MER-C Serahkan Bantuan Ambulans untuk Pustu Mahameru Lumajang

Dalam rangka menyalurkan amanah donasi dari masyarakat Indonesia bagi korban terdampak erupsi Semeru, MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) menyerahkan bantuan satu unit ambulans untuk melengkapi fasilitas layanan di Puskesmas Pembantu (Pustu) Mahameru, sebuah yang terletak di Kawasan Relokasi Masyarakat Terdampak Erupsi Semeru Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Bantuan ambulans diserahkan secara langsung oleh Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad kepada Pemerintah Daerah Lumajang yang diwakili oleh Wakil Bupati Lumajang, Ir. Hj. Indah Amperawati Masdar., MKes, Selasa/5 Juli 2022. Acara serah terima yang bertempat di Kantor Bupati Lumajang tersebut turut hadiri oleh jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang, Presidium MER-C, serta Ketua dan Pengurus MER-C Cabang Jawa Timur. “Semua bantuan sangat berharga dan bermanfaat bagi kami. Kami tidak pernah berpikir ada bantuan ambulance, ini di luar ekspetasi kami. Atas nama masyarakat terdampak erupsi, kami menyampaikan terima kasih dari hati yang paling dalam,” ungkap Wakil Bupati Lumajang. Sementara itu, Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad mengatakan bahwa bantuan ambulans yang diserahkan merupakan hasil donasi dari masyarakat Indonesia melalui MER-C. “Kami membantu yang terbaik, kita berikan ambulans semoga bisa bermanfaat untuk masyarakat yang ada di tempat relokasi,” ujar Sarbini. Usai menyerahkan bantuan ambulans, kunjungan ke wilayah Jawa Timur juga dimanfaatkan oleh Ketua Presidium, Presidium serta Pengurus MER-C Cabang Jawa Timur untuk bersilaturahmi dengan Tokoh Ulama NU dan Muhammadiyah di wilayah ini. Rabu pagi/6 Juli 2022, Tim MER-C yang dipimpin oleh dr. Sarbini Abdul Murad, berkesempatan bertemu dengan KH. Marzuki Mustamar, Pimpinan Wilayah NU Jawa Timur di Malang. Pada Rabu siang, agenda silaturahim dilanjutkan dengan bertemu Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur di Surabaya. Selain untuk bersilaturahim, kunjungan ini juga bertujuan memperkenalkan MER-C baik di kalangan Nahdliyin maupun Muhammadiyah.
MER-C Mulai Bangun Mushalla di Kabupaten Lombok Utara

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) memulai proses pembangunan mushalla di SMPN 3 Kayangan, Kabupaten Lombok Utara, NTB. Ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Presidium MER-C dan Pemerintah Kabupaten Lombok Utara yang diwakili oleh Kepala Dinas Dikbudpora beserta sejumlah pejabat terkait termasuk Kepala Sekolah SMPN 3 Kayangan, Kepala KUA Kecamatan Kayangan, Kamis 30/6. “MER-C memiliki kewajiban dan tanggungjawab baik di dunia dan akhirat terhadap setiap amanah yang dititipkan oleh rakyat Indonesia melalui MER-C dan ini adalah uang yang diamanahkan oleh rakyat kepada warga di KLU yang terkena dampak musibah gempa beberapa waktu yang lalu,” ujar Faried Thalib, Presidium MER-C. Dalam sambutanya, Faried Thalib juga menyampaikan harapannya, agar mushalla yang didirikan ini dapat dimakmurkan. “Mushalla ini agar dimakmurkan dan perlu diketahui bahwa fasilitas yang dibangun ini merupakan uang yang diamanahkan melalui MER-C, dan kami berharap, dalam waktu tiga bulan mushalla ini akan segera selesai.” Sementara itu Kepala Dinas Dikbudpora Kabupaten Lombok Utara, Adenan menyatakan bahwa rasa syukurnya atas inisiatif MER-C membangun mushalla dan berharap akan ada peningkatan keimanan siswa. “Saya mengucapkan terima kasih atas pembangunan mushala dari bantuan MER-C dengan adanya mushalla ini, insya Allah peningkatan keimanan yang memang sangat dibutuhkan, terutama shalat, mengaji baca Al Qur’an dan akan lebih optimal di mushalla,” ujarnya. Ia juga berharap dengan adanya mushalla ini mendapatkan dukungan dari masyarakat sekitar sehingga dapat bersinergi dengan kegiatan masyarakat.“Kegiatan dengan masyarakat akan nampak lebih bagus dan mendapatkan dukungan yang signifikan dengan adanya mushalla, dan ini merupakan salah satu indikator peningkatan keagamaan akan tinggi, karena Lombok ini terkenal dengan seribu masjid,” harapnya. Pria paruh baya ini juga menjelaskan bahwa, selama dua tahun terakhir ini, pihak Dinas Pendidikan memang belum menganggarkan dana khusus mushala, karena dana yang ada digunakan untuk mengatasi pandemi Covid-19.“Untuk dua tahun terakhir ini, karena adanya pandemi covid -19 jadi banyak kegiatan-kegiatan kita yang tidak bisa anggarkan termasuk pendirian mushala. Karena sebelumnya program untuk itu (pembangunan mushalla) ada,” terangnya. Kepala Sekolah SMPN 3 Kayangan, Ahmad Maulidi menyatakan bahwa mushala ini akan dikhususkan untuk kegiatan Imtak (iman dan takwa) para siswa SMPN 3 Kayangan.“Rencana kita setelah mushala ini selesai, kegiatan imtak yang akan kita fokuskan, karena selama ini kegiatan imtak untuk siswa dan guru kita masih menggunakan teras depan ruang guru, kepala sekolah dan TU, karena kita tidak punya lokasi untuk kegiatan ini,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa kegiatan imtak yang akan dilakukan untuk para guru dan memperbanyak shalat sunnah dan wajib di mushalla tersebut.“Kegiatan imtak kita fokuskan untuk shalat dhuha, dan shalat dzhuhur berjamaah, jadi sebelum anak-anak pulang ke rumah, kita jadwalkan mereka shalat dhzuhur dulu, supaya mereka ketika sampai rumah, bisa langsung istirahat dan membantu orang tua mereka,” imbuhnya. Ia menegaskan bahwa mushala ini bisa digunakan juga oleh warga setempat untuk lebih memakmurkan mushalla ini.“Dari segi ukuran mushala ini sudah cukup untuk menampung jumlah siswa dan guru, kalaupun semua ikut melaksanakan ibadah, insha Allah semua bisa tertampung. Mushalla ini termasuk di lingkungan masyarakat, artinya kalau masyarakat nanti ada yang mau beribadah di luar jam sekolah dipersilakan, sepanjang tetap menjaga kebersihan dan keutuhan mushalla ini,” tutupnya. Mushalla seluas 135 meter persegi ini, juga sudah diukur arah kiblatnya oleh Kementrian Agama, dalam hal ini, KUA Kecamatan Kayangan, pengukuran dilakukan oleh tim ahli dari Kementrian Agama Kabupaten Lombok Timur dan dipantau langsung oleh Sinardi, kepala KUA Kabupaten Kayangan. MER-C Indonesia
Afghanistan Diguncang Gempa Dahsyat, MER-C akan Kirim Tim Bedah

Siaran Pers Bencana gempa bumi dahsyat mengguncang Afghanistan, Rabu/22 Juni 2022. Gempa berkekuatan M 6,1 terjadi sekitar 44 kilometer (27 mil) dari kota Khost, yang terletak di dekat perbatasan Afgahnsitan dengan Pakistan. Gempa terjadi dini hari waktu setempat ketika warga sedang tertidur sehingga banyak yang tidak dapat menyelamatkan diri. Data sementara menyatakan sedikitnya 1.000 orang meninggal dunia dan 1.500 lainnya mengalami luka-luka. Jumlah ini diperkirakan akan terus bertambah seiring masih terus dilakukan pencarian korban yang tertimpa reruntuhan bangunan rumah-rumah mereka. Gempa bumi menyebabkan Afghanistan saat ini menghadapi bencana ganda. Di kala negara tersebut tengah memerangi krisis kemanusiaan dan ekonomi terburuk pasca Taliban mengambil alih kekuasaan pada tahun lalu yang diikuti pembekuan semua assetnya oleh asing, bencana gempa bumi semakin memperparah kondisi Afghanistan. MER-C sebagai Lembaga kegawatdaruratan medis untuk korban perang, konflik dan bencana alam akan mengirimkan Tim Medis ke Afghanistan. Sesuai dengan karakteristik bencana gempa bumi, maka Tim yang disiapkan oleh MER-C adalah Tim Bedah. Tim akan terdiri dari Dokter Spesialis Bedah Orthopedi, Dokter Umum dan Perawat. Tim ini diharapkan dapat berangkat dalam waktu dekat ke Afghanistan untuk bisa segera memberikan pertolongan para korban. MER-C juga meminta kepada Pemerintah Republik Indonesia agar mengirimkan Tim Kesehatan Gabungan ke Afghanistan yang terdiri dari sipil dan aparat yang dikomandoi oleh TNI. Hal ini sebagaimana yang pernah dilakukan RI saat terjadi gempa besar di Bam – Iran pada tahun 2004 silam. Saat itu Pemerintah mengirimkankan bantuan Tim Kesehatan Gabungan, dimana dua dokter MER-C ikut bertugas dalam Tim tersebut. Rekening Donasi Misi Kemanusiaan MER-C untuk Afghanistan:BSI ex BSM, No. Rek. 701.565.8918Atas nama Medical Emergency Rescue Committee Jakarta, 24 Juni 2022 Dr. Sarbini Abdul MuradKetua PresidiumMER-C Indonesia
Qurban Peduli Gaza 2022

Berkurban di Daerah Konflik yang sudah 15 Tahun di-Blokade Israel Hari Raya Idul Adha sebentar lagi akan hadir. Seperti tahun-tahun sebelumnya, insya Allah pada tahun ini, MER-C melalui Cabangnya di Jalur Gaza Palestina siap menjalankan niat dan amanah Bpk/Ibu/Sahabat yang ingin berqurban untuk saudara-saudara kita di Gaza – Palestina. Info & Harga Hewan Qurban 2022 :???? Domba/Kambing = Rp. 5.700.000,- (Berat ±50 kg)???? Sapi = Rp. 35.000.000,- (Berat ±420 kg) Info lebih lanjut : ????Call Center MER-C : 0811990176 (Telp/wa) Rekening Program Qurban MER-C:BSI (Bank Syariah Indonesia ex BSM), Cab. TangerangNo. Rek. 700.2905.803A/n. Medical Emergency Rescue Committee – Batas akhir pentransferan hari Senin, 4 Juli 2022 “Bersyukurlah dengan terus Berbagi, semoga Berkah-NYA senantiasa Menaungi” Wassalam,MER-C Indonesiawww.mer-c.org
Qurban Peduli Papua 2022

Hari Raya Idul Adha sebentar lagi akan tiba. Selain di Jalur Gaza (Palestina), pada tahun ini MER-C juga mengadakan program Qurban di Papua Barat. Tim Relawan MER-C di Sorong (Papua Barat) insya Allah siap menunaikan amanah qurban Bapak/Ibu/Sahabat kepada saudara-saudara muslim kita di Papua Barat melalui program “Qurban Peduli Papua 2022”: Info & Harga Hewan Qurban di Papua Barat 2022: – Sapi = Rp. 18.200.000,-/ekor. – Program Patungan 7 orang = @ Rp 2.600.000,- /orang Info lebih lanjut : Call Center MER-C : 0811990176 (Telp/wa) Rekening Program Qurban MER-C di Papua Barat: BSI ex BNIS, 8111.929.620 A/n. Medical Emergency Rescue Committee – Batas akhir pentransferan hari Sabtu, 25 Juni 2022 “Bersyukurlah dengan terus Berbagi, semoga Berkah-NYA senantiasa Menaungi” Wassalam, MER-C Indonesia www.mer-c.org
Relawan MER-C di Palestina Kabarkan Suasana Ramadhan di Gaza

Gaza, Rasilnews – Relawan medis dari lembaga kemanusiaan Medical Emergency Rescue Committe (MER-C), Fikri Rofiul Haq mengabarkan suasana Ramadhan 1443 Hijriah atau 2022 di Jalur Gaza, Palestina melalui siaran Radio Silaturahim 720 AM, pada Kamis (14/4) pagi. Fikri mengatakan, Ramadhan kali ini terasa berbeda. Di tahun-tahun sebelumnya, para relawan MER-C di Jalur Gaza biasa melaksanakan sholat tarawih di Masjid Glebo yang terletak di Bayt Lahiya, Gaza Utara, tidak jauh dari Rumah Sakit Indonesia. Namun Ramadhan tahun ini, masjid tersebut sudah tidak bisa digunakan lagi imbas peran 11 hari pada Ramadhan 2021 di Jalur Gaza. “MER-C pernah menyumbangkan karpet untuk Masjid Glebo dan biasa sholat tarawih di sana, tapi tahun ini kami tidak bisa lagi sholat tarawih di sana karena bangunan yang sudah hancur,” tutur Fikri. Hingga saat ini, kata Fikri, pemerintah Gaza masih terus melakukan renovasi-renovasi gedung yang hancur akibat serangan Israel pada Ramadhan tahun lalu. Patut disyukuri, Ramadhan 1443 H ini di Jalur Gaza tidak terjadi konflik besar, sehingga umat muslim di sana dapat melaksanakan ibadah Ramadhan dengan tenang. “Yang patut kami syukuri, Ramadhan tahun ini, Jalur Gaza khususnya sudah tidak ada konflik besar sehingga masyarakat Gaza bisa melaksanakan ibadah Ramadhan dengan tenang,” ucap Fikri. Perkembangan virus Covid-19 di Jalur Gaza pun, lanjut Fikri, dikabarkan menurun atau bahkan bisa dikatakan hampir tidak ada lagi karena sudah tidak ada kewajiban memakai masker, maupun aturan berjarak saat sholat berjamaah. Ada yang unik pada Ramadhan kali ini. Fikri menceritakan, toko-toko dan mall di Jalur Gaza mulai tutup sejak sore hari. Bertujuan agar umat muslim dapat lebih fokus beribadah pada malam hari, terutama saat melaksanakan sholat tarawih. “Untuk sholat tarawih di Gaza ada yang melaksanakan 11 rakaat, ada pula yang 23 rakaat. Hampir rata-rata mereka melaksanakan dengan dua rakaat satu salam lalu ditutup dengan 1 rakaat sholat witir,” kata Fikri. Salah satu menu andalan ketika berbuka puasa di Jalur Gaza ialah Gathoif. Fikri mengatakan, makanan ini hanya ada satu tahun sekali, tepatnya bulan Ramadhan dan mudah sekali dijumpai di warung-warung pinggir jalan. “Makanan ini tergolong makanan manis berisikan kelapa pada umumnya. Bentuknya seperti martabak tapi versi mini. Biasa kami beli mentahannya untuk diisi dengan selai coklat,” tuturnya. Selain itu, Fikri juga mengabarkan konflik Rusia-Ukraina tidak terlalu berdampak pada Jalur Gaza. Harga kebutuhan pokok di sana masih normal. Meski ada beberapa barang yang naik, tapi hal itu dinilai normal terjadi setiap bulan Ramadhan. “Konflik Rusia-Ukraina tidak terlalu berpengaruh di Jalur Gaza. Harga barang pokok masih tergolong normal, meski harga telur dan daging ayam cukup mahal, tapi ini memang selalu terjadi saat bulan Ramadhan,” ujar relawan MER-C yang kurang lebih sejak 2020 berada di Jalur Gaza itu. Sumber : https://www.radiosilaturahim.com/relawan-mer-c-di-palestina-kabarkan-suasana-ramadhan-di-gaza/
MER-C Heran Delegasi Israel Hadiri IPU di Nusa Dua Bali

Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad heran delegasi Israel bisa menghadiri acara Inter-Parliamentary Union (IPU) ke-144 di Nusa Dua, Bali. Menurutnya, Indonesia seharusnya tidak memberikan visa kepada dua anggota Parlemen Israel (Knesset), Avi Ditcher dan Nira Sphak untuk menghadiri sidang tersebut. “Kehadiran dua angggota Parlemen Israel di Bali menggambarkan politik santun Indonesia terhadap Israel,” tegas Sarbini. “Satu sisi Indonesia mendukung kemerdekaan Palestina, tapi di sisi lain kita juga masih memberikan ruang bagi Israel,” ujarnya. “Kami khawatir apabila sidang IPU diadakan di Israel, jangan-jangan Indonesia juga hadir karena alasan sebagai anggota IPU,” lanjutnya. Sarbini mengingatkan agar Indonesia bisa bersikap tegas kepada Israel, sebagaimana Bung Karno dulu. “Kita mesti tegas dengan Israel seperti Bung Karno bersikap tegas dengan menolak kehadiran kontingen Israel saat penyelenggaraan Asian Games di Jakarta pada tahun 1962 silam,” katanya. Ia juga berharap generasi penerus bangsa Indonesia bisa meneladani sikap Bung Karno yang dikenal selalu membela perjuangan bangsa-bangsa tertindas dan juga gigih melakukan pembelaan terhadap perjuangan bangsa Palestina. Jakarta, 24 Maret 2022Medical Emergency Rescue Committee
Krisis Kemanusiaan Terburuk Melanda Afghanistan, MER-C Kirim Tim Medis

SIARAN PERS MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) Indonesia akan mengirimkan Tim Medisnya ke Afghanistan untuk turut membantu krisis kemanusiaan yang melanda negara tersebut. Krisis kemanusiaan yang tengah terjadi di Afghanistan dikatakan sebagai krisis kemanusiaan terburuk di dunia. Hal ini menjadi fokus perhatian MER-C sebagai sebuah lembaga kegawatdaruratan medis bagi korban perang, konflik dan bencana alam untuk turut serta dan mengambil bagian dalam membantu mengatasi krisis kemanusiaan yang ada. Rangkaian upaya koordinasi dan perizinan baik dengan Kementerian Luar Negeri RI maupun Kedutaan Besar Afghanistan di Jakarta ditempuh untuk bisa segera mengirimkan Tim Medis dan bantuan awal ke negara yang tengah dikuasai oleh pemerintahan Taliban tersebut. Pada tahap awal, Tim yang akan dikirimkan adalah tim assessment yang terdiri dari dua relawan dokter, yaitu dr. Arief Rachman, SpRad (Ketua) dan dr. Muhammad Reza Saputra, SpOT. Tim dijadwalkan bertolak ke Kabul ibukota Afghanistan pada hari Minggu lusa/20 Maret 2022. Sejumlah bantuan awal obat-obatan berdasarkan daftar kebutuhan obat yang kami terima dari Kedutaan Besar RI di Kabul akan dibawa serta. Tugas utama Tim ini adalah melakukan assessment untuk memastikan kebutuhan mendesak rakyat Afghanistan terutama dalam bidang medis, memetakan jenis penyakit, kebutuhan tenaga medis dan obat-obatan serta bantuan kemanusiaan lainnya. Berkoordinasi dengan Kedutaan Besar RI di Kabul, tim akan mengunjungi sejumlah fasilitas kesehatan baik rumah sakit – rumah sakit maupun klinik Indonesia yang berada di sana. Masa tugas Tim awal direncanakan selama satu minggu ke depan. Hasil assessment Tim akan menjadi dasar untuk pengiriman tim medis lanjutan yang spesialisasinya akan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan serta menetapkan program kemanusiaan jangka panjang MER-C untuk Afghanistan. Bagi MER-C ini bukan kunjungan kemanusiaan pertama ke Afghanistan. Pada tahun 2001 dan 2002 silam ketika perang melanda negeri tersebut, MER-C mengirimkan tim bedahnya menyusuri beratnya medan di Afghanistan untuk mengunjungi rumah sakit – rumah sakit dan melakukan operasi kepada para korban perang. Dua puluh tahun berlalu, kini MER-C akan datang lagi ke Afghanistan untuk kembali memenuhi panggilan kemanusiaan di sana. Dukungan dan Bantuan bagi Misi Kemanusiaan MER-C untuk Afghanistan dapat disalurkan melalui: BSI – ex BSM, 701.565.8918Atas nama Medical Emergency Rescue Committee Jakarta, 18 Maret 2022Medical Emergency Rescue Committee
MER-C Berharap Pemerintah Bisa Berperan Lebih Besar untuk Palestina

Ketua Presidium MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) menyampaikan harapannya kepada Parlemen dan Pemerintah Indonesia agar bisa berperan lebih besar untuk mendukung kemerdekaan Palestina. Hal ini disampaikan Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad saat menghadiri undangan acara Focus Group Discussion yang diadakan Grup Kerjasama Bilateral (GKSB) DPR RI pada Selasa/15 Maret 2022. “Indonesia bisa melakukan hal yang lebih besar dari apa yang telah dilakukan selama ini, namun kita belum percaya diri atau belum fokus,” ujar Sarbini. “Salah satu contohnya kita masih ragu-ragu membuka komunikasi dengan pihak selain Fatah misalnya. Kita masih ragu untuk berkomunikasi dengan pihak Hamas, sedangkan Hamas merupakan faksi terbesar di Palestina,” imbuhnya. Sarbini menyampaikan pandangannya bahwa Indonesia harus membangun komunikasi dengan semua pihak yang ada di Palestina, sehingga Indonesia menjadi orang yang didengar oleh semua pihak di sana. Pemerintah dan rakyat Palestina menurutnya, sangat mengharapkan Indonesia bisa tampil menjadi mediator atau juru damai yang adil bagi faksi-faksi di Palestina yang masih terpecah belah. Hal ini disampaikannya berdasarkan pengalaman MER-C bertahun-tahun berkiprah di Palestina. “Pengalaman bertahun-tahun ini membuat saya semakin yakin Indonesia adalah pihak yang paling didengar oleh Palestina. Ini perlu menjadi perhatian bersama,” ujarnya. Ia berharap GKSB DPR RI bisa berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait sehingga Indonesia menjadi yang terdepan dalam hal ini. Ketua Presidium MER-C ini juga mengingatkan agar Indonesia tidak ambivalen dalam memberikan dukungan terhadap Palestina, “Satu sisi kita mendukung kemerdekaan Palestina. Sisi lain kita bermain mata dengan Israel.” Ini adalah fungsi DPR terutama Komisi I, yaitu bagaimana mengawasi pihak-pihak yang bermain mata dengan Israel. Untuk itu ia berharap dukungan Indonesia terhadap Palestina agar tidak hanya di forum-forum Internasional namun juga kita harus menekan orang-orang di institusi Pemerintahan yang bermain mata dengan Israel. “Semua kekuatan anak bangsa harus kita gunakan untuk menekan Israel,” tegasnya. Pada kesempatan diskusi ini Sarbini juga menjelaskan mengenai fase-fase pembelaan terhadap Palestina. Fase pertama adalah bantuan kemanusiaan dimana pada fase ini menurutnya semua senang dan bahagia melakukannya dan inilah yang saat ini sedang kita lakukan. Namun Sarbini berharap hendaknya kita tidak berlama-lama pada fase bantuan kemanusiaan saja. Fase bantuan kemanusiaan tetap dilakukan, namun fase berikutnya yaitu fase perlawanan harus segera dimulai meskipun akan ada pihak yang senang dan tidak senang. Untuk itu, Sarbini mengajak semua NGO peduli Palestina untuk memulai fase ini salah satunya dengan bersama-sama memboikot produk-produk Israel, seperti Gerakan BDS (Boycott, Divestment and Sanction). Dalam rangka menggalang dukungan untuk kemerdekaan Palestina, sebagai NGO yang berfokus kepada kemanusiaan dan perdamaian, MER-C juga tengah melakukan “Silaturahmi Kemanusiaan untuk Kemerdekaan Palestina”. “Silaturahmi dilakukan dengan berbagai agama seperti Katolik, Protestan, Orthodok, Hindu, Budhha dan tokoh-tokoh yang selama ini tidak pernah berbicara tentang Palestina, kita ajak untuk ikut peduli pada masalah Palestina karena masalah Palestina bukan hanya masalah umat Islam namun semua elemen anak bangsa.” Sarbini juga mengapresiasi rencana GKSB DPR RI yang akan melakukan kunjungan ke Jalur Gaza dan pada bulan Mei 2022 mendatang. Rencana ini menurutnya merupakan langkah strategis karena Jalur Gaza merupakan basis Hamas, kemudian Tepi Barat merupakan basis Fatah. “Jika DPR bisa memainkan dua peran ini, maka Indonesia akan menjadi fasilitator dan juru damai bagi Palestina,” ungkap Sarbini. Pernyataan MER-C diamini oleh Ketua GKSB, Syahrul Aidi Ma’azat. “Ini adalah isu sentral yang menjadi perhatian dan harapan bersama. Kita mencoba memainkan peran politik diplomasi parlemen, menjadi penengah di antara faksi-faksi di Palestina. Indonesia yang terdiri berbagai suku bangsa, agama, pulau bisa bersatu, maka ini menjadi alasan kuat bagi Indonesia bisa menjadi pemersatu bagi rakyat Palestina,” tegasnya. Perwakilan BKSAP (Badan Kerja Sama Antar-Parlemen) DPR RI, Darul Siska juga sepakat agar parlemen bahu membahu dengan pemerintah mendorong potensi yang ada di Palestina antara Fatah dan Hamas agar bisa bersatu. “Ini kerja yang tidak mudah, namun ini adalah salah satu prasyarat untuk kita bisa lebih optimal membantu Palestina mewujudkan kemerdekaannya.” Perwakilan Kemenlu RI yang turut hadir dalam acara tersebut, Bagus Hendraning Kobarsyih selaku Direktur Timur Tengah Kemenlu RI turut menegaskan posisi Indonesia dalam masalah Palestina – Israel. “Posisi Indonesia jelas tidak pernah mendukung Israel sampai Jerusalem dibebaskan dan Palestina merdeka. Kita akan terus membantu dengan segenap kemampuan.” Sementara itu, Duta Besar Palestina untuk Indonesia, DR. Zuhair Al Shun menyampaikan penghargaan atas posisi dan dukungan pemerintah serta rakyat Indonesia terhadap Palestina. “Kami benar-benar bangga dengan Indonesia dan posisi yang dilakukan oleh negara tercinta ini. Kami sangat yakin bahwa Indonesia akan tetap dan terus mendukung semua warga Palestina sampai Jerusalem merdeka.” Selain dihadiri oleh Duta Besar Palestina untuk Indonesia dan Kementerian Luar Negeri RI, FGD GKSB – BKSAP DPR RI terkait Palestina juga dihadiri oleh sejumlah lembaga-lembaga peduli Palestina yang ada di Indonesia.
Misi MER-C di Wilayah Pasca Gempa Pasaman Barat (Sumbar) Terus Berlangsung

Selama sempat dua hari kemarin tidak ada kabar, Alhamdulillah tadi malam Tim MER-C yang masih bertugas di wilayah gempa Pasaman Barat akhirnya bisa mendapat sinyal dan menghubungi MER-C Pusat di Jakarta. “Alhamdulillah kami sehat semua. Untuk di Timbo Abu (wilayah Posko MER-C) saat ini masih terjadi pemadaman listrik dikarenakan beberapa jalur listrik putus dampak dari longsor. Jaringan seluler juga masih terputus. Kami harus bergeser ke tempat lain untuk mendapatkan sinyal,” ujar Taufik, salah satu anggota Tim yang berprofesi sebagai perawat. Dr. Muhammad Zuhdi, Ketua Tim MER-C untuk Misi Medis Gempa Bumi Pasaman Barat melaporkan bahwa kegiatan pengobatan baik di posko Timbo Abu maupun mobile clinic masih terus berlangsung. Pelayanan di posko terdiri dari pengobatan, beberapa tindakan bedah minor dan infus pasien, termasuk koordinasi dengan pihak-pihak terkait seperti Sekda, Dinkes, Dinsos, Kesdam 1 Bukit Barisan dan beberapa pihak lainnya. Bersama dengan aparat, tim MER-C sempat merujuk pasien warga terdampak gempa ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan yang lebih lanjut. Akses untuk keluar dari wilayah posko Tim MER-C di Timbo Abu juga sempat terputus baik dari sisi utara dan selatan, yang saat ini sedang diperbaiki secara bertahap. Dukungan dan Bantuan dapat disalurkan melalui : Rekening Kemanusiaan MER-C BSI – BSM, 701.565.8899 BCA, 686.0099339 Atas nama Medical Emergency Rescue Committee Info lebih lanjut: Call Center MER-C : 0811990176 Website : www.mer-c.org FB & Youtube : MER-C Indonesia Twitter & IG : @mercindonesia