MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

BANGUN KEMBALI RS INDONESIA DI GAZA – PALESTINA

Bumi Gaza telah menjadi ladang pembantaian, ladang genosida. Sejak agresi hari pertama agresi pada Sabtu/7 Oktober 2023, hingga saat ini jumlah korban jiwa mencapai sekitar 15.000 orang dan 40.000 lainnya mengalami luka-luka. Sebagian besar adalah anak-anak, wanita dan lanjut usia. Pemukiman, masjid, gereja, sekolah, kampus bahkan rumah sakit tak luput menjadi target serangan pasukan penjajah, termasuk RS Indonesia persembahan rakyat Indonesia yang berada di Jalur Gaza bagian Utara. RS Indonesia dikepung, diserang dan semua penghuni baik tenaga medis, pasien, warga yang mengungsi dan 3 relawan MER-C Indonesia dipaksa untuk keluar dari RS Indonesia. Akibat serangan pasukan penjajah ke RS Indonesia menyebabkan sedikitnya 12 warga meninggal dan ratusan luka-luka. Bangunan utama dan bangunan pendukung RS Indonesia termasuk Wisma Rakyat Indonesia mengalami kerusakan parah !!! Pasukan penjajah bisa saja menghancurkannya, namun rakyat Indonesia tidak akan tinggal diam. Dengan mengharap pertolongan ALLAH SWT, MER-C INDONESIA dengan dukungan RAKYAT INDONESIA akan membangun kembali RUMAH SAKIT INDONESIA sebagai bukti cinta kasih dan dukungan BANGSA INDONESIA untuk kemerdekaan Palestina. Dukungan dan Donasi: Bank Central Asia (BCA), 686.0153678Bank Mandiri, 124.000.8111.925Bank Syariah Indonesia (BSI), 700.1352.061Bank Mega Syariah (BMS), 1000.209.400Bank Muamalat Indonesia (BMI), 358.000.1720Bank Rakyat Indonesia (BRI), 033.501.0007.60308 Semua rekening atas nama :Medical Emergency Rescue Committee Info Lebih Lanjut:Kantor Pusat MER-CJl. Kramat Lontar No. J-157, Senen, Jakarta Pusathttps://bit.ly/merc-gmapCall Center : 0811 99 0176Facebook & Youtube: MER-C IndonesiaInstagram & Twitter: @mercindonesia #StopGenocide#FreePalestine#rsindonesiagaza #bangunkembalirsindonesiagaza#mercindonesia

Mencari MER-C demi Bantu Gaza

Dengan senyum bu Fatma memasuki kantor MER-C yang berada di ujung Jl. Kramat Lontar, Senen, Jakarta Pusat. Keinginannya untuk membantu saudara-saudaranya di Jalur Gaza – Palestina menghantarkannya ke kantor ini. Tertegun kami mendengar kisah bu Fatmah bagaimana perjuangannya mencari MER-C demi bisa membantu Jalur Gaza, Palestina. Bu Fatmah mengaku selama ini mendengar info tentang Gaza, Palestina dan pembangunan RS Indonesia melalui Radio Silaturahim (Rasil), sebuah radio yang selalu setia menemani hari-harinya. “Saya mendengar Rasil hampir 24 jam, dari situ saya dengar info tentang Gaza, tentang Rumah Sakit Indonesia yang sedang dibangun oleh MER-C di sana,” akunya. Sejak mendengar info tentang Jalur Gaza dan Rumah Sakit Indonesia, muncul keinginan kuat untuk turut membantu. “Saya ingin sekali ikut membantu. Tapi tidak tahu MER-C dimana,” katanya.Akhirnya ia mencoba mencari Radio Silaturahim, meski studio Rasil berada cukup jauh dari rumahnya, di Cibubur Bekasi. “Sebelumnya saudara saya sudah mencari Rasil, tapi tidak ketemu. Lalu saya ingin coba mencari lagi, dengan naik ojek motor ke sana. Alhamdulillah saya bisa ketemu radio Rasil dan dari Rasil saya mendapat brosur tentang RS Indonesia lengkap dengan alamat MER-C yang ternyata tidak jauh dari rumah saya,” kisahnya. Sambil terus bercerita, bu Fatmah kemudian mengeluarkan uang cukup banyak yang membuat kami terpana, lalu menyerahkannya kepada petugas MER-C di bagian penerimaan donasi. Menurutnya, uang itu sudah diniatkannya untuk membantu perjuangan pembangunan tahap 2 RS Indonesia di Gaza. Semoga niat ikhlas bu Fatmah membantu Gaza dibalas dengan berkali lipat lebih baik oleh-NYA. Petugas MER-C kemudian memperlihatkan kepada bu Fatmah wujud RS Indonesia lengkap dengan foto-foto, video dan juga maket RS Indonesia yang berada di kantor MER-C. “Selama ini hanya dengar dari radio, alhamdulillah sekarang bisa lihat RS Indonesia,” ucapnya dengan senyum. #Gaza#Palestina#RSIndonesiaGaza#MERCforGaza#blessingforuniverse#beapartofhistory#MERCIndonesia |www.mer-c.org|

Delapan Truk Pasir RS Indonesia Tiba Saat Gaza Masih Mencekam

Gaza, MINA – Sebanyak delapan truk pasir tiba di Rumah Sakit Indonesia (RSI) di Gaza di tengah situasi Palestina yang masih mencekam, kata seorang relawan pembangungan yang berbicara kepada MINA dalam status anonim. “Alhamdulillah datang delapan truk Pasir dengan dua macam jenis, untuk jenis plester dan jenis pemasangan Lantai Porcelaine dari 15 tronton yang ditarget datang, akan tetapi karena keterbatasan lokasi pembangunan tidak mungkin menempati 15 tronton pasir datang sekaligus,” ujarnya kepada MINA, Jumat (22/11).  “Kondisi mencekam masih terasa akan tetapi  sebagai sebagai wujud tanggung jawab mengemban amanah Site Manager Pembangunan RS Indonesia di Gaza harus mendatangi titik nol perbatasan Israel karena harus menyurvei galian bahan bangunan berupa pasir untuk menentukan area jenis pasir yang diperlukan walaupun memiliki risiko yang sangat tinggi,” tambahnya. Ia juga mengungkapkan, posisi galian pasir sendiri bersebelahan dengan tiang beton, tempat tentara-tantara  Israel menatap tajam bila ada pihak yang mendekat perbatasan. Sebelumnya pada tahap pertama, pembangunan RSI sudah dibangun  satu basement, lantai satu dan dua bangunan utama RSI, Gedung Mortuary dan Ruang Pompa, Gedung Genset dengan kapasitas total 1600 KVA , Gedung Pabrik Oksigen dan Wisma Indonesia. Adapaun saat ini tengah dilaksanakan pembangunan tahap kedua yang menambah lantai tiga dan lantai empat bangunan utama RSI. RSI di Jalur Gaza menjadi bukti silaturahim jangka panjang antara rakyat Indonesia dan rakyat Palestina di mana seluruh dananya berasal dari masyarakat Indonesia. Semua donasi berasal dari rakyat Indonesia yang sebagian besar kalangan menengah ke bawah, dari Sabang hingga Merauke. Inisiator pembangunan RSI Gaza adalah Lembaga kemanusiaan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) yang dalam pembangunannya bekerjasama dengan Pondok Pesantren Al-Fatah Indonesia dan untuk pembangunan tahap kedua ini mengirimkan sebanyak 29 relawan ke Jalur Gaza. (L/Ast/RI-1) Sumber : https://minanews.net/delapan-truk-pasir-rs-indonesia-tiba-saat-gaza-masih-mencekam/

Pengecoran Perdana Kolom Lantai Tiga RS Indonesia Dimulai

Warna ceria menghiasi saat bunga musim semi mulai mekar.  Musim semi tiba di Jalur Gaza menggantikan musim dingin dan hujan es yang berjatuhan. Rabu/3 April 2019 atau bertepatan dengan 27 Rajab 1440 Hijriyah saat umat muslim di dunia memperingati Isra dan Mirajnya Nabi Muhammad SAW, bersamaan pula dengan dimulainya pengecoran perdana kolom lantai 3 RS Indonesia yang terletak di Bayt Lahiya, Gaza Utara, Palestina.   Ir. Edy Wahyudi, Site Manager RS Indonesia di Jalur Gaza manyampaikan bahwa persiapan pengecoran dimulai setelah istirahat siang, Rabu/3 April 2019. Mobil pompa yang memiliki ketinggian 60 meter sudah siap di area RS Indonesia sejak pkl 16.20 waktu setempat. Dua puluh menit kemudian datang mobil truk pengangkut beton ready mix K300. Sekitar pukul 16.40 pengecoran Perdana pun dimulai. Pengecoran tahap pertama berlangsung hingga azan Maghrib berkumandang di kota Gaza.    “Alhamdulillah, selama lebih kurang dua jam dua puluh menit, para relawan RS Indonesia berhasil melakukan pengecoran pada dua area dari delapan area struktur lantai 3 RS Indonesia,” jelas Edy. “Jumlah kolom yang dicor beton terdiri dari 15 kolom bulat diameter 70 cm dan kolom kotak dimensi 50 x 60 cm sebanyak 6 kolom. Total seluruh kolom lantai 3 adalah 55 kolom bulat diameter 70 cm, 16 kolom kotak dimensi 50 x 60 cm dan 13 kolom 15 x 50 cm. Rencana berikutnya adalah persiapan pengecoran kolom untuk dua area berikutnya,” tambahnya.   Menurutnya, proses pengecoran dilakukan setelah melalui tahapan pembongkaran beton stek kolom yang lama, persiapan pembesian, “erection” atau perakitan pembesian kolom, dan pemasangan bekisting (form work) kolom. Setiap tahapan harus dilalui dengan pemeriksaan teknis yang cukup lengkap. Mengenai situasi di Jalur Gaza, Edy menyampaikan bahwa pekerjaan pengecoran masih diwarnai dengan hiruk pikuknya dengungan suara pesawat nirawak dan pesawat F16 zionis Israel di langit Gaza. Bahkan sesekali terdengar suara dentuman keras. “Walaupun demikian para relawan RS Indonesia tetap fokus bekerja menyelesaikan target pengecoran hari ini,” ujar Edy.   Membangun di wilayah konflik memang berbeda dengan membangun di wilayah biasa. Ada seni dalam membangun di wilayah seperti Jalur Gaza, antara lain ketersediaan material dan kondisi keamanan di Jalur Gaza yang tidak menentu serta situasi buka tutupnya perbatasan yang tidak ada kejelasan.    Untuk itu, Edy mewakili seluruh relawan Indonesia yang bertugas di Jalur Gaza memohon doa dari rakyat Indonesia untuk warga Gaza, para relawan dan kelancaran pembangunan Tahap 2 RS Indonesia.   Bantu warga Gaza… Dukung terus Pembangunan Tahap 2 RS Indonesia…   Bantuan dan Donasi dapat melalui :     BSM, 700.1352.061 BCA, 686.0153678 Bank Mandiri, 124.000.8111925 BNI Syariah, 081.119.2973 BRI, 033.501.0007.60308 Bank Muamalat, 358.000.1720   Semua rekening atas nama : Medical Emergency Rescue Committee   Info : Website : www.mer-c.org Call center : 0811990176 FB : MER-C Indonesia IG : @mercindonesia, @rsindonesia   #beapartofhistory #tahap2rsindonesiagaza #mercforgaza #mercindonesia

Material Besi Beton Tiba di RS Indonesia

Meski situasi di Jalur Gaza masih bergejolak dan pintu perbatasan Gaza – Israel untuk masuk barang ditutup akibat konflik terkini, pembangunan tahap 2 RS Indonesia terus berlanjut. Bahkan dengan donasi rakyat Indonesia, MER-C telah memesan material pembangunan berupa besi beton untuk membangun dua lantai tambahan di RS Indonesia. Besi beton senilai 82,667 USD atau setara lebih dari Rp 1,1 Milyar, kemarin tiba di lokasi pembangunan RS Indonesia, Rabu/27 Maret 2019. Hal ini disampaikan oleh Ir. Edy Wahyudi, Site Manager Pembangunan Tahap 2 RS Indonesia di Gaza. “Alhamdulillah ditengah situasi Gaza yang memanas dan adanya penutupan pintu perbatasan untuk material, kita masih bisa mendapatkan besi beton yang memang sangat dibutuhkan. Besi beton berbagai ukuran yang kita pesan bisa dipenuhi oleh supplier. Kemarin semuanya sudah dikirim dan tiba di lokasi RS Indonesia, di Bayt Lahiya, Gaza Utara,” ujar Edy penuh syukur. Menurutnya, besi beton akan digunakan untuk pembuatan kolom lantai 3 dan 4 RS Indonesia yang saat ini sedang berjalan, “Meski masih terjadi serangan-serangan, para relawan tetap bekerja membuat kolom lantai 3 dan 4, sambil terus memantau situasi.” Dengan penambahan dua lantai, kapasitas rawat inap RS Indonesia diharapkan bisa bertambah sebanyak 100 tempat tidur, sehingga total kapasitas rawat inap seluruhnya di RS Indonesia menjadi 200 tempat tidur. Terima kasih atas dukungan dan donasi rakyat Indonesia. Bantu warga Gaza…Bantu Pembangunan Tahap 2 RS Indonesia… Bantuan dan Donasi dapat melalui : BSM, 700.1352.061BCA, 686.0153678Bank Mandiri, 124.000.8111925BNI Syariah, 081.119.2973BRI, 033.501.0007.60308Bank Muamalat, 358.000.1720 Semua rekening atas nama :Medical Emergency Rescue Committee Info :Website : www.mer-c.orgCall center : 0811990176FB : MER-C IndonesiaIG : @mercindonesia, @rsindonesia #beapartofhistory#PrayforGaza#Gaza#Palestina#SavePalestine#tahap2rsindonesiagaza#mercforgaza#mercindonesia

Pekikan Ambulan Suara Antara Kehidupan Dan Kematian

Catatan Relawan Sesaat pada suatu tempat di Gaza gaduh oleh suara ledakan dan teriakan korban menjadi satu, dan tak lama kemudian pekikan suara ambulan datang mengikuti. Apa yang terjadi …. ? Dimana titik lokasi… ? Radio HT antar Ambulan saling memberi informasi. Ambulan segera memburu korban yang dalam keadaan antara hidup dan mati. Beberapa orang perawat dari mobil ambulan berlarian memapah korban ke atas bed Ambulan, bed pasien didorong masuk dan pintu mobilpun ditutup. Sirine Ambulan memekik membelah suara gemuruh yang tersisa. Gemuruh akibat ledakan oleh Zionis Israel yang meninggalkan korban-korban bergelimpangan Ambulan berlari kencang, semakin kencang dan semakin kencang menerbangkan debu-debu yang dilewatinya. Pekikan ambulan suara antara kehidupan dan kematian. Suara sepatu petugas ambulan yang menghantam lantai RS Indonesia (RSI) terdengar begitu nyaring. Tempat tidur berjalan (Bed) ambulan didorong sangat cepat seiring dengan berlariannya petugas tersebut membawa korban ke Ruang Gawat Darurat RSI. Tembok terkupas, keramik terlepas, kayu pembatas terkoyak, engsel pintupun sebagian terlepas terhantam gesekan bed ambulan. Yalla…. Bi syur’ah…! Bi syur’ah….! (ayo… cepaat…. Cepaat….) teriakan-teriakan dokter untuk mempercepat lari para perawat petugas ambulan mendorong tempat tidur ambulan dengan dibarengi suara erangan kesakitan korban yang dibawanya. Air mata, darah dan keringat berjatuhan di lantai RSI. Tidak ada satu jengkal tanah di Gaza yang dikategorikan aman. Tidak ada satu detikpun waktu di Gaza dikategorikan kondusif. Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi pada menit berikutnya kecuali Allah Tuhan semesta alam. Tahun 2019 Relawan RSI didatangkan kembali oleh MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) ke Jalur Gaza. Selain untuk membangun penambahan dua lantai RSI juga perlu mengagendakan perbaikan kerusakan-kerusakan terutama jalur antara tempat jalur masuk Unit Gawat Darurat, jalur ruang Operasi hingga jalur ke Ruang ICU RSI.  Kerusakan-kerusakan pada dinding, kayu pengaman dinding, keramik dinding, pintu dan aksesorisnya. Tahun 2019 RSI berharap kembali doa dan dukungan rakyat Indonesia. Edy Wahyudi Dari Jalur Gaza PalestinaSite Manager RS Indonesia GAZA, Kami Kembali… Dukungan dan Donasi untuk Pembangunan Tahap 2 RS Indonesia, Gaza – Palestina dapat disalurkan melalui : BSM, 700.1352.061BCA, 686.0153678Bank Mandiri, 124.000.8111925BNI Syariah, 081.119.2973BRI, 033.501.0007.60308Bank Muamalat, 358.000.1720 Semua rekening atas nama :Medical Emergency Rescue Committee Info :Website : www.mer-c.orgCall center : 0811990176FB : MER-C IndonesiaIG : @mercindonesia, @rsindonesia #mercforgaza#tahap2rsindonesiagaza#beapartofhistory#mercindonesia

Keberkahan Menerima Tamu

Aktifitas Relawan Rumah Sakit Indonesia (RSI) Gaza Palestina tidak hanya disibukan dalam proses pembangunan mulai dari briefing pagi, penyiapan material dan pembagian kerja akan tetapi juga menerima dan menyantuni tamu dengan baik. Rasulullah Shallallahu alaihi wa Sallam bersabda, “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tamunya.” (HR Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah). Bila dirata-rata hampir dua jam sekali hadir tamu di Kantor MER-C di Gaza Palestina. Tujuan kedatangan tamu berbagai macam dari masalah yang bersifat pribadi hingga membicarakan masalah teknis bangunan. Pembangunan tahap 2 RSI Gaza dibangun di atas bangunan yang sudah ada aktifitas sebuah rumah sakit sehingga diperlukan banyak koordinasi dalam menjalankan proses pembangunannya. Selain sibuk menerima tamu, para relawan RSI Gaza disibukan juga untuk dijadikan tamu oleh masyarakat Gaza. Mereka berlomba-lomba mengundang makan siang Relawan RSI. Ada yang mengundang sebagian ada pula yang mengundang seluruh relawan RSI Tahap 2 ini berjumlah 29 orang. Relawan RSI Gaza harus mampu menjaga hubungan baik dengan masyarakat Gaza, sehingga untuk menghadiri undangan yang cukup banyak dibuatlah “waiting list” atau mengatur jadwal waktu undangan makan siang masyarakat gaza. Seabagian besar masyarakat Gaza memahami benar akan fadhilah atau keutamaan menerima tamu antara lain : Mendapat Pahala Seperti Ibadah Haji Dan Umrah, Menghapus Dosa Tuan Rumah, Disinari Oleh Cahaya Kebaikan, Tauladan Dari Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam, Menjadi Ladang Sedekah, Termasuk Amalan Surga, Sebagai Bentuk Keimanan Dan Ketakwaan Terhadap Allah Subhanahu wa Ta’ala Mereka berlomba-lomba untuk mengundang makan siang para relawan pada hari yang penuh berkah yaitu hari Jum’at. Beberapa kali para relawan sempat menitikan air mata karena dalam kondisi rumah dan keseharian yang sangat minim atau serba kekurangan mereka tetap mengundang para relawan RSI untuk menjamu dengan makanan yang cukup lengkap untuk ukuran Indonesia. Saat sempat ditanyakan kenapa mereka begitu bersemangat mengundang para relawan RSI, mereka berkata : “Walaupun kami dalam kondisi yang kekurangan, kami masih dapat berkumpul dengan keluarga.  Akan tetapi kalian datang kesini dari negri yang sangat jauh sebagai relawan meninggalkan anak istri dan pekerjaan sehari-hari kalian disana untuk membantu kami disini. Maka kami wajib menghormati kalian sebagai tamu.” Edy Wahyudi Dari Jalur Gaza Palestina Site Manager RS Indonesia Gaza Palestina

MER-C dan Bukalapak Tandatangani Nota Kesepahaman Kerjasama

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) dan PT. Bukalapak.com menandatangani Nota Kesepahaman Kerjasama Program Kemanusiaan. Bertempat di Kantor Pusat MER-C Indonesia di bilangan Senen, Jakarta Pusat, nota kesepahaman ditandatangani oleh dr. Sarbini Abdul Murad selaku Ketua Presidium MER-C dan Fajrin Rasyid selaku Direktur PT Bukalapak.com, Jumat/8 Maret 2019. Dr. Sarbini mewakili keluarga besar MER-C mengungkapkan terima kasih dan apresiasi kepada Bukalapak sebagai salah satu online marketplace terkemuka di Indonesia yang telah mendukung dan menyambut kerjasama ini. Menurutnya, kerjasama ini penting karena MER-C tengah melakukan program besar, yaitu pembangunan tahap dua RS Indonesia di Jalur Gaza, Palestina. “Kita sedang membangun kembali Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza, Palestina yang membutuhkan dana yang cukup besar, yang perlu melibatkan banyak jaringan, banyak pihak. Kami harapkan dengan adanya kerjasama ini, masyarakat yang lebih luas bisa tahu mengenai program MER-C. Kita juga berharap masyarakat bisa ikut berpartisipasi sehingga RS Indonesia di Gaza bisa cepat terwujud menjadi kebanggaan rakyat dan bangsa Indonesia.” Sementara Direktur Bukalapak, Fajrin Rasyid mendoakan supaya apa yang dicita-citakan oleh MER-C bisa semakin dekat dengan kenyataan dan Bukalapak siap mendukung dan membantu. “Kami akan membantu dalam dua hal. Pertama melalui pintu donasi, yaitu masyarakat atau user bukalapak bisa berdonasi untuk kemudian kami salurkan kepada MER-C. Kedua, MER-C bisa menjual merchandise melalui Bukalapak dan keuntungan dari penjualan bisa untuk mensupport visi misi MER-C,” ungkap Fajrin. Terkait jangka waktu, Fajrin berharap kerjasama ini bisa berkesinambungan. “Untuk awal jangka waktu kerjasama adalah 3 tahun. Namun kami sangat-sangat terbuka untuk dikemudian hari diperpanjang berdasarkan feedback dari semua pihak. Tentu kita juga akan memonitor secara berkala untuk kita evaluasi, kita perbaiki. Mudah-mudahan kerjasama ini bisa terus berlangsung dan akan kami pantau terus,” tambahnya. Prosesi penandatangan nota kesepahaman ditutup dengan penyerahan cinderamata dari masing-masing pihak.   Info :Website : www.mer-c.orgCall center : 0811990176FB : MER-C IndonesiaIG : @mercindonesia, @rsindonesia

Tim 4 Construction Management MER-C Kembali ke Jakarta

Tim 4 Construction Management MER-C yang terdiri dari dua Presidium MER-C dan dua Tim Construction RS Indonesia (RSI) kembali ke Jakarta, Senin (4/3) setelah sukses melakukan survai lokasi RSI dan koordinasi dengan Kementerian Kesehatan Gaza Palestina (MOH). “Sesuai dengan jadwal mereka akan tiba di Jakarta Selasa (5/3). Perjalanan dimulai dari Wisma Indonesia di Gaza, Senin (4/3) jam 7 pagi dan tiba di Kairo sekitar jam 22.30 malam waktu Kairo. Dari Bait Lahiya lokasi RSI menuju perbatasan Rafah Gaza Tim diantar oleh kendaraan minibus milik MOH. Tim 4 Construction Management berada di Jalur Gaza Palestina selama lima hari tempat beradanya RS Indonesia di Bait Lahiya, Jalur Gaza. Jalur Gaza adalah sebuah kawasan yang terletak di pantai timur Laut Tengah, bagian dari wilayah Negara Palestina, berbatasan dengan Mesir di sebelah barat daya (11 km), Israel di sebelah timur dan utara (51 km (32 mil). Jalur Gaza memiliki panjang sekitar 41 kilometer (25 mil) dan lebar antara 6 hingga 12 kilometer (3,7 hingga 7,5 mil), dengan luas total 365 kilometer persegi. RS Indonesia (RSI) yang dibangun MER-C di Bait Lahiya, Jalur Gaza, Palestina, dimaksudkan untuk menampung korban perang. RS ini dibangun MER-C berdasarkan pengalaman saat terjadi perang dengan Israel tahun 2009 lalu. Sementara itu, saat ini sebanyak 29 relawan Indonesia masih berada di Jalur Gaza untuk melakukan pengembangan RS Indonesia berupa pembangunan dua lantai tambahan untuk menambah kapasitas rawat inap serta membuka departemen-departemen baru berikut alat kesehatannya. GAZA, Kami Kembali… Salam Jum’at Barokah… Info :Website : www.mer-c.orgCall center : 0811990176FB : MER-C IndonesiaIG : @mercindonesia, @rsindonesia #mercforgaza#tahap2rsindonesiagaza#beapartofhistory#mercindonesia

Wisma Indonesia Memperluas Diri

Rumah Sakit Indonesia (RSI) yang terletak di jantung kota di Jalur Gaza bagian Utara sedang menambah dua lantai sehingga RSI diharapkan memiliki 4 lantai dan 1 basement. Di kawasan RSI selain terdapat bangunan utama juga terdapat Wisma Indonesia (Indonesia Guest House) yang memiliki fasilitas Ruang Inap yang mampu menampung 33 orang, ruang kantor, ruang rapat, dapur, ruang perpustakaan dan gudang. Peralatan yang dimilikipun cukup lengkap antara lain AC dingin dan hangat, peralatan computer, slide proyektor, peralatan dapur dan lainnya Wisma Indonesia saat ini tidak ingin ketinggalan dengan bangunan utama RSI yang sedang dalam proses pengembangan pembangunan. Untuk pembangunan RSI tahap ke 2 ini MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) mendatangkan 28 relawan dari Indonesia dengan berbagai keahlian. Tentunya jumlah yang cukup besar ini memerlukan tambahan toilet dan ruang jemur. Kunjungan Tim MER-C yang dipimpin oleh Ir. Faried Thalib kali ini bersamaan dengan berlangsungnya musim dingin di Gaza, sehingga Tim menyaksikan adanya antrian panjang untuk ke toilet dan pakaian yang dijemur para relawan lama tak kunjung kering. Untuk itu, tim memutuskan menambah empat ruang toilet dan ruang jemur di Wisma Indonesia. Dengan adanya penambahan ini, ke depannya insyaa Allah Wisma Indonesia memiliki 9 toilet dan kamar mandi yang dilengkapi dengan alat pemanas air serta ruang jemur pakaian. Wisma yang terdiri dari 2 lantai ini dibangun oleh para relawan dan selama ini berfungsi sebagai kantor MER-C Cabang Gaza serta tempat tinggal para relawan Indonesia yang akan bertugas di RSI Gaza Palestina.  *Edy Wahyudi*Dari Jalur Gaza Palestina Site Manager RS Indonesia GAZA, Kami Kembali… Info :Website : www.mer-c.orgCall center : 0811990176FB : MER-C IndonesiaIG : @mercindonesia, @rsindonesia #mercforgaza#tahap2rsindonesiagaza#beapartofhistory#mercindonesia

Silahkan bertanya?