RELAWAN MER-C SHALAT IEDUL FITRI BERSAMA RIBUAN WARGA GAZA

Relawan MER-C sesaat setelah Shalat Iedul Fitri 1435 H di halaman RS Indonesia, Bayt Lahiya, Utara Jalur Gaza. Foto : MINA Gaza, 1 Syawwal 1435 / 28 Juli 2014 (MINA) – Sebanyak 19 Relawan Indonesia yang tergabung dalam Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) melaksanakan shalat Iedul Fitri bersama warga Gaza di Masjid Khulafaur Rasyidin, Senin. “Ini adalah salah satu masjid yang terletak di kemp pengungsi Jabaliya, berjarak satu km dari RS Indonesia, lapor koresponden Mi’raj Islamic News Agency (MINA) di Gaza. Para relawan bergabung bersama ribuan rakyat Gaza yang sejak selesai shalat subuh sudah berada di masjid itu. Kebanyakan jamaah shalat Iedul Fitri adalah pengungsi internal (Internal Displaced Person) dari utara Jalur Gaza, seperti Bayt Lahiya dan Bayt Hanoun. Mereka mengungsi karena rumah rumah mereka dekat dengan perbatasan dan jadi sasaran serangan membabi buta Israel. Bertindak selaku Imam dan Khotib shalat Iedul Fitri adalah Shaikh Abdul Rabu’ Abu Sibah yang dalam khutbahnya menekankan tiga hal penting. Pertama, hari Ied ini merupakan hari kemenangan seluruh muslimin, terutama muslimin di Gaza yang telah bertahan selama 21 hari dari gempuran-gempuran zionis Israel, dan meyakini bahwa kemenangan akan segera dicapai. Kedua, merupakan bentuk kesabaran muslimin di Gaza, kesabaran yang luar biasa ditunjukkan oleh muslimin di Gaza yang tetap bertahan di jalur Gaza dan tidak keluar dari Gaza untuk mengungsi, namun tetap menjaga tanah Palestina, sebagai murobithin dan menjaga tanah di mana terdapat Bayt Al Maqdis, Masjid Al Aqsa, masjid suci ketiga kaum muslimin. Ia mengutip Al Quran surat Ali Imran : 200, yang menyatakan, agar orang beriman sabar dan tetap bersabar serta berjaga jaga di perbatasan. Kemenangan ketiga merupakan kemenangan peperangan dalam menghadapi Iedul Fitri setelah satu bulan melaksanakan shaum Ramadhan. Situasi shalat Iedul Fitri 1435 di Jalur Gaza kali ini, berbeda dengan shalat Iedul Fitri tahun-tahun sebelumnya, karena tahun ini dilaksanakan di tengah serangan Israel yang masih gencar terhadap Gaza. Kebanyakan rakyat Gaza melaksanakan shalat Iedul Fitri tidak di lapangan, namun di masjid masjid , karena serangan Israel masih terus berlangsung setelah sehari sebelumnya negara zionis itu menolak gencatan senjata selama 24 jam sejak Ahad (27/7) yang diusulkan PBB. Sebanyak 19 relawan MER-C masih berada di Jalur Gaza hingga saat ini untuk menyelesaikan pekerjaan akhir RS Indonesia serta mengawal pengadaan alat kesehatan agar rumah sakit dapat segera beroperasi. Jika situasi keamanan membaik, maka akan segera diadakan pembelian alat kesehatan sehingga rencana pengoperasian RS Indonesia di akhir tahun ini bisa tercapai. (L/K01/IR) Sumber : http://mirajnews.com/id/palestina/relawan-merc-shalat-iedul-fitri-bersama-ribuan-warga-gaza
MER-C BAGIKAN DAGING “IDUL FITRI” UNTUK WARGA GAZA

Para relawan MER-C sedang membagi daging sembelihan mereka untuk kemudian diserahkan ke warga di sekitar RS Indonesia di Bayt Lahiya utara Gaza. Foto: MINA Gaza, 29 Ramadhan 1435 / 27 Juli 2014 (MINA) – Menjelang hari raya Idul Fitri 1435 Hijriah, Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) membagikan daging sapi kepada warga di sekitar Rumah Sakit Indonesia di Bayt Lahiya utara Gaza, Palestina. “Ini salah satu bentuk penyaluran bantuan MER-C kepada warga Gaza, terlebih menjelang Idul Fitri seperti ini, setidaknya memberikan sedikit senyuman kepada saudara-saudara kita” ujar Ketua Mer-c cabang Gaza Muqarrabin Al Fikri kepada MINA, Ahad (27/7). Lebih lanjut Fikri menyatakan selama bulan Ramadhan ini MER-C telah menyalurkan berbagai bantuan kemanusiaan kepada warga di Gaza, terlebih sejak serangan Israel membabi buta sejak awal Ramadhan. “Kami menyalurkan bantuan sejak awal terjadinya serangan terhadap Gaza, ada sembako untuk dhuafa dan pengungsi kemudian uang tunai kepada para korban luka-luka,” kata pria berusia 25 tahun ini. ”Prinsipnya kita salurkan bantuan secara cepat, tepat dan langsung kepada yang membutuhkan,” katanya menambahkan, “terlebih ini hewan berupa sapi dipotong dan dibagikan langsung para relawan kepada warga Gaza.” Sebelumnya MER-C menyalurkan bantuan dari rakyat Indonesia berupa paket sembako dan uang tunai kepada para dhuafa, fakir miskin dan korban agresi Israel. Bantuan disalurkan saat terjadinya gempuran Israel di berbagai tempat. Para relawan bekerja keras menyampaikan bantuan secara langsung kepada warga Gaza. Sementara itu, bantuan uang tunai disalurkan kepada korban luka di berbagai rumah sakit yang ada di jalur Gaza, seperti RS Eropa di Rafah, RS An-Nasr di Khan Younis dan RS As-Syifa di Kota Gaza. Akibat agresi Israel sejak awal Juli lalu, pekerjaan penyelesaian RS Indonesia sedikit terhambat, karena terbatasnya ruang gerak akibat bombardir Israel ke berbagai tempat, bahkan bangunan kamar jenazah RS Indonesia sendiri dibom Israel yang mengakibatkan hancurnya dinding bangunan tersebut. Bahkan hingga berita ini ditulis serangan Israel masih terus berlanjut, walau telah terjadi gencatan senjata. Rencananya RS Indonesia akan segera beroperasi pada akhir tahun ini dengan segera membeli alat alat kesehatan yang mencapai milyaran rupiah. “Dukungan dan doa dari rakyat Indonesia sangat dibutuhkan demi beroperasionalnya RS sumbangan rakyat ini,” kata Fikri. Fikri melanjutkan, penyaluran bantuan dapat disalurkan melalui rekening sebagai berikut, Donasi untuk amanah Kemanusiaan Gaza: BSM, 700.2905.803 A/n. Medical Emergency Rescue Committee. Sedang untuk donasi Alat Kesehatan RS Indonesia di Gaza bisa melalui .BCA, 686.0153678 .BSM, 700.1352.061 .BNI SYARIAH, 08.111.929.73 .BRI, 033.501.0007.60308 .BMI, 301.00521.15 .Mandiri, 124.0008111925 An. Medical Emergency Rescue Committee. (L/K01/P03) Sumber : http://mirajnews.com/id/palestina/jelang-iedul-fitri-merc-bagikan-daging-untuk-warga-gaza
DRONE ISRAEL HANTAM RS INDONESIA

Dua roket drone Zionis Israel hantam bangunan Kamar jenazah Rumah Sakit Indonesi di Bayt Lahiya, utara Gaza, Palestina, 23 Juli 2014.(Foto: MINA Gaza) Bayt Lahiya, 26 Ramadhan 1435/24 Juli 2014 (MINA) – Drone (pesawat tanpa awak) Zionis Israel mulai menargetkan lokasi Rumah Sakit Indonesia di Bayt Lahiya, utara Gaza. Muqarrabin Al-Fikri, Ketua Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Cabang Gaza melaporkan, drone Zionis Israel menembakkan roket menghantam kamar jenazah RS Indonesia, pada Rabu sore (23/7). “Serangan drone menyebabkan dua lubang cukup besar pada dinding RS Indonesia serta menghancurkan AC (pendingin udara) di dalam kamar jenazah,” kata Fikri saat dihubungi Mi’raj Islamic News Agency (MINA), Kamis sore (24/7). Fikri, relawan asal Pondok Pesantren Al-Fatah Cileungsi, Bogor, Jawa Barat, yang sudah 1,5 tahun mengabdi di Jalur Gaza, baru dapat melaporkan sehari setelah kejadian. Hal ini karena sejak dini hari listrik mati total, sehingga tidak dapat mengirim laporan dan foto. Ia pun bersama relawan lainnya, baru mengetahui begitu keluar dari RS, mengingat selama bombardir kemarin mereka semua memang diarahkan untuk tetap di dalam ruangan. Menurutnya, drone juga telah menembakkan roket tepat menargetkan buldoser yang berada di halaman parkir RS Indonesia, berjarak sekitar 15 meter dari gedung utama, tempat sejumlah 19 relawan Indonesia berada di sana. “Saya melihat dengan mata kepala saya sendiri, bagaimana buldoser di halaman RS Indonesia di hantam roket Israel,” kata Fikri. Fikri, yang juga mahasiswa Indonesia di Universitas Islam Gaza (UIG) itu juga mengatakan, sejak Kamis pukul 04.30 waktu Gaza, listrik terputus di beberapa tempat, termasuk utara Gaza. Hal itu disebabkan jaringan listrik hancur di sebagian besar daerah utama di kota Gaza digempur pesawat-pesawat tempur Zionis Israel sejak awal Ramadhan. Untuk pasokan kebutuhan pokok, Fikri menuturkan saat ini pihaknya sudah menyiapkan stok pasokan keperluan pokok untuk dua bulan ke depan. Dia mengabarkan kondisi para relawan Indonesia yang sedang mengemban amanah untuk melakukan penyempurnaan pembangunan RS Indonesia dalam keadaan baik. Di tengah dentuman bom, saat ini para relawan kemanusiaan MER-C melakukan survei ke tempat, untuk lanjutan pendistribusian bantuan pangan dan dana untuk para korban agresi militer Zionis Israel. Bantuan merupakan titipan dari rakyat Indonesia untuk warga Gaza, sebagai bentuk kecintaan dan persaudaraan sesama umat Islam. Menurutnya, bantuan dari rakyat Indonesia itu dilakukan sejak Kamis (17/7) lalu, dan disalurkan terutama bagi korban luka-luka dan anak-anak yatim korban agresi. (L/K03/P02/R1) Sumber : http://mirajnews.com/id/palestina/drone-israel-hantam-rs-indonesia
INDONESIA SANGAT PEDULI PERJUANGAN PALESTINA

Jakarta, 5 Ramadhan 1435/3 Juli 2014 (MINA) – Dr. Teuku Faizasyah, Staf Ahli Presiden urusan Hubungan Internasional, mengatakan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sangat peduli terhadap perjuangan bangsa Palestina untuk mencapai kemerdekaannya. “Sesuai amanat konstitusi dan politik luar negeri bebas aktif, Indonesia sangat respek dan peduli terhadap perjuangan bangsa Palestina dalam mencapai kemerdekaanya,” ujar Faizasyah saat menerima delegasi utusan dari beberapa lembaga keislaman dan kemanusiaan di Kantor Sekretariat Negara, Jakarta, Kamis (3/7) Lembaga tersebut adalah Jama’ah Muslimin (Hizbullah), Medical Emergency Rescue Committee (MER-C), Aqsa Working Group (AWG), Pimpinan Pondok Pesantren Al-Fatah se-Indonesia, Shuffah Al-Quran Abdullah bin Mas’ud dan Mi’raj News Agency (MINA). Menurut Faizasyah komitmen tersebut hendaknya dilanjutkan oleh estafet presiden berikutnya sesuai amanat konstitusi. Ia menambahkan, kepedulian terhadap Palestina bukan hanya bagian dari politik luar negeri bebas aktif pemerintah saja. Akan tetapi masyarakat juga dapat berkontribusi. “Karenanya saya juga sangat bersyukur dan mengapresiasi upaya masyarakat Indonesia dalam pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza,” ujarnya. Dukungan Pemerintah Indonesia dinyatakan oleh Presiden Palestina Mahmoud Abbas, antara lain peran aktif Indonesia saat menggalang dukungan dari anggota negara sahabat untuk mendukung keanggotaan Palestina di PBB. Presidium MER-C dr. Joserizal Jurnalis dalam dialog tersebut mengatakan, bahwa keberadaan RS Indonesia di Jalur Gaza merupakan bentuk simpati dan kepedulian masyarakat Indonesia terhadap Palestina. Sementara itu Pimpinan Pondok Pesantren Al-Fatah, K.H. Yakhsyallah Mansur mengatakan, secara akidah sebagai Muslim membantu saudaranya dan manusia pada umumnya merupakan bagian dari perwujudan Islam yang rahmatan lil ‘alamin. (L//P04/R1/EO2). Sumber : http://mirajnews.com/id/indonesia/nasional/indonesia-sangat-respek-terhadap-perjuangan-palestina-2
RELAWAN INDONESIA DI GAZA LAKUKAN JIHAD PROFESIONAL

Relawan Indonesia di Jalur Gaza mengadakan telekonferensi dengan Presidium MER-C di Jakarta, Rabu malam (2/7) waktu Indonesia. Jakarta, 5 Ramadhan 1435/ 3 Juli 2014 (MINA) – Relawan Indonesia di Jalur Gaza sedang melaksanakan amanah jihad profesional membangun Rumah Sakit Indonesia, ujar Presidium MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) dr. Joserizal Jurnalis di Jakarta, Rabu malam (2/6). Joserizal dalam pesannya pada telekonferensi Jakarta-Gaza kepada 15 relawan yang baru tiba di Jalur Gaza mengatakan, mereka bukan sekedar relawan konstruksi sebuah rumah sakit, namun juga merupakan duta rakyat Indonesia yang peduli terhadap saudaranya di negeri penuh berkah itu. “Karena itu, laksanakan amanah umat dengan baik, ikhlas, sungguh-sungguh, fokus, dan jadilah pemersatu umat,” ujarnya. Menurutnya, fokus terhadap perjuangan Palestina dan Al-Aqsha di dalamnya, merupakan misi bersama seluruh elemen, tokoh dan umat Islam, serta masyarakat dunia, atas nasib satu-satunya negeri terjajah hingga saat ini. “Untuk itu, melalui wujud karya nyata amal sholeh berupa Rumah Sakit, untuk memenuhi keperluan pengobatan sekitar 1,7 juta warga Gaza, sangatlah diperlukan warga setempat,” papar Jose. Pada tahap ini, RS Indonesia di Gaza sedang memerlukan alat kesehatan senilai sekitar 65 miliar rupiah. MER-C berusaha menggalang infaq dan shadaqah rakyat Indonesia yang hendak menitipkan hartanya untuk memenuhi peralatan kesehatan tersebut. “Desember akhir tahun ini diharapkan RS Indonesia beserta perlengkapannya diharapkan sudah bisa diserahkan kepada pemerintah dan warga Gaza, ” demikian Joserizal menambahkan. (L/R1/EO2). Sumber : http://mirajnews.com/id/indonesia/nasional/relawan-indonesia-di-gaza-lakukan-jihad-profesional
Kami Percaya Rakyat Indonesia

Berikut petikan wawancara dengan Dr. Mufeed Al Mukhallalati (Alm) yang dimuat di Harian Republika edisi Jumat 28 Maret 2014,hal 27, “Kami Percaya Rakyat Indonesia” Wawancara dengan Menteri Kesehatan Pemerintah Otoritas Palestina di Jalur Gaza, Mofeed M Mokhallalati. Bagaimana pendapat Anda tentang pembangunan rumah sakit ini? Saya senang sekali bisa bertemu dengan Anda sebagai audara dan keluarga kami, rakyat Indonesia yang bercermin dari usaha MER-C. Saya berbicara dari Gaza, Palestina dari tempat yang menjadi bagian dari Maitulmaqdis supaya rakyat Indonesia tahu bahwa kami sekarang tinggal di Gaza dalam keadaan yang sulit sekali karena blockade atas negeri kami oleh Israel. Dan karena itulah, kami di Kementrian Kesehatan pemerintahan di Gaza memandang positif pembangunan Rumah Sakit Indonesia di daerah Utara Gaza. Kami menilai seperti itu karena Indonesia dating dengan bantuan untuk rakyat Palestina di Gaza dengan berbagai tantangan. Rumah sakit ini sangat penting karena berada di daerah utara Gaza yang menjadi daerah perbatasan yang terus-menerus mendapatkan serangan dari zionis Israel. Kami sangat berterima kasih. Apalagi saya tahu bahwa rumah sakit itu juga sekaligus menjadi rumah sakit bedah. Setelah rampung, rumah sakit ini akan mampu memberikan layanan kepada rakyat Gaza di daerah yang rawan dari serangan Israel ini, terutama terkait tindakan bedah. Untuk pengelolaan oleh Palestina, apa persiapannya? Kami dari Kemenkes Palestina menunggu dengan penuh kesabaran rampungnya rumah sakit ini sampai nanti kami bisa mengelola dan mengoperasikannya. Salah satu poin kesepakatan dengan MER-C adalah bahwa MER-C melakukan pengumpulan sumbangan dari rakyat Indonesia dan membangun gedung rumah sakit ini. Kini gedungnya hampir selesai dan sekarang sudah pada tahap penyempurnaan akhir. Kesepakatan lainnya, yakni rumah sakit nantinya akan dilengkapi dengan bebagai macam alat dan perlengkapan, lalu akan diserahterimakan kepada rakyat Palestina, kepada kementrian Kesehatan , untuk dioperasikan. Kami di sini menunggu serah terimanya dengan sabar, sampai nanti kami bisa melakukan kegiatan medis, perawatan, pengobatan, dan administrasi langsung setelah diserahkan. Pesan dari kami jelas buat rakyat Indonesia yang telah menyumbang dan juga buat penggagas rumah sakit, yaitu MER-C Indonesia. Bahwa, rumah sakit yang yang megah ini akan dikelola dengan baik dan harta yang di sumbangkan tak akan sia-sia. Saya yakinkan dengan penuh tanggung jawab bahwa kemenkes Palestina sudah dalam kesiapan penuh untuk langsung menjalankan kegiatan rumah sakit, seperti medis, perawatan, administrasi, dan berbagai kegiatan lainnya setelah seluruh proses penyempurnaan dan pengadaan alat-alat yang diperlukan selesai. Apa pesan Anda untuk rakyat Indonesia? Pesan untuk saudara kami di Indonesia adalah pesan cinta. Terima kasih dan penghargaan dari rakyat Palestina di Gaza atas usaha yang besar dan sumbangan yang berharga yang mana tanpa usaha dan sumbangan tersebut rumah sakitnya niscaya jauh dari selesai. Saya katakan apa yang telah disumbangkan tidak akan sia-sia. Yang kalian sumbangkan wahai saudaraku akan menjadi rumah sakit yang mencatat nama kalian. Proyek seperti ini merupakan sedekah jariyah karena akan berguna terus-menerus bagi banyak orang. Nanti para pasien bisa berobat, akan banyak nyawa yang bisa diselamatkan. Rumah sakit ini juga merupakan dukungan nyata rakyat Indonesia untuk perjuangan rakyat Palestina karena kami meyakini dan bahwa Anda sekalian rakyat Indonesia mencintai palestina dari hati yang paling dalam. Terima kasih atas semua yang sudah Anda sumbangkan untuk rakyat Palestina, Al Aqsa, dan Yerusalem, termasuk juga untuk Gaza. Gaza adalah bagian dari Palestina dan berada di seberang Baitul Maqdis. Maka, kami ucapkan selamat bagi semua yang menyumbang untuk proyek medis yang besar ini, yang pasti yang memainkan peran penting bagi perjuangan rakyat palestina yang kalian cintai. Apa harapan Anda ke depan? Indonesia adalah negara Muslim terbesar di dunia. Saya yakin realisasi proyek ini merupakan permulaan bagi adanya dukungan dari pemerintah, rakyat dan organisasi-organisasi di Indonesia bagi perjuangan penduduk Palestina dan Gaza khususnya. Saya yakin rakyat dan organisasi-organisasi di Indonesia tidak akan ragu untuk meneruskan dukungan bagi perjuangan rakyat Palestina yang membutuhkan dukungan dari Indonesia dan dunia islam semuanya. Tanpa dukungan dari Anda sekalian niscaya Al Aqsa dan Palestina selalu dalam keadaan bahaya. Kami juga berharap seluruh kaum muslimin dan bangsa-bangsa yang merdeka supaya terus mengalirkan dukungan bagi perjuanganrakyat Palestina dan melakukan intervensi-intervensi hingga rakyat ini bisa mendapatkan kebebasan dan kemerdekaan menjadi negara Palestina yang beribu kota di Yerusalem dengan seizing Allah. Yoebal Rasyid (wawancara dilakukan dengan wartawan TV One dengan bantuan relawan MER-C Muhammad Husein) Sumber : Republika, Jumat 28 Maret 2014, hal 27
MER-C SALURKAN SANTUNAN ANAK YATIM KORBAN AGRESI ISRAEL

Ketua MER-C Cabang Gaza, Muqarabbin Al-Fikri (kanan) memberikan santunan kepada salah seorang anak yatim korban serangan Israel 2008-2009, di RS Indonesia, Bayt Lahiya, utara Jalur Gaza-Palestina, Senin (9/6/2014). (Foto: MINA Gaza) Bayt Lahiya, 12 Sya’ban 1435/10 Juni 2014 (MINA) – Lembaga kemanusiaan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) menyalurkan santunan bagi anak-anak yatim piatu korban agresi Israel di Jalur Gaza pada 2008-2009 lalu. Penyaluran bantuan berupa uang tunai kepada 20 anak yatim tersebut diserahkan langsung oleh ketua MER-C Cabang Gaza, Muqarabbin Al-Fikri di RS Indonesia, Bayt Lahiya, Senin waktu Gaza. Fikri mengatakan, walaupun MER-C saat ini sedang fokus pada pembangunan RS Indonesia dan pengadaan alat kesehatan, namun MER-C juga terus membantu menyalurkan bantuan kepada rakyat Palestina. “Selain pembangunan RS Indonesia dan pengadaan alat kesehatannya, MER-C juga senantiasa menyalurkan berbagai amanah bantuan untuk rakyat Gaza, seperti penyaluran hewan qurban, pembagian sembako, serta penyaluran uang tunai dan bantuan lainnya kepada masyarakat Gaza serta kepada anak-anak Yatim,” ujar Fikri kepada wartawan Mi’raj Islamic News Agency (MINA) Gaza. Menurut dia, MER-C mempunyai kelebihan dengan melakukan penyaluran bantuan secara langsung oleh MER-C kepada masyarakat Gaza dan tidak melalui lembaga-lembaga di Gaza. “sehingga bantuan yang diamanahkan kepada kami tepat sasaran dan tepat guna,” ujar Fikri. Kedatangan anak-anak Yatim tersebut selain bertujuan untuk bersilaturahim, juga untuk meningkatkan kepercayaan diri anak-anak para syuhada tersebut. Dalam pertemuan lebih kurang 45 menit itu, anak-anak yatim tersebut dengan antusias mengajukan pertanyaan kepada para relawan. Pertanyaan-pertanyaan seputar RS Indonesia dan Indonesia sendiri diajukan oleh anak-anak tersebut. Menurut Ummu Muhammad, kegiatan seperti itu diadakan untuk memberikan dukungan terhadap psikologis mereka yang telah ditinggal orang tuanya. “Mereka adalah korban perang Furqan (2008-2009) di mana orang tua mereka menjadi syuhada akibat serangan Israel tersebut. Jadi kami memberikan dukungan psikologis terhadap mereka dan juga untuk meningkatkan semangat mereka guna melanjutkan kehidupan mereka ke arah yang lebih baik,” ujar Ummu Muhammad. Sementara itu, salah seorang peserta bernama Mahmoud mengucapkan terimakasih kepada rakyat Indonesia atas bantuannya terhadap Gaza. “Kami berterimakasih kepada masyarakat Indonesia atas kontribusinya kepada Gaza-Palestina, untuk membangun RS Indonesia ini dan apa pun bentuk kontribusi lainnya yang belum saya ketahui,” Ujar Mahmoud. Seorang anak lainnya bernama Nihal turut mendoakan semoga Allah membalas segala yang telah diberikan oleh rakyat Indonesia. “Pada kunjungan ini kami berterimakasih atas dukungan ini dan semoga Allah memberikan taufiq kepada kalian,” kata Nihal.(L/K01/K02/K03/P02/P04) Sumber : http://mirajnews.com/id/palestina/mer-c-salurkan-santunan-anak-yatim-korban-agresi-israel
RS Indonesia Beri Semangat Baru Rakyat Palestina

Yayasan Yatim Piatu Palestinian Children Relief Fund berkunjung ke RS Indonesia di Bayt Lahiya, utara Jalur Gaza-Palestina, Senin (9/6/2014). (Foto: MINA Gaza) Bayt Lahiya, 12 Sya’ban 1435/10 Juni 2014 (MINA) – Ummu Muhammad, pengurus yayasan yatim piatu Palestinian Children Relief Fund mengatakan, berdirinya RS Indonesia memberikan semangat dan kepercayaan baru bagi rakyat Palestina di Jalur Gaza, terutama anak-anak yatim piatu korban serangan rezim Israel. Pernyataan Ummu Muhammad disampaikan saat belasan anak yatim piatu dari berbagai daerah di Jalur Gaza mengadakan kunjungan ke RS Indonesia di Bayt Lahiya, utara Jalur Gaza, Palestina, Senin (9/6) waktu setempat. Menurut dia, kunjungan anak-anak yang bernaung dibawah yayasan yatim piatu yang berbasis di Gaza itu, bertujuan meningkatkan kemampuan dan kepercayaan diri mereka untuk berinteraksi dengan warga asing yang ada di Gaza, khususnya dari Indonesia. “Kunjungan kali ini termasuk kegiatan membangun kepercayaan diri, kegiatan ini mencakup jumlah anak-anak yang mencapai 60 anak dari berbagai daerah di Jalur Gaza, mulai dari Rafah hingga Bait Hanun,” ujar Ummu Muhammad pimpinan anak-anak yatim tersebut kepada wartawan Mi’raj Islamic News Agency (MINA) Gaza. Ummu Muhammad menyatakan, anak-anak yatim piatu yang datang ke RS Indonesia itu dipilih atas beberapa spesifikasi, terutama mereka yang memiliki jiwa kepemimpinan yang mempu membaca masalah apa yang terjadi di masyarakat sekitar dan kemampuan menanganinya. “Kunjungan ke RS Indonesia ini dilakukan setelah banyak kunjungan-kunjungan lainnya ke beberapa daerah, agar mereka mengetahui keberadaan RS Indonesia yang telah berdiri di daerah selatan Jalur Gaza ini,” ujar Ummu Muhmmd. Dia menyatakan, para anak yatim itu pun saling bertanya apa mengenai apa itu RS Indonesia. Mereka berfikir untuk segera bisa berkunjung ke RS Indonesia guna mengenal apa sebenarnya tujuan dibangun RS Indonesia dan apa program yang tersedia. “Kunjungan ini akan mereka sampaikan kepada anak-anak yang lain yang ada di yayasan pusat,” tutur Ummu Muhammad. Terima Kasih Rakyat Indonesia Ummu Muhammad juga mengatakan, sebagai perwakilan anak-anak yatim piatu di Gaza, yang paling utama mengucapkan terima kasih kepada rakyat dan pemerintah Indonesia atas dukungan mereka kepada masyarakat Gaza khususnya setelah perang terakhir. Dia menghimbau agar dukungan dana dan bantuan apa pun dari masyarakat Indonesia bagi warga Palestina khususnya Jalur Gaza agar terus berlanjut, karena mayoritas warga Gaza adalah orang-orang miskin yang kebutuhan mereka semakin sulit di bawah blokade Israel selama tujuh tahun lebih. “Ada pun proyek-proyek seperti RS Indonesia ini menghidupkan mereka dan memberikan rasa percaya diri. Sekali lagi kami berterima kasih banyak,” kata Ummu Muhammad. Kedatangan anak-anak yatim piatu itu disambut langsung oleh ketua MER-C cabang Gaza, Muqarrabin Al-Fikri, serta tiga relawan lainnya yang masih tetap tinggal di Jalur Gaza. Mewakili para relawan RS Indonesia, dalam sambutannya, Nur Ikhwan Abadi menyampaikan ucapan terima kasih atas kunjungan anak-anak korban agresi Israel 2008-2009 itu. “Kami ucapkan terima kasih atas kunjungan ini, dan merupakan sebuah kehormatan buat kami dikunjungi oleh anak-anak yang mulia ini,” ujar Ikhwan. Dia mengharapkan doa dari semua anak-anak yatim piatu Gaza untuk kelancaran pembangunan RS Indonesia serta keistiqamahan rakyat Indonesia dalam membantu rakyat Palestina. Rumah Sakit Indonesia di Jalur Utara Gaza Palestina, merupakan rumah sakit sumbangan rakyat Indonesia. Lembaga kemanusiaan MER-C sebagai inisiator pembangunan RS Indonesia di Jalur Gaza, dalam pembangunannya bekerjasama dengan Ma’had Al-Fatah Indonesia. Pengadaan Alat Kesehatan Pekerjaan pembangunan RS Indonesia yang menjadi tempat untuk pemulihan trauma dan rehabilitasi bagi warga Gaza korban konflik bersenjata Palestina-Israel itu dilakukan oleh relawan Indonesia di mana seluruh pekerjanya tidak dibayar (unpaid volunteers). RS Indonesia di Jalur Gaza menjadi bukti silaturahim jangka panjang antara rakyat Indonesia dan rakyat Palestina di mana seluruh dananya berasal dari masyarakat Indonesia. Semua donasi berasal dari rakyat Indonesia yang sebagian besar kalangan menengah ke bawah, dari Sabang hingga Merauke. RS Indoneaia pernah dikunjungi masyarakat Gaza secara umum, selain itu Perdana Menteri Ismail Haniyah beserta para menteri kabinet dan anggota parlemen pada saat Ramadhan 1434H/2013M yang lalu sengaja datang ke RS Indonesia untuk bersilaturahmi dan berbuka puasa bersama para relawan. Tidak hanya masyarakat dan pemerintahan Gaza yang mengnjungi RS Indonesia ini, rombongan dari berbagai negara seperti Inggris, Al-Jazair, Malaysia, dan berbagai negara lain ikut bersilaturahmi mengunjungi RS Indonesia, tidak terkecuali pemerintah Indonesia dari anggota Komisi I DPR RI. RS Indonesia yang pembangunan fisiknya sudah selesai, tinggal menunggu pengadaan alat kesehatan agar segera beroperasi. Masih dibutuhkan 65 Milyar untuk pengadaan Alat kesehatan tersebut. MER-C masih terus melakukan penggalangan dana untuk pengadaan alat kesehatan RS Indonesia.(L/ K01/K02/K03/P02/P04) Sumber : http://mirajnews.com/id/palestina/rs-indonesia-beri-semangat-baru-rakyat-palestina
Budayawan : RS Indonesia Menggetarkan Hati Manusia

Budayawan dan Seniman Aat Suratin, moderator diskusi Bandung, 12 Sya’ban 1435/10 Juni 2014 (MINA) –Budayawan nasional Aat Suratin, mengatakan bahwa RS Indonesia sungguh menginspirasi dan menggetarkan hati semua manusia, khususnya rakyat Indonesia. “RS indonesia itu sungguh menginspirasi dan menggetarkan hati manusia, dan kebaikan adalah sesuatu yang menginspirasi dan bisa menggetarkan hati manusia. Mendengar cerita para relawan atas usaha pembangunan RS Indonesia ini saya hati saya sungguh bergetar”, kata Aat Suratin pada acara Silaturahmi dan Kampanye Pengadaan alkes Rumah Sakit Indonesia Ahad lalu. Menanggapi antusias warga Gaza mengenai indahnya bentuk fisik RS Indonesia di Gaza yang menyerupai Masjid Al Aqsha, Aat begitu takjub atas ungkapan itu. “Ketika orang mengatakan indah, maka sesuatu itu pasti luar biasa, indah itu adalah estetika, dan estetika adalah telaah rasa atas keindahan, jadi RS Indonesia di Gaza adalah hal yang luar biasa,” kata Aat Suratin selaku Budayawan. Sementara itu salah satu ustadz muda Indonesia Erik Yusuf yang juga hadir menyampakan dalam tausiyahnya bahwa muslim itu satu tubuh, maka ketika saudara sesama muslimin tersakitimuslim lain juga harus merasa sakit. “Muslim itu satu tubuh, maka ketika saudara kita sesama muslimin tersakiti kita juga harus merasa sakit. RS Indonesia di Gaza adalah salah satu bentuk nyata bantuan untuk saudara kita yang tersakiti di Palestina,” katanya. Acara Silaturahmi dan Kampanye Pengadaan alkes RS Indonesia diadakan di Saung Angklung Udjo, Bandung dihadiri a.l. oleh istri wali kota Bandung Ridwan Kamil, Budayawan Aat Suratin, Maximum Theory Band dan pelukis cilik, Salma Khairannisa. Sebelumnya, kampanye Pengadaan AlKes RS Indonesia dilakukan di Jakarta. Kampanye untuk Pengadaan alkes RS Indonesia tersebut juga didukung oleh beberapa musisi ternama Indonesia seperti Slank, Wali, Naif, Ombat Tengkorak dan lainnya. (L/P015/P04). Sumber : http://mirajnews.com/id/indonesia/nasional/budayawan-rs-indonesia-menggetarkan-hati-manusia
WANADRI: JANGAN PERNAH LARI DARI URUSAN NYAWA MANUSIA

Ketua Tim SAR Perhimpunan Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung Wanadri, Soma Suparsa. (Foto: MER-C) Bandung, 11 Sya’ban 1435/9 Juni 2014 (MINA) – Ketua Tim SAR Perhimpunan Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung Wanadri, Soma Suparsa atau akrab di panggil kang Soma mengatakan, jangan pernah lari dari urusan nyawa manusia. “Jangan pernah lari atau diam dari urusan nyawa manusia,” katanya saat menjadi salah satu pembicara dalam sesi diskusi pada acara Silaturahmi dan Kampanye Pengadaan alat kesehatan RS Indonesia di Gaza, Palestina. Dalam diskusi tersebut Kang Soma menegaskan bahwa Wanadri akan menolong siapa saja yang membutuhkan bantuan tidak pernah membedakan suku, ras dan bangsanya. “Kami akan menolong siapa saja yang membutuhkan bantuan tidak pernah membedakan suku, ras dan bangsanya. Oleh karena itu kami siap menurunkan relawan ke Gaza jika memungkinkan,” kata Soma. Kemudian Soma juga menegaskan bahwa Wanadri siap membekali relawan yang akan di kirim ke Gaza, Palestina jika memang diperlukan. Maximum Theory Band, melaui Vokalisnya Hengy Saing dalam sesi itu juga mengatakan bahwa bandnya sangat mensupport gerakan 50 ribu untuk pengadaan alkes RS Indonesia di Gaza ini. Ia mengatakan banyak musisi Indonesia yang juga concern dalam kegiatan kemanusiaan. “Mereka (para musisi) banyak yang bersedia membantu orang yang membutuhkan,” kata Hengky. Acara Silaturahmi dan Kampanye Pengadaan alat kesehatan (alkes) RS Indonesia diadakan di Saung Angklung Udjo, Bandung dihadiri oleh istri wali kota Bandung Ridwan Kamil, Budayawan Aat Suratin, Maximum Theory Band dan pelukis cilik, Salma Khairannisa. Sebelumnya, kampanye Pengadaan Alkes RS Indonesia dilakukan di Jakarta. Kampanye untuk Pengadaan alkes RS Indonesia tersebut juga didukung oleh beberapa musisi ternama Indonesia seperti Slank, Wali, Naif, Ombat Tengkorak dan lain-lain. (L/P015/P04). Sumber : http://mirajnews.com/id/indonesia/nasional/wanadri-jangan-pernah-lari-dari-urusan-nyawa-manusia