Jakarta - Sabtu sore yang sejuk diiringi oleh gerimis kecil tanggal  16 November 2013 pukul 16.00 perwakilan Dokter Indonesia Bersatu (DIB) mengunjungi kantor MER-C. Dialog hangat berlangsung dalam pertemuan itu. Perwakilan DIB antara lain dr. Agung Sapta, dr. Feny Ramadiana, dan dr. Yuliani, parwakilan ini disambut oleh dr. Yogi Prabowo, dr, Joserizal Jurnalis, dr. Rizky Adriansyah, dr, Hadiki Habib, dan dr. Zecky Eko, dari MER-C.

Membicarakan masalah kesehatan di Indonesia, memang agak sulit dicari ujung pangkalnya, oleh karena itu, dalam forum sederhana itu diskusi ditujukan untuk sosialisasi latar belakang dan aktivitas yang dilakukan DIB.

Dr. Yogi mengawali diskusi dengan menjelaskan bahwa MER-C sebagai organisasi dengan latar belakang medis tentu tetap harus mengikuti perkembangan dunia kesehatan di Indonesia. Secara pribadi, beliau berpendapat bahwa tenaga kesehatan di Indonesia khususnya dokter masih kurang mau bekerjasama untuk memperjuangkan hak-hak profesi mereka. Bahwa profesi kedokteran secara kolektif saat ini telah menjadi kelompok pekerja dalam satu bisnis kesehatan, dan dalam menyikapi BPJS, beliau mengharapkan dokter ditempatkan di posisi yang layak sebagai pemberi pelayanan kesehatan dan diberikan keleluasaan untuk menangani pasien sesuai dengan standar pelayanan medis.

Dr. Agung dari DIB menjelaskan sejarah dan latar belakang berdirinya DIB berasal dari keresahan pada dokter terhadap berbagai masalah kesehatan, aspirasi yang mereka punya saat itu tidak tersalurkan dan mereka menganggap belum ada advokasi yang kuat untuk membantu menyelesaikan masalah kedokteran, mulai dari pendidikan dokter, internship, BPJS, sampai persoalan hukum. Dijelaskan juga bahwa DIB merupakan gerakan sosial, dan mereka tetap berhadap Ikatan Dokter Indonesia masih bisa dijadikan saluran aspirasi dan perjuangan agar tercipta sistim kesehatan yang mampu menyehatkan masyarakat (dokter dan pasien).

Beberapa pendapat dan tanggapan hadir dalam forum diskusi, dan akhirnya tercipta beberapa sintesis, antara lain diperlukan dialog berkelanjutan dan sistimatis bila perlu menghadirkan narasumber dari pihak Ikatan Dokter Indonesia, Departemen Kesehatan, dokter yang bertugas  dan dibutuhkan data-data valid, sebelum melakukan argumentasi mengenai suatu masalah

Untuk melaksanakan diskusi, divisi kajian MER-C melalui dr Rizky  menyampaikan kesiapan untuk memfasilitasi tempat dan sosialisasi melalui jaringan MER-C yang ada, sedangkan Dr. Joserizal memberikan usul agar DIB menjadi organisasi resmi sehingga memiliki Legal Standing untuk melakukan peninjauan kembali terhadap beberapa point yang dianggap rancu dalam undang-undang kesehatan dan praktik kedokteran.

Related Post

Dukung Sosial Media Kami

Langganan Info & Berita MER-C