MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

Peringati Hari Kemerdekaan RI ke-79, Relawan MER-C Adakan Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih di RS Indonesia Gaza

Dalam rangka Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-79, relawan MER-C yang masih bertugas di Jalur Gaza Palestina memperingatinya dengan mengadakan upacara pengibaran bendera merah putih. Upacara dilakukan di atas bangunan Rumah Sakit Indonesia yang terletak di Bayt Lahiya, Jalur Gaza bagian utara, pada Sabtu/17 Agustus 2024.   Dr. Dany Kurniadi Ramdhan, SpBS selaku Ketua Tim EMT 5 MER-C memimpin upacara yang berlangsung sederhana namun penuh hikmat dan makna. Hal ini dikarenakan upacara kemerdekaan dilakukan oleh relawan di tanah Palestina yang hingga kini masih terjajah dan masih terus berjuang untuk meraih kemerdekaan seperti halnya negara-negara lain di dunia. Direktur RS Indonesia, dr. Marwan Al Sultan, dan para staf RS Indonesia turut memberikan ucapan selamat hari kemerdekaan kepada relawan dan seluruh rakyat Indonesia. Ia juga mengucapkan terima kasih atas dukungan rakyat Indonesia kepada Palestina.      Saat ini ada 9 relawan MER-C yang berada di Jalur Gaza, terdiri dari lima relawan medis, tiga relawan non-medis, dan satu Liaison Officer Tim EMT MER-C Indonesia. Enam relawan berada di RS Indonesia Gaza Utara, sementara tiga  relawan lainnya berada dan bertugas di Jalur Gaza bagian Tengah. Tim MER-C hingga saat ini merupakan satu-satunya Tim dari Indonesia yang masuk dan bertugas di dalam Gaza, memberikan pelayanan medis di sejumlah rumah sakit dan klinik yang masih berfungsi sesuai dengan arahan Kementerian Kesehatan Palestina dan Badan Kesehatan Dunia (WHO).

MER-C Siap Kirim Bantuan Obat-obatan dan Makanan ke Gaza Utara

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) akan mengirimkan bantuan berupa obat-obatan dan makanan ke wilayah Gaza Utara, Palestina, melalui Yordania.   “Hampir satu tahun lamanya perang di Gaza berkecamuk. Situasi semakin hari semakin sulit. Setelah beberapa waktu lalu MER-C Indonesia berhasil mengirimkan tim dokter spesialis ke RS Indonesia, kali ini kita akan berupaya untuk mengirimkan paket bantuan makanan dan juga obat-obatan ke RS Indonesia dan Gaza Utara,” ujar Relawan MER-C di Yordania, Nanang Khoirino.  Nanang pada Kamis (15/8) mengatakan, bantuan yang akan dikirimkan ini berupa instrumen bedah plastik dan bedah saraf, obat-obatan dan set rawat luka, serta 1.000 paket makanan. Ia mengungkap, bantuan telah selesai dikemas dan siap dikirimkan. Bantuan ini diperkirakan akan tiba di Gaza Utara dalam satu hingga dua pekan mendatang. “Saat ini kami telah selesai melakukan packing lebih dari 1000 paket makanan dan juga obat-obatan dengan nilai total keseluruhan lebih dari 2.5 miliar rupiah,” kata Nanang.   “Terima kasih untuk dukungannya kepada seluruh masyarakat Indonesia sehingga upaya ini bisa dilakukan,” tuturnya.  Akibat Rumah Sakit Indonesia di Bait Lahiya, Gaza Utara, Palestina diserang oleh Israel pada November tahun lalu, Relawan MER-C terpaksa mengungsi ke Gaza Selatan.  Setelah sembilan bulan, akhirnya relawan MER-C dapat kembali ke Gaza Utara dan tiba di RS Indonesia pada Jumat (9/8), bersama konvoi PBB.Indonesia Tim medis MER-C akan bertugas selama satu bulan di RS Indonesia.

Relawan MER-C di Gaza Bertemu Wamenkes Palestina, Bahas Sejumlah Program Bantuan

Sembilan Relawan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) yang saat ini berada di Jalur Gaza pada Kamis (8/8), bertemu Wakil Menteri Kesehatan Palestina dr. Yousef Abu Al Rish dan beberapa pejabat Kementerian Kesehatan, membahas sejumlah program bantuan MER-C untuk warga Gaza. “Alhamdulillah pada tanggal 8 Agustus kami diundang oleh Kementrian Kesehatan Palestina untuk bersilaturahmi dengan Wakil Menteri Kesehatan Palestina dr. Yousef Abu Rish. Pertemuan ini dihadiri pejabat di Kementrian Kesehatan, juga sembilan orang relawan MER-C yang terdiri dari relawan medis sebanyak lima orang dan relawan non-medis empat orang,” kata Liaison EMT MER-C, Marissa Noriti. “Di pertemuan ini kami membicarakan rencana strategis, di antaranya yaitu untuk membangun Primary Health Care di area RS Nasser, program lanjutan di RS Indonesia di Gaza dan program kami memberikan bantuan transportasi untuk pekerja medis RS Indonesia,” ujarnya. Dalam kesempatan itu, Abu Al Rish mengatakan bersyukur akan adanya RS Indonesia di Gaza Utara, di tengah genosida Israel yang masih terus terjadi. “Rumah Sakit Indonesia menjadi sangat penting di tengah genosida Israel yang semakin menjadi-jadi. Mereka membunuh rakyat kami yang tidak bersalah sebanyak yang mereka bisa. Banyak orang yang diselamatkan dengan adanya Rumah Sakit Indonesia,” ujar Abu Al Rish. Ia juga bersyukur atas dukungan rakyat Indonesia secara umum dan dari MER-C yang selain mendirikan RS Indonesia yang sangat penting, saat ini juga mengirimkan relawan medisnya ke Jalur Gaza. “Sekarang kami memiliki dokter ahli dari MER-C Indonesia, yang akan bergabung dengan RS Indonesia untuk memberikan layanan dan menyelamatkan nyawa. Ini adalah tugas dan dan pekerjaan yang sangat penting. Untuk itu saya sampaikan terima kasih kepada orang-orang yang mendukung upaya yang sangat penting ini, untuk menyelamatkan nyawa,” tuturnya. Pertemuan ini juga mempererat silaturahim yang memang sudah terjalin sejak MER-C mulai memasuki Gaza dan memulai Pembangunan RS Indonesia. Salah satu relawan MER-C yang merupakan Site Manajer Pembangunan RS Indonesia Ir. Edy Wahyudi bersama Abu Al Rish mengenang perjuangan saat merintis Pembangunan RS Indonesia. MER-C akan terus memberikan bantuan di Gaza Utara terutama di RS Indonesia. Tim EMT 5 MER-C yang baru saja tiba di Jalur Gaza pada 7 Agustus akan bertugas selama satu bulan di RS Indonesia. Jika memungkinkan, MER-C juga akan memberikan bantuan seperti makanan dan kebutuhan lainnya, karena situasi di Gaza Utara yang lebih buruk dibandingkan dengan Gaza Selatan. Wilayah ini, selain terkena dampak perang, bantuan yang masuk juga jauh lebih sedikit.

Tim MER-C Tiba di RS Indonesia Gaza Utara, Akan Bertugas Selama Satu Bulan

Tim Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) akhirnya tiba di Rumah Sakit Indonesia, di Bait Lahiya, Gaza Utara, Palestina, dan akan bertugas selama satu bulan.Tim tiba pada Jumat (9/8), bersama konvoi PBB. Salah satu relawan MER-C Reza Aldilla melaporkan, Tim berangkat mulai pukul 08.30 pagi. Selama perjalanan, Tim melewati jalan yang sudah rusak dan gedung-gedung yang hancur. Ia mengatakan, Tim beberapa kali berhenti untuk pemeriksaan di check point. Kemudian juga sempat berhenti di Rumah Sakit Shifa selama dua jam, untuk menunggu pemberitahuan bahwa Tim aman melanjutkan perjalanan.  Tiba di Gaza Utara, ketujuh relawan MER-C yang terdiri dari empat dokter spesialis, satu Liaison Officer, satu relawan non medis dan satu relawan lokal langsung berkoordinasi dengan Direktur RS Indonesia, dr. Marwan Al-Sultan. Selama di Gaza Utara, Tim akan menginap di RS Indonesia, mengingat wisma dr. Joserizal Jurnalis, tempat Tim seharusnya menginap masih dalam kondisi rusak. Satu hari bertugas, pada Sabtu, sekitar pukul tiga dini hari, Tim MER-C yang dipimpin oleh dr. Dany K. Ramdhan, SpBS, langsung membantu tenaga medis lokal menangani korban luka-luka karena baru saja kembali terjadi serangan.  “Ada penyerangan di Jabaliya, ada beberapa korban, satu syahid” Kata Liaison Officer Tim EMT MER-C, Marissa Noriti, melaporkan lewat pesan singkat. Tim akan bertugas selama kurang lebih satu bulan di RS Indonesia untuk membantu pelayanan medis bagi para pasien, serta assessment lanjutan kondisi RS Indonesia. Sementara tiga relawan MER-C lainnya masih bertugas di Gaza bagian Tengah. Empat relawan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) yang tergabung dalam Emergency Medical Team (EMT) ke-5 baru saja berhasil memasuki Jalur Gaza, Rabu (7/8).  Saat ini ada 9 relawan MER-C yang berada di Jalur Gaza, terdiri dari lima relawan medis, tiga relawan non-medis, dan satu Liaison Officer Tim EMT MER-C Indonesia. Sementara itu, MER-C sendiri sudah mengirimkan 5 Tim EMT (Emergency Medical Team) bertahap dan rotasi ke Jalur Gaza, dengan total relawan sebanyak 34 orang. Tim MER-C sampai saat ini menjadi satu-satunya Tim dari Indonesia yang masuk dan bertugas di dalam Gaza, memberikan pelayanan medis di sejumlah rumah sakit dan klinik yang masih berfungsi sesuai dengan arahan Kementerian Kesehatan Palestina dan Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Empat Relawan MER-C Kembali Berhasil Memasuki Jalur Gaza

Empat relawan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) yang tergabung dalam Emergency Medical Team (EMT) ke-5 kembali berhasil memasuki Jalur Gaza, Rabu (7/8). Tim seharusnya dijadwalkan masuk ke Gaza pada 6 Agustus, namun perbatasan Karem Abu Salem sempat ditutup sehingga para relawan terpaksa kembali ke Yordania. “Tujuan kita masuk bergabung bersama teman-teman yang sudah ada di sana. Kita akan menyebar, melakukan misi-misi ke berbagai rumah sakit sesuai dengan penugasannya,” ujar Ketua Tim EMT 5, dr. Dany K Ramdhan, SpBS. “Kemudian kita akan berusaha ke arah utara apabila dimungkinkan, ke arah Rumah Sakit Indonesia,” tuturnya. Ia berharap Tim EMT 5 ini bisa bekerja dan bermanfaat semaksimal mungkin, menyampaikan amanah dari masyarakat Indonesia dan bisa kembali dengan selamat. Tim EMT 5 berjumlah empat orang, yang terdiri dari satu dokter spesialis bedah syaraf, satu dokter spesialis bedah plastik dan rekonstruksi, satu dokter spesialis anastesi serta satu dokter spesialis penyakit dalam. Dengan masuknya Tim EMT 5, saat ada 9  relawan MER-C yang berada di Jalur Gaza. Lima relawan lainya adalah satu relawan medis, tiga relawan non-medis, dan satu Liaison Officer Tim EMT yang berhasil kembali masuk Gaza pada 16 Juli 2024.

MER-C Sampaikan Belasungkawa Atas Wafatnya Ismail Haniyeh

Medical Emergency Rescue Committee (MER) menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Mantan Perdana Menteri Palestina, Ismail Haniyeh, dalam sebuah serangan di Teheran, Iran, Rabu (31/7).  “MER-C mengucapkan duka cita mendalam atas wafatnya Mantan Perdana Menteri Palestina Ismail Haniyeh dalam sebuah serangan di Teheran,” ujar Ketua Presidium MER-C, Sarbini Abdul Murad, Rabu (31/7).  “Semoga Allah merahmatinya dan terus menguatkan perjuangan bangsa Palestina dalam meraih kemerdekaan,” katanya.  “Kami terkejut dan mengutuk pembunuhan Ismail Haniyeh di Teheran. Tindakan pengecut ini memperumit langkah perdamaian Israel-Palestina,” kata Sarbini.  “Bagaimanapun juga, beliau adalah tamu pemerintah Iran yang sedang menghadiri pelantikan presiden Iran,” tambahnya.  Lebih lanjut, Ketua Presidium MER-C menegaskan kembali komitmen MER-C untuk terus membantu dan mengirimkan tenaga kesehatan secara berkelanjutan ke Jalur Gaza, Palestina.  Ismail Haniyeh gugur bersama dengan pengawalnya di Tehran, Iran, pada 31 Juli 2024 akibat sebuah serangan di kediamannya.  Kepergiannya ke Iran ini dalam rangka menghadiri pelantikan Presiden Iran yang baru, Masud Pazeshkian.

MER-C Kirimkan Tim Medis ke-5 untuk Bertugas di Jalur Gaza

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) mengirimkan Medical Emergency Tim (EMT) ke-5 untuk bertugas ke Jalur Gaza, Senin (29/7).  Tim EMT 5 ini terdiri dari empat orang relawan, yaitu satu dokter spesialis bedah syaraf, satu dokter spesialis bedah plastik dan rekonstruksi, satu dokter spesialis anastesi serta satu dokter spesialis penyakit dalam.  Sebelumnya, satu dokter sudah berangkat lebih dulu ke Jordan dan tiga orang lainnya menyusul dari Jakarta pada hari Senin. Tim EMT 5 ditargetkan bisa segera masuk ke Jalur Gaza awal Agustus ini. Salah satu relawan yang merupakan dokter spesialis bedah syaraf, dr. Dany K Ramdhan, mengaku bersemangat untuk berangkat ke Jalur Gaza, karena sudah lama menanti untuk diberangkatkan ke sana.  “Sudah kewajiban kita membantu saudara-saudara kita di sana dan setelah berbulan-bulan menunggu, Alhamdulillah dikasih kesempatan untuk ke sana,” ujar Dany.  Dany mengatakan, Tim EMT 5 rencananya akan bertugas selama satu bulan, namun tetap melihat situasi karena bisa saja lebih dari perkiraan.  “Rencananya kita akan bertugas di RS An Nasser, di sana nanti kita akan bertugas sesuai dengan bidang kita masing-masing. Kalau dikasih kesempatan, kita juga harus melihat situasi di Gaza Utara, bagaimana Rumah Sakit Indonesia,” tambahnya.  “Mudah mudahan apa yang kita upayakan diridhoi Allah, bermanfaat buat umat dan buat keluarga,” tuturnya.  Dany juga mengajak masyarakat untuk jangan pernah berhenti memperjuangkan saudara-saudara di Gaza, karena sekecil apapun usaha yang dilakukan tetap akan bernilai.  MER-C secara berkelanjutan mengirimkan tim medis ke Jalur Gaza melalui kerja sama dengan Badan Kesehatan Dunia (WHO).  Saat ini ada 5 relawan MER-C yang berada di Jalur Gaza, yaitu satu relawan medis, tiga relawan non-medis, dan satu Liaison Officer Tim EMT yang baru saja berhasil kembali masuk Gaza pada 16 Juli 2024.

Relawan MER-C Akhirnya Dapat Mencapai Rumah Sakit Indonesia di Gaza Utara, Palestina

Relawan Liaison Officer Emergency Medical Team (EMT) MER-C Indonesia, Marissa Noriti, bersama konvoi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada hari Rabu (24/7), akhirnya dapat mencapai Lokasi Rumah Sakit Indonesia di Bayt Lahiya, Gaza Utara, Palestina.  Ini adalah untuk pertama kalinya Tim MER-C dapat mencapai Gaza Utara Kembali sejak evakuasi paksa yang dilakukan militer Israel terhadap seluruh penghuni Rumah Sakit Indonesia termasuk tiga relawan MER-C saat itu pada November 2023 lalu. “Saat ini kami berada di Rumah Sakit Indonesia dengan konvoi PBB dan staf NGO internasional lainnya. Kami akan berkoordinasi dengan Direktur RS Indonesia, dr. Marwan Al-Sultan,” ujar Marissa saat tiba di RS Indonesia.  Kedatangan konvoi PBB disambut oleh Diretur RS Indonesia, dr. Marwan Al-Sultan. Dalam kesempatan kunjungan ini, MER-C mewakili rakyat Indonesia sebagai pihak yang membangun Rumah Sakit Indonesia melakukan assessment awal kondisi rumah sakit dan berkoordinasi dengan Direktur RS Indonesia untuk penugasan Tim EMT MER-C serta penyaluran bantuan medis lainnya untuk RS Indonesia. MER-C juga menyampaikan komitmennya untuk membangun kembali Rumah Sakit Indonesia jika situasi sudah memungkinkan. Konvoi PBB ke Gaza Utara pada hari Rabu kemarin terdiri dari 10 kendaraan, termasuk dua truk yang mengangkut bantuan bahan bakar untuk operasional beberapa rumah sakit di Gaza Utara, termasuk Rumah Sakit Indonesia. Sepanjang perjalanan menuju Gaza Utara yang terlihat adalah kehancuran dan puing-puing reruntuhan bangunan. Memasuki Bayt Lahiya, bangunan Rumah Sakit Indonesia mulai terlihat dan tampak masih berdiri kokoh meski mengalami banyak kerusakan akibat penyerangan dan pembakaran. Pelayanan medis di RS Indonesia juga masih terus berjalan meski masih sangat minimal dan mengalami kesulitan bahan bakar.

Satu Relawan Liaison Officer MER-C Masuk Gaza, Upayakan Misi ke RS Indonesia di Gaza Utara

Satu Relawan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) yang merupakan Liaison Officer Emergency Medical Team (EMT), Marissa Noriti, masuk ke Jalur Gaza bersama konvoi PBB, melalui perbatasan Karem Abu Salem, Selasa (16/7). Ini merupakan kali kedua ia masuk ke Gaza setelah sebelumnya pada 18 Maret, menjadi Tim relawan EMT MER-C pertama bersama 10 relawan lainnya yang berhasil masuk ke Jalur Gaza. Misinya masuk ke Jalur Gaza kali ini adalah untuk menindaklanjuti pembangunan Primary Health Care (PHC) di area kompleks RS Nasser di Gaza Selatan dan persiapan rencana pengiriman bantuan serta tim medis ke RS Indonesia di Gaza Utara. “Ini merupakan misi kedua saya, misi pertama saat itu pada 18 Maret. Kita sedang mempersiapkan pembangunan Primary Health Care di area Nasser Hospital dan ada rencana deployment tim juga ke RS Indonesia di Gaza Utara. Mohon doanya mudah-mudahan berjalan lancar dan makin banyak hal lagi yang bisa kita lakukan untuk saudara kita di Palestina,” ujar Marissa. Ia mengungkap, situasi perjalanan kali ini dibandingkan konvoi sebelumnya terbilang cukup lancar. Semua tim konvoi juga mematuhi peraturan sehingga tidak ada permasalahan saat di perbatasan. Dengan kedatangan Marissa Noriti, saat ini relawan MER-C yang berada di Jalur Gaza berjumlah enam orang, lima relawan asal Indonesia dan satu relawan lokal. MER-C akan kembali mengirimkan relawan ke Jalur Gaza, yang tergabung dalam TIM EMT 5, terdiri dari beberapa dokter sepesialis. Saat ini keberangkatan Tim masih menunggu izin.

Komunitas Pejuang Subuh Serahkan Donasi Kemanusiaan Gaza Melalui MER-C

Komunitas Pejuang Subuh Masjid Raya Pondok Indah menyerahkan donasi kemanusiaan tahap 4  untuk Gaza, Palestina, sebesar Rp. 100.000.000 melalui Medical Emergency Rescue Committee (MER-C). Donasi diserahkan oleh Ketua dan Pengurus Jamaah PSMRPI Irwan Prima Aditya pada hari Ahad (14/7) di Masjid Raya Pondok Indah, Jakarta Selatan. Donasi diterima langsung oleh Ir. Luly Larissa, Ketua Divisi Penggalangan Dana dan Ita Muswita, Relawan Bidan yang baru kembali dari Jalur Gaza. Turut hadir secara online salah satu Presidium sekaligus Ketua EMT MER-C Indonesia, dr. Arief Rachman, SpRad. “Sekarang saudara-saudara kita di Palestina sedang dilihat oleh Allah bagaimana kesabaran mereka, tapi kita juga di Indonesia memiliki tanggung jawab untuk membantu saudara-saudara kita di Palestina. Alhamdulillah kita menyalurkan bantuan tersebut pada pagi hari ini,” ujar Irwan dalam sambutannya. “Terima kasih kepada para jamaah, semoga Bapak, Ibu sekalian menjadi hamba-hamba Allah yang paling baik amalannya. Semoga bantuan ini, walau tidak besar bisa menunjukkan kepada Allah bahwa kita tidak diam, bahwa kita juga melakukan tanggung jawab dengan kemampuan kita untuk membantu saudara-saudara kita yang sedang mengalami ujian yang berat di Palestina,” katanya. Setelah penyerahan donasi, acara dilanjutkan dengan sharing kegiatan dan pengalaman relawan MER-C dari Jalur Gaza, Ita Muswita yang telah bertugas di sana selama 74 hari atau 2,5 bulan kepada para jamaah pengajian rutin Pejuang Subuh Masjid Raya Pondok Indah yang hadir secara online.

Silahkan bertanya?