Disambut Dengan Penuh Haru, Relawan MER-C Kembali ke Indonesia Setelah Misi Kemanusiaan di Gaza

Banten, Rasilnews – Setelah melalui perjalanan panjang dan penuh tantangan, tiga relawan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) akhirnya tiba kembali di tanah air, Indonesia. Mereka adalah Ita Muswita (Ketua Tim/Bidan & Perawat Bedah), Asrina Sari (Perawat), dan Nadia Rosi (Perawat), yang telah mengabdi di Gaza selama lebih dari dua bulan, memberikan bantuan medis kepada warga yang terdampak konflik berkepanjangan. Setelah tertahan di Rafah, kota di selatan Gaza, karena situasi keamanan yang tidak menentu, para relawan akhirnya berhasil kembali. Mereka harus melewati berbagai rintangan sebelum tiba di Indonesia. Uni Ita, panggilan akrab Ita Muswita, menceritakan kisah penuh haru dan keteguhan hatinya kepada Radio Silaturahim. “Kami masuk ke Gaza melalui perbatasan Rafah dan bertugas di sana selama 2,5 bulan. Setiap hari di sana adalah perjuangan. Kami keluar lewat Kerem Shalom dan kemudian tinggal di Yordania, menunggu tim ke-4 masuk ke Gaza, baru kemudian kami kembali ke tanah air,” ungkap Uni Ita dengan suara yang bergetar, mengenang masa-masa sulit tersebut. Selama bertugas, mereka menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan peralatan medis hingga ancaman keselamatan. Namun, semangat untuk membantu sesama tidak pernah padam. “Alhamdulillah, saya diberi kesempatan oleh MER-C untuk ikut misi ini. Dari sekian banyak misi yang saya ikuti, misi ke Gaza lah yang paling banyak menguras air mata. Kondisi di Gaza sangat memprihatinkan, tidak ada tempat yang benar-benar aman. Namun, insya Allah, jika diberi kesempatan lagi, saya dan teman-teman siap untuk kembali demi misi kemanusiaan,” tambahnya dengan penuh semangat. Uni Ita juga mengungkapkan pelajaran berharga yang didapatnya dari Gaza. “Dari Gaza, saya belajar arti sebenarnya dari ‘InsyaAllah’. Di sana, InsyaAllah bukan sekadar janji, tapi sebuah pengingat bahwa ‘hari ini kita hidup, mungkin besok kita belum tentu…’. “Setiap hari adalah anugerah yang harus disyukuri,” katanya sambil menahan air mata. Kepulangan mereka disambut dengan tangis haru oleh tim MER-C lainnya yang telah menunggu. Banyak dari mereka yang menitikkan air mata, tidak hanya karena bahagia melihat rekan-rekan mereka kembali dengan selamat, tetapi juga karena rasa bangga dan hormat atas keberanian dan dedikasi yang ditunjukkan. “Kami sangat bangga dengan apa yang telah mereka lakukan. Mereka adalah pahlawan sejati,” ujar salah satu anggota tim MER-C yang menyambut. Suasana penyambutan di bandara dipenuhi dengan keharuan. Wajah-wajah yang lelah namun penuh semangat itu, menjadi saksi bisu dari kisah pengorbanan dan keberanian yang tak ternilai harganya. Mereka bukan hanya membawa kembali cerita tentang penderitaan dan perjuangan, tetapi juga harapan dan inspirasi. Kisah mereka adalah pengingat bahwa kemanusiaan masih hidup, bahkan di tengah Genosida yang berlangsung. Relawan MER-C telah menunjukkan kepada dunia bahwa kemanusiaan tidak mengenal batas. Mereka telah menanamkan semangat kemanusiaan yang tak tergoyahkan, sebuah teladan yang patut ditiru oleh kita semua. Semoga langkah mereka menjadi inspirasi bagi generasi mendatang untuk terus berjuang demi kemanusiaan dan keadilan. Sumber : https://www.radiosilaturahim.com/disambut-dengan-penuh-haru-relawan-mer-c-kembali-ke-indonesia-setelah-misi-kemanusiaan-di-gaza/
PWI dan IJTI Transfer Dana Aceh Peduli Palestina Tahap II, Kesempatan Berdonasi Masih Dibuka

PORTALNUSA.com | BANDA ACEH – Penggalangan dana kemanusiaan untuk korban agresi Israel di Gaza, Palestina masih terus dibuka oleh dua organisasi pers nasional di Aceh, yaitu Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI). Aksi kemanusiaan berlabel “Aceh Peduli Palestina” itu dimulai Selasa, 7 November 2023 bersamaan dengan pelaksanaan Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) ke-8 di Banda Aceh. Aksi tersebut didukung Bank Aceh dan relawan tanggap bencana Universitas Iskandar Muda (Unida) Banda Aceh. Setelah melakukan penggalangan selama empat hari, dana yang terkumpul pada tahap I sebesar Rp 60.583.801 diserahkan oleh Ketua PWI Aceh Nasir Nurdin kepada Presidium MER-C Indonesia, dr. Henry Hidayatullah, M.Si didampingi Koordinator MER-C Indonesia Wilayah Aceh, Ira Hidayati. Penyerahan bantuan tahap I itu berlangsung pada rangkaian penutupan PKA ke-8 di panggung utama Taman Ratu Safiatuddin, Banda Aceh, Minggu sore, 12 November 2023. Bantuan terus mengalir Setelah penyaluran bantuan tahap I, ternyata semangat masyarakat untuk berdonasi terus mengalir melalui Rekening Aceh Peduli Palestina No. Rek. 500.02.24.500500-0 di Bank Aceh. Buktinya, hingga posisi Senin, 4 Maret 2024, dana yang terkumpul di Rekening Aceh Peduli Palestina mencapai Rp 242.793.000. Dari saldo tersebut, ditransfer tahap II sebesar Rp 242 juta ke Rekening 7001352061 atas nama Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia di Bank Bank Syariah Indonesia (BSI) guna diteruskan kepada korban konflik di Gaza melalui relawan MER-C di sana. “Dengan transfer tahap II itu, hingga posisi Senin, 4 Maret 2024 saldo di rekening Aceh Peduli Palestina sebesar Rp 793.000. Rekening Aceh Peduli Palestina masih tetap aktif untuk penggalangan donasi,” kata Nasir Nurdin didampingi Ketua IJTI Aceh, Munir Nur dan Koordinator MER-C Indonesia Wilayah Aceh, Ira Hidayati di Kantor Bank Aceh Cabang Balai Kota Banda Aceh, Senin siang, 4 Maret 2024. Bantuan darurat Koordinator MER-C Indonesia Wilayah Aceh, Ira Hidayati mengatakan, bantuan yang digalang MER-C Indonesia—termasuk dari masyarakat Aceh—dipergunakan untuk penanganan kondisi darurat (emergency) di berbagai wilayah Gaza. Berikut data penyaluran bantuan tahap emergency periode 7 Oktober 2023 hingga Februari 2024. Bantuan disalurkan secara langsung oleh relawan MER-C di Jalur Gaza, Palestina. Oktober 2023 Obat-obatan, alat operasi, bahan medis; Baju/atribut dokter & paramedic; 1.000 makanan siap saji di RSI; Peralatan untuk support RSI (seperti mesin cuci dll); Bahan makanan, kurma, snack, minuman, buah dll untuk 800-1.000 orang (dokter, pekerja medis & pasien) serta warga korban agresi; 100 paket sembako di Gaza Selatan. November 2023 Obat-obatan untuk RSI Gaza Utara; 3.152 liter minyak goreng untuk bahan bakar genset RS Indonesia di Gaza Utara; Makanan dan air minum; Pampers dan lainnya untuk RSI; 1.000 makanan siap saji di Gaza Selatan; 1.200 makanan siap saji di pengungsian Gaza Selatan. Desember 2023 Bantuan Kemanusiaan di Gaza Selatan: Makanan siap saji setiap hari untuk 1.200 pengungsi; Bahan makanan untuk pengungsian, kurma, dsb; Perlengkapan musim dingin untuk anak-anak di pengungsian Gaza Selatan; Enam WC darurat dan air bersih untuk pengungsian Fukhori, Gaza Selatan; 1.500 karung tepung @50 kg. Januari 2024 Makanan siap saji setiap hari untuk 1.200 warga Gaza Selatan, bahkan pernah mencapai 5.800 warga/hari; Makanan siap saji setiap hari untuk 400 – 500 warga Gaza Utara; Air minum 2.000 ltr/hari untuk pengungsian Gaza Selatan; Paket sayur mayur untuk Gaza Selatan; Pampers bayi, pampers pasien luka; Buku dan alat tulis untuk anak-anak. Februari 2024 Makanan siap saji setiap hari untuk 1.200 – 1.600 warga Gaza Selatan; Makanan siap saji setiap hari untuk 400 – 500 warga di sekitar RS Indonesia Gaza Utara; Paket sayur mayur untuk warga di Gaza Tengah; Bantuan minyak goreng untuk pengungsi; Snack dan biscuit untuk anak-anak. Februari 2024 Bantuan kemanusiaan yang dibeli dari luar Gaza (dari Mesir), dalam perjalanan menuju Gaza: Dua truk container sembako; Dua truk container tepung terigu; Dua truk container air minum; Obat-obatan dan bahan medis untuk dua rumah sakit di Gaza Selatan. []
Kisah Nyata Relawan Indonesia di Gaza, MER-C dan FK UNAND Berikan Dukungan untuk Palestina

PADANG, HARIANHALUAN.ID – Duka Palestina adalah duka kita semua. Perjuangan merebut kembali kemerdekaan Palestina dari Israel menjadi tugas kita bersama. Sebab Palestina yang kini luluhlantak akibat bombardir yang dilakukan Israel masih memiliki jutaan rakyat yang berhak untuk hidup merdeka. Puluhan ribu anak dan masyarakat sipil Palestina, telah syahid akibat serangan membabibuta Israel. Bahkan berbagai fasilitas umum pun dihancurkan tanpa perikemanusiaan. Mereka, rakyat Palestina membutuhkan uluran tangan kita semua, agar mereka kembali bisa menikmati kemerdekaannya. Ada banyak kisah di balik perjuangan Fikri, salah seorang relawan Indonesia yang dikirim ke Palestina melalui Lembaga Medical Emergency Rescue Comittee (MER-C) Indonesia. Setelah RS Indonesia di Gaza tak lagi beroperasi karena rusak parah dibombardir Israel, Fikri bersama rekannya sesama relawan Reza, kini fokus untuk membantu para pengungsi di sekitar RS Indonesia di Gaza. Setiap hari, tugas mereka adalah berbelanja bahan makanan, memasak dan membagikan makanan pada pengungsi. “Kami sudah buang rasa takut sejak memutuskan untuk memutuskan menjadi relawan di sini, meski setiap hari dihadapkan pada ancaman kematian akibat perang. Semuanya kami serahkan pada Allah. Hanya Allah yang melindungi dan akan menyelamatkan kami. Dan kami pun kuat adalah berkat doa dari masyarakat Indonesia semua,” kata Fikri. Fikri sempat bercerita melalui Zoom Meeting bersama para peserta bedah buku ‘Menghimpun Kebesaran Allah’ yang digelar Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (FK UNAND) dan MER-C di Aula FK UNAND, pada Minggu (10/12). Moderator bedah buku Dr. dr. Yusri Dianne Jurnalis, SpA (K) (Pembina MER-C Padang) dan dr Muhammad Reza Saputra, SpOT (Ketua MER-C Padang) menuntun jalannya acara yang ikuti ratusan simpatisan Palestina dari berbagai wilayah di Sumbar. Tampil sebagai Pembicara pada kesempatan itu dr Arief Rachman, SpRad : Presidium MER-C Indonesia, Ir Edi Wahyudi Darta: Manager Site RS Indonesia, Dr. H. Gusrizal Gazahar, Lc., M.Ag. Datuak Palimo Basa : Ketua MUI Sumatera Barat, Prof. Dr. H. Yaswirman, MA : Ketua Dewan Dakwah Sumatera Barat dan Prof. Dr. dr. Afriwardi, SH, Sp.KO, MA : Dekan Fakultas Kedokteran Unand. Bagaimana biaya hidup para relawan di sana? Bagaimana juga membiayai makan para pengungsi dan tenaga medis itu? Inilah kebesaran Allah yang dirasakan oleh Tim MER-C Indonesia. Penggalangan dana yang mereka lakukan untuk Palestina mendapat respon luar biasa dari warga Indonesia yang ikut merasakan duka Palestina. “Berapapun biaya semaksimal mungkin kami kirim. Soal penggunaan di sana, tak perlu pakai prosedur resmi lagi karena keadaan darurat. Apalagi sekarang sudah memasuki musim dingin. Suhu di sana tak main-main, minus 10 derajat hingga minus 15 derajat celcius. Jadi, jika ada yang dibutuhkan segera beli, pakai dana yang dikirim,” kata dr Arief Rachman, SpRad., Presidium MER-C Indonesia pada kegiatan bedah buku tersebut. “Rumah Sakit Indonesia yang kini tak beroperasi lagi karena mengalami kerusakan sudah kami data. Ada beberapa bagian yang sudah kami data untuk direnovasi. Antara lain, generator, pintu masuk, kamar bedah dan ruangemergency,” kata Ir Edi Wahyudi Darta: Manager Site RS Indonesia Ia merasakan semua yang dialaminya adalah karena kebesaran Allah. Semuanya adalah misteri Illahi, bagaimana semua tim relawan dan tim medis di Palestina, bisa bertahan hidup dan menjalani semua yang terjadi. “Ini adalah perjuangan kita sepanjang hidup. Juga merupakan kepedulian kita warga Sumbar terhadap Palestina. Semoga ini menjadi nilai baik kita di mata Allah SWT,” kata Gusrizal Gazahar. Pada kesempatan itu, juga digelar doa bersama dan penggalangan donasi baik secara langsung maupun melalu hasil penjualan buku buku ‘Menghimpun Kebesaran Allah’ tersebut. (h/atv) Sumber : https://harianhaluan.id/utama/hh-68248/kisah-nyata-relawan-indonesia-di-gaza-mer-c-dan-fk-unand-berikan-dukungan-untuk-palestina/3/
ILUNI FKUI 98 Gelar Simulasi Penanggulangan Bencana Bersama MER-C Training Center

Cibubur, MINA – Ikatan Alumni Universitas Indonesia Fakultas Kedokteran (ILUNI FKUI 1998) bersama MER-C Training Center (MTC) menggelar simulasi penanggulangan bencana yang berlangsung selama dua hari, 28-29 Januari 2023, di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata, Cibubur. Peserta dari pelatihan simulasi penanggulangan bencana ini adalah mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia berjumlah 30 orang. Mewakili Dekan FKUI dr. Wismandari Wisnu, dr. Danang Tri Wahyudi mengatakan pihaknya ingin pelatihan ini bisa dikembangan terutama di FKUI sebagai suatu amal bakti almamater untuk berbuat sesuatu yang berguna bagi bangsa dan negara. “Semoga apa yang kami lakukan di sini dengan pelatihan ini dapat memberikan pengalaman dan juga memberikan sesuatu hal yang baru bagi adik-adik peserta sekalian,” ujarnya. Ketua ILUNI FKUI 98 dr. Wawan Mulyawan dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas inisiasi simulasi penanggulangan bencana ini. “Kami dari Alumni FKUI 98 mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya, Tentu kita bersyukur semuanya bisa berjalan lancar sampai hari ini,” ujar Wawan. “Mudah-mudahan ini bukan yang pertama dan yang terakhir kita mengadakan kegiatan ini, terimakasih kepada ILUNI 98 yang sudah menginisiasi,” tambahnya. Direktur Utama Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) dr. Lies Dina Liastuti, yang turut hadir dalam pelatihan menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pelatihan ini dan berharap kedepannya bukan hanya FKUI, tapi pelatihan juga digelar bagi rumah sakit-rumah sakit yang biasa menangani bencana di setiap provinsi. “Kita harus punya kader-kader yang memberikan bakti untuk menolong demi kemanusiaan bukan hanya bekerja sebagai dokter dan nakes biasa. Peduli pada kesulitan yang terjadi di masyarakat khususnya di Indonesia karena bencana tidak akan kita duga kapan terjadi dan di mana terjadi tapi kita harus tetap andil dan kita harus punya skill,” kata Lies. Hal serupa juga disampaikan oleh Kepala Pusat Krisi Kementrian Kesehatan Dr. Sumarjaya yang mengucapkan terima kasih ILUNI FKUI bersama MER-C yang telah mengadakan pelatihan simulasi penanggulangan bencana bidang kesehatan. “Ini bagus sekali semangatnya sama dengan program tenaga cadangan Kesehatan yang menjadi program proritas Kementrian Kesehatan melalu pilar ketiga transformasi system ketahanan pusat,” kata Sumarjaya. Ia berharap tiga puluh orang peserta yang mengikuti pelatihan ini nantinya bisa masuk ke dalam program tenaga cadangan kesehatan. Berdasarkan pengalaman-pengalaman yang dimiliki MER-C, maka MER-C menyelenggarakan program pelatihan medis dengan wadah MER-C Training Center (MTC). MTC merupakan bagian dari Yayasan MER-C yang bergerak di bidang pelatihan kegawatdaruratan medis dan keahlian medis lainnya.(L/R7/R1)
Presidium MER-C Berharap MINA Jadi Kantor Berita yang Melawan Israel

Caringin, Kab. Bogor, MINA – Ketua Presidium Medical Emergency Rescue-Committe (MER-C), dr.Sarbini Abdul Murad mengharapkan Kantor Berita MINA menjadi media yang tidak hanya membela Palestina namun juga melawan Israel. “Kita harus masuk ke ranah ini,” kata dr. Ben saat menjadi pembicara di acara Sarasehan dalam rangka memperingati Milad Kantor Berita MINA ke-10 yang digelar di Caringin, Senin (19/12). Ia menyatakan, MINA harus menulis berita atau artikel yang “menghantam” Israel karena tulisan untuk membela Palestina sudah biasa dilakukan. “Kantor Berita MINA juga harus bermain cantik dan mempunyai pressure yang besar terhadap Israel,” tambahnya. Untuk itu, kata dr. Ben – sapaan akrab dr Sarbini- MINA juga harus perlu mempunyai informasi-informasi tentang Israel, khususnya kemungkinan jalinan hubungan dengan Indonesia. Sementara Pemimpin Umum MINA Arief Rahman dalam sambutannya mengatakan, dengan kepercayaan dari berbagai pihak, termasuk para duta besar meyakinkan bahwa second track diplomacy akan terus lakukan. “Dukungan, kemitraan dan sinergi di antara semua pihak, MINA akan mewujudkan cita-citanya sebagai bagian dari perjuangan pembebasan Masjidil Aqsa dan Kemerdekaan Palestina,” ujarnya. Sepuluh tahun MINA bukanlah sesuai yang mudah. Semua ini dilalui dengan berbagai hal. “Hari ini Kantor Berita MINA masih eksis bukan hanya karena satu dua orang tapi karena semua,” tegasnya. Acara Sarasehan dalam memperingati Milad Kantor Berita MINA yang ke-10 juga menghadirkan pembicara lain, yakni Pembina Kantor Berita MINA Imam Yakhsyallah Mansur, Pendiri Kantor Berita MINA Aat Surya Safaat dan menyaksikan rekaman ucapan selamat dari Duta Besar RI di Nairobi dan dari Duta Besar Azerbaijan di Jakarta. Selain Sarasehan, Milad Kantor Berita MINA ke-10 juga menggelar rapat kerja, tepat pada tanggal 18 Desermber (Ahad), dan Senin tausiyah inspirasi pagi oleh Imam Yakhsyallah Mansur dan tim building. (L/RE1/RS3) Sumber : https://minanews.net/presidium-mer-c-berharap-mina-jadi-kantor-berita-yang-melawan-israel/
MER-C Gelar Pelatihan Simulasi Bencana

Jakarta, MINA – Lembaga kegawatdaruratan medis, Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia menggelar pelatihan simulasi bencana, pada Sabtu-Ahad, (24-25/9), di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur. Dalam pelatihan ini, 30 peserta yang mengikuti pelatihan mendapat materi triase, manajemen logistik, Basic Life Support (BLS), penanganan korban cedera, pendarahan, patah tulang, serta cara pembidalan, evakuasi dan transportasi, overview disaster management, dan manajement posko. Selain itu, digelar juga bincang bersama Presidium MER-C mengenai jihad profesi, dan pengenalan water rescue bersama Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS). Ketua Presidium MER-C Sarbini Abdul Murad, dalam kesempatan itu mengatakan, banyak hal besar yang telah dilakukan bersama MER-C, seperti di luar kendali atau tidak mungkin tapi akhirnya bisa dilakukan karena kebesaran Allah. “Banyak aktifitas besar itu terjadi bukan karena kehebatan kita. Tapi kita bisa melakukan aktivitas besar yang akal kita tidak sampai tapi kita bisa melakukan itu, ada keajaiban yang terjadi dan itu di luar kendali kita. Hal yang sulit menjadi mudah karena kuasa Allah,” ujarnya. “Menunaikan amanah yang menjadi keberkahan untuk apa yang kita lakukan. Tugas kita adalah memberi yang terbaik untuk umat, untuk bangsa,” kata Sarbini. Anggota Presidium Ir. Faried Thalib yang juga turut hadir menceritakan bagaimana perjuangan MER-C membangun beberapa Rumah Sakit Indonesia di daerah konflik, di Gaza, Palestina dan Rakhine State, Myanmar. MER-C telah melaksanakan lebih dari 300 misi kemanusiaan bencana alam, perang dan konflik, baik dalam negeri maupun luar negeri Sementara keanggotaan MER-C disebut relawan yang mempunyai sifat amanah, profesional, netral, mandiri, sukarela, dan mobilitas tinggi. Sumber : https://minanews.net/mer-c-gelar-pelatihan-simulasi-bencana-2022
Tolak Kedatangan Timnas Israel, AWG-MER-C Gelar Futsal Fun Match

Jakarta, MINA – Aqsa Working Group (AWG) bersama Medical Emergency Rescue Committee (MER-C), pada Jumat (16/9) menggelar pertandingan Futsal Fun Match , sebagai rangkaian aksi menolak kedatangan Timnas Sepakbola Israel, yang akan berlaga pada gelaran Piala Dunia Sepakbola U-20 di Indonesia tahun 2023 mendatang. Pembina AWG Imaam Yakhsyallah Mansur dalam sambutannya mengatakan, jika pertandingan ini diniatkan sebagai bentuk pembelaan terhadap rakyat Palestina maka mereka akan merasakan bahwa ada yang membela dan memperhatikan mereka. “Meskipun ini sebuah permainan, bersifat hiburan tapi kita punya niat bahwa ini dalam rangka membela membela rakyat Palestina. Segala sesuatu itu tergantung niat, jika kita niatkan untuk membela bangsa Palestina maka In Shaa Allah akan dinilai sebagai salah satu bentuk ukhuwah, dan kita tahu persaudaraan sangat tinggi nilainya dalam agama,” kata Imaam Yakhsyallah. “Orang-orang Palestina itu saudara sekandung kita, oleh karena itu kita akan terus membela dengan berbagai macam cara, salah satunya adalah kita menggelar futsal pada sore hari ini, dan ini menjadi salah satu gambaran kita menolak Timnas Israel di Piala Dunia U-20,” tambahnya. Presidium AWG, Rustam Effendy mengatakan, setidaknya ada empat alasan penolakan Timnas Israel, pertama, komitmen bangsa Indonesia untuk menghapuskan penjajahan di atas dunia telah termaktub pada alinea ke 4 UUD 1945. Kedua, Presiden Pertama RI, Soekarno telah memberikan contoh kongkrit dengan menolak Timnas Indonesia berlaga dengan Timnas Israel. Padahal saat itu Indonesia berpeluang besar ikut Piala Dunia 1958. Ketiga, Presiden Jokowi melalui KTT OKI 2016 menyerukan boikot produk-produk Israel. Keempat, Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) pun menyatakan Israel melanggar hukum internasional. Link berita:https://minanews.net/tolak-kedatangan-timnas-israel-awg-mer-c-gelar-futsal-fun-match/
Dubes Pakistan Serukan Bantuan Masyarakat Indonesia bagi Korban Banjir Terparah di Negaranya
Jakarta, MINA – Duta Besar Pakistan untuk Indonesia Muhammad Hassan menyerukan bantuan dari masyarakat Indonesia yang mempunyai kepedulian terhadap korban banjir terparah yang terjadi di sepertiga wilayah negara tersebut. Dia menjelaskan situasi terkini di Pakistan, di mana para korban yang saat ini berada di pengungsian membutuhkan bantuan mendesak berupa makanan, obat-obatan dan juga tempat tinggal. “Saya mengharapkan kepada masyarakat Indonesia dan teman Pakistan untuk bergandengan tangan dengan Pemerintah Pakistan dalam membantu mereka yang memerlukan kebutuhan mendesak,” kata Dubes Hassan pada sesi pengarahan kepada pimpinan atau perwakilan organisasi masyarakat sipil dan organisasi penanggulangan bencana serta bantuan kemanusiaan di Indonesia, di gedung Kedutaan Besar Pakistan, Jakarta, Selasa (6/9). Sebagaimana pengamatan MINA, hadir delegasi dan pimpinan lsm, lembaga-lembaga kemanusiaan dan kegawatdaruratan di Indonesia, yakni Medical Emergency Rescue Commitee (MER-C), Human Initiative, OIC Youth Indonesia, dan lainnya. Menurut Dubes Hassan, situasi tersebut diperkirakan akan memburuk, karena masyarakat dan infrastruktur yang tersisa harus berjuang mengatasi hujan deras yang terus berlangsung. “Hal ini lambat laun akan mengakibatkan kehancuran, karena kekurangan pangan dan penyebaran penyakit yang ditularkan melalui air,” ujarnya. Untuk itu, lanjut Dubes Hassan, Pemerintah Pakistan tengah berfokus pada bantuan ketahanan pangan, tempat tinggal dan barang-barang non-pangan, program pemenuhan gizi anak, layanan kesehatan primer, air dan sanitasi, serta tempat tinggal bagi para pengungsi. Dubes Hassan juga menjelaskan pihaknya juga telah membentuk Unit Koordinasi Bantuan Banjir (FRCU) yang aktif selama 24 jam setiap hari di Kedutaan untuk membantu kontributor individu dan organisasi masyarakat sipil yang ingin ikut membantu. “Bagi yang berkenan membantu, dapat langsung menyalurkannya ke Dana Bantuan Perdana Menteri 2022 dengan mentransfer dana ke bank Pakistan mana pun,” jelasnya. Selain itu, Dubes Hassan juga menyatakan, pihak kedutaan akan memberikan bantuan akses masuk ke daerah bencana bagi organisasi penanggulangan bencana serta bantuan kemanusiaan yang akan menyalurkan bantuan secara langsung. Pemerintah Pakistan telah mengumumkan banjir bandang akibat hujan deras itu sebagai darurat nasional dan segera meminta PBB untuk membantunya mengumpulkan dana internasional. Operasi bantuan besar-besaran telah diluncurkan oleh Pemerintah Pakistan dengan bantuan komunitas internasional dan badan-badan kemanusiaan. Sementara itu, pemerintah federal dan provinsi, NDMA, administrasi sipil, dan angkatan bersenjata sedang melakukan respon kemanusiaan terkoordinasi di daerah yang paling terkena dampak. Dubes Hassan mengatakan, situasi banjir paling parah terjadi di provinsi-provinsi seperti Sindh dan Balochistan, hingga daerah pegunungan di Khyber Pakhtunkhwa juga terkena dampak parah. Dalam kesempatan tersebut, relawan MER-C Ita Muswita dan Islamiyah Samaun menceritakan pengalamannya dalam menjalankan misi kemanusiaan bagi korban banjir di Pakistan pada 2010 lalu selama dua pekan. Pada misi tersebut total pasien yang ditangani Tim MER-C, baik pengobatan umum maupun tindakan operasi sebanyak 2.110 pasien. “Hal yang perlu dipersiapkan saat menjalankan misi kemanusiaan terjun langsung ke lapangan perlu mengenali karakter atau budaya setempat di negara yang terdampak bencana itu, apalagi untuk menjangkau wilayah-wilayah dan kamp-kamp pengungsi yang ada di pelosok-pelosok,” ujar Ita. Perubahan Iklim Menurut laporan Kedubes Pakistan, hingga berita ini diturunkan, sebanyak, 80 distrik dinyatakan terdampak Bencana (31 di Balochistan, 6 di GB, 14 di KPK, 3 di Punjab, 23 di Sindh), sebanyak 33.046.329 orang terdampak banjir bandang. Lebih dari 470.000 orang tinggal di kamp pengungsian Hampir 1.300 orang meninggal (570 pria, 259 wanita, dan 453 anak-anak), sementara 12.588 orang lainnya terluka. Sementara 1.468.019 rumah rusak, 736.459 ternak terbunuh, dan Setidaknya 3,6 juta hektar tanaman/kebun telah terpengaruh. Kerusakan infrastuktur lainnya yakni lebih dari 5.000 km jalan dan 243 jembatan telah rusak atau hancur. Selain itu, kerugian ekonomi di negara tersebut akibat bencana alam ini sudah mencapai $12,5 miliar. Sementara kasus diare dan penyakit yang ditularkan melalui air, infeksi saluran pernapasan, dan penyakit kulit juga telah dilaporkan. Pakistan telah menghadapi cuaca muson yang parah sejak pertengahan Juni 2022 dengan curah hujan yang setara dengan 2,7 kali rata-rata nasional selama 30 tahun terakhir. Banjir dan erosi yang meluas disebabkan curah hujan tinggi menjadi salah satu bencana alam yang disebabkan Perubahan Iklim.(L/R1/P1) Link Berita :
MER-C Minta Pemerintah Tolak Timnas Israel

MER-C berharap pemerintah selaras dalam perbuatan ketika mendukung Palestina dan menolak Israel yang menjajah Palestina. JAKARTA — Presidium Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) menyampaikan pesan kepada Pemerintah Indonesia mengenai polemik keikutsertaan timnas Israel dalam Piala Dunia U-20 di Indonesia pada tahun 2023. MER-C berharap pemerintah selaras dalam perbuatan ketika mendukung Palestina dan menolak Israel yang menjajah Palestina. “Ini harapan dan permintaan kami kepada Presiden (Joko Widodo), khususnya agar secara tegas (pemerintah) menolak kepentingan timnas Israel ikut dalam Piala Dunia U-20 di Indonesia,” ujar Ketua Presidium MER-C dr Sarbini Abdul Murad di kantor Republika, Jakarta, Jumat (19/8). Sarbini mengingatkan, Presiden Sukarno pernah menolak kepentingan Israel pada tahun 1962 ketika Asian Games. Kalau Presiden Jokowi mampu menolak timnas Israel ikut dalam Piala Dunia U-20 di Indonesia tahun 2023, artinya Jokowi mampu mengembalikan keberanian dan konsistensi Bung Karno dalam mendukung Palestina. MER-C yakin Presiden Jokowi akan memperhatikan aspirasi masyarakat. Harapannya, konstitusi Indonesia yang jelas mengatakan bahwa penjajahan di atas bumi harus dihapuskan betul-betul dilaksanakan secara konsisten dan konsekuen oleh Pemerintah Indonesia. Kepada Wakil Presiden (Wapres) KH Ma’ruf Amin, MER-C menyampaikan, Wapres adalah seorang ulama. Karena itu, MER-C yakin, Kiai Ma’ruf akan memberikan yang terbaik kepada pemerintah dan rakyat Palestina. MER-C juga yakin Kiai Ma’ruf akan menolak timnas Israel ikut dalam Piala Dunia U-20 di Indonesia. Sarbini mengingatkan, jika timnas Israel mengikuti Piala Dunia U-20 di Indonesia, masyarakat Indonesia pasti akan kecewa. “Akan ada kekecewaan yang terjadi di masyarakat ketika timnas Israel masuk ke Indonesia, bisa jadi ada penolakan yang ekstrem (terhadap timnas Israel),” ujarnya. Sarbini berpandangan, jika timnas Israel ikut dalam Piala Dunia U-20 di Indonesia, sama saja pemerintah melanggar konstitusi Indonesia. Jadi, ada dua hal yang akan terjadi. Pertama, respons keras masyarakat. Kedua, pemerintah melanggar konstitusi. Dua hal ini yang harus dihindari. “Sesuatu yang tidak bagus untuk kita (pemerintah dan bangsa Indonesia) dan untuk sejarah bangsa Indonesia, maka pemerintah harus tegas untuk bisa melaksanakan hal yang diinginkan oleh konstitusi dan masyarakat Indonesia,” ujar Sarbini. Sebelumnya, dalam rangka safari kemanusiaan untuk menolak kedatangan timnas Israel, Sarbini bertemu dengan Ketua Presidium Majelis Ormas Islam (MOI) KH Nazar Haris pada Kamis (18/8). Dalam pertemuan tersebut, Ketua Presidium MOI memberikan apresiasi positif atas kunjungan dan pencerahan yang disampaikan oleh pimpinan MER-C. Kiai Nazar menyambut baik dan mendukung gagasan MER-C menolak kedatangan timnas Israel ke Indonesia. Sebab, penolakan ini adalah bentuk pembelaan terhadap konstitusi bangsa Indonesia. “Sesuai dengan UUD 1945, tujuan kita mendirikan negara ini adalah memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut serta dalam ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial,” kata Kiai Nazar melalui keterangan tertulis. Kiai Nazar juga menyampaikan, apabila bangsa Indonesia membiarkan Israel hadir ke Indonesia, Indonesia bisa terancam dengan penjajahan baru, dengan model baru, dan penjajahan lebih ketat. “Untuk itu, kita akan mencari cara supaya kita bisa menggalang bersama, menjaga kedaulatan bangsa dan kita bisa melindungi bangsa Indonesia dari model-model penjajahan yang sedang direkayasa,” ujar Kiai Nazar. Link :
MINA dan MER-C Hadirkan Relawan RS Indonesia di Gaza Palestina Sampaikan Situasi Terkini

Jakarta, MINA – Menyikapi agresi Israel di Jalur Gaza, Palestina, Kantor Berita Mi’raj News Agency (MINA) menayangkan Laporan Langsung dari Gaza Palestina bertema “Peran Rumah Sakit Indonesia Selamatkan Rakyat Palestina” di Instagram Minanews_net dan mercindonesia bersama Relawan MER-C, Reza Aldilla Kurniawan di RSI, Gaza, Senin (8/8). “Kami membantu warga Gaza, dan kami juga ditugaskan untuk selalu melaporkan dan mendokumentasikan keadaan di sini,” kata Reza Aldilla. “Terkadang kita tidak cukup kuat harus mendokumentasikan keadaan di sini, melihat korban syahid yang anggota tubuhnya hancur bahkan sampai hilang, lalu melihat dan mendengar tangisan anak-anak kecil yang kehilangan orang tuanya,” lanjutnya menjawab pertanyaan wartawati MINA, Sri Astuti, yang menjadi pemandu acara tersebut. Reza juga melaporkan, setelah perjanjian genjatan senjata disepakati Ahad (7/8), keadaan Jalur Gaza cukup tenang dan kembali normal. Faksi-faksi perlawanan dan otoritas pendudukan Israel melakukan perjanjian genjatan senjata yang ditengahi oleh Mesir, berlaku pada Ahad (7/8) pukul 23:30 waktu Palestina. “Setelah perjanjian genjatan senjata dilakukan, keadaan sekitar langsung hening dan tenang, terikan takbir terdengar sebagai bentuk perayaan kemenangan setelah genjatan senjata,” tuturnya. Serangan yang terjadi selama tiga hari di Gaza sejak Jumat (, ada 16 korban Syahid dan 95 luka-luka yang dilarikan ke Rumah Sakit Indonesia di Gaza. “Meskipun serangan kali ini terbilang sebentar ketimbang serangan-serangan sebelumnya, namun korban terbilang cukup banyak, sebab serangan yang dilakukan Israel sangat brutal, membuat pihak Rumah Sakit kewalahan menangani pasien yang datang secara berbarengan,” ungkap Reza. Reza melaporkan, agresi Israel yang sudah berlangsung tiga hari dimulai sejak Jumat (5/8), telah menelan banyak korban, 44 orang gugur, termasuk 15 anak-anak, 4 wanita, dan 360 warga lainnya luka-luka. Selama serangan terjadi tidak ada kerusakan Rumah Sakit Indonesia di Gaza. “Tidak ada kerusakan di Rumah Sakit Indonesia, dan penanganan pasien sudah kembali normal, tidak lagi kerepotan, meskipun di Rumah Sakit Indonesia kekurangan pasokan obat-obatan, tetapi tetap memaksimalkan penanganan pasien,” ungkap Reza. Ia juga menyatakan: “Warga Gaza sangat membutuhkan kita, kita harus selalu ingat keadaan di sini, jangan hanya karena tidak ada berita serangan lantas kita lupa dengan saudara-saudara kita di Gaza, dan Jazakallah Khoir kepada Rakyat Indonesia yang selalu memberikan doa dan dukungannya untuk warga di sini.” Selain sebagai Relawan MER-C yang telah 9 tahun berada di Jalur Gaza, Reza Aldilla Kurniawan juga merupakan Mahasiswa S1 Universitas Islam Gaza Jurusan Syariah dan telah menyelesaikan hafalan 30 Juz Al-Quran. Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza resmi beroperasi sejak 27 Desember 2015 ini dibangun di atas areal seluas 1,6 hektar, dan terletak hanya tiga kilometer dari perbatasan ke Israel di wilayah utara. Luas bangunan sekitar 10.000 m2. Konstruksi dan pembangunannya melibatkan banyak relawan dari Indonesia. Pembangunan dan pembiayaannya dikoordinasi Medical Emergency Rescue Committee (MER-C).(L/Iwn/P1) Artikel ini telah tayang di Minanews.net dengan judul *MINA dan MER-C Hadirkan Relawan RS Indonesia di Gaza Palestina Sampaikan Situasi Terkini*, Klik link berikut untuk baca selengkapnya: https://minanews.net/mina-dan-mer-c-hadirkan-relawan-rs-indonesia-di-gaza-palestina-sampaikan-situasi-terkini