MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

Siswa SMP Islam Al-Azhar 19 Serahkan Donasi untuk RSI

Jakarta – Pagi ini, Kamis (19/12), perwakilan siswa dan guru SMP Islam Al-Azhar 19 yang terletak di Cibubur menyambangi Kantor Pusat MER-C. Maksud kedatangan kali ini adalah untuk menyerahkan sumbangan bagi program pembangunan RS Indonesia di Jalur Gaza, Palestina yang tengah dilakukan oleh MER-C. Kunjungan ini juga dalam rangka memberikan motivasi dan medidik para siswa untuk peduli terhadap sesama khususnya permasalahan Palestina karena Palestina termasuk negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia. Sumbangan yang diserahkan dari SMP Islam Al-Azhar 19 sebesar Rp 11.630.000,-. “Sumbangan ini dikumpulkan dari kotak amal yang diedarkan ke seluruh siswa selama 2 minggu,” tutur Muchson Muhamad Anasy, salah satu guru yang mendampingi. “Mohon jangan dilihat jumlahnya,” tambahnya. Sumbangan diterima oleh Manajer Operasional MER-C yang menyampaikan bahwa perhatian dan dukungan seperti ini yang semakin menambah semangat MER-C dan khususnya 28 relawan Indonesia di Gaza untuk terus fokus menyelesaikan amanah pembangunan RS Indonesia, sebagai bukti silaturahim jangka panjang rakyat Indonesia dan rakyat Palestina.

Donasi Mobil Untuk Pembangunan RS Indonesia

Jakarta – Sabtu, 9 November 2013 Sepasang suami istri datang ke kantor MER-C dengan mengendarai mobil Yaris warna silver. Kedatangan mereka di pagi hari itu adalah untuk mendonasikan mobil mereka untuk pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Gaza Palestina. Pasangan mukhlisin ini menjelaskan alasan mereka mendonasikan kendaraan mereka ini karena melihat Transparansi MER-C dalam penerimaan dan penyaluran donasi yang diterima, selain bukti fisik bangunan RSI yang sudah terlihat keberadaannya. Presidium MER-C Dr Sarbini Abdul Murad yang menerima donasi ini menyatakan kekaguman dan rasa salutnya atas perhatian yang besar terhadap proses pembangunan RSI. Beliau berharap dengan melimpahnya dukungan serupa dapat mempercepat penyelesaian pembangunan sehingga dapat dimanfaakan bagi rakyat Palestina di Gaza kelak.

Majelis Ta’lim Telkomsel Sumbang Donasi untuk Ruang Farmasi RSI

Jakarta – Setelah Pembaca Republika yang menyumbang untuk pengadaan alat kesehatan dan interior ruangan Poliklinik RS Indonesia di Gaza, kini menyusul Majelis Ta’lim Telkomsel (MTT) yang memberikan donasinya untuk pengadaan alat kesehatan dan interior Ruang Farmasi RS Indonesia. Donasi sebesar Rp 650 juta yang dikumpulkan dari zakat, infaq dan shodaqoh karyawan ini diserahkan secara simbolis oleh Chairuddin (Ketua MTT) kepada dr. Sarbini Abdul Murad (Ketua Presidium MER-C), Kamis 5 September 2013. Acara penyerahan dilangsungkan di Kantor Pusat Telkomsel, Gedung Wisma Mulia lantai 18 di hadapan karyawan jamaah kajian dzuhur.   “Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dan partisipasi dari Majelis Ta’lim Telkomsel untuk program pembangunan RS Indonesia. Insya Allah pembangunan fisik RS Indonesia dijadwalkan selesai akhir tahun ini. Upaya selanjutnya adalah pengadaan alat kesehatan dan interior masing-masing ruangannya. Semoga apa yang telah dilakukan MTT akan diikuti oleh lembaga atau perusahaan lainnya sehingga RS Indonesia persembahan dari rakyat Indonesia bisa segera bermanfaat untuk rakyat Palestina,” ungkap Sarbini, saat acara penyerahterimaan donasi. Sementara Ketua MTT, Chairuddin menyampaikan terima kasih kepada para karyawan yang telah memberikan zakat, infaq dan shodaqohnya dimana sebagian ZIS karyawan disalurkan untuk program pembangunan RS Indonesia di Jalur Gaza, Palestina yang sedang dilakukan oleh MER-C. Sesuai akad yang telah ditandatangani bersama, donasi dari Majelis Ta’lim Telkomsel khusus diperuntukkan bagi pemenuhan alat kesehatan dan interior Ruang Farmasi RS Indonesia yang terletak di lantai 1.   Selain gerakan rakyat sebesar Rp 50 ribu per orang untuk alat kesehatan RSI, MER-C juga meluncurkan gerakan pengadaan alat kesehatan beberapa ruangan RSI yang ditujukan untuk lembaga atau perusahaan dengan nominal donasi beragam sesuai dengan kebutuhan alat kesehatan di ruangan tersebut. Khusus untuk donasi alat kesehatan per ruangan, maka di setiap ruangan tersebut akan ditulis nama lembaga atau perusahaan yang menyumbang. Pembaca Republika dan Majelis Ta’lim Telkomsel telah mengawali gerakan ini dengan berdonasi untuk Ruang Poliklinik dan Ruang Farmasi. MER-C masih membuka dan mengajak lembaga atau perusahaan lainnya untuk menjadi bagian dari program bersejarah berupa pembangunan RS Indonesia di Jalur Gaza, Palestina dengan berpartisipasi untuk pengadaan alat kesehatan ruangan RSI lainnya, diantaranya Ruang IGD (Instalasi Gawat Darurat), Ruang Operasi, Ruang ICU (Intensive Care Unit), Ruang Rawat Inap Laki-laki, Ruang Rawat Inap Perempuan, Laboratorium, Ruang CT Scan, Ruang X-Ray, Ruang Rehabilitasi Medik, dll. Be a part of history…

MER-C Luncurkan Gerakan Rp 50 ribu/orang untuk Alkes RSI

Jakarta – Setelah gerakan Rp 20 ribu perorang untuk pembangunan fisik RS Indonesia (RSI) di Jalur Gaza, Palestina, kini MER-C meluncurkan gerakan Rp 50 ribu per orang untuk pengadaan alat kesehatan dan interior RSI. Selain gerakan untuk perorangan, MER-C juga meluncurkan Proposal Alat Kesehatan Ruangan RSI yang ditujukan bagi perusahaan dan instansi dalam negeri yang ingin berpartisipasi. Semua ini adalah bagian dari komitmen MER-C untuk menyelesaikaan amanah pembangunan RSI sebagai bukti cinta rakyat Indonesia untuk rakyat Palestina.                           “Respon rakyat Indonesia pada program Rp 20ribu per orang untuk RSI sangat besar. Dukungan dan donasi datang dari berbagai kalangan masyarakat dari Sabang sampai Merauke. Dengan donasi tersebut, pembangunan fisik RSI bisa terus berlangsung hingga saat ini,” papar dr. Joserizal Jurnalis, SpOT, Presidium MER-C. Progress RSI sendiri sudah dalam tahap 2 berupa pekerjaan arsitektur dan ME (mechanical electrical). Pekerjaan tahap ini dilakukan oleh 33 relawan Indonesia yang seluruhnya unpaid volunteers. Pembangunan RSI direncanakan selesai pada akhir tahun 2013. Ikhtiar selanjutnya adalah pengadaan alat kesehatan dan interior rumah sakit. Berdasarkan perhitungan Tim Relawan Alkes RSI, dana yang dibutuhkan untuk melengkapi RSI sebagai sebuah RS Traumatologi dan Rehabilitasi mencapai Rp 65 Milyar. Untuk itu, MER-C meluncurkan kembali gerakan rakyat untuk RSI, kali ini sebesar Rp 50 ribu per orang. “MER-C menutup bantuan asing untuk program RSI karena kami ingin RSI sebagai simbol persaudaraan Indonesia dan Palestina benar-benar murni dari rakyat Indonesia. Kami juga yakin kita rakyat Indonesia mampu mewujudkan amanah ini,” tegas dr. Sarbini, Ketua Presidium MER-C.   Be a part of History… Dukungan bagi program ini dapat disalurkan melalui: BCA, 686.0153678 BSM, 700.1352.061 a.n Medical Emergency Rescue Committee

Serba-Serbi Donatur RSI¦.

Penjelasan dari dr. Jose sangat bagus, menyentuh dan tidak memprovokasi sehingga berhasil membuat kami para karyawan rela potong gaji untuk infaq ke Palestina, ungkap seorang ibu usai mendengar penyampaian dr. Joserizal tentang Palestina pada acara pengajian di kantornya. Memang sebelum acara ditutup, sang MC sempat mengumumkan kepada para karyawan bahwa bagi yang ingin berinfaq untuk RS Indonesia di Palestina, harap mengisi form pemotongan gaji, ungkap salah seorang staf MER-C yang mendampingi dr. Jose presentasi pada pagi itu. ——– Lain lagi dengan kisah seorang Bapak tua yang usianya sekitar 70-an tahun, yang kami terima dari teman di Rasil 720 AM (Radio Silaturahim 720 AM salah satu radio yang selama ini menjadi media partner MER-C). Dengan agak susah payah Bapak tua itu berusaha melangkahkan kaki tuanya menyusuri jalan Masjid Silaturahim yang sebelumnya telah menempuh jalan jauh dari rumahnya dengan bergonta-ganti angkot. Setibanya di depan studio Rasil, Bapak tua itu bertemu dengan Krisna, salah seorang penyiar Rasil, kemudian menyerahkan uang Rp 20.000,-. Untuk infaq pembangunan RS Indonesia di Gaza, katanya lirih. Saya tidak punya ATM dan saya ingin melihat studio Rasil. Dari sini rupanya suara yang menemani sisa hidup saya sehari-hari,” lanjutnya. Subhanallah¦ yang seperti itu menambah energi kami mengelola dakwah di Rasil 720 AM, ungkap Gheiz Chalifah, salah seorang pengelola radio tersebut. Donasi Rp 20ribu,-  per orang untuk RS Indonesia (RSI) di Gaza memang program yang diluncurkan oleh MER-C sejak pembangunan RSI dimulai, tepatnya bulan Juni 2011. Jumlah donasi yang ditetapkan sengaja tidak besar agar siapapun bisa ikut berpartisipasi. Sosialisasi pun dilakukan baik melalui penyebaran brosur, poster, spanduk, pesan melalui email, jejaring sosial, sms, bbm, dll. Berbagai Media, termasuk Rasil juga gencar membantu sosialisasi program donasi Rp 20ribu orang hingga menggerakkan para pendengarnya untuk ikut berdonasi, termasuk Bapak tua tadi.   ——-      Pertolongan dan bantuan Allah untuk pembangunan RS Indonesia di Gaza juga sering datang dari arah yang tak disangka-sangka. Masih kisah dari teman di Rasil 720 AM yang menerima email dari seorang Ibu. Ibu itu mendapat amanah dari ayahnya, seorang pendengar setia Rasil yang sudah wafat pada bulan Januari 2012 lalu. Ayahnya berwasiat untuk memberi sumbangan bagi pembangunan RS Indonesia di Gaza sebesar Rp 150 juta. Usai memberi informasi nomor rekening donasi Pembangunan RS Indonesia di Gaza, tidak selang berapa lama, sumbangan itu pun ditransfer. Alhamduliilah dana sudah diterima oleh MER-C, kata Faried, salah seorang pengelola Rasil yang juga merupakan Ketua Divisi Konstruksi MER-C. . Sampai saat ini saya bahkan belum pernah bertemu dengan orangnya, hanya sempat berbicara di telpon saja, tambahnya,   ——–     Tidak hanya orang tua atau yang sudah berekonomi mapan, anak-anak pun ingin ikut berperan dan beramal untuk pembangunan RS Indonesia di Gaza Palestina. Sebut saja Nufa, seorang siswi SD sengaja datang ke Sekretariat MER-C sepulang sekolah. Saat itu, masih nuansa bulan Syawal. Nufa kemudian mengutarakan niatnya kepada staf MER-C yang menerimanya. Saya mau nyumbang untuk Rumah Sakit di Palestina. Gadis kecil itupun menyerahkan dua buah amplop bertuliskan namanya, dan satu amplop lagi titipan dari kakaknya. Bagian keuangan MER-C membuka amplop dan menghitung lembar demi lembar ribuan dalam kedua amplop itu. Jumlahnya belasan ribu rupiah. Kenapa Nufa ingin menyumbang untuk RS di Palestina? tanya staf MER-C sambil membuatkan bukti tanda terima donasi untuknya. Saya ingin membantu teman-teman saya di Palestina yang terkena bom Israel, jawabnya. Mungkin jumlah belasan ribu rupiah tidak besar menurut kita. Tapi niat seorang gadis kecil yang dengan ikhals menyisihkan sebagian dari uang Lebaran-nya untuk bisa ikut membantu Palestina hendaknya bisa menjadi inspirasi dan penyemangat bagi kita untuk lebih giat beramal dan berbuat baik.   ——-      Masih banyak lagi kisah-kisah nyata yang mungkin mewarnai ikhtiar pembangunan RS Indonesia. Yang pasti, setiap rupiah yang terkumpul untuk program pembangunan RS Indonesia di Gaza betul-betul merupakan rizki yang disisihkan oleh rakyat Indonesia sesuai dengan kemampuannya. Baik seribu rupiah, puluhan ribu rupiah, ratusan ribu rupiah bahkan ratusan juta rupiah. Berapapun atau bahkan apapun yang dimilikinya, mereka ingin terlibat dalam program yang memang diharapkan bisa menjadi sebuah amal baik bersama. Untuk itu, sampai saat ini MER-C masih menutup bantuan-bantuan asing karena ingin dana pembangunan RS Indonesia murni dari rakyat Indonesia. Dengan jumlah muslim terbesar di dunia, kami yakin akan bisa menyelesaikan monumen persahabatan dua negara ini, Indonesia Palestina. Hingga tanggal 11 April 2012, dari total Rp 30 Milyar yang dibutuhkan untuk pembangunan RS Indonesia di luar biaya alkes sudah terkumpul sebesar Rp 20.937.327.882,-. Terima kasih kami ucapkan kepada para donatur, relasi, relawan (dimanapun berada, khususnya di Gaza) dan seluruh rakyat Indonesia yang sudah mendukung dan dengan ikhlas membantu program ini dalam bentuk apapun. Terima kasih juga kami ucapkan kepada rekan-rekan media baik cetak, elektronik maupun online yang sudah gencar membantu mengkampanyekan dan mensosialisasikan setiap progress pembangunan RSI ini kepada masyarakat luas mulai awal hingga saat ini.  Semoga keikhlasan semua pihak mendapat balasan yang berkali lipat dari NYA.     Salam, MER-C Indonesia

Silahkan bertanya?