Jakarta - Bang Din, begitu biasa kami memanggilnya, adalah salah satu relawan MER-C di Aceh yang juga merupakan korban tsunami. Pasca tsunami dahsyat menerjang kampung halamannya di Panga, Aceh Jaya pada penghujung tahun 2004 silam, pemilik nama lengkap Syarifudin ini mewakafkan sebidang tanah miliknya kepada MER-C untuk pembangunan sarana kesehatan. Gelombang tsunami memang telah menyapu hampir semua bangunan di daerahnya. Bekerjasama dengan NGO asal Malaysia, MER-C membangun sebuah Klinik Rawat Inap di atas tanah wakaf tersebut. Dengan adanya donasi dari masyarakat Indonesia untuk amanah Aceh, MER-C kemudian melengkapi Klinik tersebut dengan berbagai peralatan medis. Kini, Klinik Rawat Inap Panga yang telah beroperasi sejak Maret 2006 telah dinaikkan statusnya oleh Pemda setempat menjadi Puskesmas Rawat Inap dan sampai saat ini masih menjadi sentra pelayanan kesehatan bagi masyarakat Panga dan sekitarnya.

Senin (30/9), Bang Din tiba di Jakarta setelah mendapat rujukan dari Aceh. Bang Din menderita penyakit kanker leukemia akut sehingga harus mendapatkan pengobatan lebih lanjut di RS Dharmais Jakarta. Selama dirawat di pusat kanker nasional ini, beberapa relawan medis MER-C secara bergantian memantau kondisi kesehatannya. Namun, baru beberapa hari mendapat pengobatan, kondisi Bang Din terus menurun. Pada hari Kamis (10/10), sekitar pukul 18.00, Bang Din menghembuskan nafas terakhirnya dan kembali menghadap Sang Maha Pencipta setelah berjuang keras melawan penyakit kankernya.

Pagi ini Jum'at (11/10), jenazah Bang Din telah diterbangkan ke Aceh untuk dikembalikan kepada keluarga dan dimakamkan di tanah kelahirannya.

Selamat jalan Bang Din...

Doa kami menyertaimu....

Semoga tanah yang sudah engkau wakafkan, yang diatasnya telah berdiri sebuah Puskesmas Rawat Inap bisa menjadi ladang amal ibadah yang tidak putus untukmu...

Aamiin...

Dukung Sosial Media Kami

Langganan Info & Berita MER-C