MER-C Turut Berbelasungkawa atas Wafatnya Lima Staf RS Kamal Adwan di Gaza Utara

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) mengucapkan turut berbelasungkawa untuk para syuhada, lima petugas kesehatan yang menjadi martir di Rumah Sakit Kamal Adwan akibat serangan langsung dari penjajah Israel pada Kamis (26/12). Kelima staf tersebut adalah Dokter Anak dr. Ahmed Samour, Spesialis Laboratorium Israa Abu Zaida, paramedis Abdul Majeed Abu Al-Aish dan Maher Al-Ajrami serta Spesialis Perawatan Fares Al-Hudali. MER-C juga mengutuk keras segala bentuk serangan terhadap para petugas kesehatan serta paramedis dan menyerukan perlindungan penuh bagi relawan dan tim medis, untuk memastikan penyediaan bantuan medis yang optimal. Sangat penting untuk menjamin keselamatan dan keamanan tim medis dan relawan saat mereka menjalankan tugasnya. Terletak di Beit Lahia, RS Kamal Adawan telah mengalami puluhan serangan rudal dan senjata api sejak awal Oktober, juga blokade militer. Meskipun menghadapi tantangan ini, Rumah Sakit tersebut masih terus memberikan perawatan kepada warga Gaza dalam kondisi yang mengerikan.
MER-C Beri Dukungan untuk Klinik Lapangan di Gaza Selatan

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) terus menyalurkan donasi dari masyarakat Indonesia untuk korban agresi di Jalur Gaza. Kali ini bentuk bantuan yang diberikan berupa dukungan operasional, yaitu insentif bagi staf Klinik Lapangan Al Aqsa B Medical Center di Gaza Selatan. Liaison Officer EMT MER-C Marissa Noriti yang saat ini bertugas di Jalur Gaza mengatakan, dukungan biaya operasional berupa insentif bagi seluruh staf klinik rencananya akan diberikan selama enam bulan ke depan, terhitung sejak 1 Desember 2024 hingga 31 Mei 2025 mendatang. Marissa menjelaskan, Al Aqsa B adalah klinik spesialis lapangan di bawah Kementerian Kesehatan Palestina yang terletak di wilayah padat pengungsian, di Al Mawasi, Khan Younis. Al Aqsa B melayani seridaknya 600,000 warga pengungsi di Jalur Gaza, dengan pasien harian sekitar 800 orang. Al Aqsa B memiliki sekitar 36 staf yang terdiri dari Direktur dan Wakil Direktur, Sektretaris, 11 dokter spesialis, 3 dokter umum, 3 farmasi, 6 perawat, 2 petugas kebersihan, 1 ahli gizi, 5 security, 2 admin/pendaftaran, dengan pelayanan untuk penyakit dalam, Cardiovascular, Nephrology, Surgery, Orthopedic, Dental, Ophthalmology, ENT, Radiology, Psychiatry, General Medicine and Obgyn. Dukungan ini sendiri sebagai tindaklanjut dari MoU yang telah ditandatangani antara MER-C Indonesia dan Kementerian Kesehatan Gaza pada 26 Oktober 2024 lalu. Dengan bantuan ini, diharapkan Al Aqsa B Medical Center bisa beroperasi kembali untuk memberikan layanan Kesehatan pengungsi yang berada di sekitar Klinik, di tengah lumpuhnya sistem kesehatan akibat serangan penjajah ke fasilitas Kesehatan di sepanjang Jalur Gaza. “Program ini bertujuan untuk meningkatkan seluruh layanan kesehatan khusus bagi masyarakat di wilayah Al-Mawasi di Khan Yunis melalui klinik spesialis lapangan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, dimana terdapat kepadatan penduduk yang besar di wilayah tersebut, mencapai 600.000 orang. Mereka terpaksa mengungsi akibat agresi yang telah berlangsung lebih dari satu tahun,” ujarnya. Medical Director Al Aqsa B Medical Center dr. Yousif Salah Alfarra, mengucapkan terima kasih kepada MER-C Indonesia, atas bantuan yang sangat penting dan dibutuhkan. Ia menegaskan, saat ini Al Aqsa B Medical Center memiliki sejumlah spesialis, yang memang sangat diperlukan warga Gaza di Khan Younis, pengungsian terpadat di Gaza Selatan. “Di sini kami memberikan pelayanan dengan banyak spesialis, jadi tempat ini sangat luar biasa dalam membantu para pengungsi khususnya di Khan Younis. Terima kasih MER-C Indonesia atas dukungannnya kepada Pusat Medis ini dan warga Gaza,” tuturnya. Donation Account: Bank Central Asia (BCA), 686.0153678Bank Mandiri, 124.000.8111.925Bank Syariah Indonesia (BSI), 700.1352.061Bank Mega Syariah (BMS), 1000.209.400Bank Muamalat Indonesia (BMI), 358.000.1720Bank Rakyat Indonesia (BRI), 033.501.0007.60308 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee
MER-C Hadiri Undangan Pertemuan Kemlu RI, Bahas Penguatan Bantuan untuk Palestina

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) pada Jumat (13/12) menghadiri undangan pertemuan yang digelar oleh Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI), guna membahas penguatan bantuan untuk Palestina. Pertemuan ini dihadiri oleh perwakilan dari sejumlah lembaga baik nasional maupun internasioanl, yang memiliki akses untuk menyalurkan bantuan ke Palestina. Adapun MER-C diwakili oleh Ketua Divisi Emergency Medical Team (EMT) dr. Arief Rachman, SpRad., dan Relawan EMT ke-1 dr. Reyfal Khaidar. Beberapa hal yang dibahas dalam pertemuan ini antara lain; pemaparan situasi terkini di Gaza dan Palestina dari organisasi internasional, akses bantuan kemanusiaan Palestina saat ini, serta mekanisme penyaluran bantuan untuk Palestina dari lembaga kemanusiaan di Indonesia melalui organisasi internasional. Direktur Jendral Kerja Sama Multilateral Aidil Khairunsyah dalam sambutannya mendorong kemitraan lebih erat antara lembaga kemanusiaan Indonesia dan organisasi internasional, untuk mengatasi tantangan dalam penyaluran bantuan di Palestina dengan memanfaatkan pengetahuan lokal serta sumber daya dan pengaruh diplomatik organisasi internasional. Dr. Arief Rachman dalam kesempatan itu meminta Kemlu untuk bisa memberikan dukungan dalam pengiriman tim medis ke Jalur Gaza, yang saat ini menjadi salah satu fokus program bantuan MER-C. MER-C sejak agresi 7 Oktober 2023 terus berupaya menyalurkan bantuan ke Jalur Gaza. Bantuan yang diberikan antara lain sembako, makanan cepat saji, air bersih, obat-obatan dan kebutuhan dasar lainnya. Sejak 18 Maret 2024, MER-C telah mengirimkan puluhan relawan medis yang tergabung dalam Emergency Medical Team (EMT). Relawan medis ini terdiri dari dokter spesialis dan umum, perawat serta bidan.
Relawan Medis MER-C di Jalur Gaza Lakukan Tindakan Persalinan Caesar

Dua Relawan Medis Medical Emergency Rescue (MER-C) pada 29 November 2024, bersama tenaga medis lokal di Jalur Gaza melakukan tindakan persalinan caesar di tengah kondisi yang sangat terbatas. Dalam video dokumentasi yang dikirimkan, Dokter Kandungan dr. Regintha Yasmeen, Sp. OG dan satu perawat Nadia Rosi, Amd.Kep. yang merupakan Emergency Medical Team (EMT) MER-C ke-6, tengah melakukan operasi caesar dan menunjukkan bayi yang dilahirkan serta ibunya dalam kondisi sehat. Dr. Regintha mengungkap, operasi dilakukan di tengah ketersediaan bed rumah sakit yang sangat terbatas, jadi pasien dalam enam jam harus pulang dengan hanya berbekal obat nyeri parasetamol dan antibiotik sederhana. Ia mengatakan, indikasi operasi dikarenakan kasus persalinan pertamanya juga caesar. “Ibu ini hamil pertama kembar tiga dengan proses bayi tabung, lahir selamat ketiganya perempuan. Kehamilan kedua ini pasien hamil natural dan berdoa agar punya anak laki-laki Alhamdulillah Qadarullah saat perang seperti ini beliau hamil natural dan anaknya laki-laki,” ujarnya. Dr. Regintha mengaku salut dengan wanita-wanita di Gaza yang masih terus semangat untuk melahirkan generasi penerus mereka meski dengan segala keterbatasan tempat tinggal, makanan, nutrisi dan vitamin untuk ibu hamil. Mereka juga rela menempuh pelayanan rumah sakit walau harus berjalan jauh. Saat ini fasilitas kesehatan di Jalur Gaza sedang dalam kondisi krisis serius, terutama Gaza Utara di mana serangan Israel yang disengaja terhadap ambulans dan pekerja pertahanan sipil telah membuat wilayah tersebut kehilangan hampir semua layanan penyelamatan. Tim EMT MER-C ke-6 yang telah berugas sejak akhir Oktober saat ini masih bertahan di Jalur Gaza dan kembali bertugas di Public Aid Hospital, Gaza City, setelah sebelumnya bertugas di Rumah Sakit Kamal Adwan di Gaza Utara, namun terpaksa pergi ketika penjajah Israel kembali melancarkan serangan ke Rumah Sakit tersebut. Donation Account: Bank Central Asia (BCA), 686.0153678Bank Mandiri, 124.000.8111.925Bank Syariah Indonesia (BSI), 700.1352.061Bank Mega Syariah (BMS), 1000.209.400Bank Muamalat Indonesia (BMI), 358.000.1720Bank Rakyat Indonesia (BRI), 033.501.0007.60308 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee
MER-C Serahkan Bantuan Diapers dan Medical Gas ke Public Aid Hospital di Gaza City

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) menyalurkan bantuan gas medis dan diapers untuk pasien dewasa, lanjut usia dan pasien pasca operasi di Public Aid Hospital di Gaza City. Bantuan gas medis dan diapers ini diberikan berdasarkan permintaan mendesak dari pihak Public Aid Hospital kepada MER-C Indonesia. Pengisian ulang medical gas sebesar 60 kg, yang diperlukan untuk departemen operasi Public Aid Hospital, Gaza City, dilakukan pada awal Desember 2024, dengan total Sedangkan bantuan diapers diserahkan oleh perwakilan Tim EMT MER-C ke-6 di Jalur Gaza, Perawat Kamal Putra Pratama, kepada perwakilan Public Aid Hospital, Abu Salamah, pada Kamis, 12 Desember 2024. Bantuan diapers dewasa berbagai ukuran sangat diperlukan dalam perawatan pasien-pasien khususnya pasien dewasa, lanjut usia dan pasien pasca operasi di Public Aid Hospital, Gaza City. Fasilitas kesehatan di Jalur Gaza saat ini sedang dalam kondisi krisis di tengah blokade dan agresi tanpa henti penjajah Israel. MER-C terus mengupayakan bantuan dan pengiriman Tim medis yang saat ini sangat diperlukan warga Gaza. Tim EMT MER-C ke-6 saat ini masih bertahan di Jalur Gaza dan kembali bertugas di Public Aid Hospital setelah sebelumnya bertugas di Rumah Sakit Kamal Adwan di Gaza Utara dan terpaksa pergi ketika penjajah Israel kembali melancarkan serangan ke Rumah Sakit tersebut. Donation Account: Bank Central Asia (BCA), 686.0153678Bank Mandiri, 124.000.8111.925Bank Syariah Indonesia (BSI), 700.1352.061Bank Mega Syariah (BMS), 1000.209.400Bank Muamalat Indonesia (BMI), 358.000.1720Bank Rakyat Indonesia (BRI), 033.501.0007.60308 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee
Ketua Divisi EMT MER-C Penuhi Undangan sebagai Fasilitator Public Health Emergency Training

Ketua Divisi Emergency Rescue Committee (EMT) MER-C Indonesia dr. Arief Rachman, SpRad., memenuhi undangan sebagai Fasilitator dalam Public Health Emergency Training, yang diselenggarakan oleh National Critical Care and Trauma Response Center (NCCTRC) Australia bekerja sama dengan Universitas Pertahanan Republik Indonesia (RIDU), pada 11-12 Desember 2024 di Kampus Unhan, Bogor, Indonesia. Dalam kesempatan itu, dr. Arief menyampaikan materi terkait proses dan perkembangan Emergency Medical Team di Indonesia, serta mencontohkan aktivitas EMT di bidang bencana, krisis dan public health emergency (PHE). Selain dr. Arief, turut hadir pada acara tersebut, memenuhi undangan sebagai Observer, yaitu Ketua Presidium MER-C, DR. dr. Hadiki HAbib, SpPD., SpEm. Rektor Unhan RI Letnan Jenderal TNI (Purn.) Dr. Jonni Mahroza, S.I.P., M.A., M.Sc., Ph.D., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kolaborasi strategis ini, yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas nasional dalam menghadapi berbagai situasi darurat kesehatan. “Kerja sama ini tidak hanya bertujuan memperkuat kesiapan dan respons Indonesia terhadap ancaman kesehatan publik, tetapi juga menjadi jembatan untuk mempererat hubungan antara Indonesia dan Australia dalam membangun ketahanan kesehatan global yang berkelanjutan,” ujarnya. Rektor Unhan RI juga menekankan pentingnya kemitraan internasional yang solid, di mana pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan praktik terbaik menjadi kunci keberhasilan dalam menciptakan sistem kesehatan yang tangguh. Dengan saling mendukung dan berbagi wawasan, kolaborasi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam melindungi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, baik di tingkat nasional maupun global. Program pelatihan ini sendiri dirancang khusus untuk menjawab kebutuhan penting akan peningkatan kesiapan dan kapasitas operasional dalam mengelola keadaan darurat kesehatan masyarakat, dengan penekanan kuat pada latihan simulasi, lokakarya pengembangan keterampilan, dan sesi berbagi pengetahuan, dengan tujuan mendorong kolaborasi dan inovasi di antara para ahli dan praktisi dari berbagai sektor. Peserta yang hadir belajar tentang regulasi kesehatan internasional, agenda keamanan kesehatan global, dan sistem darurat kesehatan Indonesia, dengan fokus pada pengembangan kemampuan koordinasi dan komunikasi dalam penanganan darurat kesehatan.
Tim EMT MER-C di Jalur Gaza Tangani Korban MCI Akibat Serangan Penjajah Israel

Kembali bertugas di dua rumah sakit di Gaza City, Emergency Medical Team (EMT) Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) menangani sejumlah kasus Mass Casualties Incident (MCI) akibat serangan penjajah Israel yang masih terus berlangsung. Lima Relawan MER-C yang tergabung dalam EMT ke-6, yaitu Dokter Bedah dr. Faradina Sulistiyani, Sp.B, dan dr. Taufiq Nugroho, SpB., Dokter Kandungan dr. Regintha Yasmeen, Sp. OG dua perawat Nadia Rosi, Amd.Kep, serta Kamal Putra Pratama, AMK., kembali bertugas di dua rumah sakit di Gaza City, Public Aid Hospitl dan RS Al-Shifa, setelah sebelumnya terpaksa pergi dari RS Kamal Adwan di Gaza Utara saat penjajah Israel melancarkan serangan massif ke Rumah Sakit tersebut. “Siang ini, 14 Desember 2024, jam 12.19 waktu Gaza, telah terjadi MCI yang menyebabkan banyak sekali korban yang berdatangan ke RS Al-Shifa dan empat orang dinyatakan syahid akibat adanya serangan roket Israel yang ditujukan kepada masyarakat sipil yang ada di area Al-Jala, Gaza City,” ujar Relawan MER-C Kamal Putra Pratama. Kamal mengatakan, serangan Israel yang cukup besar ini mengakibatkan UGD RS Al-Shifa penuh oleh korban yang terus berdatangan, di mana sebagian besar adalah anak-anak dan perempuan. Ambulans juga terus berdatangan. “Tim MER-C Indonesia bersama Tim Al-Shifa berupaya memberikan pertolongan penyelamatan secara cepat,” ujarnya. Setelah kembali bertugas di Gaza City, Tim MER-C terus mengoptimalkan diri untuk melakukan tindakan-tindakan penyelamatan kepada korban-korban yang ada di Gaza City, dan telah melakukan sejumlah tindakan operasi sejak 7 Desember 2024. “Semoga rakyat Indonesia terus memantau dan mendoakan Tim MER-C Indonesia yang masih ada di Gaza dan kami bisa optimal memberikan pelayanan kepada masyarakat yang ada di Gaza,” tuturnya. Donation Account: Bank Central Asia (BCA), 686.0153678Bank Mandiri, 124.000.8111.925Bank Syariah Indonesia (BSI), 700.1352.061Bank Mega Syariah (BMS), 1000.209.400Bank Muamalat Indonesia (BMI), 358.000.1720Bank Rakyat Indonesia (BRI), 033.501.0007.60308 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee
MER-C Salurkan Bantuan Makanan dan Air Bersih untuk Pengungsi di sekitar RS Al-Shifa Gaza City

Di tengah situasi yang semakin sulit dan bahan makanan yang sangat terbatas, MER-C dibantu warga lokal pada Sabtu, 30 November 2024 menyalurkan bantuan makanan siap saji dan air bersih. Makanan berupa Maftool dengan kacang polong dan buncis dibagikan kepada sekitar 900 hingga 1.000 orang pengungsi yang berada di dekat RS Al-Shifa Medical Complex. Tidak hanya makanan, MER-C juga menyalurkan 1 truk tanki air bersih bagi warga. MER-C berupaya untuk dapat terus menyalurkan bantuan berkelanjutan, termasuk makanan dan air bersih secara bergelombang ke sejumlah titik pengungsian khususnya di Gaza City. tempat Tim EMT MER-C bertugas saat ini. Ayo Terus Bantu Gaza PalestinaBersama MER-C Indonesia ! ——————————————— Donation Account: Bank Central Asia (BCA), 686.0153678Bank Mandiri, 124.000.8111.925Bank Syariah Indonesia (BSI), 700.1352.061Bank Mega Syariah (BMS), 1000.209.400Bank Muamalat Indonesia (BMI), 358.000.1720Bank Rakyat Indonesia (BRI), 033.501.0007.60308 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee
MER-C Serahkan Bantuan Obat-Obatan dan Alat Kesehatan ke Klinik Gozara Herat, Afghanistan

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) pada Kamis (5/12) menyerahkan bantuan obat-obatan dan alat kesehatan ke Klinik Gozara Herat di Afghanistan yang diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu. “Kita dari MER-C menyerahkan sejumlah obat untuk pasien-pasien emergency, kemudian alat kesehatan seperti nebulizer, alat untuk cek tekanan darah, gula darah, kolesterol, asam urat dan sejenisnya,” ujar Relawan MER-C Ita Muswita, yang dikirim untuk menjalankan misi kemanusiaan MER-C di Afghanistan. “Kami rasa alat-alat dan obat-oabatan ini sangat dibutuhkan di sini. Kedepannya kita akan berkoordinasi lagi dengan pihak-pihak terkait untuk obat-obatan apa yang sangat dibutuhkan,” tambahnya. Pada tanggal 7 Oktober 2023, gempa bumi dahsyat berkekuatan 7,5 skala Richter melanda Provinsi Herat, yang menyebabkan kerusakan luas dan korban jiwa. Salah satu Distrik yang terkena dampak terparah adalah Distrik Zenda Jan, dengan banyak rumah dan bangunan runtuh, menyebabkan ratusan orang sangat membutuhkan bantuan. Meskipun ada upaya bantuan awal dari berbagai organisasi dan yayasan amal, skala bencana dan kondisi musim dingin yang parah telah membuat banyak warga masih berada dalam kesusahan. Satu tahun pasca gempa, MER-C masih terus berupaya membantu warga terdampak di Provinsi Herat, serta mengirimkan sejumlah relawan untuk meninjau kondisi di lapangan dan menyalurkan bantuan secara langsung. Bantuan yang telah disalurkan MER-C untuk korban terdampak gempa di Wilayah Herat diantaranya obat-obatan, alat kesehatan, bahan makanan, perlengkapan musim dingin serta lima sumur bor untuk kebutuhan air bersih. Donasi untuk Misi Kemanusiaan Afghanistan dapat disalurkan melalui:BSI : 701.5658918 Atas nama:Medical Emergency Rescue Committee
MER-C Hadiri Workshop terkait Strategi Bersama Penanganan Pengungsi Luar Negeri

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) pada Kamis (5/12) menghadiri undangan Workshop “Strategi Bersama Organisasi Masyarakat Sipil Terkait Penanganan Pengungsi Luar Negeri dalam Pemerintah Baru” yang digelar oleh SUAKA, Dompet Dhuafa dan Jesuit Refugee Service (JRS) Indonesia di Gedung Philantropy Dompet Dhuafa, Jakarta Selatan. Workshop ini mengundang perwakilan organisasi masyarakat sipil yang bergerak dalam isu HAM dan pengungsi, dengan tujuan utama menyatukan persepsi, memetakan langkah sekaligus kapasitas, agar mampu memberikan perbaikan dalam penanganan isu pengungsi luar negeri di Indonesia terutama dalam pemerintahan yang baru. Dalam kesempatan ini MER-C diwakili oleh Project Manajer MER-C for Rohingya Ira Hadiati dan Staf Humas Riny Nurmarita. Ira memaparkan sejumlah program yang dilakukan MER-C dalam menangani pengungsi Rohingya di Aceh dan temuan-temuan terkait kendala yang ditemui di lapangan. Ia juga menegaskan terkait pentingnya koordinasi dalam penanganan pengungsi yang dilakukan oleh setiap lembaga, sehingga semua yang dikerjakan terukur. “Kami menangani pengungsi Rohingya intens memang baru tahun ini. Sebelumnya saat terjadi pembantaian kami membangun Rumah Sakit di Rakhine State, Myanmar. Sempat sudah beroperasi, tapi kini sudah tidak lagi. Setelah itu kami berpikir kalau ini berhenti, kenapa kami juga harus berhenti mengurusi Rohingya,” kata Ira. “Memang temuan kita yang di lapangan bagus untuk di bawa ke forum seperti ini, di mana ada praktisi dan pengampu kebijakan kemudian kita dapat berkoordinasi dan berkomunikasi, sehingga kerja kita lebih efektif dan efisien,” ujarnya. MER-C tahun ini mulai intens memberikan bantuan serta pelayanan kesehatan untuk pengungsi Rohingya, yang tersebar di sejumlah kamp pengungsian di Aceh. Bantuan yang diberikan berupa sembako, Pembangunan sumur dan MCK, peralatan ibadah, perlengkapan self hygine dan keperluan lainya. Berdasarkan data terbaru dari UNHCR (Mei 2024), tercatat ada 12.772 pengungsi yang tersebar di seluruh Indonesia, termasuk Jakarta, Bogor, Medan, Pekanbaru, Aceh, Kupang, Batam, Surabaya, Semarang, Denpasar, dan Makassar. Mayoritas pengungsi berasal dari Afghanistan, Rohingya dan 51 negara lainya. Jumlah ini juga mencakup kedatangan baru pengungsi Rohingya di Aceh pada November 2023 hingga Januari 2024.