Alat Kesehatan Mulai Tiba Di Rumah Sakit Indonesia Gaza

Ghulam Ramdhani (paling kanan) dan Taufeek El-Kareem (paling kiri) saat penerimaan Alkes Ventilator dan Nebilizer di RS Indonesia Gaza. (Foto: mirajnews.com) Gaza, 25 Shafar 1436/18 Desember 2014 (MINA) – Alat kesehatan (Alkes) Ventilator dan Nebulizer untuk Rumah Sakit (RS) Indonesia tiba di bangunan persegi delapan tersebut di Bayt Lahiya, Gaza Palestina beberapa waktu lalu. “Ini merupakan alat pertama yang tiba setelah sekitar tiga pekan lalu kita menandatangani kontrak dengan supplier. Alat ini merupakan Ventilator dan Nebulizer yang akan digunakan di ICU nanti.” ujar Muhammad Ghulam Ramdhani, salah satu relawan Mechanical Engineer kepada Kantor Berita Islam Mi’raj (MINA) di Bayt Lahiya, Kamis. Ghulam juga menjelaskan, alat kesehatan yang tiba di RS Indonesia itu baru satu item dari belasan item yang dibutuhkan, dan hingga saat ini masih menunggu dikirimnya alat kesehatan yang lain. “Ini baru satu item, masih ada belasan item lagi yang masih kita tunggu. Kontrak sudah kita tandatangani,” jelasnya. Nebulizer adalah alat untuk merubah cairan (obat) menjadi uap yang sangat halus agar bisa dihisap ke dalam saluran pernafasan dan paru-paru guna penderita Asma dan sesak nafas. Sementara ventilator berfungsi untuk membantu pernapasan pasien dengan cara memompakan udara ke paru- paru dan memonitor udara yang dihembusklan lagi. Selain itu, Ghulam juga berharap alat-alat kesehatan yang lain akan segera tiba, walau pun situasi di Gaza sangat sulit untuk memasukkan alat-alat kesehatan seperti ini. /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:”Table Normal”; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:””; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin-top:0in; mso-para-margin-right:0in; mso-para-margin-bottom:8.0pt; mso-para-margin-left:0in; line-height:107%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:”Calibri”,sans-serif; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin;} Taufeek El-Kareem saat proses penginstalan Alkes Ventilator. (Foto mirajnews.com) “Para supplier berjanji akan melakukan yang terbaik untuk mendatangkan alat kesehatan ini, meskipun situasi di perbatasan tidak menentu, dan mereka mengaku harus kerja ekstra untuk melakukannya,” ujar Ghulam. Senada dengan Gulam, supplier Alkes ventilator dan Nebulizer, Taufeek Al-Kereem juga mengatakan dia harus mengeluarkan biaya ekstra yang cukup tinggi untuk bisa memasukkan alat tersebut ke Gaza. “Saya mengeluarkan biaya ekstra untuk mendatangkan alat kesehatan ini, situasi di perbatasan sangat sulit, namun Alhamdulillah alat kesehatan ini bisa tiba tepat waktu” kata Taufeek. Taufeek menyatakan bahwa sebuah kehormatan baginya dapat bekerjasama dengan rekan-rekan dari Indonesia dan akan melakukan yang terbaik untuk rumah sakit sumbangan dari rakyat Indonesia untuk rakyat Palestina itu. “Saya ucapkan terima kasih kepada rakyat Indonesia dan satu kehormatan buat saya untuk bekerjsama dengan teman-teman semua,” ujarnya. Rumah Sakit Indonesia di Gaza merupakan sebuah bangunan berbentuk segi delapan yang didirikan atas sumbangan dari rakyat Indonesia dengan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) sebagai inisiator pendirian bangunan tersebut. Bangunan yang telah selesai ini kini tinggal menunggu pengadaan alat kesehatan untuk segera beroperasi awal tahun yang akan datang. Bangunan yang cukup unik tersebut merupakan sebuah hadiah dari rakyat Indonesia kepada rakyat Palestina, dan akan menjadi sebuah sejarah tersendiri. Rakyat Indonesia dari Sabang sampai Marauke bahu membahu memberikan yang terbaik untuk saudara-saudara mereka di Palestina. (L/K01/R05) Sumber : http://mirajnews.com/id/palestina/alat-kesehatan-mulai-tiba-di-rumah-sakit-indonesia-gaza/
FPI Sumbang Bank Darah Untuk RS Indonesia Di Gaza

FPI sumbang bank darah untuk RS Indonesia di Gaza (Foto: mirajnews.com) Jakarta, 14 Shafar 1436/7 Desember 2014 (MINA) – Front Pembela Islam (FPI) menyumbangkan dana sebesar Rp 1,5 milyar untuk bank darah di rumah sakit Indonesia (RSI) di Gaza melalui lembaga kemanusiaan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C). Imam besar FPI Habib Rizieq Syihab menyatakan hal itu dalam acara tablig akbar FPI di Jakarta, Ahad. “Alhamdulillah, sumbangan tahap pertama sebesar Rp 500 juta. Insya Allah bulan depan kita akan berikan lagi Rp 1 milyar,” kata Rizieq. “Bantuan ini 100 persen berasal dari masyarakat Indonesia dari Sabang sampai Merauke melalui FPI,” imbuhnya. Sementara itu ketua pembangunan RSI di Gaza Farid Thalib mengatakan peresmian Rumah sakit itu akan dilakukan pada Januari 2015. ”Insya Allah dana sudah mencukupi untuk melengkapi alat kesehatannya dan peresmian akan segara dilakukan,” katanya. Presidium MER-C, Jozerizal Jurnalis mengatakan dalam melawan Israel, umat Islam harus berjama’ah. “ Umat islam cukup memiliki potensi dan kekuatan untuk menolong saudaranya di Palestina dalam berjuang melawan penjajahan Israel. Keberadaan RSI di Gaza merupakan suatu bentuk partisipasi masyarakat Indonesia dalam melawan penjajah,” katanya. Front Pembela Islam (FPI) adalah sebuah organisasi massa Islam yang berpusat di Jakarta.Selain beberapa kelompok internal, FPI memiliki kelompok Laskar Pembela Islam, kelompok paramiliter yang melakukan aksi-aksi “penertiban” (sweeping) terhadap kegiatan-kegiatan yang dianggap maksiat atau bertentangan dengan Syariat Islam terutama pada bulan Ramadan. FPI dideklarasikan pada 17 Agustus 1998 (atau 24 Rabiuts Tsani 1419 H) di halaman Pondok Pesantren Al Um, Kampung Utan, Ciputat, Jakarta Selatan. FPI dibentuk oleh sejumlah Habaib, Ulama, Mubaligh dan Aktivis Muslim serta disaksikan ratusan santri yang berasal dari Jabotabek. FPI dibentuk dengan tujuan untuk mencegah kemunkaran dan kemaksiatan di Indonesia.(L/P009/R03). Sumber : http://mirajnews.com/id/indonesia/nasional/fpi-sumbang-bank-darah-untuk-rs-indonesia-di-gaza/
MER-C Kembali Terima Bantuan Untuk Pembangunan Rumah Sakit Indonesia

Ketua Yayasan Nurul Jihad, Dr. Firdaus Syam, MA (Foto: MINA) Jakarta, 12 Safar 1436/5 Desember 2014 (MINA) – Medical Emergency Rescue-Comitte (MER-C) kembali menerima donasi untuk pembangunan Rumah Sakit Indonesia (RSI) di Gaza, Jum’at (5/12) siang. Bantuan kali ini datang dari Yayasan Masjid Nurul Jihad dan Yayasan Masjid At-Taqwa, Tebet, Jakarta Selatan. Kedua yayasan ini memberikan bantuan dana masing-masing Rp. 12. 033.000,00 dan Rp. 2.000.000,00 sehingga total bantuan menjadi Rp. 14.033.000,00. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh ketua Yayasan Nurul Jihad, Dr. Firdaus Syam, MA dan diterima MER-C di Masjid Nurul Jihad, Tebet. Dalam sambutannya, ia menyatakan, bantuan itu dikumpulkan oleh seluruh jamaah masjid yang memang diniatkan untuk membantu warga Palestina khususnya daerah Jalur Gaza. “Ini adalah bantuan dari seluruh jamaah masjid untuk saudara-saudara kita di Palestina, khususnya daerah yang paling parah terkena dampak serangan Israel,” katanya. Ia berharap, bantuan tersebut bisa bermanfaat meskipun jumlahnya tidak besar. Ia juga berharap, para relawan dari MER-C terus membantu Gaza. “Semoga bantuan yang tidak banyak ini bisa meringankan beban warga Palestina, dan kami berharap, relawan MER-C tidak berhenti dan harus jangan sampai berhenti sampai Palestina merdeka,” ujarnya. Sebelumnya pada Agustus lalu, lembaga ini telah menerima bantuan dari masyarakat Aceh Rp. 6.379.606.470, termasuk emas 12 gram. Kemudian pada Oktober, masyarakat Aceh kembali menyalurkan bantuan untuk kedua kalinya sebesar Rp. 208.654.163. Tentang MER-C MER-C adalah organisasi sosial kemanusiaan yang bergerak di bidang kegawatdaruratan medis dan mempunyai sifat amanah, profesional serta netral. Tujuan MER-C adalah memberikan pelayanan medis untuk korban perang, kekerasan akibat konflik, kerusuhan, kejadian luar biasa, dan bencana alam di dalam maupun di luar negeri. Awalnya, organisasi ini dibentuk oleh sekumpulan mahasiswa Universitas Indonesia yang berinisiatif melakukan tindakan medis untuk membantu korban konflik di Maluku, Agustus 1999. Sejak dibentuk, lembaga ini telah mengirim tim medisnya ke berbagai daerah konflik perang, krisis kemanusiaan, wilayah bencana di seluruh dunia. MER-C juga berpartisipasi dalam berbagai misi kemanusiaan nasional dan internasional, salah satunya adalah upaya untuk membuka bloklade Israel atas Jalur Gaza, Palestina, dengan ikut serta dalam konvoi kapal Mavi Marmara 2010. Dengan prinsip rahmatan lil alamin (rahmat bagi semesta alam), MER-C memberi “pertolongan” kepada semua makhluk, baik personal maupun kelompok tanpa melihat latar belakang, agama, mazhab, kebangsaan, etnis, golongan, politik, penjahat atau bukan, dan pemberontak atau bukan, melainkan atas dasar kegawatan. (L/P011/P2) Sumber : http://mirajnews.com/id/indonesia/nasional/merc-kembali-terima-bantuan-untuk-pembangunan-rumah-sakit-indonesia/
MER-C Ajukan Program Bantuan Indonesia Untuk Palestina

Presidium Medical Emergency Rescue Committee (MER-C), DR. Joserizal Jurnalis. (Foto: MINA) Jakarta, 6 Shafar 1436/29 November 2014 (MINA) – Presidium lembaga kemanusiaan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C), DR. Joserizal Jurnalis mengajukan program bantuan Indonesia untuk palestina. “Kami mengusulkan kepada pemerintah dan warga Indonesia untuk melaksanakan program bantuan dengan membantu diplomasi untuk membuka isolasi di Gaza,” kata Joserizal dalam sebuah seminar terkait dengan hari solidaritas Palestina di Jakarta. Joserizal menyebutkan, salah satu langkah Indonesia untuk Palestina, selain membantu diplomasi guna membuka isolasi di Gaza, juga perlu melakukan berbagai kegiatan kemanusiaan bagi masyarakat Gaza. Indonesia melalui Kementrian Luar Negeri, Jumat menyelenggarakan berbagai kegiatan dalam rangka memperingati hari solidaritas internasional untuk Palestina yang ditetapkan oleh PBB. Kemenlu juga mengadakan pameran foto yang menampilkan gambar-gambar dukungan rakyat dan pemerintah Indonesia terhadap Palestina selama ini, juga foto-foto tim lembaga MER-C saat membangun RS Indonesia di Jalur Gaza. Acara tersebut juga dihadiri oleh Koordinator Perwakilan PBB untuk Indonesia, Douglas Broderick, Duta Besar Palestina di Indonesia, Fariz N. Mehdawi. MER-C MER-C adalah organisasi sosial kemanusiaan yang bergerak di bidang kegawatdaruratan medis dan mempunyai sifat amanah, profesional serta netral. Tujuan MER-C memberikan pelayanan medis untuk korban perang, kekerasan akibat konflik, kerusuhan, kejadian luar biasa, dan bencana alam di dalam maupun di luar negeri. Awalnya, organisasi ini dibentuk oleh sekumpulan mahasiswa Universitas Indonesia yang berinisiatif melakukan tindakan medis untuk membantu korban konflik di Maluku, Agustus 1999. Sejak dibentuk, lembaga ini telah mengirim tim medisnya ke berbagai daerah konflik perang, krisis kemanusiaan, wilayah bencana di seluruh dunia. MER-C juga berpartisipasi dalam berbagai misi kemanusiaan internasional, salah satunya upaya untuk membuka bloklade Israel atas Jalur Gaza, Palestina, dengan ikut serta dalam konvoi kapal Mavi Marmara 2010. Dengan prinsip rahmatan lil alamin (rahmat bagi semesta alam), MER-C memberi “pertolongan” kepada semua makhluk, baik personal maupun kelompok tanpa melihat latar belakang, agama, mazhab, kebangsaan, etnis, golongan, politik, penjahat atau bukan, dan pemberontak atau bukan, melainkan atas dasar kegawatan. (L/P006/P008/R01) Sumber : http://mirajnews.com/id/indonesia/merc-ajukan-program-bantuan-indonesia-untuk-palestina/
MER-C Tandatangani Kontrak Dengan Penyedia Alkes RS Indonesia di Gaza

Ir. Edy Wahyudi (kanan) dan Maher Elsham (kiri), saat menandatangani kontrak pengadaan Alkes untuk RS Indonesia di Gaza (Foto : MINA) Gaza, 1 Shafar 1436 / 24 November 2014 (MINA) – Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) tandatangani kontrak dengan penyedia (Supplier) alat kesehatan (Alkes) untuk Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza Palestina, Ahad (23/11). Penandatanganan kontrak dilaksanakan di Rumah Sakit Indonesia yang berlokasi di Bayt Lahiya, Gaza bagian utara yang diwakili oleh Ir. Edy Wahyudi, manager proyek pembangunan RS Indonesia. “Alhamdulillah hari ini bisa dilaksanakan penandatanganan kontrak dengan supplier RS Indonesia, dan rencananya alat alat kesehatan tersebut akan tiba dalam 6-7 pekan yang akan datang,” kata Wahyudi kepada Mi’raj Islamic News Agency (MINA) di Gaza. Alat kesehatan yang dipesan adalah patient beds atau ranjang pasien, paket alat-alat operasi, central steril, hospital furniture, medical electronic dan patient monitor. Diharapkan pada awal tahuan 2015 alat-alat kesehatan yang dipesan tersebut akan segera tiba di RS Indonesia sehingga bisa segera beroperasi. /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:”Table Normal”; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:””; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin-top:0in; mso-para-margin-right:0in; mso-para-margin-bottom:8.0pt; mso-para-margin-left:0in; line-height:107%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:”Calibri”,sans-serif; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin;} Rumah Sakit Indonesia, di Gaza Palestina (Foto: MINA) Menjawab pertanyaan MINA, tentang sulitnya masuk barang barang ke Jalur Gaza akibat perbatasan yang belum terbuka secara penuh, Shadi Abdul Qadir, salah seorang supplier mengatakan bahwa mereka akan mengusahakan semaksimal mungkin sesuai dengan jadwal yang telah disepakati oleh kedua belah pihak. “Kami akan berusaha melakukan yang terbaik untuk mendatangkan alat-alat kesehatan ini, kami juga ucapkan terima kasih kepada rakyat Indonesia atas banatuan yang telah diberikan,” ujar Shadi. Direncanakan pengadaan alat kesehatan RS Indonesia tersebut dilakukan sejak bulan Juli lalu, namun saat itu terjadi agresi besar besaran Israel terhadap jalur Gaza yang mengakibatkan tertutupnya kemungkinan pengadaan alat kesehatan. Perang yang berlangsung selama 51 hari tersebut menjadi salah satu kendala tertundanya pengadaan alat kesehatan dan penyelesaian bangunan pendukung RS Indonesia. Sementara itu saat ini para relawan Indonesia yang berjumlah 19 orang saat ini sedang menyelesaikan pembangunan pendukung RS Indonesia yaitu Guess House yang nantinya akan digunakan tempat tinggal para relawan yang akan datang untuk bekerja di Rumah Sakit Indonesia. Direncanakan pada bulan Februari yang akan datang RS Indonesia akan diresmikan serta di serah terimakan kepada rakyat gaza untuk segera beroperasional. (L/K01/R11) Sumber : http://mirajnews.com/id/palestina/merc-tandatangani-kontrak-dengan-penyedia-alkes-rs-indonesia-di-gaza/
Rumah Sakit Indonesia di Gaza Segera Diresmikan

Presidium MER-C Indonesia dr Sarbini Abdul Murad di damping Direktur Kampanye Rumah Sakit Indonesia (RSI) Gaza Luly Larissa Aqil dan Sekretaris Rima Manzanaris dan wartawan LKBN-Antara Andi Jauhari bersilaturrahim dengan Wakil Menteri Luar Negeri Abdurrahman Mohammad (AM) Fachir di Gedung Kemlu. Jakarta, (Antaranews Bogor) – Rumah Sakit Indonesia di Gaza, Palestina, yang dibangun dengan bantuan dana masyarakat segera diresmikan, rencananya pada Februari 2015, kata pegiat organisasi kegawatdaruratan kesehatan “Medical Emergency Rescue Committee” (MER-C) Indonesia dr Sarbini Abdul Murad. “Bangunan fisik rumah sakit sudah siap, sedangkan alat-alat medis pendukung juga sedang dilengkapi,” kata anggota Presidium MER-C Indonesia itu saat bersilaturrahim dengan Wakil Menteri Luar Negeri Abdurrahman Mohammad (AM) Fachir di Gedung Kemlu, Pejambon, Jakarta, Jumat. Dipimpin Sarbini Abdul Murad delegasi MER-C Indonesia didampingi Direktur Kampanye Rumah Sakit Indonesia (RSI) Gaza Luly Larissa Aqil dan Sekretaris Rima Manzarianis dan wartawan Antara, delegasi melaporkan perkembangan pembangunan RS itu kepada Wamenlu. Pembangun RSI di Gaza itu, berawal dari misi tim bantuan kemanusiaan Indonesia yang membawa bantuan obat-obatan dari pemerintah dan rakyat Indonesia untuk warga Gaza, Palestina, akhir 2008 hingga awal 2009, dipimpin dr Rustam S Pakaya, MPH yang saat itu menjabat Kepala Pengendalian Krisis (PPK) Departemen (Kementerian) Kesehatan dan Direktur Urusan Timur Tengah Departemen Luar Negeri Aidil Chandra Salim, M.Comm. Dalam perkembangannya, kemudian MER-C menggalang dana dari masyarakat Indonesia hingga akhirnya terwujud RSI di Gaza, yang lokasinya berada di di Bayt Lahiya, Gaza Utara. Pada kesempatan itu Sarbini juga menjelaskan bahwa menjelang tuntasnya pembangunan RSI di Gaza, juga terdapat sejumlah kendala di mana arus barang dan juga manusia –termasuk di dalamnya relawan MER-C Indonesia–untuk masuk ke Gaza dari pintu Rafah, yakni perbatasan Mesir dan Gaza, Palestina kini tidak mudah. Atas kondisi tersebut, ia mengharapkan ada bantuan dari pemerintah Indonesia guna melancarkan mobilitas barang dan manusia dari Mesir ke Gaza sehingga RSI dapat segera diselesaikan pembangunannya. Setelah mendapatkan laporan tersebut Wamenlu AM Fachir –yang ketika misi RSI tersebut digagas dan kemudian berjalan– adalah Dubes Indonesia di Kairo, Mesir, menyatakan akan berupa membantu. “Kami akan komunikasikan dengan Dubes Mesir di Jakarta, Dubes Indonesia di Kairo dan pihak-pihak terkait yang dapat membantu sehingga semuanya berjalan lancar,” kata diplomat senior yang baru beberapa bulan menjalankan tugas menjadi Dubes RI di Arab Saudi, dan kemudian dipercaya menjadi Wamenlu itu. Ia mengaku bahwa misi kemanusiaan membangun RSI di Gaza itu sangat mulia, termasuk membangun jembatan hubungan yang sangat erat antara Indonesia-Palestina. Karena itu, sejauh pihaknya bisa membantu dalam rencana peresmian RSI di Gaza itu, akan diupayakan secara maksimal. Pada Jumat (23/1) 2009, maka Tim MER-C Indonesia didampingi sejumlah wartawan dari Indonesia bertemu dengan Menkes Palestina di Gaza dr Bassim Naim. Dalam kesempatan yang langka tersebut, dimanfaatkan Tim MER-C untuk menyampaikan rencana pembangunan RS Indonesia (RSI) di Jalur gaza, dan rencana tersebut disambut sangat baik. Atas nama rakyat Indonesia yang diwakili oleh dr Joserizal Jurnalis, Sp.OT dari MER-C Indonesia dan atas nama rakyat Gaza yang diwakili oleh dr Bassim Naim melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pembangunan RSI di Gaza. Penandatanganan tersebut turut disaksikan oleh dr Sarbini Abdul Murad (Ketua Presidium MER-C), Mursalin (Forum Umat Islam), Ir Hanibal WY Wijayanta (jurnalis ANTV), Andi Jauhari (jurnalis LKBN-Antara) dan para ulama Gaza. Sumber : http://bogor.antaranews.com/berita/10306/rumah-sakit-indonesia-di-gaza-segera-diresmikan
MER-C Salurkan Hewan Kurban Dari Rakyat Indonesia Untuk Gaza

Relawan MER-C sedang menguliti hewan Kurban dari rakyat Indonesia. (Foto: mirajnews.com) Gaza, 10 Dzulhijjah 1435/4 Oktober 2014 (MINA) – Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) sebuah lembaga kemanusiaan yang bekerja di bidang kegawatdaruratan medis menyalurkan hewan kurban sumbangan dari rakyat Indonesia kepada rakyat Gaza pada Idul Adha 1435 Hijriah. Sejumlah 18 ekor kambing dan seekor sapi disalurkan oleh MER-C kepada rakyat Gaza. Relawan MER-C Indonesia yang berjumlah sembilan belas orang mengerjakan proses penyaluran hewan kurban tersebut secara langsung mulai dari pembelian, pemotongan, dan pembagian kepada warga Gaza. “Kami berterima kasih kepada rakyat Indonesia yang mempercayai MER-C untuk menyalurkan hewan kurbannya kepada rakyat Gaza,” kata Karidi, salah seorang relawan teknis khusus mekanikal elektrikal asal wonogiri. Untuk para relawan, Idul Adha di Jalur Gaza kali ini memang cukup berbeda dari sebelumnya, karena sebulan yang lalu peperangan besar baru saja berkahir, setelah 51 hari Israel melakukan agresi militernya dengan membombardir Jalur Gaza. Pada saat peperangan berlangsung, para relawan sejumlah 19 orang tetap berada di Jalur Gaza dan tidak meninggalkan Gaza, meski pun daerah utara merupakan salah satu daerah yang sangat riskan karena posisi Rumah Sakit Indonesia tempat para relawan tinggal hanya berjarak 2,5 km dari perbatasan. Sebagai lembaga kemanusiaan, MER-C dipercaya oleh rakyat Indonesia untuk menyalurkan berbagai bantuan kepada Gaza. Menurut laporan MER-C cabang Gaza, Saat agresi Israel ke Jalur Gaza Juli-Agustus lalu, MER-C menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa 2000 paket sembako dan peralatan dapur kepada warga Gaza yang menjadi korban agresi Israel senilai hampir dua miliar rupiah. Beberapa hari sebelum Idul Adha, MER-C juga menyalurkan seribu paket peralatan sekolah kepada pelajar setingkat SD hingga SMU di beberapa sekolah di jalur Gaza. Saat ini, MER-C sedang menyelesaikan tahap akhir pembangunan RS Indonesia di Gaza, memasuki pembelian alat kesehetan. Jika tidak ada halangan berarti, diharapkan program besar dari rakyat Indonesia ini akan segera beroperasi pada awal tahun depan. Untuk rakyat Indonesia yang ingin menyalurkan bantuan lewat MER-C dapat dikirimkan melalui rekening sebagai berikut: Donasi untuk amanah Kemanusiaan Gaza: BSM, 700.2905.803 A/n. Medical Emergency Rescue Committee; Donasi untuk Alat Kesehatan RS Indonesia di Gaza: .BCA, 686.0153678 .BSM, 700.1352.061 .BNI SYARIAH, 08.111.929.73 .BRI, 033.501.0007.60308 .BMI, 301.00521.15 .Mandiri, 124.0008111925 An. Medical Emergency Rescue Committee. (L/K01/R05) Sumber : http://mirajnews.com/id/palestina/merc-salurkan-hewan-kurban-dari-rakyat-indonesia-untuk-gaza/
Relawan MER-C Shalat Idul Adha Bersama Ribuan Rakyat Gaza

Sejumlah relawan MER-C saat melaksanakan Iedul Adha 1435 H di jalur Gaza. foto : mirajnews.com Gaza, 10 Dzulhijjah 1435 /4 Oktober 2014 (MINA) – Sejumlah relawan Indonesia yang tergabung dalam lembaga kemanusiaan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) melaksanakan shalat Idul Adha 1435 Hijriah bersama rakyat Gaza, dilapangan Yarmouk, Kota Gaza, Sabtu (4/10). “Alhamdulilah kami merasa terharu dan senang bisa melaksanakan shalat Idul Adha bersama rakyat Gaza dan Mantan Perdana Menteri Palestina Ismail Haniyah,” kata Edy Wahyudi, Project Manager pembangunan Rumah Sakit (RS) Indonesia kepada Mi’raj Islamic News Agency (MINA) di Gaza. Pembangunan RS Indonesia terletak di Bayt Lahiya, utara Gaza, diawasi dan dikerjakan langsung oleh relawan Indonesia yang tergabung dalam Divisi Konstruksi MER-C bekerjasama dengan Ma’had Al-Fatah Indonesia. Saat ini, sejumlah 19 relawan Indonesia masih mengemban amanah pembangunan RS Indonesia yang sedang memasuki tahap paling akhir, yakni penyediaan alat kesehatan. Pembangunan RS Indonesia dimulai sejak 14 Mei 2011 dan kini telah selesai pembangunan fisiknya. Bangunan RS Indonesia akan menjadi salah satu pusat trauma dan rehabilitasi terbesar dan terlengkap di Gaza, memiliki dua lantai dan satu lantai basement yang berkapasitas lebih dari 100 tempat tidur dilengkapi dengan alat-alat kesehatan yang berteknologi canggih. Sementara itu relawan lain yang baru pertama kalinya merayakan Idul Adha bersama rakyat Gaza meski pun jauh dari keluarga juga mengaku sangat gembira. “Kami sangat senang bisa berada di tanah penuh berkah ini, Meskipun jauh dari keluarga, namun rakyat Gaza seperti saudara kami sendiri,” ujar Miyanto, salah satu relawan asal Wonogiri, Jawa Tengah. Ia menambahkan “Meskipun baru saja dilanda peperangan, namun mereka tetap semangat melanjutkan kehidupan mereka dan terus berjuang untuk kemerdekaan tanah Palestina”. Lain lagi dengan Ali Karidi yang sudah beberapa kali merayakan Idul Adha di wilayah terblokade itu, relawan yang sehari hari bertugas sebagai teknisi mekanikal elektrikal ini merasakan hal yang berbeda dari hari raya sebelumnya. “Ini merupakan hari raya Idul Adha ketiga kalinya bagi saya di Gaza, Idul Adha kali ini terasa berbeda karena baru saja sebulan yang lalu terjadi agresi Israel, saya melihat rakyat Gaza tetap optimis dan semangat,” ujar relawan yang berada di Gaza sejak 2012 ini. Seluruh relawan Indonesia mengucapkan salam hangat kepada seluruh Muslimin di Indonesia serta keluarga yang telah beberapa bulan ini ditinggalkan. Sejumlah relawan MER-C saat melaksanakan Iedul Adha 1435 H di jalur Gaza. foto : mirajnews.com “Kami rindu dengan keluarga, namun kami yakin bahwa Allah menjaga mereka dan sebaik baik penjagaan adalah Allah Subhanhu wa Ta’ala,” kata Edy Wahyudi. Sementara itu, salah seorang warga Gaza, Zaid Sharafah menyatakan sangat senang dapat menunaikan shalat Idul Adha bersama saudara-saudara mereka dari Indonesia. “Saya ucapkan selamat hari raya kepada seluruh Muslimin khususnya saudara kami di Indonesia, insya Allah kemenangan Muslimin tidak akan lama lagi, Al-Aqsha Haqquna (Masjid Al-Aqsha milik Muslimin),” tegasnya penuh semangat. Pria itu juga mengucapkan salam kepada anaknya Dr. Muin Sharafah yang sedang melanjutkan pendidikan S-3 nya di Jakarta. Bertindak selaku Imam dan Khatib shalat Idul Adha kali ini adalah mantan Perdana Menteri Palestina juga petinggi Hamas, Ismail Haniyah. Di depan ribuan rakyat Gaza, Haniyah menyatakan bahwa Idul Adha kali ini merupakan Idul Adha kemenangan untuk rakyat Gaza dan Palestina setelah terjadinya peperangan selama 51 hari pada Agustus lalu.(K01/K03/R05) Sumber : http://mirajnews.com/id/palestina/relawan-merc-shalat-idul-adha-bersama-ribuan-rakyat-gaza/
MER-C Salurkan Seribu paket Peralatan Sekolah untuk Pelajar Gaza

Muqarrabin Al Fikri (kanan), Ketua MER-C Cabang Gaza, saat membagikan paket peralatan sekolah kepada pelajar di Gaza. foro : mirajnews.com Gaza, 8 Dzulhijjah 1435/3 Oktober 2014 (MINA) – Lembaga kemanusiaan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) menyalurkan seribu paket peralatan sekolah kepada pelajar setingkat sekolah dasar dan Sekolah Menengah Umum (SMU) di Jalur Gaza. “Seribu paket peralatan sekolah ini dibagikan kepada anak-anak yatim, dan keluarga miskin yang rumahnya hancur akibat agresi Israel ke Jalur Gaza beberapa waktu yang lalu,” kata Muqarrabin Al-Fikri ketua MER-C cabang Gaza kepada mirajnews.com, Kamis (2/10). Fikri menjelaskan paket sekolah yang disalurkan cukup lengkap karena semua kebutuhan belajar terdapat dalam paket ini. “Paket peralatan sekolah yang disalurkan ini cukup lengkap karena terdiri dari tas, buku, alat tulis, seragam sekolah, dan sepatu,” ujar Fikri. Peralatan Sekolah yang dibagikan oleh MER-C kepada pelajar di Jalur Gaza. foto : Mirajnews.com Pria kelahiran Bogor ini menambahkan, penyaluran paket kepada yang membutuhkan merupakan bantuan kemanusiaan dari rakyat Indonesia melalui MER-C, dan dalam beberapa hari ke depan akan disalurkan seluruhnya untuk para pelajar di Gaza. “Dana untuk peralatan sekolah ini diambil dari dana kemanusiaan yang diamanahkan kepada MER-C dan melihat kebutuhan mendesak untuk pelajar yang miskin serta tidak memiliki apapun akibat hancurnya rumah mereka,” ujar Mahasiswa Universitas Islam Gaza itu. Sementara, Kepala Sekolah SMU milik pemerintah Pelestina, Saidah Husen al Omari menyatakan bantuan ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan semangat belajar mereka mengingat banyak dari para pejalar yang rumahnya hancur dan tidak memiliki apa-apa lagi, khususnya peralatan sekolah. Senada dengan hakl itu, Asma Abu Al Qara, salah seorang pelajar dari Sekolah Menengah Umum Negeri di Gaza mengucapkan terima kasih kepada MER-C yang telah menyalurkan bantuan rakyat Indonesia untuk ia dan teman-temannya di jalur yang masih diblokade itu. Seribu Paket peralatan sekolah akan disalurkan langsung oleh Relawan MER-C kepada pelajar di Gaza. foto : mirajnews.com MER-C saat ini sedang membangun sebuah Rumah Sakit Indonesia di utara Gaza yang telah mendekati tahap akhir. Bangunan utama dan pendukung sudah dalam tahap penyelesaiaan, dan saat ini tim sedang mempersiapkan alat-alat kesehatan agar rumah sakit terbesar di Utara Jalur gaza tersebut bisa segera beroperasi. Sebanyak 19 relawan MER-C sedang berada di Jalur Gaza guna mengawal proses penyelesaian akhir serta pemesanan alat kesehatan. Diharapkan dalam waktu dekat RS Indonesia ini segera bisa beroperasi untuk melayani kebutuhan rakyat Gaza dari Agresi serangan Israel. Dukungan dan doa dari rakyat Indonesia sangat dibutuhkan demi beroperasionalnya RS sumbangan rakyat ini. Untuk itu, bantuan komersial dapat disalurkan melalui rekening donasi untuk amanah Kemanusiaan Gaza: BSM, 700.2905.803 A/n. Medical Emergency Rescue Committee. Sementara donasi untuk Alat Kesehatan RS Indonesia di Gaza melalui: BCA, 686.0153678 .BSM, 700.1352.061 .BNI SYARIAH, 08.111.929.73 .BRI, 033.501.0007.60308 .BMI, 301.00521.15 .Mandiri, 124.0008111925 An. Medical Emergency Rescue Committee. (K01/R04) Sumber : http://mirajnews.com/id/palestina/merc-salurkan-seribu-paket-peralatan-sekolah-untuk-pelajar-gaza/
MER-C Kembali Selenggarakan Program Qurban Untuk Gaza

Jakarta, 16 Dzulqa’dah 1435/12 September 2014 (MINA) – Lembaga kemanusiaan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Cabang Gaza kembali menyelenggarakan program Qurban untuk warga di Jalur Gaza Palestina. Program Qurban ini akan dilakukan langsung oleh 19 orang relawan RS Indonesia di Gaza mulai dari memilih, membeli, membagikan hewan qurban langsung kepada yang berhak dan yang membutuhkan. “Kita percaya dengan kapasitas dan kinerja para relawan di sana dalam melaksanakan program qurban tersebut dari pembelian, pemotongan, sampai mengantarkan ke rakyat Gaza,” kata Rima Manzanaris, Manajer Operasional MER-C, kepada Mi’raj News Agency (MINA), Jumat (12/9). Menurut informasi dari MER-C, hewan qurban berupa domba atau kambing dengan berat 48-50 kg, di Gaza mencapai Harga Rp. 5.040.000/ekor dan Sapi dengan berat 500 kg mencapai Rp. 34.620.000 (sudah termasuk biaya operasional). “Kita akan buka pendaftaran Qurban bagi para donatur yang ingin menyalurkan bantuan mulai hari ini,” kata Tina, salah satu Staf MER-C. Mer-C memberi batas pentransferan danan dari para donatur program tersebut hingga tanggal 27 September 2014 hal itu untuk mempermudah kepengurusan qurban di Gaza. Bagi yang berminat berqurban untuk dibagikan kepada warga di Jalur Gaza dapat menghubungi MER-C melalui nomor telepon 0811990176, 021-3159235. Dana juga dapat ditransfer melalui Rekening Program Qurban MER-C: BSM, Cabang Kramat No. Rek. 701.5658.902 A/n. Medical Emergency Rescue Committee, Bukti transfer dikirimkan ke MER-C mll fax 021-3159256 atau email ke merc@indosat.net.id, website www.mer-c.org, beserta nama lengkap, alamat, no tlp/hp, alamat email. (L/P007/R11) Sumber : http://mirajnews.com/id/indonesia/merc-kembali-selenggarakan-program-qurban-untuk-gaza/