000.8111.925Bank Syariah Indonesia (BSI), 700.1352.061Bank Mega Syariah (BMS), 1000.209.400Bank Muamalat Indonesia (BMI), 358.000.1720Bank Rakyat Indonesia (BRI), 033.501.0007.60308 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina
1000 Paket Bantuan MER-C untuk Staf RS Indonesia Diterima dengan Aman

Gaza – Sebanyak 1000 paket bantuan makanan yang disalurkan oleh Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) pada 26-27 Juli 2025 diterima dengan aman oleh staf RS Indonesia di Gaza, yang saat ini mengungsi di Gaza City. Paket bantuan ini merupakan amanah dari almarhum dr. Marwan Al Sultan, Direktur Rumah Sakit Indonesia. Ia melihat bagaimana staf rumah sakit tetap memberikan pelayanan kesehatan meski tanpa menerima gaji, dan kini mereka ikut merasakan kelaparan. Untuk itu mereka sangat membutuhkan bantuan. Setiap paket bantuan berisi 3 kg tepung, 1 kg tahini (saus wijen), 1 liter minyak goreng, dan 1 kg kacang lentil. Nilai per paket sekitar 600 shekel atau sekitar Rp2,9 juta. Harga tersebut relatif lebih murah dibanding sebelumnya karena masuknya beberapa bantuan ke wilayah Gaza. Mengingat kondisi Gaza saat ini, MER-C menekankan pentingnya pengorganisasian bantuan secara manusiawi. Distribusi dilakukan dengan penuh kehati-hatian agar tidak menimbulkan korban dan bencana baru. Untuk menjamin keamanan proses distribusi, MER-C bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan Palestina (MoH). Kolaborasi ini melibatkan banyak pihak lokal demi memastikan bantuan disalurkan dengan aman. MER-C menyampaikan terima kasih kepada para donatur dan masyarakat Indonesia atas kepercayaannya. Bantuan ini bukan hanya bentuk solidaritas, tetapi juga wujud kepedulian nyata terhadap penderitaan rakyat Palestina yang hingga kini masih berjuang di tengah blokade dan genosida penjajah Israel. Selengkapnya di link ini ——————————————— Donation Account: Bank Central Asia (BCA), 686.0153678Bank Mandiri, 124.000.8111.925Bank Syariah Indonesia (BSI), 700.1352.061Bank Mega Syariah (BMS), 1000.209.400Bank Muamalat Indonesia (BMI), 358.000.1720Bank Rakyat Indonesia (BRI), 033.501.0007.60308 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina
Tiba di Gaza, Tim EMT MER-C ke-9 Langsung Bertugas di RS Nasser

Gaza – Emergency Medical Team (EMT) Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) ke-9 telah berhasil memasuki Jalur Gaza, dan langsung mulai bertugas memberikan pelayanan medis. Dua relawan medis, dr. Eka Budhi Satyawardhana, SpBS (dokter spesialis bedah saraf), dan dr. Regintha Yasmeen Burju Bachtum, SpOG (dokter spesialis kebidanan dan kandungan), saat ini telah mulai bertugas di Rumah Sakit Nasser, Khan Younis, Gaza Selatan. Tim ini sebelumnya berangkat dalam dua tahap melalui Yordania, kemudian masuk ke Gaza melalui jalur darat bersama konvoi bantuan kemanusiaan internasional. Pada tahap pertama, dr. Eka bersama Marissa Noriti (Liaison Officer/LO) berangkat pada Selasa dini hari, 22 Juli 2025, dan berhasil masuk ke Gaza pada 27 Juli 2025. Sementara itu, dr. Regintha menyusul dalam tahap kedua yang berangkat Minggu dini hari, 27 Juli 2025, dan tiba di Gaza pada 29 Juli 2025. Tim EMT MER-C ke-9 ini merupakan kelanjutan dari misi kemanusiaan yang telah dilakukan sejak 18 Maret 2024. Pengiriman tim medis ini adalah bagian dari komitmen berkelanjutan untuk membantu rakyat Palestina, khususnya di Jalur Gaza, yang saat ini menghadapi situasi kemanusiaan kritis akibat genosida dan blokade yang belum berakhir. Kehadiran EMT MER-C ke-9 diharapkan dapat memperkuat pelayanan medis di RS Nasser, salah satu rumah sakit di Gaza Selatan yang masih beroperasi di tengah keterbatasan. Selengkapnya di link ini ——————————————— Donation Account: Bank Central Asia (BCA), 686.0153678Bank Mandiri, 124.000.8111.925Bank Syariah Indonesia (BSI), 700.1352.061Bank Mega Syariah (BMS), 1000.209.400Bank Muamalat Indonesia (BMI), 358.000.1720Bank Rakyat Indonesia (BRI), 033.501.0007.60308 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina
Klinik Al Aqsa B: Oase Harapan di Tengah Krisis Kesehatan Gaza

Gaza – Di tengah puing-puing kehancuran, dentuman bom, dan krisis kemanusiaan yang semakin dalam di Jalur Gaza, Klinik Lapangan Al Aqsa B di Al Mawasi, Khan Younis, hadir memberikan harapan. Klinik ini menjadi satu dari sedikit tempat yang masih beroperasi penuh hingga saat ini, memberikan layanan medis bagi ratusan ribu warga pengungsi yang terdampak agresi militer dan blokade penjajah Israel. Dalam segala keterbatasan, tim medis di Al Aqsa B terus bekerja, menjadi garda depan kemanusiaan di selatan Gaza. Sejak dimulainya dukungan dari Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) dengan kerja sama Kementerian Kesehatan Palestina (MOH) pada 1 Desember 2024, Klinik Al Aqsa B terus meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan serta memperluas cakupan pelayanannya. Saat ini, klinik tersebut melayani rata-rata 1.200 pasien per hari. Selama enam bulan pertama (Desember 2024 – Mei 2025), Klinik Al Aqsa B beroperasi dengan 38 tenaga medis dan staf pendukung. Seiring meningkatnya kebutuhan, jumlah personel ditambah menjadi 50 orang sejak Juni 2025. Sejumlah dukungan yang diberikan MER-C antara lain insentif penuh kepada seluruh staf sejak awal operasionalnya, bantuan lainnya seperti perlengkapan pengendalian infeksi, alat tulis kantor (ATK), serta coffee break untuk tenaga kesehatan yang menjadi bagian dari upaya mempertahankan semangat dan kenyamanan kerja di tengah situasi penuh risiko. Klinik Al Aqsa B menyediakan layanan spesialisasi yang mencakup poliklinik kedokteran keluarga, penyakit dalam, anak (pediatri), kebidanan dan kandungan, bedah, rehabilitasi medik, ortopedi, neurologi, nutrisi, dan layanan dukungan psikososial. Di wilayah Khan Younis yang menjadi tempat penampungan lebih dari 400 ribu pengungsi, Al Aqsa B adalah satu-satunya fasilitas medis dengan layanan cukup lengkap, dengan total 105.890 pasien yang telah dilayani sejak awal operasional hingga kini. MER-C sendiri saat ini telah memperpanjang keberlanjutan dan peningkatan program, mengingat manfaat besar yang dirasakan warga Gaza. MER-C berkomitmen untuk terus mendampingi, menambah kapasitas, serta menyempurnakan pelayanan Klinik Al Aqsa B.
EMT MER-C ke-9 Berangkat ke Jalur Gaza

JAKARTA – Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) kembali mengirimkan Emergency Medical Team (EMT) ke Jalur Gaza. Ini merupakan keberangkatan tim ke-9 sejak 18 Maret 2024. Tim EMT MER-C ke-9 ini terdiri dari tiga relawan, yaitu Marissa Noriti sebagai Liaison Officer (LO), dr. Eka Budhi Satyawardhana, SpBS (dokter spesialis bedah saraf), dan dr. Regintha Yasmeen Burju Bachtum, SpOG (dokter spesialis kebidanan dan kandungan). Keberangkatan dilakukan dalam dua tahap melalui Yordania untuk kemudian masuk ke Gaza melalui jalur darat bersama konvoi bantuan internasional. Tahap pertama, dua relawan yaitu dr. Eka dan Marissa telah berangkat pada Selasa dini hari, 22 Juli 2025. Sementara tahap kedua menyusul pada Minggu dini hari, 27 Juli 2025, dengan keberangkatan dr. Regintha. Saat ini, dr. Eka telah berhasil masuk ke dalam Jalur Gaza bersama konvoi WHO dan mulai menjalankan tugas di lapangan. Sementara itu, dua relawan lainnya masih menunggu jadwal untuk bergabung dengan konvoi WHO berikutnya. Pengiriman tim medis ini merupakan salah satu bagian dari komitmen MER-C untuk terus memberikan bantuan kemanusiaan bagi rakyat Palestina di Jalur Gaza, yang tengah mengalami genosida dan blokade berkepanjangan.
Lanjutkan Misi Kemanusiaan, EMT MER-C ke-9 Berangkat ke Jalur Gaza

JAKARTA – Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) kembali mengirimkan Emergency Medical Team (EMT) ke Jalur Gaza. Ini merupakan keberangkatan tim ke-9 sejak 18 Maret 2024. Tim EMT MER-C ke-9 ini terdiri dari tiga relawan, yaitu Marissa Noriti sebagai Liaison Officer (LO), dr. Eka Budhi Satyawardhana, SpBS (dokter spesialis bedah saraf), dan dr. Regintha Yasmeen Burju Bachtum, SpOG (dokter spesialis kebidanan dan kandungan). Keberangkatan dilakukan dalam dua tahap melalui Yordania untuk kemudian masuk ke Gaza melalui jalur darat bersama konvoi bantuan internasional. Tahap pertama, dua relawan yaitu dr. Eka dan Marissa telah berangkat pada Selasa dini hari, 22 Juli 2025. Sementara tahap kedua menyusul pada Minggu dini hari, 27 Juli 2025, dengan keberangkatan dr. Regintha. Saat ini, dr. Eka telah berhasil masuk ke dalam Jalur Gaza bersama konvoi WHO dan mulai menjalankan tugas di lapangan. Sementara itu, dua relawan lainnya masih menunggu jadwal untuk bergabung dengan konvoi WHO berikutnya. Dalam keterangannya, Marissa menyampaikan bahwa EMT ke-9 direncanakan akan ke Gaza City, namun masih menunggu konfirmasi dari Kementerian Kesehatan Palestina dan WHO. Selain itu, tim juga akan memantau program MER-C di Klinik Al Aqsa B di Khan Younis, yang programnya baru saja diperpanjang karena dinilai bermanfaat bagi warga. “Kami akan melihat apa yang bisa ditingkatkan agar pelayanan poli klinik ini lebih bermanfaat lagi,” ujar Marissa. Marissa mengatakan, MER-C tetap memprioritaskan pelayanan medis, namun tidak menutup kemungkinan untuk menyalurkan bantuan pangan seperti pada misi sebelumnya karena isu yang sangat signifikan saat ini adalah kelaparan. “Kami juga meminta dukungan masyarakat Indonesia agar misi MER-C untik membantu perjuangan warga Gaza bisa berjalan lebih baik,” tuturnya. Senada, dr. Eka juga menyoroti buruknya situasi di Gaza saat ini. Ia mengatakan kondisi kali ini berbeda dibanding misi sebelumnya yang dilakukan saat gencatan senjata. Kini, akses lebih terbatas dan situasi lebih kritis. “Tapi apapun yang kami hadapi nanti, kami tetap berpikir positif untuk bisa memberikan bantuan semaksimal mungkin,” katanya. “Saya juga mengingatkan masyarakat Indonesia, jangan pernah bosan dan jangan berhenti mendukung Palestina, minimal lewat doa, berbagi informasi, berdonasi, atau aksi boikot,” tambah dr. Eka. Dalam pernyataannya sebelum keberangkatan, dr. Regintha mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan yang diberikan untuk kembali terlibat dalam misi ke Gaza. Ini adalah kali ketiganya bergabung dalam tim EMT MER-C.“Kali ini mudah-mudahan perjalanannya lancar. Situasinya jauh lebih berat dibandingkan kedatangan pertama dan kedua. Kondisi kelaparan sangat memprihatinkan. Saya berharap bantuan dari Indonesia bisa masuk dan langsung disalurkan kepada masyarakat Gaza yang membutuhkan,” ujarnya. “Ketika diizinkan untuk berangkat lagi, saya banyak berpikir apa yang bisa dikerjakan dan harus lebih baik dari misi sebelumnya. Saya terus berdoa agar keberadaan saya di sana bisa sedikit membantu saudara-saudara kita. Mohon doanya, semoga kami semua berangkat dan pulang dalam keadan baik,” tambahnya. Pengiriman tim medis merupakan salah satu bagian dari komitmen MER-C untuk terus memberikan bantuan kemanusiaan bagi rakyat Palestina di Jalur Gaza, yang tengah mengalami genosida dan blokade berkepanjangan. Saat ini, kondisi penduduk Jalur Gaza terus memburuk akibat kelaparan dan malnutrisi yang kian parah. Lebih dari 2 juta penduduk, termasuk sekitar 1 juta anak-anak, mengalami kekurangan pangan akut akibat hampir total blokade bantuan sejak Maret 2025. Jika akses bantuan tidak segera dibuka secara penuh, tragedi ini akan terus berlanjut.
MER-C dan Kedutaan Afghanistan Bahas Rencana Kerja Sama Kemanusiaan untuk Pengungsi di Herat

Jakarta — Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) pada Kamis (17/7) bertemu Wakil Duta Besar Afghanistan untuk Indonesia, Qais Barakzai, membahas rencana kerja sama kemanusiaan untuk pengungsi yang saat ini memadati wilayah Herat, Afghanistan. Pertemuan ini dihadiri oleh Presidium MER-C dr. Tonggo Meaty Fransisca, bersama sejumlah staf dan relawan MER-C yaitu dr. Azizul Hakim, dr. Siti Lirih, drg. Elisabeth L. Sarri, dan Dinda Azzahra. Wakil Duta Besar Afghanistan, Qais Barakzai, menyebut krisis yang terjadi di Herat merupakan salah satu kondisi kemanusiaan paling serius di Asia Tengah saat ini, terutama akibat gelombang besar pengungsi yang di deportasi dari Iran sejak awal 2023. Jumlah pengungsi yang terus meningkat telah menyebabkankrisis Kemanusiaan, yang memicu kekurangan kebutuhan dasar. Hal ini menjadi tantangan besar di sektor kesehatan, pendidikan, serta pangan. Sedangkan Herat sendiri sudah mengalami kerusakan serius akibat gempa bumi 2023, dan belum sepenuhnya pulih. Ia mengatakan, ribuan orang setiap harinya masuk ke wilayah Herat dan tinggal di tenda-tenda darurat, terminal bus, serta tempat penampungan sementara yang minim fasilitas. Kekurangan air bersih, makanan, dan layanan medis menjadi permasalahan utama yang harus segera ditangani. “Kebutuhan yang paling mendesak saat ini adalah tenda tahan cuaca, air bersih, WC umum untuk kamp-kamp darurat, dapur umum, bantuan pangan siap saji, dan yang paling penting juga adalah pelayanan medis dan obat-obatan,” ujar Barakzai. Barakzai menekankan, bantuan yang ada saat ini belum mencukupi. Lembaga-lembaga internasional yang hadir pun masih terbatas. Oleh karena itu, pihaknya berharap dapat menjalin kerja sama dengan MER-C, sebagai lembaga kemanusiaan yang sudah dipercaya dan concern kepada masalah kemanusiaan di Afganistan. Dalam kesempatan tersebut, dr. Tonggo Meaty Fransisca menyatakan MER-C akan membawa hasil pertemuan untuk dibahas bersama anggota presidium lainnya. Jika disetujui, MER-C siap menjalin kolaborasi dengan pihak terkait, termasuk Herat University yang sebelumnya telah menjalin kerja sama pada 2024. Pertemuan ini juga menjadi kelanjutan dari komunikasi antara Kedutaan Afghanistan dan dengan Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla. Dalam pertemuan tersebut, ia menyarankan agar Kedutaan bertemu MER-C dan membahas lebih lanjut terkait respons kemanusiaan di Afghanistan.
Kerusakan Parah Wisma Joserizal Jurnalis: Jejak Kebrutalan Agresi Israel

Gaza – Wisma Joserizal Jurnalis yang terletak di kompleks Rumah Sakit Indonesia, Beit Lahiya, Gaza Utara, kini mengalami kerusakan parah akibat serangan militer penjajah Israel. Sebelum dihancurkan, wisma ini menjadi tempat tinggal para relawan medis Indonesia yang bertugas di Gaza. Wisma ini dibangun oleh MER-C Indonesia dan dinamai untuk mengenang dr. Joserizal Jurnalis, pendiri MER-C, yang semasa hidupnya aktif mengabdi dalam misi kemanusiaan di berbagai wilayah konflik, termasuk Palestina. Sejak awal agresi brutal Israel pada 7 Oktober 2023, wisma ini menjadi pusat koordinasi dan diskusi bagi tim medis Indonesia yang bertugas di RS Indonesia. Selama agresi berlangsung, Israel telah berulang kali melakukan pengepungan dan penyerangan ke area RS Indonesia, termasuk menargetkan Wisma Joserizal. MER-C beberapa kali melakukan perbaikan, namun serangan berulang menyebabkan kerusakan yang terus memburuk. Terakhir, tim Emergency Medical Team (EMT) ke-8 dari MER-C menempati wisma ini sebelum akhirnya agresi kembali meningkat. Pada 2 Juni 2025, seluruh tim medis lokal, pasien, dan warga sipil yang mengungsi di RS Indonesia kembali dipaksa melakukan evakuasi oleh penjajah Israel. Relawan lokal MER-C yang berhasil kembali ke lokasi setelah pasukan Israel mundur dari Beit Lahiya pekan ini melaporkan, kondisi Wisma Joserizal kini sangat memprihatinkan. Barang-barang berserakan, kerusakan bangunan cukup parah, dan area sekitarnya sudah rata dengan tanah akibat gempuran bom. Wisma Joserizal Jurnalis bukan sekadar bangunan, tapi simbol solidaritas dan komitmen Indonesia terhadap kemanusiaan di Gaza. Kehancurannya mencerminkan kebrutalan agresi yang menyasar fasilitas sipil dan relawan kemanusiaan. ——————————————— Donation Account: Bank Central Asia (BCA), 686.0153678Bank Mandiri, 124.000.8111.925Bank Syariah Indonesia (BSI), 700.1352.061Bank Mega Syariah (BMS), 1000.209.400Bank Muamalat Indonesia (BMI), 358.000.1720Bank Rakyat Indonesia (BRI), 033.501.0007.60308 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina