Khidmat MER-C bersama anak bangsa di Gunung Semeru

siapapun yang membutuhkan akan kami layani Jakarta (ANTARA) – Letusan Gunung Semeru, yang secara administratif berada di dua daerah, yakni Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang, Jawa Timur, dan terjadi sejak Sabtu(4/12) 2021 hingga kini masih menyisakan duka mendalam. Warga di sekitar gunung tertinggi di Pulau Jawa itu, dengan puncaknya Mahameru setinggi 3.676 meter dari permukaan laut (mdpl), yang menjadi korban, baik luka maupun belum ditemukan, masih membutuhkan bantuan, baik kesehatan maupun logistiknya. Baik pemerintah, organisasi kemanusiaan, perusahaan negara dan swasta, anak sekolah dan mahasiswa, bahkan partai politik, lembaga swadaya masyarakat (LSM) hingga kini terus melakukan kegiatan dan sumbangsihnya dalam ragam bentuknya. Dari beragamnya para pihak yang bersama-sama membantu masyarakat korban letusan Semeru itu, salah satunya yang ikut bergabung adalah organisasi sosial kemanusiaan untuk korban perang, konflik dan bencana alam yang bergerak dalam bidang kegawatdaruratan kesehatan “Medical Emergency Rescue Committee” (MER-C) Indonesia. “Bersama anak bangsa lainnya, kami masih terus bergerak untuk membantu korban erupsi Semeru,” kata Ketua Presidium MER-C dr Sarbini Abdul Murad. Selain mengirim tim kesehatan, yang terdiri atas sukarelawan dari unsur dokter spesialis, dokter umum, perawat, bidan, dan bagian logistik, pihaknya juga mengirimkan tim pemulihan trauma (trauma healing). Pada Jumat (10/12) 2021, MER-C kembali memberangkatkan tim sukarelawannya, yakni tim ketiga ke wilayah yang terdampak bencana erupsi Gunung Semeru di Lumajang, yakni 13 orang, yakni dokter umum, perawat, bidan, bagian logistik serta trauma healing. Sebelumnya, sejak satu hari usai bencana, MER-C telah menurunkan dua tim sukarelawan. Tim ke-1 adalah tim advance sebanyak 5 sukarelawan yang dipimpin oleh Ketua MER-C Cabang Jawa Timur dr M Hardian Basuki, SpOT (K), untuk melakukan assessment ke beberapa titik pengungsian dan fasilitas kesehatan. Anggota tim sukarelawan kesehatan MER-C sedang mendata dan memeriksa warga terdampak bencana erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. ANTARA/HO-Humas MER-C Tim bedah Tim ke-2 yang diterjunkan adalah tim medis yang terdiri atas dokter spesialis bedah plastik rekonstruksi, dokter umum, perawat dan bagian logistik berjumlah tujuh orang yang merupakan gabungan dari sukarelawan MER-C Cabang Yogyakarta, Solo dan Jawa Timur. Tim bedah plastik melayani pasien luka bakar di Rumah Sakit Dr Haryoto Lumajang. Sementara tim medis lainnya melakukan pelayanan mobile clinic ke titik-titik pengungsian yang masih minim bantuan medis. Korban luka bakar menjadi fokus tim bedah plastik karena jumlahnya cukup banyak. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)Abdul Muhari, Ph.D melalui keterangan yang disampaikan pada Sabtu (12/12) menyatakan sepekan upaya pencarian dan pertolongan korban dampak awan panas guguran (APG) Gunung Semeru, tim gabungan telah menemukan total 45 korban jiwa dalam kondisi meninggal dunia. Jumlah tersebut bertambah dari yang sebelumnya yakni 43, setelah pada Jumat (10/12), tim kembali menemukan dua korban di wilayah Dusun Kamar Kajang, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang. Merujuk Dansatgas Penanggulangan Dampak APG Gunung Semeru dari Posko Tanggap Darurat Kecamatan Pasirian, Kolonel (Inf) Irwan Subekti, Jumat (10/12), BNPB merinci jumlah orang hilang yang sampai saat ini dilaporkan ada 9 orang, 19 orang luka berat dan 19 lainnya luka ringan. Adapun sebanyak 19 orang yang luka ringan ini juga memiliki luka atau penyakit lain di luar luka bakar akibat APG Gunung Semeru. Sementara, jumlah orang yang mengungsi ada sebanyak 6.573 pengungsi yang tersebar di 124 titik pengungsian. Sebanyak 124 titik pengungsian itu terbagi sebanyak 24 titik di lokasi pengungsian terpusat dan sisanya yakni 102 titik merupakan pengungsian mandiri maupun di lokasi kerabat para warga terdampak. Tim dokter kesehatan MER-C sedang memberikan layanan kesehatan warga terdampak bencana erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. ANTARA/HO-Humas MER-C Prioritas keselamatan Saat meninjau RSUD Pasirian Lumajang, Ahad (5/12), Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menegaskan bahwa pemerintah berfokus menyelamatkan korban. Sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo, kata dia, setiap ada bencana seperti ini yang diprioritaskan adalah keselamatan korban, terutama mereka yang cedera. Korban cedera akibat erupsi Gunung Semeru di RSUD Pasirian banyak yang mengalami luka bakar parah. Bahkan ada korban yang mengalami luka bakar sampai 80 persen sehingga perlu penanganan khusus dengan bantuan dokter spesialis, dokter sub spesialis dan dokter bedah plastik. Selain itu, ada pula korban cedera yang tertimpa reruntuhan bangunan. Ketua Tim ke-3 MER-C untuk erupsi Semeru dr Mustofa Siddik menyatakan bahwa kegiatan tim tidak langsung berkaitan dengan evakuasi, melainkan pendampingan kesehatan. “Targetnya siapapun yang membutuhkan akan kami layani sesuai dengan kapasitas kami sebagai tim kesehatan,” katanya. Namun apabila dirasa tim menemukan satu kasus yang tidak dapat ditangani oleh tim, maka akan merujuk ke fasilitas kesehatan terdekat yang memadai. Tim MER-C dengan menggunakan dua armada “double cabin” akan bertugas selama sepekan ke depan dan rolling dengan tim ke-2 yang sudah bertugas, dan selanjutnya tim sukarelawan akan terus dikirimkan secara rotasi sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Pada Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana (Rakornas PB) Tahun 2021 di Jakarta pada Rabu (10/3) 2021, MER-C mendapat penghargaan dari negara, melalui BNPB. Anugerah penghargaan kepada MER-C diberikan atas intensitas, konsistensi, dan inovasi MER-C dalam penanggulangan bencana di Indonesia, khususnya di masa pandemi COVID-19 saat ini. Khidmat membantu korban di Gunung Semeru adalah kesinambungan kerja-kerja senyap kemanusiaan dari Sabang hingga Merauke, yang tidak segegap-gempita jika misi kemanusiaan berlangsung di mancanegara. Oleh Andi JauharyEditor: Budhi Santoso Sumber : https://www.antaranews.com/berita/2581121/khidmat-mer-c-bersama-anak-bangsa-di-gunung-semeru
MER-C Kirim Tim Medis dan Trauma Healing Bantu Korban Erupsi Semeru

MER-C Indonesia masih terus bergerak bantu korban Erupsi Semeru. Hari ini, Jum’at/10 Desember 2021, MER-C kembali memberangkatkan Tim Relawannya ke wilayah yang terdampak bencana erupsi Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur. Tim berjumlah total 13 relawan yang terdiri dari dokter umum, perawat, bidan, bagian logistic serta trauma healing. Ini adalah tim ke-3 yang MER-C turunkan untuk membantu penanganan korban bencana erupsi Gunung Semeru. Sebelumnya, sejak satu hari pasca bencana, MER-C telah menurunkan dua tim relawan. Tim pertama adalah Tim Advance sebanyak 5 relawan yang dpimpin oleh dr. M. Hardian Basuki, SpOT(K) yang juga Ketua MER-C Cabang Jawa Timur melakukan assessment ke beberapa titik pengungsian dan fasilitas kesehatan. Tim ke-2 adalah Tim Medis terdiri dari dokter spesialis bedah plastik rekonstruksi, dokter umum, perawat dan bagian logistik berjumlah tujuh orang yang merupakan gabungan dari relawan MER-C Cabang Yogyakarta, Solo dan Jawa Timur. Relawan bedah plastik melayani pasien luka bakar di RS DR. Haryoto Lumajang, sementara relawan medis lainnya melakukan pelayanan mobile clinic ke titik-titik pengungsian yang masih minim bantuan medis. Dr. Mustofa Siddik, Ketua Tim ke-3 MER-C untuk Erupsi Semeru mengatakan bahwa persiapan untuk keberangkatan tim sudah dilakukan sejak beberapa hari lalu. “Persiapan tim ini sudah sejak beberapa hari lalu. Kita persiapkan beberapa hal yang diperlukan bagi kegiatan di sana meliputi Alat Pelindung Diri (APD) berupa masker, sarung tangan, kacamata google, sepatu boot, dan lainnya serta keperluan untuk pelayanan kesehatan di daerah yang terjadi bencana seperti obat-obatan dan penunjang lainnya,” jelasnya menjelang keberangkatan Tim pagi ini di Kantor Pusat MER-C di Jakarta. Lebih lanjut ia mengatakan bahwa kegiaan tim tidak langsung berkaitan dengan evakuasi, melainkan pendampingan kesehatan. “Targetnya siapapun yang membutuhkan akan kami layani sesuai dengan kapasitas kami sebagai tim kesehatan. Namun apabila dirasa kami menemukan satu kasus yang tidak dapat ditangani oleh tim, maka kami akan merujuk ke fasilitas kesehatan terdekat yang memadai,” tambahnya. Keberangkatan Tim MER-C pagi ini menggunakan dua armada double cabin. Rencananya, tim akan bertugas selama satu minggu ke depan, rolling dengan tim ke-2 yang sudah bertugas sejak hari Senin lalu. Selanjutnya tim relawan akan terus dikirimkan secara rotasi sesuai dengan kebutuhkan di lapangan.
Relawan MER-C Bantu Penanganan Korban Erupsi Semeru di RS DR. Haryoto Lumajang

Selain tim relawan medis yang melakukan mobile clinic untuk memberikan layanan pengobatan bagi warga terdampak erupsi Semeru yang berada di titik-titik pengungsian, MER-C juga menurunkan relawan dokter spesialis bedah plastic rekonstruksi dan estetika untuk membantu penanganan korban erupsi Merapi yang berada di rumah sakit. Adalah Dr. dr. Nova Primadina, SpBP-RE., salah seorang relawan dari MER-C Cabang Jawa Timur yang ditugaskan membantu penanganan korban luka bakar di Instalasi Bedah Sentral (IBS) RS DR. Haryoto, Lumajang. RS Dr. Haryoto Lumajang adalah RS yang ditunjuk menjadi pusat rujukan seluruh korban erupsi Semeru oleh Dinas Kesehatan setempat. Saat ini sebanyak 16 pasien masih ditangani di RS Dr. Haryoto Lumajang. “Iya yang luas-luas luka bakarnya yang dirujuk ke RS Dr. Haryoto. Ada 16 pasien,” ujar dr. Nova yang juga merupakan dosen Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surabaya. Di RS Dr. Haryoto Lumajang, kegiatan yang dilakukannya bersama dengan tim medis rumah sakit adalah debridement luka bakar, tangensial eksisi, immediate skin graft atau cangkok kulit, stabilisasi kondisi pasien dan monitoring balance cairan serta nutrisi pasien luka bakar. “Total pasien yang dioperasi sejak hari Selasa (7 Desember 2021) sampai dengan Kamis (9 Desember 2021) sebanyak 14 orang,” jelasnya melalui laporan yang dikirimkan ke MER-C Pusat Jakarta. Pada hari Selasa lalu, mewakili MER-C, ia juga menyerahkan bantuan alat skin stapless untuk operasi cangkok kulit pasien luka bakar kepada dr. Agus Santoso Budi, Sp.BP-RE(K) dari PERAPI Jatim.
Dukung Safari Kemanusiaan MER-C untuk Palestina, MUI: Ini Langkah yang Sangat Baik

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Kerja Sama Luar Negeri dan Hubungan Internasional, Prof. DR. Sudarnoto Abdul Hakim menyambut baik ide safari kemanusiaan untuk Palestina yang tengah dilakukan oleh Medical Emergency Rescue Committee (MER-C). MUI mendukung dan berharap gerakan ini akan memberi ruang untuk merakit sebuah aliansi antar warga bangsa untuk membela Palestina. Hal ini disampaikan saat menerima kunjungan Ketua Presidium MER-C, Sarbini Abdul Murad, di Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI), Selasa/7 Desember 2021. “Ide safari kemanusiaan yang dilakukan oleh MER-C adalah langkah yang sangat baik. Pertama, agar terbangun awareness di kalangan masyarakat luas terkait persoalan-persoalan yang dihadapi rakyat dan bangsa Palestina yang dalam waktu panjang telah teraneksasi oleh Israel. Kedua, pentingnya safari ini adalah memberi ruang untuk merakit sebuah aliansi antar warga bangsa apapun latar belakang agama, suku, dsb bahwa kerjasama secara lebih luas untuk membangun dan membela rakyat Palestina menjadi sangat penting,” ujarnya. Prof Sudarnoto juga menegaskan bahwa MUI mendukung semua gerakan yang dilakukan oleh siapapun, karena membela Palestina adalah amanah pembukaan UUD 1945 bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa. Kisah Palestina juga merupakan kisah penjajahan yang eksistensial yang dilakukan oleh Israel. Menurutnya, posisi masyarakat, bangsa dan negara Indonesia termasuk kekuatan-kekuatan civil society seperti MER-C dan sebagainya menjadi sangat penting untuk membuktikan bahwa ini adalah Amanah UUD 1945. “MUI tentu sangat mendukung berbagai upaya-upaya yang memang dilakukan untuk perdamaian di tengah kesulitan yang dihadapi oleh bangsa Palestina. Ini komitmen kemanusiaan untuk perdamaian dunia,” katanya. Ia berharap langkah ini dapat terus dilakukan melalui program-program yang lebih konkrit. “Mudah-mudahan langkah safari ini merupakan langkah yang secara terus-menerus dilakukan dan melalui program yang konkrit, antara lain melalui dialog-dialog berkelanjutan dan pilihan ide-ide program yang bisa dirasakan oleh rakyat dan bangsa Palestina menjadi penting. Ini perlu ditindaklanjuti dalam pertemuan-pertemuan untuk membahas lebih detail,” tambahnya. Menyinggung mengenai bantuan untuk Palestina, Prof Sudarnoto menjelaskan bahwa MUI saat ini sedang berkonsentrasi menyelesaikan program RS Indonesia di Hebron, Tepi Barat, Palestina. “Alhamdulillah kita memperolah dukungan dari berbagai kalangan. Kami berharap ini akan selesai sesuai dengan jadwalnya. Ini program yang sangat penting bukan semata-mata berdirinya secara fisik RS Indonesia di Hebron. Tapi ini menggambarkan komitmen bangsa Indonesia melalui MUI, menggambarkan kepedulian kita kepada Palestina.” Sementara itu, untuk membantu warga Palestina, khususnya yang berada di Jalur Gaza, MER-C juga telah melakukan pembangunan RS Indonesia di wilayah terblokade ini. Selain bantuan kemanusiaan, safari kemanusiaan untuk Palestina menjadi langkah MER-C selanjutnya untuk mendukung kemerdekaan Palestina.
Semeru Erupsi, MER-C Turunkan Tim Medis

Gunung Semeru yang berada di Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang, Jawa Timur mengalami erupsi, Sabtu/4 Desember 2021 sekitar pkl 15.00 waktu setempat. Esok harinya, Minggu/5 Desember 2021, MER-C mengirimkan Tim Advance menuju lokasi terdampak bencana untuk melakukan Initial Assessment of Disaster. Tim advance MER-C yang dipimpin oleh dr. Hardian Basuki, SpOT(K) yang juga merupakan Ketua MER-C Cabang Jawa Timur beserta empat relawan lainnya menyusuri titik-titik pengungsian warga korban bencana erupsi Semeru. Lokasi yang dikunjungi antara lain desa Penanggal, Desa Sumbermujur, Kec. Pronojiwo dan Kec. Candipuro. Tim juga mendatangi dua rumah sakit yang menangani korban bencana Semeru, yaitu RSUD Dr. Haryoto dan RSUD Pasirian untuk mendata korban yang masih membutuhkan penanganan dan kebutuhan tenaga medis. Menindaklanjuti hasil assessment tersebut, pada Senin/6 Desember 2021, MER-C menurunkan Tim lanjutan (Tim Medis I) yang terdiri dari tujuh orang relawan dengan komposisi dokter spesialis bedah plastic, dokter umum, perawat dan relawan logistik. Tim ini merupakan gabungan relawan dari MER-C Cab Jogjakarta, Solo dan Jawa Timur. Tim Medis I langsung menuju lokasi pengungungsian di Desa Sumberwuluh, kec. Candipuro dan mengadakan layanan pengobatan bagi warga korban erupsi yang mengalami keluhan kesehatan. Sebagaimana diketahui, erupsi semeru berupa guguran awan panas telah menyebabkan setidaknya 34 orang meninggal dunia, 22 hilang, 38 luka berat, 352 luka ringan serta sebanyak 5.205 orang terdampak dan 4.250 orang mengungsi. MER-C Indonesia akan terus mengirimkan tim relawan untuk memberikan bantuan khususnya medis bagi korban bencana erupsi Semeru. Bantuan dan donasi bagi program ini dapat disalurkan melalui:BCA, 686.0099339BSI – BSM, 701.565.8899An. Medical Emergency Rescue Committee
Erupsi Semeru
Mari bersama kita doakan dan bantu. Semoga saudara-saudara kita di sana diberikan perlindungan dan keselamatan serta kekuatan. Salam Kemanusiaan, MER-C Indonesia Call Center : 0811990176 FB dan Youtube : MER-C Indonesia IG dan Twitter : @mercindonesia #erupsi #gunung #semeru #semeruerupsi #prayforsemeru #relawanmerc #timmedismerc #bantuankemanusiaan #mercindonesia
Langkah Medis Awal pada Fase Akut Semeru
Semeru erupsi, untuk melakukan pertolongan medis awal para korban luka bakar dan cedera saluran nafas akibat awan panas 1. Jangan masuk ke lokasi saat masih erupsi (kecepatan awan panas bs melebihi 100km/jam. Biarkan im SAR bekerja2. Untuk korban-korban luka bakar yang berhasil dievakuasi , lakukan DISASTER TRIAGE , jangan ditumpuk di satu Rumah Sakit, siapkan ambulance dan korban disebar berdasarkan derajat beratnya luka bakar dan adanya trauma inhalasi, yang berat dikirim ke Rumah Sakit yang memiliki ICU atau unit luka bakar. Agar bisa tercapai respon time yang adekuat dan selamat.3. Evakuasi warga ( terutama kelompok rentan: balita, ibu hamil dan geriatri) ke tempat atau lokasi yang aman 4. Sediakan masker dan air minum yang cukup untuk warga.5. Setelah letusan dan asap reda, lakukan Rapid Health Assessment (RHA) dan lakukan pertolongan Semoga para korban bisa terselamatkan Salam Kemanusiaan dr. Yogi Prabowo, Sp.OT(K) Presidium & Relawan Medis MER-C
Pray For Semeru

Gunung Semeru yang terletak di Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang, Jawa Timur mengalami erupsi pada Sabtu/4 Desember 2021 sekitar pukul 15.00 WIB. MER-C Indonesia menyiapkan Tim Advance untuk melakukan assessment dan memberikan bantuan medis awal bagi masyarakat terdampak. Mari bersama kita doakan dan bantu. Semoga saudara-saudara kita di sana diberikan perlindungan dan keselamatan serta kekuatan. Salam Kemanusiaan, MER-C Indonesia Call Center : 0811990176 FB dan Youtube : MER-C Indonesia IG dan Twitter : @mercindonesia #erupsi #gunung #semeru #semeruerupsi #prayforsemeru #relawanmerc #timmedismerc #bantuankemanusiaan #mercindonesia
MER-C dan Pembaca Republika Bantu Perlengkapan Sekolah untuk Anak-anak Palestina

MER-C dan Republika kembali bekerjasama menyalurkan bantuan untuk rakyat Palestina. Kali ini bantuan yang diberikan dalam bentuk perlengkapan sekolah untuk anak-anak. Paket bantuan berisi perlengkapan sekolah lengkap yang terdiri dari tas, sepatu, seragam (kemeja/atasan), celana panjang jeans, buku tulis, buku gambar, pensil warna, tempat pensil, dan alat-alat tulis. Sasaran penerima bantuan adalah anak-anak tingkat Sekolah Dasar di Jalur Gaza yang membutuhkan seperti yatim, anak dari keluarga dhuafa, dan dari keluarga syuhada. Sebanyak total 300 paket perlengkapan sekolah didistribusikan secara langsung oleh Relawan MER-C Cabang Gaza ke sekolah-sekolah di Jalur Gaza. Sebanyak 200 paket diantaranya merupakan donasi dari Pembaca Republika dan sisanya sebanyak 100 paket merupakan donasi dari masyarakat Indonesia melalui MER-C. Bantuan ini diharapkan dapat menambah semangat anak-anak Gaza untuk sekolah dan mengejar cita-cita mereka. Keceriaan terpancar dari wajah polos dan suci anak-anak Gaza saat menerima bantuan. Ungkapan terima kasih Indonesia, terima kasih MER-C dan terima kasih Pembaca Republika mereka sampaikan atas perhatian yang tak pernah berhenti dari rakyat Indonesia. Bantuan dan Donasi untuk Program-program Kemanusiaan Gaza – Palestina dapat disalurkan melalui: BSI – BSM, 700.290.5803 BCA, 686.033.5555 Bank Mandiri, 124.000.3753.754 Semua rekening atas nama:Medical Emergency Rescue Committee Simak tayangannya di MER-C Indonesia https://youtu.be/l8kDPPY-OYI Info : MER-C IndonesiaCall Center : 0811990176FB dan Youtube : MER-C IndonesiaIG dan Twitter : @mercindonesia
MER-C Apresiasi Langkah Denmark Membantu Palestina

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia menyampaikan apresiasinya yang tinggi atas langkah Denmark memberikan bantuan kepada Palestina. Bantuan Denmark berupa dana hibah dan kemitraan dilakukan dalam rangka mendukung upaya Palestina memperjuangkan kemerdekaannya. Apresiasi ini disampaikan oleh Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad secara tertulis kepada Perdana Menteri Denmark, Mette Frederiksen melalui surat yang dikirimkan ke Kedutaan Besar Denmark di Jakarta, Selasa/12 Oktober 2021. “Kami memberikan apresiasinya setinggi-tingginya kepada Pemerintah dan rakyat Denmark atas langkah yang telah diambil untuk membantu Palestina. Kesepakatan bantuan yang diberikan berupa dana hibah dan kemitraan antara Denmark dan Palestina adalah sebuah langkah berani dan nyata dalam upaya mendukung upaya Palestina memperjuangkan kemerdekaannya. Hal ini menunjukkah sikap tegas Denmark yang berpihak kepada kemanusiaan dan keadilan serta menolak bentuk penjajahan yang dilakukan oleh Israel terhadap Palestina,” tulisnya. Bantuan dan kemitraan seperti ini, tulisnya, tentu akan membantu rakyat Palestina meningkatkan kapasitas rakyatnya, meningkatkan perekonomian, memperluas pembangunan di berbagai bidang, sehingga Palestina dapat menjadi bangsa yang mandiri, merdeka dan berdaulat, sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Sarbini berharap langkah yang telah dilakukan Denmark bisa diikuti oleh banyak negara lainnya di dunia. “Kami berharap langkah yang telah dilakukan Denmark bisa diikuti oleh banyak negara lainnya di dunia sebagai bentuk dukungan terhadap kemanusiaan dan perdamaian serta perlawanan terhadap penjajahan,” tambahnya. “Negara-negara peduli Palestina seperti Denmark, kami harapkan dapat memberikan tekanan kepada Israel untuk menghentikan tindakan ilegalnya di Tepi Barat, yaitu perampasan dan penghancuran properti warga Palestina, dsb,” tegas dokter yang sudah berpengalaman di berbagai wilayah perang dan bencana. Lebih lanjut, mengenai perdamaian antara Palestina dan Israel melalui solusi dua negara, dalam suratnya, Sarbini juga sangat mengapresiasi hal ini dimana Denmark menjadi salah satu negara yang mendukung solusi ini. “Semoga Denmark dapat terus menyuarakan hal ini di forum-forum internasional, sehingga solusi dua negara bisa segera terwujud.” MER-C sendiri adalah NGO Indonesia yang memiliki concern terhadap masalah Palestina terutama dalam aspek kemanusiaan dan kesehatan. Salah satu bentuk komitmen MER-C untuk Palestina adalah dengan membangun Rumah Sakit di Bayt Lahiya, Jalur Gaza yang diberi nama Rumah Sakit Indonesia. Pembangunan Rumah Sakit Indonesia yang sudah berlangsung sejak tahun 2009, sampai saat ini masih terus dilakukan pengembangan-pengembangan yang diperlukan untuk meningkatkan dan memperluas kapasitas pelayanannya. Jakarta, 12 Oktober 2021 MER-C Indonesia