MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

Gaza, Kami Kembali

Medical Emergency Rescue Comiittee (MER-C) kembali mengirimkan relawannya ke Jalur Gaza, Palestina. Rencana pembangunan tahap dua Rumah Sakit Indonesia, yaitu pembangunan dua lantai tambahan semakin menuju nyata. Seperti pada pembangunan tahap pertama, pada pembangunan RS Indonesia tahap kedua juga akan dilakukan oleh putra-putra bangsa Indonesia. Mereka adalah para relawan yang sebagian besar merupakan alumni relawan pembangunan tahap pertama yang komitmen dan keahliannya sudah terbukti dan teruji dengan berdirinya RS Indonesia yang ada saat ini.   Total sebanyak 32 relawan akan berangkat menuju Kairo, Mesir, negara yang berbatasan langsung dengan Jalur Gaza. Turut dalam tim ini adalah Presidium MER-C (Ir. Faried Thalib dan Dr. Arief Rachman, SpRad), Ketua Divisi Kontruksi MER-C (DR. Ir. Idrus Muhamad Alatas, MSc), arsitek perancang bangunan RS Indonesia (Ir. Rizal Syarifuddin) serta Ir. Edy Wahyudi Darta, relawan yang pernah memimpin pembangunan tahap pertama RS Indonesia, kali ini dipercaya kembali untuk menjadi Site Manager pembangunan tahap dua RS Indonesia. Keberangkatan relawan dibagi dalam dua gelombang. Gelombang pertama, akan bertolak ke Kairo Mesir pada hari Jumat malam ini/22 Februari 2019, pukul 20.00 wib. Sementara gelombang dua sebanyak 26 relawan akan menyusul terbang ke Kairo pada hari Sabtu/23 Februari 2019 pukul 11.00 wib. Keberangkatan ini dimungkinkan setelah didapatnya izin masuk Mesir dan Gaza yang diterima oleh MER-C dari otoritas setempat. Ketua Tim Pembangunan Tahap 2 RS Indonesia yang juga merupakan salah satu Presidium MER-C, Ir. Faried Thalib, menyampaikan bahwa setibanya di Kairo, Tim akan langsung bergerak menuju Perbatasan Rafah untuk mencoba masuk ke Gaza.   “Kami berharap dengan izin yang ada, Tim bisa segera masuk ke Jalur Gaza. Koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri RI dan KBRI Kairo terus kami lakukan,” ujar Faried. “Mohon doa dari seluruh rakyat Indonesia agar perjalanan ini diberi kelancaran, kemudahan dan keselamatan,” tambah relawan yang juga mengomandoi pembangunan tahap pertama RS Indonesia, Gaza. RS Indonesia merupakan karya anak bangsa yang sepenuhnya dibangun dari donasi rakyat Indonesia. Terletak di Bayt Lahiya, sekitar 2,5 km dari perbatasan Israel, RS Indonesia menjadi pusat rujukan utama bagi masyarakat di wilayah Jalur Gaza bagian utara.   Berdiri di atas tanah wakaf seluas 1,6 hektar, bangunan RS Indonesia terdiri dari 2 lantai dan 1 lantai basement dengan kapasitas 100 tempat tidur, 4 kamar operasi, 10 bed ICU, Ruang Radiologi, Laboratorium, Bank Darah, IGD yang dilengkapi peralatan medis terbaik saat ini, sudah kewalahan menampung pasien yang datang berobat. Kapasitas 100 tempat tidur sudah tidak mencukupi untuk memberikan perawatan kepada pasien yang membutuhkan.   Untuk itu, pengembangan RS Indonesia akan dilakukan berupa pembangunan dua lantai tambahan guna menambah kapasitas ruang perawatan dan membuka departemen serta layanan medis baru juga pengadaan peralatan kesehatan. Waktu yang dibutuhkan untuk diperkirakan 1 hingga 1,5 tahun. Selama proses pembangunan, pelayanan di RS Indonesia akan berjalan seperti biasa.     Jakarta, 22 Februari 2019 Divisi Humas MER-C   Dukungan dan Donasi untuk Pembangunan Tahap 2 RS Indonesia, Gaza – Palestina dapat disalurkan melalui : BSM, 700.1352.061 BCA, 686.0153678 Bank Mandiri, 124.000.8111925 BNI Syariah, 081.119.2973 BRI, 033.501.0007.60308 Bank Muamalat, 301.00521.15   Semua rekening atas nama : Medical Emergency Rescue Committee   Info : Website : www.mer-c.org Call Center : 0811990176 FB : MER-C Indonesia IG : @mercindonesia Twitter : @mercindonesia   #mercforgaza #tahap2RSIndonesiaGaza #beapartofhistory

Gaza Diserang, RS Indonesia Alami Kerusakan

MER-C Update Sejak malam hari hingga detik ini, Sabtu/27 Oktober 2018, militer zionis Israel masih menggempur sejumlah wilayah di Jalur Gaza. Reza Aldilla Kurniawan, relawan MER-C di Gaza melaporkan bahwa beberapa waktu yang lalu pesawat tempur F16 Israel mengirim tidak kurang dari lima roket yang jatuh tidak jauh dari lokasi RS Indonesia yang berada di Bayt Lahiya, Gaza Utara, Palestina. Dentuman keras kelima roket tersebut menyebabkan guncangan keras di area sekitar, bahkan mengakibatkan kerusakan di beberapa bagian RS Indonesia. Ruangan yang mengalami kerusakan di antaranya ruangan kantor administrasi, toilet, koridor, ICU, dan lainnya. Reza yang saat itu berada di dalam bangunan Wisma Rakyat Indonesia yang terletak di belakang RS Indonesia mengatakan guncangan terasa besar sekali. “Guncangan besar sekali, debu-debu jatuh dari atap. Saya langsung keluar dari wisma dan melihat kondisi Rumah Sakit Indonesia mengalami kerusakan di beberapa bagian,” ungkapnya. Akibat pengeboman yang terjadi di dekat RS Indonesia, pasien-pasien dipindahkan dan ditempatkan di lorong-lorong yang aman untuk menjaga keselamatan mereka. Sampai berita ini dibuat, menurut Reza, suara deru pesawat tempur masih terdengar jelas mengitari langit Gaza.        Bantuan dan Donasi untuk RS Indonesia di Jalur Gaza, Palestina: BCA, 686.0153678 Bank Mandiri, 124.000.8111.925 Bank Syariah Mandiri, 700.1352.061BNI Syariah, 081.119.2973 BRI, 033.501.0007.60308Bank Mualamat Indonesia, 358.000.1720 Semua rekening atas nama :Medical Emergency Rescue Committee Info : Webiste : www.mer-c.org FB : MER-C Indonesia Call Center : 0811990176 IG : @mercindonesia.

MER-C Salurkan Qurban untuk Muslimin di Rakhine, Myanmar

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) menyalurkan sejumlah hewan Qurban secara langsung kepada muslimin Rohingya di sejumlah desa, negara bagian Rakhine, Myanmar. Hewan qurban terdiri dari 3 ekor sapi dan 3 ekor kambing yang disalurkan langsung oleh para relawan MER-C kepada kaum muslimin pada Iedul Adha 1439 H lalu. “Alhamdulillah kami bisa menerima daging qurban dari muslimin indonesia, terima kasih,” kata Muhammad Shamin bin Abdul Aziz salah seorang warga Muslimin di desa Kaing Do, Rabu/22 Agustus 2018. “Disini banyak orang miskin, dan qurban ini sangat bermanfaat untuk mereka,” tambahnya. Relawan MER-C yang menyalurkan langsung kepada warga menyaksikan kebahagiaan terpancar dari wajah warga yang menerima daging hewan Qurban tersebut. “Senang sekali melihat kebahagian meraka, kehidupan meraka sangat sederhana, banyak warga miskin disini, kami bersyukur sekali bisa bertemu dan menyalurkanya secara langsung kepada mereka,” ujar salah seorang relawan MER-C. Sebanyak lebih dari 240 kepala keluarga dari 5 desa menerima daging hewan qurban. “Alhamdulillah kami salurkan di beberapa desa yang masuk di Mrauk u Township, sebanyak lebih dari 240 kk dari 5 desa bisa menerima manfaat dari hewan qurban ini,” tambahnya. Kami bersyukur hewan qurban dari masyarakat Indonesia bisa kami salurkan kepada muslimin disini” pungkasnya. Info :www.mer-c.orgFB : MER-C IndonesiaCall Center : 0811990176

Qurban Indonesia untuk Gaza

MER-C Indonesia kembali mengadakan program qurban di Gaza, Palestina. Alhamdulillah amanah qurban sebanyak tujuh ekor kambing dan satu ekor sapi dari masyarakat Indonesia melalui MER-C telah disalurkan secara langsung kepada warga Gaza yang hingga saat ini masih hidup dalam blokade. Hewan qurban sapi dan kambing dibagi menjadi 374 kantong dengan berat per kantong sebesar 1 kg. Relawan Indonesia di Gaza, Reza Aldilla Kurniawan dibantu beberapa relawan lokal menyalurkan daging qurban secara langsung kepada warga Gaza yang layak menerimanya baik di Gaza City maupun di Gaza bagian Utara. Untuk Gaza bagian Utara wilayah penyaluran daging qurban mencakup Tal Azza’tar, Bayt Lahiya, Bayt Hanoon dan Jabalya. Terima kasih kepada masyarakat yang telah mempercayakan amanah qurbannya melalui MER-C Semoga dengan momentum hari raya qurban, kita senantiasa dapat mengingat dan meneladani kembali ketaatan, keikhlasan dan kesabaran Nabi Ibrahim dan keluarganya dalam menjalankan perintah-perintah Allah SWT. Info :www.mer-c.orgFB : MER-C IndonesiaCall Center : 0811990176

Dubes RI untuk Myanmar Kunjungi RS Indonesia di Rakhine

Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Myanmar Prof. Dr. Iza Fadri mengunjungi lokasi pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Myaung Bwe Village, Mrauk U Township, Rakhine State, Myanmar, Selasa (3/7). Didampingi sekretaris duta besar dan sejumlah staf, Duta Besar yang baru menjabat sejak Maret 2018 meninjau langsung pembangunan RS Indonesia dan menyatakan kegembiraanya atas terlaksananya proyek tersebut, serta berharap akan sangat bermanfaat untuk warga di sekitar lokasi. “Saya sangat gembira. Karena proyek ini benar-benar diperuntukan bagi masyarakat di sekitar dan difikirkan secara matang sehingga efektif dan efisien,” kata mantan gubernur PTIK tersebut. Lebih lanjut mantan Kapolda Sumatera Selatan (2014) itu menyatakan bahwa rumah sakit ini benar-benar telah difikirkan kemanfaatannya, sehingga bengunan tersebut sudah sangat tepat dan sesuai kebutuhan masyarakat Rakhine. “Kita tahu ketika membangun sesuatu itu harus sesuai dengan kebutuhannya. Setelah saya mengecek, dan saya juga berdiskusi dengan manager proyeknya bahwa itu sudah difikirkan, itu nanti akan sangat bermanfaat untuk masyarakat Myanmar,” katanya. Lulusan Akademi Kepolisian angkatan 85 ini pun mengharapkan dengan didirikanya Rumah Sakit Indonesia bisa menambah erat hubungan kedua negara. “(RS Indonesia) Ini juga akan menambah hubungan baik kita dengan Myanmar ke depan sehingga menambah ikatan serta akan terus dikenang,” ujarnya. Kedatangan Duta Besar ini disambut oleh Ketua Divisi Konstruksi MER-C yang sekaligus juga Manajer Proyek RSI, Dr. Ir. Idrus M. Alatas, MSc. Idrus yang sudah berpengalaman membangun di daerah konflik termasuk RS Indonesia di Gaza Palestina tersebut menyatakan bahwa diharapkan RS ini akan selesai pada akhir tahun 2018. Selain mengunjungi RS Indonesia, rombongan Dubes dan MER-C juga mengunjungi dua camp pengungsi yang ada di Sittwe, ibukota Rakhine State, 150 km dari Mrauk U Township. Dubes juga melakukan dialog langsung dengan muslimin di dua camp pengungsi tersebut. Dia berpesan agar kaum muslimin bisa bersabar dalam menghadapi ujian dan konflik yang terjadi. “Di Indonesia juga terdiri dari berbagai macam etnis, dan setiap ada konflik, Indonesia bisa menyelesaikannya sendiri, mudah-mudahan Myanmar juga bisa menyelesaikan konfliknya sendiri,” ujarnya. Dubes juga menyerahkan bantuan sejumlah beras kepada para pengungsi tersebut. Bantuan yang secara simbolis diserahkan kepada perwakilan para pengungsi di Sittwe. Info:Website : www.mer-c.orgFacebook : MER-C IndonesiaInstagram : @mercindonesiaHP : 0811990176

Hujan Deras, Pengecoran Lantai 2 RSI Sempat Tertunda

Musim penghujan mulai melanda Myanmar. Hujan deras mengguyur Rakhine State, Myanmar, termasuk di wilayah pembangunan RS Indonesia, tepatnya di desa Myaung Bwe, Mrauk U township. Hujan deras yang terjadi berhari-hari menyebabkan banjir di berbagai wilayah. Jalan antara Rakhine – Yangon bahkan terputus akibat terendam banjir. Material H-Beam serta lebih dari 40 pekerja RS Indonesia yang akan melakukan pekerjaan pengecoran juga tertahan tidak dapat melintas. Pekerjaan pengecoran pun harus ditunda selama beberapa hari. Untunglah pada hari Senin/18 Juni 2018, cuaca mulai bersahabat. Kondisi ini langsung dimanfaatkan untuk memulai pekerjaan pengecoran lantai 2 RS Indonesia. Ir. Nur Ikhwan Abadi dan Ir. Ahmad Fauzi mengarahkan dan mengawasi pekerjaan pengecoran yang dilakukan oleh kontraktor lokal. Puluhan pekerja dari warga lokal terlibat dalam proses ini. Namun kali ini, tidak hanya kaum laki-laki, kaum wanita juga turut bekerja di lokasi pembangunan, demi membantu menafkahi keluarga. Alhamdulillah dalam waktu 3 hari, pada hari Rabu/20 Juni 2018, pengecoran lantai 2 RS Indonesia selesai. Dukungan dan donasi bagi program ini dapat disalurkan melalui : BCA, 686.028.0009 BSM, 700.1306.833Mandiri, 124.000.8111.982 Semua rekening atas nama :Medical Emergency Rescue Committee Info:Website : www.mer-c.orgCall Center : 0811990176Instagram : @mercindonesiaFacebook : MER-C Indonesia

Pembangunan RS Indonesia di Myanmar Capai 50 Persen

Enam bulan sudah sejak November 2017, RS Indonesia di Rakhine State memulai pekerjaannya, pada akhir Mei 2018 pekerjaan sudah mencapai 50 persen. Tiang-tiang penyangga dan sebagian atap sudah terpasang, dinding-dinding juga sudah nampak menutupi bangunan seluas 2.100 meter persegi. “Alhamdulillah, meskipun banyak kendala pembangunan RS Indonesia terus berjalan begitupun di bulan Ramadhan dan pada akhir Mei ini sudah mencapai sekitar 50 persen, semoga bisa cepat selesai,” kata Nur Ikhwan Abadi, relawan MER-C di lokasi proyek, Myaung Bwe Village, Mrauk U Town Ship, Rakhine State, Myanmar.   Dia menjelaskan bahwa dalam waktu dekat ini akan dilakukan pekerjaan pengecoran lantai dua dan pemasang dinding bata yang akan dikerjakan sebelum musim hujan datang. “Pekerjaan ke depan adalah pengecoran lantai 2 serta pekerjaan pemasangan dinding, dan juga tangga ram, kita masih kejar semoga sebelum puncak musim hujan tiba pertengahan Juni ini, bisa kita cor semua atap betonnya” jelas Ikhwan. “Pada Juni hingga Agustus curah hujan di Mrauk U mencapai puncaknya, sehingga akan berdampak terhadap proses pembangunan RSI,” terangnya. Ikhwan menambahkan sesuai jadwal diperkirakan pada akhir tahun 2018 ini pekerjaan RS Indonesia akan selesai. “Direncanakan akhir tahun ini selesai, kita berdoa mudah-mudahan tidak ada kendala berarti ke depannya, karena di awal-awal pembangunan, masalah keamanan, pekerja, cuaca ekstrim dan supply material cukup menjadi kendala pekerjaan,” ungkapnya. MER-C mengirimkan 4 relawan untuk mengawal proses pembangunan RS Indonesia di Myanmar, para relawan yang memang sudah berpengalaman dalam membangun RS di Gaza, Palestina, diantaranya, Ir. Nur Ikhwan Abadi (Insinyur Sipil), Ir. Ahmad Fauzi (Insinyur Sipil), kemudian Karidi (Ahli Mechanical dan Electrical), serta Wanto yang merupakan Kepala Tukang pada Pembangunan RS Indonesia di Gaza. Rumah Sakit Indonesia yang berada di Myaung Bwe Village, Mrauk-U Township, Rakhine State, Myanmar adalah sebuah langkah diplomasi kemanusiaan di dunia internasional kerjasama MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) dan PMI (Palang Merah Indonesia). Dukungan dan donasi Sahabat bagi program pembangunan RS Indonesia di Rakhine State, Myanmar dapat disalurkan melalui: Mandiri, 124.000.8111.982BSM, 700.130.6833BCA, 686.028.0009 Semua rekening atas nama: Medical Emergency Rescue Committee Info lebih lanjut: Website: www.mer-c.orgFacebook: MER-C IndonesiaCall Center: 0811990176 |Humanity for Peace||Peduli untuk Kemanusiaan yang Lebih Baik|

Relawan MER-C Terima Penghargaan dari Presiden Turki

Aktifis dan relawan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Nur Fitri Taher menerima penghargaan dari International Mount of Olive Peace Awards yang diserahkan oleh Istri Presiden Turki, Emine Erdogan, Senin (7/5) di Istanbul, Turki. Nur Fitri menjadi satu-satunya aktifis dari Indonesia yang menerima penghargaan tersebut bersama dengan 4 aktifis lainnya dari Palestina, Swedia, USA dan UK.   Perempuan berdarah Pariaman Sumatera Barat ini adalah komandan Tim MER-C dalam misi pelayaran menembus blockade Gaza dengan kapal Mavi Marmara, Mei 2010. Nur Fitri ditugaskan menunaikan misi ini bersama dua relawan MER-C lainnya dan satu jurnalis yang bergabung dengan ratusan aktifis pembela Palestina dari berbagai negara. Bukan tanpa alasan Presidium MER-C menunjuk seorang relawan perempuan sebagai komandan Tim. Menurut Presidium MER-C, dr. Joserizal Jurnalis, SpOT, MER-C menunjuk Nur Fitri karena ingin menunjukkan bahwa perempuan Indonesia adalah perempuan yang tangguh. “Kami menunjuk Nur Fitri sebagai komandan tim karena ingin menunjukkan bahwa perempuan Indonesia adalah perempuan yang tangguh, siap syahid, mewarisi darah Siti Manggopoh dan Laksamana Malahayati,” tegasnya. Sementara itu, dalam sambutanya di hadapan Presiden dan pejabat pemerintahan Turki seketika menerima penghargaan, Nur Fitri mengatakan bahwa sebenarnya dia merasa tidak layak menerima penghargaan tersebut. “Saya sadar benar bahwa sebenarnya saya tidak layak menerima penghargaan ini, jadi saya akan mendedikasikan pengharagaan ini untuk saudara-saudara yang gugur di Mavi Marmara dan untuk seluruh syuhada yang gugur ketika mereka membela palestina” ujarnya. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada semua orang terhadap kepeduliannya terhadap Palestina. “Saya ingin berterima kasih kepada anda semua dan kepada semua orang yang memiliki kepedulian terhadap Pelestina, tapi mungkin kita harus memiliki kepedulian yang lebih lagi karena mungkin dengan begitu Allah akan menurunkan bantuan-Nya kepada kita. Dan mungkin ketika saat itu tiba, Palestina akan merdeka” ujarnya. Penghargaan tahunan yang baru pertama kali diadakan ini memberikan penghargaan kepada para penggiat kepalestinaan dari berbagai negara di dunia. Selain Nur Fitri, lembaga internasional tersebut juga memberikan penghargaan kepada orang tua dari Muhammad Abu Khader, remaja Palestina yang dibakar oleh pemukim ilegal Yahudi pada 2014. Selain itu penghargaan juga diberikan kepada orang tua Rachel Corrie, aktifis asal Amerika Serikat yang tewas dilindas sebuah buldoser milik Israel ketika hendak menghancurkan rumah warga Palestina. “Rachel datang ke Gaza sebagai warga negara dunia dalam rangka melawan ketidakadilan bagi siapapun didunia ini” kata Cindy Corrie, ibu Rachel Corrie dalam sambutannya. Selain ketiga wanita tersebut, seorang aktifis asal Swedia Benjamin Ladraa turut pula menerima penghargaan atas kepeduliannya terhadap Palestina. Ladraa berjalan sejauh 5000 km dari Swedia menuju ke Al Quds untuk mengkampanyekan kepeduliannya terhadap Palestina. Penghargaan juga diberikan kepada syahid Naji Ali, aktitif – kartunis yang terkenal dengan karakter Hanzalah. (NIA, NFT- MER-C)

Aksi “Great Return March” Terus Berlanjut di Jum’at ke-3

Jum’at/13 April 2018, puluhan ribu warga Palestina kembali melakukan aksi yang mereka sebut “The Peaceful Great Return March” di sepanjang perbatasan Gaza – Israel. Ini adalah aksi Jum’at ke-3 dari rangkaian aksi yang telah dimulai sejak Jum’at/30 Maret 2018. Data terkini dari Kementerian Kesehatan Palestina yang kami terima menyatakan bahwa pada aksi Jum’at kemarin, sebanyak 1 warga Palestina syahid dan 969 warga mengalami luka-luka akibat serangan tentara Israel yang berjaga di sepanjang perbatasan.   RS Indonesia yang berada di Gaza bagian utara kembali menjadi salah satu rumah sakit rujukan bagi para perserta aksi yang mengalami luka-luka. Berdasarkan rilis Kementerian Kesehatan Palestina tersebut, sejak Jum’at kemarin RS Indonesia telah menangani sekitar 55 korban luka.   Aksi akan mencapai puncaknya pada 15 Mei 2018 mendatang, bertepatan dengan peringatan ke-70 tahun Hari Nakba, yaitu hari pengusiran warga Palestina untuk membuka jalan bagi terbentuknya negara Israel. Warga Palestina akan terus melakukan aksi menuntut hak mereka untuk kembali ke wilayah asal yang telah direbut oleh Israel.   Sebagai bentuk dukungan dan bantuan jangka panjang bagi perjuangan warga Palestina, MER-C akan melakukan pembangunan tahap 2 RS Indonesia berupa pembangunan 2 lantai tambahan dan juga penambahan fasilitas alat kesehatan.   Dukungan dan donasi untuk “Pembangunan Tahap 2 RS Indonesia di Jalur Gaza, Palestina” dapat disalurkan melalui :   BCA, 686.0153678 Bank Mandiri, 124.000.8111.925 BSM, 700.1352.061 BNI Syariah, 081.119.2973 BMI, 358.000.1720 BRI, 033.501.0007.60308   Semua rekening atas nama : Medical Emergency Rescue Committee   Info lebih lanjut: Website : www.mer-c.org Email : office@mer-c.org FB : @MER-C Indonesia IG : @mercindonesia / @rsindonesia Twitter : @mercindonesia / @RSIndonesia Youtube: mer-c indonesia Call Center : 0811990176

​Aksi “Great Return March” di Gaza Terus Berlanjut​

#MER-C UPDATE​ Aksi protes damai besar-besaran “Great March Return” di sepanjang perbatasan Gaza – Israel terus berlanjut. Dikutip dari mirajnews.com, pasukan Israel telah menewaskan 22 warga Palestina selama sepekan terakhir, termasuk 17 pada Jumat pertama aksi (30/3), dan melukai lebih dari 1.600 warga Palestina.  Aksi kembali berlangsung di Jum’at kedua (6/4) kemarin. Berdasarkan rilis Kemenkes Palestina, 8 warga Palestina dikabarkan syahid dan 1.356 lainnya luka-luka akibat tembakan tentara Israel. Para korban ditangani di berbagai RS di Jalur Gaza, termasuk RS Indonesia yang berada di Gaza Utara, sekitar 2,5 km dari perbatasan Israel. Korban yang ditangani di RS Indonesia saat ini mencapai 119 orang. Aksi rencananya akan terus berlanjut hingga 15 Mei 2018 mendatang. Aksi diselenggarakan sebagai protes besar tanpa kekerasan warga Palestina yang menuntut hak mereka untuk kembali ke wilayah asal yang telah direbut oleh Israel.   Info lebih lanjut: Website : www.mer-c.org Email : office@mer-c.org FB : @MER-C Indonesia IG : @mercindonesia / @rsindonesia Twitter : @mercindonesia / @RSIndonesia Youtube: mer-c indonesia Call Center : 0811990176   |Sebuah Amanah untuk Kemanusiaan bagi Orang-orang Yang Paling Membutuhkan|

Silahkan bertanya?