Presidium Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Faried Thalib menghadiri pemakaman Mantan Perdana Menteri Palestina Ismail Haniyeh, di Doha, Qatar, Jumat (2/8).
“Kemarin tanggal 2 Agustus 2024, kami menghadiri prosesi shalat jenazah di hari Jumat di kota Doha Qatar. Semua berjalan hikmat, prosesi shalat sampai pada pemakamannya,” kata Faried.
Ia mengatakan, pemakaman Haniyeh ini juga dihadiri oleh banyak tokoh dari berbagai belahan dunia, baik ulama maupun para pejabat pemerintahan.
“Alhamdulillah kami dari MER-C dapat hadir bersama-sama dari shalat Jumat sampai shalat jenazahnya dan kami lanjutkan takziah ke tempat duka, yang memang sudah disiapkan oleh keluarga besar dari pada Ismail Haniya,” ujarnya.
“Tentunya kita hadir di sana, menyampaikan salam kepada rekan-rekan yang kami kenal baik, yaitu kepada anak-anaknya maupun pada pejabat tinggi Palestina” tambahnya.
Faried mengatakan sempat bertemu dr. Basem Naim, yang saat proses pembangunan RS Indonesia adalah Menteri Kesehatan, sehingga terkait langsung dengan proses pembangunan RS Indonesia. Dalam pertemuan itu, dr. Basem menyampaikan salam kepada seluruh jajaran MER-C dan masyarakat Indonesia yang mempunyai kepedulian serta perhatian besar terhadap bangsa Palestina.
Faried mengatakan, MER-C sendiri memiliki sejarah khusus dengan Ismail Haniyeh karena ia adalah orang yang memberikan izin untuk membangun Rumah Sakit Indonesia di Gaza Utara.
“Beliau memberikan jalan yang seluas-luasnya dari mulai perizinan sampai fasilitas lahan yang diberikan secara wakaf. Ini sudah terwujud dan kita juga mempunyai program-program yang terkait dengan masalah kesehatan dan masalah kemanusiaan. Insya Allah itu akan terus berjalan,” ungkapnya.
“Beliau telah mendahului kita semua dalam keadaan yang memang dicita-citakan, mati syahid dalam perjuangan membebaskan Palestina. Itu sudah menjadi tanggung jawab beliau dan juga masyarakat Palestina serta kita semua sebagai umat muslim,” tuturnya.
“Kami meyakini dengan wafatnya beliau tidak akan melemahkan Palestina untuk meraih kemerdekaan,” pungkasnya.
Ismail Haniyeh gugur bersama dengan pengawalnya di Tehran, Iran, pada 31 Juli 2024 akibat serangan Israel. Kepergiannya ke Iran ini dalam rangka menghadiri pelantikan Presiden Iran yang baru, Masud Pazeshkian.










