Ramadhan Saling Berbagi di Gaza – Palestina

Assalamu’alaikum Sahabat, Seperti tahun-tahun sebelumnya, pada Ramadhan tahun ini, MER-C Cabang Gaza kembali akan menyalurkan amanah Sahabat bagi saudara-saudara kita di wilayah terblokade Jalur Gaza – Palestina dalam bentuk : 1.000 Bantuan Paket Sembako1.000 Bantuan Paket Ifthar Bantuan akan disalurkan langsung oleh 31 relawan Indonesia yang saat ini tengah melaksanakan Pembangunan Tahap 2 RS Indonesia, kepada warga Gaza yang membutuhkan. Kami masih membuka kesempatan bagi Sahabat yang ingin berdonasi bagi program ini melalui : Rekening Amanah Kemanusiaan GazaBCA, 686.033.5555 Bank Mandiri, 124.000.3753.754 BSM, 700.290.5803 (a/n. Medical Emergency Rescue Committee) Info lebih lanjut:www.mer-c.orgCall Center : 0811990176
MER-C Terus Salurkan Bantuan APD ke Berbagai Daerah

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia sejak awal wabah Covid-19 merebak hingga kini terus bergerak untuk turut melakukan penanganan virus ini. Dua kegiatan utama yang dilakukan MER-C adalah membentuk Tim Monitoring Pasien Dalam Pemantauan Covid-19 dan menyalurkan bantuan APD (Alat Pelindung Diri) ke tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan. Khusus untuk APD hingga kini bantuan sudah terdistribusikan ke lebih dari 125 fasilitas kesehatan dari mulai Aceh hingga sampai Papua Barat. “Tercatat sudah lebih dari 125 fasilitas kesehatan baik itu rumah sakit, puskesmas, klinik, praktek dokter yang kami distribusikan APD diantaranya berupa face shield, hand sanitizer, masker, nurse cap, sarung tangan, hazmat, dll. Ini dilakukan dalam rangka turut mendukung keamanan tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan terbaik mereka kepada masyarakat,” ungkap Ketua Divisi Bantuan dan Logistik MER-C, Ita Muswita AmdKeb, SIkom. “Bantuan kami salurkan sesuai amanah donasi dari masyarakat dan stok yang ada,” lanjut Ita, relawan medis yang sudah berpengalaman di berbagai wilayah konflik dan bencana alam baik di dalam maupun di luar negeri. “Awalnya distribusi APD diprioritaskan untuk fasilitas kesehatan di DKI Jakarta dan sekitarnya sebagai wilayah dengan jumlah kasus Covid-19 terbanyak. Namun seiring kasus yang mulai muncul di berbagai daerah, distribusi bantuan juga sudah menjangkau fasilitas kesehatan di Aceh, Sumbar, Sumut, wilayah Sumatera lainnya, DI Yogyakarta, Jawa tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi, Kalimantan bahkan Papua Barat,” tambahnya. Khusus face shield, dikarenakan sulit mendapatkan barang dalam jumlah banyak dan harga yang tinggi, relawan MER-C mencoba berinovasi membuat face shield sendiri. “Dengan kondisi barang sulit dan harga yang mahal, kami para relawan mencoba membuat face shield sendiri yang berasal dari bahan-bahan sederhana yang mudah ditemukan dan harganya pun terjangkau, namun tetap memperhatikan kenyamanan dan keamanan saat face shield digunakan oleh tenaga medis ketika memberikan pelayanan kepada pasien,” terang Ita. “Alhamdulillah face shield sederhana ini memdapat tanggapan positif dari rekan-rekan medis karena ringan dan dapat dipakai berulang kali,” ujarnya. Untuk itu, lanjut Ita, sampai saat ini Tim relawan MER-C masih terus memproduksi face shield setiap harinya guna memenuhi permintaan yang masuk dari fasilitas kesehatan di berbagai daerah. Jumlah face shield yang diproduksi oleh relawan sudah mencapai lebih dari 3.000 buah. Cabang-cabang MER-C di daerah juga diaktifkan untuk dapat membuat face shield sendiri untuk dapat didistribusikan di wilayah kerja masing-masing. Selain face shield, Tim relawan MER-C juga membuat hand sanitizer sendiri ketika cairan ini mulai sulit dicari padahal sangat diperlukan oleh rumah sakit dan klinik. “Tim relawan MER-C berlatar belakang farmasi juga berpartisipasi membuat Hand sanitizer sesuai standar organisasi dunia WHO. Hand sanitizer juga sampai saat ini terus dibuat secara berkala untuk kemudian didistribusikan ke rumah sakit dan klinik yang membutuhkan,” tambah Ita. Yang masih memprihatinkan adalah harga-harga APD lain seperti masker bedah, masker N95, hazmat yang masih tinggi. Barangnya pun masih sulit didapat. Hal ini menurut Ita, membuat Tim MER-C kesulitan untuk menyetok kembali barang-barang tersebut padahal permintaan terus masuk. Ita mencontohkan baju hazmat. “Misalnya baju hazmat, karena harga mahal dan sulit didapat, rumah sakit – rumah sakit bahkan sampai menanyakan apakah MER-C punya jas hujan. Apabila tidak ada hazmat, jas hujan pun mereka terima daripada tidak ada perlindungan sama sekali,” ujar Ita. Ia berharap kondisi ini dapat segera ditangani oleh Pemerintah dan Pihak Berwenang. Meskipun berdasarkan data jumlah kasus Covid-19 menunjukkan tren penurunan, namun pandemi belum berakhir. Kita semua harus terus bergerak melakukan apapun yang kita bisa untuk bersama-sama melawan pandemi ini. Kepedulian dan Donasi anda dapat di salurkan melalui : BCA, 686.0099.339BSM, 701.565.8899BNI Syariah, 303.2000.922An. Medical Emergency Rescue Committee Info :www.mer-c.orgCall Center : 0811990176 #LawanCorona#LawanCovid19#MERCIndonesia
Dubes Myanmar untuk Indonesia Berharap RS Indonesia di Rakhine State Dapat Segera Diresmikan

Dubes Myanmar untuk Indonesia, Ei Ei Khin Aye berharap Rumah Sakit yang dibangun di Mrauk U, Rakhine State, Myanmar dapat segera diresmikan dan dibuka. Hal ini disampaikannya saat menerima kunjungan Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad, Selasa/3 Maret 2020 di Kantor Kedutaan Besar Myanmar di Jakarta. Dubes Myanmar Ei Ei Khin Aye memberikan apresiasi atas kedatangan Ketua Presidium MER-C untuk menginformasikan perkembangan Rumah Sakit dan mengucapkan terima kasih atas upaya pembangunan rumah sakit di Rakhine State, Myanmar. “Ini suatu hal yang mulia, membangun rumah sakit yang tentunya sangat bermanfaat bagi masyarakat di sana. Ini adalah suatu keputusan yang konstruktif,” ujarnya. Menurutnya, membangun rumah sakit di wilayah Rakhine State membutuhkan upaya yang besar. Terlebih, di wilayah Rakhine State, seperti di Mrauk U dimana rumah sakit berada, di Minbya dan sekitarnya yang hingga saat ini masih terjadi konflik antara Tentara Myanmar dan Tentara Arakan. “Kami sangat mengapresiasi dapat selesainya pembangunan rumah sakit di Rakhine State,” tambahnya. Pada kesempatan ini, Ketua Presidium MER-C juga mengucapkan terima kasih atas akses, kerjasama dan kesempatan yang telah diberikan Pemerintah Myanmar untuk membangun Rumah Sakit Indonesia. “Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan akses dan kesempatan sehingga dapat membangun rumah sakit di Rakhine State dimana saat awal tidak sedikit yang meragukan program ini dapat terwujud. Namun kita lihat sekarang rumah sakit ini sudah berdiri,” ungkap Sarbini. “Kami bersyukur bisa diterima dengan baik oleh Pemerintah dan Masyarakat Myanmar. Kami bahagia menjadi bagian dari hubungan sejarah dua bangsa serta berharap rumah sakit ini dapat menjadi simbol persatuan, mempersatukan hubungan batin antara kedua bangsa,” tambahnya. Rumah Sakit Indonesia dibangun atas kerjasama MER-C, PMI dan Walubi (Perwakilan Umat Buddha Indonesia), merupakan symbol dari kebhinekaan Indonesia yang terdiri dari berbagai macam agama. Sarbini memaparkan bangunan rumah sakit sudah selesai dibangun oleh MER-C pada November 2019. Saat ini rumah sakit dalam proses pengadaan dan instalasi alat kesehatan oleh PMI. Menanggapi hal ini, Dubes Myanmar untuk Indonesia sangat berharap proses pengadaan alat kesehatan bisa cepat selesai dan rumah sakit bisa segera diresmikan dan dibuka. Sambil menyerahkan foto-foto rumah sakit Indonesia yang terdiri dari 2 lantai dengan kapasitas 32 tempat tidur, Sarbini berharap setelah penyerahan rumah sakit, hubungan kerjasama yang ada dapat terus berlanjut. “Kami berharap kerjasama yang ada antara Indonesia dan Myanmar dapat terus berlangsung meskipun rumah sakit telah diserahkan, seperti pelatihan bagi tenaga medis lokal yang akan bertugas.” Rencana pelatihan ditanggapi positif oleh Kedutaan Besar Myanmar yang akan mengkoordinasikan lebih lanjut dengan Kementerian Kesehatan Myanmar.
MER-C Hibahkan Bantuan Ambulans untuk Palu

Hari ini, Sabtu/28 September 2019, MER-C yang diwakili oleh dr. Arief Rachman, SpRad (Presidium) menghibahkan bantuan 1 (satu) unit Ambulans untuk Palu. Bantuan ambulans diterima oleh dr. Syahrir Abdurrasyid, SpOG selaku Direktur Rumah Sakit Umum SIS Aldjufrie Palu, Sulawesi Tengah. Hibah ini adalah bentuk penyaluran amanah lanjutan yang diterima MER-C dari masyarakat Indonesia untuk musibah bencana gempa bumi, tsunami dan likuifaksi yang menerjang Palu beberapa waktu lalu. Ambulans diserahkan kepada RS SIS Aldufrie Palu untuk melengkapi rumah sakit ini dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Palu dan sekitarnya.
Media Group Serahkan Donasi Pembangunan RS Indonesia di Palestina

Jakarta: Media Group menyerahkan donasi pembangunan Rumah Sakit (RS) Indonesia tahap dua di Gaza, Palestina. Media Group menyerahkan donasi berjumlah Rp6.507.911.514 kepada Lembaga Medis dan Kemanusiaan Medical Emergency Rescue Committe (MER-C). “Saya mengucapkan terima kasih kepada MER-C yang mempercayakan niat baiknya mendirikan rumah sakit, dan menjadikan Media Group sebagai salah satu kawan seperjalanan untuk mewujudkan cita-cita. Kami mengucapkan terima kasih karena diberikan kesempatan menjadi orang baik,” kata Deputy Chairman Media Group Rerie L Moerdijat di Gedung Metro TV, Kedoya, Jakarta Barat, Rabu, 10 Juli 2019. Rerie mengapresiasi kerja sama yang dibangun bersama MER-C. Ini bukan kali pertama Media Group terlibat dalam kerja kemanusiaan bersama MER-C. Sebelumnya, Media Group juga ikut membantu pembangunan RS Indonesia tahap pertama. Donasi ini dikumpulkan Yayasan Media Group dari masyarakat. Media Group merasa tergerak karena pada beberapa kesempatan juga sempat melihat langsung kondisi di Gaza, Palestina. Rerie pun berharap kerja sama serupa ini terus terjalin dengan lembaga kemanusiaan seperti MER-C. “Kita juga bisa menyampaikan dan menyiarkan kepada masyarakat bantuan tidak hanya bisa disampaikan negara dan LSM, tapi institusi media juga bisa melakukan banyak hal. Semoga apa yang dilakukan Media Group menjadi inspirasi,” kata dia. Ketua Presidium Mer-C Sarbini Abdul Murad mengapresiasi donasi yang diberikan Media Group. Ia sempat mengenang saat proses pembangunan Rumah Sakit Indonesia tahap pertama. Kata dia, banyak pihak yang meragukan rencana pembangunan rumah sakit itu. Tapi, Sarbini terbantu dengan pemberitaan di Metro TV. “Awalnya kami kesulitan, tapi itu membantu kami. Masyarakat ragu apakah mungkin bangun RS di tempat yang aksesnya sulit dari darat, laut, udara, tapi berkat berita Metro TV, masyarakat tergerak,” kata Sarbini. Sarbini mengatakan Rumah Sakit Indonesia dirancang dengan selera khas Nusantara. Nama ruangan pun sarat dengan identitas Indonesia, seperti ruangan Sumatra, ruangan Cik Di Tiro, dan ruangan Cut Nyak Dien. Awalnya, nama Rumah Sakit Indonesia akan diganti menjadi Rumah Sakit Ar Rayan, tapi MER-C menolak rencana itu. “Ini ikatan emosional masyarakat Indonesia dengan masyarakat Palestina,” kata dia. Sarbini berharap kerja sama serupa ini terus berlanjut. Apalagi, proyek kemanusiaan yang akan dibangun di Gaza, Palestina, tak berhenti pada pembangunan Rumah Sakit Indonesia. “Mudah-mudahan juga hubungan kita dengan rakyat Palestina terus berlanjut dan kita bisa meringankan beban masyarakat Palestina,” pungkas Sarbini. Donasi yang dikumpulkan selama setahun itu diserahkan secara simbolis oleh Ketua Yayasan Media Group Ali Sadikin kepada Sarbini. Dalam penyerahan itu, Ali Sadikin didampingi Deputy Chairman Media Group Rerie L Moerdijat, Chieff CSR Officer Media Group Lisa Luhur, dan Presiden Direktur Metro TV Suryopratomo. Selesai penyerahan donasi, Sarbini juga menyerahkan sejumlah cendera mata kepada Ali Sadikin. Salah satunya, syal berbendera Palestina yang dikalungkan langsung kepada Ali Sadikin. (DRI) Sumber : https://www.medcom.id/nasional/peristiwa/0k8DLQWk-media-group-serahkan-donasi-pembangunan-rs-indonesia-di-palestina
Pengecoran Perdana Kolom Lantai Tiga RS Indonesia Dimulai

Warna ceria menghiasi saat bunga musim semi mulai mekar. Musim semi tiba di Jalur Gaza menggantikan musim dingin dan hujan es yang berjatuhan. Rabu/3 April 2019 atau bertepatan dengan 27 Rajab 1440 Hijriyah saat umat muslim di dunia memperingati Isra dan Mirajnya Nabi Muhammad SAW, bersamaan pula dengan dimulainya pengecoran perdana kolom lantai 3 RS Indonesia yang terletak di Bayt Lahiya, Gaza Utara, Palestina. Ir. Edy Wahyudi, Site Manager RS Indonesia di Jalur Gaza manyampaikan bahwa persiapan pengecoran dimulai setelah istirahat siang, Rabu/3 April 2019. Mobil pompa yang memiliki ketinggian 60 meter sudah siap di area RS Indonesia sejak pkl 16.20 waktu setempat. Dua puluh menit kemudian datang mobil truk pengangkut beton ready mix K300. Sekitar pukul 16.40 pengecoran Perdana pun dimulai. Pengecoran tahap pertama berlangsung hingga azan Maghrib berkumandang di kota Gaza. “Alhamdulillah, selama lebih kurang dua jam dua puluh menit, para relawan RS Indonesia berhasil melakukan pengecoran pada dua area dari delapan area struktur lantai 3 RS Indonesia,” jelas Edy. “Jumlah kolom yang dicor beton terdiri dari 15 kolom bulat diameter 70 cm dan kolom kotak dimensi 50 x 60 cm sebanyak 6 kolom. Total seluruh kolom lantai 3 adalah 55 kolom bulat diameter 70 cm, 16 kolom kotak dimensi 50 x 60 cm dan 13 kolom 15 x 50 cm. Rencana berikutnya adalah persiapan pengecoran kolom untuk dua area berikutnya,” tambahnya. Menurutnya, proses pengecoran dilakukan setelah melalui tahapan pembongkaran beton stek kolom yang lama, persiapan pembesian, “erection” atau perakitan pembesian kolom, dan pemasangan bekisting (form work) kolom. Setiap tahapan harus dilalui dengan pemeriksaan teknis yang cukup lengkap. Mengenai situasi di Jalur Gaza, Edy menyampaikan bahwa pekerjaan pengecoran masih diwarnai dengan hiruk pikuknya dengungan suara pesawat nirawak dan pesawat F16 zionis Israel di langit Gaza. Bahkan sesekali terdengar suara dentuman keras. “Walaupun demikian para relawan RS Indonesia tetap fokus bekerja menyelesaikan target pengecoran hari ini,” ujar Edy. Membangun di wilayah konflik memang berbeda dengan membangun di wilayah biasa. Ada seni dalam membangun di wilayah seperti Jalur Gaza, antara lain ketersediaan material dan kondisi keamanan di Jalur Gaza yang tidak menentu serta situasi buka tutupnya perbatasan yang tidak ada kejelasan. Untuk itu, Edy mewakili seluruh relawan Indonesia yang bertugas di Jalur Gaza memohon doa dari rakyat Indonesia untuk warga Gaza, para relawan dan kelancaran pembangunan Tahap 2 RS Indonesia. Bantu warga Gaza… Dukung terus Pembangunan Tahap 2 RS Indonesia… Bantuan dan Donasi dapat melalui : BSM, 700.1352.061 BCA, 686.0153678 Bank Mandiri, 124.000.8111925 BNI Syariah, 081.119.2973 BRI, 033.501.0007.60308 Bank Muamalat, 358.000.1720 Semua rekening atas nama : Medical Emergency Rescue Committee Info : Website : www.mer-c.org Call center : 0811990176 FB : MER-C Indonesia IG : @mercindonesia, @rsindonesia #beapartofhistory #tahap2rsindonesiagaza #mercforgaza #mercindonesia
Assessment ke Dusun Pepandah Yang Belum Tersentuh Bantuan

Rabu/5 September 2018, Tim MER-C bagian logistik melakukan assessment di desa Rempek, dusun Pepandah Rt 3, kec. Gangga, kab. Lombok Utara. Kondisi pengungsian jauh dari jalan utama dan wilayah ini juga belum pernah mendapatkan bantuan sama sekali, baik bantuan medis maupun logistik. Tim juga mengecek sumber air warga yang berada di bawah pohon besar untuk memastikan penggunaan air yang sehari-hari dikonsumsi warga. Wilayah ini akan menjadi salah satu wilayah mobile clinic dan distribusi bantuan MER-C. ————————————Bantuan dan donasi bagi Korban Gempa Bumi Lombok dapat disalurkan melalui: BCA, 686.0099339BSM, 701.5658.899BNI Syariah, 303.2000.922 Semua rekening atas nama :Medical Emergency Rescue Committee Info :www.mer-c.orgFB : MER-C IndonesiaCall Center : 0811990176 #mercpedulilombok
MER-C Kirim Bantuan Medis dan Kemanusiaan Tahap 2

Satu truk penuh berisi berbagai bantuan untuk disalurkan bagi korban bencana gempa bumi di Lombok, dini hari tadi, Selasa/4 September 2018, diberangkatkan dari Kantor Pusat MER-C di Jakarta. Ini adalah bantuan medis dan kemanusiaan tahap 2 yang dikirim oleh MER-C melalui jalur darat. Sebelumnya pada pertengahan Agustus 2018 lalu, telah dikirimkan juga berbagai bantuan dan perlengkapan untuk pendirian RS Lapangan yang dibawa oleh truk dan mobil double cabin. Pengiriman bantuan dalam rangka menyalurkan donasi amanah dari para donatur yang masuk ke rekening kemanusiaan MER-C. Secara bertahap, sejak awal bencana terjadi, donasi yang ada terus disalurkan dalam bentuk berbagai bantuan yang dibutuhkan oleh masyarakat korban gempa di Lombok. Bantuan yang dikirimkan terdiri dari obat-obatan khususnya syrup untuk anak-anak, cairan-cairan pembersih luka, 500 paket hygiene kit, 400 terpal, 320 selimut, 250 sarung, 100 kasur, 100 handuk, 100 box masker, 200 tempat penampungan air bersih, kain, jilbab, pakaian bayi, mainan anak, serta 150 mushaf Al Qur’an. Perjalanan bantuan diperkirakan akan memakan waktu selama 3 hari untuk bisa mencapai Posko dan RS Lapangan MER-C yang berada di SMPN 3 Kayangan, Lombok Utara. Tim relawan MER-C di lokasi juga telah bersiap menerima kedatangan barang bantuan dengan melalukan assessment ke lokasi-lokasi terdampak gempa untuk mendata lokasi yang masih sangat minim bantuan. Sementara itu, hari ini Tim Lanjutan MER-C yang terdiri dari 9 relawan (4 dokter umum, 2 perawat dan 3 relawan logistik) juga akan bertolak ke Lombok dengan menggunakan jalur udara. Hal ini sebagai bagian dari komitmen jangka panjang MER-C untuk turut serta dalam penanganan bencana di Lombok. Tercatat sebanyak 60 relawan dengan berbagai keahlian telah dikirimkan ke negeri seribu masjid yang kini luluhlantak akibat gempa. Bantuan dan donasi bagi Korban Gempa Bumi Lombok dapat disalurkan melalui: BCA, 686.0099339BSM, 701.5658.899BNI Syariah, 303.2000.922 Semua rekening atas nama :Medical Emergency Rescue Committee Info :www.mer-c.orgFB : MER-C IndonesiaCall Center : 0811990176 #mercpedulilombok
MER-C akan Mengirimkan Bantuan Kemanusiaan Tahap 2 ke Lombok

Berbagai barang bantuan yang saat ini dibutuhkan warga korban gempa bumi di Lombok terus disiapkan di Markas Pusat MER-C di Jakarta. Hal ini dikarenakan dalam waktu dekat, MER-C akan mengirimkan kembali truk berisi barang bantuan medis dan kemanusiaan ke Lombok. Pengiriman ini adalah pengiriman tahap ke-2 ke Lombok, setelah sebelumnya MER-C mengirimkan bantuan medis dan peralatan serta perlengkapan untuk pendirian RS Lapangan. Bantuan yang akan dikirimkan kali ini akan terdiri dari obat-obatan khususnya syrup untuk anak, cairan-cairan pembersih luka, tenda, terpal, hygiene kit, kasur, selimut, sarung, jilbab, tempat-tempat penampungan air bersih dan lainnya. Sementara itu, hingga saat ini sedikitnya sudah 50 relawan nasional MER-C yang diturunkan ke Lombok. Terima kasih kepada para donatur yang telah mempercayakan amanah donasi untuk korban gempa bumi Lombok melalui MER-C. Dengan donasi yang ada, MER-C akan terus mengirimkan tim relawan medis dan non medis secara berkala ke Lombok serta menyalurkan berbagai bantuan kepada warga yang membutuhkan. Bantuan dan donasi bagi Korban Gempa Bumi Lombok dapat disalurkan melalui: BCA, 686.0099339BSM, 701.5658.899BNI Syariah, 303.2000.922 Semua rekening atas nama :Medical Emergency Rescue Committee Info :www.mer-c.orgFB : MER-C IndonesiaCall Center : 0811990176 #mercpedulilombok