MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

Al Yaum Al Jum’ah

Hari Jumat. Hari yang memiliki makna besar bagi muslim. Bukan saja dikarenakan kewajiban menjalankan sholat jumat didalamnya bagi laki-laki, namun juga banyak keutamaan yang disampaikan baginda Rasulullah kepada umatnya. Bagi masyarakat Indonesia seperti juga di Eropa dan Amerika sana, hari Jumat adalah penghujung hari kerja sebelum libur berakhir pekan. Sehingga hari Jumat identik dengan kelelahan kerja seminggu dan keinginan untuk segera pulang untuk berkumpul bersama keluarga. Tak pelak, hari Jumat menjadi ‘hari tanggung’ karena waktu kerja terpotong ibadah sholat Jumat dan semangat kerja yang kadung rendah. Di sore hari saat jam pulang kerja, jalanan sesak diselingi oleh klakson pengendara yang terjebak kemacetan. Berbeda di Gaza dan kebanyakan negara Timur Tengah. Hari Jumat adalah hari libur akhir pekan sampai Sabtu. Penamaan hari-hari dalam bahasa Indonesia mengadopsi urutan hari dalam bahasa Arab, Ahad (Minggu) – Isnin (Senin) – Tsalatsa (Selasa) – Arba’ (Rabu) – Khamsa (Kamis) – dan Sab’ah (Sabtu) yang juga urutan angka 1 – 7. Jadi karena Ahad adalah hari pertama, maka Jumat – Sabtu adalah weekend. Yang tampak adalah kelengangan di pagi hari. Banyak keluarga memilih berkumpul dalam rumah, terlebih dalam kondisi cuaca dingin yang menggigit kali ini. Biasanya, nanti lepas sholat Jum’at baru mereka keluar rumah untuk piknik. Dan, RS Indonesia menjadi destinasi piknik yang iconic bagi warga Bayt Lahiya dan sekitarnya. Dengan ruang terbuka luas berupa taman, tak ayal RS Indonesia juga menjadi public space tempat mereka saling berinteraksi. Dan hal ini diakui oleh masyarakat dan otoritas setempat tidak pernah mereka temui di lokasi lain di Gaza. Semoga Allah jadikan RS ini sebagai jariyah bagi para donatur dan relawan yang mewujudkannya. Semoga Allah jaga RS ini agar senantiasa memberikan manfaat bagi warga Gaza Utara dan sekitarnya. Bayt Lahiya, 01 Maret 2019Arief Rachman

Hujan dan Gaza

Sesuai prediksi, memang hari ini dan prakiraan cuaca 2 hari ke depan akan lebih dingin dari sebelumnya disertai hujan. Kemarin hujan ringan hanya turun menjelang waktu shubuh. Suhu pun menjadi drop di waktu ini. Tapi hari ini, bahkan saat sholat shubuh pun air masih tercurah dari langit. Kami yang biasanya berjamaah cukup mengenakan mantel, kali ini banyak yang memakai sarung tangan. Dingin memang terasa lebih menggigit. Terlebih sesekali udara cukup keras berhembus, terasa menembus tulang. Jangan dibayangkan Gaza seperti kebanyakan wilayah Timur Tengah yang didominasi padang pasir nan tandus. Panas dan berdebu. Berkebalikannya, Gaza adalah lahan subur kehijauan dengan hasil tani melimpah ruah. Zaitun, kurma, jeruk, aprikot dan apel berbuah lebat memberi warna berbeda di tiap musimnya. Di musim dingin, hujan turun sesekali membawa butiran es. Bukan tidak mungkin, jika suhu udara ke depan semakin turun, hujan es juga akan kami alami. Ironisnya, melimpahnya hasil pertanian tidak membuat petani bahagia. Kebanyakan produk mereka rusak karena tidak memiliki fasilitas pengolahan, atau tidak laku dijual. Hampir tidak ada pabrik pengemasan untuk pengiriman keluar Gaza. Atau lebih jelek lagi, perusahaan Israel menolak menjual hasil bumi Gaza jika tidak mau dilabeli made in Israel. Kehidupan masyarakat Gaza menjadi sangat bergantung kepada buka-tutupnya perbatasan, orang dan juga barang. Dari 5 pintu masuk yang menghubungkan Gaza dan luar, mereka tinggal bergantung kepada perbatasan Rafah (Mesir) untuk pergi keluar. Perbatasan Erez menjadi momok karena buruknya perlakuan tentara Israel kepada warga Gaza. Sementara pintu Karem Abu Shalom hanya digunakan untuk arus barang. Paspor adalah barang mewah bagi kebanyakan warga Gaza. Bahkan bagi yang memilikinya, terkadang tak lebih dari sekedar travel document. Paspor Palestina tidak memberikan kebebasan berpergian bagi pemegangnya, malahan mengundang ‘perlakuan khusus’ dari petugas imigrasi saat ditunjukkan. Banyak cerita bagaimana warga Palestina mendapat diskriminasi, intimidasi hingga pembatasan saat berpergian menggunakan paspornya. Dengan status 60% warga Gaza adalah pengungsi (refugee) maka bantuan donor adalah vital. Di tengah pemangkasan bantuan AS kepada UNRWA (lembaga PBB yang mengurusi pengungsi Palestina), pengurangan bantuan dari Uni Eropa kepada Palestina karena isu terorisme, dan konflik internal politik, semakin menempatkan penderitaan warga Gaza ke titik terendahnya. Anehnya, bantuan yang dibutuhkan di dalam Gaza, kadang menumpuk di gudang-gudang perbatasan Yordania, Mesir atau Israel sendiri tanpa kejelasan penyaluran. Bahkan anekdotnya, bantuan yang disalurkan ‘sengaja’ diatur agar tidak sesuai kebutuhan dan momennya. Saat musim dingin, peralatan sekolah anak dimasukkan. Saat musim panas, pakaian dan selimut dingin disalurkan. Hujan dan cuaca dingin memang datang di Gaza. Namun, seolah masyarakat merasakan biasa-biasa saja. Wajah-wajah ceria anak bersekolah di pagi hari dengan pipi kemerahan karena dingin. Celoteh dan teriakan mereka saat bermain di sore hari dengan baju hangat seadanya.  Suasana masjid dan azan yang mengundang jamaah untuk memenuhi shaf-shaf sholat 5 waktu. Bayt Lahya, 28 Februari 2109Arief Rachman

Proses Pembangunan Tahap 2 RS Indonesia Gaza Dimulai

Gaza – Meski sesekali hujan rintik-rintik masih turun di sekitar RS Indonesia, relawan konstruksi tetap semangat memulai proses pembangunan. Di awali dengan sarapan bersama dan briefing saling menyemangati, para relawan berpencar sesuai dengan kompetensinya.      Langkah awal adalah menutup sebagian lokasi RS Indonesia untuk digunakan sebagai akses masuk dan storage bahan bangunan yang akan dimasukkan. Jalan di depan Wisma Rakyat Indonesia -Kantor MER-C Cabang Gaza sekaligus tempat tinggal relawan selama bertugas- ditutup dengan seng seluas kurang lebih 300 meter persegi. Arus lalu lintas tidak bisa lagi memutari RS, namun harus keluar ke jalan di depan pintu IGD.   Dalam tiga hari terakhir sejak kedatangan relawan konstruksi dari Indonesia, berita tentang RS Indonesia sudah menjadi trending topic lokal, baik di dunia maya maupun obrolan warga. Mereka penasaran kapan akan dimulai pembangunan RS Indonesia yang menurut mereka spektakuler sudah memberikan layanan kesehatan terbaik di Gaza Utara.   Dua hari sebelumnya, Selasa/26 Februari 2019, Tim MER-C bertemu dengan Dr. Yousif H. Abu El Reesh Deputy Minister of Health di kantornya di Gaza. Dalam kunjungan yang penuh keakraban ini pihak Kementerian terlebih dahulu memaparkan data tentang posisi penting RS Indonesia di Gaza Utara, terlebih dalam situasi konflik. Mewakili pemerintah, Dr. Yousif juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada masyarakat Indonesia yang telah menyumbangkan RS kepada masyarakat Palestina di Gaza.   Dalam menyampaikan rencananya, Ir. Faried Thalib selaku Presidium MER-C menceritakan sejarah RS Indonesia sejak 2009 hingga 2016. Saat ini, RS Indonesia baru terbangun 3 lapis dari kebutuhan 5 lapis. Bahwa untuk proyek kali ini, diskusi terukur dan terarah harus mendahului pengerjaan internal design. Sementara itu, proses pengerjaan struktur bisa sesegera mungkin dikerjakan karena tinggal mengikuti struktur dibawahnya.   Teknis detail akan dibahas dalam diskusi bersama staf Kementerian Kesehatan yang ditunjuk meliputi pembatasan area kerja, akses masuk-keluar material, dan mekanisme lainnya guna menjamin layanan kesehatan RS tetap berfungsi.    GAZA, Kami Kembali…   Dukungan dan Donasi untuk Pembangunan Tahap 2 RS Indonesia, Gaza – Palestina dapat disalurkan melalui :   BSM, 700.1352.061 BCA, 686.0153678 Bank Mandiri, 124.000.8111925 BNI Syariah, 081.119.2973 BRI, 033.501.0007.60308 Bank Muamalat, 301.00521.15   Semua rekening atas nama : Medical Emergency Rescue Committee   Info : Website : www.mer-c.org Call center : 0811990176 FB : MER-C Indonesia IG : @mercindonesia, @rsindonesia   #mercforgaza #tahap2rsindonesiagaza #beapartofhistory #mercindonesia

Gaza Hujan, Suhu Udara Kembali Turun

Sempat menghangat dalam pekan terakhir Februari, ramalan cuaca memprediksi suhu udara akan kembali turun dalam tiga hari ke depan. Bahkan, dua hari terakhir hujan ringan menyiram menjelang waktu shubuh.   Beruntung curah yang tidak terlalu tinggi tidak sampai mengganggu aktivitas  kerja para relawan konstruksi. Sedianya, para relawan akan membuat atap di garasi guest house RS Indonesia menggunakan baja ringan yang akan digunakan untuk tempat penyimpanan sementara. Secara prinsip, program pembangunan RS Indonesia tahap 2 sudah mendapatkan persetujuan dari Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Kesehatan c.q Direktur RS Indonesia untuk segera dimulai. Ir. Faried Thalib sudah mulai menginstruksikan kepada Ir. Edy Wahyudi selaku Site Manager untuk mulai melakukan  pembelian material yang dibutuhkan. Semoga, hujan yang turun menyiram bumi para syuhada menjadi barokah bagi program pembangunan RS Indonesia tahap 2. Allahumma shoyyiban naafi’an. GAZA, Kami Kembali… Dukungan dan Donasi untuk Pembangunan Tahap 2 RS Indonesia, Gaza – Palestina dapat disalurkan melalui : BSM, 700.1352.061BCA, 686.0153678Bank Mandiri, 124.000.8111925BNI Syariah, 081.119.2973BRI, 033.501.0007.60308Bank Muamalat, 301.00521.15 Semua rekening atas nama :Medical Emergency Rescue Committee Info :Website : www.mer-c.orgCall center : 0811990176FB : MER-C IndonesiaIG : @mercindonesia, @rsindonesia #mercforgaza#tahap2rsindonesiagaza#beapartofhistory#mercindonesia

Bertemu Deputy Minister of Health, MER-C Paparkan Rencana Tahap 2 Pembangunan RS Indonesia

Gaza, Selasa siang (26/2/2019) pukul 13.00 waktu Gaza, 4 orang perwakilan MER-C menghadap Dr. Yousif H. Abu El Reesh Deputy Minister of Health di kantornya di Gaza. Dalam kunjungan yang penuh keakraban ini pihak Kementerian terlebih dahulu memaparkan data tentang posisi penting RS Indonesia di Gaza Utara, terlebih dalam situasi konflik. Mewakili pemerintah, Dr. Yousif juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada masyarakat Indonesia yang telah menyumbangkan RS kepada masyarakat Palestina di Gaza. Dalam menyampaikan rencananya, Ir. Faried selaku Presidium menceritakan sejarah RS Indonesia sejak 2009 hingga 2016, dan “hutang” 2 lantai RS karena hingga saat ini, RS Indonesia baru terbangun 3 lapis dari kebutuhan 5 lapis. Bahwa untuk proyek kali ini, diskusi terukur dan terarah harus mendahului pengerjaan internal design. Sementara itu, proses pengerjaan struktur bisa sesegera mungkin dikerjakan karena tinggal mengikuti struktur dibawahnya. Teknis detail akan dibahas dalam diskusi bersama staf Kementerian Kesehatan yang ditunjuk meliputi pembatasan area kerja, akses masuk-keluar material, dan mekanisme lainnya guna menjamin layanan kesehatan RS tetap berfungsi.GAZA, Kami Kembali… Dukungan dan Donasi untuk Pembangunan Tahap 2 RS Indonesia, Gaza – Palestina dapat disalurkan melalui : BSM, 700.1352.061BCA, 686.0153678Bank Mandiri, 124.000.8111925BNI Syariah, 081.119.2973BRI, 033.501.0007.60308Bank Muamalat, 301.00521.15 Semua rekening atas nama :Medical Emergency Rescue Committee Info :Website : www.mer-c.orgCall center : 0811990176FB : MER-C IndonesiaIG : @mercindonesia, @rsindonesia #tahap2rsIndonesiagaza#beapartofhistory#donasipalestina#mercforgaza#mercindonesia

Tim MER-C untuk Pembangunan Tahap 2 RS Indonesia Tiba di Jalur Gaza

BREAKING NEWS !!! Jalur Gaza – Tim MER-C untuk Pembangunan Tahap 2 RS Indonesia akhirnya tiba di Jalur Gaza, Palestina. Selama sekitar 10 jam tidak ada kabar akhirnya pada pkl 00.03 wib atau pkl 19.03 waktu Gaza, Ketua Tim MER-C, Ir. Faried Thalib mengabarkan via pesan singkat whatssapp bahwa Tim sudah mencapai Al Arish, kota kecil terdekat dengan Perbatasan Rafah. Meskipun hari sudah malam, Tim yang didampingi oleh staf KBRI dan pengawalan aparat keamanan memutuskan untuk tetap melanjutkan perjalanan ke Perbatasan Rafah yang masih berjarak sekitar satu jam lebih dari Al Arish. Tim akan berupaya untuk bisa masuk ke Jalur Gaza pada malam hari itu juga. “Pemeriksaan sepanjang Suez dan Al Arish sangat banyak dan ketat sehingga perjalanan cukup memakan waktu. Alhamdulillah sekitar pkl 19.00 kami tiba di Al Arish, begitu ada sinyal kami langsung menberi kabar kepada MER-C di Jakarta,” ungkap Faried. Sekitar satu jam kemudian, Tim tiba di Perbatasan Rafah. Tim pun langsung melakukan negosiasi dengan Pejabat di Perbatasan. “Ikhtiar terbaik terus kami lakukan dibantu KBRI,” tambah Faried, yang juga merupakan salah satu Presidium MER-C. Senin/25 Februari 2019 sekitar pkl 10 malam Waktu Gaza atau Selasa/26 Februari 2019 sekitar pkl 03.00 wib, akhirnya Tim diperbolehkan untuk masuk melintas Perbatasan Rafah dan masuk ke Jalur Gaza, negeri yang masih diblokade, negeri para Nabi, negeri yang diberkahi. Sebuah tempat dimana MER-C akan menunaikan amanah selanjutnya dari rakyat Indonesia, yaitu pembangunan tahap 2 RS Indonesia. Takbir dan ungkapan syukur digemakan oleh seluruh relawan. Satu persatu relawan masuk ke gerbang Rafah menuju bus perbatasan yang akan membawa tim ke gerbang Rafah sisi Gaza. Setibanya di sana, tim langsung disambut dr. Ghazi Ahmad (Direktur Kerjasama Internasional Kemenkes Palestina di Gaza) dan dr. Ashraff (Deputy Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza) juga media-media lokal. Usai penyambutan sederhana namun terasa sangat hangat di sebuah ruangan di Rafah, tim langsung menuju lokasi RS Indonesia yang terletak di Bayt Lahiya, Gaza Utara. Terima kasih atas doa-doa dari rakyat Indonesia yang selama ini mengiringi perjalanan Tim, hingga akhirnya Tim bisa sampai di Jalur Gaza untuk segera memulai pembangunan tahap 2 RS Indonesia. GAZA, Kami Kembali… Dukungan dan Donasi untuk Pembangunan Tahap 2 RS Indonesia, Gaza – Palestina dapat disalurkan melalui : BSM, 700.1352.061BCA, 686.0153678Bank Mandiri, 124.000.8111925BNI Syariah, 081.119.2973BRI, 033.501.0007.60308Bank Muamalat, 301.00521.15 Semua rekening atas nama :Medical Emergency Rescue Committee Info :Website : www.mer-c.orgCall center : 0811990176FB : MER-C IndonesiaIG : @mercindonesia, @rsindonesia #tahap2RSIndonesiaGaza#beAPartofHistory

Bangun RS Indonesia Tahap II, 32 Sukarelawan MER-C ke Gaza

Jakarta (ANTARA News) – Sebanyak 32 sukarelawan organisasi kegawatdaruratan kesehatan “Medical Emergency Rescue Committee” (MER-C) Indonesia diberangkatkan menuju Gaza, Palestina, untuk program pembangunan tahap II Rumah Sakit Indonesia (RSI) di kawasan yang dilanda konflik itu.   “Tim pertama sudah diberangkatkan pada Jumat (23/2) malam, sedangkan tim kedua berangkat pada Sabtu ini,” kata Presidium MER-C, dr Sarbini Abdul Murad kepada Antara di Jakarta, Sabtu pagi. Ia menjelaskan bahwa tim pertama setelah dilepas Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan di Balai Kota, pada Jumat malam, terdiri atas enam orang, yakni Site Manager RSI di Gaza tahap I, Ir Edy Wahyudi Darta, bersama Tata Lukita Sudrajat, Hidayattullah Hissam Damiri, Nasrullah Saukani Johdi, Osamah Dakam Mansur, dan Luthfi Paimin Mualim. Sedangkan pada Sabtu siang, pukul 11.00 WIB menyusul 26 sukarelawan lainnya, sehingga total untuk pembangunan tahap II RSI di Gaza sebanyak 32 orang. Ikut bersama tim itu adalah Presidium MER-C, Ir Faried Thalib dan dr Arief Rachman, SpRad, Ketua Divisi Kontruksi MER-C, Ir Idrus Muhamad Alatas, MSc, arsitek perancang bangunan RSI Gaza, Ir Rizal Syarifuddin. Menurut Sarbini Abdul Murad –dokter Indonesia pertama yang berhasil masuk ke garis terdepan Gaza saat konflik Palestina-Israel pada 2008-2009 itu– untuk pembangunan tahap II RSI di Gaza, sukarelawan dari Divisi Konstruksi MER-C itu diperkirakan akan tinggal selama setahun. Ia menjelaskan para sukarelawan yang diberangkatkan itu, sebagian besar merupakan alumni pembangunan tahap pertama, yang komitmen dan keahliannya sudah terbukti dan teruji dengan berdirinya RSI di Gaza yang ada saat ini. Keberangkatan tim sukarelawan ke Gaza, kata dia, dimungkinkan setelah didapatnya izin masuk Mesir dan Gaza yang diterima oleh MER-C dari pemerintah Mesir dan otoritas setempat di Gaza. Ia menyebut bantuan Menlu RI, Retno Marsudi dan jajarannya di Kemenlu sebagai hal yang sangat penting bagi berhasil masuknya tim sukarelawan MER-C ke Gaza, melalui pintu Rafah di perbatasan Mesir dan Gaza. “Tim ini sudah menunggu setahun, hingga akhirnya setelah kami bertemu Menlu dan jajarannya, maka hasilnya adalah tim bisa berangkat,” katanya. Karena itu, pihaknya memberikan apresiasi dan menyampaikan terima kasih atas peran Menlu dan jajarannya, yang membantu proses bagi masuknya tim sukarelawan untuk bisa berangkat. “Mohon doa semua rakyat Indonesia agar perjalanan tim dari Indonesia menuju Kairo, Mesir hingga masuk Gaza berjalan lancar untuk misi kemanusiaan membangun rumah sakit tahap II ini,” katanya. Ia menambahkan bahwa anggaran untuk pembangunan tahap II RSI di Gaza, yang berasal dari sumbangan rakyat Indonesia itu, mencapai kisaran Rp75 miliar hingga Rp80 miliar. Pada Selasa (16/1), Presidium MER-C Indonesia dr Sarbini Abdul Murad, didampingi Manajer Operasional MER-C Rima Manzanaris dan surelawan senior MER-C, Luly Larissa Agiel, bertemu Menlu Retno Marsudi di ruang kerjanya di Pejambon, didampingi Direktur Timur Tengah Kemenlu Sunarko dan Staf Ahli Bidang Hubungan Antarlembaga Menlu Ronny P Yuliantoro. Selain melaporkan perkembangan pembangunan Rumah Sakit Persahabatan Indonesia-Myanmar yang digagas bersama MER-C, Palang Merah Indonesia (PMI) dan Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) dengan dukungan pemerintah Indonesia, Sarbini Abdul Murad juga menyampaikan langsung kepada Menlu mengenai kendala masuknya tim MER-C untuk masuk ke Gaza guna pembangunan tahap II. Menlu dalam kesempatan itu langsung menyatakan akan membantu. “Kebetulan saya sahabat dekat Menlu Mesir (Sameh Shoukry-red), untuk Palestina, kami selalu siap membantu,” kata Retno Marsudi. Pembangun RSI di Gaza berawal dari misi tim bantuan kemanusiaan Indonesia yang membawa bantuan obat-obatan dari pemerintah dan rakyat Indonesia untuk warga Gaza, Palestina, akhir 2008 hingga awal 2009, di mana saat itu sedang terjadi perang 22 hari Palestina dengan zionis Israel. Ketika itu misi dipimpin dr Rustam S Pakaya, MPH yang saat itu menjabat Kepala Pengendalian Krisis (PPK) Departemen (Kementerian) Kesehatan dan Direktur Urusan Timur Tengah Departemen Luar Negeri Aidil Chandra Salim. Dalam perkembangannya, kemudian MER-C menggalang dana dari masyarakat Indonesia hingga akhirnya terwujud RSI di Gaza, yang lokasinya berada di di Bayt Lahiya, Gaza Utara. Sebenarnya, peluncuran secara resmi RS Indonesia di Gaza akan dihadiri relawan dan jurnalis yang pernah ikut menjadi saksi mata saat misi enam tahun silam. Namun, karena izin masuk ke Gaza saat ini masih mengalami kendala, kemudian penyerahan itu telah dilangsungkan di Indonesia, pada 9 Januari 2016. Wakil Presiden Jusuf Kalla menghadiri penyerahan secara simbolis Rumah Sakit Indonesia dari Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) untuk rakyat Palestina. Acara penyerahan secara simbolis RS Indonesia di Gaza itu digelar di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Sabtu (9/1) malam. Acara itu dihadiri pula Menlu Retno Marsudi, Wakil Gubernur Aceh (saat itu) Muzakir Manaf, Menteri Kesehatan Palestina Hani Abdeen, serta Duta Besar Palestina untuk RI Fariz Mehdawi. Sumber : https://www.antaranews.com/berita/801704/bangun-rs-indonesia-tahap-ii-32-sukarelawan-mer-c-ke-gaza

Gaza, Kami Kembali

Medical Emergency Rescue Comiittee (MER-C) kembali mengirimkan relawannya ke Jalur Gaza, Palestina. Rencana pembangunan tahap dua Rumah Sakit Indonesia, yaitu pembangunan dua lantai tambahan semakin menuju nyata. Seperti pada pembangunan tahap pertama, pada pembangunan RS Indonesia tahap kedua juga akan dilakukan oleh putra-putra bangsa Indonesia. Mereka adalah para relawan yang sebagian besar merupakan alumni relawan pembangunan tahap pertama yang komitmen dan keahliannya sudah terbukti dan teruji dengan berdirinya RS Indonesia yang ada saat ini.   Total sebanyak 32 relawan akan berangkat menuju Kairo, Mesir, negara yang berbatasan langsung dengan Jalur Gaza. Turut dalam tim ini adalah Presidium MER-C (Ir. Faried Thalib dan Dr. Arief Rachman, SpRad), Ketua Divisi Kontruksi MER-C (DR. Ir. Idrus Muhamad Alatas, MSc), arsitek perancang bangunan RS Indonesia (Ir. Rizal Syarifuddin) serta Ir. Edy Wahyudi Darta, relawan yang pernah memimpin pembangunan tahap pertama RS Indonesia, kali ini dipercaya kembali untuk menjadi Site Manager pembangunan tahap dua RS Indonesia. Keberangkatan relawan dibagi dalam dua gelombang. Gelombang pertama, akan bertolak ke Kairo Mesir pada hari Jumat malam ini/22 Februari 2019, pukul 20.00 wib. Sementara gelombang dua sebanyak 26 relawan akan menyusul terbang ke Kairo pada hari Sabtu/23 Februari 2019 pukul 11.00 wib. Keberangkatan ini dimungkinkan setelah didapatnya izin masuk Mesir dan Gaza yang diterima oleh MER-C dari otoritas setempat. Ketua Tim Pembangunan Tahap 2 RS Indonesia yang juga merupakan salah satu Presidium MER-C, Ir. Faried Thalib, menyampaikan bahwa setibanya di Kairo, Tim akan langsung bergerak menuju Perbatasan Rafah untuk mencoba masuk ke Gaza.   “Kami berharap dengan izin yang ada, Tim bisa segera masuk ke Jalur Gaza. Koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri RI dan KBRI Kairo terus kami lakukan,” ujar Faried. “Mohon doa dari seluruh rakyat Indonesia agar perjalanan ini diberi kelancaran, kemudahan dan keselamatan,” tambah relawan yang juga mengomandoi pembangunan tahap pertama RS Indonesia, Gaza. RS Indonesia merupakan karya anak bangsa yang sepenuhnya dibangun dari donasi rakyat Indonesia. Terletak di Bayt Lahiya, sekitar 2,5 km dari perbatasan Israel, RS Indonesia menjadi pusat rujukan utama bagi masyarakat di wilayah Jalur Gaza bagian utara.   Berdiri di atas tanah wakaf seluas 1,6 hektar, bangunan RS Indonesia terdiri dari 2 lantai dan 1 lantai basement dengan kapasitas 100 tempat tidur, 4 kamar operasi, 10 bed ICU, Ruang Radiologi, Laboratorium, Bank Darah, IGD yang dilengkapi peralatan medis terbaik saat ini, sudah kewalahan menampung pasien yang datang berobat. Kapasitas 100 tempat tidur sudah tidak mencukupi untuk memberikan perawatan kepada pasien yang membutuhkan.   Untuk itu, pengembangan RS Indonesia akan dilakukan berupa pembangunan dua lantai tambahan guna menambah kapasitas ruang perawatan dan membuka departemen serta layanan medis baru juga pengadaan peralatan kesehatan. Waktu yang dibutuhkan untuk diperkirakan 1 hingga 1,5 tahun. Selama proses pembangunan, pelayanan di RS Indonesia akan berjalan seperti biasa.     Jakarta, 22 Februari 2019 Divisi Humas MER-C   Dukungan dan Donasi untuk Pembangunan Tahap 2 RS Indonesia, Gaza – Palestina dapat disalurkan melalui : BSM, 700.1352.061 BCA, 686.0153678 Bank Mandiri, 124.000.8111925 BNI Syariah, 081.119.2973 BRI, 033.501.0007.60308 Bank Muamalat, 301.00521.15   Semua rekening atas nama : Medical Emergency Rescue Committee   Info : Website : www.mer-c.org Call Center : 0811990176 FB : MER-C Indonesia IG : @mercindonesia Twitter : @mercindonesia   #mercforgaza #tahap2RSIndonesiaGaza #beapartofhistory

Silahkan bertanya?