MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

Berawal Dari Tugas Sekolah, Naufal Galang Donasi untuk Bantu Palestina

Berawal dari tugas sekolah untuk membuat sebuah project Primary Years Programme (PYP), Naufal seorang murid kelas 6 SD Paradisa Cendekia di Bekasi, tertarik memilih tema tentang konflik Palestina – Israel. Ia pun mulai mencari tahu lebih dalam salah satunya dengan mewawancara Tim MER-C untuk melengkapi data dan presentasinya tentang konflik ini. Selain fokus menyelesaikan tugas sekolahnya, keprihatinannya dengan kondisi yang terjadi di Palestina membuat Naufal tergerak untuk mengadakan aksi nyata. Ia pun melakukan penggalangan dana untuk Palestina dengan membuat kotak donasi. “Saya tidak bisa menghentikan perang ini karena saya hanya anak kelas 6 SD. Saya hanya bisa membantu, caranya dengan berdonasi,” ucap Naufal saat menyambangi Kantor MER-C bersama kedua orang tuanya untuk menyerahkan donasi bagi Palestina, Sabtu/18 Maret 2023. “Tapi insya Allah, bisa saja saat saya besar nanti bisa menjadi orang yang dapat menghentikan perang itu,” tambah Naufal. Ia berharap donasi ini bisa membantu teman-temannya di Gaza, Palestina. “Semoga donasi ini bisa sedikit membantu teman-teman di Gaza Palestina sehari-hari supaya tidak kesusahan. Donasi bisa berupa uang atau barang. Barang misalnya dibelikan mainan untuk mereka main, selimut buat mereka bisa tidur lebih nyaman atau perlengkapan sekolah atau makanan dan minuman,” harap Naufal. Menurutnya, donasi total sebesar Rp 9.103.500,- dikumpulkan selama 2 minggu. Ia menggalang donasi ke sesama teman-teman di sekolah, teman-teman di luar sekolah, orang tua siswa dan juga keluarga. Puncaknya pada acara PYP Exhibition, disamping melakukan presentasi project tak lupa Naufal juga menaruh kotak donasi buatannya di booth-nya. Sementara itu, Luly Larissa (Ketua Divisi Penggalangan Dana) dan Rima Manzanaris (Manajer Operasional) yang menerima donasi mewakili MER-C menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Naufal. “Keren dan luar biasa apa yang sudah Naufal lakukan. Di usianya yang masih sangat belia, dia sudah menaruh perhatian besar pada isu konflik Palestina – Israel dan mempresentasikan dengan sangat baik pada saat exhibition lalu dimana kami juga berkesempatan hadir. Ia juga sudah menunjukkan kepedulian dan aksi nyata untuk membantu Palestina,” ujar Luly. Luly menjelaskan, MER-C sendiri mempunyai dua program untuk Gaza Palestina yang sudah berjalan selama belasan tahun sejak 2009, yaitu program pembangunan RS Indonesia dan program Kemanusiaan Gaza. “Sesuai harapan Naufal tadi, maka donasinya akan kami salurkan untuk program kemanusiaan Gaza. Setiap tahun secara rutin kami menyalurkan donasi dari para donator untuk program bantuan Ramadhan berupa paket sembako dan ifthar, bantuan paket sekolah, bantuan musim dingin, dan juga program qurban,” jelas Luly.

MER-C: Rakyat Suriah Menantikan Bantuan Rakyat Indonesia

Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad menyatakan bahwa rakyat Suriah menantikan bantuan rakyat Indonesia. Hal ini disampaikan usai menerima laporan dari Tim Medis MER-C yang telah menunaikan misi kemanusiaan di Turki dan Suriah pada 12 Februari – 3 Maret 2023. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada rakyat Indonesia yang telah mempercayakan donasinya bagi korban gempa di kedua negara melalui MER-C.   “Kami mengucapkan terima kasih kepada donatur dan masyarakat Indonesia atas kepercayaan dan bantuan yang telah diberikan untuk korban gempa bumi di Turki dan Suriah melalui MER-C. Terima kasih juga kami sampaikan kepada Pemerintah Indonesia, Pemerintah Turki maupun Pemerintah Suriah serta semua pihak yang telah membantu dan memfasilitasi Tim MER-C di lapangan sehingga misi kemanusiaan ini dapat berjalan dengan sebagaimana mestinya,” ujar Sarbini. Sarbini memaparkan bantuan tahap awal dari rakyat Indonesia telah disalurkan oleh MER-C dengan mengirimkan total 6 relawan medis dan 1 jurnalis ke 2 negara yang diguncang bencana gempa dahsyat, di Turki bagian Selatan dan Suriah bagian Utara.   Dengan lama misi hampir 3 minggu, Tim MER-C telah mengunjungi wilayah terdampak gempa di Turki, yaitu Adana, Kahramanmaras dan Hatay. Di sini, Tim memberikan bantuan dalam bentuk makanan dan kebutuhan logistic bagi para korban yang tinggal di tenda-tenda penampungan sementara.  Dari Turki, dengan izin visa yang ada, Tim MER-C melanjutkan perjalanan kemanusiaan ke Suriah melalui Damaskus. Tim mendatangi dua wilayah terdampak gempa terparah di Suriah, yaitu di Aleppo dan Latakia. Di negara ini, Tim menyalurkan bantuan berupa peralatan bedah, medis, bahan habis pakai, obat-obatan anastesi dan obat-obatan umum untuk mendukung sektor kesehatan di Suriah dalam menangani warga korban gempa.“Kami berharap bantuan tahap awal yang diberikan ini berkah dan bermanfaat untuk menguatkan hubungan baik Indonesia dengan Turki dan Suriah,” ucap Sarbini. “Khusus untuk Suriah, dari laporan tim yang baru menyelesaikan tugas di sana, mereka mengharapkan dan menantikan bantuan lanjutan dari Indonesia, akibat perang yang lama ditambah dengan bencana alam,” lanjut Sarbini. Ia juga menambahkan, bantuan NGO asing yang sulit masuk ke Suriah karena situasi dan kondisi yang ada, maka bisa masuknya MER-C sebagai NGO Indonesia secara resmi ke Suriah diharapkan Indonesia bisa memberikan bantuan jangka panjang bagi Suriah. Dukungan dan donasi dapat disalurkan melalui: BCA, 686.0099339 BSI, 701.565.8918 Mega Syariah, 1000.209.400 Atas nama:Medical Emergency Rescue Committee Info lebih lanjut: Call Center MER-C 0811990176    

Tim MER-C bersama Kedubes RI Datangi Wilayah Gempa di Aleppo dan Latakia Suriah

Usai menyerahkan bantuan medis untuk korban gempa kepada Menteri Kesehatan Suriah, dr. Ahmad Ghabbash, Selasa/28 Feb 2023, Tim Medis MER-C bersama Kedutaan Besar RI menuju ke 2 wilayah yang mengalami dampak paling parah akibat gempa di Suriah, yakni Latakia dan Aleppo. Tim melakukan assessment langsung ke lapangan, yaitu ke rumah sakit dan tempat-tempat penampungan sementara warga korban gempa. Hasil assessment akan menjadi bahan pertimbangan untuk pengiriman tim dan bantuan medis lanjutan. Di Latakia, Tim MER-C mendatangi Rumah Sakit Nasional Pemerintah Latakia, yaitu RS Hamzah Alinoval yang menanggani pasien korban gempa dan konflik di Latakia, Suriah.  Dari hasil diskusi dengan Tim Dokter rumah sakit, mereka mengatakan korban luka-luka pasca-gempa sudah dapat tertanggani. Namun mereka masih membutuhkan bantuan peralatan operasi dan alat rontgen portabel untuk dapat dapat melakukan penanganan pasien di lapangan.  Sementara itu, alat-alat operasi dibutuhkan untuk dapat memfungsikan semua ruang operasi yang ada di RS ini. Hal ini dikarenakan dari sembilan ruang operasi, baru empat ruang yang dapat digunakan. Lima ruang operasi lainnya belum dapat beroperasi karena belum ada peralatan.  Dalam kunjungan di Aleppo, Tim MER-C bersama Dubes RI untuk Suriah mengunjungi rumah sakit yang hancur karena gempa dan perang. Selain itu, MER-C juga menyambangi rumah sakit yang digunakan untuk merawat korban gempa.  Kondisi perlengkapan rumah sakit belum cukup memadai. Kepala Dinas Kesehatan Aleppo, Dokter Kiad Al Haj Taha berharap adanya bantuan penunjang kesehatan. Dalam kunjungan ini, Tim MER-C juga bertemu dan berdiskusi dengan Bulan Sabit Merah Suriah (Syrian Arab Red Crescent) untuk membicarakan bantuan jangka panjang. Dukungan dan donasi dapat disalurkan melalui: BCA, 686.0099339 BSI, 701.565.8918 Mega Syariah, 1000.209.400   Atas nama: Medical Emergency Rescue Committee   Info lebih lanjut: Call Center MER-C 0811990176

MER-C Serahkan Bantuan Alat Medis dan Obat-obatan untuk Korban Gempa Suriah

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia menyerahkan bantuan peralatan medis bedah dan obat-obatan bagi korban bencana gempa bumi di Suriah, Selasa/28 Februari 2023. Bantuan diterima oleh Menteri Kesehatan Suriah Dr. Hassan Ghabbash di kantor Kementerian Kesehatan Suriah di Damaskus. Acara serah terima bantuan turut dihadiri dan disaksikan oleh Duta Besar RI untuk Republik Arab Suriah, Wajid Fauzi dan Wakil Menteri Kesehatan Suriah, Dr. Ahmad Dmerieh. Bantuan yang diberikan terdiri dari alat-alat operasi bedah tulang, perlengkapan operasi, bahan-bahan medis habis pakai, obat-obatan anastesi dan obat-obatan umum. Ini merupakan bantuan tahap awal dari rakyat Indonesia melalui MER-C. Bantuan ini diharapkan dapat mendukung sektor kesehatan Suriah dalam menangani masyarakat yang terkena dampak gempa dahsyat beberapa waktu lalu. Menteri Kesehatan Suriah dalam pertemuannya dengan delegasi MER-C Indonesia mengucapkan terima kasih atas bantuan dari Indonesia. Ia juga menekankan pentingnya partisipasi dokter Indonesia dengan dokter di Suriah untuk menghadapi dampak gempa dan bertukar pengalaman. Usai serah terima bantuan, Tim Medis MER-C bertolak menuju lokasi terdampak bencana gempa di Aleppo dan Latakia yang berjarak sekitar 3 – 5 jam dari Ibukota Damaskus. Tim akan melakukan assessment ke Rumah Sakit dan kamp-kamp pengungsian korban gempa untuk melihat secara langsung realitas dan kebutuhan di lapangan. Hal ini untuk mempertimbangkan pengiriman tim dan bantuan lanjutan. Dukungan dan donasi dapat disalurkan melalui: BCA, 686.0099339BSI, 701.565.8918Mega Syariah, 1000.209.400 Atas nama :Medical Emergency Rescue Committee Info lebih lanjut:Call Center MER-C 0811990176

Bantu Korban Gempa, Tim Medis MER-C Tiba di Suriah

Usai menunaikan Misi Kemanusiaan ke wilayah terdampak gempa di Turki, MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) mengarahkan Tim Medisnya untuk melanjutkan misi kemanusiaan ke Suriah. Hal ini dalam rangka membantu korban bencana gempa bumi dahsyat di negara ini. Tim yang ditugaskan terdiri dari 5 orang relawan, yaitu dr. Wahyu Bimantoro, SpAn, dr. T. Meaty Fransisca, Ita Muswita (perawat bedah), Thoyib Mirad (perawat bedah) dan Desi Fitriani (Jurnalis Metro TV). Mereka bertolak ke Suriah melalui Amman Yordania, setelah mengantongi izin visa dari Kementerian Luar Negeri Republik Arab Suriah. “Berbekal visa, kami berangkat dari Istanbul Turki pada Kamis malam/23 Februari 2023 menuju Amman Yordania. Dari Amman, Jum’at pagi/24 Februari 2023, kami langsung melanjutkan perjalanan darat ke Damaskus, Ibukota Suriah,” ucap dr. Wahyu Bimantoro, SpAn selaku Ketua Tim Medis MER-C untuk Suriah. Jarak dari Amman ke Damaskus sekitar 200 kilometer. Apabila lancar, perjalanan darat dapat ditempuh dalam waktu 2,5 hingga 3 jam. Namun hal ini tergantung dengan antrian pemeriksaan di sejumlah check point yang ada. Jum’at/24 Februari 2023, sekitar pkl 14.30 wib atau pkl 10.30 waktu setempat, Tim MER-C akhirnya mengabarkan sudah melewati perbatasan Yordania dan masuk ke wilayah Suriah. “Syukur Alhamdulillah, dengan izin visa yang ada, kami bisa melalui semua pemeriksaan check point yang cukup ketat sepanjang perbatasan Yordania – Suriah tanpa kendala yang berarti. Saat ini kami sudah masuk wilayah negara Suriah,” lanjut Wahyu. Tim Medis MER-C untuk Suriah rencananya akan bertugas selama satu minggu. Koordinasi dengan berbagai pihak sebelumnya telah dilakukan seperti Kedutaan Besar Suriah di Jakarta, Kementerian Luar Negeri RI dan KBRI Damaskus serta mitra medis lokal untuk menentukan wilayah gempa yang masih membutuhkan bantuan medis. “Mohon doanya agar kami bisa menunaikan amanah ini dengan baik dan misi kemanusiaan ini diberi kelancaran. Kami berharap bisa masuk ke wilayah-wilayah terdampak gempa di Suriah yang masih minim bantuan khususnya bantuan medis. Kami juga akan melakukan assessment untuk kebutuhan pengiriman tim lanjutan atau bantuan lainnya,” tambahnya. Dukungan dan donasi bagi Misi Kemanusiaan MER-C bagi korban gempa bumi di Turki dan Suriah dapat disalurkan melalui: BCA, 686.0099339BSI, 701.565.8918Mega Syariah, 1000.209.400Atas nama :Medical Emergency Rescue Committee Info lebih lanjut:Call Center MER-C 0811990176

Tiba di Wilayah Gempa Turki, Tim MER-C Berikan Bantuan

Tim Relawan MER-C (Medical Emergency Resceue Committee) akhirnya tiba di wilayah terdampak gempa di Turki bagian Selatan, diantaranya Adana, Kahramanmaras, dan Hatay. Tampak bangunan di kota-kota tersebut yang sebagian besar berbentuk bangunan bertingkat dan tempat tinggal warga berbentuk apartemen mengalami kehancuran dan kerusakan parah pasca diguncang gempa berkekuatan magnitude 7,8 dan 7,5 pada 6 Februari 2023 lalu.   Kamp-kamp pengungsian berupa tenda-tenda yang dibangun pemerintah menjadi tempat berlindung para warga penyintas gempa yang kehilangan tempat tinggal. Mereka tinggal bersama sanak keluarga yang masih tersisa. Selain menyapa warga di kamp-kamp pengungsian.  Ketua Tim Bedah MER-C untuk Turki, dr. Risa Dumastoro, SpOT mengatakan Timnya bisa mulai masuk ke lokasi terdampak gempa pada hari Kamis/16 Februari 2023, dengan bantuan dan koordinasi dari Lembaga kemanusiaan serta Lembaga medis local. Namun karena izin yang ketat, Tim tidak dapat mengunjungi RS.  “Berdasarkan informasi dari rekan sejawat dan NGO local, korban gempa di sini sebagian besar yang terluka atau memerlukan tindakan operasi langsung dibawa ke RS-RS di daerah sekitar yang tidak terkena bencana. Mereka dibawa ke RS-RS yang masih bisa beroperasi. Sedangkan para pengungsi atau para korban ringan biasanya langsung ditempatkan di tenda-tenda pengungsian,” ujar Risa.  Lebih lanjut Risa memaparkan bahwa di kamp-kamp pengungsian yang Tim datangi, mereka tidak menemukan warga atau korban-korban yang memerlukan perawatan luka atau penanganan medis khusus. “Alhamdulillah, saat kami berkunjung tidak ada warga yang memerlukan pelayanan medis,” lanjut Risa.  Tim berada di lokasi terdampak gempa di Turki bagian Selatan hingga hari Minggu/19 Februari 2023. Sementara itu, jumlah korban akibat gempa di Turki dan Suriah masih terus bertambah. Sampai hari ini, jumlah korban meninggal sudah mencapai lebih dari 46 ribu. Jumlah korban meninggal diperkirakan massih terus bertambah seiring 345 ribu apartemen di Turki yang telah hancur dan masih banyak warga yang dikabarkan hilang.

Tim Bedah MER-C Bertolak ke Turkiye

Minggu/12 Februari 2023, Tim Bedah MER-C yang beranggotakan 7 orang bertolak ke Turkiye untuk menunaikan tugas kemanusiaan, pasca gempa dahsyat mengguncang bagian Tenggara negara tersebut yang berdasarkan data sementara telah  mengakibatkan sedikitnya 30,000 orang meninggal dunia dan puluhan ribu lainnya luka-luka. Tim Bedah MER-C terdiri dari 2 Dokter Spesialis Bedah Orthopedi dan Traumatologi (dr. Risa Dumastoro, SpOT dan dr. M. Nurul Qomaruzzaman, SpOT), 1 dokter Spesialis Anastesi (dr. Wahyu Bimantoro, SpAn), 1 Dokter Umum (dr. Meaty Fransisca), 2 perawat bedah (Ita Muswita dan Thoyib Mirad), serta Desi Fitriani. Berangkat pada Minggu malam dari bandara Internasional Soekarno Hatta Cengkareng, keberangkatan Tim turut dilepas jajaran Presidium MER-C dan sejumlah relawan. Dr. Risa Dumastoro, SpOT selaku Ketua Tim Bedah MER-C mengatakan bahwa tim yang dipimpinnya dijadwalkan akan bertugas selama kurang lebih 2 pekan. “Tim awal ini akan bertugas selama 2 pekan. Dari Istanbul kami akan menuju lokasi terdampak gempa, kemungkinan Kahramanmaras, salah satu wilayah gempa yang cukup parah. Target wilayah lainnya, akan sangat tergantung dari hasil koordinasi dan situasi di lapangan,” ucapnya. Untuk menunjang kerja di lapangan, Tim juga telah dilengkapi dengan alat-alat operasi serta sejumlah obat-obatan yang diperlukan untuk melakukan tindakan bedah dan pengobatan.“Kami membawa sejumlah peralatan operasi yang sudah steril siap pakai, serta obat-obatan untuk menunjang tugas Tim di lapangan. Kami siap berkolaborasi dengan tenaga medis setempat di RS yang ditunjuk. Semoga keahlian yang kami miliki bisa bermanfaat maksimal untuk membantu saudara-saudara kita di Turki yang menjadi korban,” ujarnya. Sementara itu Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad, mengatakan bahwa selain Turki, bencana gempa yang juga dirasakan di Suriah dan menyebabkan ribuan korban jiwa serta luka, turut menjadi perhatian Tim MER-C. “Setelah Turki, Suriah turut menjadi perhatian kami. Kami upayakan untuk mengirimkan segera Tim Bedah ke Suriah. Sebelumnya kami telah menyambangi Kedutaan Besar Suriah di Jakarta untuk menyampaikan bela sungkawa dan berkoordinasi dengan perwakilan negara tersebut,” ungkap Sarbini. Dukungan dan donasi bagi Misi Kemanusiaan MER-C bagi korban gempa bumi di Turki dan Suriah dapat disalurkan melalui: BCA, 686.0099339BSI, 701.565.8918Mega Syariah, 1000.209.400 Atas nama :Medical Emergency Rescue Committee Info lebih lanjut:Call Center MER-C 0811990176

ILUNI FKUI’98 dan MER-C Training Center Gelar Pelatihan Simulasi Penanggulangan Bencana

Ikatan Alumni Universitas Indonesia Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (ILUNI FKUI 1998) bekerjasama dengan MER-C Training Center (MTC) menggelar pelatihan Simulasi Penanggulangan Bencana Bidang Kesehatan. Pelatihan berlangsung selama dua hari, 28 – 29 Januari 2023 bertempat di Bumi Perkemahan Pramuka Cibubur. Kegiatan ini diadakan sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Dies Natalies FKUI ke-73 tahun.    Ketua MER-C Training Center, dr. Naenda Stasya, MARS bersyukur MER-C Training Center mendapat kepercayaan dari ILUNI FKUI sebagai penyelenggara pelatihan.   “Kami bersyukur dan berterima kasih atas kepercayaan ILUNI FKUI’98 yang telah menunjuk MER-C Training Center untuk memberikan pelatihan Simulasi Penanggulangan Bencana bagi mahasiswa Fakultas Kedokteran UI. Sekitar 30 mahasiswa FKUI mengikuti pelatihan ini,” ujarnya. Naenda menjabarkan bahwa pelatihan diselenggarakan dengan menggabungkan lima metode, yaitu kuliah umum dan diskusi, presentasi dan pembahasan kasus, praktikum atau skill station, team building dan terakhir simulasi bencana.  Narasumber pelatihan adalah para relawan MER-C yang memiliki latar belakang pendidikan spesialis emergency medicine serta telah bepengalaman di berbagai wilayah perang, konflik dan bencana alam baik di dalam maupun di luar negeri. Selain itu, MER-C Training Center juga melibatkan narasumber berkompeten lainnya baik dari ILUNI FKUI, Basarda (Badan SAR Daerah) dan IRRES (Indonesian Rescue). MTC (MER-C Training Center) merupakan bagian dari Yayasan MER-C yang bergerak di bidang pelatihan kegawatdaruratan medis dan keahlian medis lainnya. Sebelumnya, pada bulan Oktober 2022 lalu, MER-C Training Center juga telah memberikan pelatihan serupa kepada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh (UNIMAL), Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Kegiatan yang dilaksanakan selama tiga hari dari tanggal 28-30 Oktober 2022 itu berlangsung di Pos TNI AL Rancong, Lhokseumawe dan diikuti oleh 110 mahasiswa.

Yayasan Pendidikan Daya Dutika Cenderawasih Kemenlu RI Serahkan Donasi untuk Cianjur melalui MER-C

Sejumlah perwakilan guru dan siswa-siswi serta Pengurus Yayasan Pendidikan Daya Dutika Cenderawasih (YPDDC) Kementerian Luar Negeri RI menyerahkan donasi bagi korban gempa bumi Cianjur melalui MER-C, Kamis/22 Desember 2022.    Donasi sebesar total 15 juta rupiah diserahkan oleh Rikha Indah Sari, SPd selaku Ketua Pengurus YPDDC kepada Luly Larissa Agiel, selaku Ketua Divisi Kampanye dan Penggalangan Dana MER-C. YPDDC adalah sekolah-sekolah yang berdiri di atas lahan Kementerian Luar Negeri RI mulai tingkat SD, SMP, dan SMA yang seluruhnya berjumlah enam sekolah. YPDDC terdapat di dua lokasi, yaitu Jakarta Selatan dan Pondok Aren, Tangerang Selatan.  Rikha menjelaskan bahwa donasi untuk korban gempa bumi di Cianjur dikumpulkan atas inisiatif bersama pasca terjadinya musibah bencana dahsyat tersebut.  “Kami menggalang dana dari siswa-siswi SD, SMP, SMA Cenderawasih. Kemudian karena kami biasa posting di media sosial kami, ada beberapa kawan dari KBRI dan kawan-kawan komunitas yang ikut berdonasi. Dalam waktu singkat terkumpul sejumlah nilai. Donasi kami salurkan internal sendiri secara langsung dan juga ke eksternal melalui MER-C,” papar Rikha.    Menurutnya, penyaluran donasi bekerjasama dengan pihak luar merupakan terobosan baru bagi YPDDC, karena biasanya mereka menyalurkan sendiri donasi yang ada. “Ini merupakan sebuah terobosan baru bagi kami. Kami rasa lebih terstruktur dan lebih amanah apabila bekerjasama dengan lembaga sosial yang lain, seperti MER-C. Hal ini agar amanah donator bisa disampaikan dengan baik. Apalagi donasi bukan berasal dari internal saja, namun ada juga donasi dari eksternal, sehingga pertanggung jawaban kepada para donator bisa lebih jelas. Sehingga dimasa yang akan datang bisa diberikan kepercayaan lagi. Itu sebetulnya tujuan utama dari Cenderawasih sendiri,” jelas Rikha. Ia juga berharap kolaborasi YPDDC dan MER-C bisa terus berlanjut, tidak hanya di Cianjur, namun juga di tempat-tempat lainnya.  “Saya rasa potensi kami cukup untuk membuat itu. Jika ada potensi kenapa tidak dimanfaatkan untuk kebaikan. Selain itu, kegiatan ini juga dalam rangka memberikan pendidikan empati kepada anak-anak. Salah satu programnya adalah penggalangan dana sosial untuk orang-orang yang membutuhkan. Supaya dari mereka sendiri OSIS yang berinisiatif mengumpulkan,” lanjutnya.    YPDDC juga memilih untuk mengunjungi dan menyerahkan secara langsung donasi ke Kantor Pusat MER-C di bilangan Senen, Jakarta Pusat dengan mengajak perwakilan siswa-siswi SD, SMP maupun SMA agar para siswa mendapatkan pembelajaran. “Kami harap dengan kegiatan ini, anak-anak bisa melihat kerja-kerja baik dari relawan MER-C dan memberikan inspirasi kepada mereka. Inspirasi harus kita tanamkan sejak kecil,” tambahnya.   Merespon bencana gempa bumi di Cianjur, MER-C telah menurunkan sebanyak 6 tim medis dengan melibatkan sedikitnya 48 relawan untuk membantu korban gempa bumi di sana. Sementara jumlah pasien yang mendapatkan layanan pengobatan baik di posko Kesehatan MER-C maupun melalui program mobile clinic mencapai 821 orang. Dalam rangka menyalurkan amanah donatur, MER-C akan terus melanjutkan misi kemanusiaan untuk Cianjur baik melalui program medis maupun bantuan lainnya sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Kisah Sarah dan Yara, Gadis Kembar Gaza Penerima Bantuan Paket Perlengkapan Sekolah

Sarah dan Yara adalah gadis kembar yang merupakan korban serangan brutal Israel beberapa waktu lalu. Mereka menjadi salah satu penerima bantuan paket perlengkapan sekolah Amanah dari masyarakat Indonesia melalui MER-C. Malam itu, di desa Shujaiya, Gaza timur, Keluarga Sarah dan Yara sedang melaksanakan shalat Isya. Tiba-tiba mereka dikejutkan oleh sebuah rudal yang diluncurkan dari pesawat tempur zionis Israel. Serangan brutal itu menyebabkan semua anggota keluarga Raed Rajab sebanyak delapan orang, termasuk si kembar Sarah dan Yara yang masih berusia 8 tahun, mengalami luka parah. Sarah menderita patah tulang di kaki kiri, luka yang dalam di telapak kaki kanan dan luka pada paha kanan bawah. Sementara saudari kembarnya, Yara, juga mengalami luka parah di paha kanan dan patah tulang di kaki kanan bagian bawah. Meski masih menderita cedera, namun hal itu tidak mengurangi semangat si kembar Sarah dan Yara untuk tetap bersekolah. Yara, gadis cantik itu dengan susah payah bergerak menggunakan kursi rodanya untuk pergi ke sekolah. Melihat semangat Sarah dan Yara, beberapa waktu lalu Relawan MER-C Indonesia mendatangi rumah keluarga Raed Rajab untuk memberikan secara langsung hadiah perlengkapan sekolah berupa tas, sepatu, seragam dan alat tulis bagi kedua gadis kembar tersebut. Meski bantuan yang diberikan tidak seberapa dibandingkan dengan apa yang sudah mereka alami, namun semoga hadiah ini bisa menambah semangat Sarah dan Yara untuk menggapai cita-cita mereka. Paket perlengkapan sekolah menjadi bantuan rutin dari masyarakat Indonesia melalui MER-C yang biasanya diberikan ketika tahun pelajaran baru dimulai. Pada tahun ini, MER-C menyalurkan sebanyak 500 paket perlengkapan sekolah bagi anak-anak tingkat sekolah dasar di Jalur Gaza. Dukungan dan Donasi bagi Program Kemanusiaan di Gaza, Palestina dapat disalurkan melalui: Rek. No. 686.033.5555 Bank Central Asia (BCA)Rek. No. 124.000.3753.754 Bank MandiriRek. No. 700.290.5803 Bank Syariah Indonesia (BSI) Semua rekening atas nama :Medical Emergency Rescue Committee

Silahkan bertanya?