PRESS RELEASE : Hospitals of North Gaza Under Aggressive Attacks to Shut Down All Healthcare Provision in the Area

Three hospitals in Northern Gaza have been under siege for over 80 days. During this period, the Emergency Medical Team (EMT) of MER-C Indonesia has been providing assistance at Kamal Adwan Hospital, where they have witnessed intense attacks. Due to security concerns, they were ultimately forced to leave the facility.

On Saturday Morning, December 21, 2024, Dr. Hussam Abu Safiya, the Director of Kamal Adwan Hospital, received an evacuation order via loudspeaker directly on the ground, instructing the transfer of patients to Indonesia Hospital.

On Sunday, December 22, 2024, medical staff at Indonesia Hospital made preparations to receive patients from Kamal Adwan Hospital. At present, Indonesia Hospital is sufficiently equipped in terms of available space to accommodate these patients. However, several constraints remain, including the operation of only one functional generator, and insufficient supplies of water, food, and medical provisions.

In response, MER-C Indonesia calls upon the international community, world leaders, and the United Nations to take the following actions:

1.    Deconfliction and Hospital Functionality: Given that the IOF has ordered the evacuation of patients from Kamal Adwan to Indonesia Hospital, it is imperative that Indonesia Hospital be deconflicted, allowed to operate as a functioning hospital, and that humanitarian access be guaranteed to enable the delivery of aid;

2.    Safe Passage for Patient Transfer: There must be a guarantee of safe passage for the transfer of patients from Kamal Adwan Hospital to Indonesia Hospital;

3.    Support for the Evacuation Process: The IOF must permit the Palestinian Ministry of Health and the international community to facilitate and support the evacuation process;

4.    Maintaining Kamal Adwan Hospital as a Functional Medical Facility: Given the logistical and time constraints in transferring all patients from Kamal Adwan to Indonesia Hospital, it is imperative that Kamal Adwan Hospital be maintained as a functional medical facility to continue providing care to patients until the full evacuation can be completed.

5.    Full Protection for Volunteers and Medical Teams

To ensure the provision of optimal medical assistance, it is essential to guarantee the safety and security of medical teams and volunteers as they carry out their duties.

We call for the preservation of the remaining healthcare infrastructure in northern Gaza and firmly oppose the forced displacement of residents from the region. Furthermore, we condemn all efforts by the Israel Occupation Forces (IOF) to close hospitals and disrupt the healthcare system in northern Gaza.

Jakarta, December 24th, 2024
MER-C Indonesia


-----------------------------------------------------------------------

SIARAN PERS 

Rumah Sakit di Gaza Utara Jadi Sasaran Serangan Agresif hingga Menutup Semua Layanan Kesehatan di Wilayah Tersebut 

Tiga rumah sakit di Gaza Utara telah dikepung selama lebih dari 80 hari. Selama periode ini, Tim Emergency Medical Team (EMT) MER-C Indonesia telah memberikan bantuan di RS Kamal Adwan, dimana para relawan menyaksikan serangan hebat di lokasi tersebut. Untuk masalah keamanan, mereka akhirnya terpaksa meninggalkan RS tersebut.

Pada Sabtu pagi, 21 Desember 2024, dr. Husam, direktur RS Kamal Adwan, menerima perintah evakuasi melalui pengeras suara langsung di lapangan yang menginstruksikan pemindahan pasien ke RS Indonesia.

Pada Minggu, 22 Desember 2024, staf medis di RS Indonesia melakukan persiapan untuk menerima pasien dari RS Kamal Adwan. Saat ini, RS Indonesia memiliki cukup perlengkapan dalam hal kesediaan ruangan yang bisa menampung pasien-pasien ini. Namun masih ada beberapa kendala, termasuk kendala pengoperasian yang dimana hanya satu generator yang dapat berfungsi, dan juga kendala persediaan air, makanan, dan perlengkapan medis yang tidak mencukupi.

Sebagai tanggapan, MER-C Indonesia menyerukan kepada masyarakat internasional, para pemimpin dunia, dan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk mengambil tindakan berikut:

1. Dekonfliksi dan Fungsionalitas Rumah Sakit: Mengingat bahwa IOF telah memerintahkan evakuasi pasien dari Kamal Adwan ke Rumah Sakit Indonesia, sangat penting bahwa RS Indonesia didekonfliksi, diizinkan untuk beroperasi sebagai rumah sakit yang berfungsi, dan memastikan bahwa akses kemanusiaan dijamin untuk memungkinkan pengiriman bantuan.

2. Jalur Aman untuk Pemindahan Pasien: Harus ada jaminan jalur aman untuk pemindahan pasien dari Rumah Sakit Kamal Adwan ke Rumah Sakit Indonesia.

3. Dukungan untuk Proses Evakuasi: IOF harus mengizinkan Kementerian Kesehatan Palestina dan masyarakat internasional untuk memfasilitasi dan mendukung proses evakuasi pasien RS.

4. Menjaga Fungsionalitas Rumah Sakit Kamal Adwan sebagai Fasilitas Medis yang Berfungsi: Mengingat keterbatasan logistik dan waktu dalam memindahkan semua pasien dari Kamal Adwan ke Rumah Sakit Indonesia, sangat penting bagi Rumah Sakit Kamal Adwan untuk tetap dipertahankan sebagai fasilitas medis yang berfungsi untuk dapat terus memberikan perawatan kepada pasien hingga evakuasi penuh dapat diselesaikan.

5. Perlindungan Penuh bagi Relawan dan Tim Medis: Untuk memastikan penyediaan bantuan medis yang optimal, sangat penting untuk menjamin keselamatan dan keamanan tim medis dan relawan saat mereka menjalankan tugasnya.

Kami menyerukan pelestarian infrastruktur perawatan kesehatan yang tersisa di Gaza Utara dan dengan tegas menentang pemindahan paksa penduduk dari wilayah tersebut. Dan kami mengutuk semua upaya Pasukan Penjajahan Israel (IOF) untuk menutup rumah sakit dan mengganggu sistem perawatan kesehatan yang ada di Gaza utara.


Jakarta, 24 Desember 2024 
MER-C Indonesia