Wakil Ketua MPR RI : Konflik Palestina Bukan Perang Agama, Ini Masalah Kemanusiaan

Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat menekankan bahwa apa yang terjadi di Palestina bukanlah perang agama, bukan pertikaian muslim dan non muslim, namun ini adalah masalah kemanusiaan. Ia juga mengapresiasi apa yang telah dilakukan MER-C di Palestina sebagai wujud dari pelaksanaan konsensus kebangsaan yang menjadi amanah dari para pendiri bangsa, yaitu menjaga perdamaian dunia. Hal ini disampaikannya saat menerima kunjungan Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad dan Tim di rumah dinasnya, Kamis/23 September 2021. Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar 45 menit tersebut, kedua belah pihak berdiskusi mengenai masalah Palestina. Mewakili MER-C, Sarbini Abdul Murad menyampaikan progress program MER-C di wilayah Jalur Gaza serta kendala yang dihadapi saat ini yaitu masih sulitnya perizinan masuk ke Jalur Gaza untuk menindaklanjuti program pengembangan RS Indonesia di sana. Menanggapi paparan Ketua Presidium MER-C, Wakil Ketua MPR RI periode 2019 – 2024 ini mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh MER-C di Palestina yang menurutnya merupakan pelaksanaan konsensus kebangsaan dan UUD 1945 dalam rangka ikut mewujudkan perdamaian dunia. Ia juga menekankan bahwa masalah Palestina bukan pertikaian muslim dan nonmuslim, namun merupakan masalah kemanusiaan yang menjadi tanggung jawab semua. “Saya sendiri mengikuti perjalanan program MER-C di Palestina dari pembicaraan awal sejak 3-4 tahun lalu sejak saya masih di Media Grup. Saat ini ada dua saya melihat apa yang dilakukan MER-C dalam konteks kapasitas saya sekarang. Kita mengenal yang namanya konsensus kebangsaan. Salah satu yang jelas-jelas ada di dalam konsensus kebangsaan, ada dalam pembukaan UUD 1945 adalah ikut melaksanakan tercapainya perdamaian dunia. Itu tugas dan tanggung jawab kita menurut saya. Sebagai warga negara yang baik, yang memegang teguh janji-janji kita terhadap konsensus kebangsaan, yang dilakukan MER-C sesungguhnya melaksanakan betul apa yang menjadi amanah dari para founding fathers, amanah kita dan tugas kita sebagai warga negara untuk ikut menjaga terciptanya perdamaian dunia dalam konteks negara. Saya betul-betul mengapresiasi rekan-rekan semua yang tergabung di MER-C yang terpanggil untuk bergerak,” ujarnya. “Gaza bukan pertikaian muslim dan nonmuslim, ini betul-betul masalah politik. Tapi di atas itu semua saya melihat ini masalah kemanusiaan. Dengan cara kita masing-masing memiliki tugas untuk bisa mengambil peran dan tanggung jawab. Saya kira kehadiran MER-C sangat baik, membantu kita semua untuk meluruskan berbagai isu yang beredar atau terutama memberikan pemahaman sehingga kita bisa meletakkan permasalahan yang ada di Gaza Palestina ini pada konteks yang tepat. Kehadiran MER-C merepresentasikan keberadaan bangsa kita, menjalankan apa yang diamanahnya kepada kita sebagai warga negara dan juga sebagai manusia,” tambahnya. Mengenai peran pemerintah, ia juga menjelaskan bahwa Pemerintah sudah mengambil posisi dan peran, Menlu RI juga sudah aktif berbicara dan mengambil peran. Namun menurutnya, konflik Palestina bukan sebuah konflik yang sederhana, cukup kompleks dan merupakan sebuah perjuangan kemanusiaan. “Pemerintah dalam konteks politik luar negeri kita, sepanjang yang saya ketahui sudah mengambil posisi dan peran. Saya rasa Menlu kita sudah cukup aktif berbicara. Tapi kita juga tahu bahwa konflik Palestina ini bukan sebuah konflik yang sederhana, ini cukup kompleks, sekali lagi ini sebuah perjuangan kemanusiaan. Ini salah satu tugas kita semua, bukan hanya pemerintah, yaitu memberikan pemahaman yang tepat dan benar kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk bisa melihat dan menempatkan masalah Palestina sesuai konteksnya. Saya kira ini baru bisa selesai kalau memang seluruh bangsa bersama-sama bersatu menyelesaikannya,” tegasnya. Untuk itu, Lestari berharap dan mengajak agar semua pihak tidak lelah menyuarakan hal ini sehingga gerakan membela Palestina bisa lebih luas tidak terbatas sekat-sekat agama. “Marilah kita tidak lelah menyuarakan ini kepada saudara-saudara kita seluruh masyarakat Indonesia bahwa sekali lagi ini bukan perang agama, ini betul-betul murni masalah kemanusiaan, sehingga dengan demikian gerakan-gerakan untuk membela Palestina bisa kita rangkul secara lebih luas tidak terbatas sekat-sekat agama. Seluruh warga Indonesia yang memiliki perhatian dan simpati bisa terlibat. Yang kita kedepankan adalah peran kita sebagai warga dunia dan tugas kita untuk menjaga perdamaian dunia,” ujarnya. Sebelumnya pada 10 Juli 2019, Lestari Moerdijat dalam kapasitasnya saat itu sebagai Deputy Chairman Media Group telah menyerahkan donasi dari Media Group kepada MER-C sebesar Rp 6.507.911.514,- sebagai wujud dukungan untuk pembangunan tahap 2 RS Indonesia di Gaza, Palestina. Berkat dukungan dari seluruh rakyat Indonesia, pembangunan tahap dua untuk membangun lantai 3 dan 4 RS Indonesia di Gaza sudah selesai pada pertengahan tahun 2020 lalu dan kini dalam proses pengadaan alat-alat kesehatan. MER-C sejak beberapa waktu lalu telah mempersiapkan Tim relawannya untuk bertugas selanjutnya ke Gaza Palestina untuk mengawasi proses pengadaan alat kesehatan serta rencana pengembangan RS Indonesia ke depan. Namun keberangkatan Tim hingga saat ini belum bisa terlaksana karena masih terkendala izin masuk. Jakarta, 24 September 2021Medical Emergency Rescue Committee
Dubes RI untuk Afghanistan: Saya berharap MER-C Bisa Berperan Lebih Aktif Pasca Perang

Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Afghanistan Dr. Ir. Arief Rachman, MM., MBA menyampaikan harapannya agar Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) yang sudah memulai di Afghanistan saat perang dulu, kini bisa berperan lebih aktif pasca perang. Hal ini disampaikannya saat menerima kunjungan Tim MER-C di kediamannya, 5 September 2021. “Terima kasih, suatu kehormatan berjumpa lagi dengan MER-C setelah hampir 20 tahun lalu kita berpisah di Pakistan. Saya termasuk senang pada waktu itu, karena kedatangan MER-C di daerah tugas saya di Pakistan dan saya sempat melepas MER-C saat di Pakistan,” ungkap Duta Besar RI untuk Afghanistan, Arief Rachman. “Saya berharap MER-C yang sebelumnya dulu sudah pernah memulai di Afghanistan saat perangnya, saat ini pasca perang harus lebih aktif, karena tentunya banyak bicara tentang rekonsiliasi pasca perang apalagi kaitannya dengan orang sakit, korban yang tentunya banyak dan memerlukan pemeliharaan ke depan,” tambahnya. Dalam kesempatan kunjungan silaturahim tersebut, Tim MER-C terdiri dari dr. Sarbini Abdul Murad selaku Ketua Presidium dan dr. Henry Hidayatullah selaku Presidium, keduanya merupakan relawan yang pernah bertugas dalam misi kemansnuiaan ke Afghanistan pada tahun 2001 dan 2002 silam, serta dr. Zackya Yahya, SpOk dan Rima Manzanaris (Manajer Operasional MER-C). Kepada Duta Besar RI untuk Afghanistan, Ketua Presidium MER-C menyampaikan rencana MER-C ke depan untuk Afghanistan apabila sudah terbentuk pemerintahan yang efektif di sana. Sebagai lembaga sosial kegawatdaruratan medis, MER-C akan berfokus membantu pada bidang kesehatan berupa pembangunan klinik atau Rumah Sakit Indonesia di Afghanistan. “MER-C pernah diminta oleh Afghanistan untuk membangun sarana kesehatan di sana, setelah mereka melihat kami membangun RS Indonesia di Gaza, Palestina,” ujar Sarbini. “Alm. Dr. Joserizal Jurnalis, SpOT dan Tim MER-C pernah bertemu Menlu Afghanistan dan membahas mengenai hal ini,” ucapnya. Menanggapi hal ini, Duta Besar RI untuk Afghanistan menyampaikan dukungannya kepada MER-C dalam melakukan second track diplomacy di Afghanistan. Ia juga yakin MER-C mempunyai kemampuan untuk mengubah tantangan menjadi peluang, apalagi kesehatan sangat diperlukan. “Untuk ke depan tentunya Afghanistan ini menarik buat semuanya. Tantangan-tantangan yang ada mesti disikapi untuk menjadi peluang. Salah satunya MER-C punya kemampuan untuk mengubah tantangan itu menjadi peluang, untuk menjadi satu peran atau kiprah Indonesia di Afghanistan. Kalau secara diplomasi ini disebut sebagai second track. Tidak hanya pemerintah, tapi semua pihak bisa mengambil bagian, agar diplomasi yang sudah menjadi amanat konstitusi kita betul-betul terus berkembang. Dan itu menjadi bagian dari kita sebagai bangsa Indonesia, sebagai warga negara Indonesia,” ujarnya. Duta Besar Arief Rachman menambahkan pasca perang tentunya korban-korban ada yang penyelesaiannya butuh waktu satu bulan, tiga bulan bahkan mungkin tahunan. Dan apabila MER-C membangun rumah sakit adalah yang paling tepat di daerah-daerah yang belum ada RS, sehingga peluang untuk ikut dalam kemanfaatan apalagi kesehatan bisa lebih besar. Ia berharap agar semua upaya dapat dilakukan semaksimal mungkin sehingga dapat bermanfaat bagi masa depan yang berikutnya di Afghanistan.
Terima Daging Qurban, Warga Gaza Doakan Indonesia

MER-C Indonesia kembali mengadakan program qurban di Jalur Gaza, Palestina. Situasi pandemi tidak menyurutkan perhatian dan kepedulian masyarakat Indonesia untuk turut berqurban dan berbagi kebahagiaan dengan saudara-saudara mereka di wilayah terblokade ini. Pada Hari Raya Idul Adha tahun 1442 H/2021 M ini, MER-C menerima amanah hewan qurban dari masyarakat Indonesia sebanyak tiga ekor sapi dan 29 ekor domba. “Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Indonesia yang telah mempercayakan amanah qurban untuk masyarakat Gaza melalui lembaga MER-C. Meski di tengah situasi pandemic yang cukup berat di negara kita, ternyata perhatian serta kepedulian masyarakat Indonesia terhadap saudara-saudara mereka di Jalur Gaza Palestina senantiasa ada,” ujar Rima Manzanaris, Manajer Operasional MER-C. Pelaksanaan program qurban dilakukan langsung oleh relawan Indonesia yang bertugas di Jalur Gaza. Tiga relawan Indonesia di sana memimpin pelaksanaan program qurban dari Indonesia untuk Palestina, dibantu oleh warga lokal. Seluruh hewan qurban amanah dari masyarakat Indonesia sudah selesai didistribusikan kepada warga Gaza yang berhak menerimanya. Sasaran penerima daging qurban adalah keluarga faqir dan keluarga syuhada yang tersebar di Gaza bagian utara, tengah, selatan, barat, timur serta di lingkungan RS Indonesia. Masyarakat Gaza, Palestina penerima daging qurban sangat berbahagia dan antusias dalam menerima daging qurban dari saudara-saudara mereka di Indonesia. “Mereka menitipkan salam untuk saudara-saudara mereka di Indonesia dan mendoakan semoga warga Indonesia bisa segera diberikan kemampuan melalui cobaan pandemi Covid-19 yang saat ini sedang melanda,” ujar Rima. Qurban adalah salah satu program rutin tahunan yang diselenggarakan MER-C melalui cabangnya di Jalur Gaza. Program qurban dan program-program kemanusiaan lainnya seperti bantuan Ramadhan, musim dingin, bantuan sekolah dan bantuan insidental lainnya sudah berjalan sekitar 10 tahun, sejak MER-C memulai melakukan pembangunan Rumah Sakit Indonesia di wilayah ini. Program Rumah Sakit Indonesia sampai saat ini masih terus berjalan dan terus mengalami pengembangan sesuai dengan kebutuhan yang ada. Begitupun program-program kemanusiaan akan terus dilakukan sebagai bentuk dukungan nyata dan berkesinambungan bagi rakyat Palestina, hingga Palestina meraih kemerdekaannya.
Bagaimana Menyalurkan Solidaritas dan Membangun RS di Palestina ?

Serangan Israel di penghujung bulan Ramadan dan Idul Fitri terhadap Palestina membangkitkan reaksi warga negara Indonesia dan Internasional. Solidaritas dunia diwujudkan dalam bentuk kepedulian ingin membantu donasi kepada Palestina. Hal tersebut membutuhkan wadah penyaluran bantuan yang amanah dan memastikan bahwa bantuan benar-benar sampai. Untuk menyalurkan bantuan ke Palestina tidaklah mudah, apalagi ke Gaza. MER-C membutuhkan waktu 5 tahun untuk merampungkan pembangunan RS Indonesia di Gaza sampai diresmikan pada tahun 2016 oleh Pak Jusuf Kalla sebagai wakil dari pemerintah. Hingga kini genap 5 tahun RS Indonesia di Gaza memberikan banyak manfaat bagi warga Gaza untuk menolong korban-korban konflik dan peperangan. Suka duka pembangunan RS Indonesia di Gaza begitu mewarnai perjuangan relawan MER-C. Mulai dari pengumpulan donasi yang berasal dari seluruh rakyat Indonesia baik yang miskin hingga yang kaya, dari majlis taklim, ibu-ibu arisan, tabligh akbar, hingga gereja-gereja ikut mendonasikan. Kisah-kisah anak-anak sekolah SD, SMP yang mengumpulkan uang recehan untuk disumbangkan, tukang-tukang kaki lima yang ikut menggalang dana demi terwujudnya RS Indonesia di Gaza. Pembangunan RS Indonesia adalah pertolongan Allah SWT semata, bukan karena kehebatan manusia. Tak terbayangkan membangun RS di Gaza, suatu tempat yang diisolasi dan penuh dengan konflik. Untuk masukpun tidak mudah apalagi membangun RS. Untuk datangnya pertolongan Allah SWT tersebut tentu ada syaratnya, keikhlasan, kesungguhan, upaya keras, menjaga amanah harus dilakukan. Para sukarelawan harus “stay” di dalam 1 – 2 tahun untuk melakukan dan mengawal proses pembangunan. Proses pembangunan dimulai dengan melakukan lobi yang alot kepada pemerintah Palestina di Gaza. Rasa curiga warga Gaza yang tinggi terhadap orang asing yang baru masuk membuat upaya tidak mudah. Bisa dipahami mengapa rasa curiga mereka tinggi. Selain banyak spionase yang menyamar organisasi kemanusiaan, juga banyaknya orang-orang yang “jualan” penderitaan rakyat Gaza untuk menarik donasi tanpa jelas penyaluran amanahnya. Mereka ini para broker, bisa perorangan solo karir, bisa juga berupa organisasi. Sementara itu mereka tahu bahwa animo warga dunia untuk membantu Palestina sangat besar, namun tidak bisa masuk ke Gaza atau Palestina. Alhamdulillah MER-C sudah melalui ujian tersebut dan mendapatkan tempat di hati warga Gaza, karna wujud nyata bantuan berupa RS megah di Gaza. Untuk mendapatkan tanah tempat dibangunnya RS juga memerlukan lobi yang alot. Tidak akan bisa kalau kita hanya transfer dana mempercayakan kepada orang lokal untuk mewujudkan RS. Tarik menarik, tawar menawar mulai dari posisi tanah, status tanah, tender pekerjaan dll harus dihadapi dengan keteguhan hati dan tekad membaja. Setiap pekerjaan harus dikawal sendiri oleh para sukarelawan, walaupun ada juga memperkerjakan orang lokal Akhirnya alhamdulillah di penghujung tahun 2015 RS tersebut rampung, menjadi kebanggaan rakyat Indonesia. Jadi sebagai hikmah pelajarannya dalam mendonasikan dan membangun apapun di Palestina : 1. Harus “stay” di dalam Palestina, mengawal2. Jangan menggunakan broker-broker solo karir tanpa audit atau organisasi yang banyak beriklan sementara tidak ada wujud nyata bantuan3. Mengetahui situasi geopolitik di Palestina, status kepemilikan tanah dll4. Berjamaah, bahu membahu dengan para sukarelawan5. Niat ikhlas, tangguh dan istiqomah Semoga niat-niat baik rakyat Indonesia dalam membantu warga Palestina bisa terealisasikan dengan baik dan amanah. Dan mudah-mudahan para dermawan yang mendonasikan untuk pembangunan RS Indonesia di Gaza mendapat pahala selayaknya para pejuang Palestina Aamiin YRA Salam Kemanusiaan Dr. Yogi Prabowo, SpOTPendiri, Presidium dan Relawan MER-C
MER-C Indonesia Terima Penghargaan Penanggulangan Bencana dari BNPB

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia menerima penghargaan penanggulangan bencana dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Anugerah penghargaan diberikan atas intensitas, konsistensi, dan inovasi MER-C dalam penanggulangan bencana di Indonesia, khususnya di masa pandemi Covid-19. Penghargaan tersebut diserahkan secara daring pada acara Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana (Rakornas PB) Tahun 2021, Rabu/10 Maret 2021. Acara dihadiri secara virtual oleh pengurus serta relawan MER-C lainnya. Ketua Presidium MER-C, Sarbini Abdul Murad bersyukur dan berterima kasih atas penghargaan yang diterima dari BNPB. Menurutnya, anugerah penghargaan adalah berkat kontribusi segenap relawan MER-C di seluruh Indonesia yang selama ini telah siap sedia meluangkan waktu dan keahlian tanpa pamrih untuk menunaikan tugas-tugas kemanusiaan di berbagai wilayah terdampak bencana di tanah air. Sarbini juga mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kepercayaan masyarakat Indonesia kepada MER-C. Penghargaan ini diharapkan menjadi motivasi bagi MER-C dan seluruh relawannya dimanapun berada untuk terus berkiprah bersama elemen bangsa lainnya dalam membantu penanggulangan bencana alam dan pandemi di tanah air. ***
MER-C Selalu Bersama Palestina

Catatan Dokter Ben MER-C sejak tahun 2008 tetap konsisten membantu Palestina. Peristiwa Mavi Marmara yang hampir merenggut nyawa relawan MER-C menjadi saksi sejarah betapa MER-C sungguh-sungguh mengirim Tim Kemanusiaan ke Palestina. Kemudian, MER-C secara kontinu mengirimkan relawan-relawan terbaiknya yang bertugas untuk membangun rumah sakit, bernama Rumah Sakit Indonesia. Tidak hanya membangun rumah sakit, MER-C juga membantu kesulitan lain yang mendera rakyat Palestina. Penderitaan panjang rakyat Palestina menjadi semangat MER-C untuk bisa mengurangi beban berat yang mesti dipikul oleh mereka. Kehadiran panjang relawan MER-C di Palestina secara tidak langsung mewakili 250 juta rakyat Indonesia. Tak terasa sudah lebih 1 dekade MER-C hadir di relung sejarah perjuangan Palestina. Perjuangan panjang untuk memperoleh sebuah negara. Kami mohon doa kepada segenap rakyat Indonesia agar MER-C tetap istiqamah dalam membantu rakyat Palestina. Rumah Sakit Indonesia yang telah berdiri di Gaza Palestina sebagai simbol abadi dukungan rakyat Indonesia kepada rakyat Palestina. Kepada rakyat Palestina, percayalah bahwa kami selalu ada dalam setiap nafas perjuangan kalian. Jakarta, 28 Desember 2020
MER-C Apresiasi Langkah Fatah dan Hamas Bersatu Lawan Aneksasi Israel

Dibalik rencana aneksasi atau pencaplokan Tepi Barat dan Lembah Jordan oleh Israel, ada kabar yang melegakan dan menggembirakan dimana Fatah dan Hamas berjanji bersatu untuk melawan aneksasi tersebut. Hal ini disampaikan oleh para pejabat senior kedua pihak, Jibril Rajub mewakili Fatah dari Ramallah dan Saleh al-Arouri mewakili Hamas dari Beirut Lebanon dalam tele konferensi pers bersama, Kamis (2/7). Dalam tele konferensi pers tersebut, kedua pihak telah sepakat untuk bersatu membangun kesepakatan bersama dalam menghadapi langkah brutal Israel menganeksasi Tepi Barat dan Lembah Jordan. Menanggapi peristiwa bersejarah ini, Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap langkah yang diambil oleh Fatah dan Hamas. “Kami mengapresiasi dan mendukung kesepakatan bersama Fatah dan Hamas, yang diharapkan dapat menjadi energi dan kekuatan nasional Palestina untuk menghadapi Israel yang didukung secara penuh oleh Amerika Serikat,” kata Sarbini. Menurutnya persatuan nasional semua elemen akan menjadi kekuatan yang membuat Israel berfikir ulang untuk meneruskan rencananya menganeksasi Tepi Barat. “Kami menyambut gembira langkah ini. Semoga saling pengertian dan persatuan ini tidak hanya dalam menghadapi aneksasi Tepi Barat saja tapi juga persoalan lainnya,” lanjutnya. Sarbini mengatakan meski ada cara pandang yang berbeda antara Fatah dan Hamas dalam mencapai kemerdekaan, tetapi ia berharap hal ini tidak menjadi batu sandungan untuk bersatu, apalagi di tengah situasi dan kondisi negara-negara Arab yang dibalut dengan persoalan-persoalan regional yang menyebabkan nasib Palestina terabaikan. Jakarta, 15 Juli 2020MER-C Indonesiawww.mer-c.org0811990176
MER-C Serahkan Bantuan APD Tahap 3 untuk Penanganan Covid-19

Selasa/9 Juni 2020, Tim MER-C kembali menyerahkan 200 paket bantuan APD (Alat Pelindung Diri) ke Posko Gugus Tugas Covid-19 di Balai Kota Provinsi DKI Jakarta. Ini merupakan bantuan tahap ke-3 yang telah diserahkan ke Posko Gugus Tugas Covid-19 dari 5 tahap yang direncanakan dengan total bantuan sebanyak 1.000 paket. Paket APD yang terdiri dari baju hazmat reuseable, face shield, kaca mata google, masker bedah, masker N95, nurse cap, sarung tangan, pelindung sepatu, sepatu boot dan alkohol 70% 5 liter, merupakan bantuan dari PT REPOWER ASIA INDONESIA bekerjasama dengan MER-C Indonesia. Sebelumnya serah terima bantuan simbolis telah dilakukan pada hari Selasa/5 Mei 2020 bertempat di Balai Kota dihadiri oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan beserta jajaran, Direksi PT Repower Asia Indonesia serta Ketua Presidium MER-C Indonesia. Bantuan ini sebagai respon PT Repower Asia Indonesia sebagai perusahaan publik dan MER-C Indonesia sebagai lembaga medis kemanusiaan atas seruan Gubernur DKI Jakarta mengenai KSBB (Kolaborasi Sosial Berskala Besar). Harapannya, kolaborasi yang ada serta bantuan yang diberikan dapat bermanfaat dalam mendukung langkah-langkah Pemerintah untuk menangani dampak wabah ini serta membantu tenaga medis memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat. Bantuan lanjutan akan terus disalurkan secara bertahap dalam waktu dekat. Kepedulian dan Donasi Anda dapat disalurkan melalui : BCA, 686.0099.339BSM, 701.565.8899BNI Syariah, 303.2000.922 Atas namaMedical Emergency Rescue Committe #MERCIndonesia#LawanCorona#LawanCovid19#BersamaLawanCovid Info:www.mer-c.org0811990176
Terus Bergerak Membantu Penanganan Wabah Covid-19

Hari ini, Rabu/20 Mei 2020, Tim MER-C kembali menyerahkan 200 paket APD (Alat Pelindung Diri) ke Posko Gugus Tugas Covid-19 di Balai Kota Provinsi DKI Jakarta. Ini merupakan bantuan tahap 2 yang telah diserahkan ke Posko Gugus Tugas Covid-19 dari 5 tahap yang direncanakan dengan total bantuan sebanyak 1.000 paket. Paket APD yang terdiri dari baju hazmat reuseable, face shield, kaca mata google, masker bedah, masker N95, nurse cap, sarung tangan, pelindung sepatu, sepatu boot dan alkohol 70% 5 liter, merupakan bantuan dari PT Repower Asia Indonesia bekerjasama dengan MER-C Indonesia. Semoga manfaat dan dapat membantu para tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan medis terbaik bagi masyarakat. #BersamaLawanCovid #LawanCorona #LawanCovid19 Info: www.mer-c.org 0811990176 /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:”Table Normal”; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:””; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:8.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:107%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:”Calibri”,sans-serif; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin;}
Program Ramadhan Saling Berbagi di Gaza Palestina

Seperti tahun-tahun sebelumnya, pada Ramadhan tahun ini, MER-C Indonesia melalui cabangnya di Jalur Gaza, Palestina kembali mengadakan program bantuan Ramadhan. Bantuan yang akan disalurkan berupa sembako sebanyak 1.000 paket dan bantuan makanan berbuka puasa sebanyak 1.000 paket. Bantuan disalurkan bertahap pada pekan terakhir ramadhan. “Ini adalah kegiatan rutin yang setiap tahun kita adakan melalui Cabang MER-C di Jalur Gaza, untuk membantu saudara-saudara kita di sana yang masih hidup dalam blokade ditambah adanya pandemi corona. Bantuan yang diberikan berupa 1.000 paket sembako dan 1.000 paket ifthar yang berasal dari donasi masyarakat Indonesia untuk program Kemanusiaan Gaza,” ucap dr. Sarbini Abdul Murad, Ketua Presidium MER-C. “Meski bangsa kita juga sedang mengalami berbagai masalah dan kesulitan ditambah adanya wabah corona, namun kita berupaya tetap berbagi ditengah keterbatasan kita, sebagai bentuk dukungan dan perhatian kita kepada saudara-saudara kita di Gaza yang masih hidup dalam berbagai keterbatasan akibat blokade dan penjajahan zionis Israel. Semoga sedikit bantuan yang kita berikan dapat turut menguatkan dan meringankan beban mereka,” tambah dokter asal Aceh ini. Menurutnya, bantuan disiapkan dan disitribusikan oleh relawan Indonesia yang sedang bertugas di sana kepada warga Gaza yang membutuhkan. “Ada 31 relawan yang saat ini masih bertugas di Jalur Gaza yang sedang menjalankan pembangunan tahap 2 RS Indonesia,” ungkapnya. Dr. Sarbini juga menyampaikan bahwa Cabang MER-C di Jalur Gaza telah resmi berdiri dan diakui oleh Pemerintah setempat sejak 10 tahun silam, tepatnya sejak Agustus 2010. Anggotanya terdiri dari relawan Indonssia yang tengah bertugas di Jalur Gaza, Palestina untuk pembangunan Rumah Sakit Indonesia dibantu beberapa relawan lokal. “Cabang MER-C di Gaza sudah resmi berdiri sejak Agustus 2010 ketika proses pembangunan RS Indonesia awal dimulai. Sejak saat itu, sampai saat ini Alhamdulillah cabang MER-C di Gaza masih aktif, menjembatani komunikasi antara MER-C Pusat dengan Pemerintah dan warga Palestina di Gaza dan menjalankan baik program Pembangunan RS Indonesia maupun program kemanusiaan lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan warga setempat seperti bantuan ramadhan, bantuan musim dingin, dsb ” jelas dr. Ben, sapaan akrabnya. ——- MER-C masih membuka kesempatan bagi masyarakat Indonesia yang ingin berdonasi bagi program ini melalui : Rekening Amanah Kemanusiaan GazaBCA, 686.033.5555 Bank Mandiri, 124.000.3753.754 BSM, 700.290.5803 (a/n. Medical Emergency Rescue Committee) Info lebih lanjut:www.mer-c.orgCall Center : 0811990176