MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

Surat Terbuka : CAPRES RI HARUS TOTALITAS DALAM MENDUKUNG KEMERDEKAAN PALESTINA

Kepada Ykh.,Calon Presiden Republik Indonesia2024 – 2029di tempat Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Pertama-tama, kami mengucapkan selamat berkampanye dan berkontestasi pada Pemilihan Umum tahun 2024 mendatang kepada semua Calon Presiden Republik Indonesia. Calon Presiden yang terhormat, Palestina mempunyai hubungan yang sangat dekat dan mendalam dengan Indonesia. Palestina tinggal satu-satunya negara anggota KAA tahun 1955 yang sampai dengan hari ini belum mendapatkan kemerdekaannya. Secara kontitusi dan sejarah kita mempunyai tanggung jawab untuk mewujudkan kemerdekaan Palestina. Tanggung jawab ini mesti diperjuangkan, tidak cukup dengan slogan semata. Perjuangan untuk mencapai kemerdekaan semakin lama tidak menunjukkan tanda-tanda yang menggembirakan, tapi malah sebaliknya. Israel dengan kekuatan penuh dan didukung oleh AS dan sebagian negara Eropa melakukan agresi ke Palestina baik di Gaza maupun di Tepi Barat. Agresi ini menimbulkan bencana kemanusiaan dan mengarah ke genosida. Kita menyaksikan betapa sadis apa yang telah dilakukan Israel terhadap Palestina. Dalam surat terbuka ini, kami ingin mengingatkan kepada para Capres agar jika terpilih dan ditakdirkan menjadi Presiden Republik Indonesia untuk lima tahun mendatang, Bapak dapat melakukan upaya yang lebih terhadap Palestina dan juga tegas kepada Israel baik politik maupun ekonomi. Ketegasan ini sangat dibutuhkan ketika dunia Arab semakin mesra dengan Israel. Adapun poin penting yang ingin kami sampaikan kepada Bapak jika terpilih sebagai Presiden RI sbb: 1.    Tetap berjuang untuk membela Palestina dalam solusi dua negara hingga Palestina meraih kemerdekaannya; 2.    Berkomitmen untuk tidak membuka hubungan atau komunikasi dalam konteks membuka hubungan diplomatik dengan Israel; 3.    Berkomitmen memboikot ekonomi Israel, dengan memboikot produk-produk Israel khususnya yang berasal dari Tepi Barat sehingga tidak ada impor-impor illegal dan tidak ada transaksi perdagangan gelap antara Indonesia dengan Israel di level manapun; 4.    Berkomitmen mendukung Palestina di forum-forum internasional. 5.    Berkomitmen untuk totalitas dalam membantu Palestina dan memutus hubungan dengan Israel di bidang apapun. Demikian surat terbuka ini kami sampaikan kepada Bapak, semoga pandangan kami dapat menjadi perhatian penting bagi Bapak. Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Jakarta, 5 Januari 2024 Hormat kami,MER-C Indonesia

Bantu Korban Gempa Afghanistan, MER-C Kirim Tim Medis dan Bantuan Kemanusiaan

Gempa yang mengguncang Herat, Afghanistan pada bulan Oktober lalu telah menyebabkan ribuan korban jiwa. Bencana dahsyat ini tak luput dari perhatian MER-C. Meski gempa sudah berlalu selama lebih dari 2 bulan, namun MER-C tetap mengirimkan Tim Medisnya. Kamis/14 Desember 2023 lalu, MER-C memberangkatkan 5 relawan medis ke Afghanistan, yaitu dr. Tonggo Meaty Fransisca, dr. Rio Wikanjaya, SpOT, Ita Muswita, Amd.Keb (Bidan), Ade Andrian, Skep., Ners dan Wirsal Adiansyah Harahap, Skep., Ners. Keberangkatan ini dalam rangka membantu korban gempa dan menyalurkan amanah bantuan dari rakyat Indonesia dengan nilai total bantuan lebih dari $ 50,000 (Lima puluh ribu USD). Setelah berkoordinasi dengan Pemerintah Afghanistan, Tim yang dipimpin oleh dr. T. Meaty Fransisca ini akhirnya mendapatkan izin untuk masuk ke Herat. Perjalanan dari Kabul ke Herat ditempuh oleh Tim MER-C melalui jalur darat selama sekitar 48 jam, dengan berhenti di kota Qandahar untuk beristirahat. Tim membawa bantuan obat-obatan dan perlengkapan musim dingin yang telah dibeli di Kabul. Tim MER-C Disambut Baik oleh Gubernur Herat Di Herat Tim kembali berkoordinasi dengan pemerintah setempat. Tim bahkan diterima secara resmi oleh Gubernur Herat, Syekh Islamic Toples, di rumah dinasnya pada 23 Desember 2023. Tidak mudah bertemu dengan Pimpinan Tertinggi di Herat ini, ditandai dengan serangkaian pengecekan yang harus dilalui Tim. Saat Tim MER-C menyampaikan maksud dan tujuan kedatangan ke Herat, hal ini mendapat sambutan yang sangat baik. Ia pun memberikan berbagai dukungan serta yang terpenting tentu izin serta keamanan perjalanan. Untuk keamanan Tim, Pemerintah Herat akan memberikan pengawalan sampai ke lokasi terdampak gempa yang masih berjarak sekitar 2 – 3 jam dari kota Herat. Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Herat juga memberikan apresiasi atas dukungan dan bantuan yang telah MER-C berikan bagi Palestina dan Pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza. Bahkan apabila MER-C berencana akan membangun Rumah Sakit Indonesia di Herat, Pemerintah Herat akan memberikan tanah secara gratis. Bantuan Pertama dari Indonesia yang Tiba di Herat Setelah membeli tambahan bantuan perlengkapan musim dingin dan juga roti di Herat, Sabtu/30 Desember 2023, di tengah suhu yang cukup dingin, Tim MER-C menuju lokasi gempa. Perjalanan Tim didampingi oleh NGO local serta pengawalan dari Pemerintah Herat. Ada 4 desa terdampak gempa terparah yang akan dikunjungi oleh Tim MER-C untuk mendistribusikan secara langsung bantuan dari masyarakat Indonesia. Sepanjang jalan yang dilalui adalah bentangan padang pasir, tanah tandus tanpa tanaman, jalanan off road dan tidak ada sinyal internet. Namun warna langit Afghanistan sangat memukau dengan warna birunya yang bersih. Mendekati desa tujuan, mulai terlihat reruntuhan rumah-rumah penduduk dan tenda-tenda pengungsian warga korban gempa bantuan dari NGO atau negara luar. Namun untuk bantuan dari Indonesia, baru Tim MER-C yang tiba langsung di sana. Hal ini tentu membuat kami sangat bersyukur dan terharu bahwa perjalanan panjang ini akhirnya dapat mencapai lokasi bencana yang benar-benar membutuhkan. Satu-persatu paket bantuan perlengkapan musim dingin dan roti diturunkan dari truk pengangkut untuk kemudian dibagikan kepada warga yang berkumpul ketika Tim MER-C datang. Pada hari itu, dengan bantuan berbagai pihak, Tim MER-C dapat menyalurkan bantuan ke 4 desa yang ditargetkan tanpa kendala apapun. Tim MER-C Serahkan Bantuan Obat-obatan ke Departemen Kesehatan Herat Selain bantuan musim dingin yang langsung dibagikan kepada warga dan sejumlah pengobatan di lokasi, pada Minggu/31 Desember 2023, Tim MER-C menyerahkan bantuan obat-obatan dan alat USG portable kepada Departemen Kesehatan Herat bertempat di Kantor Pemerintahan Herat. Harapannya bantuan ini dapat bermanfaat bagi pelayanan kesehatan bagi warga Herat. Tim MER-C juga menyempatkan diri untuk berkunjung ke RS Al Jamie di Herat untuk melihat kebutuhan medis di sana serta mengunjungi panti asuhan untuk sedikit berbagi kepada anak-anak yatim di panti ini. Dukungan dan Donasi bagi Misi Kemanusiaan untuk Afghanistan dapat disalurkan melalui:BSI (Bank Syariah Indonesia)No. Rek. 701.565.8918 Atas nama Medical Emergency Rescue Committee Info lebih lanjut:Call Center MER-C: 0811990176   Link dokumentasi Misi Kemanusiaan MER-C untuk Afghanistan: Pemberangkatan Tim MER-C ke Afghanistanhttps://www.instagram.com/reel/C1ECyMBJjD-/?igshid=MzRlODBiNWFlZA== https://vt.tiktok.com/ZSNpATgdb/ https://x.com/mercindonesia/status/1737346166122229810?s=46 https://www.facebook.com/share/v/6aZKryMaFTP3hpoY/?mibextid=WC7FNe Aktifitas Tim MER-C di Kabul, Afghanistanhttps://www.instagram.com/reel/C1JReS_JC9H/?igsh=MzRlODBiNWFlZA== https://x.com/mercindonesia/status/1738081664465805677?s=46 https://www.facebook.com/share/v/DsXZ5NkiY3o63MoY/?mibextid=WC7FNe https://vt.tiktok.com/ZSNsjr4GR/ Tim MER-C Bergerak ke Wilayah Pasca Gempa Herat, Tempuh 24 Jam Perjalananhttps://www.instagram.com/reel/C1Jb32xJIGq/?igsh=MzRlODBiNWFlZA== https://x.com/mercindonesia/status/1738107973258641480?s=46 https://www.facebook.com/share/v/a7DmBiFbEWpL71C9/?mibextid=WC7FNe https://vt.tiktok.com/ZSNsMtULX/ https://youtu.be/gOPXoEOX4r4?si=WE8Ud-h0T9UU1sm5 Misi Kemanusiaan untuk Gempa Afghanistan: Tim MER-C Tiba di Qandaharhttps://www.instagram.com/reel/C1T3MnyLPsl/?igsh=MzRlODBiNWFlZA== https://x.com/mercindonesia/status/1739571817415668079?s=46 https://www.facebook.com/share/v/Gkk1dNC9dKqyaj1q/?mibextid=WC7FNe https://vt.tiktok.com/ZSNGojPt2/ https://youtu.be/E3CwZxGYZNU?si=tN1Fr4PPkYWVeKYo Misi Kemanusiaan untuk Afghanistan:Tim MER-C Berbelanja Obat-obatan & Perlengkapan Musim Dingin untuk Korban Pasca Gempa di Herathttps://www.instagram.com/reel/C1YipscJkc1/?igsh=MzRlODBiNWFlZA== https://vt.tiktok.com/ZSNtp7PPm/ https://x.com/mercindonesia/status/1740231659453296694?s=46 https://www.facebook.com/share/v/ZZ3gHwnSUdNt1MyG/?mibextid=WC7FNe https://youtu.be/0i14UEJ38RY?si=l8DNZMgDXj0TWzNs  

Di Tengah Serangan, Tim MER-C Salurkan Bantuan Tahap Awal di Gaza

SIARAN PERS Di tengah masih masifnya serangan Israel ke Jalur Gaza, Tim MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) Indonesia yang berada di Gaza telah bergerak menyalurkan bantuan tahap awal dari rakyat Indonesia. Tim MER-C yang terdiri dari tiga relawan Indonesia dibantu staf local pada Kamis/19 Oktober 2023, telah berhasil menyalurkan bantuan obat-obatan untuk RS Indonesia, pakaian medis dan persediaan makanan bagi tenaga medis RS Indonesia yang beberapa hari terakhir berjibaku tanpa henti menangani para korban serangan yang masih terus berdatangan ke RS Indonesia.   Bantuan ini diberikan sebagai respons atas situasi darurat yang terus berkembang akibat serangan brutal Israel yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.  Fikri Rofiul Haq, salah satu relawan MER-C di Gaza, menyatakan, “Kami bertemu dan berbicara dengan Pihak Manajemen RS Indonesia bahwa bantuan yang mereka perlukan saat ini diantaranya obat-obatan, solar untuk genset serta makanan dan pakaian medis untuk tenaga medis.” Ia megatakan seharian penuh pada hari Kamis lalu Tim MER-C di Gaza mencari obat-obatan yang dibutuhkan RS Indonesia. “Alhamdulillah, sejumlah obat-obatan bisa kami dapatkan di Jalur Gaza. Kami membawa obat-obatan dari supplier obat di Gaza ke RS Indonesia menggunakan ambulans, di tengah serangan yang masih berlangsung.”“Karena hari mulai gelap dan cuaca sudah mulai dingin, serta mempertimbangkan keamanan Tim, pencarian bantuan akan kami lanjutkan esok hari, mohon doanya,” ujar Fikri. Jum’at/20 Oktober 2023, Tim rencana bergerilya kembali di Jalur Gaza khususnya untuk mencari distributor Bahan Bakar Minyak (BBM), bahan pangan/makanan dan perlengkapan musim dingin bagi warga Gaza di tengah stok yang semakin menipis dan sulit didapatkan.  BBM sangat diperlukan untuk genset RS Indonesia dalam rangka menjamin ketersediaan listrik di rumah sakit sumbangan rakyat Indonesia ini.   Sementara itu, di tengah berbagai keterbatasan, hingga hari ke-15 serangan RS Indonesia masih terus beroperasi. RS Indonesia juga menjadi salah satu lokasi pengungsian bagi warga sekitar.Kami mendesak Pintu Perbatasan Rafah dapat segera dibuka untuk dapat masuknya barang-barang bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza.  Kami juga mengucapkan terima kasih kepada semua rakyat Indonesia, baik individu, organisasi, perusahaan, komunitas, dsb lintas agama, lintas suku yang telah mendukung upaya kemanusiaan MER-C di Jalur Gaza Palestina yang telah berlangsung selama 14 tahun sejak 2009.  Mari kita semakin menguatkan doa dan dukungan rakyat Indonesia untuk perjuangan dan kemerdekaan bangsa Palestina.*** *MER-C Indonesia*

Serangan Israel Rusak Fasilitas di RS Indonesia

Israel terus membombardir Jalur Gaza, Palestina. Bahkan pada hari ke-5, Sabtu/13 Mei 2023, serangan ini turut merusak fasilitas Rumah Sakit Indonesia yang terletak di Bayt Lahiya, Gaza Utara. Kerusakan disebabkan oleh bom dan rudal yang ditembakkan jet-jet tempur Israel yang membidik beberapa target di sekitar area RS Indonesia.   “Kerusakan cukup serius terjadi pada beberapa fasilitas RS Indonesia di Jalur Gaza bagian Utara akibat pasukan pendudukan Israel yang membidik beberapa daerah yang berdekatan dengan RSI pada pagi hari kelima agresi di Jalur Gaza,” ungkap Farid, salah satu relawan Indonesia di Gaza melalui pesan singkat yang dikirimkan ke MER-C Pusat Jakarta. Tampak plafond-plafond di sejumlah ruangan RS Indonesia berjatuhan berikut kabel -kabel instalasi RS. Relawan dan pihak manajemen RS Indonesia masih mendata kerusakan yang ada. Sementara, menurut Kementerian Kesehatan Palestina, sejak hari pertama agresi, Selasa/9 Mei 2023 lalu, sedikitnya 33 warga Palestina termasuk wanita, anak-anak dan lansia terbunuh, serta 150 orang lainnya mengalami luka-luka. Sejumlah korban turut dibawa dan ditangani di RS Indonesia.Bahkan pada hari sebelumnya serangan udara Israel yang menyasar sebuah rumah dikabarkan juga menyebabkan kerusakan pada RS yang berada di dekatnya, yaitu RS Syuhada Al Aqsa. Ketua Presidium MER-C, Sarbini Abdul Murad, mengecam agresi Israel kepada warga Gaza serta serangan di sekitar fasilitas kesehatan. “Kami mengecam agresi Israel kepada rakyat sipil Gaza dan serangan yang merusak fasilitas Kesehatan yang dilindungi oleh hukum internasional. Kami meminta PBB, OKI dan dunia internasional untuk segera menghentikan kejahatan Israel yang membabi-buta,” ucap Sarbini. Ia juga menyatakan siap mengirimkan Tim Relawan ke Jalur Gaza apabila eskalasi serangan dan jumlah korban terus meningkat. “Apabila diperlukan, kami siap mengirimkan Tim ke Jalur Gaza!” pungkasnya.

Semarakkan Ramadhan di Papua, MER-C Salurkan Bantuan Alat Sholat dan Sembako

Haru dan bahagia terpancar dari wajah warga di sejumlah kampung di kabupaten Sorong, Papua Barat Daya usai mereka menerima bantuan program Semarakkan Ramadhan di Papua. Bantuan berupa alat sholat dan sembako disalurkan langsung oleh Tim Klinik MER-C di Sorong. Satu persatu kampung dan rumah warga didatangi oleh Tim MER-C untuk menyalurkan amanah dari para donator bagi warga muslim yang membutuhkan di wilayah Indonesia timur ini. “Alhamdulillah, tahun ini kita masih bisa berbagi kebahagiaan Ramadhan kepada saudara-saudara muslim kita di Papua, khususnya Papua Barat Daya. Terima kasih atas kepercayaan para donator yang telah menyisihkan rezekinya untuk program ini,” ujar dr. Zackya Yahya, SpOk, Koordinator Klinik MER-C wilayah Papua. Zackya memaparkan donasi yang masuk bagi program Semarakkan Ramadhan di Papua total sebesar Rp 83.619.721,- ditambah bantuan dalam bentuk mukena sebanyak 30 set. “Dari donasi yang ada, kami bisa membelikan bantuan bagi warga muslim di sini berupa mukena sebanyak total 330 paket dan sarung untuk anak-anak dewasa sebanyak 300 paket serta sembako sebanyak 100 paket,” terang Zackya. Relawan yang sudah mengawal program Klinik MER-C di Papua selama lebih dari 15 tahun ini menjelaskan bahwa bantuan perlengkapan sholat dibeli di Jakarta dengan pertimbangan harga yang jauh lebih murah serta pilihan dan stok banyak, dibandingkan apabila dibeli di Sorong. Bantuan lalu dikirim ke Sorong melalui ekspedisi kapal laut. Sementara untuk bantuan sembako yang terdiri dari beras super 5 kg, tepung terigu 2 kg, gula pasir 2 kg dan minyak goreng 2 kg semua dibeli dan di-packing oleh Tim MER-C di Sorong. “Alhamdulillah sarung dan mukenah dari donatur MER-C buat Bapak-bapak dan Ibu-ibu serta para remaja dan anak-anak sangat bermanfaat untuk mereka pakai lebaran. Warga terharu dan sangat bersyukur menerima semua bantuan ini,” ungkap Zackya yang sempat ikut turun langsung menyalurkan bantuan kepada warga muslim di Papua Barat Daya.Bantuan didistribusikan ke beberapa kampung seperti Kampung Maibo Klalin 4, kampung Malawele, kampung Malawili, kampung Klasuluk, kampung Malaus. Untuk bantuan sembako banyak difokuskan ke Kampung Klalin 4 karena yang paling minus kondisi masyarakatnya. Selain itu, bantuan juga disalurkan ke panti yatim putra dan putri muslim Papua, panti putra dan putri Muhammadiyah, serta pondok pesantren Hidayatullah, pondok pesantren Darul Istiqomah dan dhuafa di sekitar Klinik MER-C. Zackya berharap tahun depan tetap ada bantuan donasi untuk paket ramadhan yang lebih banyak agar bisa menambah jumlah bantuan yang kita berikan dan juga bisa menyiapkan baju koko bagi anak-anak dan hijab bagi ibu-ibu.

Berawal Dari Tugas Sekolah, Naufal Galang Donasi untuk Bantu Palestina

Berawal dari tugas sekolah untuk membuat sebuah project Primary Years Programme (PYP), Naufal seorang murid kelas 6 SD Paradisa Cendekia di Bekasi, tertarik memilih tema tentang konflik Palestina – Israel. Ia pun mulai mencari tahu lebih dalam salah satunya dengan mewawancara Tim MER-C untuk melengkapi data dan presentasinya tentang konflik ini. Selain fokus menyelesaikan tugas sekolahnya, keprihatinannya dengan kondisi yang terjadi di Palestina membuat Naufal tergerak untuk mengadakan aksi nyata. Ia pun melakukan penggalangan dana untuk Palestina dengan membuat kotak donasi. “Saya tidak bisa menghentikan perang ini karena saya hanya anak kelas 6 SD. Saya hanya bisa membantu, caranya dengan berdonasi,” ucap Naufal saat menyambangi Kantor MER-C bersama kedua orang tuanya untuk menyerahkan donasi bagi Palestina, Sabtu/18 Maret 2023. “Tapi insya Allah, bisa saja saat saya besar nanti bisa menjadi orang yang dapat menghentikan perang itu,” tambah Naufal. Ia berharap donasi ini bisa membantu teman-temannya di Gaza, Palestina. “Semoga donasi ini bisa sedikit membantu teman-teman di Gaza Palestina sehari-hari supaya tidak kesusahan. Donasi bisa berupa uang atau barang. Barang misalnya dibelikan mainan untuk mereka main, selimut buat mereka bisa tidur lebih nyaman atau perlengkapan sekolah atau makanan dan minuman,” harap Naufal. Menurutnya, donasi total sebesar Rp 9.103.500,- dikumpulkan selama 2 minggu. Ia menggalang donasi ke sesama teman-teman di sekolah, teman-teman di luar sekolah, orang tua siswa dan juga keluarga. Puncaknya pada acara PYP Exhibition, disamping melakukan presentasi project tak lupa Naufal juga menaruh kotak donasi buatannya di booth-nya. Sementara itu, Luly Larissa (Ketua Divisi Penggalangan Dana) dan Rima Manzanaris (Manajer Operasional) yang menerima donasi mewakili MER-C menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Naufal. “Keren dan luar biasa apa yang sudah Naufal lakukan. Di usianya yang masih sangat belia, dia sudah menaruh perhatian besar pada isu konflik Palestina – Israel dan mempresentasikan dengan sangat baik pada saat exhibition lalu dimana kami juga berkesempatan hadir. Ia juga sudah menunjukkan kepedulian dan aksi nyata untuk membantu Palestina,” ujar Luly. Luly menjelaskan, MER-C sendiri mempunyai dua program untuk Gaza Palestina yang sudah berjalan selama belasan tahun sejak 2009, yaitu program pembangunan RS Indonesia dan program Kemanusiaan Gaza. “Sesuai harapan Naufal tadi, maka donasinya akan kami salurkan untuk program kemanusiaan Gaza. Setiap tahun secara rutin kami menyalurkan donasi dari para donator untuk program bantuan Ramadhan berupa paket sembako dan ifthar, bantuan paket sekolah, bantuan musim dingin, dan juga program qurban,” jelas Luly.

MER-C: Rakyat Suriah Menantikan Bantuan Rakyat Indonesia

Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad menyatakan bahwa rakyat Suriah menantikan bantuan rakyat Indonesia. Hal ini disampaikan usai menerima laporan dari Tim Medis MER-C yang telah menunaikan misi kemanusiaan di Turki dan Suriah pada 12 Februari – 3 Maret 2023. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada rakyat Indonesia yang telah mempercayakan donasinya bagi korban gempa di kedua negara melalui MER-C.   “Kami mengucapkan terima kasih kepada donatur dan masyarakat Indonesia atas kepercayaan dan bantuan yang telah diberikan untuk korban gempa bumi di Turki dan Suriah melalui MER-C. Terima kasih juga kami sampaikan kepada Pemerintah Indonesia, Pemerintah Turki maupun Pemerintah Suriah serta semua pihak yang telah membantu dan memfasilitasi Tim MER-C di lapangan sehingga misi kemanusiaan ini dapat berjalan dengan sebagaimana mestinya,” ujar Sarbini. Sarbini memaparkan bantuan tahap awal dari rakyat Indonesia telah disalurkan oleh MER-C dengan mengirimkan total 6 relawan medis dan 1 jurnalis ke 2 negara yang diguncang bencana gempa dahsyat, di Turki bagian Selatan dan Suriah bagian Utara.   Dengan lama misi hampir 3 minggu, Tim MER-C telah mengunjungi wilayah terdampak gempa di Turki, yaitu Adana, Kahramanmaras dan Hatay. Di sini, Tim memberikan bantuan dalam bentuk makanan dan kebutuhan logistic bagi para korban yang tinggal di tenda-tenda penampungan sementara.  Dari Turki, dengan izin visa yang ada, Tim MER-C melanjutkan perjalanan kemanusiaan ke Suriah melalui Damaskus. Tim mendatangi dua wilayah terdampak gempa terparah di Suriah, yaitu di Aleppo dan Latakia. Di negara ini, Tim menyalurkan bantuan berupa peralatan bedah, medis, bahan habis pakai, obat-obatan anastesi dan obat-obatan umum untuk mendukung sektor kesehatan di Suriah dalam menangani warga korban gempa.“Kami berharap bantuan tahap awal yang diberikan ini berkah dan bermanfaat untuk menguatkan hubungan baik Indonesia dengan Turki dan Suriah,” ucap Sarbini. “Khusus untuk Suriah, dari laporan tim yang baru menyelesaikan tugas di sana, mereka mengharapkan dan menantikan bantuan lanjutan dari Indonesia, akibat perang yang lama ditambah dengan bencana alam,” lanjut Sarbini. Ia juga menambahkan, bantuan NGO asing yang sulit masuk ke Suriah karena situasi dan kondisi yang ada, maka bisa masuknya MER-C sebagai NGO Indonesia secara resmi ke Suriah diharapkan Indonesia bisa memberikan bantuan jangka panjang bagi Suriah. Dukungan dan donasi dapat disalurkan melalui: BCA, 686.0099339 BSI, 701.565.8918 Mega Syariah, 1000.209.400 Atas nama:Medical Emergency Rescue Committee Info lebih lanjut: Call Center MER-C 0811990176    

MER-C Serahkan Bantuan Alat Medis dan Obat-obatan untuk Korban Gempa Suriah

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia menyerahkan bantuan peralatan medis bedah dan obat-obatan bagi korban bencana gempa bumi di Suriah, Selasa/28 Februari 2023. Bantuan diterima oleh Menteri Kesehatan Suriah Dr. Hassan Ghabbash di kantor Kementerian Kesehatan Suriah di Damaskus. Acara serah terima bantuan turut dihadiri dan disaksikan oleh Duta Besar RI untuk Republik Arab Suriah, Wajid Fauzi dan Wakil Menteri Kesehatan Suriah, Dr. Ahmad Dmerieh. Bantuan yang diberikan terdiri dari alat-alat operasi bedah tulang, perlengkapan operasi, bahan-bahan medis habis pakai, obat-obatan anastesi dan obat-obatan umum. Ini merupakan bantuan tahap awal dari rakyat Indonesia melalui MER-C. Bantuan ini diharapkan dapat mendukung sektor kesehatan Suriah dalam menangani masyarakat yang terkena dampak gempa dahsyat beberapa waktu lalu. Menteri Kesehatan Suriah dalam pertemuannya dengan delegasi MER-C Indonesia mengucapkan terima kasih atas bantuan dari Indonesia. Ia juga menekankan pentingnya partisipasi dokter Indonesia dengan dokter di Suriah untuk menghadapi dampak gempa dan bertukar pengalaman. Usai serah terima bantuan, Tim Medis MER-C bertolak menuju lokasi terdampak bencana gempa di Aleppo dan Latakia yang berjarak sekitar 3 – 5 jam dari Ibukota Damaskus. Tim akan melakukan assessment ke Rumah Sakit dan kamp-kamp pengungsian korban gempa untuk melihat secara langsung realitas dan kebutuhan di lapangan. Hal ini untuk mempertimbangkan pengiriman tim dan bantuan lanjutan. Dukungan dan donasi dapat disalurkan melalui: BCA, 686.0099339BSI, 701.565.8918Mega Syariah, 1000.209.400 Atas nama :Medical Emergency Rescue Committee Info lebih lanjut:Call Center MER-C 0811990176

Bantu Korban Gempa, Tim Medis MER-C Tiba di Suriah

Usai menunaikan Misi Kemanusiaan ke wilayah terdampak gempa di Turki, MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) mengarahkan Tim Medisnya untuk melanjutkan misi kemanusiaan ke Suriah. Hal ini dalam rangka membantu korban bencana gempa bumi dahsyat di negara ini. Tim yang ditugaskan terdiri dari 5 orang relawan, yaitu dr. Wahyu Bimantoro, SpAn, dr. T. Meaty Fransisca, Ita Muswita (perawat bedah), Thoyib Mirad (perawat bedah) dan Desi Fitriani (Jurnalis Metro TV). Mereka bertolak ke Suriah melalui Amman Yordania, setelah mengantongi izin visa dari Kementerian Luar Negeri Republik Arab Suriah. “Berbekal visa, kami berangkat dari Istanbul Turki pada Kamis malam/23 Februari 2023 menuju Amman Yordania. Dari Amman, Jum’at pagi/24 Februari 2023, kami langsung melanjutkan perjalanan darat ke Damaskus, Ibukota Suriah,” ucap dr. Wahyu Bimantoro, SpAn selaku Ketua Tim Medis MER-C untuk Suriah. Jarak dari Amman ke Damaskus sekitar 200 kilometer. Apabila lancar, perjalanan darat dapat ditempuh dalam waktu 2,5 hingga 3 jam. Namun hal ini tergantung dengan antrian pemeriksaan di sejumlah check point yang ada. Jum’at/24 Februari 2023, sekitar pkl 14.30 wib atau pkl 10.30 waktu setempat, Tim MER-C akhirnya mengabarkan sudah melewati perbatasan Yordania dan masuk ke wilayah Suriah. “Syukur Alhamdulillah, dengan izin visa yang ada, kami bisa melalui semua pemeriksaan check point yang cukup ketat sepanjang perbatasan Yordania – Suriah tanpa kendala yang berarti. Saat ini kami sudah masuk wilayah negara Suriah,” lanjut Wahyu. Tim Medis MER-C untuk Suriah rencananya akan bertugas selama satu minggu. Koordinasi dengan berbagai pihak sebelumnya telah dilakukan seperti Kedutaan Besar Suriah di Jakarta, Kementerian Luar Negeri RI dan KBRI Damaskus serta mitra medis lokal untuk menentukan wilayah gempa yang masih membutuhkan bantuan medis. “Mohon doanya agar kami bisa menunaikan amanah ini dengan baik dan misi kemanusiaan ini diberi kelancaran. Kami berharap bisa masuk ke wilayah-wilayah terdampak gempa di Suriah yang masih minim bantuan khususnya bantuan medis. Kami juga akan melakukan assessment untuk kebutuhan pengiriman tim lanjutan atau bantuan lainnya,” tambahnya. Dukungan dan donasi bagi Misi Kemanusiaan MER-C bagi korban gempa bumi di Turki dan Suriah dapat disalurkan melalui: BCA, 686.0099339BSI, 701.565.8918Mega Syariah, 1000.209.400Atas nama :Medical Emergency Rescue Committee Info lebih lanjut:Call Center MER-C 0811990176

Turki Diguncang Gempa Dahsyat, MER-C Siapkan Tim Bedah untuk Bantu Para Korban

Siaran Pers Senin/6 Februari 2023, bencana gempa bumi dahsyat dengan magnitudo 7,8 melanda Turki bagian selatan, bahkan gempa juga dirasakan hingga ke Suriah dan Lebanon. Gempa terjadi sekitar pukul 4 dini hari waktu setempat dimana sebagian besar orang masih terlelap, sehingga banyak yang tidak dapat menyelamatkan diri. Hal ini mengakibatkan ribuan orang meninggal dunia dan ribuan lainnya mengalami luka-luka. Data sementara menyebutkan bahwa sampai dengan Rabu/8 Februari 2023 jumlah korban tewas akibat gempa telah mencapai angka 7.926 orang, dimana sebanyak 5.894 korban tewas di Turki dan sisanya sebanyak 2.032 korban tewas di Suriah. Jumlah korban diperkirakan akan terus bertambah seiring masih banyaknya warga yang tertimbun reruntuhan bangunan, menunggu proses evakuasi dan pertolongan. Besarnya kekuatan gempa dan dampak kerusakan yang ditimbulkan menjadikan bencana ini sebagai bencana terbesar dalam satu abad terakhir yang melanda Turki, setelah gempa bumi Erzincan pada tahun 1939 yang diperkirakan menewaskan 33,000 orang. MER-C mengucapkan duka cita yang mendalam kepada Pemerintah dan rakyat Turki, khususnya para korban gempa dan keluarganya. Semoga korban tewas mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan dan korban luka-luka bisa segera pulih kembali. Semoga korban-korban lainnya bisa segera ditemukan dan kanmendapat pertolongan. Kami berdoa yang terbaik bagi negara Turki agar dapat segera bangkit dari tragedi kemanusiaan ini. Merespon bencana dahsyat tersebut dan dalam rangka memfasilitasi aspirasi masyarakat Indonesia melalui MER-C, maka sebagai lembaga kegawatdaruratan medis untuk korban perang, konflik dan bencana alam, MER-C akan mengirimkan relawannya yang merupakan Tim Bedah ke Turki. Tim akan terdiri dari Dokter Spesialis Bedah Orthopedi, Dokter Anastesi, Dokter Umum, Perawat Bedah dan Perawat. Di tengah cuaca dingin yang ekstrim di Turki saat ini, penyakit akut dan kronik non-bedah juga akan sangat mungkin cepat meningkat dan berpotensi fatal bagi kelompok rentan (anak, ibu hamil dan lansia). Untuk itu, MER-C akan melengkapi timnya dengan spesialis non-bedah seperti Dokter Spesialis Penyakit Dalam dan Dokter Spesialis Anak untuk mem-back-up dokter umum dalam menangani kasus-kasus tersebut. Tim awal MER-C ditargetkan berangkat dalam waktu secepatnya, tentative pada hari Sabtu ini/11 Februari 2023 ke lokasi bencana untuk turut memberikan bantuan bagi para korban. Koordinasi dengan berbagai pihak baik di Indonesia maupun di negara tujuan tengah dilakukan untuk dapat menyalurkan amanah serta aspirasi masyarakat Indonesia bagi korban bencana gempa di Turki. Rekening Donasi Misi Kemanusiaan MER-C untuk Bencana Gempa Turki: BCA, 686.0099339BSI, 701.565.8918Mega Syariah, 1000.209.400Atas nama Medical Emergency Rescue Committee Jakarta, 8 Februari 2023 Dr. Sarbini Abdul MuradKetua Presidium MER-C Indonesia

Silahkan bertanya?