
Gaza Utara—Relawan dari Emergency Medical Team (EMT) MER-C, dr. Eka Budhi Satyawardhana, SpBS, pada 25 Februari 2025 melakukan pelaporan langsung dari Beit Hanoun, Gaza Utara, yang berbatasan langsung dengan wilayah yang dikuasai Israel.

Dalam laporannya, dr. Eka mengungkapkan bahwa sebagian besar wilayah tersebut telah rata dengan tanah akibat serangan penjajah Israel.
“Wilayah ini hampir rata semua dengan tanah. Rumah-rumah yang sebelumnya mungkin memiliki dua hingga tiga lantai kini sudah hancur,” ujar dr. Eka saat melakukan survei di di kawasan timur jalan utama Shalahuddin, Gaza Utara.

Ia juga menyebutkan bahwa sekitar dua hingga tiga hari yang lalu, Gaza diguyur hujan deras dengan suhu mencapai 4 derajat Celsius, menambah penderitaan warga yang tinggal di daerah yang hampir sepenuhnya hancur.
“Bisa dibayangkan, penduduk Gaza dengan kondisi rumah seperti ini terpaksa harus tinggal di tenda-tenda darurat,” katanya.
Selain masalah tempat tinggal, dr. Eka juga menyoroti krisis air yang masih terjadi.

“Masalah air juga masih menjadi kendala besar di sini. Penduduk mengandalkan bantuan tanki air dari Gaza City yang didistribusikan 2-3 kali sehari. Satu tanki biasanya berukuran 5.000 liter, yang tentunya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” jelasnya.
“Hujan deras juga menyebabkan genangan air yang memicu masalah lingkungan, termasuk penumpukan sampah yang belum diangkut. Ini bisa menimbulkan risiko penyakit, terutama yang berhubungan dengan pencernaan,” tambah dr. Eka.

Meski begitu, dr. Eka berharap ada solusi terbaik untuk meringankan beban penduduk Gaza terutama untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti air bersih dan tempat tinggal yang layak.