Kami, The Saba dan Barokah Indonesia Sumbangkan Hasil Penjualan Produknya untuk Warga Gaza, Palestina

Dua merek modest wear Indonesia Kami dan The Saba bersama dengan Barokah Indonesia menyumbangkan hasil penjualan produknya untuk warga Palestina di Jalur Gaza, yang saat ini telah lebih dari 100 hari berada di bawah serangan brutal Israel. Hasil penjualan diserahkan kepada Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) pada hari Jumat (26/1) oleh founder Kami, The Saba dan Barokah Indonesia di Kantor MER-C, di Jakarta. “Senang uluran tangan kita bisa sampai ke sana walau sekecil apapun. Karena kalau lihat update di sosial media kan Subhanallah, perjuangan bantuan untuk masuk juga susah dan MER-C juga pasti sudah melakukan apa yang bisa dilakukan dari dalam, jadi semoga Allah jaga terus tim MER-C semua tim relawan,” kata founder Kami, Istafiana Candarini dan Afina Candarini serta Maghfira Maulania dari The Saba saat diwawancara usai serah terima donasi Menurut mereka, apa yang terjadi di Palestina saat ini bukan untuk warga Gaza, karena mereka memang dilahirkan dengan kualitas iman yang kuat dan sudah mengalami ini bertahun-tahun. “Apa yang terjadi justru cobaan untuk kita. Jadi sekarang waktunya sama-sama kita berdoa, menyebarkan awareness (kepedulian) yang diperlukan, supaya banyak orang aware apa yang terjadi di sana. Ini belum berakhir,” ujar mereka. Mereka juga mengutip pesan dari Ketua Presidium MER-C sebelumnya Almarhum dr. Joserizal Jurnalis yang mengatakan perjuangan ini sampai akhir hayat, perjuangan seumur hidup. Kami sendiri sudah berdiri sejak tahun 2009 yang saat ini telah memiliki 26 toko offline yang tersebar di sejumlah wilayah mulai Aceh sampai Sulawesi. Kemudian selama masa agresi yang terjadi di Palestina terbentuk The Saba yang mengeluarkan produk jilbab dengan disain bertema Palestina. Sebagai bentuk kepedulian, merek fesyen ini sudah beberapa kali menyumbangkan keuntungan penjualan produknya untuk warga Gaza, Palestina, melalui MER-C.
Peduli Palestina, Bosowa Salurkan Donasi Lewat MER-C

Sebagai bentuk kepedulian terkait situasi tekini di Palestina, perusahaan swasta nasional, Bosowa, menyalurkan donasinya melalu Medical Emergency Rescue Committee (MER-C). Penyerahan bantuan ini dilakukan oleh CEO Bosowa Subhan Aksa dan diterima langsung Ketua Presidium MER-C dr. Sarbini Abdul Murad. Subhan Aksa berharap apa yang diberikan dari Bosowa ini dapat diterima langsung masyarakat Palestina dan membantu mengurangi beban mereka yang kini berada di tengah perang dan harus mengungsi dengan situasi sulit. “Kami menyalurkan sumbangan melalui MER-C, karena kami merasa ini salah satu jalur sumbangan yang diberikan perusahan Bosowa dan juga karyawan Bosowa dengan harapan sumbangan tersebut dapat langsung diterima masyarakat yang membutuhkan di Palestina dan menjadi salah satu langkah kami untuk dapat meringankan beban yang dihadapi oleh teman-teman atau masyarakat yang ada di Palestina,” ujarnya. MER-C melalui dua relawannya di Jalur Gaza terus menyalurkan donasi yang diberikan masyarakat Indonesia untuk membantu warga Gaza yang saat ini berada di pengungsian. Bantuan yang disalurkan berupa makanan siap saji, baju hangat. air bersih dan wc darurat.Israel terus melakukan serangan gencar di Jalur Gaza di mana setidaknya 26.257 warga Palestina telah terbunuh, sebagian besar adalah wanita dan anak-anak, dan 64.797 orang terluka sejak 7 Oktober, menurut otoritas kesehatan Palestina. Serangan Israel telah menyebabkan 85% penduduk Gaza menjadi pengungsi di tengah kekurangan makanan, air bersih, dan obat-obatan, sementara 60% infrastruktur di wilayah kantong tersebut rusak atau hancur, menurut PBB.
Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan RI Serahkan Bantuan untuk Warga Gaza kepada MER-C

Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) RI hari Kamis (25/1) menyerahkan bantuan untuk warga Gaza, Palestina, kepada Medical Emergency Rescue Committee (MER-C). Bantuan ini diserahkan oleh Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh kepada Ketua Presidium MER-C dr. Sarbini Abdul Murad di Kantor BPKP, di Jakarta. “Hari ini kita memberikan sedikit amanah bantuan dari seluruh rekan-rekan BPKP seluruh Indonesia kepada MER-C, ikut membantu perjuangan MER-C yang kita tahu sangat luar biasa, berada di garda terdepan, untuk membantu korban-korban di perang Gaza,” kata Yusuf Ateh. “Hari ini kita bersyukur bahwa dr. Sarbini dari MER-C berkenan hadir di BPKP dan kami sudah menyerahkan bantuan, amanah dari teman-teman BPKP dari seluruh Indonesia,” tuturnya. “Ini tidak banyak yang kami sampaikan, lebih kepada bentuk kepedulian kami bahwa kami ikut merasakan penderitaan dari rakyat Palestina dan ingin ikut berjuang bersama MER-C. Sebelumnya kami juga menyampaikan bantuan ke MER-C untuk bantuan obat-obatan,” tambahnya. Ia mengatakan, selanjutnya BPKP akan kembali mengumpulkan bantuan dari pegawai BPKP seluruh Indonesia.“Kami tahu perjuangan masih panjang, jadi kami akan terus bertahap mengumpulkan bantuan teman-teman dari BKPK Seluruh Indonesia,” kata Yusuf Ateh. dr. Sarbini dalam kesempatan itu menyampaikan apresiasi BPKP atas kepedulianya kepada warga Gaza, Palestina. “Mudah-mudahan ini menjadi bekal amal soleh yang menjadi pembuka pintu keberkahan bagi BPKP dan mudah-mudahan ini bisa membantu saudara-saudara kita di Gaza. Insya Allah Gaza cepat selesai masalahnya dan kita cepat renovasi Rumah Sakit Indonesia,” ujarnya.
Program Terus Berlanjut, MER-C Salurkan Bantuan Makanan di Gaza Utara
Program bantuan di Jalur Gaza terus berlanjut, MER-C melalui relawan lokalnya sejak Ahad (21/1) berhasil menyalurkan bantuan makanan untuk warga Palestina di Gaza Utara yang saat ini terisolasi. Bantuan berupa makanan siap saji disalurkan di pusat-pusat penampungan dan rumah-rumah yang terisolasi di sekitar kamp Jabaliya di Gaza Utara. Saat ini warga Palestina yang terisolasi di Gaza Utara berada di pusat penampungan yang sebgaian besar mereka adalah anak-anak dan perempuan. Relawan MER-C mengatakan, selain makanan mereka juga butuh bantuan, berupa baju anak-anak, baju musim dingin, pampers dan susu. “Kami ucapkan terima kasih kepada rakyat Indonesia atas keberkahan usaha-usahannya yang diberikan untuk rakyat Palestina, baik yang ada di utara dan selatan Jalur Gaza,” kata relawan MER-C. “Semoga, akan ada bantuan yang terus berkelanjutan, seperti yang telah kami salurkan ke warga Gaza yang tengah terisolasi dan mengungsi di pusat-pusat penampungan. Salam hangat untuk Indonesia. Love you full Indonesia. Semoga Allah memberi keberkahan pada kalian semua,” tuturnya. MER-C baru berhasil menyalurkan bantuan ke Gaza utara yang saat ini tersolasi akibat serangan membabi buta Israel. Sebagian besar warga Palestina di Gaza utara telah mengungsi ke Gaza selatan termasuk dua relawan MER-C asal Indonesia Fikri Rofiul Haq dan Reza Aldila. Untuk itu penyaluran bantuan ke Jalur Gaza utara saat ini dilakukan oleh relawan lokal.
Peringati Hari Jadi ke 17, Provices Group Salurkan Donasi untuk Palestina Lewat MER-C

Provices Group, perusahan yang bergerak di bidang jasa, baru saja memperingati hari jadinya yang ke 17 pada Kamis (18/1/2024). Dalam kesempatan ini mereka memberikan donasi untuk rakyat Palestina di Jalur Gaza melalui Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia sebesar 50 Juta rupiah. Syarifudin Ahmad Perwakilan dari Provices Group mengatakan, pihaknya berharap donasi yang diberikan ini dapat meringankan beban warga Palestina di Jalur Gaza, yang saat ini sedang berada dalam situasi konflik. “Tujuan dari donasi ini adalah untuk meningkatkan rasa kepedulian kita terhadap masyarakat Palestina khususnya, dan pastinya untuk meringankan beban mereka di sana, yang saat ini sedang berada di bawah penjajahan Israel,” Kata Syarif. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada MER-C sebagai lembaga penyalur donasi, dan mempercayakan sepenuhnya donasi yang diberikan karena MER-C menjadi salah satu lembaga yang cukup concern terhadap masyarakat Palestina, terbukti dengan adanya Rumah Sakit Indonesia di Gaza. “Kenapa memilih MER-C sebagai penyalur donasi, karena setahu kami MER-C merupakan salah satu lembaga atau NGO yang bergerak di bidang kemanusiaan dan concern terhadap masyarakat Palestina, terbukti dengan adanya Rumah Sakit Indonesia di sana,” ujarnya. “Kami berharap donasi ini bisa tersalurkan dan bisa meringankan teman-teman yang ada di Palestina dan semoga masyarakat Palestina bisa terbebas dari kondisi sekarang,” tutur Syarif. “Terima kasih banyak MER-C Indonesia yang telah menjadi lembaga penyalur donasi kami, semoga apa yang kami donasikan bermanfaat dan kami percayakan donasi kami sepenuhnya kepada MER-C Indonesia,” tambanya.
Dalwa Peduli Sesama Serahkan Donasi Kemanusiaan Palestina 2,1 M Lewat MER-C

Yayasan Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah (Dalwa), Bangil, Pasuruan, Jawa Timur, menyerahkan donasi sebesar 2.110.000.00 rupiah untuk Palestina melalui Medical Emergency Rescue Committee (MER-C). Donasi ini diserahkan langsung oleh perwakilan Dalwa, Habib Hanif bin Abdurrahman Alattas, Habib Muhammad bin Tohir bin Yahya serta Habib Muhammad Jadid bin Abdurrahman Assegaf kepada Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad dan Presidium MER-C Ir. Faried Thalib, Kamis (11/1). “Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada para donatur yang telah menyumbangkan hartanya untuk kepedulian kepada saudara-saudara kita yang ada di Palestina. Semoga sedikit yang kita lakukan ini akan menjadi saksi di sisi Allah atas kepedulian kita kepada saudara-saudara kita di Palestina,” kata Habib Muhammad bin Tohir bin Yahya. Ia mengatakan, donasi yang terkumpul ini dari alumni dan simpatisan Pesantren Dalwa, serta masyarakat umum yang memiliki kepedulian dengan Palestina. “Kami juga mengucapkan terima kasih kepada MER-C pusat, yang insyaa Allah akan menyampaikan bantuan ini untuk saudara kita di Palestina,” ujarnya. “Kita bertawasul kepada Allah dengan donasi kita yang sedikit ini, Allah buka pintu kemenangan bagi Gaza, Allah kuatkan rakyat Gaza dan diberi ketabahan,” tambahnya. Presidium MER-C Ir. Faried Thalib mengucapkan terima kasih kepada Dalwa Peduli Sesama atas kepercayaannya menyalurkan donasi melalui MER-C. “Terima kasih atas kepercayaannya Pesantren Dalwa Jawa Timur kepada MER-C, untuk bantuan kemanusiaan khususnya di Gaza dan Palestina. Kami akan menyampaikan kepada yang berhak sesegera mungkin, sesuai program-program MER-C yang sudah dijalankan sampai saat ini,” tuturnya.
Tim Relawan MER-C untuk Misi Afghanistan Kembali ke Tanah Air

Tim Relawan MER-C yang telah menyelesaikan misi kemanusiaan ke Afghanistan telah kembali ke tanah air dan tiba di Jakarta pada Selasa (9/1). MER-C mengirimkan Tim Relawan ke Afghanistan sejak 14 Desember 2023 lalu untuk menjalankan misi kemanusiaan di lokasi bencana gempa bumi di Herat. Tim ini terdiri dari lima orang di antaranya; dr. Tonggo Meaty Fransisca sebagai Ketua Tim, dr. Rio Wikanjaya, SpOT, Ita Muswita (bidan) dan dua orang perawat, yaitu Ade Adrian, SKep., Ners dan Wirsal Adiansyah Harahap, Skep., Ners. Ketua Tim Tonggo Meaty Fransisca mengaku lega telah kembali ke tanah air dan menyelesaikan misi kemanusiaan di Afghanistan serta menyalurkan bantuan dari masyarakat Indonesia. Bantuan yang diberikan berupa obat-obatan, alat kesehatan, perlengkapan musim dingin, makanan juga pengobatan bagi warga terdampak gempa. “Kami lega karena dapat menjalankan tanggung jawab yang diberikan. Donasi masyarakat Indonesia untuk Afghanistan terutama di Herat, Alhamdulillah sudah bisa kita salurkan. Tapi yang pasti masih ada tanggung jawab memberikan hasil atau laporan untuk presidium kemudian bisa memberikan rekomendasi tentang apalagi yang bisa kita lakukan untuk masyarakat Afghanistan berikutnya,’ kata Meaty. Ia juga mengatakan, misi ini dapat terlaksana karena pemerintah Afganistan yang saat ini berada di bawah Taliban cukup terbuka dan mau bekerja sama dengan semua pihak untuk kemajuan Afghanistan.Ia berharap sepulangnya tim ke Indonesia tetap dalam keadaan baik dan sehat sehingga dapat segera menyampaikan laporan misi kemanusiaan ke Afghanistan ini. Gempa bumi berkekuatan 6.3 SR mengguncang Herat Oktober lalu menelan sekitar 4.000 korban jiwa dan sebagian besar warga mengungsi. MER-C mengirimkan Tim Relawannya untuk membantu langsung kondisi pengungsi di Herat yang terdampak gempa. Tim MER-C bertugas di Afghanistan selama hampir satu bulan. Donasi untuk Misi Kemanusiaan Afghanistan dapat disalurkan melalui:BSI : 701.5658918Atas nama:Medical Emergency Rescue Committee Konfirmasi donasi dapat melalui Call Center MER-C (0811990176) dengan mengirimkan bukti transfer dan nama donatur.
MER-C Tambah Jumlah Bantuan Makanan untuk Warga Gaza Jadi 5.800 Porsi

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) menambah jumlah bantuan makanan untuk warga Palestina yang mengungsi di Khan Younis, Gaza Selatan, di mana sebelumnya hanya 1.800 kini menjadi 5.800 porsi. Bantuan makanan disalurkan langsung oleh relawan MER-C yang saat ini masih berada di Jalur Gaza, Fikri Rofiul Haq dan Reza Aldilla Kurniawan dibantu relawan lokal. “Alhamdulillah sejak hari Ahad, 7 Januari 2024 kita membuat makanan siap saji untuk 5.800 porsi. Biasanya kami hanya membagikan makanan di dua sekolahan tempat pengungsian untuk 1.800 orang. Sekarang kami juga membagikan makanan ke satu sekolahan lainya yang menampung 4000 pengungsi. Jadi total makanan yang dibagikan 5.800 porsi,” kata Reza. “Hari ini Alhamdulillah kami memasak cukup banyak, ada 13 panci besar menu kacang adas untuk dibagikan kepada warga Gaza,” ujarnya. Fikri menambahkan, saat ini jumlah pengungsi dan korban luka-luka di sekolah-sekolah dekat rumah sakit Eropa di Gaza Selatan terus bertambah, karena serangan Israel masih berlangsung di seluruh Jalur Gaza.Hari Senin (08/01/2024) pukul 18:21 waktu setempat atau 23:21 WIB, serangan Israel kembali terjadi tepat di depan sekolah tempat relawan MER-C mengungsi. “Kami mohon doa dari temen-temen semua semoga kami tim relawan MER-C di Gaza selalu diberi kemudahan dan kelancaran dalam menyampaikan amanah-amanah dari teman-teman semua. Tentunya kami juga mohon doa agar kami selalu dalam lindungan Allah subhanahu wata ala” ucap Fikri.
MER-C – YAPISMEN Tanda Tangani MoU Bantuan Renovasi Sekolah dan Pembanguan Sarana Ibadah di Mentawai

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) menandatangani nota kesepahaman (MOU) dengan Yayasan Pembina Islam Mentawai (YAPISMEN) untuk bantuan renovasi sekolah, pembangunan sarana ibadah, dan bangunan pendukung lainnya yang berada di MTs.S. Al Muhtadin, di Dusun Muara Sikabaluan, Desa Sikabaluan, Kecamatan Siberut Utara, Kab. Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, Jumat (05/01/2024). Penandatanganan dilakukan oleh Dr. dr. Yusrie Dianne Jurnalis, Sp.A (K) mewakili MER-C selaku Pembina MER-C Sumatera Barat, dengan Ustadz Bayu Pringadi selaku Pembina YAPISMEN. Selain sarana ibadah (musala) dan renovasi sekolah, MER-C juga akan membangun fasilitas pendukung lainya seperti posko kesehatan serta rumah singgah, yang akan digunakan menjadi pusat kegiatan kemanusiaan MER-C di wilayah Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. *Latar Belakang Program Bantuan Mentawai* Presidium MER-C Ir. Faried Thalib mengatakan, program bantuan ke Mentawai dibuka saat terjadi gempa tahun 2007. “Program ini cukup panjang perjalanannya. Jadi 2007 ada gempa kita coba membantu. Itu gempa yang cukup dahsyat ya. Setelah itu tsunami tahun 2010, kita berbulan-bulan di wilayah Pariaman, di Koto Tinggi. Kita siapkan rumah sebanyak puluhan unit kemudian merenovasi masjid, memperbaiki sekolahan, madrasah, puskesmas. Saya sendiri ketika itu tiga sampai empat bulan bolak-balik ke wilayah itu,” ujarnya. Faried mengatakan, gempa di Mentawai ini cukup sering terjadi. Potensi gempa di Kepulauan Mentawai bersumber dari zona megathrust maupun pada zona sesar Mentawai. “Akhirnya MER-C mulai fokus ke sana dan tim relawan sudah beberapa kali melakukan pengobatan untuk yang terdampak sampai ke daerah-daerah terpencil. Tim relawan datang berkala dan saat itu tidak punya tempat. Untuk posko bekerjasama dengan penduduk atau puskesmas setempat. Kemudian donasi untuk Mentawai masih dibuka dan kami masih terus aktifkan MER-C cabang Padang,” katanya. “Akhirnya sebelum pandemi, sekitar tahun 2018 kami mulai memikirkan bantuan yang nantinya bisa berkelanjutan dan berkepanjangan. Apakah itu rumah ibadah, puskesmas atau tempat-tempat pendidikan,” tutur Faried. Sampai tahun 2023, ia mengatakan MER-C sudah mulai aktif dimana sebelumnya fokus terpecah ke beberapa isu dan program internasional. Kemudian diputuskan untuk mengirimkan relawan ke Mentawai selama hampir dua pekan untuk meninjau lokasi pembangunan. “Kita kirim dua orang, Khoirul Mustofa dan Rohmat, relawan yang memang sudah berpengalaman untuk melakukan survei dan mencari lokasi pembangunan. Setelah sampai di Mentawai dan meninjau sejumlah lokasi, akhirnya diputuskan dibangun di Desa Sikabaluan, Kecamatan Siberut Utara, Kab. Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, di atas tanah wakaf seluas 5.000 m². *Target Pembangunan dan Renovasi* “Kondisi bangunan sekolah saat ini sangat memprihatinkan. Kalau kata tim konstruksi, ini sudah stadium empat. Hampir roboh,” ujarnya. Lebih lanjut ia menjelaskan, MER-C akan merenovasi bangunan sekolah yang berada di atas lahan wakaf, membangun musala di lahan tersebut seluas 150 m², lalu rumah singgah dengan luas lahan sekitar 150 m², dan juga pembangunan posko kesehatan dengan luas lahan sekitar 100 m². “Kita sepakat untuk membangun dari kayu karena ini yang paling ideal. Selain harganya cukup murah, ketika ada gempa juga lebih elastis dan lebih tahan,” ungkapnya. Faried memperkirakan total biaya pembangunan ini sekitar 1 miliar rupiah. Ia juga mengatakan, saat ini para relawan di divisi konstruksi sudah bersiap dan sedang menunggu tahap pengerjaan kayu yang diperkirakan selesai dalam waktu 45 hari, terhitung sejak MOU ditandatangani. “Targetnya pembangunan musala dapat segera selesai sehingga bisa digunakan pada bulan Ramadhan. Kami ingin segera selesai karena dari pihak pengurus sekolah juga merasa sangat bersyukur dan terharu, sebab sejak 20 tahun berdiri belum pernah ada perbaikan. Namun nanti kita lihat lagi perkembangannya,” tambahnya. Donasi untuk Misi Kemanusiaan Mentawai dapat disalurkan melalui:BSI, 3032000922Atas nama:Medical Emergency Rescue Committee Konfirmasi donasi dapat melalui Call Center MER-C (0811990176) dengan mengirimkan bukti transfer dan nama donatur.
MER-C Kembali Salurkan Bantuan Makanan untuk 1600 Pengungsi Palestina di Gaza Selatan

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) melalui relawannya di Jalur Gaza, membagikan bantuan makanan kepada 1600 pengungsi Palestina, di Khan Younis, Gaza Selatan, Jumat (05/01/2024). Salah satu relawan MER-C di Gaza, Fikri Rofiul Haq mengatakan untuk bantuan makanan kali ini, ia bersama relawan lokal MER-C memotong 15 ekor kambing dengan total daging 300 kg dan memasak nasi sekitar 75 kg. “_In Syaa Allah_ hari ini kita akan membuat makan besar untuk pengungsi Palestina di dua sekolah dekat rumah sakit Eropa, karena memang adat warga Gaza setiap Jumat mereka makan besar bersama keluarga, kerabat ataupun teman-teman mereka,” kata Fikri. Fikri mengatakan, sebenarnya orang Gaza biasanya memakan roti. Mereka tidak makan nasi setiap hari. Hanya pada hari Jumat saja saat makan besar ini, mereka makan nasi bersama-sama. “Namun saat peperangan ini kita makan apa adanya, karena barang yang semakin sulit serta kondisi yang sangat memprihatikan sekali,” tuturnya. Ia mengungkapkan, rencananya mereka akan memotong sapi yang biasa beratnya bisa mencapai 500, 600 kg sampai 1 ton. Namun saat ini stoknya sudah tidak tersedia lagi. Terkahir Fikri mengatakan masih mendapatkan sapi dengan berat 350 kg, yang jika memotong dua ekor sapi jadi berat totalnya bisa mencapai 700 kg. “Namun kemarin ketika kita ke Rafah hanya ada sapi yang beratnya 180 sampai 200 kg saja. Ini sangat kecil sekali.” ujarnya. “Kita juga mencari daging sapi jadi (yang sudah dipotong) untuk 350 kg awalnya dan satu kilo daging sapi harganya 50 syekel atau 200 ribu rupiah, jadi totalnya 70 juta untuk makan besar dua sekolah tersebut. Namun kita juga tidak mendapatkan dagingnya, jadi kita ganti dengan daging kambing 15 ekor,” tambahnya. Lebih lanjut ia mengungkapkan, sebelumnya warga Gaza yang mengungsi di sekolah tersebut hanya 1.200 orang. Namun saat ini bertambah menjadi 1600 lebih termasuk korban luka-luka. Program makanan siap saji MER-C di pengungsian Jalur Gaza bagian Selatan telah berlangsung sejak 30 November 2023. Setiap hari, dua relawan MER-C yang masih bertahan di Jalur Gaza Fikri Rofiul Haq dan Reza Aldilla Kurniawan dibantu staf lokal berupaya untuk mengadakan program makanan siap saji secara rutin bagi lebih dari 1.200 pengungsi. Serangan Israel ke Jalur Gaza hingga saat ini telah menewaskan sedikitnya 22.800 warga Palestina dan melukai lebih dari 58.400 lainnya. Serangan gencar Israel telah menyebabkan kehancuran di Gaza, dengan 60% infrastruktur di daerah tersebut rusak atau hancur, dan hampir 2 juta penduduk mengungsi di tengah kekurangan makanan, air bersih, dan obat-obatan. Fikri sendiri melaporkan, saat ini drone-drone Israel masih berlalu-lalang di langit Gaza. Suara-suara tembakan antara pejuang Palestina dan pasukan Israel juga masih sering terdengar dari perbatasan-perbatasan. Jarak antara pengungsian yang mereka tempati ke perbatasan hanya 2 km saja sehingga terdengar sangat jelas.