Pintu Perbatasan Gaza – Israel Ditutup

Ir. Edy Wahyudi, Site Manager Pembangunan Tahap 2 RS Indonesia di Gaza mengabarkan bahwa semua pintu perbatasan Gaza – Israel untuk masuk material ditutup entah sampai kapan. Saat ini pembangunan RS Indonesia sudah mencapai pembuatan tiang kolom untuk lantai 3. “Kami, relawan, akan tetap bekerja. Jika situasi terus memanas, beberapa pekerjaan akan kami pending dulu.” Mohon doanya bagi warga Gaza, para relawan yang bertugas di sana… Semoga pembangunan RS Indonesia di Jalur Gaza juga dapat tetap berjalan meski Israel menutup pintu-pintu perbatasan dan melakukan serangan-serangan. #GazaDiserang#PrayforGaza#Gaza#Palestina#tahap2rsindonesiagaza#mercforgaza#mercindonesia
Pekikan Ambulan Suara Antara Kehidupan Dan Kematian

Catatan Relawan Sesaat pada suatu tempat di Gaza gaduh oleh suara ledakan dan teriakan korban menjadi satu, dan tak lama kemudian pekikan suara ambulan datang mengikuti. Apa yang terjadi …. ? Dimana titik lokasi… ? Radio HT antar Ambulan saling memberi informasi. Ambulan segera memburu korban yang dalam keadaan antara hidup dan mati. Beberapa orang perawat dari mobil ambulan berlarian memapah korban ke atas bed Ambulan, bed pasien didorong masuk dan pintu mobilpun ditutup. Sirine Ambulan memekik membelah suara gemuruh yang tersisa. Gemuruh akibat ledakan oleh Zionis Israel yang meninggalkan korban-korban bergelimpangan Ambulan berlari kencang, semakin kencang dan semakin kencang menerbangkan debu-debu yang dilewatinya. Pekikan ambulan suara antara kehidupan dan kematian. Suara sepatu petugas ambulan yang menghantam lantai RS Indonesia (RSI) terdengar begitu nyaring. Tempat tidur berjalan (Bed) ambulan didorong sangat cepat seiring dengan berlariannya petugas tersebut membawa korban ke Ruang Gawat Darurat RSI. Tembok terkupas, keramik terlepas, kayu pembatas terkoyak, engsel pintupun sebagian terlepas terhantam gesekan bed ambulan. Yalla…. Bi syur’ah…! Bi syur’ah….! (ayo… cepaat…. Cepaat….) teriakan-teriakan dokter untuk mempercepat lari para perawat petugas ambulan mendorong tempat tidur ambulan dengan dibarengi suara erangan kesakitan korban yang dibawanya. Air mata, darah dan keringat berjatuhan di lantai RSI. Tidak ada satu jengkal tanah di Gaza yang dikategorikan aman. Tidak ada satu detikpun waktu di Gaza dikategorikan kondusif. Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi pada menit berikutnya kecuali Allah Tuhan semesta alam. Tahun 2019 Relawan RSI didatangkan kembali oleh MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) ke Jalur Gaza. Selain untuk membangun penambahan dua lantai RSI juga perlu mengagendakan perbaikan kerusakan-kerusakan terutama jalur antara tempat jalur masuk Unit Gawat Darurat, jalur ruang Operasi hingga jalur ke Ruang ICU RSI. Kerusakan-kerusakan pada dinding, kayu pengaman dinding, keramik dinding, pintu dan aksesorisnya. Tahun 2019 RSI berharap kembali doa dan dukungan rakyat Indonesia. Edy Wahyudi Dari Jalur Gaza PalestinaSite Manager RS Indonesia GAZA, Kami Kembali… Dukungan dan Donasi untuk Pembangunan Tahap 2 RS Indonesia, Gaza – Palestina dapat disalurkan melalui : BSM, 700.1352.061BCA, 686.0153678Bank Mandiri, 124.000.8111925BNI Syariah, 081.119.2973BRI, 033.501.0007.60308Bank Muamalat, 358.000.1720 Semua rekening atas nama :Medical Emergency Rescue Committee Info :Website : www.mer-c.orgCall center : 0811990176FB : MER-C IndonesiaIG : @mercindonesia, @rsindonesia #mercforgaza#tahap2rsindonesiagaza#beapartofhistory#mercindonesia
Relawan RSI Utamakan Sholat & Kelamatan Kerja

Saat hening dan dingin di sepertiga malam yang akhir terdengar suara sayup isakan tangis dan alunan Al Qur’an. Para relawan Rumah Sakit Indonesia (RSI) Jam 3 pagi sudah bergegas melawan kantuk dan rasa dingin yang menggigit untuk sholat tahajud atau qiyamul lail mengadukan diri kepada Sang Ilahi. Saat Adzan Subuh menggema ke “seantero” kota Gaza. Para relawan terpanggil untuk mendatangi Masjid. Disaat terduduk menunggu iqomah Sholat Subuh tampak di dinding Masjid thermometer digital cuaca menunjukkan sekitar 12 derajat celcius. Pantas ujung jari-jari terasa dingin menjalar ke seluruh tubuh akan tetapi para Relawan tetap hangat terlihat dari sinar wajah-wajah mereka ketika berdoa antara adzan dan iqomah mencari waktu yang makbul dalam berdoa. Utamakan Sholat dan keselamatan kerja …… Utamakan Sholat adalah semboyan para relawan RSI menjaga keselamatan diri dengan sholat secara berjamaah di Masjid. Utamakan Keselamatan Kerja adalah juga keutamaan dalam kehati-hatian dalam bekerja. Dokter Arif salah satu presidium MER-C terus mengingatkan kepada Site Manager RS Indonesia di Gaza Palestina agar melengkapi para relawan RSI dengan APD (Alat Pelindung Diri). Beliau berharap para relawan saat kembali ke tanah air tidak mengalami cacat akibat kecelakaan kerja. APD adalah kelengkapan yang wajib digunakan saat bekerja beramal sholih membangun Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza Palestina. Kelengkapan yang digunakan antara lain : “Safety Helmet” yang berfungsi sebagai pelindung kepala dari benda yang bisa mengenai kepala secara langsung “Safety Shoes” Sepatu yang dilapisi besi di ujung jari mencegah kecelakaan fatal yang mengenai kaki akibat kejatuhan benda keras. “Respirator” Masker berfungsi sebagai penyaring udara di lokasi pembangunan dengan kualitas udara kurang baik antara lain debu dan serpihan material. Sarung tangan kerja, “Safety Harmes” Tali pengaman, “Ear Plug” penutup telingan dari suara yang super bising, “Safety Glasses” kaca mata pengaman sebagai pelindung mata ketika bekerja baik yang terang maupun yang gelap untuk pekerjaan las, dan lainnya. Semua jenis APD harus sudah digunakan para relawan RSI mulai briefing pagi yaitu jam 6.45 pagi hingga selesai jam beramal sholih di sore hari. Digunakan sebagaimana mestinya sesuai standard Kesehatan, Keselamatan Kerja dan Lingkungan (K3L). Dokter Arief Rachman menambahkan : “APD wajib dipakai saat kerja dan menjadi standar keselamatan, agar menjadi contoh bagi pekerja lokal.” Edy Wahyudi Relawan RS Indonesia di Jalur Gaza GAZA, Kami Kembali… Info :Website : www.mer-c.orgCall center : 0811990176FB : MER-C IndonesiaIG : @mercindonesia, @rsindonesia #mercforgaza#tahap2rsindonesiagaza#beapartofhistory#mercindonesia
Pasar Jumat di Jalur Gaza

Kehidupan di Jalur Gaza diwarnai dengan pengangguran dan tingkat kemisikinan yang tinggi. Masyarakat Gaza harus berusaha keras untuk mendapatkan “sheikel” (mata uang Israel) untuk membeli konsumsi diri dan keluarganya. Memasuki tahun ke 12 Blokade terhadap Gaza berlangsung, Tidak hanya udara bahkan darat dan lautpun ditutup Zionis Israel. Sehingga sekitar dua juta penduduk Gaza mengalami krisis yang cukup parah. Salah seorang ulama besar di Gaza Utara bernama Syeikh Yakub Abu Muhammad saat berkunjung ke Kantor MER-C Jumat malam Sabtu (8/3) 2019 mengungkapkan banyak dari kalangan anak yatim dan janda-janda syuhada yang terlantar menunggu bantuan untuk meringankan hidup mereka. Beliau juga turut mendoakan semoga menjadi pahala yang terus mengalir bagi seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza. Walaupun Gaza dihantui kelaparan dan terkadang bunyi-bunyi yang menyeramkan tetapi rakyat Gaza berusaha sabar dan penuh semangat. Salah satu cara mereka keluar dari kesulitan ekonomi adalah dengan mengadakan pasar Jum’at di sekitar masjid. Dikatakan pasar Jum’at karena mereka hanya berjualan disekitar masjid-masjid tertentu setelah sholat Jum’at berlangsung. Pasar tersebut merupakan bertemunya penjual dan pembeli dan adanya transaksi antara barang dan uang “Sheikel” “Apabila telah ditunaikan sholat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah.” (QS. Al-Jumu’ah: 10). Syariat mengijinkan untuk melakukan aktifitas duniawi dan mencari rizqi setelah solat Jum’at bahkan sebagian ulama memandang jual beli setelah sholat Jum’at menjadi sebab datangya keberkahan. Tidak banyak macam yang dijual., Komoditas sederhana diperjual belikan dari minyak wangi, kueh-kueh, berbagai jenis minumam dan lain sebagainya Transaksi yang ada menjadi perantara perputarannya ekonomi masyarakat Gaza. Seperti saat penulis menjumpai setelah Sholat Jum’at di Masjid Turki di pinggir pantai Gaza sebelum memenuhi undangan makan siang di hari Jum’at seorang keluarga bernama “Aiz” di jalan Umar Mukhtar Gaza. Edy Wahyudi Dari Jalur Gaza Palestina Site Manager RS Indonesia Gaza Palestina
Keberkahan Menerima Tamu

Aktifitas Relawan Rumah Sakit Indonesia (RSI) Gaza Palestina tidak hanya disibukan dalam proses pembangunan mulai dari briefing pagi, penyiapan material dan pembagian kerja akan tetapi juga menerima dan menyantuni tamu dengan baik. Rasulullah Shallallahu alaihi wa Sallam bersabda, “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tamunya.” (HR Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah). Bila dirata-rata hampir dua jam sekali hadir tamu di Kantor MER-C di Gaza Palestina. Tujuan kedatangan tamu berbagai macam dari masalah yang bersifat pribadi hingga membicarakan masalah teknis bangunan. Pembangunan tahap 2 RSI Gaza dibangun di atas bangunan yang sudah ada aktifitas sebuah rumah sakit sehingga diperlukan banyak koordinasi dalam menjalankan proses pembangunannya. Selain sibuk menerima tamu, para relawan RSI Gaza disibukan juga untuk dijadikan tamu oleh masyarakat Gaza. Mereka berlomba-lomba mengundang makan siang Relawan RSI. Ada yang mengundang sebagian ada pula yang mengundang seluruh relawan RSI Tahap 2 ini berjumlah 29 orang. Relawan RSI Gaza harus mampu menjaga hubungan baik dengan masyarakat Gaza, sehingga untuk menghadiri undangan yang cukup banyak dibuatlah “waiting list” atau mengatur jadwal waktu undangan makan siang masyarakat gaza. Seabagian besar masyarakat Gaza memahami benar akan fadhilah atau keutamaan menerima tamu antara lain : Mendapat Pahala Seperti Ibadah Haji Dan Umrah, Menghapus Dosa Tuan Rumah, Disinari Oleh Cahaya Kebaikan, Tauladan Dari Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam, Menjadi Ladang Sedekah, Termasuk Amalan Surga, Sebagai Bentuk Keimanan Dan Ketakwaan Terhadap Allah Subhanahu wa Ta’ala Mereka berlomba-lomba untuk mengundang makan siang para relawan pada hari yang penuh berkah yaitu hari Jum’at. Beberapa kali para relawan sempat menitikan air mata karena dalam kondisi rumah dan keseharian yang sangat minim atau serba kekurangan mereka tetap mengundang para relawan RSI untuk menjamu dengan makanan yang cukup lengkap untuk ukuran Indonesia. Saat sempat ditanyakan kenapa mereka begitu bersemangat mengundang para relawan RSI, mereka berkata : “Walaupun kami dalam kondisi yang kekurangan, kami masih dapat berkumpul dengan keluarga. Akan tetapi kalian datang kesini dari negri yang sangat jauh sebagai relawan meninggalkan anak istri dan pekerjaan sehari-hari kalian disana untuk membantu kami disini. Maka kami wajib menghormati kalian sebagai tamu.” Edy Wahyudi Dari Jalur Gaza Palestina Site Manager RS Indonesia Gaza Palestina
Wisma Indonesia Memperluas Diri

Rumah Sakit Indonesia (RSI) yang terletak di jantung kota di Jalur Gaza bagian Utara sedang menambah dua lantai sehingga RSI diharapkan memiliki 4 lantai dan 1 basement. Di kawasan RSI selain terdapat bangunan utama juga terdapat Wisma Indonesia (Indonesia Guest House) yang memiliki fasilitas Ruang Inap yang mampu menampung 33 orang, ruang kantor, ruang rapat, dapur, ruang perpustakaan dan gudang. Peralatan yang dimilikipun cukup lengkap antara lain AC dingin dan hangat, peralatan computer, slide proyektor, peralatan dapur dan lainnya Wisma Indonesia saat ini tidak ingin ketinggalan dengan bangunan utama RSI yang sedang dalam proses pengembangan pembangunan. Untuk pembangunan RSI tahap ke 2 ini MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) mendatangkan 28 relawan dari Indonesia dengan berbagai keahlian. Tentunya jumlah yang cukup besar ini memerlukan tambahan toilet dan ruang jemur. Kunjungan Tim MER-C yang dipimpin oleh Ir. Faried Thalib kali ini bersamaan dengan berlangsungnya musim dingin di Gaza, sehingga Tim menyaksikan adanya antrian panjang untuk ke toilet dan pakaian yang dijemur para relawan lama tak kunjung kering. Untuk itu, tim memutuskan menambah empat ruang toilet dan ruang jemur di Wisma Indonesia. Dengan adanya penambahan ini, ke depannya insyaa Allah Wisma Indonesia memiliki 9 toilet dan kamar mandi yang dilengkapi dengan alat pemanas air serta ruang jemur pakaian. Wisma yang terdiri dari 2 lantai ini dibangun oleh para relawan dan selama ini berfungsi sebagai kantor MER-C Cabang Gaza serta tempat tinggal para relawan Indonesia yang akan bertugas di RSI Gaza Palestina. *Edy Wahyudi*Dari Jalur Gaza Palestina Site Manager RS Indonesia GAZA, Kami Kembali… Info :Website : www.mer-c.orgCall center : 0811990176FB : MER-C IndonesiaIG : @mercindonesia, @rsindonesia #mercforgaza#tahap2rsindonesiagaza#beapartofhistory#mercindonesia
Al Yaum Al Jum’ah

Hari Jumat. Hari yang memiliki makna besar bagi muslim. Bukan saja dikarenakan kewajiban menjalankan sholat jumat didalamnya bagi laki-laki, namun juga banyak keutamaan yang disampaikan baginda Rasulullah kepada umatnya. Bagi masyarakat Indonesia seperti juga di Eropa dan Amerika sana, hari Jumat adalah penghujung hari kerja sebelum libur berakhir pekan. Sehingga hari Jumat identik dengan kelelahan kerja seminggu dan keinginan untuk segera pulang untuk berkumpul bersama keluarga. Tak pelak, hari Jumat menjadi ‘hari tanggung’ karena waktu kerja terpotong ibadah sholat Jumat dan semangat kerja yang kadung rendah. Di sore hari saat jam pulang kerja, jalanan sesak diselingi oleh klakson pengendara yang terjebak kemacetan. Berbeda di Gaza dan kebanyakan negara Timur Tengah. Hari Jumat adalah hari libur akhir pekan sampai Sabtu. Penamaan hari-hari dalam bahasa Indonesia mengadopsi urutan hari dalam bahasa Arab, Ahad (Minggu) – Isnin (Senin) – Tsalatsa (Selasa) – Arba’ (Rabu) – Khamsa (Kamis) – dan Sab’ah (Sabtu) yang juga urutan angka 1 – 7. Jadi karena Ahad adalah hari pertama, maka Jumat – Sabtu adalah weekend. Yang tampak adalah kelengangan di pagi hari. Banyak keluarga memilih berkumpul dalam rumah, terlebih dalam kondisi cuaca dingin yang menggigit kali ini. Biasanya, nanti lepas sholat Jum’at baru mereka keluar rumah untuk piknik. Dan, RS Indonesia menjadi destinasi piknik yang iconic bagi warga Bayt Lahiya dan sekitarnya. Dengan ruang terbuka luas berupa taman, tak ayal RS Indonesia juga menjadi public space tempat mereka saling berinteraksi. Dan hal ini diakui oleh masyarakat dan otoritas setempat tidak pernah mereka temui di lokasi lain di Gaza. Semoga Allah jadikan RS ini sebagai jariyah bagi para donatur dan relawan yang mewujudkannya. Semoga Allah jaga RS ini agar senantiasa memberikan manfaat bagi warga Gaza Utara dan sekitarnya. Bayt Lahiya, 01 Maret 2019Arief Rachman
Proses Pembangunan Tahap 2 RS Indonesia Gaza Dimulai

Gaza – Meski sesekali hujan rintik-rintik masih turun di sekitar RS Indonesia, relawan konstruksi tetap semangat memulai proses pembangunan. Di awali dengan sarapan bersama dan briefing saling menyemangati, para relawan berpencar sesuai dengan kompetensinya. Langkah awal adalah menutup sebagian lokasi RS Indonesia untuk digunakan sebagai akses masuk dan storage bahan bangunan yang akan dimasukkan. Jalan di depan Wisma Rakyat Indonesia -Kantor MER-C Cabang Gaza sekaligus tempat tinggal relawan selama bertugas- ditutup dengan seng seluas kurang lebih 300 meter persegi. Arus lalu lintas tidak bisa lagi memutari RS, namun harus keluar ke jalan di depan pintu IGD. Dalam tiga hari terakhir sejak kedatangan relawan konstruksi dari Indonesia, berita tentang RS Indonesia sudah menjadi trending topic lokal, baik di dunia maya maupun obrolan warga. Mereka penasaran kapan akan dimulai pembangunan RS Indonesia yang menurut mereka spektakuler sudah memberikan layanan kesehatan terbaik di Gaza Utara. Dua hari sebelumnya, Selasa/26 Februari 2019, Tim MER-C bertemu dengan Dr. Yousif H. Abu El Reesh Deputy Minister of Health di kantornya di Gaza. Dalam kunjungan yang penuh keakraban ini pihak Kementerian terlebih dahulu memaparkan data tentang posisi penting RS Indonesia di Gaza Utara, terlebih dalam situasi konflik. Mewakili pemerintah, Dr. Yousif juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada masyarakat Indonesia yang telah menyumbangkan RS kepada masyarakat Palestina di Gaza. Dalam menyampaikan rencananya, Ir. Faried Thalib selaku Presidium MER-C menceritakan sejarah RS Indonesia sejak 2009 hingga 2016. Saat ini, RS Indonesia baru terbangun 3 lapis dari kebutuhan 5 lapis. Bahwa untuk proyek kali ini, diskusi terukur dan terarah harus mendahului pengerjaan internal design. Sementara itu, proses pengerjaan struktur bisa sesegera mungkin dikerjakan karena tinggal mengikuti struktur dibawahnya. Teknis detail akan dibahas dalam diskusi bersama staf Kementerian Kesehatan yang ditunjuk meliputi pembatasan area kerja, akses masuk-keluar material, dan mekanisme lainnya guna menjamin layanan kesehatan RS tetap berfungsi. GAZA, Kami Kembali… Dukungan dan Donasi untuk Pembangunan Tahap 2 RS Indonesia, Gaza – Palestina dapat disalurkan melalui : BSM, 700.1352.061 BCA, 686.0153678 Bank Mandiri, 124.000.8111925 BNI Syariah, 081.119.2973 BRI, 033.501.0007.60308 Bank Muamalat, 301.00521.15 Semua rekening atas nama : Medical Emergency Rescue Committee Info : Website : www.mer-c.org Call center : 0811990176 FB : MER-C Indonesia IG : @mercindonesia, @rsindonesia #mercforgaza #tahap2rsindonesiagaza #beapartofhistory #mercindonesia
Bertemu Deputy Minister of Health, MER-C Paparkan Rencana Tahap 2 Pembangunan RS Indonesia

Gaza, Selasa siang (26/2/2019) pukul 13.00 waktu Gaza, 4 orang perwakilan MER-C menghadap Dr. Yousif H. Abu El Reesh Deputy Minister of Health di kantornya di Gaza. Dalam kunjungan yang penuh keakraban ini pihak Kementerian terlebih dahulu memaparkan data tentang posisi penting RS Indonesia di Gaza Utara, terlebih dalam situasi konflik. Mewakili pemerintah, Dr. Yousif juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada masyarakat Indonesia yang telah menyumbangkan RS kepada masyarakat Palestina di Gaza. Dalam menyampaikan rencananya, Ir. Faried selaku Presidium menceritakan sejarah RS Indonesia sejak 2009 hingga 2016, dan “hutang” 2 lantai RS karena hingga saat ini, RS Indonesia baru terbangun 3 lapis dari kebutuhan 5 lapis. Bahwa untuk proyek kali ini, diskusi terukur dan terarah harus mendahului pengerjaan internal design. Sementara itu, proses pengerjaan struktur bisa sesegera mungkin dikerjakan karena tinggal mengikuti struktur dibawahnya. Teknis detail akan dibahas dalam diskusi bersama staf Kementerian Kesehatan yang ditunjuk meliputi pembatasan area kerja, akses masuk-keluar material, dan mekanisme lainnya guna menjamin layanan kesehatan RS tetap berfungsi.GAZA, Kami Kembali… Dukungan dan Donasi untuk Pembangunan Tahap 2 RS Indonesia, Gaza – Palestina dapat disalurkan melalui : BSM, 700.1352.061BCA, 686.0153678Bank Mandiri, 124.000.8111925BNI Syariah, 081.119.2973BRI, 033.501.0007.60308Bank Muamalat, 301.00521.15 Semua rekening atas nama :Medical Emergency Rescue Committee Info :Website : www.mer-c.orgCall center : 0811990176FB : MER-C IndonesiaIG : @mercindonesia, @rsindonesia #tahap2rsIndonesiagaza#beapartofhistory#donasipalestina#mercforgaza#mercindonesia
Tim MER-C untuk Pembangunan Tahap 2 RS Indonesia Tiba di Jalur Gaza

BREAKING NEWS !!! Jalur Gaza – Tim MER-C untuk Pembangunan Tahap 2 RS Indonesia akhirnya tiba di Jalur Gaza, Palestina. Selama sekitar 10 jam tidak ada kabar akhirnya pada pkl 00.03 wib atau pkl 19.03 waktu Gaza, Ketua Tim MER-C, Ir. Faried Thalib mengabarkan via pesan singkat whatssapp bahwa Tim sudah mencapai Al Arish, kota kecil terdekat dengan Perbatasan Rafah. Meskipun hari sudah malam, Tim yang didampingi oleh staf KBRI dan pengawalan aparat keamanan memutuskan untuk tetap melanjutkan perjalanan ke Perbatasan Rafah yang masih berjarak sekitar satu jam lebih dari Al Arish. Tim akan berupaya untuk bisa masuk ke Jalur Gaza pada malam hari itu juga. “Pemeriksaan sepanjang Suez dan Al Arish sangat banyak dan ketat sehingga perjalanan cukup memakan waktu. Alhamdulillah sekitar pkl 19.00 kami tiba di Al Arish, begitu ada sinyal kami langsung menberi kabar kepada MER-C di Jakarta,” ungkap Faried. Sekitar satu jam kemudian, Tim tiba di Perbatasan Rafah. Tim pun langsung melakukan negosiasi dengan Pejabat di Perbatasan. “Ikhtiar terbaik terus kami lakukan dibantu KBRI,” tambah Faried, yang juga merupakan salah satu Presidium MER-C. Senin/25 Februari 2019 sekitar pkl 10 malam Waktu Gaza atau Selasa/26 Februari 2019 sekitar pkl 03.00 wib, akhirnya Tim diperbolehkan untuk masuk melintas Perbatasan Rafah dan masuk ke Jalur Gaza, negeri yang masih diblokade, negeri para Nabi, negeri yang diberkahi. Sebuah tempat dimana MER-C akan menunaikan amanah selanjutnya dari rakyat Indonesia, yaitu pembangunan tahap 2 RS Indonesia. Takbir dan ungkapan syukur digemakan oleh seluruh relawan. Satu persatu relawan masuk ke gerbang Rafah menuju bus perbatasan yang akan membawa tim ke gerbang Rafah sisi Gaza. Setibanya di sana, tim langsung disambut dr. Ghazi Ahmad (Direktur Kerjasama Internasional Kemenkes Palestina di Gaza) dan dr. Ashraff (Deputy Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza) juga media-media lokal. Usai penyambutan sederhana namun terasa sangat hangat di sebuah ruangan di Rafah, tim langsung menuju lokasi RS Indonesia yang terletak di Bayt Lahiya, Gaza Utara. Terima kasih atas doa-doa dari rakyat Indonesia yang selama ini mengiringi perjalanan Tim, hingga akhirnya Tim bisa sampai di Jalur Gaza untuk segera memulai pembangunan tahap 2 RS Indonesia. GAZA, Kami Kembali… Dukungan dan Donasi untuk Pembangunan Tahap 2 RS Indonesia, Gaza – Palestina dapat disalurkan melalui : BSM, 700.1352.061BCA, 686.0153678Bank Mandiri, 124.000.8111925BNI Syariah, 081.119.2973BRI, 033.501.0007.60308Bank Muamalat, 301.00521.15 Semua rekening atas nama :Medical Emergency Rescue Committee Info :Website : www.mer-c.orgCall center : 0811990176FB : MER-C IndonesiaIG : @mercindonesia, @rsindonesia #tahap2RSIndonesiaGaza#beAPartofHistory