MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

MER-C Distribusikan 500 Paket Perlengkapan Sekolah untuk Anak-anak di Jalur Gaza

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia kembali mendistribusikan paket perlengkapan sekolah amanah dari masyarakat Indonesia untuk anak-anak di wilayah terblokade Jalur Gaza, Palestina. Jumlah bantuan perlengkapan sekolah yang didistribusikan pada tahun 2022 total sebanyak 500 paket. Isi paket per anak terdiri dari seragam, celana, sepatu, tas sekolah, buku tulis, buku gambar, alat tulis (pensil, penghapus, pulpen, rautan, penggaris, tempat pensil) dan pensil warna. Pelaksanaan program dilakukan oleh relawan MER-C yang tengah bertugas di Jalur Gaza, yang terdiri dari tiga relawan Indonesia dibantu dengan relawan local. Mereka menunaikan titipan amanah donasi dari rakyat Indonesia bagi program ini, mulai dari memilih isi paket dengan melakukan survey ke toko-toko perlengkapan sekolah, melakukan survey anak-anak penerima bantuan, mem-packing bantuan hingga mendistribusikan paket kepada anak-anak baik di sekolah-sekolah, rumah rumah maupun melalui di lembaga kemanusiaan yang bekerjasama dengan MER-C Cabang Gaza. Prioritas penerima bantuan adalah anak-anak tingkat Sekolah Dasar yang merupakan anak yatim atau anak-anak dari keluarga syuhada, anak-anak korban perang serta anak-anak yang tidak mampu. Adapun lokasi pendistribusian tersebar di beberapa wilayah terpisah di Jalur Gaza, mulai wilayah Jalur Gaza bagian Utara (Bayt Lahiya, Jabaliya), Jalur Gaza bagian Tengah hingga Jalur Gaza bagian Selatan. Bantuan didistribusikan secara bertahap selama kurun waktu satu bulan pada bulan November – awal Desember 2022. Semburat bahagia terpancar dari wajah-wajah suci dan polos anak-anak Gaza. Senyum dan tawa ceria mewarnai wajah mereka usai menerima bantuan paket sekolah. Ucapan “Terima Kasih Indonesia” terucap dari bibir-bibir mungil dan tulus mereka. Ustadzah Haifa Ridwan, salah satu Kepala Sekolah di Gaza, juga mengucapkan terima kasihnya kepada masyarakat Indonesia khususnya MER-C atas bantuan perlengkapan sekolah yang diberikan kepada para anak didiknya. Ucapan terima kasih juga datang dari para guru dan para wali murid yang hadir dalam proses penyerahan bantuan tersebut.

Paguyuban Daksinapati UI Serahkan Donasi untuk Cianjur melalui MER-C

Alumni penghuni asrama Daksinapati yang tergabung dalam Paguyuban Daksinapati Universitas Indonesia (PDUI) menyerahkan donasi untuk korban bencana gempa bumi Cianjur melalui Medical Emergency Rescue Committee (MER-C), Rabu/30 November 2022. Donasi diserahkan oleh perwakilan pengurus PDUI, yaitu Drs. Des Alwi, M.Phil., selaku Sekretaris dan dr. Imron Khazim, MS, SpOk selaku Pengurus Bidang Kesehatan PDUI. Donasi diterima secara langsung oleh dr. Arief Rachman, SpRad, selaku Presidium MER-C dan disaksikan oleh jajaran Presidium lainnya, yaitu dr. Yogi Prabowo, SpOT(K), dr. Henry Hidayatullah, MSi dan Ir. Faried Thalib serta sejumlah pengurus MER-C. “Donasi berjumlah total Rp 43.725.000,- dikumpulkan dari para anggota PDUI yang merupakan alumni penghuni asrama Daksinapati UI Namun ada juga titipan dari luar anggota,” ujar Des Alwi. Daksinapati merupakan asrama mahasiswa UI khusus putra pada tahun 1953 – 1990 yang berada di Kompleks Kampus UI Rawamangun. Asrama Daksinapati diresmikan mantan Presiden RI pertama, Ir. Soekarno pada tahun 1953. Mewakili pengurus dan anggota Daksinapati, Imron Khazim menjelaskan alasan menitipkan Amanah donasi untuk bencana gempa bumi Cianjur kepada MER-C. “Semua qodarullah. Kami bertemu dengan senior kami yang juga Ketua PDUI saat ini, Dr. H. Wahidin Halim, mantan Gubernur Banten yang menyarankan untuk ke MER-C saja. Kami sepakat ke MER-C. Pertama, menyambung silaturahim sesama alumni dan membangun emotional kami kembali karena Alm dr. Joserizal Jurnalis, aktifis kemanusiaan MER-C juga merupakan alumni asrama Daksinapati UI. MER-C juga paham lapangan dan memiliki reputasi yang sudah tidak diragukan,” jelas Imron. “Donasi berasal dari anggota PDUI yang beragam karena penghuni asrama Daksinapati UI juga berasal dari berbagai provinsi di Indonesia, dari berbagai agama, etnis, namun semuanya percaya ke MER-C,” imbuhnya. Untuk penyaluran donasi, Imron mengatakan bahwa mereka menyerahkan sepenuhnya kepada MER-C. “Kami menyerahkan kepada MER-C yang insya Allah amanah dan tahu persis ini untuk apa dan bagaimana. Harapan kami semoga donasi ini dapat bermanfaat,” lanjutnya. Ia juga berharap donasi ini bukan yang terakhir, namun bisa berkelanjutan, tidak hanya pada fase emergency response namun juga pada fase recovery. “Apabila ada informasi kebutuhan lain di Cianjur agar bisa di share kepada kami dan menjadi masukan bagi kami sehingga mungkin bisa dikembangkan menjadi kegiatan yang sifatnya tidak hanya berkaitan dengan medis pada fase tanggap darurat tapi juga pada fase recovery. Mungkin kami atau ada anggota kami yang bisa membantu dan berpartisipasi jangka panjang,” tambah Imron. Mewakili MER-C, dr. Henry Hidayatullah, MSi menyampaikan ucapan terima kasih atas donasi dan kepercayaan dari PDUI. Menurutnya, donasi yang diberikan akan sangat bermanfaat untuk membantu korban bencana gempa bumi di Cianjur.

Dengan Penerangan Seadanya, Tim MER-C Obati Warga Korban Gempa Cianjur

Tim Medis Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) beri pengobatan di salah satu lokasi terdampak gempa terparah di Kabupaten Cianjur, tepatnya di Desa Gasol. Kec Cugenang, Selasa/22 November 2022. Menurut data sementara, desa Gasol merupakan wilayah dengan jumlah warga meninggal terbanyak, yaitu sebanyak 62 orang, akibat gempa yang mengguncang Kab. Cianjur, Senin/21 November 2022.   Meski hari yang sudah mulai gelap, Tim MER-C tetap menyisiri posko-posko pengungsian yang ada di desa Gasol, tepatnya di RT 01, 02, 03 RW 04. Jumlah warga yang mengungsi di titik ini mencapai 400 jiwa.  Dengan penerangan seadanya, Tim MER-C memeriksa satu-persatu warga korban gempa yang mengeluhkan kondisi kesehatannya dan memberikan pengobatan.  Jumlah total pasien yang diobati pada hari Selasa/22 November 2022 mencapai 43 orang. Pasien terdiri dari 32 dewasa, 4 remaja, 1 anak-anak, 1 ibu hamil, dan 5 lansia. Tim MER-C juga melakukan perawatan luka pada warga yang mengalami luka akibat terkena reruntuhan atau menginjak sesuatu yang tajam saat panik berlari menyelamatkan diri ketika gempa mengguncang. Tim MER-C akan terus melakukan mobile clinic untuk menyisiri wilayah-wilayah terdampak gempa yang belum terjangkau atau masih minim bantuan medis. Bantuan & Donasi dapat disalurkan melalui Rekening Amanah Kemanusiaan MER-C: BCA, 686.0099339 BSI, 701.5658.899 a/n. Medical Emergency Rescue Committee Salam, www.mer-c.org

MER-C Kerahkan Tim Bedah dan Medis Bantu Korban Gempa Cianjur

Indonesia Kembali berduka. Gempa bumi berkekuatan 5,6 SR mengguncang Cianjur, Jawa Barat pada Senin/21 November 2022 sekitar pukul 13.21 waktu setempat. Data sementara menyebutkan jumlah korban jiwa akibat gempa yang berpusat di daratan dengan kedalaman 10 km diperkirakan sudah mencapai angka 162 orang dan ratusan lainnya mengalami luka-luka. Jumlah korban diperkirakan akan terus bertambah seiring masih banyak warga yang tertimpa reruntuhan bangunan menunggu proses evakuasi. Merespon bencana tersebut, Selasa pagi ini/22 November 2022, MER-C telah menurunkan dua tim relawannya untuk membantu korban gempa di Cianjur. Tim Pertama berjumlah tiga relawan yang terdiri dari Dokter Spesialis Bedah Orthopedi dan Traumatology, Dokter Spesialis Bedah Syaraf dan juga Insinyur. Tim akan melakukan assessment kebutuhan bedah, medis dan juga konstruksi di wilayah terdampak gempa. Tim kedua telah menyusul berangkat ke Cianjur pada hari ini, Selasa (22/11) pukul 10 tadi pagi. Tim terdiri dari lima relawan, yaitu dua dokter umum, satu perawat bedah dan dua logistic. Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad mengatakan bahwa mempertimbangkan dampak gempa yang cukup besar, maka MER-C mempersiapkan Tim Medis lanjutan dan juga Tim Bedah. “Karakteristik bencana gempa adalah banyaknya korban-korban yang mengalami patah tulang akibat tertimpa reruntuhan bangunan. Ini spesifikasi lembaga MER-C. Kami cukup banyak mempunyai relawan di bidang bedah, khususnya bedah orthopedi. Apabila diperlukan berdasarkan assessment tim awal ini, kami siap mengerahkan Tim Bedah MER-C,” ujar Sarbini. Sementara itu, Tim MER-C di Kantor Pusat sedang mempersiapkan peralatan dan perlengkapan bedah untuk membantu korban gempa yang memerlukan tindakan operasi. #PrayforCianjurBantuan & Donasi dapat disalurkan melalui Rekening Amanah Kemanusiaan MER-C:BCA, 686.0099339BSI, 701.5658.899a/n. Medical Emergency Rescue Committee Salam,www.mer-c.orgCall Center : 0811990176

Gempa 5,6 SR Guncang Cianjur, MER-C Siapkan Tim Medis

Gempa bumi berkekuatan 5,6 SR menguncang Cianjur, Jawa Barat, Senin/21 November 2022 sekitar pukul 13.21 waktu setempat. Getaran gempa terasa kuat hingga di DKI Jakarta dan sekitarnya. Data sementara dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan korban meninggal mencapai 56 jiwa dan sebanyak 700 lainnya mengalami luka-luka.  Jumlah korban diperkirakan masih akan bertambah seiring banyaknya bangunan yang rusak diakibatkan oleh gempa dengan kedalaman 10 km. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan himbauan agar masyarakat yang berada di dalam ruangan untuk keluar terlebih dahulu karena adanya potensi gempa susulan. Pasca gempa mengguncang, MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) Indonesia segera berkoordinasi membentuk tim relawan medisnya dan mempersiapkan bantuan obat-obatan serta alat kesehatan yang diperlukan untuk turut memberikan bantuan medis bagi para korban. Semoga saudara-saudara kita di Cianjur, khususnya para korban dan keluarganya diberikan perlindungan dan kekuatan menghadapi musibah ini. #PrayforCianjur Bantuan & Donasi dapat disalurkan melalui Rekening Amanah Kemanusiaan MER-C:BCA, 686.0099339BSI, 701.5658.899a/n. Medical Emergency Rescue Committee Salam,www.mer-c.orgCall Center : 0811990176

Insiden Kebakaran di Gaza Utara, Korban Jiwa dan Luka Dievakuasi ke RS Indonesia

Sedikitnya 21 warga Palestina meninggal dunia, termasuk 7 diantaranya anak-anak dan lebih dari 30 lainnya mengalami luka-luka pasca insiden kebakaran besar yang melanda bangunan tempat tinggal di Kamp Jabalia, Desa Talizza’tar, Jalur Gaza Utara, Palestina, Kamis malam (17/11). Korban jiwa maupun luka-luka langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Indonesia yang berjarak tidak jauh dari lokasi kejadian. Direktur RS Indonesia di Gaza Utara, Salah Abu Laila, mengatakan bahwa jumlah korban jiwa kemungkinan akan bertambah. “Jumlah kematian kemungkinan akan meningkat, sebagai akibat dari kebakaran besar di sebuah bangunan tempat tinggal di Jabalia,” katanya dalam sebuah pernyataan yang dikutip media. Penyebab kebakaran masih belum diketahui. Hasil investigasi awal menyebutkan bahwa kebakaran dipicu oleh lilin saat para korban sedang merayakan kedatangan salah satu anggota keluarga mereka yang baru kembali dari Mesir. Sementara juru bicara unit pertahanan sipil mengatakan bahwa kebakaran berasal dari pasokan bahan bakar yang disimpan di bangunan tersebut. Berita kematian 21 warga ini sontak menggemparkan seluruh warga Gaza yang selama ini hidup dalam blokade dan penjajahan Israel sejak tahun 2006 hingga hari ini. Presiden Palestina, Mahmud Abbas, melalui Juru Bicaranya menyatakan kebakaran itu sebagai tragedi nasional. Abbas mengumumkan hari berkabung pada hari Jum’at ini, dengan mengibarkan bendera setengah tiang.

MER-C Adakan Pelatihan Pijat Jantung Saja bagi Komunitas Bulu Tangkis Candra Wijaya

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) memberikan pelatihan Pijat Jantung Saja (PJS) bagi komunitas olah raga binaan legenda bulutangkis Indonesia, Candra Wijaya, Rabu/16 November 2022. Pelatihan bertempat di Hall DYSCWIBC (Daihatsu Yonex Sunrise Candra Wijaya International Badminton Center) di Tangerang, Banten.   Sebanyak 16 Relawan Medis MER-C yang berpengalaman terdiri dari dokter spesialis, dokter umum dan perawat diturunkan untuk memberikan pelatihan kepada para pembina, pelatih, atlet, staf dan anak-anak didik yang tengah berlatih di Candra Wijaya International Badminton Center. PJS adalah pelatihan pertolongan pertama untuk menangani kasus henti jantung dan serangan jantung. Komunitas olah raga menjadi salah satu kelompok masyarakat awam yang penting untuk memiliki pengetahuan tersebut. Hal ini disebabkan banyaknya kasus henti jantung atau serangan jantung yang terjadi ketika berolah raga dan seringkali berakhir dengan kematian karena tidak ada orang di sekitar yang memahami cara menolongnya. Salah satu kasus yang masih hangat dalam ingatan kita adalah meninggalnya salah satu pebulutangkis terbaik tanah air, Markis Kido, ketika sedang bermain pada Juni 2021 silam. Belajar dari kejadian tersebut, DYSCW menggandeng MER-C untuk memberikan pelatihan PJS bagi anggotanya. Dengan pelatihan ini diharapkan anggota DYSCW dapat memiliki pengetahuan dan keahlian dalam memberikan pertolongan pertama ketika hal serupa terjadi di sekitar mereka. Candra Wijaya, seorang pelatih dan atlet senior bulutangkis Indonesia menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Tim MER-C yang telah berbagi ilmu dan keahliannya. “Terima kasih atas waktu, kesempatan dan juga kolaborasi dari dokter-dokter MER-C, semua yang hadir di sini luar biasa. Saya sangat apresiasi. Terima kasih atas dukungan, bantuan dan perhatiannya,” ucap Candra. “Kami sebagai praktisi, pembina, kebetulan memilik GOR, sehingga staf pelatih dan anak-anak kami tersosialisasi,” lanjutnya. Menurutnya pelatihan ini sangat bermanfaat untuk mengedukasi dan menambah ilmu serta pengalaman mereka.  “Di lapangan kami merasakan perlu lebih jauh untuk bisa mengetahui hal-hal penanganan pertama dalam penanggulangan gawat darurat di olah raga atau bagi kita yang sering berolah raga,” tambah Candra. Mengingat pentingnya pengetahuan PJS untuk dimiliki oleh masyarakat awam, maka dalam waktu dekat MER-C akan membuat “Citizen CPR” dengan mengadakan roadshow pelatihan PJS di Monas, komunitas-komunitas, “PJS Go To School”, dsb, karena “Semua Bisa Menolong!”

MER-C dan Sejumlah Tokoh serta Lembaga Bentuk Afghanistan Support Working Group

Sejumlah Tokoh dan Lembaga Peduli Afghanistan membentuk Afghanistan Support Working Group dalam rangka menggalang dukungan dan bantuan kemanusiaan untuk rakyat Afghanistan khususnya dalam bidang kesehatan dan pendidikan. Ide ini tercetus saat acara Silaturahim Indonesia – Afghanistan yang diadakan oleh MER-C untuk menyambut kedatangan seorang dokter orthopedi dan tokoh pendidikan Afghanistan, Asst. Prof. Emal Wardak, MD, Sabtu/1 Okt 2022.   Acara dihadiri oleh Mayjend TNI (Purn). Arief Rachman (Duta Besar RI untuk Afghanistan), Prof. DR. Hj. Amany Lubis, MA (Rektor UIN Syarif Hidayatullah), DR. KH. Imam Addaruqutni, MA (Tokoh Muhammadiyah), Ustadz Dr. H. Abdurrahman Anton Minardi, MA (Ketua Empathy Foundation) beserta pengurus, dr. Rahyussalim, SpOT, Pengurus Jamaah Muslimin (Hizbullah) dan beberapa media partner diantaranya LKBN Antara, HU Republika, Radio dan TV Silaturahim serta Mi’raj News Agency (MINA). Emal Wardak, MD adalah Kepala Departemen Orthopaedi dan Trauma di RS Nasional Wazir Mohammad Akbar Khan Kabul, Afghanistan. Tim MER-C bertemu dengan ahli bedah orthopedi Afghanistan ini ketika menunaikan misi kemanusiaan ke Afghanistan pada Juli 2022 lalu sebagai respon terhadap bencana gempa bumi dahsyat yang melanda negara tersebut. Saat ia berkunjung ke Kuala Lumpur akhir bulan September lalu untuk suatu kegiatan, kesempatan ini dimanfaatkan MER-C untuk mengundang dokter berusia 43 tahun ini datang ke Indonesia guna menindaklanjuti rencana program capacity building bagi tenaga kesehatan Afghanistan. Selama kunjungannya di Jakarta, MER-C membawa dokter Emal mengunjungi pusat pendidikan orthopedi di FKUI – RSCM, melihat alur dan sistem di IGD RSCM dan IMERI atau Indonesian Medical Education and Research Institute yang merupakan institute pendidikan kedokteran dan penelitian pertama di Indonesia. Pendidikan Kedokteran lain yang juga didatangi adalah FK UIN Syarif Hidayatullah yang berada di Ciputat. Meski waktu kedatangan yang singkat di Indonesia, MER-C bekerjasama dengan RS Islam Jakarta Cempaka Putih, ILUNI FKUI dan PPNI DKI Jakarta berkesempatan mengadakan Seminar dan Worskhop “Mass Casualty Management in Conflict Area”, Minggu/2 Oktober 2022 di Auditoriun RS Islam Jakarta Cempaka Putih dengan pembicara utama Asst. Prof. Emal Wardak dari Afghanistan dan Mohammad Al Attar, MD dari Jalur Gaza, Palestina. Pembicara berkompeten lainnya adalah pembicara dari RSCM, PPNI DKI Jakarta dan relawan MER-C yang berpengalaman di berbagai wilayah konflik dalam dan luar negeri. Seminar dan workshop diadakan secara hybrid dengan peserta yang juga berasal dari tiga negara, yaitu Indonesia, Afghanistan dan Jalur Gaza, Palestina. Kedatangan Asst. Prof. Emal Wardak, MD, diharapkan menjadi awal yang baik untuk terus mempererat jalinan kerjasama yang telah terbangun dan memperkuat dukungan MER-C bersama elemen bangsa Indoensia lainnya untuk bahu membahu membantu rakyat Afghanistan untuk bangkit dari krisis kemanusiaan. Dukungan dan Donasi bagi Program Kemanusiaan MER-C di Afghanistan dapat disalurkan melalui: BSI (Bank Syariah Indonesia)No. Rek. 701.565.8918 Atas nama Medical Emergency Rescue Committee Call Center:0811 99 0176

120 Matras Tempat Tidur Pasien Tiba di RS Indonesia

Jalur Gaza – Minggu/14 Agustus 2022 sebanyak 120 matrass tempat tidur pasien tiba di RS Indonesia yang terletak di Bayt Lahiya, Gaza Utara, Palestina. Sebelumnya pada Desember 2021, ranjang pasien sudah tiba terlebih dulu sebanyak 130 unit, yang terdiri dari 10 tempat tidur elektrik dan 120 tempat tidur manual. Total kapasitas tempat tidur di RS Indonesia yang kini sudah menjadi 4 lantai secara keseluruhan mencapai 230 tempat tidur termasuk ruang IGD (Instalasi Gawat Darurat), ICU (Intensive Care Unit) dan ICCU (Intensive Cardiac Care Unit). Tim pengadaan alat Kesehatan RS Indonesia Dr. Arief Rachman, SpRad mengatakan bahwa pengadaan alat kesehatan untuk dua lantai tambahan RS Indonesia yang baru dibangun, yaitu lantai 3 dan 4 masih belum lengkap. “Belum lengkap, karena masih diperlukan office furniture dan computer,” ujarnya. “Kami masih menunggu rekomendasi dari Palestinian Ministry of Health untuk purchasing,” tambah relawan yang juga merupakan salah satu anggota Presidium MER-C. Meski peralatan belum lengkap sepenuhnya, namun kebutuhan ruangan yang mendesak karena kapasitas rawat inap yang ada sebelumnya di RS Indonesia sudah tidak mencukupi, maka sebagian lantai 3 RS Indonesia yang baru dibangun sudah mulai difungsikan. “Lantai 3 RS Indonesia terdiri dari unit endoskopi, ICCU dan rawat inap. Sementara lantai 4 terdiri dari ruang rawat inap dan ruang administrasi kantor. Karena kebutuhan yang mendesak, sebagian lantai 3 sudah mulai digunakan,” jelas Arief. Lebih lanjut Arief memaparkan bahwa pengadaan ruang ICCU RS Indonesia adalah sebagai pengembangan dari ICU. “Selama ini tingkat keterisian bed ICU oleh pasien dengan diagnosa penyakit jantung cukup tinggi dan sering membutuhkan waktu perawatan yang lama. Hal ini mengakibatkan pasien-pasien kritis non-jantung yang membutuhkan layanan intensif potensial tidak terlayani,” ungkapnya. RS Indonesia di Jalur Gaza adalah karya anak bangsa yang dibangun sepenuhnya dari donasi rakyat Indonesia. Pembangunan RS ini diinisiasi sejak Januari 2009 yang ditandai dengan penandatanganan MOU antara Alm. Dr. Joserizal Jurnalis, SpOT mewakili rakyat Indonesia dan dr. Bassim Naim, Acting Minister of Health di Gaza saat itu. Pembangunan tahap 1 RS Indonesia dimulai pada pertengahan tahun 2011 dan selesai pada tahun 2014 yang diikuti dengan pengadaan alat kesehatan. Dengan kepedulian dan kedermawanan rakyat Indonesia pengadaan alat kesehatan tahap 1 RS Indonesia selesai pada akhir tahun 2015 dan pada akhir Desember 2015, RS Indonesia mulai dibuka dan memberikan pelayanan bagi rakyat Gaza. Difungsikan sebagai rumah sakit umum (General Hospital) oleh pemerintah setempat, kapasitas RS Indonesia sebelumnya sebanyak 100 tempat tidur tidak lagi mencukupi terlebih ketika agresi terjadi. Untuk itu, pada awal tahun 2019, MER-C mulai melakukan pembangunan tahap 2, yaitu pembangunan lantai 3 dan lantai 4 yang selesai pada pertengahan tahun 2020, lalu dilanjutkan dengan pengadaan alat kesehatan secara bertahap. Saat ini RS Indonesia menjadi rumah sakit utama dan terbesar di Gaza bagian Utara serta merupakan RS terbesar ke-2 di Jalur Gaza. Jakarta, 15 Agustus 2022

Kemenlu RI Sambut Baik Upaya MER-C untuk Afghanistan

Kementerian Luar Negeri RI mengapresiasi dan menyambut baik upaya MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) Indonesia dalam melakukan bantuan kemanusiaan ke Afghanistan. Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika, Abdul Kadir Jailani, saat menerima audiensi Tim MER-C di Kantor Kementerian Luar Negeri RI, Rabu/10 Agustus 2022. “Tentunya Pemerintah selalu menyambut baik setiap upaya dari elemen bangsa Indonesia untuk melakukan bantuan kemanusiaan dimanapun, karena itu hal yang mulia,” ujar Abdul Kadir. “Saya senang dan bangga mendengar kegiatan kemanusiaan MER-C di Afghanistan,” imbuhnya usai mendengar pemaparan dari dua perwakilan relawan MER-C yang baru kembali dari Afghanistan pada akhir Juli 2022 dalam rangka menunaikan tugas kemanusiaan. Ia juga memberikan respon positif terhadap rencana program jangka panjang MER-C untuk Afghanistan berupa capacity building dalam bidang kesehatan. “Mengenai rencana MER-C untuk memberikan beasiswa atau fellowship bagi beberapa tenaga kesehatan di Indonesia, menurut hemat saya langkah ini merupakan langkah yang sejalan dengan kebijakan pemerintah Indonesia. Salah satu program yang dilakukan pemerintah saat ini adalah upaya membantu peningkatan kualitas SDM di Afghanistan,” ungkapnya. Lebih lanjut ia memaparkan bahwa Pemerintah memang secara khusus berfokus pada pemberian beasiswa di berbagai sektor, dan kesehatan merupakan satu sector yang cukup penting. Pemberian bantuan peningkatan kapasitas tersebut menurutnya akan lebih baik juga apabila difokuskan untuk Afghanistan adalah bagi perempuan. Namun, seiring dengan kondisi di Afghanistan yang masih memiliki dinamika tersendiri, Abdul Kadir mengingatkan agar semua bantuan kemanusiaan yang dilakukan oleh MER-C di Afghanistan bisa disinergikan dengan Pemerintah dan pelaksanaannya melibatkan otoritas setempat. “Harapan saya kita bisa bersinergi, bekerja sama, itu akan menjadi suatu yang baik,” imbuhnya. Dalam pertemuan tersebut, selain memaparkan tentang misi Kemanusiaan MER-C di Afghanistan, Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad juga menyampaikan perkembangan Misi Kemanusiaan MER-C di Palestina, khususnya program pembangunan RS Indonesia di Jalur Gaza. Sarbini menyampaikan harapannya agar pemerintah bisa terus mengupayakan izin bagi Tim Medis dan Konstruksi MER-C dapat masuk ke Jalur Gaza, meskipun Jalur Gaza masih dalam situasi gencatan senjata pasca agresi yang menewaskan puluhan korban jiwa dan melukai ratusan warga. Pertemuan ini turut dihadiri oleh Muhsin Syihab (Duta Besar Bidang Hubungan Antarlembaga Kemenlu RI), Yohannes Jatmiko Heru Prasetyo (Direktur Asia Selatan dan Tengah Kemenlu RI), dr. Zecky Eko Triwahyudi, SpOT., MARS (Ketua Tim Bedah MER-C untuk Afghanistan), dr. Guntur Utama Putera, SpOT (Tim Bedah MER-C untuk Afghanistan), Ir. Luly Larissa dan Rima Manzanaris. Jakarta, 10 Agustus 2022

Silahkan bertanya?