Surat Terbuka : CAPRES RI HARUS TOTALITAS DALAM MENDUKUNG KEMERDEKAAN PALESTINA

Kepada Ykh.,Calon Presiden Republik Indonesia2024 – 2029di tempat Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Pertama-tama, kami mengucapkan selamat berkampanye dan berkontestasi pada Pemilihan Umum tahun 2024 mendatang kepada semua Calon Presiden Republik Indonesia. Calon Presiden yang terhormat, Palestina mempunyai hubungan yang sangat dekat dan mendalam dengan Indonesia. Palestina tinggal satu-satunya negara anggota KAA tahun 1955 yang sampai dengan hari ini belum mendapatkan kemerdekaannya. Secara kontitusi dan sejarah kita mempunyai tanggung jawab untuk mewujudkan kemerdekaan Palestina. Tanggung jawab ini mesti diperjuangkan, tidak cukup dengan slogan semata. Perjuangan untuk mencapai kemerdekaan semakin lama tidak menunjukkan tanda-tanda yang menggembirakan, tapi malah sebaliknya. Israel dengan kekuatan penuh dan didukung oleh AS dan sebagian negara Eropa melakukan agresi ke Palestina baik di Gaza maupun di Tepi Barat. Agresi ini menimbulkan bencana kemanusiaan dan mengarah ke genosida. Kita menyaksikan betapa sadis apa yang telah dilakukan Israel terhadap Palestina. Dalam surat terbuka ini, kami ingin mengingatkan kepada para Capres agar jika terpilih dan ditakdirkan menjadi Presiden Republik Indonesia untuk lima tahun mendatang, Bapak dapat melakukan upaya yang lebih terhadap Palestina dan juga tegas kepada Israel baik politik maupun ekonomi. Ketegasan ini sangat dibutuhkan ketika dunia Arab semakin mesra dengan Israel. Adapun poin penting yang ingin kami sampaikan kepada Bapak jika terpilih sebagai Presiden RI sbb: 1. Tetap berjuang untuk membela Palestina dalam solusi dua negara hingga Palestina meraih kemerdekaannya; 2. Berkomitmen untuk tidak membuka hubungan atau komunikasi dalam konteks membuka hubungan diplomatik dengan Israel; 3. Berkomitmen memboikot ekonomi Israel, dengan memboikot produk-produk Israel khususnya yang berasal dari Tepi Barat sehingga tidak ada impor-impor illegal dan tidak ada transaksi perdagangan gelap antara Indonesia dengan Israel di level manapun; 4. Berkomitmen mendukung Palestina di forum-forum internasional. 5. Berkomitmen untuk totalitas dalam membantu Palestina dan memutus hubungan dengan Israel di bidang apapun. Demikian surat terbuka ini kami sampaikan kepada Bapak, semoga pandangan kami dapat menjadi perhatian penting bagi Bapak. Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Jakarta, 5 Januari 2024 Hormat kami,MER-C Indonesia
MER-C Sambangi Kedubes Uni Eropa Bahas Gencatan Senjata di Gaza Palestina

Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad, sambangi Kedutaan Besar Uni Eropa di Jakarta sampaikan masalah krisis kemanusiaan di Palestina, Kamis/14 Desember 2023. Kunjungan ini diterima oleh Anneleen Van Landeghem Sekretaris ke-2 Bagian Politik dan beberapa staf Kedutaan. Dalam pertemuan tersebut, Sarbini menyampaikan apresiasinya atas langkah Uni Eropa yang secara umum telah mendukung upaya gencatan senjata di Palestina. “Kami mengapresiasi Langkah Belgia dan Spanyol serta Uni Eropa secara umum yang mendukung gencatan senjata di Palestina. Uni Eropa telah melakukan hal yang tepat,” ujar Sarbini. Namun ia berharap Uni Eropa sebagai sahabat dan negara yang diperhitungkan oleh Israel dapat mendorong terjadinya gencatan senjata permanen di Jalur Gaza. “Gencatan senjata permanen harus segera dilakukan untuk mencegah terjadinya bencana kemanusiaan yang lebih besar di Palestina. Saya yakin, Uni Eropa dengan kekuatan dan pengaruh yang dimiliki dapat mendorong terjadinya gencatan senjata permanen di Palestina,” lanjutnya. Sementara itu, Sekretaris ke-2 Kedutaan Besar Uni Eropa, Annaleen juga menyampaikan apresiasi, penghormatan dan ucapan terima kasihnya atas apa yang sudah dilakukan MER-C di Jalur Gaza, Palestina. Ia juga menyesalkan korban sipil yang berjatuhan dan penderitaan yang dialami Gaza. Pada pertemuan tersebut, ia mengatakan Uni Eropa melalui perwakilannya di Dewan Keamanan PBB juga terus mengupayakan resolusi gencatan senjata mendesak di Jalur Gaza. Hal ini juga sudah dibicarakan dengan Menteri Luar Negeri RI serta menjadi kesepahaman yang sama antara Uni Eropa dan Indonesia. Ia juga menjelaskan bahwa Uni Eropa telah memberikan dukungan kepada rakyat Palestina sejak lama, termasuk memberikan bantuan-bantuan kemanusiaan yang mencapai ratusan juta euro dari tahun ke tahunnya. “Namun bantuan kemanusiaan hanya bisa bermanfaat apabila terjadi perdamaian di dalam Gaza. Dan, Uni Eropa akan mendukung Palestina merdeka melalui solusi dua negara,” ungkapnya. Ketua Presidium MER-C menyambut baik Langkah-langkah yang telah dilakukan Uni Eropa dan meminta agar Uni Eropa dan negara-negara lainnya di dunia untuk terus aktif menyuarakan gencatan senjata di Gaza dan menciptakan perdamaian serta kemerdekaan bagi Palestina.
SURAT TERBUKA MER-C KEPADA PRESIDEN RI “SELAMATKAN RS INDONESIA DAN JALUR GAZA”

Jakarta, 11 November 2023 SURAT TERBUKA MER-C KEPADA PRESIDEN RI “SELAMATKAN RS INDONESIA DAN JALUR GAZA” Kepada yang terhormat, Bapak Ir. H. Joko Widodo Presiden Republik Indonesia Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Salam sejahtera bagi kita semua Hari ini 36 hari sudah dunia menyaksikan agresi membabi buta, pembunuhan dan pembantaian massal terhadap rakyat sipil di Jalur Gaza, yang sebagian besar adalah wanita dan anak-anak. Pemukiman warga, bahkan tempat ibadah baik masjid maupun gereja, sekolah, lokasi-lokasi pengungsian, serta berbagai fasilitas umum lainnya, bahkan seluruh rumah sakit di Jalur Gaza tak luput menjadi sasaran kebrutalan militer Israel. Belasan ribu jiwa meninggal, puluhan ribu lainnya mengalami luka-luka tanpa bisa mendapatkan penanganan yang layak akibat habisnya obat-obatan, padamnya aliran listrik di rumah sakit karena kehabisan bahan bakar serta sederet situasi menyedihkan lainnya. Warga Gaza kini hidup tanpa harapan, tanpa makanan, air, listrik, bahan bakar di tengah gempuran serangan udara dan darat Israel yang semakin gencar, tanpa mengindahkan kemanusiaan dan hukum-hukum internasional. Rumah Sakit Indonesia, asset bangsa Indonesia yang berada di Gaza bagian Utara yang dibangun dari dana rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke, yang pembangunannya dikerjakan oleh tangan anak-anak bangsa tak luput menjadi sasaran. Berbagai fitnah dan framing disebarkan Israel untuk melegitimasi serangan terhadap RS Indonesia. Sebagai informasi bagi Bapak, saat ini 3 relawan MER-C, WNI, masih berada di Jalur Gaza, di RS Indonesia untuk menyalurkan bantuan amanah dari rakyat Indonesia untuk warga Palestina di Jalur Gaza. RS Indonesia kini mencoba tetap bertahan dan beroperasional di tengah kegelapan dan keterbatasan obat-obatan, karena ini adalah satu-satunya tumpuan harapan masyarakat Gaza Utara untuk berlindung dan mendapatkan akses pengobatan. Akankah dunia dan kita bangsa Indonesia terus berdiam diri melihat hal ini ? Untuk itu, sebagai perwakilan rakyat Indonesia, atas nama bangsa Indonesia, bangsa yang memiliki asset Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza, kami berharap Bapak Presiden dengan segala kemampuan dan kapabilitas yang dimiliki untuk dapat melakukan perubahan dan menyelamatkan RS Indonesia di Jalur Gaza. Kami berharap, pada kesempatan pertemuan dengan Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, Bapak dapat menyampaikan hal ini, memberikan tekanan kepada dunia, khususnya kepada Amerika Serikat agar segera mengadakan gencatan senjata di Jalur Gaza dan menyelamatkan Rumah Sakit Indonesia dari serangan Israel. Demikian surat terbuka ini kami sampaikan untuk menjadi perhatian khusus Bapak Presiden. Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Hormat kami, Atas nama rakyat Indonesia Dr. Sarbini Abdul Murad Ketua Presidium MER-C Indonesia ————————————————— Subject: Open Letter from MER-C to the President of the Republic of Indonesia Dear Mr. Ir. H. Joko Widodo, President of the Republic of Indonesia Peace be upon you, and may the mercy of Allah and His blessings be upon you—greetings of peace for all of us. Today marks the 36th day of the world witnessing indiscriminate aggression, murder, and mass slaughter of civilians in the Gaza Strip, the majority of whom are women and children. Residential areas, including places of worship such as mosques and churches, schools, evacuation locations, and various other public facilities, not to mention all hospitals in the Gaza Strip, have fallen victim to the brutality of the Israeli military. Tens of thousands have lost their lives, and tens of thousands more are injured, unable to receive proper treatment due to the depletion of medications, the blackout of electricity in hospitals due to fuel shortages, and a series of other distressing situations. The people of Gaza live without hope now, without food, water, electricity, and fuel amid the intensified air and ground attacks by Israel, disregarding humanity and international laws. The Indonesia Hospital, a national asset built in the northern part of Gaza with funds from the Indonesian people from Sabang to Merauke, constructed by the hands of our fellow countrymen, has not escaped becoming a target. Israel has spread various false accusations and framings to legitimize attacks on the Indonesia Hospital. For your information, Mr. President, currently, three MER-C volunteers, Indonesian citizens, are still in the Gaza Strip at the Indonesia Hospital to deliver aid entrusted by the Indonesian people to the people of Palestine in the Gaza Strip. The Indonesia Hospital is now trying to survive and operate amid darkness and a shortage of medications because it is the only hope for the people of North Gaza to seek refuge and access medical treatment. Will the world and our Indonesian nation continue to remain silent in the face of this? Therefore, as representatives of the Indonesian people, on behalf of the Indonesian nation that owns the Indonesia Hospital in the Gaza Strip, we hope that you, Mr. President, with all your capacities, can bring about change and save the Indonesia Hospital in the Gaza Strip. We hope that during the meeting with the President of the United States, Joe Biden, you can convey this matter, exerting pressure on the world, especially the United States, to immediately initiate a ceasefire in the Gaza Strip and save the Indonesia Hospital from Israeli attacks. This open letter is for your special attention, Mr. President. Peace be upon you, and may the mercy of Allah and His blessings be upon you. Sincerely, On behalf of the Indonesian people, Dr. Sarbini Abdul Murad Chairman of the MER-C Presidium
MER-C Apresiasi IAEA yang Tetapkan Palestina sebagai Sebuah Negara

MER-C mengapresiasi keputusan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) yang mengakui Palestina sebagai entitas negara. Keputusan ini muncul dalam pertemuan Konferensi Umum Tahunan IAEA (International Atomic Energy Agency) ke-67 yang berlangsung di Wina, Austria pada 25-29 September 2023 lalu. Konferensi Umum IAEA ke-67 dihadiri sekitar 2.000 delegasi dari 177 negara anggota. IAEA telah melakukan pemungutan suara mengenai rancangan resolusi penetapan negara Palestina terutama Republik Arab Mesir, yang mengajukan permintaan atas nama Negara Palestina. Resolusi ini diadopsi setelah dilakukan voting dengan suara mayoritas 92 negara mendukung, termasuk Indonesia, sementara 5 negara abstain dan 21 negara menolak. Menanggapi hal tersebut, Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad memberikan apresiasinya. Ia juga mengatakan bahwa ini adalah sebuah kemenangan diplomasi kemanusiaan. “Kami mengapresiasi keputusan IAEA dan seluruh anggota IAEA yang telah memberikan dukungan terhadap resolusi ini, termasuk Indonesia yang secara konsisten menunjukkan dukungannya pada Negara Palestina. Ini adalah sebuah kemenangan diplomasi kemanusiaan,” ujar Sarbini. Lebih lanjut Sarbini mengharapkan agar langkah ini diikuti oleh lembaga internasional lainnya. “Langkah berani ini mesti diikuti oleh lembaga internasional lainnya sebagai bentuk perlawanan dunia kepada apartheid dan penjajahan, khususnya yang telah dilakukan Israel terhadap Palestina,” tambahnya.
Ketua Presidium MER-C Kutuk Serangan Israel ke Jenin

Ketua Presidium MER-C, Sarbini Abdul Murad peringatkan Israel agar segera menghentikan serangannya ke kamp pengungsi di Jenin, Tepi Barat. Hal ini disampaikan Sarbini menyusul eskalasi serangan pasukan pendudukan Israel yang terus meningkat dan telah menimbulkan korban sipil berjatuhan, termasuk anak-anak. Berdasarkan data terkini, serangan agresif Israel ke Jenin yang mengerahkan sekitar 1.000 tentara telah menyebabkan sedikitnya 10 warga Palestina meninggal dan 100 lainnya mengalami luka-luka. “MER-C mengutuk keras serangan militer Israel ke kamp pengungsi Jenin. Kami meminta Israel agar segera menghentikan serangan dan menarik mundur seluruh pasukannya. Hal ini untuk mencegah korban sipil yang lebih banyak,” ucap Sarbini. Pimpinan Lembaga kegawatdaruratan medis untuk kemanusiaan dan perdamaian ini juga meminta Dewan Keamanan PBB agar mengadakan rapat darurat untuk menghentikan serangan Israel. Lebih lanjut menurut Sarbini, Dewan Keamanan PBB perlu mengirim pengamat untuk mengawasi proses ini. “Dewan Keamaan PBB perlu mengirimkan tim pengamat untuk mengawasi serta memastikan Israel menarik mundur pasukannya dari kamp Jenin dan tidak memulai serangannya kembali,” ujar Sarbini.
Ketua Presidium MER-C Berikan Orasi pada Aksi Damai Solidaritas untuk Palestina

Ketua Presidium MER-C Indonesia, dr. Sarbini Abdul Murad, memberikan orasi pada acara Aksi Damai Solidaritas untuk Palestina yang digelar oleh Aqsa Working Group (AWG) di Kedutaan Besar Palestina di Jakarta, Senin/29 Mei 2023. Dalam orasinya, Sarbini menyampaikan dua hal yang menurutnya perlu diperjuangkan bersama untuk Palestina. “Pertama, adalah memperjuangkan tanggal 15 Mei, yaitu Hari Nakba menjadi hari libur nasional di Indonesia,” ujar Sarbini. Menurutnya hal ini merupakan tanggung jawab rakyat Indonesia kepada rakyat Palestina. Artinya rakyat Indonesia mengingat pengusiran rakyat Palestina. “Ini akan kita perjuangkan terus, semoga tahun depan 15 Mei bisa menjadi hari libur nasional,” harapnya. Lebih lanjut Sarbini mengatakan bahwa hal kedua yang perlu diperjuangkan untuk Palestina adalah adanya kurikulum sejarah tentang Palestina. Hal ini menurutnya agar penderitaan, pengusiran, penindasan terhadap bangsa Palestina akan menjadi sejarah yang diingat terus oleh generasi penerus dan pelajar-pelajar Indonesia, sehingga mereka mempunyai energi dan semangat untuk berjuang membebaskan Palestina. Pada kesempatan tersebut, Sarbini juga mengecam kekerasan yang terjadi di Tepi Barat dan di Jalur Gaza yang menurutnya diakibatkan oleh koalisi antara ultra nasionalis dan pemerintah Israel. Bahkan beberapa hari lalu, salah satu Menteri Israel, Itamar Ben-Gvir melakukan provokasi di Baitul Maqdis. Oleh sebab itu, di hadapan ratusan peserta Aksi Damai Solidaritas untuk Palestina, Sarbini mengajak agar rakyat Indonesia yang mempunyai tanggung jawab sejarah dan tanggung jawab konstitusi untuk terus mengingat bahwa ada satu negara yang sampai hari ini belum merdeka. “Kita harapkan, kita perjuangkan bersama sehingga Palestina merdeka sama seperti kita bangsa Indonesia,” pungkasnya. Aksi Damai Solidaritas untuk Palestina digelar untuk mengecam pertemuan Kabinet Pemerintahan Benjamin Netanyahu dan klaim Perdana Menteri Israel tersebut atas seluruh Yerusalem yang dipandangnya sebagai ibu kota abadi Israel dan tidak terbagi. Turut hadir memberikan sambutan dan orasi pada Aksi Damai Solidaritas untuk Palestina diantaranya adalah HE. Dr. Zuhair SM Al Shun (Duta Besar Palestina untuk Indonesia), KH. Yakhsyallah Mansur, MS. (Pembina Utama Aqsa Working Group), Dubes Bunyan Saptomo (Ketua Komisi Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional MUI), dan Astrid Nadya Rizqita (President OIC Youth Indonesia).
MER-C Open Letter to Organization of Islamic Cooperation (OIC) Regarding the Israeli Attack

May 10th, 2023 HE. Hissein Brahim TahaSecretary GeneralOrganization of Islamic CooperationIn Jeddah, Kingdom of Saudi Arabia Subject: MER-C Open Letter to Organization of Islamic Cooperation (OIC) Regarding the Israeli Attack Your Excellency, MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) Indonesia is a humanitarian and peace emergency medical organization. One of MER-C’s long-term humanitarian missions is in Palestine. In Palestine, particularly in Gaza Strip, with the prayers and support of the Indonesian people, we have established a health facility named RS Indonesia. RS Indonesia, located in Bayt Lahiya, Northern Gaza Strip, has been built since 2011 and is still being developed according to the needs of the Gaza population. In addition to providing support in the form of humanitarian aid, MER-C also strives to provide support in the form of Humanitarian Politics. MER-C is committed to continue accompanying and supporting the Palestinian people’s struggle until they attain their independence. As it is evident to all of us, during the last sacred month Ramadhan, Israel has carried out an attack on the Palestinian worshippers at Al-Aqsa Mosque and launched airstrikes on Gaza Strip. Children, women, and the elderly were also attacked and many of them have been arrested. This brutal and inhumane action continues and seems to have become the routine agenda of the Zionists. What Israel is doing not only hurts the Palestinian people, but also Muslims around the world. And most recently, on May 9th 2023, Israel again launches airstrike to several area in Gaza Strip. According to the Palestinian Ministry of Health, only on that day, at least 15 Palestinians were murdered, including 4 children and 4 women, and 20 others were injured during the ongoing Israeli aggression on Gaza Strip. Therefore, the OIC (Organization of Islamic Cooperation), as an organization which initial establishment was driven by the concerns of Islamic countries about various issues faced by Muslims, especially after the burning of part of Al-Aqsa Mosque on August 21, 1969, should be the strongest party in opposing Israel’s arbitrary actions against the Palestinian people and Al-Aqsa Mosque. The OIC should be a powerful force that Israel must take into account if it truly fulfills its commitment to its establishment, which is to enhance Islamic solidarity among member countries, to coordinate cooperation among member countries, to support international peace and security, to protect Islamic holy sites, and to assist the struggle of the Palestinian people. However, we are aware and disappointed that some Islamic countries are normalizing their relations with Israel, which contradicts the existing commitments. Therefore, we request the OIC to return to the initial spirit of its establishment and its commitment to Palestine to take decisive action, and to take more strategic steps to prevent Israel from repeating its humanity crimes. We hope that our open letter will be taken into consideration by HE Secretary General of OIC. Yours sincerely,MER-C Indonesia Sarbini Abdul MuradChief Presidium
Dr. Sarbini : Kemerdekaan Palestina Harga Mati yang Harus Kita Perjuangkan Bersama

Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad, menegaskan bahwa kemerdekaan Palestina adalah harga mati yang harus diperjuangkan bersama. Ia juga mengingatkan bahwa dalam membela dan memperjuangkan kemerdekaan Palestina harus mempunyai nafas panjang dan komitmen yang tinggi. Hal ini dikatakan Sarbini saat menjadi narasumber pada acara Sarasehan Penutupan Bulan Solidaritas Palestina yang digelar Aqsa Working Group (AWG), Selasa/29 November 2022, di Aula Buya Hamka, Masjid Raya Al Azhar, Jakarta. Sarbini yang berbicara sebagai narasumber ke-2 dengan tema “Membela Palestina, Membela Kemanusiaan”, mengharapkan kepada semua pihak untuk bisa berperan pada bidangnya masing-masing. Hal ini dikarenakan masalah Palestina sangat kompleks dan merupakan masalah kemanusiaan sehingga menjadi tanggung jawab bersama, tidak hanya umat muslim. Ia pun mengatakan dalam membantu Palestina, lembaga yang dipimpinnya saat ini, Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) sebagai sebuah NGO mencoba mengambil focus bidang kemanusiaan dan merupakan program jangka panjang. “Bagi MER-C, Palestina adalah program abadi, permanen dan berkepanjangan dan kontinu. Pada awalnya kami berfikir ini suatu yang impossible. Bagaimana kita bisa melakukan aksi yang nyata di Palestina, padahal kita nun jauh dari sana. Tapi aksi dan kegiatan kemanusiaan harus menjadi prasasti abadi hubungan kedua bangsa,” papar Ben, sapaan akrab Sarbini, menjelaskan alasan MER-C membangun Rumah Sakit Indonesia di Gaza, Palestina. “Oleh sebab itu, kita mencoba untuk bisa bersinergi dengan semua elemen, termasuk tokoh-tokoh agama. Kita jadikan persoalan Palestina bukan hanya masalah umat Islam, tapi masalah kemanusiaan yang semua kita punya tanggung jawab bersama,” lanjutnya. Dalam kesempatan tersebut, ia juga memaparkan pandangannya mengenai tiga tahapan dalam membela Palestina. Pertama, adalah tahap Aksi Kemanusiaan. Semua pihak merespon dengan baik dan sepakat dengan tahapan aksi kemanusiaan untuk Palestina. Namun menurutnya, aksi tidak berhenti hanya sampai di situ. “Ada tahapan aksi berikutnya, aksi tahap ke-2 yang lebih serius, yaitu tahapan Politik Kemanusiaan,” tambahnya. Lebih jauh ia menjelaskan bahwa aksi tahap Politik Kemanusiaan memerlukan kekuatan yang besar sehingga perlu menjalin koalisi, safari, mengkomunikasikan dengan semua pihak termasuk pemerintah mengenai permasalahan dan pembelaan terhadap Palestina. Sarbini mencontohkan, misalnya menolak visa kontingen Israel pada Piala Dunia U-20 yang akan digelar pada tahun 2023 mendatang di Indonesia. Ia beralasan pemberian visa kepada kontingen Israel untuk bisa masuk ke Indonesia adalah suatu hal yang ilegal dan keliru. Tahap selanjutnya, yaitu tahap ke-3 adalah tahap Politik Perlawanan yang harus dilakukan kepada Israel. Ia menjelaskan bahwa satu sisi kita mengatakan membela dan mendukung kemerdekaan Palestina, namun di sisi lain, hubungan-hubungan gelap antara Indonesia dan Israel baik di level ormas maupun pemerintah masih terus berlangsung. “Ini adalah ambivalensi yang dilakukan oleh pemerintah,” katanya. Oleh sebab itu, ia mengajak kepada semua elemen bangsa agar terus bergerak membela kemerdekaan Palestina karena solusi kemerdekaan Palestina adalah harga mati yang harus diperjuangkan bersama sesuai dengan amanah konstitusi dan amanah kemanusiaan. Turut hadir sebagai narasumber dan memberikan pandangan serta dukungannya bagi kemerdekaan Palestina adalah Romo Magnis Suseno, seorang budayawan dan pemuka agama Katolik. Menurut Romo Magnis, rakyat Palestina berhak atas kemerdekannya dan berhak atas kenegaraannya sendiri yang sama sekali lepas bebas dari negara Israel. “Orang-orang Palestina baik di Tepi Barat maupun di Gaza berhak untuk merdeka,” ungkapnya. “Tidak ada resolusi konflik dan damai di Timteng kalau kemerdekaan Palestina tidak diakui dan dibikin nyata. Titik!” tegasnya lagi. Narasumber lainnya adalah DR. Abdul Muta’ali, Direktur Pusat Kajian Timur Tengah Universitas Indonesia yang memberikan pemaparan mengenai “Pecah Belah Israel terhadap Palestina”. Menurutnya banyak kegiatan yang harus dilakukan dan tidak bisa sendiri untuk membantu Palestina. Bulan Solidaritas Palestina (BSP) adalah rangkaian kegiatan peduli Palestina yang digagas oleh Aqsa Working Group (AWG). MER-C sebagai lembaga sosial medis untuk kemanusiaan dan perdamaian mendukung kegiatan BSP karena ini merupakan satu bentuk nyata dalam membela dan mendukung perjuangan Palestina. Bulan November dipilih karena setidaknya ada empat peristiwa penting terkait Palestina di bulan ini. BSP tahun 2022 dengan tema “Bergerak Berjamaah Bebaskan Al Aqsa dan Palestina” digelar serempak di 14 provinsi di Indonesia selama satu bulan penuh. Sarasehan diadakan sebagai acara penutup Bulan Solidaritas Palestina dan diselenggarakan bertepatan dengan Hari Solidaritas Internasional bagi rakyat Palestina tanggal 29 November 2022.
Semangat Membela Palestina Tidak Boleh Dilupakan

Permasalahan Palestina masih menjadi fokus perhatian MER-C. Selain membangun Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza dan program kemanusiaan lainnya, MER-C terus bergerak melakukan Safari Kemanusiaan ke berbagai elemen bangsa untuk menggalang dukungan dalam rangka mendorong kemerdekaan Palestina. Selasa/15 November 2022, Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad menyambangi Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. Kunjungan ini diterima oleh Rektor UIN Syarif Hidayatullah, Prof. Dr. Hj. Amany Burhanuddin Umar Lubis, Lc., M.A, di Gedung Rektorat. “MER-C concern membela Palestina. Kami membangun RS Indonesia di Gaza. Setelah itu, kita tidak mungkin diam melihat problematika Palestina yang masih berlangsung, makanya kita coba melakukan Safari Kemanusiaan untuk Palestina dengan bertemu Tokoh Agama Katholik, bertemu kelompok Hindu, dsb,” ujar Sarbini saat menjelaskan alasan kunjungannya. “Kami ingin menyuarakan bahwa kita mendukung Palestina dan kemerdekaan Palestina. Kondisi Palestina hari ini terjepit. Negara-negara Arab sudah banyak yang membuka hubungan diplomatik dengan Israel. Persoalan Palestina seperti terlantar. Kita ingin sampaikan pada rakyat Palestina bahwa kalian tidak sendiri, ada rakyat Indonesia bersama kalian,” lanjutnya. Rektor UIN Syarif Hidayatullah periode 2019 – 2023 itu memberikan apresiasi positif pada kiprah MER-C selama ini dan mendukung upaya-upaya yang tengah dilakukan MER-C untuk Palestina. Ia juga menyampaikan bahwa semangat dalam membela Palestina tidak boleh dilupakan apalagi padam. “MER-C telah melakukan banyak hal dari segi kemanusiaan dan dakwah, khususnya dalam hal masalah Palestina. MER-C telah berkomitmen membantu di masa sulit, konflik, perang untuk kesehatannya,” ujar Amany Lubis. “Langkah MER-C dan banyak teman yang membela Palestina sudah betul bahwa semangat ini tidak boleh dilupakan atau padam, meski banyak kesulitan yang dihadapi, seperti mau masuk Gaza yang sulit, mau kirim bantuan juga sulit. Namun kita tidak boleh pesimis, dan tetap optimis. Perjuangan kita belum selesai dan harus dilanjutkan terus,” tambah Amany. Lebih lanjut rektor wanita kelahiran Kairo 59 tahun silam ini juga berharap agar semangat tersebut tetap harus digalang dan disosialisasikan ke berbagai kalangan. “Kepada generasi muda, mahasiswa, pengusaha, akademisi, peneliti, dsb, perlu terus untuk dibangkitkan semangatnya untuk membahas Palestina supaya ter update berita-berita yang ada. Apabila ada kontribusi pemikiran, bagaimana bisa memberikan solusi bagi permasalahan yang ada itu lebih baik,” tambahnya. “Mudah-mudahan usaha yang dilakukan oleh MER-C dan juga mitra-mitranya semua melalui Safari Kemanusiaan atau kerjasama dengan berbagai pihak bisa lancar dan terus berjalan sehingga RS Indonesia di Gaza bisa berfungsi maksimal bahkan bisa diberdayakan lebih, kemudian juga kemerdekaan Palestina bisa tercapai,” harap Amany. Sementara itu, Rektor Perempuan Pertama di Universitas Islam Negeri ini juga mengatakan bahwa kebijakan dan komitmen Negara Republik Indonesia tentang Palestina sudah kuat. “Pertama, politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif dan tidak menginginkan penindasan di muka bumi karena tidak sesuai dengan konstitusi, maka ini sudah kuat. Ditambah dengan berbagai solidaritas umat Islam, maka sudah bulat bagi Pemerintah Indonesia untuk membela Palestina sampai merdeka,” katanya. Ia juga memuji sikap Menlu RI yang berani. “Kita lihat juga upaya Menlu RI ketika mau meresmikan Konsulat Kehormatan RI untuk Palestina, terus dilarang oleh Israel, kemudian jadi di Amman dibukanya. Itu satu keberanian dari Ibu Menlu Retno Marsudi,” lanjut Amany. “Terakhir saya juga dengar ketika beliau menyampaikan sambutan atas nama Indonesia di PBB masih menyebutkan soal Palestina. Komitmen Indonesia untuk membela Palestina dan Afghanistan itu disebutkan dua-duanya, berarti itu tidak dilupakan oleh kita,” imbuhnya.
MER-C: Kemenangan Benjamin Netanyahu Duka Buat Palestina

Benjamin Netanyahu kembali terpilih menjadi Pemimpin Israel. MER-C memandang hal ini adalah duka bagi Palestina. Kemenangan Netanyahu dalam pemilu Israel yang berkoalisi dengan kelompok religius kanan akan mengancam perdamaian dan menjauhkan harapan solusi yang bermartabat untuk konflik Palestina – Israel. Di sisi lain, kemenangan ini disambut gembira oleh kelompok ekstrim yang memang selama pemerintahan Netanyahu sebelumnya mendapatkan ruang untuk melakukan apa saja terhadap pemukiman Palestina. Selama rezim Netanyahu berkuasa, kekerasan bersenjata terhadap Palestina terus terjadi dan dilakukan secara kompak dn terukur antara pihak militer dan pemukim negara zionis tersebut. “Kita semua prihatin atas kemenangan ini,” ujar Sarbini Abdul Murad, Ketua Presidium MER-C Indonesia. “Dunia tak boleh lengah dan harus terus menekan Israel agar aksi brutal terhadap rakyat Palestina berhenti,” lanjut Sarbini. Kedekatan dan pembelaan Indonesia kepada Palestina tidak diragukan. Namun dengan kemenangan Benjamin Netanyahu, Sarbini mengingatkan bahwa Indonesia mesti lebih waspada. “Bagaimanapun, Israel memiliki kepentingan dengan Indonesia sebagai negara muslim terbesar, baik kepentingan politik atau ekonomi,” katanya. Untuk itu,Sarbini menegaskan bahwa MER-C sebagai organisasi kemanusiaan dan perdamaian, bersama elemen peduli Palestina lainnya akan terus memantau aktivitas Israel. Ia juga meminta kepada Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia agar lebih intens dalam mengambil langkah-langkah untuk menekan Israel.