MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

Pekerja Muslim PT Badak NGL Bontang Serahkan Donasi Rp 100 Juta untuk RS Indonesia di Gaza

Pekerja muslim PT Badak NGL Bontang Kalimantan Timur menyerahkan donasi sebesar Rp 100 juta bagi program Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza, Palestina. Donasi diserahkan oleh Agus Ahmad Ashari, Pengurus Bidang Dakwah Yayasan Umat Islam NGL Badak, Selasa/30 Agustus 2022. Donasi diterima secara simbolis oleh perwakilan MER-C, Tina Leonard dan Karidi salah satu relawan yang pernah bertugas di Jalur Gaza, Palestina sebagai tim pembangunan RS Indonesia.     Menurut Agus, donasi dikumpulkan dari pekerja muslim PT Badak NGL melalui program “Gaza Memanggil” yang diadakan selama dua pekan.   “Pada Program Gaza memanggil di bulan Agustus 2022 ini, penggalangan dana kami lakukan selama dua pekan mulai hari Kamis sampai dengan hari Sabtu pekan berikutnya. Ini artinya dua kali pengambilan hasil kotak infaq di masjid kami, Masjid Al Kautsar di Bontang. Selain donasi dari kotak infaq, kami juga membuka donasi melalui transfer,” tutur Agus.    Pengurus Yayasan Umat Islam Badak NGL, menurutnya saat ini berusaha lebih selektif dalam memilih NGO atau Yayasan untuk menyalurkan donasi dana dari pekerja muslim perusahaan. Hal ini dilakukan agar titipan amanah dapat tersampaikan dengan baik kepada yang berhak menerimanya. MER-C menurutnya menjadi salah satu pilihan pengurus Yayasan untuk menjadi Lembaga penyaluran donasi ini.   “Kami melihat MER-C sebagai salah satu NGO yang sudah lama berkiprah dalam kemanusiaan. Orang-orangnya sejauh ini amanah, sehingga akhirnya kami seluruh pengurus bersepakat memilih MER-C, khususnya program Rumah Sakit Indonesia, karena memang keberadaannya sangat dibutuhkan terlebih saat ada serangan. Ada dua Lembaga yang kami pilih, salah satunya MER-C,” lanjut AGus.   Ia berharap donasi yang diberikan bermanfaat untuk membantu serta mendukung program Rumah Sakit Indonesia. Mewakili Pengurus dan Pekerja Muslim PT Bada NGL ia juga mendoakan MER-C tetap menjadi lembaga yang amanah dalam menyalurkan donasi dari masyarakat. “Semoga MER-C tetap amanah, tetap bersemangat dan selalu luruskan niat,” ujarnya.

MER-C dan BWA akan Bersinergi dalam Program “Wakaf Kapal Dakwah Dokter Care” di Papua Barat

Badan Wakaf Al Qur’an (BWA) sambangi Markas Pusat MER-C di bilangan Senen, Jakarta Pusat, Kamis/25 Agustus 2022. Kunjungan BWA diterima oleh Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad dan Koordinator MER-C untuk Papua, dr. Zackya Yahya Setiawan, SpOK. Agus Ni’amillah, Kepala Pengembangan Program BWA menjelaskan tujuan kunjungan adalah untuk membicarakan sinergi kedua lembaga khususnya dalam program pelayanan kesehatan. “Program yang sedang disinergikan dengan MER-C adalah Program Wakaf Khusus dengan nama project “Wakaf Kapal Dakwah Dokter Care”. Ini adalah kapal dakwah BWA yang ke-4,” ujar Agus. “Kita sebut Dokter Care karena disamping kapal dakwah, juga berfungsi untuk fasilitas kesehatan yang bisa meng-cover layanan ke kepulauan-kepulauan terpencil di nusantara. Harapannya ke sana, sehingga bisa sedikit memberikan solusi untuk permasalahan kesehatan saudara-saudara kita yang masih kesulitan menjangkau fasilitas kesehatan,” lanjutnya. Sesuai dengan namanya, yaitu “Wakaf Kapal Dakwah Dokter Care”, maka BWA menjajaki kerjasama dengan MER-C sebagai lembaga kesehatan yang sudah berpengalaman. “Kami memandang MER-C tentu sudah memiliki kepercayaan dari umat untuk mengelola kegiatan yang bersifat layanan kesehatan dan kemanusiaan. Harapan kami pengadaan kapal ini bisa lebih bermanfaat karena akan dioperasikan bersama dengan lembaga kesehatan yang sudah terpercaya. MER-C menyediakan layanan dan tenaga medis, BWA menyediakan sarana kapal dan kegiatannya, yang nantinya tidak hanya dalam bidang kesehatan, tapi juga ekonomi, dsb,” jelas Agus. Ia menambahkan saat ini kapal dalam proses modifikasi. “Kita harapkan awal tahun depan bisa beroperasi, sehingga masyarakat bisa segera menikmati layanan kesehatan ini.” Koordinator MER-C untuk Papua, dr. Zackya Yahya Setiawan, SpOk menyambut positif rencana kerjasama MER-C dan BWA, khususnya di Papua Barat. Pasalnya, wilayah program MER-C ini terdiri dari kampung-kampung yang tersebar di pulau-pulau sehingga sangat membutuhkan transportasi berupa kapal. “Karakteristik wilayah di Papua Barat memang membutuhkan transportasi kapal, karena tidak bisa dijangkau melalui darat, hanya bisa melalui air. BWA memiliki fasilitas kapal, MER-C memiliki SDM dan pengalaman sekian belas tahun di Papua dan Papua Barat. Ini adalah sebuah peluang yang besar bagi kedua lembaga untuk program jangka panjang yang kita harapkan bisa segera terwujud.” ujarnya. Mengenai wilayah program, Zackya menjelaskan bahwa target wilayah yang akan disinergikan dengan BWA adalah seluruh Pulau Salawati dan Kepulauan Misol di Kabupaten Raja Ampat. “Ini merupakan wilayah kerja MER-C. Namun selama ini karena keterbatasan dana sehingga kami hanya bisa sesekali saja ke sana,” tambah Zackya. BWA menurutnya lagi, sangat tepat menjadikan wilayah Papua Barat sebagai sasaran program karena populasi muslim di Papua Barat sekitar 90% dan merupakan wilayah dengan populasi muslim asli Papua terbesar. “Zackya berharap sinergi yang ada nantinya bisa memperpanjang waktu program dan memperluas jangkauan wilayah program. Program ini adalah program bersifat swadaya yang membutuhkan dukungan semua pihak. Untuk itu, MER-C dan BWA mengajak masyarakat untuk turut berwakaf dan berdonasi pada aktifitas layanan kesehatan ini. Jakarta, 26 Agustus 2022

MER-C Minta Pemerintah Tolak Timnas Israel

MER-C berharap pemerintah selaras dalam perbuatan ketika mendukung Palestina dan menolak Israel yang menjajah Palestina.     JAKARTA — Presidium Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) menyampaikan pesan kepada Pemerintah Indonesia mengenai polemik keikutsertaan timnas Israel dalam Piala Dunia U-20 di Indonesia pada tahun 2023. MER-C berharap pemerintah selaras dalam perbuatan ketika mendukung Palestina dan menolak Israel yang menjajah Palestina.   “Ini harapan dan permintaan kami kepada Presiden (Joko Widodo), khususnya agar secara tegas (pemerintah) menolak kepentingan timnas Israel ikut dalam Piala Dunia U-20 di Indonesia,” ujar Ketua Presidium MER-C dr Sarbini Abdul Murad di kantor Republika, Jakarta, Jumat (19/8).   Sarbini mengingatkan, Presiden Sukarno pernah menolak kepentingan Israel pada tahun 1962 ketika Asian Games. Kalau Presiden Jokowi mampu menolak timnas Israel ikut dalam Piala Dunia U-20 di Indonesia tahun 2023, artinya Jokowi mampu mengembalikan keberanian dan konsistensi Bung Karno dalam mendukung Palestina.   MER-C yakin Presiden Jokowi akan memperhatikan aspirasi masyarakat. Harapannya, konstitusi Indonesia yang jelas mengatakan bahwa penjajahan di atas bumi harus dihapuskan betul-betul dilaksanakan secara konsisten dan konsekuen oleh Pemerintah Indonesia.   Kepada Wakil Presiden (Wapres) KH Ma’ruf Amin, MER-C menyampaikan, Wapres adalah seorang ulama. Karena itu, MER-C yakin, Kiai Ma’ruf akan memberikan yang terbaik kepada pemerintah dan rakyat Palestina. MER-C juga yakin Kiai Ma’ruf akan menolak timnas Israel ikut dalam Piala Dunia U-20 di Indonesia.   Sarbini mengingatkan, jika timnas Israel mengikuti Piala Dunia U-20 di Indonesia, masyarakat Indonesia pasti akan kecewa. “Akan ada kekecewaan yang terjadi di masyarakat ketika timnas Israel masuk ke Indonesia, bisa jadi ada penolakan yang ekstrem (terhadap timnas Israel),” ujarnya.   Sarbini berpandangan, jika timnas Israel ikut dalam Piala Dunia U-20 di Indonesia, sama saja pemerintah melanggar konstitusi Indonesia. Jadi, ada dua hal yang akan terjadi. Pertama, respons keras masyarakat. Kedua, pemerintah melanggar konstitusi. Dua hal ini yang harus dihindari.   “Sesuatu yang tidak bagus untuk kita (pemerintah dan bangsa Indonesia) dan untuk sejarah bangsa Indonesia, maka pemerintah harus tegas untuk bisa melaksanakan hal yang diinginkan oleh konstitusi dan masyarakat Indonesia,” ujar Sarbini.   Sebelumnya, dalam rangka safari kemanusiaan untuk menolak kedatangan timnas Israel, Sarbini bertemu dengan Ketua Presidium Majelis Ormas Islam (MOI) KH Nazar Haris pada Kamis (18/8). Dalam pertemuan tersebut, Ketua Presidium MOI memberikan apresiasi positif atas kunjungan dan pencerahan yang disampaikan oleh pimpinan MER-C.   Kiai Nazar menyambut baik dan mendukung gagasan MER-C menolak kedatangan timnas Israel ke Indonesia. Sebab, penolakan ini adalah bentuk pembelaan terhadap konstitusi bangsa Indonesia.   “Sesuai dengan UUD 1945, tujuan kita mendirikan negara ini adalah memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut serta dalam ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial,” kata Kiai Nazar melalui keterangan tertulis.   Kiai Nazar juga menyampaikan, apabila bangsa Indonesia membiarkan Israel hadir ke Indonesia, Indonesia bisa terancam dengan penjajahan baru, dengan model baru, dan penjajahan lebih ketat.   “Untuk itu, kita akan mencari cara supaya kita bisa menggalang bersama, menjaga kedaulatan bangsa dan kita bisa melindungi bangsa Indonesia dari model-model penjajahan yang sedang direkayasa,” ujar Kiai Nazar.     Link :

Majelis Ormas Islam Dukung Gagasan Tolak Kedatangan Timnas Israel ke Indonesia

Dalam rangka “Safari Kemanusiaan untuk Menolak Kedatangan Tim Nasional Israel”, Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad bertemu dengan Ketua Presidium Majelis Ormas Islam atau MOI, KH. Nazar Haris, Kamis/18 Agustus 2022. Dalam pertemuan tersebut, Ketua Presidium MOI, memberikan apresiasi positif atas kunjungan dan pencerahan yang disampaikan oleh Pimpinan MER-C. Ia menyambut baik dan mendukung gagasan MER-C menolak kedatangan Tim Sepak Bola Nasional Israel ke Indonesia karena ini adalah bentuk pembelaan terhadap bangsa. “Kita berterima kasih atas kunjungan dan pencerahan dari MER-C terkait rencana kedatangan Timnas Israel,” tutur Nazar. “Ini adalah pembelaan kepada bangsa. Bahwa sesuai dengan UUD 1945 tujuan kita mendirikan negara ini adalah memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut serta dalam ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial,” imbuhnya. Pimpinan Majelis Ormas Islam tersebut juga memaparkan bahwa dalam sejarah Yahudi Israel memang biasa melakukan pendekatan-pendekatan untuk mendapatkan akses masuk ke dalam suatu negeri. “Seperti halnya saat ini mereka sudah melakukan pendekatan kepada negeri-negeri di Timur Tengah supaya terbuka peluang untuk perdagangan,” ujarnya. “Dimulai dari perdagangan, tapi kemudian mereka bisa menguasai perekonomian suatu bangsa. Ini kebiasaan Israel yang telah dipraktekkan puluhan tahun bahkan berabad-abad. Itulah yang dialami di Eropa ketika bangsa Eropa takluk di bawah penjajahan ekonomi Yahudi, begitu juga yang mereka lakukan di Amerika,” tambah Nazar. Lebih jauh ia juga menyampaikan bahwa apabila bangsa Indonesia terus menyerah dan membiarkan Israel hadir ke Indonesia, maka Indonesia bisa terancam dengan penjajahan baru, dengan model baru dan penjajahan lebih ketat. “Kalau sekarang sebagian bangsa kita merasa terjajah oleh etnis tertentu, maka kita sedang menghadirkan satu etnis baru untuk menjajah negeri ini, dan ini lebih parah. Untuk itu, kita akan mencari cara supaya kita bisa menggalang bersama, menjaga kedaulatan bangsa dan kita bisa melindungi bangsa Indonesia dari model-model penjajahan yang sedang direkayasa,” ujarnya. Untuk itu, menurutnya Majelis Ormas Islam akan mengadakan pembahasan lebih lanjut dan serius mengenai hal ini. Turut hadir dalam pertemuan ini Ketua Komite Indonesia untuk Solidaritas Dunia Islam (KISDI), HM. Mursalin, Pengurus MOI dan MER-C. Sebelumnya, pada Rabu/29 Juni 2022, MER-C bersama lembaga peduli Palestina, yaitu AWG (Aqsa Working Group), BSMI (Bulan Sabit Merah Indonesia) dan KISDI (Komite Indonesia untuk Solidaritas Dunia Islam) telah mengadakan konferensi pers bersama menolak kedatangan Timnas Israel. Lolosnya timnas Israel akan menjadi ujian berat bangsa Indonesia untuk membuktikan kekonsistenannya dalam pembelaan terhadap Palestina dan penolakan atas segala bentuk penjajahan seperti yang termaktub dalam UUD 1945. Upaya penolakan ini akan terus dilakukan tidak hanya karena daftar panjang pelanggaran HAM namun juga penjajahan yang masih dilakukan Israel terhadap bangsa Palestina yang bertentangan dengan konstitusi negara Indonesia dan hukum Internasional.

Meski Terkendala Air, Pembangunan Bantuan Musholla di Lombok Terus Berlanjut

Kayangan, Lombok Utara – Memasuki 1,5 bulan pengerjaan, progress pembangunan musholla di Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat mencapai lebih dari 50 persen. Saat ini sedang dilakukan pemasangan begisting dan pembesian atap serta pemasangan instalasi listrik. Site Manager program, Ir. Nur Ikhwan Abadi mengatakan kendala terbesar pembangunan di wilayah ini adalah sulitnya air baik untuk aktifitas pembangunan maupun untuk keperluan sehari-hari. “Air di sini kurang lancar, karena memakai saluran irigasi dan bergantian. Tiap hari Jum’at dan Rabu, air berhenti mengalir karena dialihkan ke kampung lain. Bahkan pernah selama 3 hari air tidak mengalir,” ujar Nur Ikhwan. “Musim kemarau ini mata air mengecil dan warga berebutan untuk mendapatkan air,” lanjutnya. “Alhamdulillah, pada pertengahan Juli lalu, dari Dinas Damkar Pos Kayangan sempat mengirimkan 2.000 liter air gratis ke sini.” Untuk keperluan pembangunan dan kebutuhan sehari-hari, Nur Ikhwan dan Tim membuat tampungan air sementara dengan memakai terpal dan menyediakan tank kapasitas 1.100 liter. Tim juga membuat tampungan untuk mengalirkan air dari atap guna menampung air hujan. “Kami membuat tampungan air dari terpal, seperti yang pernah kami lakukan di Rakhine State, Myanmar karena air di sana juga sulit,” kenang relawan yang pernah bertugas sebagai Site Manager Pembangunan RS Indonesia di Rakhine State (Myanmar) dan Jalur Gaza (Palestina). Untuk itu, menggunakan donasi yang ada, setelah pembangunan selesai, program selanjutnya adalah pencarian sumber air dan pembuatan sumur untuk mengatasi permasalahan air di wilayah ini. “Kami sudah arahkan teman-teman relawan baik relawan MER-C Cabang Mataram dan relawan pembangunan untuk mencari sumber air dan membuat sumur bagi kepentingan musholla, sekolah dan juga warga sekitar. Mohon doanya semoga rencana ini dimudahkan,” ujar Faried Thalib, salah satu Presidium MER-C yang berlatar belakang insinyur, yang mengomandoi program-program konstruksi MER-C baik di wilayah konflik dan bencana alam di dalam maupun di luar negeri. Selain melaksanakan tugas pembangunan, para relawan yang semuanya pernah bertugas di Jalur Gaza (Palestina) untuk membangun RS Indonesia, menyempatkan diri untuk memenuhi undangan dari kampung-kampung sekitar. Hal ini dalam rangka bersilaturahmi dan sharing pengalaman melakukan pembangunan RS Indonesia di wilayah terblokade dan rawan agresi tersebut. “Alhamdulillah pada tanggal 21 Juli 2022 lalu, kami bersilaturahmi ke Dusun Karang Langu, Kec. Tanjung, KLU sekaligus sosialisasi dan sharing pengalaman membangun RS Indonesia di Gaza dan di juga di Rakhine State Myanmar dengan warga di sana,” ujar Nur Ikhwan. “Tanggal 7 Agustus kami juga memenuhi undangan ke desa Gerung, Lombok Barat untuk silaturahmi dan sharing pengalaman yang sama kepada warga. Bahkan pada saat itu, turut hadir Bapak Camat Gerung, Sekretaris Camat, dan Tokoh Masyarakat setempat,” imbuhnya. “Kemudian pada tanggal 12 Agustus lalu ini kami juga bersilaturahmi ke Desa Mareje, Lombok Barat, untuk sharing pengalaman kepada pejabat desa, tokoh masyarakat dan juga warga. Kebetulan kami bertemu dengan mahasiswa asal Gaza yang sedang menjalani studi di Universitas Mataram. Kami senang sekali bisa bertemu mahasiswa tersebut yang merupakan satu-satunya warga Gaza di Lombok dan saling berbagi cerita tentang Gaza,” tambahnya. Apabila tidak ada kendala, pembangunan bantuan musholla di Lombok diperkirakan memakan waktu tiga bulan dan diharapkan bisa rampung pada akhir September 2022. Jakarta, 16 Agustus 2022

120 Matras Tempat Tidur Pasien Tiba di RS Indonesia

Jalur Gaza – Minggu/14 Agustus 2022 sebanyak 120 matrass tempat tidur pasien tiba di RS Indonesia yang terletak di Bayt Lahiya, Gaza Utara, Palestina. Sebelumnya pada Desember 2021, ranjang pasien sudah tiba terlebih dulu sebanyak 130 unit, yang terdiri dari 10 tempat tidur elektrik dan 120 tempat tidur manual. Total kapasitas tempat tidur di RS Indonesia yang kini sudah menjadi 4 lantai secara keseluruhan mencapai 230 tempat tidur termasuk ruang IGD (Instalasi Gawat Darurat), ICU (Intensive Care Unit) dan ICCU (Intensive Cardiac Care Unit). Tim pengadaan alat Kesehatan RS Indonesia Dr. Arief Rachman, SpRad mengatakan bahwa pengadaan alat kesehatan untuk dua lantai tambahan RS Indonesia yang baru dibangun, yaitu lantai 3 dan 4 masih belum lengkap. “Belum lengkap, karena masih diperlukan office furniture dan computer,” ujarnya. “Kami masih menunggu rekomendasi dari Palestinian Ministry of Health untuk purchasing,” tambah relawan yang juga merupakan salah satu anggota Presidium MER-C. Meski peralatan belum lengkap sepenuhnya, namun kebutuhan ruangan yang mendesak karena kapasitas rawat inap yang ada sebelumnya di RS Indonesia sudah tidak mencukupi, maka sebagian lantai 3 RS Indonesia yang baru dibangun sudah mulai difungsikan. “Lantai 3 RS Indonesia terdiri dari unit endoskopi, ICCU dan rawat inap. Sementara lantai 4 terdiri dari ruang rawat inap dan ruang administrasi kantor. Karena kebutuhan yang mendesak, sebagian lantai 3 sudah mulai digunakan,” jelas Arief. Lebih lanjut Arief memaparkan bahwa pengadaan ruang ICCU RS Indonesia adalah sebagai pengembangan dari ICU. “Selama ini tingkat keterisian bed ICU oleh pasien dengan diagnosa penyakit jantung cukup tinggi dan sering membutuhkan waktu perawatan yang lama. Hal ini mengakibatkan pasien-pasien kritis non-jantung yang membutuhkan layanan intensif potensial tidak terlayani,” ungkapnya. RS Indonesia di Jalur Gaza adalah karya anak bangsa yang dibangun sepenuhnya dari donasi rakyat Indonesia. Pembangunan RS ini diinisiasi sejak Januari 2009 yang ditandai dengan penandatanganan MOU antara Alm. Dr. Joserizal Jurnalis, SpOT mewakili rakyat Indonesia dan dr. Bassim Naim, Acting Minister of Health di Gaza saat itu. Pembangunan tahap 1 RS Indonesia dimulai pada pertengahan tahun 2011 dan selesai pada tahun 2014 yang diikuti dengan pengadaan alat kesehatan. Dengan kepedulian dan kedermawanan rakyat Indonesia pengadaan alat kesehatan tahap 1 RS Indonesia selesai pada akhir tahun 2015 dan pada akhir Desember 2015, RS Indonesia mulai dibuka dan memberikan pelayanan bagi rakyat Gaza. Difungsikan sebagai rumah sakit umum (General Hospital) oleh pemerintah setempat, kapasitas RS Indonesia sebelumnya sebanyak 100 tempat tidur tidak lagi mencukupi terlebih ketika agresi terjadi. Untuk itu, pada awal tahun 2019, MER-C mulai melakukan pembangunan tahap 2, yaitu pembangunan lantai 3 dan lantai 4 yang selesai pada pertengahan tahun 2020, lalu dilanjutkan dengan pengadaan alat kesehatan secara bertahap. Saat ini RS Indonesia menjadi rumah sakit utama dan terbesar di Gaza bagian Utara serta merupakan RS terbesar ke-2 di Jalur Gaza. Jakarta, 15 Agustus 2022

RS Indonesia di Gaza Tangani Puluhan Korban Agresi Israel

Agresi Israel ke Jalur Gaza yang dimulai sejak Jum’at (5/8) telah mengakibatkan puluhan korban jiwa dan ratusan lainnya mengalami luka-luka. Kementerian Kesehatan Palestina merilis jumlah korban akibat agresi Israel hingga Minggu (7/8) pkl 23.25 waktu setempat mencapai 44 orang meninggal dunia dan 360 orang luka-luka. Wanita, lansia bahkan anak-anak tidak luput menjadi sasaran kebrutalan Israel. Rumah Sakit Indonesia yang terletak di Bayt Lahiya, sebagai rumah sakit terbesar di Gaza bagian Utara turut menangani hingga puluhan korban serangan Israel. Salah satu relawan MER-C di Jalur Gaza, Reza Aldilla Kurniawan, melaporkan bahwa sejak Israel memulai serangan pada hari Jum’at (5/8) RS Indonesia menangani sedikitnya 8 korban meninggal (syahid) dan 54 korban luka-luka. Ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) menjadi ruangan tersibuk di RS Indonesia pasca serangan terjadi. Ruang IGD yang diberi nama salah satu pahlawan asal Aceh, yaitu Teungku Chik Ditiro terus menerima korban-korban serangan Israel dengan berbagai derajat luka untuk segera mendapat pertolongan medis. Selain IGD, ruang jenazah RS Indonesia juga menjadi tempat yang ramai didatangi warga Gaza. Mereka adalah para keluarga korban yang syahid atau warga Gaza yang ingin melihat anggota keluarga atau sahabat mereka yang menjadi korban. Ketika ada warga yang syahid, warga Gaza lainnya ramai mengiringi jasad para syuhada untuk dibawa ke tempat peristirahatan terakhir. Reza juga menyampaikan bahwa selama serangan berlangsung, getaran terasa cukup kuat dan suara ledakan terdengar jelas dari Wisma dr. Joserizal Jurnalis,  tempat tinggal para relawan Indonesia selama bertugas di Jalur Gaza, yang berada di dalam kompleks RS Indonesia. Keberadaan RS Indonesia di Gaza menjadi sangat krusial terlebih pada saat terjadinya serangan seperti sekarang ini. RS Indonesia menjadi rumah sakit utama bagi para korban serangan di Gaza bagian Utara untuk mendapatkan pengobatan dan pertolongan medis. Sejak dibuka pada akhir tahun 2015, hingga saat ini MER-C masih terus melakukan pengembangan di RS Indonesia, baik dari sisi bangunan yang sudah menjadi 4 lantai maupun peralatan medis yang terus dilengkapi secara bertahap sesuai kebutuhan warga Gaza. Semua ini dimungkinkan karena doa dan donasi dari rakyat Indonesia, juga kerja keras para relawan (unpaid volunteers), dukungan pemerintah RI melalui Kemenlu dan KBRI serta semua pihak yang terlibat selama proses pembangunan RS Indonesia. Semoga RS Indonesia dapat terus bermanfaat dan menjadi wujud dukungan jangka panjang bangsa Indonesia untuk Palestina hingga Palestina meraih kemerdekaannya. Jakarta, 8 Agustus 2022

MER-C Mengutuk Serangan Israel ke Jalur Gaza

Tentara Israel kembali melancarkan serangan ke sejumlah situs di Jalur Gaza, Palestina, Jum’at/5 Agustus 2022. Kementerian Kesehatan Palestina merilis bahwa serangan Israel telah menyebabkan sedikitnya 10 warga sipil gugur sebagai syuhada, termasuk diantaranya seorang anak berusia 5 tahun dan seorang wanita berusia 23 tahun. Serangan ini juga telah melukai puluhan warga sipil lainnya. MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) Indonesia mengutuk serangan terbaru Israel ke Jalur Gaza. Hal ini karena bisa berdampak luas dan menyebabkan banyak korban sipil yang akan berjatuhan. Adapun serangan balasan yang dilakukan faksi perlawanan Palestina adalah sebagai bentuk pertahanan diri dari kebrutalan serangan Israel ke Jalur Gaza. MER-C juga meminta Dewan Keamanan PBB segera mengadakan sidang agar eskalasi tidak meluas. Kepada Pemerintah Indonesia, bersama-sama dengan dunia Internasional kami harapkan dapat segera mengambil langkah-langkah untuk melakukan tekanan dan desakan kepada Israel untuk menghentikan serangan. Jika eskalasi meningkat dan jumlah korban terus bertambah, MER-C sebagai organisasi medis yang berpengalaman bekerja di Palestina akan mempertimbangkan pengiriman tim relawan medisnya ke Jalur Gaza. Sementara itu RS Indonesia sebagai rumah sakit terbesar di Gaza bagian Utara juga bersiap memberikan pertolongan medis bagi warga yang menjadi korban. Jakarta, 6 Agustus 2022MER-C Indonesia

Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia Dukung Gerakan Tolak Kedatangan Timnas Israel ke Indonesia

Ketua Umum Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (DDII), DR. H. Adian Husaini, MSi menyatakan dukungannya terhadap gerakan menolak kedatangan Tim Nasional Israel ke Indonesia. Hal ini disampaikan saat menerima kunjungan Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad ke Kantor DDII yang terletak di bilangan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Senin/25 Juli 2022. “Saya setuju hal ini harus disuarakan. Pemerintah RI, khususnya Kementerian Luar Negeri kita lihat selama konsisten dan menunjukkan komitmen dalam pembelaan terhadap Palestina,” ungkap DR. Adian. “Kedatangan Tim Nasional Israel ke Indonesia akan melecehkan konstitusi kita, UUD 1945, yang menolak segala bentuk penjajahan,” tambahnya. Untuk itu, lebih lanjut ia mengatakan bahwa DDII akan berkirim surat resmi ke Kementerian Luar Negeri RI terkait hal ini. Sebelumnya, pada Rabu/29 Juni 2022, MER-C bersama sejumlah lembaga peduli Palestina diantaranya AWG (Aqsha Working Group), BSMI (Bulan Sabit Merah Indonesia) dan KISDI (Komite Indonesia untuk Solidaritas Dunia Islam) telah mengadakan konferensi pers bersama menolak kedatangan Tim sepak bola Israel. Sebagaimana diketahui, Timnas Israel dijadwalkan akan datang dan bertanding di Indonesia dalam ajang Piala Dunia U-20 yang akan digelar pada tahun 2023 mendatang. Gelaran konferensi pers bersama tersebut bertujuan untuk mendorong Pemerintah Indonesia agar berani dan tegas menolak Tim U-20 Israel. Upaya penolakan ini akan terus dilakukan tidak hanya karena daftar panjang pelanggaran hak asasi manusia namun juga penjajahan yang masih dilakukan Israel terhadap bangsa Palestina yang bertentangan dengan konstitusi negara Indonesia dan hukum Internasional. Apabila Tim sepak bola Israel hadir di Indonesia, maka ini akan menjadi sebuah pengakuan secara tidak langsung bagi eksistensi Israel dan bentuk dukungan atas penjajahan yang dilakukan Israel kepada bangsa Palestina.

Bangun Musholla, Tim MER-C juga Selenggarakan Qurban di Lombok Utara

Di tengah proses pembangunan bantuan musholla di Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara, NTB yang sudah berlangsung selama dua pekan, bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha, Tim MER-C juga mengadakan pemotongan hewan qurban. Hewan qurban sebanyak satu ekor sapi dipotong oleh relawan Divisi Konstruksi MER-C yang tengah bertugas di sana bersama dengan warga sekitar. Pemotongan dilakukan di SMPN 3 Kayangan pada hari Senin, 11 Juli 2022 dan daging qurban langsung dibagikan kepada para guru dan warga sekitar. “Jarang yang berqurban di sini,” ungkap Nur Ikhwan Abadi, relawan insinyur yang memimpin pembangunan bantuan musholla MER-C di Lombok Utara. “Pihak sekolah merasa bersyukur dengan adanya qurban yang diadakan MER-C, begitupun warga sekitar. Sebelumnya mereka merasa takut dengan maraknya PMK. Namun ketika MER-C mengadakan qurban mereka sangat senang dan menyampaikan rasa terima kasih karena memang baik di sekolah maupun di wilayah sekitar sini tidak ada yang berqurban,” tambahnya. “Pihak sekolah merasa bersyukur dengan adanya qurban yang diadakan MER-C, begitupun dengan warga sekitar. Terakhir mereka (pihak SMPN 3 dan warga di sekitarnya) qurban pada tahun 2018. Setelah itu, tidak ada qurban lagi di sini. Baru tahun ini ada lagi ketika tim MER-C menyelenggarakan Qurban. Mereka sangat bersyukur dan berterima kasih,” tambahnya. Sementara itu, program pembangunan musholla donasi dari masyarakat Indonesia melalui MER-C masih terus berlangsung. MER-C menugaskan lima relawannya dari Divisi Konstruksi untuk melaksanakan pembangunan musholla seluas 135 meter persegi itu. Kelima relawan yang ditugaskan adalah relawan yang sudah memiliki pengalaman bertugas di Jalur Gaza Palestina untuk pembangunan Rumah Sakit Indonesia. Menurut Nur Ikhwan Abadi, pembangunan musholla sudah dalam tahap penyelesaian pengecoran seluruh pondasi yang berjumlah 28 titik. “Pekerjaan selanjutnya adalah pembesian, penyelesaian sloof dan mulai penimbunan. Kita harapkan pembangunan musholla bisa selesai dalam waktu tiga bulan,” ujarnya.

Silahkan bertanya?