MER-C Salurkan Bantuan Obat-obatan Tahap Dua untuk Sejumlah Rumah Sakit di Jalur Gaza

Medical Emergency Rescue Committee Rescue (MER-C) kembali menyalurkan bantuan obat-obatan dan alat kesehatan tahap dua untuk sejumlah rumah sakit di Jalur Gaza, tempat Tim Medis MER-C bertugas. Bantuan ini disalurkan oleh relawan MER-C di Jalur Gaza ke RS Abu Yousef An Najjar, RS Al Hilal El Emiraty dan Klinik Tal Al Sultan. Semua rumah sakit ini berlokasi di Rafah, Gaza Selatan, tempat yang masih cukup aman dan memungkinkan bagi tim medis bertugas. Masing-masing rumah sakit mendapat 6-7 dus berisi bantuan obat-obatan dan alat medis. Obat-obatan serta peralatan kesehatan yang disalurkan pada tahap kedua ini di antaranya; obat-obatan injeksi atau suntikan, obat lambung, obat nyeri, obat-obatan untuk persalinan dan pembalut, serta beberapa obat yang diperlukan untuk anestesi saat operasi. Kemudian alat untuk operasi seperti jarum dan benang jahit, gunting bedah, kasa steril, termometer, oximeter dan beberapa peralatan lainnya. Salah satu relawan medis MER-C dr. Reyfal Khaidar mengatakan, obat-obatan dan peralatan medis yang diberikan tersebut sangat dibutuhkan karena jumlahnya terbatas dan sudah mulai habis di seluruh kota Rafah. “Selain itu MER-C juga menyalurkan beberapa alat dasar seperti sandal operasi, karena di sini kondisinya cukup memprihatinkan. Banyak yang sudah rusak, robek, bahkan banyak yang sudah dijahit oleh perawat dan dokter. Untuk itu, kami menyumbangkan dua boks besar sandal operasi agar bisa digunakan oleh para nakes di sini,” ujar dr. Reyfal. Ia berharap akan ada bantuan yang terus berlanjut dan bukan hanya kebutuhan medis warga Gaza tapi juga makanan pokok seperti tepung dan lainya. “Semoga kami di sini bisa membuka jalan untuk teman-teman semua. Ini bukan akhir dari pertolongan kita. Banyak sekali yang menyampaikan terima kasih kepada Indonesia atas dukungan yang diberikan sejak awal. Insya Allah ini menjadi keberlanjutan bagi kita untuk terus membantu Palestina,” katanya.
MER-C kembali Kirim Tim Medis ke Jalur Gaza, Palestina

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) kembali mengirimkan Tim Medis yang tergabung dalam Emergency Medical Tim (EMT). Ini merupakan pengiriman kedua setelah sebelumnya 11 orang relawan MER-C berhasil memasuki Gaza pada Senin (18/03/2024). Tim kedua yang terdiri dari satu orang dokter umum, dua perawat dan satu liaison officer berhasil memasuki Gaza hari Rabu (03/04), pukul 15.00 waktu setempat setelah melewati proses pemeriksaan yang cukup ketat. Tim disambut langsung oleh relawan MER-C yang berada di Jalur Gaza. Manajer Operasional MER-C, Rima Manzanaris mengatakan, proses masuknya Tim EMT 2 MER-C relatif lebih mudah dibandingkan Tim sebelumnya yang sempat mengalami beberapa kali penundaan. “Alhamdulillah Tim EMT kedua ini lebih lancer. Mereka berangkat dari Kairo bersama konvoi dari WHO pada Rabu sekitar jam 05.00 pagi, lalu masuk ke Rafah bagian Mesir pukul 13.00 dan berhasil masuk Rafah bagian Gaza pukul 15.00 waktu setempat,” ujarnya. Rima mengatakan, dari Tim EMT yang bertugas sebelumnya, terhitung sudah ada dua kali kepulangan yaitu pada tanggal 27 Maret 2024 sebanyak 2 relawan dan 3 April 2024 sebanyak 4 relawan. “Relawan yang telah menunaikan misi, telah tiba di tanah air dengan selamat. Sementara dengan datangnya Tim baru, jumlah relawan MER-C yang bertugas di Gaza masih sebanyak 11 orang,” lanjutnya. Ia juga mengatakan, MER-C berkomitmen akan terus berupaya mengirim relawan medis ke Jalur Gaza untuk membantu tenaga medis di Gaza dan membantu mengobati para korban. Adapun untuk penugasan Tim EMT kedua ini, Rima mengungkap wilayahnya masih sama yaitu di Rumah Sakit Abu Yusuf An Najjar dan Rumah Sakit Al Emirati. Satu orang dokter umum yang baru tiba ditempatkan di Tall Al Sultan Primary Health Care Center.
Bertugas di RS Abu Yusuf An Najjar Gaza, Tim Bedah MER-C Telah Tangani 25 Operasi

Ketua Tim EMT 1 MER-C, dr. Muhammad Reza Saputra, SpOT mengatakan, selama bertugas 10 hari di Rumah Sakit Abu Yusuf An Najjar, di Gaza Selatan, ia dan tim telah menangani 25 operasi bahkan per hari mencapai 5-6 operasi per harinya. “Sampai hari ke 10 ini kita sudah banyak membantu masyarakat Gaza. Tapi yang perlu menjadi catatatan membantu Gaza yang saat ini sedang perang bukan berarti membantu perang. Pasien yang ditangani bukan hanya korban perang tapi juga korban secondary impact,” ujar dr. Reza. “Di RS An Najjar kita melakukan operasi lebih kurang 25 orang. Sebagian besar korban perang dan sebagian lagi korban yang memang tidak langsung kena perang seperti kena tembak atau terkena ledakan tetapi karena mengungsi kemudian terjatuh, posisinya tidak bagus. itu juga banyak harus kita lakukan tindakan,” katanya. Ia juga mengatakan, pengungisan yang terlalu padat di mana Gaza Selatan atau Rafah dengan luas sekitar 50 km2 diisi oleh sekitar 1,5 juta warga Gaza mengakibatkan kebersihan, sanitasi dan kesehatan sangat terganggu sehingga penyakit menular juga banyak saat ini. Dr. Reza mengungkap, dari 14 rumah sakit di Jalur Gaza hanya ada tiga yang beroperasi yaitu RS Eropa, RS Al Aqsa, RS An Najar kemudian ada rumah sakit khusus ibu dan anak yaitu RS Al Emirati. Dari ketiga rumah sakit itu, Relawan Medis MER-C yang berjumlah 11 orang dibagi menjadi tiga tim. Di RS An Najjar tempatnya bertugas bersama satu orang dokter ortopedi lainya, satu perawat anestasi dan satu perawat operasi dari Tim MER-C, fasilitas yang ada sangat kurang karena banyak yang rusak. IGD yang sebelumnya menerima 100 pasien, saat ini harus menerima 700 pasien. Pasien yang tidak bisa ditangani dirujuk ke RS Eropa. “Sebenarnya memang yang paling banyak melakukan operasi itu di RS Eropa, tapi saat ini kita masih di tempatkan di An Najjar oleh Kementrian Kesehatan Palestina. Tapi kita sudah berencana melakukan kerja sama dengan tim dokter di RS Eropa untuk melakukan operasi,” tuturnya. Sebelumnya, ketika masuk ke Jalur Gaza Tim MER-C telah membawa bantuan obat-obatan, instrumen orthoopedi, peralatan orthopedi dan implant orthopedi yang sangat bermanfaat bagi tim medis di Gaza. Mereka memang mengharapkan alat-alat ortopedi dan alat-alat medis lainnya yang sangat mereka butuhkan untuk membantu melayani masyarakat. Proses Sulit Masuk ke Gaza Lebih lanjut, dr. Reza mengungkap terkait proses masuknya Tim yang cukup sulit hingga berhasil tiba di Jalur Gaza.“Kita dari tim MER-C sudah berkordinasi dengan WHO sebelum-sebelumnya dan ketika kita mencoba untuk masuk, kita masih harus menunggu hampir sebulan di Kairo. Hingga pada tanggal 18 Maret pukul 17.15 kita berhasil masuk,” katanya. Tiba di Gaza, Tim MER-C langsung berkordinasi dengan Kementerian Kesehatan Palestina dan pihak-pihak terkait untuk penugasan dan penempatan tim. Terharu dengan Ketabahan Warga Gaza dr. M. Reza Saputra, SpOT mengatakan, selama bertugas di Jalur Gaza, ia menyaksikan ketabahan warga Gaza dan tersentuh bagaimana mereka masih berbagi meski dalam kondisi kekurangan. “Yang paling menyentuh hati saya adalah masyarakat Gaza ini mereka tidak merendahkan diri. Walaupun ada yang minta-minta anak-anak begitu, tetapi yang paling saya rasakan adalah mereka selalu senyum dan tidak merendahkan diri,” kata dr. Reza. Ia mengatakan, saat ini masih ada akifitas ekonomi dan perdagangan yang menjadi bukti warga Gaza tidak mau menerima dengan tangan di bawah. Mereka masih mau berusaha. Cerita lain yang mengesankan baginya adalah ketika ia bersama Tim MER-C lainnya tiba dan saat itu sudah masuk bulan puasa, mereka melihat ternyata walau kekurangan masih ada warga Gaza yang membagikan air. “Itu menyebabkan kami sangat tersentuh,” ujar Dokter Spesialis Ortopedi itu. “Dan bagi saudara saudara kami di Indonesia warga Gaza sangat membutuhkan bantuan kita semua,” ujarnya.
Makis Kementerian BUMN Serahkan Bantuan untuk Palestina Melalu MER-C

Majelis Kerohanian Islam (Makis) Kementerian BUMN menyerahkan bantuan untuk warga Palestina melalui Medical Emergency Rescue Committee (MER-C). Bantuan sebesar Rp. 150.000.000 diserahkan secara simbolis oleh Wakil Menteri (Wamen) BUMN Kartika Wirjoatmodjo kepada Ketua Presidium MER-C dr. Sarbini Abdul Murad, pada kesempatan Tabligh Akbar dalam rangka memperingati Nuzulul Al Quran di Masjid Makis BUMN Ar-Rayyan, di Jakarta, Selasa (02/04/2024). Dalam sambutannya, Sekretaris Kementrian BUMN Rabin Indrajad Hattari mengatakan Tabligh Akbar dengan tema “Al Quran sebagai Petunjuk dalam Peningkatan Sosial dan Spiritual Well-Being” digelar untuk meningkatkan kesehatan mental dan spiritual di bulan Ramadhan. Tabligh Akbar yang merupakan bagian dari kegiatan Ramadhan Kementrian BUMN ini dihadiri Ahli Tafsir Al Quran Prof. Quraish Shihab. Selain menyalurkan bantuan untuk masyarakat Palestina melalui MER-C, pada kesempatan Tabligh Akbar ini Makis Kementrian BUMN juga memberikan bantuan kepada anak yatim-piatu, bantuan kaca mata serta bantuan kepada pegawai BUMN. “Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jamaah Masjid Ar rayyan yang telah beramal dan berinfak semoga Allah perbaiki seluruh niat dan amal soleh yang telah diberikan, serta melipat gandakan rizki ibu bapak semua,” ujar Rabin.
Shafwah Group Gandeng MER-C Gelar Gema Ramadhan 2024

Shafwah Group menggandeng Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) dan sejumlah lembaga serta komunitas lainya menggelar Gema Ramadhan 2024, di Gedung D Galeri Nasional Indonesia, Jakarta Pusat, Sabtu (30/3/2024). Gema Ramadhan bersama Shafwah Group ini dimeriahkan dengan berbagai rangkaian acara yaitu talkshow, painting workshop, coloring competition for kids dengan tema “Bangun kembali Rumah Sakit Indonesia di Palestina”, mini bazar, live music charity for Gaza dan ifthar bersama. Talkshow bertajuk “Let’s Talk About Mindfulnes” menghadirkan tiga pembicara di antaranya Direktur Shafwah Holidays Muhammad Syafiq Helmi, Psikologi Klinis Marissa Meditania dan Founder of Kami Idea Istafiana CandariniRelawan MER-C Farid Zanjabil juga ikut memeriahkan acara dengan membagikan kisah inspiratifnya saat bertugas di Jalur Gaza dan menyaksikan langsung serangan Israel yang terjadi sejak 7 Oktober 2023. Farid mengatakan, selama bertugas menyalurkan bantuan masyarakat Indonesia yang diberikan melalui MER-C, banyak cerita mengharukan di mana warga Gaza, meski kekurangan dan sangat membutuhkan bantuan mereka tetap memikirkan saudaranya yang lain.Ia mengungkapkan, jika mendapatkan kesempatan lagi ia ingin kembali ke Jalur Gaza. Karena baginya Gaza sudah seperti kampung halaman. Dalam kesempatan ini, The Saba, salah satu merek modest wear Indonesia yang berkomitmen menyalurkan hasil penjualanya untuk membantu warga Palestina, menyerahkan donasi kepada MER-C sebesar Rp. 30.500.000.
MER-C Salurkan Bantuan Musim Dingin untuk Korban Gempa di Distrik Zenda Jan, Afganistan

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) menyalurkan bantuan musim dingin untuk korban gempa di Distrik Zenda, Provinsi Herat, Afghanistan. Bantuan ini disalurkan ke empat desa yang terdampak gempa 7 Oktober 2023 paling parah, yaitu di Bidak Ishaqzai, Cheshma Tasak, Qashoqi Zoori dan Qashoqi Achakzaee. Di masing-masing desa ini MER-C menyalurkan bantuan berupa 100 helai selimut, 50 pasang sarung tangan, 50 pasang kaos kaki, 50 baju hangat anak-anak, 50 topi anak-anak, 250kg beras, 100kg kedelai, 25 bungkus minyak goreng, 50 bungkus garam dan 25 kaleng pasta tomat. Melalui penilaian lapangan yang ekstensif, konsultasi masyarakat, dan analisis data, empat desa di Distrik Zenda Jan ini diidentifikasi sebagai wilayah prioritas. Desa-desa ini dipilih berdasarkan kriteria seperti tingkat keparahan kerusakan akibat gempa bumi, kerentanan penduduk dan aksesibilitas pengiriman bantuan. Dengan berfokus pada desa-desa tertentu, upaya pemberian bantuan dan rehabilitasi ditargetkan dan disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan setiap komunitas. Bantuan ini disalurkan melalui Yayasan Marefat dan bekerja sama dengan Komite Pemerintah Herat yang bertanggung jawab untuk mengoordinasikan dukungan donor internasional untuk desa-desa di Distrik Zenda Jan yang terkena gempa.Proses pendistribusian pada tanggal 12 dan 13 Maret 2024 dipimpin oleh Sadeq Akbari, seorang pekerja kemanusiaan yang berpengalaman dalam operasi tanggap darurat. Relawan lokal dikerahkan untuk membantu pendistribusian, memastikan bahwa bantuan menjangkau setiap rumah tangga di desa sasaran. Proses pendistribusian dilakukan secara transparan dan informasi terkini diberikan secara berkala kepada pemerintah daerah dan tokoh masyarakat untuk menjaga akuntabilitas dan kepercayaan.Para pejabat pemerintah daerah menyatakan penghargaan mendalam atas bantuan yang diberikan oleh MER-C dan mengakui kontribusi dan komitmen yang teguh untuk membantu penduduk Herat yang terkena dampak. Shikh Mobasher Halimi, Ketua Komite yang mengawasi upaya bantuan gempa bumi, juga memuji dedikasi MER-C dalam mendukung mereka yang membutuhkan di Afghanistan dan menyatakan harapan untuk kolaborasi yang berkelanjutan. Para penerima bantuan juga menyampaikan apresiasi mereka atas bantuan yang diberikan, namun juga menyoroti kebutuhan tambahan, khususnya peningkatan akses terhadap sumber air dan fasilitas sanitasi seperti WC. Pada tanggal 7 Oktober 2023, gempa bumi dahsyat berkekuatan 7,5 skala Richter melanda Provinsi Herat, menyebabkan kerusakan luas dan korban jiwa. Salah satu Distrik yang terkena dampak terparah adalah distrik Zenda Jan, dengan banyak rumah dan bangunan runtuh, menyebabkan ratusan orang sangat membutuhkan bantuan. Meskipun ada upaya bantuan awal dari berbagai organisasi dan yayasan amal, skala bencana dan kondisi musim dingin yang parah telah membuat banyak warga masih berada dalam kesusahan. Sebelumnya pada 14 Desember 2023 hingga 9 Januari 2024 lalu, MER-C juga telah mengirimkan Tim Relawan Medis ke Herat, Afghanistan untuk memberikan bantuan bagi para korban gempa.
MER-C Salurkan Bantuan Logistik dan Tambah Tim Relawan ke Lokasi Banjir Demak

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) pada Sabtu/23 Maret 2024 kembali mengirimkan tim ke Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Hal ini dalam rangka membantu penanganan dampak bencana banjir di Demak yang masih meluas. Tim pertama berasal dari MER-C cabang Yogyakarta membawa amanah bantuan logistik untuk disalurkan kepada warga korban banjir. Pada hari yang sama, tim dari MER-C pusat Jakarta yang merupakan tim medis juga bergerak menuju lokasi bencana. Tim terdiri dari satu dokter umum, satu dokter gigi, satu perawat, satu relawan logistik dan satu supir. Salah satu Relawan MER-C Cabang Yogyakarta, Nanang mengatakan bantuan logistik yang disalurkan berupa obat-obatan, sembako, selimut, susu formula dan pampers. “Alhamdulillah sudah selesai droping logistik obat-obatan, pampers, susu, selimut dan sembako. Diterima oleh staf Pusat Service Center (PSC) Demak,” ujarnya. Nanang mengatakan, adapun bantuan obat-obatan yang disalurkan berupa obat kulit, antibiotik, anti hipertensi dan vitamin. Ia menuturkan, penyaluran donasi ini dilakukan melalui kerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Demak. Sementara itu, Tim medis dari MER-C Pusat Jakarta juga akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Demak untuk penempatan wilayah bencana yang masih membutuhkan bantuan medis. Merespon bencana banjir di Demak, MER-C sejak hari Selasa (19/3) telah menurunkan tim relawannya untuk turut membantu para korban. Sebelumnya, Ketua MER-C Cabang Yogyakarta, dr. Rizki Rinaldi yang juga ikut turun ke lokasi bencana mengatakan, saat ini tenaga kesehatan dari luar wilayah Demak sangat dibutuhkan, karena banyak tenaga kesehatan yang juga jadi korban banjir.
Tiba di Jalur Gaza, Relawan MER-C Langsung Bertugas di Sejumlah Rumah Sakit

Sebelas relawan MER-C yang telah berhasil memasuki Gaza sejak Senin (18/3/2024) lalu langsung ditempatkan dan bertugas di sejumlah rumah sakit untuk membantu warga Gaza. Salah satu relawan yang merupakan Dokter Spesialis Orthopedi, dr. Reza, SpOT mengatakan, Rabu (20/3/2024) pagi Tim sudah melakukan koordinasi terkait penempatan relawan bersama Emergency Medical Teams (EMT) Gaza dan Kementrian Kesehatan Palestina (MoH) di Gaza. Tim langsung disambut dr. Muhammad yang merupakan Koordinator Rumah Sakit Se-Gaza. Relawan medis MER-C langsung dibagi menjadi tiga tim yang disebar di tiga fasilitas Kesehatan di Gaza bagian Selatan yang masih beroperasional. Pembagian tim berdasarkan hasil kordinasi dengan Kementrian Kesehatan Palestina. Tim 1 terdiri dari Tim bedah ditempatkan di RS Abu Yousef Al Najjar di Rafah yang diperuntukkan melayani pasien-pasien bedah dan trauma. Kasus terbanyak adalah open fraktur yang terinfeksi dan luka bakar. Tim 2 terdiri dari bidan dan perawat ditempatkan di RS Bersalin Al-Helal Al-Emirati di Rafah yang memang didedikasikan untuk perawatan pasien-pasien melahirkan. Jumlah operasi Sectio Caesaria di RS ini mencapai 15 operasi perhari. Sementara jumlah persalinan yang ditangani di RS ini mencapai 7000 kasus perbulannya.Sedangkan Tim 3, merupakan Primary Care Team yang terdiri dari dokter umum dan perawat ditempatkan di Tall Al-Sultan Primary Health Clinic di Rafah yang cukup besar dengan fasilitas seperti X Ray dan laboratorium. Pasien yang dilayani dalam satu hari bisa mencapai 1500 orang. “Alhamdulillah ketiga tempat di atas cukup sesuai bagi Tim kita sebagai spesialis, dokter umum, dan bidan. Sesuai dalam artian pasiennya memang banyak, peralatan yang kita miliki memang dibutuhkan dan cukup membantu tim medis di sini yang telah lelah,” tutur Reza. “Jadi dengan mendapat tempat yang sesuai di daerah yang relatif aman, kami sudah sangat bersyukur,” tambahnya. Relawan MER-C itu juga mengatakan berdasarkan hasil penilaian Tim hari pertama, dengan jumlah dokter, nakes, obat obatan serta peralatan yang tidak cukup, pihak rumah sakit sangat berharap mereka dapat bantuan tim medis berikutnya. Para relawan dokter dan nakes dari berbagai negara mulai masuk ke Gaza untuk membantu. EMT MER-C merupakan tim Indonesia pertama yang memberikan pertolongan medis sejak agresi 7 Oktober terjadi. Tim membantu melakukan operasi pasien trauma, layanan maternal dan layanan umum. Tim akan bekerja selama dua pekan hingga maksimal satu bulan.Pengiriman bantuan tim medis ini membutuhkan keberlanjutan program. Oleh karena itu, besar harapan Kementrian Kesehatan Gaza, Indonesia bisa mengirimkan bantuan tim medis secara berkelanjutan dengan kebutuhan dokter-doketer spesialis ortopedi traumatologi, obgyn, bedah saraf, bedah plastik, spesialis anestesi, spesialis anak, spesialis penyakit dalam dan dokter umum serta layanan bidan dan perawat. Apa saja yang kita punya amat sangat dibutuhkan oleh warga Palestina di Gaza saat ini. Bantuan medis dari Indonesia bagaikan oase persaudaraan Indonesia-Palestina.
MER-C Kirim Tim Relawan Bantu Korban Banjir Demak

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C), hari Selasa (19/3) mengirimkan tim relawan dari Cabang Yogyakarta untuk membantu korban banjir di Demak, Jawa Tengah. Ketua MER-C Cabang Yogyakarta, dr. Rizki Rinaldi yang juga ikut turun ke lokasi bencana pada hari Kamis (21/3) mengatakan, saat ini tenaga kesehatan dari luar wilayah Demak sangat dibutuhkan, karena banyak tenaga kesehatan yang juga jadi korban banjir. “Rumah sakit juga kalau ada pasien baru harus dijemput agak jauh oleh tim rumah sakitnya biar bisa menerjang banjir. Beberapa kantor inti pemerintahan juga terendam, seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Palang Merah Indonesia (PMI), Masjid Demak, BKKBN, RSUD Sunan Kalijaga dan beberapa RS lainnya,” kata Rinaldi. Ia mengatakan, saat ini Tim Relawan MER-C yang dikirimkan sudah berada di Pusat Service Center (PSC) dan akan mendiskusikan penempatan relawan. Untuk kegiatan Tim, sementara mereka akan melakukan assessment lapangan. Rinaldi mengatakan banjir yang terjadi cukup tinggi dan sudah terjadi sejak bulan lalu sehingga warga sudah terpusat di lokasi pengungsian. Untuk itu, Tim fokus memberikan pelayanan di pengungsian dan tidak melakukan mobile clinic. “Kita sementara ditempatkan di pengungsian warga Demak di Kudus, karena saat ini di Kota Demaknya sendiri lumpuh jadi warga di beberapa kecamatan diungsikan di Kudus,” ujarnya. Berdasarkan laporan dari Tim yang turun di lapangan terkait situasi terkini di Demak dan perlunya tambahan relawan, MER-C akan kembali mengirimkan sejumlah relawan dari pusat. Dikutip dari Dinkominfo Demak, hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Jawa Tengah dan jebolnya enam tanggul mengakibatkan 89 desa di 11 kecamatan yang berada di Kabupaten Demak terendam banjir. Selain itu, pada Ahad 17 Maret 2024 tanggul Sungai Wulan yang berada diperbatasan Kabupaten Demak dan Kudus juga kembali jebol. Adapun Sebelas kecamatan yang terdampak meliputi Kecamatan Demak, Kecamatan Karangtengah, Kecamatan Sayung, Kecamatan Mranggen, dan Kecamatan Wonosalam. Kemudian, Kecamatan Karanganyar, Kecamatan Karangawen, Kecamatan Kebonagung, Kecamatan Guntur, Kecamatan Dempet, serta Kecamatan Gajah. Bedasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Demak, Senin (18/3/24), mencatat ketinggian banjir di 11 Kecamatan tersebut antara 30-80 cm. Sebanyak 93.149 jiwa terdampak dan 22.725 diantaranya mengungsi,Saat ini Pemkab Demak telah mendirikan lokasi pengungsian di 45 titik. BPBD Kabupaten Demak hingga kini masih bersiaga dengan kondisi banjir tersebut mengingat hingga (19/03/24) Selasa banjir semakin meluas. Bantu kami menyediakan layanan kesehatan untuk penyintas banjir di Kab. Demak melalui donasi ke rekening: Bank Syariah Indonesia (BSI) 700 499 5818 atas nama MER-C DIJ. Informasi dan konfirmasi donasi ke 085150723118 a.n MER-C DIJ
Ketua Presidium MER-C: Pengriman Tim Medis ke Gaza Tanggung Jawab Besar untuk Bantu Saudara Kita

Ketua Presidium Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) dr. Sarbini Abdul Murad dalam konfereni pers yang digelar hari Selasa (19/3) mengatakan, pengiriman tim relawan medis ke Jalur Gaza merupakan tanggung jawab besar untuk membantu warga Gaza.Ketua Presidium Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) dr. Sarbini Abdul Murad dalam konfereni pers yang digelar hari Selasa (19/3) mengatakan, pengiriman tim relawan medis ke Jalur Gaza merupakan tanggung jawab besar untuk membantu warga Gaza. “Perjalanan panjang ini tidaklah melelahkan buat kami, karena ini merupakan tanggung jawab besar untuk membantu saudara kita yang ada di Gaza. Walaupun situasi dan kondisi hari ini di Indonesia begitu dinamis, tapi kami tidak akan pernah melupakan perjuangan dan penderitaan yang dialami oleh saudara kita yang ada di Gaza,” kata Sarbini di Kantor MER-C di Jakarta. Ia mengatakan, pengiriman 11 relawan MER-C yang saat ini sudah tiba di Gaza merupakan tujuan utama sejak awal terjadinya agresi, untuk membantu warga Gaza yang pada hari ini sangat membutuhkan tenaga medis. Sarbini mengungkapkan, MER-C telah berupaya sekuat tenaga untuk bisa mengirimkan tim medis ke Gaza dengan bekerjasama ke semua pihak tapi sejak dulu belum ada kabar gembira, hingga akhirnya melalui kerja sama dengan WHO di bawah naungan Emergency Medical Tim (EMT), Tim Medis MER-C berhasil masuk ke Jalur Gaza pada hari Senin (18/3) pukul 17.15 waktu Gaza atau jam 22.15 waktu Indonesia. “Maka hari ini ada 11 orang relawan MER-C yang berada di Jalur Gaza terdiri dari dokter bedah orthopedi, dokter umum, perawat dengan berbagai keahlian, bidan dan lainya. Semua ada 11 orang ditambah dua relawan yang sudah ada di sana jadi total ada 13 relawan. Mereka akan bekerja di sana minimal selama dua minggu, maksimal satu bulan dan nanti akan ada estafet selanjutnya karena kami tidak mau ini berhenti selama ada relawan kita di sana,” tambahnya. Pada kesempatan ini, Sarbini mengajak semua elemen bidang Kesehatan baik yang berada di naungan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI) maupun di bawah lembaga rumah sakit atau pemerintah untuk bersama membangun koalisi besar mengirim tim medis ke Gaza secara berkelanjutan. “Ini pekerjaan besar, masalah besar, kasus besar, maka harus melibatkan segala elemen anak bangsa. Pada kesempatan ini kita mengajak kepada pemerintah untuk bisa terdepan, secara bersama kita membantu warga Gaza. Masalah Gaza adalah masalah dunia, masalah kita bersama yang tidak cukup hanya satu elemen membantu . Kita harus saling berkontribusi membangun kerja sama, sehingga satu bidang kesehatan bisa kita tangani bersama,” tuturnya.