MER-C Laksanakan Pembangunan Tahap 2 Rumah Sakit Indonesia di Palestina

Ceknricek.com — Organisasi sosial kemanusiaan MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) tengah melaksanakan pembangunan tahap 2 Rumah Sakit Indonesia yang berlokasi di Bayt Lahiya, Gaza, Palestina. Upaya tersebut ditempuh untuk menambah daya tampung pasien di rumah sakit terbesar kedua di Jalur Gaza itu. “RS Indonesia saat ini sudah difungsikan sebagai rumah sakit umum. Jumlah pasiennya terus bertambah dan kondisi sekarang sudah kewalahan menampung pasien yang datang berobat,” kata Luly Larissa, Head of Fundraising Division MER-C saat berkunjung ke Redaksi ceknricek.com, di kawasan Meruya Selatan, Jakarta Barat, Senin (25/11). Perlu diketahui, saat ini RS yang terletak 2,5 kilometer dari perbatasan Israel itu menjadi pusat rujukan utama bagi masyarakat di wilayah Jalur Gaza Bagian Utara. Berdiri di atas tanah wakaf seluas 1,6 hektar, bangunan RS Indonesia terdiri dari 2 lantai dan 1 lantai basement dengan kapasitas 100 tempat tidur, 4 kamar operasi, 10 bed ICU, Ruang Radiologi, Laboratorium, Bank Darah, IGD dengan dilengkapi peralatan medis terbaik saat ini. RS Indonesia telah beroperasi sejak Desember 2015, dan secara simbolis diserahterimakan dari rakyat Indonesia kepada rakyat Palestina, pada 9 Januari 2016. RS Indonesia diharapkan bisa menjadi bukti silaturahmi dan dukungan jangka panjang rakyat Indonesia bagi perjuangan kemerdekaan rakyat Palestina. “Saat ini masih dibutuhkan departemen dan layanan medis baru untuk melengkapi pelayanan di RS Indonesia seperti bedah vaskuler, unit jantung, bedah syaraf, cuci ginjal, dan sebagainya. Untuk itu kami membangun dua lantai tambahan, menambah kapasitas ruang perawatan menjadi 200 tempat tidur, serta menambah peralatan medis yang dibutuhkan,” ujar Luly menjelaskan. Luly mengakui, aktivitas pembangunan saat ini masih terus berjalan, meski sempat terjadi serangan-serangan di sekitar Jalur Gaza. Rencananya, proses pembangunan tahap 2 yang memiliki anggaran Rp75 miliar itu akan selesai dalam 1,5-2 tahun mendatang. “Mohon doanya untuk 29 relawan Indonesia di Jalur Gaza dan kelancaran pembangunan tahap 2 RS Indonesia. Rumah Sakit ini merupakan karya anak bangsa yang sepenuhnya dibangun dari donasi rakyat Indonesia,” tutup Luly. Bagi para masyarakat Indonesia yang ingin terlibat langsung dalam pembangunan tahap 2 RS Indonesia di Palestina ini, dapat memberikan donasi melalui rekening Bank Syariah Mandiri (BSM) Acc. No. 700.1352.061. Donasi juga bisa disalurkan melalui rekening BNI Syariah Acc. No. 081.119.2973, serta melalui Bank Central Asia (BCA) Acc. No. 686.0153678.Selain itu, donasi juga bisa disalurkan melalui rekening Bank Rakyat Indonesia (BRI) Acc. No. 033.501.0007.60308, atau rekening Bank Mandiri Acc. No. 124.000.8111925, atau rekening Bank Muamalat Indonesia (BMI) Acc. No. 301.00521.15. Semua rekening terdaftar atas nama Medical Emergency Rescue Committee. Sumber : https://ceknricek.com/a/mer-c-laksanakan-pembangunan-tahap-2-rumah-sakit-indonesia-di-palestina/12631
Gaza Diserang, Suara Ledakan Terdengar Jelas dari Lokasi RS Indonesia

“Ledakan demi ledakan terdengar dahsyat #Gaza_Under_Attack” demikian kabar singkat yang kami terima siang ini (12/11) dari salah seorang relawan Indonesia yang tengah menunaikan amanah tugas pembangunan tahap 2 di Jalur Gaza, Palestina, Ir. Edy Wahyudi. Rangkaian serangan terdengar sejak sebelum subuh waktu setempat. Serangan yang dilancarkan tentara zionis Israel bahkan telah menyebabkan syahidnya seorang petinggi Jihad Islami, Bahaa Abu Al-ata, dan istrinya setelah tempat tinggal mereka di Gaza City luluh lantak akibat serangan udara tentara zionis. Syahidnya petinggi Jihad Islami, Bahaa Abu Al-ata memicu serangan balasan dari Jalur Gaza. Sampai detik ini suara-suara ledakan masih terdengar jelas dari lokasi pembangunan RS Indonesia yang terletak di Bayt Lahiya, Gaza Utara atau berjarak sekitar 2,5 kilometer dari perbatasan Israel. Reza Aldillah Kurniawan, salah satu relawan Indonesia yang juga mahasiswa di Universitas Islam Gaza menginformasikan bahwa aktifitas belajar mengajar diliburkan oleh Kementerian Pendidikan. Sementara itu, Kementerian Kesehatan menyebutkan bahwa 2 warga Palestina telah menjadi korban dan 7 warga lainnya mengalami luka-luka akibat serangan tentara Israel yang masih terus berlangsung hingga saat ini.
Relawan MER-C Iedul Fitri Bersama Muslimin Rohingya

Empat orang Relawan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) yang sedang melaksanakan tugas mengawasi pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Myaung Bwe Village, Mrauk U Township, Rakhine State, Myanmar melaksanakan shalat Iedul Fitri 1440 Hijriah bersama dengan muslimin Rohingya, Rabu (5/6). “Alhamdulillah, ini yang kedua kalinya kami berempat melaksanakan shalat Iedul Fitri bersama muslim Rohingya” ujar Karidi salah satu relawan MER-C asal Wonogiri. Karidi yang juga pernah bertugas di Jalur Gaza, Palestina ini menjelaskan bahwa, shalat Iedul Fitri kali ini berbeda dengan tahun sebelumnya, konflik yang terjadi di Rakhine, meluas hingga mencapai lokasi RS Indonesia. “Ied kali ini sedikit berbeda, suasananya lebih mencekam, karena tiga hari sebelumnya terjadi pertempuran di dekat RSI, dan biasanya kami shalat di salah satu masjid di Kampung Muslim dekat RS Indonesia tersebut,” ujar relawan spesialis Mekanikal Electrikal ini. Karidi menambahkan, para relawan tidak bisa shalat di tempat biasanya karena kampung tersebut dijadikan basis tentara Myanmar untuk menyerang Arakan Army. “Kami tidak mendapatkan izin dari pihak keamanan untuk shalat Ied di kampung tersebut, karena situasi sedang tidak memungkinkan karena kampung tersebut dijadikan basis bagi 230 orang personel tentara Myanmar,” ujarnya. Para relawan akhirnya diperkenankan shalat di salah satu Masjid di Kampung Bina Para, berjarak 8 kilometer dari lokasi RSI. “Akhirnya kami shalat di salah satu kampung yang berjarak 8 km dari lokasi Rumah Sakit, itupun kami harus hati-hati, karena tentara sedang siaga satu, berjaga-jaga di setiap sisi jalan,” terangnya. Menurutnya perayaan Iedul Fitri Muslim Rohingya di kampung tersebut cukup sederhana, ratusan warga memulai shalat sekitar pukul 09.00 waktu setempat di dalam sebuah Masjid. “Warga di sini sangat sederhana, shalat ied di dalam masjid sekitar pukul sembilan, ratusan warga mengikuti shalat ied tersebut, sebelum shalat mereka biasanya tausiyah dengan menggunakan bahasa lokal, untuk kemudian shalat Ied dan diikuti khutbah berbahasa arab _full_” terangnya. Selesai shalat Ied dan Khutbah, Imam sekaligus Khatib memimpin doa, puluhan orang terlihat menagis tersedu-sedu saat doa dibacakan dalam bahasa Rohingya. Kami pun turut sedih melihat mereka menangis, meski kami tidak mengerti doa apa yang sedang dipanjatkan. Kemudian para warga bersalaman, satu sama lain dan juga dengan para relawan. Selesai bersalaman warga keluar dan kemudian membagi-bagikan uang kepada para fakir miskin yang sudah menunggu di depan Masjid. Nampak kebahagiaan menyelimuti warga muslim Rohingya ini, di luar halaman Masjid, banyak warga berjualan jajanan, anak-anak tua dan muda, bahagia menyambut datangnya hari kemenangan umat Islam ini. Sementara relawan diundang ke rumah salah satu warga untuk menyantap hidangan khas Iedul Fitri, makanan berupa bihun dicampur susu dan irisan kelapa. Alhamdulillah, meskipun berlebaran jauh dari keluarga, namun para relawan tetap semangat menunaikan amanah kemanusiaan pembangunan RS Indonesia di wilayah ini. Info : Website : www.mer-c.org Call Center : 0811990176 FB : MER-C Indonesia IG : @mercindonesia / @rsindonesia Twitter : @mercindonesia
Atap dan Dinding RS Indonesia di Rakhine Bolong Terkena Peluru

Setidaknya delapan titik di atap dan dinding Rumah Sakit Indonesia di Rakhine State bolong akibat terkena peluru, saat terjadi baku tembak antara Arakan Army (AA) sayap militer suku Arakan yang beragama Budha dengan tentara Pemerintah Myanmar (Tatmadaw), Minggu (2/6) lalu. “Hari kamis ini kami baru bisa kembali ke lokasi Rumah sakit setelah Ahad lalu, terjadi pertempuran sengit antara AA dan Tatmadaw di dekat lokasi RSI, dan setelah kami cek ternyata ada setidaknya delapan titik di dinding dan atap yang bolong akibat peluru saat pertempuran kemarin” terang Ahmad Fauzi, salah satu relawan MER-C yang berada di lokasi. Fauzi juga menambahkan ditemukan setidaknya tiga proyektil peluru di dalam lokasi Rumah Sakit Indonesia ini. “Kami temukan 3 proyektil peluru didalam lokasi RS Indonesia, 2 diantaranya berukuran 2,5 cm dan satu berukuran 3 cm, ini cukup besar juga” terangnya. Ia menambahkan selain bangunan rumah sakit, kantor atau direksi kit di lokasi yang biasa digunakan sehari-hari untuk berkantor para relawan juga terkena tembakan. “Ada setidaknya 3 lubang di atap kantor, saya juga heran padahal direksi kit ini terbilang rendah, dan terhalang banyak pepohonan dan bangunan, namun tetap kena juga” terangnya. Sebagaimana diberitakan sebelumnya telah terjadi pertempuran antara Arakan Army (AA) dengan tentara pemerintah Myanmar (Tatmadaw) Minggu (2/6). Baku tembak terjadi sekitar pukul dua sore hari, ketika truk militer Tatmadaw diserang menggunakan ranjau darat oleh AA. Dari laporan media setempat, AA mengklaim telah menewaskan 10 tentara Myanmar dan melukai 40 orang lainnya. Tatmadaw segera membalas serangan tersebut dengan menggempur salah satu tempat yang dianggap basis AA yang berada di dekat lokasi RS Indonesia. Pertempuran sengit pun terjadi, hingga malam hari, Tatmadaw mengerahkan sekitar 230 personel untuk menghalau para tentara dari Suku Arakan Budha ini. Tatmadaw membuat base camp di salah satu kampung dekat RSI, dimana kampung tersebut merupakan satu-satunya kampung muslim yang diizinkan oleh pihak keamanan ketika relawan akan menunaikan shalat jumat. Akibat selain itu, diberitakan juga ada 2 warga muslim meninggal dan satu orang anak luka-luka akibat terkena tembakan saat terjadi pertempuran antara kedua belah pihak. Seorang anak yang terluka saat ini sedang dirawat di Rumah Sakit lama, disamping bangunan RS Indonesia. Akibat pertempuran tersebut, pekerjaan pembangunan Rumah Sakit Indonesia sempat terhenti beberapa hari. Saat ini bangunan utama telah mencapai 91,5 persen dan sedang dikerjakan pekerjaan bangunan pendukung seperti, kamar jenazah, ground tank, rumah genset dan landscaping. Info : Website : www.mer-c.org Call Center : 0811990176 FB : MER-C Indonesia IG : @mercindonesia / @rsindonesia Twitter : @mercindonesia
Baku Tembak di Myaung Bwe, Pekerjaan RS Indonesia di Rakhine Terhenti

Pertempuran terjadi antara tentara Myanmar (Tatmadaw) dan Arakan Army (AA) di dekat lokasi pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Myaung Bwe Village, Mrauk U Township, Rakhine State, Myanmar, Minggu (2/6). “Ahad kemarin sekitar pukul dua siang, terdengar suara rentetan senjata di dekat lokasi pembangunan RS Indonesia, pekerjaan seketika terhenti, dan para pekerja berlindung menyelamatkan diri,” kata Ahmad Fauzi, salah satu relawan pembangunan RS Indonesia. Fauzi juga menambahkan, ketika terjadi baku tembak para pekerja yang sedang mengerjakan pekerjaan ground tank di bagian belakang berhamburan lari menyelamatkan diri. “Tiba-tiba saja, para pekerja berhamburan keluar dari dalam galian ground tank kemudian lari keluar dari lokasi,” terang insinyur yang pernah bertugas membangun RS Indonesia di Jalur Gaza ini. Ia menambahkan, warung-warung di sekitar lokasi RS Indonesia pun seketika tutup, situasi menjadi sangat mencekam dan warga masuk ke dalam rumahnya masing-masing. “Warung-warung seketika ditutup, warga berlarian masuk ke dalam rumahnya menyelamatkan diri” ujar Fauzi. Fauzi yang saat itu sedang bersama dengan seorang relawan lainnya, segera masuk ke dalam bangunan rumah sakit untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Sementara itu, dua relawan lainnya saat itu sedang berada di Sitwee dan dalam perjalanan menuju Mrauk U. Ditengah perjalanan keduanya mendapatkan kabar kejadian tersebut, dan meminta dua relawan yang masih terjebak di lokasi, untuk berhati hati dan sementara tidak keluar dari lokasi bangunan RS Indonesia. “Kami meminta kepada dua relawan yang masih terjebak di lokasi RS untuk tidak keluar, sambil memastikan, jika baku tembak mereda, agar mereka segera kembali ke penginapan di Mrauk U” ujar Nur Ikhwan, salah satu relawan MER-C. Nur Ikhwan juga menjelaskan, satu jam setelah baku tempak pertama mereda, kedua relawan akhirnya bisa kembali ke penginapan yang berjarak 16 km dari lokasi pembanguann rumah sakit Indonesia itu. “Alhamdulillah, setelah satu jam kedua relawan bisa dengan selamat kembali ke penginapan kami,” tambahnya. Pertempuran sengit terjadi antara Arakan Army (AA) dengan tentara pemerintah Myanmar (Tatmadaw) pada Minggu (2/6) kemarin. Baku tembak terjadi sekitar pukul dua sore hari, ketika truck militer Tatmadaw diserang menggunakan ranjau darat oleh AA. Dari laporan media setempat, AA mengklaim telah menewaskan 10 tentara Myanmar dan melukai 40 orang lainnya. Tatmadaw segera membalas serangan tersebut, dengan menggempur salah satu tempat yang dianggap basis AA yang berada di dekat lokasi RS Indonesia. Pertempuran sengit pun terjadi, hingga malam hari, bahkan Tatmadaw mengerahkan sekitar 230 personel untuk menghalau para tentara dari Suku Arakan Budha ini. Tatmadaw membuat base camp di salah satu kampung dekat RSI yang biasa digunakan oleh para relawan untuk shalat jumat di salah satu masjid di kampung tersebut. Selain itu, diberitakan juga ada dua warga muslim meninggal dan satu orang anak luka-luka akibat terkena tembakan saat terjadi pertempuran antara kedua belah pihak. Akibat pertempuran tersebut, pekerjaan rumah sakit Indonesia sempat terhenti beberapa hari. Para pekerja takut untuk datang ke lokasi, karena suasana masih dalam peperangan. Para relawan juga diingatkan oleh warga dan pihak keamanan untuk tidak datang ke lokasi hingga keadaan menjadi aman. Pekerjaan RS Indonesia, saat ini telah mencapai 91.5 persen memang sedikit tertunda. Berbagai kendala yang dihadapi dilapangan membuat bangunan yang harusnya sudah selesai sejak tahun lalu ini, menjadi terlambat. Selain, cuaca, sulitnya pengiriman material, dan kendala para pekerja, faktor keamanan menjadi hal utama penyebab keterlambatan pembangunan Rumah Sakit Indonesia ini. Beberapa kali pembangunan sempat terhenti, karena situasi keamanan yang tidak bisa di prediksi. Jika tidak ada hambatan diperkirakan bangunan RS Indonesia akan selesai dalam tiga bulan mendatang dan akan segera difungsikan. Info : Website : www.mer-c.org Call Center : 0811990176 FB : MER-C Indonesia IG : @mercindonesia / @rsindonesia Twitter : @mercindonesia
Pengecoran Kolom Lantai Tiga RS Indonesia Selesai

Alhamdulillah, puji dan syukur kepada ALLAH Yang Maha Kuasa, bahwa pengecoran kolom lantai 3 RS Indonesia yang terdiri dari 55 kolom bulat diameter 70 cm, 16 kolom kotak dimensi 50 x 60 cm dan 13 kolom 15 x 50 cm akhirnya selesai. Pengecoran yang dibantu oleh mobil pompa yang memiliki ketinggian 60 meter dan truk pengangkut beton ready mix K300, membuat pekerjaan ini menjadi lebih mudah. Ir. Edy Wahyudi, Site Manager Pembangunan Tahap 2 RS Indonesia dengan cermat memantau dan mengecek semua prosesnya untuk memastikan pekerjaan ini menghasilkan kualitas yang terbaik. Terima kasih kepada donatur, keluarga relawan dan seluruh masyarakat Indonesia yang sudah memberikan doa dan dukungannya. Be a part of history… Bantu warga Gaza… Dukung Pembangunan Tahap 2 RS Indonesia… Bantuan dan Donasi dapat melalui : BSM, 700.1352.061 BCA, 686.0153678 Bank Mandiri, 124.000.8111925 BNI Syariah, 081.119.2973 BRI, 033.501.0007.60308 Bank Muamalat, 358.000.1720 Semua rekening atas nama : Medical Emergency Rescue Committee Info : Website : www.mer-c.org Call center : 0811990176 FB : MER-C Indonesia IG : @mercindonesia, @rsindonesia #beapartofhistory #tahap2rsindonesiagaza #mercforgaza #mercindonesia
Meski Situasi Mencekam, Relawan MER-C Tiba di Lokasi RS Indonesia

Meski situasi di beberapa wilayah Rakhine State masih mencekam akibat konflik yang terjadi antara Arakan Army dan Tentara Myanmar, empat relawan MER-C akhirnya tiba di lokasi pembangunan RS Indonesia yang terletak di desa Myaung Bwe, kota Mrauk U, Rakhine State, Myanmar, Rabu/10 April 2019. “Sejak tengah malam hingga saat ini, terjadi pertempuran antara Arakan Army dan Tentara Myanmar. Suara tembakan, bom dan pesawat tempur terdengar jelas dari penginapan kami yang berjarak sekitar 16 km dari RS Indonesia,” ungkap Nur Ikhwan, Site Manager RS Indonesia di Rakhine State. “Helikopter masih hilir mudik di sini, suara-suara tembakan masih terus terdengar. Tadi kami ke pasar, banyak yang tutup, biasanya jam segini pasar sudah ramai,” tambahnya. Setibanya di RS Indonesia para relawan, Ir. Nur Ikhwan Abadi, Ir. Ahmad Fauzi, Karidi dan Wanto langsung bekerja mengecek pekerjaan pembangunan. Pekerjaan yang akan dilakukan selanjutnya adalah instalasi listrik. Pembangunan RS Indonesia di Rakhine State, Myanmar adalah sebuah langkah diplomasi kemanusiaan di dunia internasional kerjasama MER-C (Medical Emergency Rescue Committee), PMI (Palang Merah Indonesia) dan Walubi (Perwakilan Umat Buddha Indonesia). Kita berharap RS Indonesia bisa menjadi simbol persatuan warga muslim dan non muslim di wilayah ini. Dukungan dan donasi : BSM, 700.1306.833BCA, 686.0280009Bank Mandiri, 124.000.8111982 Semua rekening atas nama:Medical Emergency Rescue Committee Info:Website : www.mer-c.orgCall Center : 0811990176FB : MER-C IndonesiaIG : @mercindonesia; @rsindonesia |Humanity for Peace||Peduli untuk Kemanusiaan yang Lebih Baik|
Pembangunan RS Indonesia di Rakhine State Myanmar Capai 91 Persen

Progres pembangunan bangunan utama RS Indonesia yang saat ini masih berlangsung di Rakhine State, Myanmar sudah mencapai 91 persen. Demikian pernyataan Ir. Nur Ikhwan Abadi, Site Manager pembangunan RS Indonesia di Rakhine State, Myanmar saat diwawancara menjelang keberangkatannya ke Yangon di Terminal 3, Bandara Soekarno Hatta, hari ini Senin/8 April 2019. “Alhamdulillah meskipun ada berbagai kendala yang di lapangan, sebagaimana halnya membangun di wilayah konflik, pembangunan RS Indonesia di Rakhine State terus berjalan. Berdasarkan perhitungan terakhir kami, progress pembangunan sudah mencapai 91,1 %,” papar Nur Ikhwan. Pembangunan memang mundur dari jadwal yang ditetapkan, namun perlahan tapi pasti progres terus berlanjut. Nur Ikhwan Abadi berangkat ke Yangon bersama tiga relawan lainnya, yaitu Ir. Ahmad Fauzi (Site Engineer), serta Karidi dan Wanto, keduanya adalah relawan bagian sipil dan mekanikal elektrikal. Tim Konstruksi MER-C ini dapat berangkat kembali ke Yangon, setelah adanya informasi dari Kedutaan Besar RI bahwa surat izin dari Kantor Presiden, Kementerian Kesehatan dan Olahraga, serta Pemerintah negara bagian Rakhine telah didapat. Dari Yangon, Tim akan melanjutkan penerbangan dengan maskapai lokal ke Sittwe, ibu kota Rakhine State. Seiring kondisi di Rakhine State yang masih bergejolak, maka di Sittwe Tim akan berkoordinasi dengan pihak terkait di wilayah ini dan melihat perkembangan situasi keamanan. Apabila memungkinkan, dari Sittwe tim akan langsung melanjutkan perjalanan ke lokasi pembangunan RS Indonesia di Myaung Bwe, Mrauk U, Rakhine State dengan jarak tempuh sekitar 3 jam lebih via darat. “Kami berharap bisa segera masuk ke sana untuk menyelesaikan pekerjaan instalasi listrik, sanitasi dan lantai rumah sakit,” terang Nur Ikhwan. “Apabila pembangunan bangunan utama sudah selesai, akan dilanjutkan dengan pembangunan sarana lainnya, seperti ground tank atau tempat penampungan air bawah tanah yang akan berada di belakang bangunan utama RS Indonesia. Ground tank diperlukan karena sulitnya mendapatkan air bersih di wilayah ini, sementara air bersih sangat krusial bagi operasionalisasi rumah sakit,” jelas relawan Insinyur yang juga telah berpengalaman bertugas di Jalur Gaza, Palestina. Selain ground tank, tim juga akan membangun kamar jenazah dan jembatan yang akan menghubungkan jalan raya dan RS Indonesia,” tambahnya. Ia berharap dengan jangka waktu izin yang diberikan, pembangunan RS Indonesia serta semua sarana tadi bisa segera selesai. “Kami mohon doanya dari masyarakat Indonesia,” ujar Nur Ikhwan. Pembangunan RS Indonesia di Rakhine State, Myanmar adalah sebuah langkah diplomasi kemanusiaan di dunia internasional kerjasama MER-C (Medical Emergency Rescue Committee), PMI (Palang Merah Indonesia) dan Walubi (Perwakilan Umat Buddha Indonesia). Bantuan dan Donasi dapat melalui : BSM, 700.1306.833BCA, 686.0280009Bank Mandiri, 124.000.8111982 Semua rekening atas nama :Medical Emergency Rescue Committee Info:Website : www.mer-c.orgCall Center : 0811990176FB : MER-C IndonesiaIG : @mercindonesia; @rsindonesia |Humanity for Peace||Peduli untuk Kemanusiaan yang Lebih Baik|
Pengecoran Perdana Kolom Lantai Tiga RS Indonesia Dimulai

Warna ceria menghiasi saat bunga musim semi mulai mekar. Musim semi tiba di Jalur Gaza menggantikan musim dingin dan hujan es yang berjatuhan. Rabu/3 April 2019 atau bertepatan dengan 27 Rajab 1440 Hijriyah saat umat muslim di dunia memperingati Isra dan Mirajnya Nabi Muhammad SAW, bersamaan pula dengan dimulainya pengecoran perdana kolom lantai 3 RS Indonesia yang terletak di Bayt Lahiya, Gaza Utara, Palestina. Ir. Edy Wahyudi, Site Manager RS Indonesia di Jalur Gaza manyampaikan bahwa persiapan pengecoran dimulai setelah istirahat siang, Rabu/3 April 2019. Mobil pompa yang memiliki ketinggian 60 meter sudah siap di area RS Indonesia sejak pkl 16.20 waktu setempat. Dua puluh menit kemudian datang mobil truk pengangkut beton ready mix K300. Sekitar pukul 16.40 pengecoran Perdana pun dimulai. Pengecoran tahap pertama berlangsung hingga azan Maghrib berkumandang di kota Gaza. “Alhamdulillah, selama lebih kurang dua jam dua puluh menit, para relawan RS Indonesia berhasil melakukan pengecoran pada dua area dari delapan area struktur lantai 3 RS Indonesia,” jelas Edy. “Jumlah kolom yang dicor beton terdiri dari 15 kolom bulat diameter 70 cm dan kolom kotak dimensi 50 x 60 cm sebanyak 6 kolom. Total seluruh kolom lantai 3 adalah 55 kolom bulat diameter 70 cm, 16 kolom kotak dimensi 50 x 60 cm dan 13 kolom 15 x 50 cm. Rencana berikutnya adalah persiapan pengecoran kolom untuk dua area berikutnya,” tambahnya. Menurutnya, proses pengecoran dilakukan setelah melalui tahapan pembongkaran beton stek kolom yang lama, persiapan pembesian, “erection” atau perakitan pembesian kolom, dan pemasangan bekisting (form work) kolom. Setiap tahapan harus dilalui dengan pemeriksaan teknis yang cukup lengkap. Mengenai situasi di Jalur Gaza, Edy menyampaikan bahwa pekerjaan pengecoran masih diwarnai dengan hiruk pikuknya dengungan suara pesawat nirawak dan pesawat F16 zionis Israel di langit Gaza. Bahkan sesekali terdengar suara dentuman keras. “Walaupun demikian para relawan RS Indonesia tetap fokus bekerja menyelesaikan target pengecoran hari ini,” ujar Edy. Membangun di wilayah konflik memang berbeda dengan membangun di wilayah biasa. Ada seni dalam membangun di wilayah seperti Jalur Gaza, antara lain ketersediaan material dan kondisi keamanan di Jalur Gaza yang tidak menentu serta situasi buka tutupnya perbatasan yang tidak ada kejelasan. Untuk itu, Edy mewakili seluruh relawan Indonesia yang bertugas di Jalur Gaza memohon doa dari rakyat Indonesia untuk warga Gaza, para relawan dan kelancaran pembangunan Tahap 2 RS Indonesia. Bantu warga Gaza… Dukung terus Pembangunan Tahap 2 RS Indonesia… Bantuan dan Donasi dapat melalui : BSM, 700.1352.061 BCA, 686.0153678 Bank Mandiri, 124.000.8111925 BNI Syariah, 081.119.2973 BRI, 033.501.0007.60308 Bank Muamalat, 358.000.1720 Semua rekening atas nama : Medical Emergency Rescue Committee Info : Website : www.mer-c.org Call center : 0811990176 FB : MER-C Indonesia IG : @mercindonesia, @rsindonesia #beapartofhistory #tahap2rsindonesiagaza #mercforgaza #mercindonesia
Material Besi Beton Tiba di RS Indonesia

Meski situasi di Jalur Gaza masih bergejolak dan pintu perbatasan Gaza – Israel untuk masuk barang ditutup akibat konflik terkini, pembangunan tahap 2 RS Indonesia terus berlanjut. Bahkan dengan donasi rakyat Indonesia, MER-C telah memesan material pembangunan berupa besi beton untuk membangun dua lantai tambahan di RS Indonesia. Besi beton senilai 82,667 USD atau setara lebih dari Rp 1,1 Milyar, kemarin tiba di lokasi pembangunan RS Indonesia, Rabu/27 Maret 2019. Hal ini disampaikan oleh Ir. Edy Wahyudi, Site Manager Pembangunan Tahap 2 RS Indonesia di Gaza. “Alhamdulillah ditengah situasi Gaza yang memanas dan adanya penutupan pintu perbatasan untuk material, kita masih bisa mendapatkan besi beton yang memang sangat dibutuhkan. Besi beton berbagai ukuran yang kita pesan bisa dipenuhi oleh supplier. Kemarin semuanya sudah dikirim dan tiba di lokasi RS Indonesia, di Bayt Lahiya, Gaza Utara,” ujar Edy penuh syukur. Menurutnya, besi beton akan digunakan untuk pembuatan kolom lantai 3 dan 4 RS Indonesia yang saat ini sedang berjalan, “Meski masih terjadi serangan-serangan, para relawan tetap bekerja membuat kolom lantai 3 dan 4, sambil terus memantau situasi.” Dengan penambahan dua lantai, kapasitas rawat inap RS Indonesia diharapkan bisa bertambah sebanyak 100 tempat tidur, sehingga total kapasitas rawat inap seluruhnya di RS Indonesia menjadi 200 tempat tidur. Terima kasih atas dukungan dan donasi rakyat Indonesia. Bantu warga Gaza…Bantu Pembangunan Tahap 2 RS Indonesia… Bantuan dan Donasi dapat melalui : BSM, 700.1352.061BCA, 686.0153678Bank Mandiri, 124.000.8111925BNI Syariah, 081.119.2973BRI, 033.501.0007.60308Bank Muamalat, 358.000.1720 Semua rekening atas nama :Medical Emergency Rescue Committee Info :Website : www.mer-c.orgCall center : 0811990176FB : MER-C IndonesiaIG : @mercindonesia, @rsindonesia #beapartofhistory#PrayforGaza#Gaza#Palestina#SavePalestine#tahap2rsindonesiagaza#mercforgaza#mercindonesia