MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

Kitabisa Serahkan Donasi Rp 1,5 Miliar kepada MER-C

Wadah galang dana, sedekah, zakat maal dan fitrah secara online, Kitabisa, menyerahkan donasi yang digalang melalui aplikasi Kitabisa untuk warga Palestina, kepada Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) sebesar Rp 1.521.325.000,-. CEO Kitabisa Vikra Ijas melakukan penyerahan donasi secara simbolis kepada Ketua Presidium MER-C, DR. dr. Hadiki Habib, Sp.PD., Sp.Em di Kantor Pusat MER-C di Jakarta pada Rabu (18/9). Penyerahan donasi juga dihadiri Head of Islamic (zakat) Kitabisa Ahmad Mujahid, Partenership Account Kitabisa Muhammad Hibatur Rahman, Ketua Divisi Penggalangan Dana MER-C Ir. Luly Larissa dan Manajer Operasional MER-C Rima Manzanaris. “Alhamdulillah hari ini kita silaturahim ke Kantor MER-C ketemu Mba Luly, Mba Rima dan Ketua Presidium baru MER-C, dr. Hadiki Habib, serta penyerahan simbolis donasi dari para donatur yang menyumbangkan dan menitipkan amanah melalui Kitabisa,” kata Vikra. “Alhamdulillah kami juga bersyukur dipercaya menjadi rekanan dari MER-C untuk penyaluran donasi Palestina. Kita sudah sama-sama tahu MER-C adalah lembaga yang sangat kredibel dan juga menjadi Lembaga satu-satunya yang ada di dalam Palestina di Jalur Gaza, turut mengoperasikan RS Indonesia di Gaza. Jadi kami bersyukur dengan kemitraan ini para donatur yang menitipkan amanah dan harapan mereka, bisa melihat bagaimana dana mereka tersalurkan khususnya untuk penanganan medis di Jalur Gaza,” tambahnya. Ia juga mengapresiasi kerja relawan MER-C yang turun langsung untuk membantu warga Palestina di Jalur Gaza, Palestina. “Masyaallah teman-teman MER-C, kami hanya bisa memberikan rasa takzim untuk para dokter, para relawan, para engineer yang turun langsung ke lapangan, serta teman-teman di belakang layar yang juga bekerja agar inisiatif dan program-program dari MER-C berjalan,” tuturnya. Vikra juga menyerukan agar masyarakat tetap berisik dan menjaga harapan untuk Palestina, karena ini menjadi simbol perjuangan bukan hanya sebagai umat muslim tapi juga sebagai umat manusia. “Apapun yang kita lihat di berita, ini ada bukti lembaga dari Indonesia yang terus berjuang, yang menjadi ‘alat diplomasi’ Indonesia untuk perjuangan kemerdekaan Palestina,” katanya.

Komunitas Pejuang Subuh Masjid Raya Pondok Indah Salurkan Donasi Palestina 10.000 USD Melalui MER-C

Komunitas Pejuang Subuh Masjid Raya Pondok Indah menyalurkan donasi untuk warga Palestina di Jalur Gaza sebesar 10.000 USD melalui Medical Emergency Rescue Committee (MER-C). “Alhamdulillah hari ini kami menyerahkan donasi dari jamaah Pejuang Subuh Masjid Raya Pondok Indah dalam bentuk cash 10.000 USD, untuk diserahkan dan disampaikan kepada sahabat-sahabat kita di Gaza,” kata Pengurus Pejuang Subuh Masjid Raya Pondok Indah, Fadian Paham, saat menyerahkan donasi di Kantor Pusat MER-C di Jakarta, Rabu (18/9). Penyerahan donasi ini diterima langsung oleh Presidium MER-C dr. Zecky Eko Triwahyudi, Sp.OT., MARS, Ketua Divisi Penggalangan Dana MER-C Ir. Luly Larissa dan Manajer Operasional MER-C Rima Manzanaris. Fadian mengatakan, jamaah mempercayakan penyaluran donasi untuk warga Gaza ini melalui MER-C karena terbukti memiliki program nyata, bahkan MER-C memiliki bangunan nyata, RS Indonesia. “Terima kasih kepada MER-C yang bisa memberikan kepercayaan kepada jamaah Komunitas Pejuang Subuh Masjid Raya Pondok Indah,” tuturnya. “Mari kita doakan bahwa apa yang bisa kita lakukan selain berdoa, mungkin ada harta kita yang bisa diberikan. Doa-doa itu juga dilakukan dengan cara kita melakukan banyak kegiatan. Insya Allah kita dari Masjid Raya Pondok Indah akan selalu membantu MER-C dengan mengumpulkan donasi-donasi dari jamaah kita,” tambahnya. Fadian mengungkapkan, saat ini Komunitas Pejuang Subuh Masjid Raya Pondok Indah tidak hanya memiliki jamaah di Jakarta, tidak hanya skala nasional, tapi juga di luar negeri. “Kita sudah ter-conncet dengan 20 kota dunia. Insya Allah syiar kami untuk MER-C dan saudara-saudara kita di Gaza bisa dilaksanakan dengan lancar,” ujarnya.  Sebelumnya, Komunitas Pejuang Subuh Masjid Raya Pondok Indah juga telah menyerahkan donasi kemanusiaan tahap 4 untuk Gaza, Palestina, sebesar Rp 100 juta.

Jajaran Presidium MER-C Silaturahim ke Sejumlah Tokoh dan Ulama Solo

Jajaran Presidium Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia pada 15 September 2024 melakukan silaturahmi ke Kota Solo untuk bertemu dengan sejumlah tokoh dan ulama.  Kunjungan silaturahmi ini merupakan bentuk komitmen MER-C Indonesia dalam menggalang dukungan untuk Palestina dan agenda kemanusiaan lainnya baik didalam maupun luar negeri.  “Selain bertemu dengan MER-C Cabang Yogja dan Pembina MER-C, Presidium MER-C juga bertemu sejumlah tokoh dan ulama Kota Solo antara lain Pimpinan Majelis Tafsir Al Quran (MTA), Al Ustadz Nur Kholid Syaifullah., Lc., M.Hum dan Pimpinan Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS), Ustaz. Abdul Rochim Ba’asyir,” ujar Ketua Presidium MER-C dr. Hadiki Habib.  Ia mengatakan, dalam pertemuan yang diselenggarakan di Kantor MTA dan DSKS tersebut, Presidium MER-C mengabarkan hasil musyawarah besar MER-C dan program-program kemanusiaan yang terus berjalan, khususnya di Jalur Gaza, Palestina, serta rencana strategis MER-C untuk Rumah Sakit Indonesia di Gaza Utara. Pertemuan ini juga menghasilkan rencana kerjasama antara MER-C Yogja dan unit kesehatan MTA dan DSKS.  Selain itu, Tim MER-C menerima arahan dan nasehat dari kalangan ulama di Kota Solo yang sangat berarti bagi MER-C dalam mengemban amanah masyarakat Indonesia. MER-C berharap, forum silaturahmi ini semakin memperkuat solidaritas kemanusiaan untuk Palestina dari kalangan ulama hingga masyarakat secara luas.

Atasi Krisis Bahan Bakar, MER-C Pasang Panel Surya di RS Indonesia

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) mulai melakukan pemasangan panel surya di Rumah Sakit Indonesia di Gaza Utara, untuk mengurangi dampak krisis bahan bakar dan listrik yang masih terus berlangsung akibat agresi dan blokade Israel. Pada 8 September, sebanyak 30 lembar panel surya tahap pertama dengan kapasitas 20 kV yang memback up 16 persen dari kebutuhan telah terpasang. Rencananya, pemasangan panel surya ini akan dilakukan dalam tiga tahap.  Pemasangan panel surya ini dipantau langsung oleh relawan MER-C di Jalur Gaza. Mereka juga bertemu dengan Direktur RS Indonesia dan berdiskusi terkait pentingnya pemasangan panel surya ini. “Panel surya yang telah dipasang oleh MER-C mencakup 30 lembar panel surya, dengan kapasitas 20 kV yang memback up 16 persen dari kebutuhan. Sebelumnya, sudah ada panel surya yang terpasang sejak sebelum perang, yang tersisa 30 persen dari total kebutuhan 130 kV. Artinya saat ini RS Indonesia masih memerlukan 46 persen lagi dari kebutuhan,” kata Relawan MER-C di Jalur Gaza, Edy Wahyudi, Kamis (12/9). Saat ini, 30 panel surya yang baru dipasang sudah bisa digunakan dan difokuskan untuk kebutuhan ruang operasi dan ICU. Edy mengatakan, RS Indonesia terdampak pasokan bahan bakar yang sangat terbatas. Kapasitas bahan bakar yang dikirimkan dari selatan ke utara, yang tadinya satu unit tanki solar untuk satu atau dua rumah sakit, saat ini terpaksa dibagi ke banyak rumah sakit karena dibatasi oleh Israel. “Akibatnya, operasional RS Indonesia mengalami banyak kendala. Banyak lampu yang harus dipadamkan dan hanya menggunakan lampu-lampu yang memang sangat emergency,” ujarnya. Panel surya tahap pertama yang sudah terpasang, semuanya masih berasal dari dalam Gaza. Hal ini dikarenakan pemesanan dari luar Gaza masih terkendala izin. Langkanya barang serupa di dalam Gaza membuat harga menjadi cukup mahal. Namun mempertimbangkan kebutuhan listrik yang mendesak di RS Indonesia dan adanya dukungan donasi dari rakyat Indonesia, membuat program ini dapat terwujud meski bertahap.        

Misi Kemanusiaan untuk Afghanistan

Afghanistan adalah misi kemanusiaan pertama MER-C ke luar negeri. Tercatat sebanyak 5 kali MER-C mengirimkan Tim Medis ke negara atap langit ini. Tim PertamaTim bertolak ke Afghanistan saat pecah perang di Afghanistan pada 2001 antara Taliban dan Amerika. Sebanyak 5 relawan sebagai Tim Bedah berangkat dengan pesawat Hercules menuju Islamabad Pakistan membawa peralatan operasi dan obat-obatan. Dari Islamabad Pakistan, Tim berkendara menempuh ratusan kilometer melintasi wilayah perbatasan Pakistan – Afghanistan, mendatangi rumah sakit-rumah sakit di Afghanistan untuk membantu para korban perang.  Tim KeduaDi tengah perang yang masih berkecamuk, pada tahun 2002 MER-C mengirimkan Tim Medisnya yang terdiri dari 3 relawan berangkat ke Afghanistan.  Tim KetigaPasca perang panjang Taliban dan Amerika, pada Agustus 2022 Taliban berhasil mengambil alih pemerintahan. Namun belum didapatnya pengakuan dunia untuk kemerdekaan Afghanistan, disertai pembekuan bank sentral dan asset Afghanistan oleh Amerika mengakibatkan Negara ini dilanda krisis kemanusiaan terburuk. Pada 20 – 26 Maret 2022, MER-C mengirimkan Tim Relawannya ke Afghanistan untuk mengambil bagian dalam membantu mengatasi krisis kemanusiaan yang ada.  Tim KeempatDi kala negara tersebut tengah memerangi krisis kemanusiaan dan ekonomi terburuk pasca Taliban mengambil alih kekuasaan pada tahun 2022 yang diikuti pembekuan semua assetnya oleh asing, bencana gempa bumi mengguncang Afghanistan. Gempa bumi menyebabkan Afghanistan menghadapi bencana ganda. MER-C pun mengirimkan Tim Bedah yang terdiri dari 4 relawan medis untuk bertugas di Afghanistan pada tanggal 14 – 27 Juli 2022.  Tim KelimaBencana Gempa kembali mengguncang Afghanistan, tepatnya wilayah Herat, ribuan jiwa menjadi korban. Bencana dahsyat ini tak luput dari perhatian MER-C. MER-C Kembali mengirimkan Tim Medis dan Bantuan Kemanusiaan ke Herat pada 14 Desember 2023 – 8 Januari 2024. Tim MER-C menjadi tim pertama dari Indonesia yang tiba di Herat dengan nilai total bantuan yang dibawa mencapai lebih dari $ 50,000. Bantuan Kemanusiaan Musim Dingin Zenda Jan Maret 2024MER-C menyalurkan bantuan musim dingin untuk korban gempa di Distrik Zenda Jan, Provinsi Herat, Afghanistan.Bantuan ini disalukan ke empat desa yang terdampak gempa 7 Oktober 2023 paling parah, yaitu di Bidak Ishaqzai, Cheshma Tasak, Qashoqi Zoori dan Qashoqi Achakzaee. Di masing-masing desa ini MER-C menyalurkan bantuan berupa 100 helai selimut, 50 pasang sarung tangan, 50 pasang kaos kaki, 50 baju hangat anak-anak, 50 topi anak-anak, 250kg beras, 100kg kedelai, 25 bungkus minyak goreng, 50 bungkus garam dan 25 kaleng pasta tomat.Bantuan disalurkan melalui Yayasan Marefat dan bekerja sama dengan Komite Pemerintah Herat yang bertanggung jawab untuk mengoordinasikan dukungan donor internasional untuk desa-desa di Distrik Zenda Jan yang terkena gempa. Proses pendistribusian pada tanggal 12 dan 13 Maret 2024 dipimpin oleh Sadeq Akbari, seorang pekerja kemanusiaan yang berpengalaman dalam operasi tanggap darurat.Para pejabat pemerintah daerah menyatakan penghargaan mendalam atas bantuan yang diberikan oleh MER-C dan mengakui kontribusi dan komitmen yang teguh untuk membantu penduduk Herat yang terkena dampak. Program Jangka Panjang untuk Afghanistan: RS IndonesiaAfghanistan adalah wilayah pasca perang yang masih sangat membutuhkan bantuan dari berbagai negara. MER-C sebagai perwakilan bangsa Indonesia berkomitmen untuk menjalankan program kemanusiaan jangka panjang di Afghanistan.  Saat pertemuan dengan Gubernur Herat, pemerintah Afghanistan di Herat menyambut positif apabila MER-C berencana melakukan Pembangunan rumah sakit di negara mereka. Gubernur Herat bahkan siap memberikan tanah wakaf untuk Pembangunan RS.

Dua Relawan MER-C Jadi Narasumber dalam Program “Design Cita-Cita” di SMAIT Insan Mandiri Cibubur

Dua relawan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) dr. Naenda Stasya, MARS dan dr. Reyfal Khaidar, pada hari Kamis (9/5) menjadi narasumber dalam program “Design Cita-Cita” yang digelar oleh SMAIT Insan Mandiri Cibubur. Program ini ditujukan untuk mengarahkan para siswa SMAIT Insan Mandiri Cibubur dalam memilih cita-cita mereka, dengan menghadirkan sejumlah narasumber sesuai dengan bidang atau profesi yang mereka minati. dr. Naenda, yang juga Direktur MER-C Training Center (MTC) dalam kesempatan itu menjelaskan materi terkait profesi tenaga kesehatan dan tenaga medis, peluang dan tantangan dalam profesi kedokteran dan kiat-kiat untuk bisa menjadi seorang dokter. Dalam kesempatan itu, dr. Reyfal juga menyampaikan pentingnya nilai jihad dalam setiap pekerjaan atau profesi yang nantinya dijalani oleh para siswa Insan Mandiri Cibubur. Ia mengungkap, hal ini yang ia tanamkan sejak kecil ketika memutuskan ingin menjadi dokter karena tergerak melihat penderitaan warga Palestina dan ingin membantu mereka. Hingga akhirnya cita-citanya terwujud dan bergabung bersama MER-C untuk menjalankan misi kemanusiaan ke Gaza, Palestina, pada bulan Maret lalu. Kepala Sekolah SMAIT Insan Mandiri Cibubur Manarul Ikhsan, S.s., M.Pd., Gr. menyampaikan terima kasih kepada Tim MER-C yang telah hadir dalam program “Design Cita-Cita” SMAIT Insan Mandiri Cibubur. “Berkaitan dengan kegiatan hari ini, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada MER-C dan Timnya yang telah memberikan kontribusinya di dalam pendidikan yang ada di sekolah kami,” ujarnya. “Alhamdulillah anak-anak tadi terlihat antusias, terutama di bidang kedokteran yang memang mereka cita-citakan. Semoga dari kegiatan ini anak-anak tahu dia akan kemana, yakin akan apa yang dicita-citakan dan juga mereka tahu nanti di masyarakat akan seperti apa,” tambahnya. “Mudah-mudahan Tim MER-C selalu maju, selalu sukses selalu lancar dalam segala aktifitasnya di mana pun berada,” kata Manarul.

MER-C Beri Pelatihan Penyusunan RHA untuk 35 UPTD Puskesmas Tangerang Selatan

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) atas undangan Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan, memberikan pelatihan penyusunan Rapid Health Assessment (RHA) untuk 35 UPTD Puskesmas Tangerang Selatan, yang digelar selama dua hari pada 4-5 September 2024. Dr. Aghata Christie, Kepala Seksi Surveilans Imunisasi dan Penanggulangan Krisis Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan mengatakan, tujuan pelatihan ini adalah untuk membekali petugas assessment agar bisa melakukan kaji cepat dalam keadaan situasi darurat bencana pada saat nanti terjadi bencana di Tangerang Selatan. “Kami mempersiapkan di masa pra-krisis ini, supaya tim penanggulangan krisis puskesmas dapat melaksanakan RAH untuk respon cepat, tepat, juga untuk pengelolaan bencana yang efektif nantinya,” kata dr. Aghata. Ketua Emergency Medical Team (EMT) MER-C, dr. Arief Rachman, SpRad yang telah memiliki banyak pengalaman terjun di misi kebencanaan dan konflik baik di dalam mupun luar negeri, hadir mewakili MER-C untuk memberikan materi terkait penyusunan RHA ini. “Alhamdulillah dua hari ini kami diundang oleh Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan untuk berbagi pengalaman penyusunan Rapid Health Assessment dalam dunia kesehatan. Jadi dalam dua hari kegiatan ini, kami bersama teman-teman dari puskesmas di Kota Tangerang Selatan, belajar konsep bagaimana menyusun rencana kaji cepat kesehatan dalam krisis,” kata dr. Arief. “Dari Pusat Krisis Kesehatan Kementrian Kesehatan juga hadir, kami berdua saling isi, saling membagi tips and trick dalam penyusunan RHA tersebut. Semoga kolaborasi ini dapat berjalan baik dan memberikan awareness pentingnya RHA ini dalam penanggulangan bencana, karena harus dipahami RHA adalah kompas dalam penanggulangan bencana. Jika RAH-nya bisa disusun dengan baik maka arah penanggulangan bencananya akan terarah,” tambahnya. Mewakili Pusat Krisis Kemenkes RI, Johan Safari, SKM.,MPH, mengapresiasi pelatihan ini yang menurutnya sangat bermanfaat dalam upaya penanggulangan krisis kesehatan. “Ini merupakan kegiatan yang luar biasa karena memang pembekalan seperti ini dalam proses mitigasi merupakan salah satu upaya meningkatkan kompetensi dan kapasitas dalam jajaran tenaga kesehatan, terutama dalam hal ini adalah teman-teman di puskesmas Dinkes Kota Tangerang Selatan. Saya apresiasi, kegiatan ini merupakan salah satu upaya yang benar-benar bermanfaat dalam rangka upaya penanggulangan krisis kesehatan.            

MER-C Salurkan Bantuan 1000 Paket Sembako ke Gaza Utara

Bantuan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) berupa 1000 paket sembako yang dikirim dari Yordania, tiba di Gaza Utara dan telah disalurkan untuk petugas medis, pasien dan warga disekitar Rumah Sakit Indonesia. “Alhamdulillah bantuan makanan dari MER-C yang kita kirim melalui jalur Amman, Yordania, menuju Gaza Utara melewati perbatasan Israel-Gaza sudah sampai di RS Indonesia dan ada 1000 paket makanan yang akan di bagikan untuk petugas medis, dokter, perawat dan pekerja di RS Indonesia, para pasien dan warga sekitar,” ujar Liaison Officer EMT MER-C, Marissa Noriti. Paket sembako ini berisi, beras, gula, garam, kacang-kacangan, susu bubuk, teh, mie instan, manisan, spaghetti, pengembang roti dan minyak goreng. Selain di RS Indonesia, relawan MER-C juga membagikan 50 paket sembako untuk pekerja di RS Kamal Adwan di Gaza Utara. “Saat ini 24 Agustus 2024, kami sedang berada di Gaza bagian Utara, di mana MER-C berhasil memasukkan bantuan paket sembako melalui pintu perbatasan Zekim dan hari ini kita sedang proses pendistribusian untuk karyawan RS Indonesia,” kata Relawan MER-C Reza Aldilla saat mendistribusikan paket bantuan tersebut. “Ini adalah awal yang baik kita bisa mendistribusi bantuan ke Gaza Utara dan sebelumnya juga kita sudah berhasil memasukkan bantuan melalui perbatasan Mesir yang kita distribusikan kepada suadara kita di Gaza bagian selatan dan tengah yaitu berupa sembako dan tepung terigu,” tambahnya. Reza mengatakan, ini merupakan bantuan tahap pertama sejak relawan MER-C kembali bisa mencapai RS Indonesia pada 27 Juli 2024. MER-C akan berupaya memberikan bantuan lebih luas lagi untuk warga Gaza. Sementara itu, bantuan lainnya berupa obat-obatan, bahan medis habis pakai dan alat-alat operasi masih dalam proses pengiriman dari Amman Yordania. Bantuan amanah masyarakat Indonesia melalui MER-C ini diharapkan juga bisa segera tiba di Rumah Sakit Indonesia, Gaza Utara.

MER-C Siagakan Ambulans dan Tim Medis di Demo Kawal Putusan MK

Sebagai bentuk antisipasi manajemen kejadian massal (mass casualties incident) dalam aksi unjuk rasa, Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) mengirimkan Tim Medis dan dan satu unit ambulans pada aksi  ” Kawal Putusan MK”, di depan gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (22/8).  Selain di Jakarta, MER-C juga mengirimkan Tim Medis dan satu unit ambulans dalam aksi serupa di Yogyakarta. Tim yang dikirimkan di Jakarta berjumlah 14 orang, yang terdiri dari dokter spesialis, perawat dan relawan non-medis. MER-C juga bekerjsama dengan Tim Medis dari Ikatan Alumni (ILUNI) FKUI.  Tim Medis Yogyakarta terdiri dari satu dokter, tiga perawat dan tiga paramedis, yang bertugas di sepanjang Jl. Malioboro sampai Titik Nol Km Yogyakarta.  Berdasarkan laporan Tim di Jakarta, menjelang sore situasi semakin tidak kondusif. Sejumlah peserta demo yang merangsek masuk arena parlemen usai massa menjebol pagar gedung DPR.  Tim berjaga hingga malam karena korban luka-luka yang dibawa ke ambulans MER-C untuk mendapatkan penanganan masih terus berdatangan.  Tim Medis MER-C di Jakarta sedikitnya menangani 118 orang dengan kasus terbanyak akibat terkena gas air mata, luka robek, dan heat stroke. Tim juga banyak melakukan penjahitan di lokasi demo. Sedangkan Tim Yogya, menangani tiga orang dengan kasus heat stroke dan sesak nafas.

Hati-hati Penipuan Donasi yang Mengatasnamakan Relawan MER-C

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) telah beberapa kali menerima laporan adanya tindakan penipuan dengan modus pengumpulan donasi, dengan mengatasnamakan relawan MER-C di Jalur Gaza.  “Kami ingin menyampaikan kepada masyarakat bahwa seluruh relawan MER-C Indonesia baik yang di Gaza atau di manapun mereka bertugas, tidak akan pernah menggunakan nama pribadi, akun pribadi ataupun rekening pribadi untuk upaya-upaya penggalangan dana atau bantuan kemanusiaan,” ujar Presidium MER-C dr. Arief Rachman, Kamis (22/8).  “Semua Rekening MER-C hanya atas nama Medical Emergency Rescue Committee,” tegasnya.  “Jadi kami dari MER-C beberapa hari terakhir kembali mendapatkan informasi mengenai adanya dugaan penipuan oleh oknum masyarakat, yang menggunakan akun atas nama relawan Reza Aldilla yang ada di Jalur Gaza,” katanya.  MER-C sebelumnya telah beberapa kali melakukan klarifikasi dan menegaskan bahwa relawan MER-C tidak pernah membuka donasi atas nama pribadi. Namun oknum tersebut tetap melancarkan aksinya dan masih banyak masyarakat yang tertipu untuk mengirimkan donasi.  Ia mengungkap, modus penipuan ini dilakukan oknum yang tidak bertanggung jawab, dengan membuka akun media sosial menggunakan nama relawan MER-C di Jalur Gaza.  Oknum tersebut mengelabui masyarakat dengan menggunakan video-video atau informasi yang berasal dari Instagram MER-C Indonesia, terkait dengan aktivitas bantuan kemanusiaan di Jalur Gaza.  Terbaru, MER-C menemukan oknum tersebut menggunakan akun Tiktok @reza_aldilla0 dan meminta pengiriman donasi ke rekening BRI; 556201007154530, atas nama Deli Tri Novia.  “Jadi kami juga mengingatkan agar semua upaya baik dari masyarakat tidak kemudian disalahgunakan oknum-oknum yang tidak  bertanggung jawab, yang tentunya kita mempertanyakan apakah kemudian donasi yang tujuannya itu adalah untuk membantu saudara-saudara kita di sana itu bisa sampai dan bisa dipertanggungjawabkan oleh oknum yang bersangkutan,” ujarnya.  “Kami memperingatkan kepada oknum yang berusaha menipu masyarakat dengan menggunakan profil dari relawan kami di Gaza, Reza Aldila, bahwa ini adalah sebuah tindakan kriminal dan ini adalah sebuah tindakan yang tidak hanya kriminal, tapi juga melukai rasa kemanusiaan,” kata dr. Arief.  Ia mengatakan, menggunakan informasi atau isu kemanusiaan yang terjadi, terutama di Palestina, untuk menggaet rasa prihatin, rasa solidaritas dari masyarakat Indonesia yang cinta akan Palestina dan kemudian digunakan untuk kepentingan pribadi, ini adalah sebuah keburukan dan sebuah kekejian.  “Kami berharap dari oknum yang bersangkutan bisa menghentikan upaya-upaya ini dan juga kami berharap kepada masyarakat bisa lebih jeli lagi, lebih peduli dan mau bersama-sama dengan kami melaporkan aktivitas kriminal ini kepada pihak-pihak yang berwenang, agar kemudian tindakan ini bisa dihentikan sehingga tidak merembet lebih jauh lagi. Terima kasih,” pungkasnya.  Berikut nomor dan akun resmi MER-C Indonesia: Call Center: 0811990176 atau 021-3159235Website: https://mer-c.orgInstagram: https://instagram.com/mercindonesiaFacebook: https://www.facebook.com/profile.php?id=100064481090937&mibextid=LQQJ4dX: https://x.com/mercindonesiaTiktok: https://Tiktok.com/@mercindonesia1YouTube: https://youtube.com/@mercindonesia  

Silahkan bertanya?