MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

MER-C Berangkatkan Tim ke-2 ke Rohingya Myanmar untuk Tindaklanjuti “Indonesia Health Center”

Jakarta – Senin (16/2), MER-C kembali memberangkatkan Tim Kemanusiaan ke Myanmar. Ini adalah pengiriman Tim ke-2 MER-C ke Myanmar setelah sebelumnya, pada bulan September 2012, MER-C mengirimkan tim pertama sebanyak 5 orang relawan yang telah melakukan assessment dan penyaluran bantuan medis tahap awal. Pada misi kemanusiaan ke-2 ini, Tim MER-C terdiri dari 7 orang relawan dengan berbagai keahlian, yaitu 1 dokter spesialis penyakit dalam, 2 dokter umum, 2 perawat, serta 2 relawan non medis dari divisi konstruksi dan divisi bantuan logistik MER-C. Target tim adalah kembali masuk dan menyalurkan secara langsung bantuan medis dan kemanusiaan ke wilayah konflik dan pengungsian di Provinsi Rakhine (Rakhine State), Myanmar.    Selain itu, dengan amanah donasi dari rakyat Indonesia, MER-C juga akan membuat program bantuan jangka panjang di wilayah ini. Salah satu program yang telah dicanangkan dan akan ditindaklanjuti oleh Tim ke-2 MER-C adalah rencana pembangunan “Indonesia Health Center”. Hal ini berdasakan hasil assessment tim pertama bahwa fasilitas di kamp pengungsian masih sangat minim, khususnya fasilitas kesehatan bagi para pengungsi. Program bantuan yang bersifat jangka panjang seperti “Indonesia Health Center” diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang dan menjadi simbol persahabatan Indonesia dan Myanmar, serta mempererat hubungan baik rakyat kedua negara. Keberangkatan Tim ke-2 MER-C ke Myanmar dimungkinkan setelah adanya izin dari Kementerian Luar Negeri dan Kantor Kepresidenan Myanmar yang sebelumnya telah melalui proses cukup panjang. Dengan adanya izin dari Kementerian Luar Negeri dan Kantor Kepresiden Myanmar ini, diharapkan misi kemanusiaan ke-2 MER-C bisa diberi kelancaran dan keamanan untuk seluruh anggota Tim. Dari Yangon, Rabu (18/2) Tim MER-C dijadwalkan akan bertolak ke Sittwe, ibukota Rakhine State dengan menggunakan maskapai penerbangan lokal. Sesuai izin, Tim akan berada di Rakhine State hingga hari Sabtu (21/2) untuk memberikan pelayanan medis kepada para pengungsi, memberikan bantuan obat-obatan dan memberikan bantuan paket alat kesehatan. Sementara relawan dari divisi Konstruksi MER-C akan fokus melakukan survei serta koordinasi dengan pihak terkait untuk rencana pembangunan sarana kesehatan yang akan diberi nama “Indonesia Health Center”. Apabila donasi dari rakyat Indonesia masih mencukupi, MER-C akan membuat program lanjutan diantaranya berupa pembuatan sarana air bersih dan MCK. Keberangkatan tim MER-C ke Myanmar pada hari Senin ini dilepas oleh dua Presidium MER-C, dr. Joserizal Jurnalis, SpOT dan Ir. Faried Thalib serta sejumlah relawan MER-C di Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta. Tim akan transit di Bangkok dan diperkirakan tiba di Yangon pada Senin malam ini, pkl. 19.00 waktu setempat. Setibanya di Yangon, Tim akan langsung berkoordinasi dengan KBRI Yangon dan sejumlah pihak terkait di Myanmar.   Rekening Donasi #Hand4Rohingya dapat disalurkan melalui: BSM, 700.1306.833 An. Medical Emergency Rescue Committee   Info lebih lanjut: www.mer-c.org Call center: 0811 99 0176              

Musim Dingin Melanda Gaza, MER-C Bagikan Selimut dan Baju Hangat

Gaza – Setelah bantuan selimut sebanyak 1.200 buah tersalurkan kepada warga Gaza sejak awal musim dingin lalu, kini MER-C Cabang Gaza kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan amanah dari para donatur di Indonesia. Bantuan yang diberikan kali ini adalah pakaian musim dingin yang terdiri dari kaos, long john, celana panjang, jaket hangat, untuk wanita ditambah dengan jalabiah tebal dan kerudung. Sebanyak 500 paket pakaian musim dingin disiapkan dan telah bertahap dibagikan sejak Selasa (3/2) lalu yang terdiri dari 150 stel pakaian untuk pria, 150 stel untuk wanita dan sisanya sebanyak 200 stel pakaian untuk anak-anak. Bantuan langsung disalurkan oleh relawan MER-C yang sedang bertugas untuk Pembangunan RS Indonesia di Gaza. Selimut dan pakaian dingin ini diharapkan dapat membantu warga Gaza bertahan menghadapi musim dingin yang kerendahan suhunya bisa mencapai hingga 5 derajat celcius. Bahkan, menurut informasi dua musim dingin terakhir adalah musim dingin terekstrim di Gaza setelah 50 tahun lamanya. Dampak musim dingin kali ini terasa lebih berat bagi warga Gaza terutama bagi mereka yang rumahnya hancur akibat agresi militer Israel pada perang 51 hari lalu, juga tentunya bagi rakyat kalangan bawah yang rumahnya tidak mampu menahan dinginnya musim tahun ini.   Dibandingkan dengan penyaluran bantuan-bantuan sebelumnya seperti sembako, peralatan sekolah, dll, teknis pemberian bantuan pakaian dingin dilakukan sedikit berbeda. Relawan MER-C terlebih dahulu membagikan kupon kepada para warga yang berhak. Warga penerima kupon kemudian dapat menukarkan kupon tersebut dengan satu paket pakaian dingin di toko pakaian yang telah ditunjuk oleh MER-C Cabang Gaza. Dengan cara ini diharapkan pakaian yang diterima warga bisa cocok dan sesuai baik ukuran, model dan warnanya. MER-C juga menugaskan beberapa relawannya untuk berjaga di toko pakaian yang telah ditetapkan tersebut untuk membantu melayani para warga yang berdatangan mengambil bantuan pakaian musim dingin mereka, karena setiap harinya warga yang datang untuk menukarkan kupon bantuan mencapai 100 orang. Dengan target 100 orang per hari, maka pembagian bantuan pakaian dingin ini akan selesai tersalurkan dalam 5 hari hingga Ahad (8/2).   Warga Gaza mengaku senang dengan bantuan dan sistem pembagian seperti ini karena mereka dapat memilih pakaian yang cocok untuk mereka dan bisa langsung mereka pakai kala musim dingin melanda Gaza seperti saat ini. Warga Gaza juga mengucapkan terima kasih kepada rakyat Indonesia atas kepedulian dan bantuan yang telah diberikan. Sementara itu, 19 relawan MER-C Indonesia masih berada di Gaza dengan tugas diantaranya untuk mengawal proses pengadaan alat kesehatan RS Indonesia di Gaza. Proses ini masih terus berlangsung, beberapa alat seperti nebulizer dan ventilator sudah tiba  dan akan menyusul kedatangan alat-alat lainnya yang akan mengisi seluruh ruangan RS Indonesia.          

Wisma Rakyat Indonesia di Gaza Tengah Dibangun

Gaza, Palestina – Bersamaan dengan proses pengadaan Alat Kesehatan untuk RS Indonesia di Gaza, Palestina, 19 orang relawan MER-C di Gaza juga sedang berfokus mengerjakan pembangunan Wisma Rakyat Indonesia. Wisma Rakyat Indonesia adalah bangunan yang terletak di belakang bangunan utama RS Indonesia, masih di dalam kompleks RS Indonesia. Menurut Ir. Edy Wahyudi, Site Manager program RS Indonesia, progress pembangunan Wisma Rakyat Indonesia sudah memasuki pengerjaan lantai 2. Apabila material semen tersedia, pembangunan wisma ini diperkirakan selesai pada Desember 2014. Pembangunan Wisma Rakyat Indonesia dimulai sejak tanggal 2 Juli 2014. Akibat agresi Israel yang berlangsung selama tujuh pekan pada bulan Juli – Agustus 2014 lalu, pembangunan Wisma juga sedikit terhambat. Hal ini karena mempertimbangkan keselamatan para relawan sehingga selama agresi banyak pekerjaan yang dilakukan hanya di dalam ruangan. Selain itu, pasca agresi, stok semen juga menjadi kendala. “Pembangunan RS Indonesia sudah mencapai lantai 2. Saat ini kami masih terkendala dengan stok semen di Gaza, apabila semen bisa segera masuk ke Gaza, pembangunan Wisma Rakyat Indonesia diharapkan bisa selesai pada Desember 2014, bersamaan dengan target selesainya pengadaan alat kesehatan RS Indonesia,” ujar Ir. Edy Wahyudi.  Wisma Rakyat Indonesia terletak di belakang bangunan utama RS Indonesi. Bangunan 2 lantai seluas 368 m2 ini nantinya akan berfungsi sebagai kantor MER-C Cabang Gaza dan tempat tinggal relawan yang bertugas di Gaza.                

Proses Pengadaan Alat Kesehatan Rumah Sakit Indonesia di Gaza Telah Dimulai

Jakarta – Donasi yang masuk ke MER-C untuk pengadaan alkes sudah hampir mencapai target, yaitu senilai 65 Milyar. Saat ini relawan MER-C dari divisi konstruksi, baik yang berada di Jakarta maupun yang berada di Gaza, sudah memulai proses pengadaan alat kesehatan RS Indonesia yang telah memasuki tahap seleksi alat-alat yang akan dibeli dari pemasok alkes di Gaza.  Sebelumnya, proses ini dimulai dari keberangkatan relawan medical technologist yang datang ke Gaza pada bulan Februari 2014, dimana tim tersebut selain mendatangi berbagai tempat untuk mengetahui proses pengadaan alat kesehatan untuk rumah sakit, juga berkoordinasi dengan pihak MOH. Tim mencoba untuk mencari pemasok alat-alat kesehatan yang ada di Gaza dikarenakan apabila di Gaza tidak terdapat pemasok alkes, maka peralatan tersebut harus dibeli dan didatangkan dari luar Gaza. Tim pengadaan alat kesehatan RS Indonesia yang diketuai oleh Ahyahudin Sodri ini membagi alat kesehatan tersebut ke dalam 14 paket yang ditawarkan kepada para pemasok. Setelah pihak relawan MER-C Jakarta dan Gaza berkomunikasi secara berkesinambungan baik melalui telpon maupun skype, akhirnya terkumpul sebanyak 12 pemasok yang sudah menyerahkan dokumen penawaran untuk alat kesehatan RS Indonesia. Seluruh dokumen penawaran saat ini telah di terima MER-C Pusat dan sedang dievaluasi untuk menentukan pemasok yang akan terpilih untuk menyediakan alat kesehatan RS Indonesia berdasarkan kriteria yang telah ditentukan sebelumnya oleh tim pengadaan alkes RS Indonesia. Proses pembelian ini dilakukan secara bertahap dan diharapkan akan selesai pada bulan Desember 2014, sehingga Rumah Sakit Indonesia ini dapat diserah-terimakan kepada pemerintah Gaza sebagai hadiah dari Rakyat Indonesia untuk Rakyat Gaza.        

PROGRAM KURBAN DI GAZA KEMBALI DI LAKSANAKAN

Jakarta – Dalam rangka menyambut Idul Adha 1435H MER-C Cabang Gaza kembali menyelenggarakan program qurban di Gaza. Qurban akan dilakukan langsung oleh 19 relawan RS Indonesia di Gaza mulai dari memilih, membeli, memotong, sampai membagikan hewan qurban langsung kepada yang berhak dan membutuhkan. Hewan qurban yang dipilih adalah domba dengan kisaran berat 48 – 50 kg dengan harga 420 USD atau senilai Rp. 5.040.000,- (Kurs Rp 12.000/USD) sedangkan untuk hewan sapi berat 500 kg dengan harga 2.880 USD atau Rp 34.620.000,- Pendaftaran dan pengiriman dana untuk program kurban dibuka mulai tanggal 12 september 2014, dan di tutup tanggal 27 september2014, akan tetapi karena masih ada masyarakat yang konfirmasi ingin kurban di Gaza, akhirnya pendaftaran di tutup  1 Oktober 2014. Rekening Program Qurban MER-C: BSM, Cabang Kramat No. Rek. 701.5658.902 A/n. Medical Emergency Rescue Committee, Bukti transfer dikirimkan ke MER-C mll fax 021-3159256 atau email ke merc@indosat.net.id, sertakan nama lengkap, alamat, no tlp/hp, alamat email untuk konfirmasi ulang. Hingga saat ini berdasarkan konfirmasi yang sudah masuk ke MER-C dan sudah terdata  jumlah hewan qurban untuk Gaza berjumlah 17 ekor domba dan 1 ekor sapi.                

MER-C Terus Salurkan Bantuan Kemanusiaan Rakyat Indonesia Secara Bertahap kepada Rakyat Gaza

Gaza – Memanfaatkan genjatan senjata yang cukup panjang selama 8 hari beberapa waktu lalu, MER-C Cabang Gaza melakukan kegiatan bantuan kemanusiaan berupa pembagian 2.000 paket sembako kepada warga Gaza yang membutuhkan. Pembagian dilaksanakan selama 3 hari gencatan senjata, dimana targetnya adalah warga yang rumahnya hancur karena agresi Israel, anak yatim dan fakir miskin. Proses pembagian dilakukan dengan beberapa cara. Pertama, para relawan turun langsung untuk membagikan. Kedua, bekerja sama dengan Instansi Pemerintah seperti pihak Civil Defense dan pengurus masjid atas nama pemerintah. Ketiga, bekerja sama dengan NGO. Keempat, warga datang ke RS Indonesia untuk mengambil bantuan secara langsung. Teknis pembagian ialah warga menyetorkan data lengkap mereka sebagai persyaratan untuk mendapatkan paket sembako. Hal ini untuk mencegah terjadinya double paket pada satu nama. Pembagian dilangsungkan di seluruh daerah di Jalur Gaza dari selatan hingga utara, dengan rincian daerahnya sbb, Utara: Bait Lahiya, Jabaliya, Syuja’iyah, Bait Hanun, Tal za’tar. Gaza city dan Zaitun. Selatan: Khonyunis dan Rafah. Selain sembako, bantuan lainnya yang juga telah tersalurkan dari donasi rakyat Indonesia adalah bantuan daging sapi menjelang Idul Fitri sebanyak 80 paket yang dibagikan kepada 80 keluarga, bantuan uang tunai bagi para korban luka-luka yang berada di Rumah Sakit dan korban agresi lainnya sebesar total USD 11,000 dan Rp 500 juta. Penyaluran bantuan kemanusiaan akan dilanjutkan dengan penambahan 2.000 paket sembako lagi dan menyusul juga paket alat-alat dapur. Sementara untuk bantuan obat-obatan dengan alokasi sebesar USD 200.000, prosesnya juga sedang berjalan dan selalu update setiap harinya, karena khusus obat-obatan relawan MER-C harus selalu berkomunikasi dengan pihak Kemenkes Gaza untuk mengetahui obat-obatan apa saja yang saat itu sangat dibutuhkan, demikian arahan yang disampaikan Jubir Kemenkes Gaza Dr. Ashraf Alqedra. MER-C melalui cabangnya di Gaza yang terdiri dari 19 relawan Indonesia dan beberapa relawan lokal akan terus menyalurkan amanah bantuan dari rakyat Indonesia secara bertahap kepada rakyat Gaza.                  

RELAWAN MER-C SALURKAN LANGSUNG BANTUAN RAKYAT INDONESIA UNTUK GAZA

Gaza – Relawan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) di jalur Gaza menyalurkan bantuan dari rakyat Indonesia kepada warga gaza secara langsung pada selasa 15/7. Ditengah serangan israel yang masih berlangsung relawan mendatangi rumah-rumah warga Gaza yang sedang membutuhkan dengan memberikan paket makanan pokok, demikian Ketua MER-C Cabang Gaza, Muqarrabin Al Fikri menyatakan. “Kami datangi rumah warga Gaza satu persatu, walaupun serangan israel masih terus berlangsung” Ujar Fikri. Mahasiswa Universitas Islam Gaza ini menambahkan bahwa ini baru bantuan awal saja, karena akan ada program lain berupa buka puasa bersama dengan anak yatim dan pembagian makanan untuk berbuka bagi para dhuafa. Sementara itu walaupun dua hari yang lalu RS Indonesia terkena imbas serangan Israel yang mengakibatkan kerusakan pada kaca dan plafond, relawan dalam kondisi selamat dan pekerjaan penyelesaian Rumah Sakit masih terus berangsung, relawan setiap harinya melakukan pekerjaan pekerjan seperti penyelesaian akhir pekerjaan elektrikal, serta pembersihan ruangan. Saat berita ini ditulis serangan israel masih terus berlangsung, sejumlah korban terus berjatuhan tercatat setidaknya 205 orang meninggal dan 1530 luka luka, kebanyakan dari mereka adalah anak-anak dan wanita. Warga dan pemerintah Gaza sendiri mengharapkan Rumah Sakit Indonesia segera beroperasi terlebih dalam situasi seperti ini, dimana daerah utara gaza tempat Rumah Sakit Indonesia berdiri adalah daerah yang paling banyak memakan korban serangan israel, karena jarak dengan perbatasan tanah jajahan israel hanya 2,5 km. MER-C sendiri berkomitment akan mempercepat beroperasinya RS Indonesia ini, yang semula direncanakan akan dibuka pada desember 2014, namun banyaknya donasi maka akan segera dilakukan pemesanan alat kesehatan agar segera beroperasi. Donasi untuk amanah Kemanusiaan Gaza: BSM, 700.2905.803 A/n. Medical Emergency Rescue Committee Donasi untuk Alat Kesehatan RS Indonesia di Gaza: . BCA, 686.0153678 . BSM,700.1352.061 BNI SYARIAH, 08.111.929.73 . BRI,033.501.0007.60308 . BMI, 301.00521.15 . Mandiri,124.0008111925 An. Medical Emergency Rescue Committee (nia)  

Israel Lancarkan Serangan Besar-besaran ke Jalur Gaza

Gaza – “Gaza diserang besar-besaran, malam ini, mulai dari selatan hingga utara Jalur Gaza. Israel luncurkan perang kali ini dengan Sandi “The Solid Rock”. Sementara Hamas menamakanya “Intifadhah Al Quds”. Teman-teman relawan alhamdulillah dalam keadaan baik. Mohon doanya,” tulis Ir. Nur Ikhwan salah satu relawan Indonesia di Gaza dalam pesan singkat yang diterima MER-C Pusat Jakarta pagi ini, Selasa (8/7).  MER-C Gaza menambahkan bahwa sebuah serangan juga terjadi tidak jauh dari lokasi Rumah Sakit Indonesia, Bayt Lahiya, Gaza Bagian Utara. Menyusul serangan yang meningkat ke seluruh wilayah Jalur Gaza beberapa waktu terakhir, hari ini MER-C Pusat Jakarta mengirimkan dana sebesar Rp 200juta ke Gaza yang terkumpul dari donasi masyarakat Indonesia untuk Kemanusiaan Gaza. Melalui Cabang MER-C yang sudah resmi berdiri di Gaza sejak tahun 2010, donasi tersebut akan disalurkan secara langsung oleh para relawan Indonesia di Gaza yang saat ini berjumlah 19 orang dalam 4 program di bulan Ramadhan, yaitu: 1. Memberikan bantuan sembako untuk korban agresi Israel 2. Memberikan bantuan sembako untuk keluarga dhuafa 3. Berbuka puasa bersama dengan anak yatim di Gaza 4. Berbuka puasa bersama keluarga dhuafa (langsung mendatangi rumah-rumah dhuafa). Program ini Inshallah Akan dilaksanakan Oleh relawan Indonesia, yang saat ini sedang melaksanakan penyelesaian pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Gaza Palestina. Donasi untuk amanah Kemanusiaan Gaza: BSM, 700.2905.803 A/n. Medical Emergency Rescue Committee Donasi untuk Alat Kesehatan RS Indonesia di Gaza: •BCA, 686.0153678 •BSM, 700.1352.061 •BNI SYARIAH, 08.111.929.73 •BRI, 033.501.0007.60308 •BMI, 301.00521.15 •Mandiri, 124.0008111925 An. Medical Emergency Rescue Committee        

SETIBANYA DI GAZA KE 15 RELAWAN INDONESIA SEGERA BEKERJA

Gaza – Sejumlah 15 orang relawan Indonesia yang tergabung dalam Medical Emergency Rescue Comiittee (MER-C) telah memulai pekerjaan pembangunan RS Indonesia di Jalur Gaza, Palestina sehari setalah kedatangan mereka, Senin (30/6). Pekerjaan difokuskan kepada penyelesaian pekerjaan listrik dan AC pada bangunan utama serta pekerjaan Wisma Rakyat Indonesia yang terletak di belakang bangunan utama.   “Untuk pekerjaan mekanikal elektrikal di bangunan utama akan kita fokuskan kepada instalasi transformer di ruangan operasi, kemudian menyelesaikan saluran air di ruangan sterilisai dan penyelesaian pekerjaan AC,” ujar Koordinator Lapangan bidang Mekanikal Elektrikal RS Indonesia, Karidi Abu Hanifah, relawan yang telah dua kali bertugas ke Gaza, Palestina.    Karidi juga berharap Tim ME (Mekanikal Elektrikal) akan secepat mungkin mengerjakan pekerjaan di bangunan utama untuk kemudian melanjutkan pembangunan Wisma Rakyat Indonesia.  Sementara itu, Koordinator Lapangan di bidang Sipil, Tata Lukita yang juga sudah dua kali bertugas di Gaza menyatakan bahwa pekerjaan tim sipil adalah menyelesaikan beberapa pekerjaan kecil sebelum memulai pekerjaan pembangunan Wisma Rakyat Indonesia, diantaranya penutupan ground tank dan saluran air di belakang gedung. “Kita akan tutup dulu ground tank air karena ini sangat penting. Kebutuhan air untuk Rumah Sakit Indonesia berasal dari ground tank yang berkapasitas 80 meter kubik ini. Setalah selesai kita akan langsung mengerjakan Indonesia Guest House atau Wisma Rakyat Indonesia” papar relawan yang mempunyai keahlian khusus dalam pembuatan kolam taman. Sementara itu, Site Manager Rumah Sakit Indonesia, Ir. Edy Wahyudi menyatakan bahwa pekerjaan Rumah Sakit Indonesia akan dilakukan secepat mungkin karena targetnya akhir tahun ini semua pekerjaan harus sudah selesai karena bangunan akan diserahterimakan kepada rakyat Gaza untuk bisa dipergunakan.    Untuk mewujudkan rencana ini, Tim MER-C di Indonesia akan melakukan penggalangan dana untuk melengkapi target tersebut. Dibutuhkan dana sejumlah 65 milyar rupiah untuk pengadaan alat kesehatan sebelum beroperasionalnya rumah sakit sumbangan rakyat Indonesia ini.    Bulan ramadhan bulan yang penuh berkah, semoga keberkahan ramadhan kali ini bisa mengetuk para dermawan dan donatur untuk memberikan sedikit dari hartanya untuk rakyat Palestina.    Bagi para dermawan dan donatur yang ingin memberikan dukungan dan bantuan untuk pengadaan alkes RS Indonesia di Gaza Palestina dapat disalurkan melalui:   BNI Syariah No. Rek. 08.111.929.73, BCA No. Rek. 686.0153.678, BRI No. Rek. 033.501.0007.60308, BSM No. Rek. 700.1352.061, BMI No. Rek. 301.00521.15, dan Bank Mandiri No. Rek. 124.0008111925,   atas nama Medical Emergency Rescue Committee.        

Dikawal Militer Mesir, 15 Relawan Indonesia Akhirnya Masuk Gaza

Gaza – Melakukan perjalanan selama dua hari dari Jakarta ke Kairo sejak Sabtu (28/06), sebanyak 15 relawan Indonesia untuk program RS Indonesia sempat tertahan pada usaha pertama untuk memasuki Gaza melalui Perbatasan Rafah, Ahad (29/06). Perjalanan ke Perbatasan Rafah kali ini pun berbeda dari biasanya. Bus yang membawa relawan  dikawal oleh pasukan militer Mesir dengan kendaraan dan persenjataan lengkap seperti tank, hammer dan lain sebagainya. Namun, kesabaran Tim diuji, setibanya di Perbatasan Rafah Mesir mereka belum diizinkan masuk ke Gaza dan terpaksa mencari penginapan untuk bermalam dan berusaha untuk masuk ke Gaza esok harinya.   Senin (30/06) sekitar pukul 09.00 waktu setempat, kelima belas relawan kembali bergegas ke Perbatasan Rafah Mesir. Empat relawan Indonesia yang berada di Gaza, yaitu Ir. Nur Ikhwan Abadi, Moqorrobin Alfikri, Muhammad Husein dan Reza Aldilla menunggu kedatangan relawan di Perbatasan dengan tak lepasnya berdoa agar proses perizinan para relawan yang baru datang dari Indonesia pada hari ini diberi kemudahan. Setelah melalui proses pengecekan paspor hingga lepas waktu Dzuhur akhirnya kelima belas relawan Indonesia berhasil memasuki Jalur Gaza dan disambut suka cita oleh para relawan di Gaza. Kedatangan kelima belas relawan ini menambah jumlah relawan Indonesia di Gaza menjadi total 19 orang. Setelah proses penyambutan, para relawan bergegas menuju lokasi RS Indonesia. Bagi Karidi, Tata Lukita,  Abdul Azis dan Luthfi Paimin ini adalah kali kedua mereka mendapat kesempatan dan dipercaya untuk bertugas di Gaza untuk program RS Indonesia. Bahkan bagi Ir. Edy Wahyudi ini adalah kesempatan ke-3 kalinya mendapat amanah memimpin Tim Relawan Konstruksi Pembangunan RS Indonesia. Sementara bagi 10 orang relawan lainnya ini adalah pengalaman pertama mereka bertugas di wilayah terblokade Gaza, Palestina yang selama ini hanya mereka dengar ceritanya. Meski bertugas di wilayah yang tidak aman bahkan beberapa hari terakhir kerap terjadi serangan yang getaran dan suara ledakannya terasa hingga RS Indonesia, namun niat dan tekad para relawan sudah bulat. Amanah tugas sudah menanti mereka untuk mengawal pengadaan alat kesehatan RS Indonesia. Tugas lainnya adalah melanjutkan proses pembangunan Wisma Rakyat Indonesia (Indonesia Guest House) yang terletak di belakang RS Indonesia dan perbaikan masjid yang berada di sebelah timur RS Indonesia.  Mohon do’a dan dukungan dari seluruh rakyat Indonesia, semoga proses pembangunan ini berjalan dengan lancar meskipun di tengah-tengah situasi yang sedang genting di Gaza-Palestina.                

Silahkan bertanya?