Beit Hanoun, Gaza Utara – Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) kembali menyalurkan bantuan makanan pokok untuk 200 keluarga di Beit Hanoun, Gaza Utara, pada Ahad (23/2), di tengah krisis yang masih melanda wilayah tersebut.
Bantuan ini terdiri dari beras, ayam, minyak goreng, kentang, lemon, tomat, dan bawang bombay yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan sekitar 1.200 warga terdampak perang.
Distribusi bantuan ini dilakukan oleh relawan Emergency Medical Team (EMT) MER-C ke-7 dr. Ni Nyoman Indirawati Kusuma, Sp.PD dan Puren Prasetiyadi, Amd.Kep., serta staf lokal Muhammad dan Dr. Abdul Karim.
Dr. Indira mengatakan, pembagian bantuan dilakukan pukul 12.00 waktu setempat, dengan lancar dan tanpa kendala berarti.
Ia mengatakan, Beit Hanoun sendiri merupakan daerah paling utara di Gaza yang berbatasan langsung dengan Israel. Hingga kini, akses bantuan ke wilayah tersebut masih sangat terbatas.
Berdasarkan hasil penilaian yang dilakukan saat bantuan makanan pertama pada 10 Februari 2025, tim menilai bahwa warga di daerah ini masih sangat membutuhkan suplai makanan dan air bersih.
Oleh karena itu, distribusi kedua ini kembali dilakukan guna membantu meringankan beban masyarakat setempat.
Selain menyalurkan bantuan makanan, relawan MER-C juga melakukan pengecekan terhadap sumber air yang mengalami kerusakan akibat serangan selama perang.
“Saat ini, belum ada sumber air yang berfungsi di Beit Hanoun. Dalam waktu dekat, tim berencana untuk melakukan perbaikan guna memastikan ketersediaan air bersih bagi warga, sehingga dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat setempat,” kata dr. Indira.
Sebelumnya, MER-C juga telah menyalurkan bantuan dua tanki air berukuran 5000 liter ke Beit Hanoun serta makanan siap saji untuk sekitar 1000 orang atau 130 keluarga.
Bantuan ini disambut dengan sukacita warga Beit Hanoun karena sebelumnya sangat sulit masuk ke Beit Hanoun. Mereka bahkan harus berjalan kaki lebih dari satu kilometer untuk bisa mendapatkan air bersih.














